Title: Seme Island OnKey Ver.
Author: Bluedevil9293 a.k.a Dean Choi a.k.a Ayumu Sakurazawa.
Part: 7 / ?
Rated: M.
Cast:
Kim Heechul, 22 tahun.
Tan Hangeng, 23 tahun.
Other Cast:
Seme….
Jung Yunho, 24 tahun.
Zhoumi, 21 tahun.
Choi Siwon, 22 tahun.
Lee Jinki, 20 tahun.
Uke…..
Kim Jaejoong, 23 tahun.
Kim Kibum, 21 tahun.
Kim Key Bum, 20 tahun.
Henry Lau, 19 tahun.
Genre: Romance, Drama, Nc17-Nc21, Lemon, Lime, Rape.
Warning: Yaoi, Shonen-ai, Boys Love, BoyXBoy, Typo, Gaje, M-preg Don't Like Don't Read.
Summary: Seme Island, pulau yang berisi namja-namja tampan itu akan musnah bila ke lima namja penguasanya tak secepatnya memiliki keturunan. Dan yang akan melahirkan keturunan mereka pun sudah di tentukan. Bisakah mereka mendapatkan keturunan tepat waktu?
Kibum? Milik Siwon. Henry? Milik Zhoumi. Key? Milik Onew. Terus Heechul itu milik Hageng. Tapi gimana cara Han buat jadiin Chullie istri n umma dri anak.a ya?
Hangeng Pov…
Aku terus mengikuti kemana Chullie pergi. Ia masih tampak kebingungan apa lagi saat ini hari sudah mulai malam dan para hewan malam pun sudah keluar dari persembunyian mereka untuk mencari makan. Para hewan-hewan itu mulai mengeluarkan suara-suara aneh yang membuat merinding ngeri. Dan aku bisa melihat wajah pucat Chullie yang tampak sedikit ketakutan mendengar suara-suara aneh tadi. Ia pun kemudian berjalan semakin cepat tanpa arah yang jelas. Aku tersenyum melihat tingkah ketakutannya itu yang sangat lucu dimataku.
Setelah beberapa lama berjalan, akhirnya Chullie berhenti tepat didepan sebuah rumah ditengah hutan. Rumah itu memang sengaja dibangun disana untukku. Aku sering merasa bosan bila berada diistana. Dan kalau aku sudah merasakan semua itu, aku pasti akan pergi rumah ini menemui tujuh kelinci peliharaanku.
Sejak tadi Chullie mencoba memanggil-manggil penghuni rumah itu. Namun tak ada yang akan menyahutnya karena ketujuh kelinci itu pasti sedang pergi menemui appa dan keempat istrinya. Kalian pasti bingung. Yah, appa dan keempat ummaku tidak tinggal di istana yang sama. Mereka lebih senang tinggal di istana baru mereka dipulau sebelah meningglakan kelima anaknya dipulau ini. Sebenarnya bukan meninggalkan sih, lebih tepatnya kami berlima saja yang tak mau ikut tinggal dengan mereka dipulau yang baru menjadi hak kuasa keluarga itu.
Mana ada yang mau ikut laki-laki mesum a.k.a appaku. Kenapa aku bilang dia mesum? Karena ia punya empat istri yang setiap saat bisa melayaninya. Ck, dasar pervert apa tak cukup punya satu istri saja. Mana keempat istrinya a.k.a ummaku itu bersahabat lagi. Dan anehnya kenapa mereka berempat mau menikah dengan appa yang pervert itu. Jangan-jangan dulu appa menggunakan kekuatnnya untuk memiliki keempat ummaku itu.
Kalian pasti tambah bingung dengan apa yang ku katakan ini. Oke, ku perjelas ya. Aku memiliki seorang appa namanya Choi Seung Hyun. Dan appaku itu memiliki empat istri. Istri pertamanya bernama Kwon Jiyong. Istri keduanya itu bernama Dong Young Bae tapi appa lebih suka memanggilnya dengan nama Taeyang. Istri ketinga itu Kang Daesung dan istri terakhirnya itu Lee Seung Hyun. Karena nama umma terakhirku sama dengan nama appa, jadi appa lebih biasa menanggilnya dengan nama Seungri. Huft… Semoga saja appa tak akan menambah daftar istrinya lagi. Aku dan keempat saudaraku pasti akan menentangnya karena kita nggak mau punya adik lagi.
Aku dan Yunho hyung itu anak dari istri pertama. Siwon anak dari istri kedua. Zhoumi anak dari istri ketiga dan Onew itu anak dari istri terakhir. Walau pun kami ini akan dari umma yang berbeda, tapi tetap saja kami ini saudara yang saling mendukung. Aku juga tak tahu kenapa kami berlima lahir ditahun yang berbeda-beda. Padahal appa menikahi keempat ummaku di bulan yang sama walau pun beda hari.
Kalau cerita tentang si mesum itu, aku jadi teringat sama ke tujuh kelinci bersaudara. Kalau mereka bertujuh dipanggil sama appa berarti mereka akan mendapat tugas dari appa. Kalau itu benar, apa ya tugasnya. Ah… Jangan bilang kalau tugasnya itu mengintip acara malam pertama anak-anaknya. Aku nggak akan rela malam pertama ku di lihat si mesum itu. Kalau itu semua benar, aku harus berhati-hati nih. Mana si kelinci tertua yang berwarna putih dan sangat centil itu jago ngumpet lagi. Mana aura keberadaannya tak akan pernah bisa aku atau pun saudaraku deteksi lagi.
Oke, cukup berbagi cerita tentang keluargaku dan juga hewan peliharaanku yang suka berkhianat dengan mengikuti semua titah dari appa itu. Kita kembali pada Chullie yang sudah mulai memasuki rumah itu. Aku pun segera turun dari atas pohon dan berjalan memasuki rumah itu dalam keadaan tak terlihat. Sebelum masuk kedalam rumah, aku memastikan dulu kalau si kelinci putih centil tak ada disini. Dan sepertinya memang tak ada.
Aku berjalan disamping Chullie saat namja cantikku ini mulai mengelilingi setiap ruangan. Ia tak akan tahu atau pun curiga akan keberadaanku karena aku memang sudah terbiasa menggunakan kekutan menghilangku ini. Tapi walau pun aku menghilang, si kelinci putih centil pasti tahu aku dimana.
Ku liat wajah berseri Chullie. Ia tampak senang sekali saat melihat banyak makanan yang tersaji diatas meja makan. Sepertinya ia kelaparan, kasihan sekali calon umma dari anak-anakku ini karena ia belum juga makan sejak siang tadi. Dengan segera Chullie meraih beberapa makanan dan mulai melahapnya dengan cepat. Ia tampak senang saat merasa sudah cukup kenyang.
Sepertinya setelah ini aka nada perang dunia di rumah ini. Karena makanan yang dilahap Chullie tadi itu jatah milik kelinci putih centil. Dan si kelinci itu tak suka ada yang menyentuh hak miliknya termasuk jatah makanannya. Bisa-bisa ia akan mengamuk dan ngambek berhari-hari.
Jadi ingat waktu aku tak sengaja menyentuh kamera miliknya saat aku tersandung saat berjalan. Akhirnya kamera miliknya itu bergeser dari tempatnya hanya beberapa centi saja tak sampai rusak atau pun tergores tapi dia sangat marah padaku. Aku jadi berpikir yang jadi majikan disini siapa. Karena setelah kejadian itu, kelinci putih itu mengusirku dari rumah ini dan tidak memperbolehkan aku menginjak rumah ini selama dua minggu penuh.
Kembali pada Chullie, aku mengikuti Chullie ke lantai atas rumah ini. Tampaknya ia cukup takjub melihat sebuah ruang tidur yang tertatat dengan sangat rapid an begitu megah. Chullie tampak terpana dengan apa yang saat ia tengah ia lihat. Ah, wajahnya itu sangat mengoda sekali. Aku jadi ingin merasakan tubuhnya saat ini juga. Aku sudah tak sangup menahan lebih lama lagi.
Buuukkk….
"Aw…" Chullie sedikit mengerang saat aku mendorong tubuhnya kearah tempat tidur dan kini ia sedang setengah terlentang diatas tempat tidur. "Yack.! Kenapa main do… Hey, nggak ada orang disini. Terus tadi siapa yang dorong aku dong?" aku tersenyum kecil saat melihat wajah Chullie yang terheran-heran. Ia pasti kaget karena tak melihat ada orang selain dirinya disini. Jelas saja, ia kan tak akan bisa melihat diriku yang tak tampak ini.
Tanpa menunggu waktu lama lagi, aku segera mendekati Chullie. Naik keatsa tempat tidur dan menindih namja cantiku yang sedang terbengong-bengong heran karena mulai merasakan berat tubuhku diatas tubuhnya. "Hey.! Yack.! Yack.!" Teriakan kepanikan Chullie begitu mengelegar namun tak ku hiraukan. Aku masih berusaha menindihnya.
"Yack.! Lepaskan, kamu siapa dan kamu itu apa" Aku tak menghiraukan teriakan Chullie, aku cukup senang mendengar teriakkannya itu. Ku raih kedua tangannya dan ku bawa kesamping wajahnya. Aku mengeluarkan kekuatanku untuk mengikat tangan Chullie tadi hingga ia tak bisa bergerak lagi. Chullie tak akan bisa melihat apa yang sedang mengikat tangannya karena itulah salah satu sihir dan kekuatan yang ku punya.
"Heemmmmmpppp…." Selesai dengan semua kegiatanku tadi, aku mulai melumat bibir mengoda Chullie yang sejak tadi sudah tak sabar inginku lumat. Kedua tanganku ku susupkan kedalam baju yang ia kenakan. Ku raba perutnya perlahan, tanganku bermain-main dipusarnya. Lalu semakin keatas dan aku bisa menemukan dua tonolan disana. Ku elus nipplenya bergantian dan terkadang ku cubit dank u pelintir pelan membuat Chullie mengerang pelan. Suara erangan yang angat mengoda walau pun masih bercampur dengan teriakannya. Aku jadi ingin mendengar suara teriakaknanya itu lebih dan lebih. Jadi jangan salahkan aku ya Chullie chagya kalau aku bermain kasar. Kamu sih punya suara kenapa mengoda sekali.
"Hhahhh… hahhh…. Yack.! Kamu siapa. Hey.! Hey.! Jangan lakukan itu. Akkhhh…. Tolong…." Teriakan Chullie semakin terdengar saat aku mulai membuka kancing baju yang ia kenakan satu persatu hingga kini tubuh bagian atasnya sudah terpampang jelas didepan mataku walau pun baju yang ia kenakan itu takku tanggalkan dari tubuhnya.
Perlahan ku raba tubuh bagian atasnya. Ku ciumi seluruh tubuh mulusnya dan meninggalkan banyak jejak berwarna merah keunguan di leher, bahu, dada dan perutnya. Semua kegiatanku tadi membuat Chullie mendesah nikmat. Wajahnya sedikit merona merah karena menahan rangsangan tadi. Ah, lucunya wajah Chullie saat ini. aku jadi tak sabar ingin segera menjadikan ia istriku yang sah.
"Jangan.! Ah, Lepaskan.!" Teriak Chullie saat tangan-tangan nakalku bergerak semakin kebawah. Ku raba kedua pahanya bergantia. Ia meronta-ronta saat aku meraba pelan paha bagian dalamnya. Sepertinya ia terangsang oleh perbuatanku ini. Nikmatilah malam pertama kita ini Chullie chagya.
"Yack.! Jangan. Ku mohon jangan.! Tolong.! Tolong.!" Chullie berteiak histeris saat aku membuka celana yang ia kenakan dan dengan perlahan ku turunkan celanya hingga lolos dari kedua kaki putih mulusnya. Ku buka semua celananya hingga ia kini polos tanpa selembar benang pun yang menutupi tubuh sexy dan mengodanya.
Aku menelan salivaku dengan susah berkali-kali saat melihat tubuh polosnya itu. Aku benar-benar tak tahan ingin segera mencicipi tubuhnya. Ah, rasanya celanaku mulai menyempit. Akhirnya ku putuskan untuk melepasa semua pakaian yang melekat ditubuhku hingga kinin aku dan Chullie sudah sama-sama naked.
"Ahhhh…. Jangan… uuuhhh… sebenarnya…ahhh.. ahhh… ka-kamu… itu apa…. Uhhh…. Heemmm.. dan… siapa… ahhhh…" erang Chullie saat aku meraih juniornya dan mulai mengurut benda kebangaannya ini dengan irama rithmis. Chullie mendesah terus menerus membuat aku semakin tegang saja. Perlahan tapi pasti, junior Chullie yang tadinya masih tertidur kini jadi sangat menegang. Tampaknya Chullie cukup menikmati permainanku ini. Buktinya saja ia sekarang sudah dalam ke adaan on.
"Yack.! Hentikan… aahhhh…. Uuuhhhh…. Ahhhh…" tanpa menghiraukan teriakn Chullie itu, ku masukkan juniornya kedalam mulutku dan mulai mengoralnya. Ku keluar masukan junior Chullie yang sudah tengang itu kedalam mulutku dengan bersemangat. Tanganku juga ikut memanikan twin ballnya untuk menambah sensasi yang ia rasakan.
"HENTIKAN…. Ahhh…. Ahhh…." Chullie terus saja berteriak memintaku untuk menghentikan semua ini. Padahal tubuhnya ini meminta lebih. Tenang sayang, aku pasti akan memuaskanmu kok. Yah, walau pun nantinya aku akan berbuat kasar padamu.
Aku mulai merasakan junior Chullie yang ada didalam mulutku berkedut-kedut. Tampaknya ia akan segera mengalami klimaks pertamannya. Dan aku pun mempercepat hisapan dan kulumanku pada juniornya. Chullie menutup matanya saat merasakan sensai yang sangat nikmat itu.
"Hentikan… Aku nggak tahan… AHhhh…. AKKKKHHHHH" seiring dengan erangan panjang Chullie tadi, cairan putih kentalnya pun keluar dari juniornya dan dengan cepat langsung ku telan habis. Chullie tampak sedang mengatur nafasnya yang tak beraturan itu. Wajahnya memerah dan tubuhnya pun mengeluarkan banyak keringat yang membuat ia tampak semakin mengoda saja.
"Hhhaaahhhh… Hhhhaaahhhh… SEBENARNYA KAMU APA DAN SIAPA?" Tanya Chullie dengan nafas yang masih terengah-engah. Aku tak merespon pertanyaannya itu. aku malah membuka kedua kakinya dengan sedikit lebar, ia tak sadar akan aksiku kali ini. aku sudah sangat terangsang jadi aku ingin cepat-cepat menyelesaikan semua ini.
"Apa yang kamu lakukan Arrrgggghhhh…" kata-kata kemarah Chullie berganti dengan teriakan kesakitannya saat dengan kasar ku bobol lubang sempitnya yang sejak tadi sudah tak sabar untuk ku rasakan. Juniorku yang besar dan sangat tegang ini mulai ku gerakakn keluar masuk hole sempitnya. Mungkin karena ini merupakan pengalaman pertamanya jadi Chullie terus berteriak-teriak kesakitan. Apa juniorku terlalu besar ya untuk ukuran lubangnyan yang sempit itu.
"Ah… sakit…. Hentikan…. Sakit…" aku sedikit kasihan melihat Chullie berteriak kesakitan sejak tadi. Sesakit itu kah hingga membuat ia berteriak terus menerus sejak tadi. Ku berikan rangsangan-rangsangan tambahan pada junior Chullie agar ia merasa sedikit kenikmatan dimalam pertama kami ini. aku tak mau hanya aku saja yang merasakan nikmatnya sedangkan dia hanya merasakan sakit saja.
"Sakkkkiitttt… aaahhhh… tolong hentikan…. aaahh…. Uuuhhhh…. Hiks… hiks… sakit…" aku terus mengerakkan tubuhku dengan irama yang cukup cepat karena aku sudah merasakan hendak mencapai klimaks. Aish… Padahal kami berdua belum lama bermain tapi aku sudah tak tahan untuk mengeluarkan cairan spermaku dirahimnya. Mungkin itu semua karena hole Chullie terlalu sempit.
Aku mengerkan tubuhku semakin cepat. Ku pejamkan mataku agar bisa lebih menghayati semua sensasi-sensasi kenikmatan yang diberikan tubuh Chullie padaku. Teriakan kesakitan Chullie tak terdengar lagi. Aku sedikit bingung, pasalya Chullie pun sudah tak meronta seperti tadi lagi. Saat aku membuka mataku aku bisa melihat Chullie yang sudah tak sadarkan diri. Ia pingsan ditengah-tengah permainan kami. Mungkin karena rasa sakit yang ia rasakan. Chullie mianhae, aku tak bermaksud menyakitimu. Maaafkan aku…
Aku masih mengerakkan badaanku pelan karena aku merasa sudah hampir sampai. Melalang bukan kalau aku menghentikannya ditengah-tengah. Yang ada aku akan merasa tersiksa karena tak terpuaskan. Selang beberapa menit cairan kental menyembur keluar dari juniorku memenuhi rahim Chullie. Aku pun roboh menimpa tubuhnya.
"Chullie mianhae chagya" kataku sambil mengecup kening namja yang sudah sah menjadi istriku ini. sepertinya setelah ini aku akan meminumkan ramuan penghilang rasa sakit dahulu sebelum melakukan hubungan tubuh dengan Chullie. Aku tak mau ia pingsan dan kesakitan lagi. Mianhae chagya, seharusnya dari awal tadi aku memberimu ramuan penghilang rasa sakit dahulu.
Aku pun segera mengeluarkan juniorku dari hole Chullie dan beranjak dari atas tubuhnya. Ku selimuti tubuh polos Chullie lalu aku pun mengenakan pakaianku lagi. Setelah selesai mengenakan pakaian, aku duduk disampingnya yang masih tertidur. Damai sekali tidurnya ini. Ah, Chullie aku semakin mencintaimu saja. Aku mendekatkan wajahku ke wajah Chullie.
Brrraaakkk Brruuukkkk Pprrraaannggg….
Aku menghentikan aksiku yang hendak mencium bibir merah mengoda Chullie. Suara apa itu, seperti suara benda jatuh. Aku jadi curiga. Jangan-jangan itu si kelinci centil lagi. Harus ku periksa. Aku langsung melesat ke luar dari kamar dan menuju halaman samping rumah ini. Yups, disana aku melihat ada benda berwarna putuh yang bergerak-gerak kesakitan. Aku pun segera mendekati si kelinci putih centil itu.
Author Pov…
"Yack.! Apa yang kamu lakukan disitu eoh?" Tanya Hangeng pada kelinci putih. Hangeng memperhatikan keadaan sang kelinci yang tamkak kusut dan banyak mengalami luka-luka. Dengan gugup sang kelinci pun mengerak-gerakan badanya. Yah, si kelinci memang tak bisa bicara layaknya manusia. Namun ia bisa membuat manusia mengerti apa yang ia maksud dengan gerakan tubuhnya. Dan kelinci tadi pun mengerakkan tubuhnya dengan makna aku-tadi-jatuh-dari-atas-pohon.-gara-gara-di-tendang-sama-kelinci-abu.
"Yakin jatuh dari pohon karena di tending kelinci abu?" Tanya Hangeng menyelidik. Dan sang kelinci pun langsung gagap tak tahu harus berkata apa-apa. Jadinya si kelinci hanya menganggukan kepalanya saja. "Kalau begitu manasi kelinci abu, kok aku nggak liat dia ada disini ya?" introgasi Hangeng lagi. dan sang kelinci pun langsung gagap dibuatnya.
"Kamu ngintip apa yang aku lakukan tadi ya. Hem… jangan-jangan kamu merekam aku lagi. Mana kamera milikmu itu?" Tanya Hangeng.
Nggak, aku nggak ngintip atau pun ngerekam apa pun kok. Bantah si kelinci, Hangeng yang tak percaya pun mulai mengeledah kelinci tadi.
Di tempat lain…
Heechul yang tadinya masih tak sadarkan diri pun mulai siuman. Ia mengerang sakit saat merubah posisi tidurnya menjadi duduk. Heechul mulai menangis saat melihat holenya yang mengeluarkan darah segar dan terdapat bercak putih kental disana. Ia pun sadar kalau kini dirinya tak suci lagi. sudah ada yang pernah merasakan tubuhnya dan parahnya, ia tak tahu siapa dan makhluk apa yang sudah menidurinya tadi.
"Uh… sakit sekali" rintih Heechul sambil memegangi pinggangnya. Tubuhnya masih lemas dan tak bertenagan. Namun ia tetap memaksakan dirinya untuk turun dari atas tempat tidur dan memunguti semua pakaiannya kemudian mengenakan semua pakaian tadi dengan sedikit susah karena rasa sakit masih ia rasakan diholenya.
Setelah mengenakan pakaiannya tadi, Heechul berjalan dengan susah keluar dari kamar terkutuk itu. Ia mengerang sakit sambil memegangi pinggangnya saat menuruni anak tangga satu persatu. Heechul ingin secepatnya meninggalkan rumah itu sebelum ia kembali mengalami mimpi buruk tadi. Heechul masih berjalan dengan susah payah keluar dari rumah misterius itu sambil memengagi pinggangnya. Tubuhnya begitu lemah dan ia juga kembali merasa matanya mulai mengabur namun ia terus memaksakan diri untuk pergi.
Hangeng yang tadi masih mengeledah si kelinci putih dengan hasil nihil karena ia tak mendapatkan barang yang ia maksud pada sang kelinci pun menghentikan aksinya saat ia melihat Heechul keluar dari rumah dengan tubuh sempoyongan dan hampir jatuh. Dengan cepat Hangeng meraih tubuh lemas Heechul yang hampir jatuh ketanah saat namja cantik yang sudah menjadi istrinya itu kembali tak sadarkan diri.
Si kelinci putih pun tak menyia-nyiakan kesempatan yang ada. Ia segera mengambil kamera yang nyangkut diatap rumah lalu kabur meninggalkan Hangeng yang menghawatirkan keadaan Heechul. Hangeng yang sudah panik melihat keadaan Heechul tak mau ambil pusing dengan penghianatan si kelinci. Dengan cepat Hangeng pun membawa Heechul menghilang. Hangeng meutuskan membawa istrinya itu ke istananya saja.
^_^ TBC Again… ^_^
Aku kurang puas dengan ff seme island part Heechul ini.
Mungkin it dikarenakan aku buat ini ff d tengah" jadwal ulangan kenaikan kelasku kemarin kali ya.
Jadi nggak konsen deh, kan otak.a kebagi-bagi.
Jadi mianhae ya reader semua kalau ff.a tidak memuaskan hati kalian. #deep bow
Hinata Fuyuki H: Nggak apa-apa, gomawo udah mau review n ga jadi SR lagi. Tetap comment ya setelah ini.
Euhnyuk: Silahkan ikut nimbrung Euhnyuk-ssi, q nggak keberatan kok. Malah senang. Q update kl ada mood aja. Jadi bisa cepat bisa juga sangat lambat. Karena itu, d tunggu saja dengan sabar oke.
Bini Kangin: Memang serem chingu, kl mau tahu gimana rasa.a ty aja sama Chullie onnie #d tabok bolak balik#
Arisa Adachi: Ga tahan nunggu yunjae yah? Dengan bersedih hati saya katakan….. Yunjae.a 1 chap lagi yah. Ahahahhaha….. #d bunuh semua reader…#
Pipit-SungminniELFishy: kan Han oppa belum mau mati d tangan Chullie onnie #d tabok lagi# jadi dy pakai cara teraman deh. Dan lagi, Han oppa masih mau lihat baby mereka.
cleo mvp: Han oppa takut ma chullie onnie jd deh dy pakai cara aman, jadi hantu dadakan # d bunuh Han oppa#
Kim Cherry: Han oppa main bersolo karir juga tetap keenakan. Kan chullie onnie #d tabok lagi# rapet banget itu.a… iakan han oppa? #lirik" Han oppa, han oppa Cuma nganggukin kepala terus tari chullie onnie k kamar mandi. Mau ngapain tuh?#
Park Minnie: Han oppa jangan d granat dong, kasihan chullie onnie tar jd single parent lg.
aki-taka 'rei-chan: Beda dari nc17 ma nc 21 itu…. kl nc17 ga ampe selesai biasa.a dan lebih sering kena skip ga kaya nc21 yg ampe klimak cast.a… ahahahha…. Chullie onnie ga akan semudah it tahu han oppa.
Natsume Yuka: mianhae kr kmrn tbc d tempat yg ga tepat, udh jd k biasaan sih. Ahahahha…
Namikaze Trisha: salam knl juga trisha, q dean tapi biasa.a pada manggil q dean / Blue.
icha22madhen: chullie emg ga bisa liat han pa, tapi dy bisa ngerasain k nikmatan yg d berikan oleh han pa k dy.
LittleLiappe: sudah tuh nc21.a mianhae kl ga memuaskan…
HyukAimimi fishy: ga ada ronde 2, 3, 4, 5,… dst… chullie.a udh KO deluan.
Kyuminana: apa lemon yang kali ini hot? Semoga saja… han pa ga akan berani nampakin diri.a takut d hajar chullie pa.
Chacha Heenim: kl kata q emg kejaman han pa yah -_-, yunpa aja ga kejam ky gtu.
Lee Kan-ah: ini crta masih panjang kok, ending.a masih jauh. Ga aka nada epilog nanti.
