Tak lama Jeremy keluar dari balik dinding es
"Aku siap."Kata Jeremy
"Baik. Sampai jumpa Lyoko Warrior."Kata Xana
Ia pergi sambil membawa Jeremy
"Sekarang kita melakukan apa?"Tanya Ulrich
"Aku tidak tahu."Jawab Odd
13 menit kemudian
Xana kembali dan masuk ke dalam gua es
"Aku kembali."Kata Xana
"Cepat sekali."Kata Odd
"Tentu saja."Kata Xana
"Di mana Jeremy?"Tanya Ulrich
"Di sana."Jawab Xana sambil menunjuk Jeremy yang ada di luar
Ulrich langsung menghampiri Jeremy
"Apa dia ingat semua?"Tanya Yumi
"Tentu saja. Ia ingat semua."Jawab Xana
"Kau bohong!"Kata Ulrich yang masuk ke dalam bersama Jeremy
"Hah?"
"Dia lupa dengan segalanya. Mulai dari diriku, Lyoko, dan yang lainnya! Apa kau menghilangkan ingattannya?!"Tanya Ulrich
"Tidak. Lagipula aku tak butuh ingattannya."Jawab Xana
Sementara percakapan itu terjadi hal yang salah di gua itu. Gua itu memunculkan duri es dari dalam dinding, langit2, dan lantai es.
Di tempat Ulrich berdiri, duri es muncul.
"Ulrich, awas!"Kata Odd sambil mendorong Ulrich dari tempatnya yang akan muncul duri es.
"Hwa..."
Ulrich terjatuh. Begitu juga dengan Jeremy dan Odd. Tapi kedua tangan Odd tertancap duri es.
"Odd!"
Ulrich, Aelita, dan Yumi menghampiri Odd dengan cepat. Jeremy menghilang dari tempatnya.
"Odd, diamlah. Jangan bergerak. Aku akan mencabut semua duri es ini."Kata Ulrich
"Tolong pelan2."Kata Odd
Ulrich menganggukkan kepala
Ulrich mengeluarkan kekuatannya.
"Stop. Biar aku yang melakukannya."Kata Jeremy yang keluar dari balik dinding es
Ulrich langsung menghentikan kekuatannya.
"J... Jeremy, lalu yang tadi..."Kata Ulrich yang kebingungan
"Tolong permisi sebentar."Jeremy berjalan ke tempat Odd sambil merubah warna matanya dari abu2 menjadi biru. Itu sama saja dengan mengubah kekuatannya dari es menjadi kekuatan biasanya.
Jeremy berhenti berjalan dan menjulurkan tangannya. Ia mengeluarkan kekuatannya dan semua duri es di tangan Odd menghilang.
"Wow! Duri esnya sudah hilang! Terima kasih."Kata Odd sambil berdiri
"Sama2."
"Jeremy, apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa kau menghilang dan muncul dari balik dinding es itu?"Tanya Ulrich
Jeremy berbisik pada Ulrich
"Tadi itu hanya tiruanku saja. Dia hanya membawa mermoriku yang tidak penting."Bisiknya
"Kau keren, Jeremy."Kata Ulrich
"Kau tahu, duri es ini sama seperti duri sungguhan!"Kata Odd sambil menunjuk duri es yang ada di depannya.
Tiba2 keluar duri es dari jarinya. Duri itu mengenai duri es itu hingga hancur(itu seprti panah laser/laser arrow milik Odd. Hanya saja panah itu di ganti menjadi duri es. Dan keluarnya dari jari tangan.)
"Wow! Keren!"Kata Odd
"Aku sengaja melakukannya. Agar kau bisa mengenang masa lalu di Lyoko."Kata Jeremy
"Terima kasih, Jeremy!"Kata Odd
"Aku juga punya sesuatu untukmu, Ulrich. Kemarilah."
"Baiklah."
Ulrich berjalan ke depan Jeremy.
"Jadi, apa yang akan kau berikan?"Tanya Ulrich
Jeremy merubah kekuatannya menjadi es. Lalu mengeluarkan kekuatannya. Dia membuat 2 katana es dan 2 suriken es.
"Ini untukmu. Ini memang tidak banyak. Tapi..."
"Terima kasih, Jeremy. Kau yang terbaik."Kata Ulrich sambil memeluk Jeremy
"Ulrich, kau... Hmm... Sama2, Ulrich."Kata Jeremy
Ulrich melepaskan pelukkannya dan mengambil 2 katana dan 2 suriken yang di berikan Jeremy tadi dan kembali ke tempatnya.
"Yumi, kemarilah. Aku telah membuat senjata khusus untukmu."Kata Jeremy
Yumi berjalan ke hadapan Jeremy.
"Ini adalah 2 buah kipas yang sering kau gunakkan di Lyoko, Yumi. Aku memodifikasikannya sedikit. Jadi tidak seperti dulu. Kipas ini jika kau lempar, kipas ini akan menjadi 2. Saat ingin kembali padamu, kipas ini akan menjadi semula."Kata Jeremy sambil mengeluarkan 2 kipas dan memberikannya pada Yumi
"Terima kasih, Jeremy. Ini akan menjadi benda yang paling berguna dalam hidupku."Kata Yumi sambil mengambil 2 kipas itu dan pergi untuk bicara dengan Ulrich.
Aelita berjalan ke depan Jeremy.
"Aelita, ada apa?"Tanya Jeremy sambil tersenyum
"Aku... Ingin bertanya."Jawab Aelita
"Silahkan. Tanyakan apa yang ingin kau tanyakan."Kata Jeremy
"Hmm..."
Aelita berpikir ingin bertanya apa. Sebenarnya tadi dia tidak ingin bertanya.
Jeremy tersenyum dan menyerang Aelita dengan bola cahaya putih hingga membuatnya terpental.
"Jeremy, apa yang kau lakukan?!"Tanya Ulrich terkejut melihat Jeremy menyerang Aelita
"..."Tak ada jawaban dari Jeremy
Jeremy tetap tersenyum. Dan Aelita pun bangkit.
"Apa yang sebenarnya kau rencanakan?! Kenapa kau menyerangku?!"Tanya Aelita
Jeremy masih tersenyum
"Andai aku punya bola energi, aku akan..."
Tiba2 bola energi keluar dari tangan Aelita dan mengenai dada Jeremy.
Jeremy terpental agak jauh karena bola energi yang kuat.
"Jeremy! Maafkan aku!"Kata Aelita sambil menghampiri Jeremy di ikuti Ulrich, Odd, dan Yumi
"A... Aku tidak... Apa2."Kata Jeremy sambil berdiri
"Bagus, Aelita. Kau berhasil mengeluarkan kekuatanmu."Kata Jeremy di dalam hati
Xana yang belum beranjak dari tempatnya merasa kesal dengan apa yang di lakukan Jeremy pada teman2nya. Memberikan senjata Lyoko dan kekuatannya.
"Jeremy!"
"Ada apa?"Tanya Jeremy
"Berikan aku kekuatanmu!"Kata Xana
"Tidak akan. Karena kau jahat!"Kata Jeremy
Xana sangat marah dan bersiap2 menghancurkan Jeremy.
Xana menembakkan kekuatannya pada Jeremy.
Jeremy melihat kekuatan Xana mengarah padanya. Dia ingin menghindar. Tapi, ia tak bisa berlari karena dadanya yang menghambatnya untuk bergerak bebas.
Lyoko Warrior melihat kejadian itu dan berlari untuk melindungi Jeremy
6 cm
4 cm
"Aku tak bisa menghindar. Bagaimana ini?"Kata Jeremy di dalam hati
Ia mengeluarkan kekuatannya. Tapi tidak bisa.
0,5 cm
Yumi melempar kipasnya untuk melindungi serangan itu. Tapi serangan kekuatan Xana yang mengenai Jeremy. Dan Jeremy pun menghilang.
Lyoko Warrior menghentikan langkah mereka.
Mereka terkejut karena Jeremy tlah menghilang. Air mata rasanya ingin keluar dari mata mereka. Melihat Jeremy yang tidak ada di hadapan mereka, mereka merasakan kesedihan yang mendalam.
"Hahaha... Dia telah menghilang. Kalian tak akan bertemu dengannya lagi."Kata Xana
Lyoko Warrior melihat Xana dengan kesal. Tapi saat melihat Xana, mereka malah melihat William dengan Zweheard-nya dengan kostum Lyoko-nya yang serba hitam dan ada tanda Xana di dahinya.
"William? Di mana Xana?"Tanya Ulrich sambil menengok teman2nya
Ia melihat teman2nya memakai kostum Lyoko pada season 4. Ulrich heran dengan itu. Lalu ia melihat tempat sekitarnya. Tempat itu terlihat seperti gua es yang berada di sektor es.
"Kau sadar tidak kalau kita di Lyoko?"Tanya Ulrich
"Hmm... Tidak."Jawab Odd
Di tempat yang sama
"Lyoko? Tapi bagaimana aku melakukan itu? Bagaiamana aku merubah penghilatan mereka?"
"Teman2, kalian bisa dengar aku? Aku Jeremy."
"Jeremy, apa kau baik2 saja?"Tanya Ulrich
"Aku baik2 saja. Bagaimana denganmu? Apa yang terjadi di tempatmu?"Tanya Jeremy
"Aku juga sama denganmu. Di tempatku seperti Lyoko sektor es."Jawab Ulrich
"Kau di mana?"Tanya Ulrich
"Aku... di dunia nyata."Jawab Jeremy
"Baguslah. Apa kami benar2 di Lyoko?"Tanya Ulrich
"Hmm... Ya."Jawab Jeremy
"Apa ada serangan Xana di bumi?"Tanya Ulrich
"Tidak. Semua baik2 saja di sini."Jawab Jeremy
"Ok. Berhati2lah. Aku takut Xana menyerang bumi dan kau dalam bahaya."Kata Ulrich
"Kau juga hati2, ya."Kata Jeremy
"Ya."
"Jeremy,"Aelita memanggil Jeremy
"Ya? Ada apa?"Tanya Jeremy
"Untung kau tidak hilang. Kalau kau hilang, kami akan merasa sedih."Kata Aelita
"Aku hanya termatrealisasi saja. Jangan khawatir."Kata Jeremy
"Sekarang apa yang harus kami lakukan?"Tanya Odd
"Seperti biasanya. Bertarung dengan Xana dan menonaktifkan menara yang aktif."Jawab Jeremy
"Baik."
"Ayo! Kita kalahkan William dan nonaktifkan menaranya!"Kata Yumi
Yumi dan 3 temannya bertarung melawan William.
"Kita menyerangnya sekarang. Pertama Odd, lalu Aelita, Yumi, dan aku."Kata Ulrich
"Siap."
"1, 2, 3! Sekarang!"
"Laser Arrow!"Odd menembakkan panahnya ke arah William
"Energy Field!"Aelita menembakkan kekuatan energinya pada William
"Tassen Fan!"Yumi melempar kipasnya ke arah William
"Ini saatnya!"Kata Ulrich
"Super Spint!"
Ulrich berlari ke belakang William, melompat, dan menusuk William dari belakang dengan 2 katananya.
"Dan satu ini untukmu, Xana!"Kata Jeremy
"Ice!"
Jeremy mengeluarkan kekuatannya untuk membekukan Xana.
Jeremy menggenggamkan tangannya sehingga membuat Xana hancur berkeping2.
"Wow! William termatrealisasi!"Kata Odd
"Matrealisasi Odd. Matrealisasi Yumi. Matrealisasi Aelita. Materalisasi Ulrich."Jeremy mematrealisasi teman2nya. Padahal sebenarnya Jeremy menyerang mereka dengan kekuatannya agar penglihattan Lyoko hilang di mata keempat temannya.
Keempat teman Jeremy terjatuh dan pingsan dalam sesaat karena efek kekuatan penglihattan tadi.
"Aelita, Yumi, Ulrich, Odd, apa kalian baik2 saja?"Tanya Jeremy sambil membangunkan 4 temannya
Odd membuka matanya dan duduk
"Wow! Tadi luar biasa!"Kata Odd dengan senang sambil mengacak2 rambut Jeremy
Aelita tersadar dan duduk.
"Jeremy, aku senang bisa melihatmu lagi!"Kata Aelita
"Aku juga senang, Aelita."Kata Jeremy
Yumi dan Ulrich memegang bahu Jeremy
"Aku merasa bahagia sekali dengan pengalaman ini!"Kata Yumi
"Aku juga."Kata Jeremy
"Jeremy, di mana Xana?"Tanya Ulrich
"Sudah jelas dia hilang. Kenapa kau bertanya?"Tanya Odd
"Sebenarnya, dia di sana. Aku merubahnya menjadi kumpulan pecahan es."Jawab Jeremy
Jeremy berdiri dan berjalan ke depan gua. Dia melihat pemandangan Negaranya yang hancur. Jeremy sedih dan meneteskan air mata. Keempat temannya menghampiri Jeremy.
"Aku tahu perasaanmu dengan semua ini. Tenang saja. Tidak perlu sedih."Kata Ulrich
"Bagaimana aku bisa tenang? Negara kita, sekolah kita, semua, semuanya... Hancur."Kata Jeremy
"Bagaimana kalau kau perbaiki semua ini dengan kekuatan?"Tanya Yumi
"Itu ide yang bagus."Jawab Jeremy
Jeremy keluar gua. Dia merubah kekuatannya dan mengeluarkan kekuatannya. Kekacauan berganti menjadi kedamaian. Gedung2 berdiri lagi, pohon2 subur kembali. Semuanya kembali menjadi semula. Gua es berubah menjadi sebuah rumah kosong. Gunung berapi menghilang.
"Jeremy hebat!"Kata Aelita
"Benar."Kata Ulrich
"Bruk..."
"Hah?!"Yumi, Odd, Ulrich, dan Aelita melihat Jeremy tergeletak di tanah.
"Jeremy!"
2 hari kemudian
Di Klinik Sekolah Academy Kadic
"Ugh... Di mana aku?"
Jeremy baru tersadar dari tidurnya selama 2 hari
"Kau ada di Klinik, Jeremy. Bagaimana perasaanmu?"Tanya Yolanda Suster Sekolah
"Jeremy? Bagaimana kau tahu namaku?"Tanya Jeremy
"Tentu saja. Aku sudah mengenalmu sejak dulu."Kata Yolanda
Jeremy beranjak dari tempat tidur Klinik dan melihat dirinya di cermin. Dan dia melihat tubuh lamanya di cermin.
"Aku kembali ke tubuh lamaku!"Kata Jeremy di dalam hati dengan sangat bahagia.
"Jeremy, apa ad yang salah?"Tanya Yolanda
"Tidak ada."Jawab Jeremy
"Sepertinya kau sudah lebih baik. Kau boleh pergi sekarang."Kata Yolanda
"Terima kasih."Kata Jeremy
Jeremy keluar dari Klinik. Ia ingin menceritakan tentang kembalinya tubuh lamanya.
Ternyata teman2nya sudah ada di depan Klinik.
"Hai, Einstein!"4 Teman Jeremy menyambutnya dengan senang
"Hai, teman2."Kata Jeremy
"Apa kau sudah merasa lebih baik?"Tanya Yumi
"Sudah. Di mana Little Bird?"Tanya Jeremy
"Kau lupa? Hewan tidak boleh masuk Sekolah."Jawab Ulrich
"O ya. Selamat! Kau kembali ke tubuh aslimu!"Kata Ulrich
"Kau... Terima kasih, Ulrich!"Kata Jeremy
"Ya. Sama2"Kata Ulrich
"Aku senang menjadi diriku yang asli. Tapi jika menjadi Je, aku mempunyai kekuatan. Sekarang aku tidak punya kekuatan lagi. Hanya kutukan jahatlah yang aku miliki."Kata Jeremy di dalam hati
Jam 20.57 PM
Di kamar berhantu
"Kamar ini masih menyeramkan. Tapi ini kan kamarku dulu."Kata Jeremy
Dia menemukan sebuah buku dan ia mengambilnya.
"Hmm... Buku apa ini?"
Ia membuka buku itu. Tiba2 tubuh Jeremy berubah menjadi tubuh Je lagi.
"Hahaha... Aku di dalam tubuh baru lagi. Tidak apa-apa. Yang penting aku memiliki kekuatan. Tapi bagaimana besok? Para guru tidak mengenaliku. Tidak apa-apa. Anggap saja aku adalah Je yang hidup kembali. Hahaha..."
The End
Kayaknya endingnya aneh :D Yang penting sudah selesai.
