Title: Seme Island YunJae Ver.
Author: Bluedevil9293 a.k.a Dean Choi a.k.a Ayumu Sakurazawa.
Part: 10 / ? (Antara 19, 20 ma 21).
Rated: T.
Cast:
Jung Yunho, 24 tahun.
Kim Jaejoong, 23 tahun.
Other Cast:
Seme….
Hangeng, 23 tahun.
Choi Siwon, 22 tahun.
Zhoumi, 21 tahun.
Lee Jinki, 20 tahun.
Uke…..
Kim Heechul, 22 tahun.
Kim Kibum, 21 tahun.
Kim Key Bum, 20 tahun.
Henry Lau, 19 tahun.
Genre: Romance, Drama, Nc21, Lemon, Lime, Rape.
Warning: Yaoi, Shonen-ai, Boys Love, BoyXBoy, Typo, Gaje, M-preg Don't Like Don't Read.
Summary: Bingung mau buat summary apa yang jelas ini flashback deh. Baca jangan lupa RCL.a ya…
Author Pov…
Sudah beberapa jam ini Jaejoong terus berjalan kesana kemari tanpa arah yang jelas di tengah hutan yang dia sendiri tak tahu itu dimana. Sebenarnya Jaejoong merasa banyak hal-hal yang ganjil terjadi pada dirinya sejak ia mulai berpisah dengan keempat dongsaengnya secara aneh. Ia tak tahu kenapa mereka berlima sampai bisa terpisah seperti sekarang. Hal terakhir yang ia ingat sebelum kehilangan jejak keempat dongsaengnya adalah mereka berlima sedang bermain ditepi sungai tapi bukan ditengah hutan mengerikan seperti saat ini.
"Aku lelah sekali. Sudah berapa lama ya aku terus berjalan tanpa arah yang jelas seperti ini" keluh Jaejoong sambil menyandarkan tubuhnya dibatang sebuah pohong besar yang menjulang tinggi keatas angkasa sana.
"Huwa… Kemana perginya keempat dongsaengku tadi" keluh Jaejoong lagi sambil menyeka keringat yang menetes didahinya. "Dan lagi ini dimana sih" kata Jaejoong lagi. karena merasa sudah sangat lelah berjalan terus menerus, Jaejoong pun memutuskan untuk beristirahat sebentar sambil memijati kakinya yang terasa sangat pegal-pegal.
"Harus cepat cari jalan pulang nih, kalau nggak aku bisa bermalam dihutan ini dengan para hewan-hewan buas yang mungkin saja sudah mengincarku sejak tadi dan siap menerkamku kapan pun juga" kata Jaejoong yang mulai berjalan meninggalkan tempatnya tadi.
Brrruuukkkkk…. Sebuah suara benda terjatuh pun tak lama terdengar. Siapa lagi yang jatuh kalau bukan seorang Kim Jaejoong. Ia tersandung sebuah akar pohon hingga membuatnya berakhir naas diatas tanah. Jaejoong menghendus kesal pada dirinya sendiri yang bisa-bisa nya jalan tanpa berhati-hati seperti tadi.
"Hahahaha…. Makanya kalau jalan itu liat dong sekitar kamu" kata sebuah suara yang tak tahu berasa dari mana. Tapi yang jelas Jaejoong yakin itu suara seorang namja bukan yeoja.
"Yack.! Kenapa tertawa. Dan lagi, kamu dimana?" Tanya Jaejoong heran sambil melihat kesekelilingnya yang sepi tak ada seorang pun disana selain dirinya.
"Hey, diatas sini cantik" kata Namja tadi. Jaejoong pun segera mendongakkan kepalanya keatas. Dan benar saja, ternyata memang ada seorang namja disalah satu dahan pohon yang sedikit rendah dari dahan pohon lainnya.
"Cantik? Yack.! Kurang ajar sekali kamu. Aku ini namja tahu bukan yeoja. Jadi aku bukan cantik melainkan tampan" kata Jaejoong uring-uringan. Namja berwajah cantik tadi menatap tajam kearah namja tampan yang ada diatas dahan pohon sana.
"Oh ya kamu namja? Tapi kok kamu cantik sekali ya?" goda namja tadi yang tak lain adalah Jung Yunho sang penguasa Seme Island.
"AKU NGGAK CANTIK PABO" teriak Jaejoong kesal. Ck, baru juga bertemu dengan seseorang di tengah hutan seperti ini. Tapi malah orang itu membuatnya sangat kesal sekali. "Kamu siapa sih?" Tanya Jaejoong akhirnya.
"Aku?" Tanya Yunho sambil menunjuk dirinya sendiri, Jaejoong menganggukan kepalanya sekali. "Aku Jung Yunho penghuni pulau ini" jawab Yunho.
"Hey, kok malah kamu sih yang bertanya. Seharusnya aku dong yang Tanya sama kamu cantik. Kamu siapa dan sedang apa kamu disini cantik?" Tanya Yunho sambil terus mengoda Jaejoong dengan sebutan 'cantik' yang jelas-jelas sangat tak disukai Jaejoong.
"Namaku Kim Jaejoong, aku sedang terseat disini. Dan lagi, JANGAN PANGGIL AKU DENGAN SEBUTAN CANTIK" teriak Jaejoong kesal sambil mentap tajam kearah Yunho.
"Kim Jaejoong, nama yang manis. Semanis orangnya" gombal Yunho.
"Kamu yah buat aku kesal aja" kata Jaejoong sambil menunjuk Yunho garang dan menatap Yunho dengan deathglarenya.
"Hey, kok marah sih. Aku kan sudah tak memanggilmu 'canti' lagi. Ah, jangan-jangan kamu suka yang aku panggil 'cantik'" goda Yunho lagi.
"NGGAK BODOH. Mana mau aku dipanggil seperti itu. Pokoknya berhenti memanggilku dengan sebutan untuk para yeoja itu" kata Jaejoong kesal.
"Kalau aku nggak mau gimana?" Tanya Yunho.
"Kamu…" Jaejoong kembali menunjuk Yunho dan memberinya deathglare mematikan. Tapi tampaknya Yunho malah tak merasa takut sedikit pun. Dia malah tersenyum-senyum nggak jelas melihat tingkah lucu Jaejoong tadi.
"Cantik…. Cantik… Cantik… Manis… Manis… Manis…." Kata Yunho dengan sengaja membuat raut wajah kekesalan semakin jelas terlihat diwajah Jaejoong.
"BERHENTI MEMANGGILKU SEPERTI ITU" teriak Jaejoong kesal.
"Nggak mau.! Cantik… Cantik… Cantik… Manis… Manis… Manis…" bukannya berhenti membuat Jaejoong marah dan kesal, Yunho malas semakin menjadi-jadi mengoda namja cantik tadi.
"Arrggghhh…. Mengesalkan.! Terserah kamu saja deh. Aku mau pergi saja dari sini. Bisa stress mendadak kalau aku terus-terus dekat-dekat dengan kamu" kata Jaejoong lalu berjalan memngungi Yunho.
"Hey, Cantik kok marah sih. Hem… Butuh bantuang untuk keluar dari tengah hutan ini nggak?" Tanya Yunho sambil menghilangkan dirinya dan timbul dengan perlahan dibawah pohon atau lebih tepanya beberapa langkah dibelakang Jaejoong. Tanpa sepengetahuan namja cantik satu itu tentunya.
"Nggak perlu" kata Jaejoong kesal sambil membalikan tubuhnya kearah Yunho. "Hey, sejak kapan kamu ada disana?" Tanya Jaejoong heran karena ia mendapati Yunho berdiri tiga langkah dari tempatnya berdiri saat itu.
"Sejak beberapa detik yang lalu" kata Yunho apa adanya.
"Kok bisa? Aneh.!" Kata Jaejoong tanpa perasaan curiga sedikit pun pada namja tampan didepannya itu.
"Ya bisa aja, kan aku hebat" kata Yunho yang memang benar adanya.
"Narsis sekali kamu" kata Jaejoong sambil sedikit tertawa meremehkan.
"Aku masih menawarkan bantuan lho ke kamu. Mau aku tolong keluar dari hutan ini nggak?" Tanya Yunho lagi pada Jaejoong.
"Nggak mau dan nggak butuh. Aku bisa berjalan keluar dari hutan ini sendiri" kata Jaejoong yang egonya masih tinggi.
"Ya sudah kalau begitu. Asal kamu tahu saja ya, sekarang itu sudah mulai malam. Dan banyak bintang buas yang akan berkeliaran dengan perut kosong mereka. Kamu pasti tahu dong apa ke inginan mereka. Apa lagi kalau buka mencari mangsa berdaging seperti kamu itu" kata Yunho menakut-nakuti Jaejoong. Jaejoong sedikit bergidik ngeri saat mendengar kata-kata Yunho tadi.
"Aku… Aku ngak tahut, tuh" kata Jaejoong dengan egonya yang masih tinggi.
"Ya sudah kalau begitu, hati-hati saja ya. Semoga kita masih bisa bertemu lagi" kata Yunho.
"Ne, selamat tinggak tuan Jung Yunho yang sangat menyebalkan" kata Jaejoong yang langsung berjalan menjauhi Yunho. Yunho tersenyum lalu menghilangkan dirinya dan timbul diatas dahan pohon lagi.
"Jaejoong" panggil Yunho. Mau tak mau Jaejoong pun menoleh kebelakang saat mendengar namanya di panggil. "Di atas sini" kata Yunho. Jaejoong pun medongakan kepalanya menatap lurus kearah Yunho.
"Sejak kapan kamu disana?" Tanya Jaejoong heran dan lagi-lagi ia terlalu lugu hingga tak curiga sedikit pun pada sosok Yunho yang ada bersama dirinya di tengah hutan itu.
"Baru saja kok" jawab Yunho. "Coba kamu liat kebelakang sana, kearah semak-semak yang bergoyang-goyang itu" kata Yunho menunjuk kearah belakang Jaejoong. Jaejoong pun langsung menoleh pada arah yang Yunho maksud tadi.
"Memang ada apa disana?" Tanya Jaejoong sambil mengernyitkan dahinya heran.
"Lihat saja nanti" kata Yunho sambil tersenyum penuh arti. Jaejoong pun semakin tak mengerti dengan maksud Yunho itu. Namun tak lama ia pun segera tahu apa yang Yunho maksudkan saat dari semak-semak tadi keluarlah tiga ekor binatang buas yang menatap lapar pada dirinya.
"Ha… Hariamau?" kata Jaejoong takut-takut. Ia semakin mundur menjauh saat ketiga harimau tadi berjalan mendekati dirinya.
"Kan sudah aku peringatkan tadi" kata Yunho santai. Ingin sekali ia tertawa geli saat melihat raut wajah ketakutan Jaejoong. "Butuh bantuan?" Tanya Yunho.
"Nggak makasih" kata Jaejoong yang gengsnya masih sangat tinggi. Ia terus bergerak mundur. Namun kini ia tak bisa lagi kabur karena dibelakangnya sudah mentok. Ada sebuah sungai yang mengalir dibelakangnya hingga menghentikan usaha pelariannya lagi.
"Masih tetap kekeh tak mau meminta tolong, eoh? Kalau begitu aku Cuma bisa mengucapkan selamat tinggal dari dunia ini" kata Yunho santai sambil menyandarikan dirinya didahan pohon.
"Oke.! Oke.! Aku kalah, cepat tolong aku" kata Jaejoong panik saat melihat ketiga harimau lapar tadi semain berjalan mendekatinya.
"Aku anak menolog kamu tapi ada syaratnya" kata Yunho dengan senyuman penuh arti yang Jaejoong tak bisa lihat itu karena dia sudah terlelu panik sekali.
"Ne, apa pun itu akan ku penuhi tapi tolong cepat selamatkan aku dari bintang-bintang kelaparan ini" kata Jaejoong dengan sangat panik saat jarak dia dan ketiga harimau tadi hanya terpaut dua meter saja. Ketiga harimau tadi mengelilingi Jaejoong dengan tatapan kelaparan mereka tentunya.
"Oke.! Deal.!" Kata Yunho yang langsung menghilang dan timbul dengan tiba-tiba didepan Jaejoong. Jaejoong terdiam tak percaya dengan apa yang barusan ia lihat. 'Dia barusan menghilan dan timbul tiba-tiba didepanku, 'kan?' Tanya Jaejoong dalam hati.
Yunho tak menghiraukan tatapan keheranan Jaejoong pada dirinya. Ia hanya berdiri santai didepan Jaejoong sambil menatap tajam pada tiga hewan kelaparan didepannya saat ini. Dengan sekali kibasan tangan saja ketiga bintang kelaparan tadi langsung lari ketakutan melihat tuan mereka. Setelah itu Yunho pun segera membalikan tubuhnya menghadap Jaejoong yang tampak semakin ketakutan.
"Sudah selesai cantik, sekarang waktunya kita membicarakan syarat tadi" kata Yunho santai dengan senyuman yang sangat sulit untuk Jaejoong artikan maksudnya. Jaejoong menatap Yunho dengan tatapan takut. Bahkan tatapannya itu melebihi tatapan ketakutanya dari ketiga bintang buas yang sedang kelaparan beberapa saat yang lalu.
"Jangan mendekat" kata Jaejoong takut-takut saat Yunho berjalan medekatinya. Jaejoong berjalan kesamping menjauhi Yunho yang terus mendekati dirinya. "Siapa sebenarnya kamu?" Tanya Jaejoong lagi.
"Aku Jung Yunho penghuni pulau ini. Ah, atau lebih tepatnya penguasa pulau ini" kata Yunho sambil terus berjalan mendekati Jaejoong yang ketahuan menghindari dirinya. "Kenapa cantik? Kok kamu tampak lebih takut dari yang tadi sini. Kemana perginya jaejoong yang tadi berani marah-marah padaku hanya karena ku goda saja?" Tanya Yunho sambil menyunginkan sebuah seringai mengerikan.
"Pergi.! Jangan mendekat" kata Jaejoong yang langsung berlari menjauhi Yunho. Yunho hanya tersenyum melihat tingkah ketakutan Jaejoong tadi. Dengan perlahan ia mengejar Jaejoong dengan cara menghilang dan timbul tiba-tiba didekat Jaejoong membuat namja cantik satu itu semakin ketakutan. 'Mau pergi kemana dan sejauh apa pun kamu tetap tak akan bisa lepas dariku Kim Jaejoong. Takdirmu sudah terikat dengan takdirku' kata Yunho pelan.
Dengan perasaan sanagt takut bercampur panik Jaejoong berlari menjauhi Yunho. Saat jalan didepannya sudah buntu, Jaejoong pun memutuskan untuk menyebrangi sungai yang berbatu sedikit besar. Ia tampak sedikit susah melompati dari batu satu ke batu lainnya dengan perasaan sepanik itu.
Grreepppp… tiba-tiba saja Yunho timbul dibelakang tubuh Jaejoong dan memeluk namja cantk tadi mambuat Jaejoong terlonjak kaget. Hampir saja ia jatuh kedalam sungai kalau Yunho tak segera menahan dirinya dengan cara memeluknya dengan begitu erat.
"Kamu nggak akan bisa lari jauh dari aku Jaejoong" kata Yunho berbisik ditelinga Jaejoong. Namja cantik itu bisa merasakan deru nafas Yunho ditengkuknya membuat ia merinding takut.
"Lepaskan aku" ronta Jaejoong sekuat tenaga. Namun rontaannya itu hanya percuma saja karena Yunho malah semakin memeluknya dengan sangat erat. "Lepaskan aku" pinta Jaejoong lagi sambil terus meronta.
"Nggak mau" kata Yunho sambil mendorong tubuh Jaejoong keatas sebuah batu besar. Jaejoong terus meronta hingga akhirnya mereka berdua jatuh ke dalam air sungai yang cukup dingin karena saat ini udara malam haru sudah mulai berhembus.
Saat Yunho dan Jaejoong terjatuh kedalam aliran sungai yang tak begitu dalam, hanya sebatas pinggang keduanya saja. Jaejoong pun berhasil lepas dari Yunho. Tanpa membuang-buang waktu lagi dia segera kabur dengan susah payah. Namun baru juga ia berhasil lepas, Yunho sudah berhasil menangkapnya lagi. Yunho mengurung tubuh Jaejoong diantara kedua tangannya dan batu besar yang ada dibelakang Jaejoong.
"Aku udah bilangkan tadi, kamu nggak akan bisa lolos begitu saja dariku Jae" kata Yunho sambil membelai pipi Jaejoong dengan tangan kanannya. Jaejoong meronta tak ingin disentuh oleh namja tampan didepannya itu.
"Pergi, jangan sentuh aku. Lepaskan aku" kata Jaejoong terus meronta-ronta minta dilepasan dengan sangat percuma.
"Aku nggak akan mau melepaskanmu Jae, kamu itu milikku" kata Yunho.
"Nggak, aku bukan milikmu. Pergi sana" kata Jaejoong pada Yunho.
"Mau tak mau kamu akan menjadi milikku Jae. Kamu akan menjadi istri serta umma dari anak-anakku kelak" bisik Yunho. Jaejoong sedikit terkekeh mendengar kata-kata ganjil yang keluar dari mulut Yunho tadi.
"Kamu gila Yunho" kata Jaejoong.
"Ya, aku memang gila Jae. Lebih tepatnya tergila-gila padamu" kata Yunho membalas perkataan Jaejoong.
"KAMU BENAR-BENAR GILA YA. AKU INI NAMJA BUKAN YEOJA. BUKANKAH AKU SUDAH MENGATAKANNYA TADI" kata Jaejoong kesal.
"Aku tahu Jae, lalu apa masalahnya?" Tanya Yunho.
"Aku namja jadi mana mungkin bisa menjadi seorang istri apa lagi umma dari anak-anakmu Yunho. Please deh jangan mengada-ada. Nggak lucu tahu" kata Jaejoong kesal.
"Aku nggak sedang mengada-ada Jae. Aku serius dengan setiap ucapanku tadi" kata Yunho.
"Arrgghh…. Kamu gila, cepat lepaskan aku. Jangan sakiti aku" kata Jaejoong sedikit takut saat melihat seringai dibibir Yunho.
"Aku nggak akan menyakiti kamu Jae. Aku malahan akan akan memberikan kamu sebuah perasaan nikmat yang belum pernah kamu rasakan sebelumnya" kata Yunho masih tetap meyeringai membuat Jaejoong bergidik ngeri.
"Maksud kamu apa, eoh?" Tanya Jaejoong takut. Ada sebuah firasat tak mengenakan yang ia rasakan saat ini.
"Aku akan membuktikan kalau kamu itu akan segera menjadi istri serta umma dari anak-anakku Jae" kata Yunho semakin menyeringai.
^_^ TBC Again… ^_^
Mianhae kalau part YunJae.a ga memuaskan, Dean Cuma bisa buat segini aja #deep Bow….# Next part masih YunJae n Rated.a M (Kl ga salah.! ==a lupa…)
