Title: Seme Island Sibum Ver.

Author: Bluedevil9293 a.k.a Dean Choi a.k.a Ayumu Sakurazawa.

Part: 12 / ?

Rated: T.

Cast:

Choi Siwon, 22 tahun.

Kim Kibum, 21 tahun.

Other Cast:

Seme….

Jung Yunho, 24 tahun.

Hangeng, 23 tahun.

Zhoumi, 21 tahun.

Lee Jinki, 20 tahun.

Uke…..

Kim Jaejoong, 23 tahun.

Kim Heechul, 22 tahun.

Kim Key Bum, 20 tahun.

Henry Lau, 19 tahun.

Genre: Romance, Drama, Nc21, Lemon, Lime, Rape.

Warning: Yaoi, Shonen-ai, Boys Love, BoyXBoy, Typo, Gaje, M-preg Don't Like Don't Read.

Summary: Seme Island, pulau yang berisi namja-namja tampan itu akan musnah bila ke lima namja penguasanya tak secepatnya memiliki keturunan. Dan yang akan melahirkan keturunan mereka pun sudah di tentukan. Bisakah mereka mendapatkan keturunan tepat waktu?

^_^ Don't Touch Me, SiBum ^_^

Kibum diam termenung diatas tempat tidur dengan wajah yang ditekuk sebel. Sejak ia sadar dari pingsannya, ini sudah bulan ke tiga ia dikurung oleh Siwon di dalam kamar pengantin mereka. Itu berarti usia kandungannya sudah mengijak umur empat bulan dan hampir lima bulan, dan selama itu pula Siwon mengurungnya serta memisahkannya dari saudara-saudaranya. Siwon tak sedikit pun memperbolehkan sang istri untuk keluar dari kamar. Bahkan namja yang berstatus suaminya itu tak segan-segan mengunci pintu kamar agar Kibum tak bisa lari kemana pun.

"Sebal…" Marah Kibum sambil melempar bantal kesembarang tempat.

Cekrrekkk…

Buuukkkk…

Yups, malang sekali nasib Siwon yang baru membuka pintu kamar dan berniat masuk ke dalam kamarnya dengan membawakan Kibum beberapa buah yang beraneka ragam jenisnya. Namun baru juga ia membuka pintu, sebuah bantal sudah mendarat dengan mulus diwajahnya. Kibum memandangi Siwon dengan pandangan sebal.

"Bummie, kamu kenapa chagya?" Tanya Siwon sambil melengang masuk ke dalam kamar dan meletakkan buah yang ia bawa dimeja yang ada disamping ranjang ia dan Kibum. Siwon meraih bantal yang tadi Kibum lempar dan membawanya kembali ke atas tempat tidur. Siwon meletakkan bantal tadi dan hendak mendekati Kibum. Tapi Kibum langsung meloncat turun dari atas tempat tidur saat Siwon baru saja meletakkan bantalnya. Siwon pun memandang Kibum heran.

"Waeyo chagya?" Tanya Siwon sambil menatap Kibum heran. Kibum yang dipandangi Siwon pun malah memberi death glarenya pada sang suami. Siwon yang tak mengerti dengan sikap dingin Kibum itu memutuskan untuk mendekati Kibum. Namun setiap Siwon melangkah mendekat Kibum pasti langsung mundur menjatuh.

"Bummie, Waeyo?" Tanya Siwon lagi heran.

"Jangan mendekat" Kata Kibum pada Siwon ia terus mundur menjauhi suaminya itu.

"Eh, memangnya kenapa?" Tanya Siwon lagi.

"Pokoknya jangan mendekati aku. Atur jarak diantara kita minimal dua meter"kata Kibum tegas. Ia memasang wajah sangarnya yang malah menurut Siwon itu sangat lucu. Siwon terkekeh pelan mendengar ultimatum dari sang istri.

"Kalau aku nggak mau gimana?" Tanya Siwon jahil. Ia bukannya mendengarkan kata-kata Kibum, malah mengoda istrinya itu. Siwon berjalan santai mendekati Kibum yang jadi panik mendadak. Kibum mundur terus menerus hingga kini tubuhnya mentok di dinding kamar. Siwon terkekeh pelan melihat sang istri yang sudah tak bisa kabur lagi. ia semakin mendekat ke arah Kibum.

"YACK.! BERHENTI…" teriak Kibum nyaring membuat Siwon sedikit terkejut. Kibum menatap Siwon kesal. "Berani dekati aku lebih dari dua meter, aku bunuh anak kamu yang ada di dalam sini" ancam Kibum sambil meraih pisau kecil yang sebenarnya digunakan untuk mengupas kulit buah dan mengarahkan bagian runcingnya ke arah perutnya yang tampak sudah membesar padahal usiannya baru empat bulan.

Siwon termenung tak percaya kalau Kibum kini mengancamnya. Dan parahnya lagi ia tak akan bisa berkutit sama sekali. Sejak kandungan Kibum menginjak usia dua bulan, semua sihir dan kekuatan yang ia miliki tak akan mempan lagi pada Kibum karena pengaruh bayi yang dikandung istrinya itu. karena itu, ia tak pernah mengunakan sihir atau kekuatan apa pun untuk mengurus istrinya yang sedang hamil yang kerap kali meminta ini dan itu. Sepertinya Kibum sudah mulai merasakan gejala-gejala yang namanya ngidam.

"Mundur nggak, kalau nggak aku bunuh nih. Aku nggak takut lho kalau aku juga ikut mati sama anak kamu ini" kata Kibum mengancam membuat Siwon membulatkan matanya maksimal. Ia tak pernah membayangkan Kibum yang kalem jadi sangar dan sangat cerewet seperti hyungnya Heechul dan dongsaengnya Key. Mungkin bisa dikatakan itu cobaan buat Siwon karena ia tak menyukai sikap hyung serta dongsaeng istrinya itu yang terlalu berisik menurutnya. Karena itu, sekarang istrinya bersikap seperti ini. jangan-jangan bawaan bayi lagi, pikir Siwon. Ia pun berharap sikap OOC sang istri ini tak akan berlangsung lama apa lagi jadi permanen. Ia tak bisa membayangkan kalau istri cantiknya itu jadi sangar.

"Ia, Ia aku mundur dan jaga jarak dengan kamu dua meter. Tapi itu letakin dong chagya. Kan kasihan aegya kita kalau ditodong pakai pisau gitu" kata Siwon pada Kibum sambil melangkah mundur dan mengatur jarak antara ia dan Kibum.

"Nggak mau, bisa aja nanti kalau pisaunya aku letakkan kamu malah dekatin aku dan peluk-peluk aku dan bisa saja kamu jadi…." Kibum tak meneruskan kata-katanya ia jadi teringat akan kejadian tiga hari yang lalu saat Siwon tiba-tiba minta dilayani dalam artian melakukan hubungan suami istri. Padahal dahulu, Siwon pernah mengatakan kalau ia tak akan menyentuh Kibum lagi sampai anak mereka lahir. Tapi nyatanya, Siwon malah minta jatah dan itu membuat Kibum kesal berat pada sang suami. Dan inilah yang mendasari Kibum melakukan semua tindakannya kali ini.

"Bisa apa chgya?" Tanya Siwon mengoda. Sebenarnya ia sudah tahu apa yang hendak dikatakan istrinya itu.

"Bukan apa-apa. Pokoknya kamu nggak boleh deketin aku lebih dari dua meter, nggak boleh sentuh aku, nggak boleh peluk-peluk aku, nggak boleh cium-cium aku, nggak boleh…."

"Ne, ne Bummie arraso" potong Siwon sebelum Kibum terus mengatakan hal apa saja yang dilarang untuk ia lakukan. "Aku nggak akan melakukan semua itu, aku janji" kata Siwon tegas. Lebih baik kalau ia turuti saja keinginan istri tercinta dari pada ia kehilangan istri dan calon anaknya yang ia ketahui kalau anaknya itu kembar dua dan berjenis kelamin namja dua-duanya.

"Benar tapi ya" kata Kibum dengan senyuman manis. Siwon menganggukan kepalanya sekali. "Janji?" Tanya Kibum lagi. Dan Siwon pun kembali menganggukan kepalanya. Kibum yang seang pun langsung melempar pisau yang ia pegang ke arah Siwon sedangkan dirinya sendiri langsung berlari maik ke atas tempat tidur membuat Siwon memandangnya heran sambil berusaha meraih pisau yang dilemparkan Kibum tadi.

"Asik, Wonnie baik deh" kata Kibum yang kembali melunak. Siwon cukup senang melihat tingkah manja Kibum itu. "Oh ya, satu lagi… Heemmm…. Wonnie nggak boleh tidur satu ranjang sama Bummie. Jadi Wonnie tidurnya di sofa itu aja ya" kata Kibum sambil menunjuk sebuah sofa panjang yang letaknya dekat dengan jendela besar yang ada di dalam kamar mereka.

"Mwo…" kaget Siwon tak percaya dengan kata-kata Kibum itu. Bahkan pisau yang dipegangnya pun jatuh begitu saja ke lantai dan menimbulkan dentingan kecil.

"Wae, Wonnie nggak mau ya?" Tanya Kibum dengan mata yang mulai berkaca-kaca. Siwon yang melihatnya pun jadi panik.

"Ne, ne Bummie. Arraso, aku tidur di sofa dan Bummie tidur di ranjang" kata Siwon dengan nada lemas. Mendengar itu Kibum pun bersorak senang.

"Asik, Wonnie baik deh. Baby, appa baik yah" kata Kibum senang sambil mengelus-elus perutnya yang tapak membesar. Siwon tersenyum melihat tingkah Kibum yang tampak sayang dengan bayi yang ia kandung. "Wonnie, Bummie boleh minta sesuatu?" Tanya Kibum dengan puppy eyesnya yang sangat mengoda iman seorang Choi Siwon.

Oke, apa lagi sekarang. Pikir Siwon yang sudah merasakan hawa-hawa tak enak dan memsang wajah sedikit bingungnya. Kibum yang melihat perubahan wajah Siwon dari senang jadi murung langsung menundukan wajahnya sedih.

"Wonnie nggak mau ya" kata Kibum sedih sambil memainkan selimut yang menyelimuti kakinya dan menundukan wajahnya. Siwon jadi panik saat melihat tiga tetes cairan bening menetes dari mata indah Kibum.

"Bummie jangan nangis dong, ia Wonnie mau kok ngasih apa yang Bummie ingini" kata Siwon. Dan dengan seketika wajah Kibum jadi berbinar-binar senang.

"Jinjja?" Siwon menganggukan kepalanya. "Kalau gitu Bummie mau di petikan buah mangga yang masih muda. Tapi harus Wonnie sendiri yang memetiknya, tanpa sihir dan kekuatan Wonnie. Wonnie harus panjat pohon sendiri. Dan buah manganya harus yang dipetik dari ketingian minimal sembilan meter" kata Kibum tegas. Siwon tak percaya pada apa yang barusan Kibum katakan. Mangga diambil tanpa sihir?

"Ingat lho Wonnie tanpa sihir. Kalau pakai sihir bisa-bisa kejadian sembilan hari yang lalu terulang kembali lho" kata Kibum mengingatkan. Yah, sembilan hari yang lalu Kibum minta diambilkan buah jeruk yang diametrnya harus sembilan centimeter sebanyak Sembilan buah. Dan Siwon memberikan apa yang Kibum mau tapi ia mendapatkan semua buah-buah itu dengan sedikit sihir. Akibatnya Kibum jadi muntah-muntah nggak jelas sampai ia lemas lalu pingsan dan itu membuat Siwon panik setengah mati.

Setahu aku Bummie itu benci angka Sembilan tapi kenapa dari kemarin apa yang dia idamkan pasti berhubungan dengan angka Sembilan. Entah itu diameter, jumlah, berat, ketinggian dan lain. Keluh Siwon dalam hati.

"Ne, Bummie mangga tanpa sihir akan Wonnie ambilkan untuk istriku tercinta" kata Siwon merayu dan itu sukses mebuat wajah Kibum merona merah seperti Kepiting rebus siap saji.

"Gomawo ya Wonnie, Wonnie baik deh. Kalau begitu, cepat pergi cari buahnya" perintah sang ratu Choi Kibum pada sang suami tercinta yang dengan lemas menganggukan kepalanya lemah.

"Ne Bummie, Wonnie pergi dulu. Jangan berbuat yang macam-macam ya" kata Siwon memperingatkan pada istri tercintanya itu yang bisa saja nekat melakukan hal-hal ekstrem. "Dan jangan berusaha untuk kambur oke" Kata Siwon lagi yang langsung di angguki Kibum.

"Nggak akan macam-macam kok Wonnie, paling juga satu macam aja. Dan mana bisa aku kabur kalau Wonnie terus mengunci pintunya" kata Kibum pada Siwon.

"Yack, apa maksudmu dengan satu macam itu?" Tanya Siwon curiga.

"Bukan apa-apa kok, udah sana cepat cari buahnya sebelum aegya jadi ngiler" kata Kibum tegas. Dan lagi-lagi dengan lemas Siwon menganggukan kepalanya lalu beranjak keluar dari dalam kamar. "Wonnie, tunggu" panggil Kibum saat Siwon baru menyentuh gagang pintu dan hendak membuka pintu. Siwon menoleh dan memandang Kibum heran.

"Ne, Bummie apa la…"

Cup….

Kibum segera turun dari atas tempat tidur ia berlari mendekati Siwon lalu mengecup mesra bibir Siwon walau secara kilat namun sekses membuat wajah keduanya merona merah. Kibum yang malu dengan tindakannya tadi langsung memunggungi Siwon. Siwon mengaruk kepalanya yang tak gatal sedikit pun sebagai pelampiasan rasa canggungnya.

"Wonnie udah sana cepat pergi" kata Kibum malu. Ia masih senyum-senyum sendiri sambil memunggungi Siwon.

"Ah, ne ne Bummie. Aku pergi dulu ya, aegya jaga umma baik-baik ya sayang" kata Siwon lalu segera keluar dari kamar sambil memegangi bibirnya yang baru dikecup Kibum.

Siwon pun mulai menjelajahi pulau kekuasaannya ini untuk mencari pohon mangga yang sedang berbuah dan masih muda serta pohonnya bisa ia panjat dengan mudah. Cukup susah juga mencari apa yang Kibum mau tapi ia tetap berusaha mencarinya sebelum Kibum ngamuk dan menusuk dirinya sendiri dengan pisau buah. Mending kalau langsung mati, kalau nggak kan kasihan istri serta anaknya itu.

Sepeninggalan Siwon yang kini sedang berbinggung-binggung ria mencari pesanan Kibum. Kibum masih mematung ditempatnya sambil senyum-senyum gaje dan memegang bibirnya yang baru ia guankan untuk mengecuk Siwon. Kibum mengeleng-gelengkan kepalanya berkali-kali untuk menghapus wajah Siwon yang menari-nari dalam pikirannya.

"Ah… Wonnie paboya" teriak Kibum sambil berlari naik ke atas tempat tidur lalu loncat-loncat gaje layaknya anak kecil yang sangat bahagia. Namun baru juga tiga lompatan Kibum langsung terdiam sambil memegangi perutnya dengan tangan kiri serta membungkam mulutnya sendiri dengan tangan kanan. Ia mulai merasa sangat mual.

Dengan cepat Kibum berlari masuk ke dalam kamar mandi dan memuntakkan apa yang ia bisa keluarkan dari dalam perutnya. Setelah melakukan kegiatan melelahkan itu selama beberapa menit, Kibum pun segera membasuh mulutnya. Setelah itu, Kibum keluar dari kamar mandi dan mendudukkan tubuhnya pinggir ranjang lalu menekuk wajahnya lagi. Kini Kibum kembali kesal, ia kesal dengan bayi yang ia kandung karena tak bisa diajak kompromi selalu saja bereaksi disaat yang tak tepat.

"Anak sama appa kok nggak ada bedanya sih" keluh Kibum sambil menghembuskan nafas panjang. Ia terus menekuk wajahnya kesal. Hingga ia tertidur karena terlalu lama menunggu Siwon yang tak kunjung kembali sejak tadi, padahal sudah sejam berlalu.

^_^ TBC Again… ^_^