Title: Seme Island Sibum Ver.
Author: Bluedevil9293 a.k.a Dean Choi a.k.a Ayumu Sakurazawa.
Part: 13 / ?
Rated: T.
Cast:
Zhoumi, 21 tahun.
Henry Lau, 19 tahun.
Other Cast:
Seme….
Jung Yunho, 24 tahun.
Hangeng, 23 tahun.
Choi Siwon, 22 tahun.
Lee Jinki, 20 tahun.
Uke…..
Kim Jaejoong, 23 tahun.
Kim Heechul, 22 tahun.
Kim Kibum, 21 tahun.
Kim Key Bum, 20 tahun.
Genre: Romance, Drama, Nc21, Lemon, Lime, Rape.
Warning: Yaoi, Shonen-ai, Boys Love, BoyXBoy, Typo, Gaje, M-preg Don't Like Don't Read.
Summary: Seme Island, pulau yang berisi namja-namja tampan itu akan musnah bila ke lima namja penguasanya tak secepatnya memiliki keturunan. Dan yang akan melahirkan keturunan mereka pun sudah di tentukan. Bisakah mereka mendapatkan keturunan tepat waktu?
^_^ Can't Running ^_^
Henry Pov…
Zhoumi, nama seorang namja yang sangat aku benci. Jangan Tanya kenapa aku membencinya. Karena banyak hal yang sudah ia lakukan padaku yang membuat aku tak suka pada namja yang sekarang statusnya itu adalah suami serta appa dari anak yang kini ku kandung. Gara-gara dia aku harus merasakan semua pengalaman tak menyanangkan ini.
Mulai dari terpisah dari keempat hyungku. Yah, sampai saat ini aku belum bertemu lagi dengan Jaejoong, Heechul, Kibum, dan Key hyung. Aku tak tahu dimana keberadaan mereka sampai saat ini. Bagaimana bisa tahu kalau selama empat bulan ini namja satu itu terus mengurungku di dalam kamar yang sangat besar ini. Dan sepertinya setiap saat dia selalu mengawasiku entah dari mana. Yang jelas aku merasa risih terus berada diruangan sebesar ini dan hanya seorang diri saja.
Lalu dilanjutkan dengan peristiwa-peristiwa pemerkosaan yang dia lakukan padaku. Entah sudah berapa kali ia melakukan 'itu' padaku, aku pun sudah tak bisa mengingatnya lagi saking seringnya dia melakukan kegiatan menjijikan itu. Dan aku juga sudah tak tahu seberapa banyak spermanya yang bersarang di dalam tubuhku sekarang.
Lalu yang terakhir, inilah yang paling aku benci. Kenapa semua ini harus terjadi padaku. Hamil, yah itulah masalah terbesar sekarang. Aku baru menyadari tetang kehidupan baru yang kini tumbuh di dalam perutku dua bulan terakhir ini. Aku kerap kali merasa mual lalu memuntahkan semua isi perutku dan aku juga sering merasakan pusing dan lemah. Awalnya aku mengira hanya sakit biasa sampai dia –Zhoumi– mengatakan kalau aku sedang hamil anaknya dan kini usia kandunganku sudah menginjak bulan keempat hampir memasuki bulan kelima.
Tentu saja aku tak langsung percaya begitu saja dengan kata-kata namja memuakan itu. Mana mungkin aku yang notabenenya seorang namja ini bisa hamil, jangan aneh-aneh deh. Walau pun aku ini namja yang polos seperti kata hyung-hyungku, tapi aku nggak mungkin mempercaya itu semua dengan semudah itu.
Tapi perlahan sepertinya aku mempercayainya, apa lagi kalau melihat bentuk tubuhku yang saat ini sedikit…. Ehem… membesar terutama dibagian perutku. Itu aneh bukan, aku saat ini benar-benar seperti ibu hamil saja. Selain itu aku pun sering menunjukan gejala-gejala kehamilan seperti morning sickness dan beberapa hari ini aku mulai merasa kalau aku…. Ngidam.
Huwa…. Kalau begini jadinya, bisa-bisa aku stress berat. Apa lagi kalau harus menghadapi namja satu itu yang ternyata sangat pervert. Dia suka sekali memeluk dan menciumiku dengan tiba-tiba. Bahkan ia juga sering minta jatahnya padaku. Dan walau pun sudah ku tolak dengan segala cara, pasti akhirnya aku pun akan mendesah nikmat dibawah dirinya yang terus bergerak dengan tempo yang berirama.
Kalau seperti ini terus, aku mau kabur saja dari tempat menyeramkan ini. Tapi bagaimana caranya yah? Pintu kamar saja selalu ia kunci dengan mantra-mantra aneh miliknya. Kalau lewat jendela…. Hey, ini dilantai dua. Bisa saja sih aku kabur dari sini lewat jendela atau balkon kamar seperti yang sering ku lakukan dulu di rumah keluarga Kim. Dan lagi, di dekat kamar ini banyak pohon yang bisa membantu kelancaran aksiku nanti. Tapi yang jadi masalahnya itu sekarang, aku kan lagi hamil dan perutku ini sudah tampak membesar. Tentu saja itu semua membuatku jadi sedikit kesusahan bergerak.
Kalau menunggu dia lengah, kapan dia akan lengahnya? Waktu itu saja aku pernah mencoba kabur saat dia lupa mengunci pintu dengan sihir atau pun mantra-mantra miliknya. Waktu itu dia lagi buru-buru keluar dari kamar gara-gara aku yang tiba-tiba merasa mengidam-idamkan suatu jenis buah-buahan jadi deh dia panik sendiri. Namun akhirnya aku pun gagal juga karena dia memergokiku yang sudah berada beberapa meter diluar kamar ini.
^_^ Can't Running ^_^
Flashback…
Author Pov…
Henry duduk diatas tempat tidur sambil memungungi Zhoumi yang sedang duduk dengan santainya diatas sofa ditengah ruangan sambil menikmati segelas minuman yang Henry tak tahu apa itu. Setelah sekian menit saling diam-diaman akhirnya Zhoumi pun memandangi punggung Henry.
"Waeyo chagya? Kok dari tadi tampak kesal terus sih?" Tanya Zhoumi sambil berjalan mendekati Henry yang masih setia diatas tempat tidur sambil memunggungi Zhoumi yang berjalan mendekatinya. "Senyum dong chagya…" seru Zhoumi sambil memeluk tubuh kecil Henry dari belakang.
"Yack.! Lepaskan, jangan peluk-peluk aku seperti itu" kata Henry sambil berusaha melepaskan pelukan Zhoumi dari tubuhnya dengan susah payah.
"Ne… Ne… Chagya" kata Zhoumi lalu melepasakan pelukannya dan memutar posisi duduk Henry hingga sekarang keduanya saling berhadap-hadapan diatas tempat tidur. "Kamu kenapa sih chagya dari tadi kok wajahnya ditekuk terus. Nanti manisnya kabur, lho" kata Zhoumi sambil mencubit pelan hidung Henry.
"Jangan perlakukan aku seperti itu Zhoumi" kesal Henry sambil menelus-elus hidungnya sendiri, Zhoumi tertawa pelan melihat tingkah mengemaskan Henry tadi. "Yack.! Kenapa tertawa? Ada yang lucu apa" Tanya Henry semakin kesal. Bukannya menjawab kata-kata Henry, Zhoumi malah terus saja tertawa melihat wajah mengemaskan sang istri tercinta.
"Berhenti tertawa, paboya" kesal Henry sambil mengayunkan lengan kanannya hendak memukul Zhoumi. Namun dengan cepat Zhoumi sukses meraih tangan Henry sebelum tangan mulus sang istri mendarat sempurna disalah satu bagian tubuh mulusnya.
"Jangan gunakan tanganmu untuk memukulku Henry sayang" kata Zhoumi lalu mengecup punggung tangan kanan Henry yang ada digengamannya. "Sebenarnya kamu kenapa sih, cerita padaku" kata Zhoumi dengan penuh kasih sayang. Zhoumi menarik tubuh Henry dengan perlahan ke dalam pelukan hangat miliknya. Henry hanya pasrah saja saat Zhoumi memeluknya dengan sangat mesra bahkan kini ia menyadarkan kepalanya didada bidang sang suami.
Sejujurnya Henry memang membenci Zhoumi dan belum bisa mencintai suami sahnya itu. Tapi ia tak pernah keberatan atau pun berontak saat Zhoumi memeluknya dengan mesra seperti saat ini. Ia juga tak tahu apa penyebab tingkah OOC-nya itu. Mungkin saja bawaan bayi, pikir Henry karena tak ada alasan yang lebih baik selain ulah sang bayi yang kini tengah ia kandung.
"Kok diam saja sih chagya. Ayo katakan apa yang sudah membuatmu kesal seperti sekarang ini?" Tanya Zhoumi lagi untuk yang kesekian kalinya. Zhoumi masih memeluk Henry dari belakang sambil mengelus-elus perut besar sang istri merasakan kehidupan di dalam perut istrinya itu.
"Tanya saja sama bayimu di dalam sini" kata Henry sambil mengelus perutnya sendiri sama seperti apa yang sedang Zhoumi lakukan saat itu juga. Zhoumi menaikan sebelah alisnya tak mengerti dengan apa yang Henry maksud tadi.
"Maksudmu apa chagya? Memangnya baby kita kenapa? Dia nggak nakal kan?" Tanya Zhoumi sambil terus membelai perut Henry dengan penuh kasih sayang.
"Tanya saja sama anakmu itu" kata Henry ketus.
"Kok ngomongnya gitu sih chagya? Dia anak kita berdua lho. Dan lagi gimana cara nanya ke dia, kan dia masih ada di dalam perut kamu" kata Zhoumi polos.
"Kan kamu punya kekuatan tuh, jadi ajak aja bayi kamu ini bicara berdua" kata Henry lagi tetap dengan nada ketusnya.
"Kok kamu ketus amat sih Chagya? Bawaan bayi ya?" goda Zhoumi.
"Nggak kok, aku emang seperti ini orangnya" kata Henry lagi.
"Terserah kamu deh chagya. Yang jelas mau kamu seperti apa pun itu, mau itu kamu manis, ketus, sangar, bringasan, kalem apa pun itu deh. Yang pasti aku bakal tetap mencintai kamu apa adanya kok" kata Zhoumi sedikit mengombal pada Henry.
"Berhenti ngegombalnya, buat aku pengen muntah aja sih" kata Henry lagi-lagi dengan sangat ketus. "Dari pada kamu terus ngegombal yang nggak jelas lebih baik sekarang kamu pergi keluar carikan aku buah semangka yang diameternya harus lima belas sentimeter nggak boleh lebih dan nggak boleh kurang juga" kata Henry yang lalu melepaskan diri dari pelukan Zhoumi. Zhoumi tertawa pelan mendengar kata-kata Henry barusan.
"Kok malah ketawa sih? Kan aku nyuruh kamu nyariin aku buah semangka bukan nyuruh kamu ketawa nggak jelas seperti searang" kata Henry kesal sambil mengerucutkan bibirnya.
Cup… Zhoumi mengecup bibir mengoda Henry dengan kilat dan itu sukses membuat wajah Henry merona merah bak Kepiting rebut siap saji. "Kamu lagi ngidam, eoh?" Tanya Zhoumi sambil kembali menarik tubuh Henry ke dalam pelukan hangatnya.
"Bisa jadi" jawab Henry singkat. Sebenarnya ia juga nggak tahu kenapa dia dari tadi ingin sekali makan buah semangka yang dia meternya lima belas centimeter. "Sudah sana pergi cari apa yang aku mau. Kalau nggak aku bakal ngambek seharian nih" kata Henry dengan sedikit ancaman pada Zhoumi. Namja imut satu itu pun segera mendorong tubuh Zhoumi menjauhi tubuhnya.
"Tapi chagya aku…."
"CEPAT PERGI DAN CARI YANG AKU MAU" teriak Henry kesal sambil menatap Zhoumi dengan tatapan tajam yang jarang ia pergunakan.
"Ne… Ne… Chagya aku carikan" kata Zhoumi dengan malas turun dari atas tempat tidur. Ia berjalan dengan perlahan menuju pintu keluar. Padahal sebenarnya Zhoumi masih ingin bermanja-manja ria dengan sang istri tercinta.
"Buruan cari jangan lelet gitu. Pokoknya aku nggak mau tahu, buah itu udah harus ada didepan aku dalam waktu lima belas menit" kata Henry sambil melempar beberapa buah benda yang ada didekatnya kearah Zhoumi yang langsung pergi dengan sedikit terburu-buru keluar dari kamar tanpa memberikan mantra pada pintu kamar tadi.
"Dasar lelet" kata Henry sambil membaringkan tubuhnya diatas tempat tidur. Ia pun mulai menunggu kembalinya sang suami dengan benda yang inginkan tadi.
5 menit…
10 menit…
15 menit…
20 menit pun berlalu tapi Zhoumi belum juga menampakkan dirinya didepan Henry membuat namja imut itu bosan terus menunggu dan menunggu dalam kesepian.
"Arrggghhhhttt…." Teriak Henry kesal sambil bangkit dari posisi baringnya menjadi duduk. "Manusia ngeselin satu itu kemana sih" kata Henry sambil berusaha turun dari atas tempat tidur dan mulai berjalan mendekati pintu keluar.
"Cari apa yang aku mau aja lama banget. Dasar lelet.! Padahalkan aku udah bilang nggak boleh lebih atau pun kurang dari lima belas menit. Dan lihat sekarang, sudah berapa menit yang dia habiskan" ucap Henry dengan penuh rasa kesal pada namja bernama Zhoumi tadi. Henry memungut sebuah benda dari atas lantai, benda yang tadi ia gunakan untuk melempar ZHoumi.
Brraakkk Brukkkk… Henry melempar benda tadi dengan penuh kekesalan pada pintu kamar seolah-olah pintu tadi adalah sosok Zhoumi yang tengah membuatnya kesal saat ini. Ceklekkk…. Henry terdiam melihat pintu yang tadi ia lempar dengan sebuah benda sedikit terbuka.
"Nggak dikunci?" Tanya Henry pada diri sendiri sambil menatap tajam kearah pintu kamar. Dengan perlahan ia melangkah mendekati pintu dan membukanya dengan perlahan. "Terbuka" kata Henry sedang. Sebuah senyuman manis terpasang diwajah imutnya membuat siapa saja yang melihatnya pasti langsung kelepek-kelepek kekurangan oksigen dan harus mendapat donor darah sesegera mungkin.
"Pintunya terbuka dan tak ada siapa pun dilorong" kata Henry sambil menatap kedaerah sekeliling kamarnya yang sangat sepi tanpa seorang pun yang berlalu lalang disana. "Waktu yang pas buat kabur" kata Henry senang lalu dengan perlahan ia mulai berjalan keluar kamar dengan mengendap-endap tentunya. Dia kan juga takut kalau sampai ketahuan.
"Chagya mau kemana?" Tanya sebuah suara dibelakang Henry membuat langkah kaki Henry terhenti. Ia membatu mendengar suara seorang namja yang ia kenal siapa itu, siapa lagi kalau bukan Zhoumi. Dengan perlahan Henry membalikan tubuhnya, keringat dingin membanjiri tubuh mungilnya itu. "Eh… Zhoumi… Udah balik… sejak kapan kamu ada disana?" Tanya Henry gugup tak berani menatap Zhoumi di depannya. Jarak keduanya hanya terpaut lima belas meter saja tapi Henry sudah bisa merasakan aura seram dari Zhoumi.
"Aku disini sejak beberapa menit yang lalu" kata Zhoumi dingin. "Dan apa yang kamu lakukan disana Henry? Mau kabur,eoh?" Tanya Zhoumi masih dengan nada dinginnya. Zhoumi menatap Henry tajam membuat namja imut tadi merinding ketakutan.
"Aku… Aku… Aku nggak mau kabur kok" kata Henry takut-takut. Zhoumi masih menatap Henry tajam. Dengan perlahan Zhoumi menghilangkan tubuhnya dan dengan tiba-tiba timbul dibelakang Henry. Henry belum menyadari hal itu.
"Benarkah?" Tanya Zhoumi sambil memeluk tubuh Henry dari belakang membuat namja imut tadi terlonjak kaget.
"I-ia benar kok" kata Henry gugup.
"Oh… Kalau begitu kita kembali ke dalam kamar saja yuk" kata Zhoumi ditelinga Henry. Sesekali Zhoumi meniup telinga Henry membuat ia jadi bergidik ngeri bercampur geli.
"A-ayo kita kembali ke dalam kamar saja" kata Henry yang langsung berjalan meninggalkan ZHoumi menuju kamar mereka tadi. Namun baru juga dua langkah Zhoumi sudah menariknya. Zhoumi menempelkan kedua bibir mereka bahkan ia juga melumat bibir Henry. Henry tahu kalau itu adalah pertanda buruk.
Zhoumi memeluk erat tubuh Henry takut-takut namja imut itu akan pergi meninggalkan dirinya. Zhoumi masih terus membawa Henry dalam ciuman panas mereka. Dengan perlahan Zhoumi menghilangkan tubuh keduanya lalu memunculkannya lagi di dalam kamar tepatnya diatas tempat tidur mereka.
"Aku tahu tadi kamu mau kabur kan chagya. Jadi terimalah hukumanmu sekarang" kata Zhoumi kembali melumat bibir Henry dengan kasar.
Flashback End…
^_^ Can't Running ^_^
"Huwa….. itu benar-benar pengalaman kabur yang berakhir tragis" ucap Henry sambil bergidik ngeri. Bagaimana tidak berakhir menyeramkan kalau setelah itu Zhoumi melakukan this and that dengan sangat kasar selama beberapa ronde. Dan setelah itu Henry pun tak bisa bangkit dari atas tempat tidur selama tiga hari berturut-turut.
"Pengalaman buruk yang berakhir tragis apa-apaan sih chagya?" Tanya Zhoumi yang tiba-tiba memeluk Henry diatas tempat tidur.
"Huwa…." Kaget Henry saat tangan-tangan Zhoumi merengkuh tubuhnya dalam pelukan hangat. "Jangan datang tiba-tiba kenapa sih" kesal Henry.
"Mianhae chgaya, habis kamu bengong aja sih dari tadi" kata ZHoumi makin mengeratkan pelukannya. "Kamu lagi mikirin apaan sih?" Tanya Zhoumi.
"Rahasia" kata Henry cuek.
"Lagi mikirin aku ya?" Tanya Zhoumi lagi.
"GR banget sih kamu" kata Henry. Zhoumi hanya tertawa pelan.
"Udah malam, kita tidur aja yuk" kata Zhoumi yang lalu membaringkan tubuh dirinya dan juga tubuh Henry diatas tempat tidur. Henry hanya pasrah diajak tidur lagian ia juga sudah cukup mengantuk. "Tidurlah" kata Zhoumi yang semakin mengeratkan tubuh Herny di dalam dekapannya. Henry dan Zhoumi pun mulai terlelap dalam tidur mereka dalam posisi Zhoumi yang memeluk erat Henry.
'Mungkin tak ada salahnya kalau aku mencoba mencintai suamiku ini. dan lagi… sepertinya aku memang sudah mencintainya, hanya saja aku terlalu gengsi untuk mengakui semua itu di depan Zhoumi secara langsung" kata Henry dalam hati sebelum dia benar-benar terlelap dalam tidurnya.
^_^ TBC Ya… ^_^
