Title: Seme Island OnKey Ver.

Author: Bluedevil9293 a.k.a Dean Choi a.k.a Ayumu Sakurazawa.

Part: 14 / ?

Rated: T.

Cast:

Lee Jinki, 20 tahun.

Kim Key Bum, 20 tahun.

Other Cast:

Seme….

Jung Yunho, 24 tahun.

Hangeng, 23 tahun.

Zhoumi, 21 tahun.

Choi Siwon, 22 tahun.

Uke…..

Kim Jaejoong, 23 tahun.

Kim Heechul, 22 tahun.

Kim Kibum, 21 tahun.

Henry Lau, 19 tahun.

Genre: Romance, Drama, Nc21, Lemon, Lime, Rape.

Warning: Yaoi, Shonen-ai, Boys Love, BoyXBoy, Typo, Gaje, M-preg Don't Like Don't Read.

Summary: No Summary.

^_^ I Love U ^_^

Key Pov…

Sudah selama empat bulan lebih aku selalu di kurung di dalam kamar ini oleh namja bernama Onew itu. Setahuku sih nama aslinya itu Lee Jinki. Tapi bodo amat lah dengan namanya itu. Mau itu Onew, Lee Jinki, Chiken Holic atau apa pun itu aku nggak mau perduli. Itu urusan dia, toh nama-nama dia kan bukan namaku. Tapi yang jelas aku sangat membencinya, dia yang sudah membuatku seperti sekarang ini. Dan dia juga yang sudah membuatku berbadan dua. Hei kalian dengar, karena namja memuakan itu kini ada kehidupan baru di dalam diriku.

Aku tak tahu bagaimana bisa aku yang notabenenya seorang namja ini tiba-tiba saja jadi berbadan dua. Kini usia bayi dalam tubuhku sudah empat bulan lebih hampir lima bulan dan selama itu pula aku tak sedikit pun menyukai bayi ini dan juga appanya itu. Aku benar-benar seperti seorang monster saja, monster yang berjenis kelamin namja tapi bisa hamil seperti yeoja. Aku benar-benar membenci nasibku yang malang ini, aku membenci bayi ini dan aku juga membenci dia yang sudah menyebabkan semua ini.

"Arrrggghhh… aku benci dia… aku benci bayi ini… cepat enyah dari dalam sana, aku membencimu" kataku sambil memukul-mukul perutku yang tampak membesar. Beginilah aku hampir disetiap pagi, terbangun dan langsung memukul-mukul perutku sendiri. Saat aku memejamkan mata aku berharap bayi ini enyah saat aku terbangun nanti. Tapi semua itu tak terjadi sama sekali, setiap kali aku terbangun dan membelai perutku sendiri yang ada pasti perut ini semakin membesar setiap harinya.

"Aku benci bayi ini… enyah dari dalam tubuhku… aku benci…" isakku sambil terus memukuli perutku dengan keras, sakit memang tapi bairlah asal benda hidup ini cepat menyingkir dari dalam sana. Aku tak pernah sudi menjadi umma dari bayi haram ini. Aku bukan ummanya dan tak akan pernah mau jadi ummanya.

"Arrgghh… Sakit… Hiks… Hiks… aku benci bayi ini… Hiks…" aku terus memukuli perutku dan tak menghiraukan rasa sakit yang tercipta kerana pukulanku tadi.

"KEY… APA YANG KAMU LAKUKAN?" panik namja sialan itu sambil berlari mendekatiku yang terduduk disamping tempat tidur. Dia baru saja masuk ke dalam kamar sambil membawa sarapan pagi untukku seperti biasa. "Key, berhenti.! Kasihan aegyanya kalau terus kamu pukuli seperti itu, dia pasti merasa kesakitan Key" kata Onew sambil memegangi kedua tanganku yang tadi ku gunakan untuk memukul perutku sendiri.

"Lepas, lepaskan aku. Biar saja dia merasa sakit kalau perlu biar dia mati sekalian" kataku sambil berusaha melepas tanganku dari gengamannya yang erat.

"Nggak, aku nggak akan melapaskan tangan kamu kalau kamu terus memukuli anak kita dengan tangan kamu ini" kata Onew, aku terus berusaha melepaskan tanganku dari gengamannya yang erat. Lucu sekali dia bilang ini 'anak kita' padahal jelas-jelas ini hanya anaknya bukan anakku, aku nggak akan mau mengangap dia darah dagingku.

"DIA BUKAN ANAKKU DAN NGGAK AKAN PERNAH JADI ANAKKU. DIA ANAK HARAM MILIK KAMU" teriakku pada Onew, dia terdiam sambil meremas tanganku dengan kencang. Aku meringis menahan rasa sakit dari cengkraman tangannya ini, dia marah kah?

"Cih, kamu ngomong apaan sih Key. Dia ini jelas-jelas anak kamu, darah daging kamu yang tumbuh di dalam rahim kamu sendiri" kata Onew sambil memandang kearah mataku dengan tatapan tajamnya yang selalu sukses membuatku ketakutan.

"Hiks… Hiks… aku benci anak ini… dia bukan anakku" kataku dengan takut-takut dan wajah yang di tundukan tak berani menatap wajah namja yang sangat ku benci tadi.

"Dia anak kamu Key, anak kita berdua. Jadi jangan sakiti dia lagi, dia nggak bersalah. Aku mohon Key jangan pukuli dia setiap kali kamu bangun tidur seperti sekarang ini. Kasihan dia, dia belum tahu apa-apa. Apa kamu nggak kasihan sedikit pun padanya, hatinya pasti sangat terluka saat mendengar kata-kata kamu yang nggak pernah mau menganggap dia sebagai darah daging kamu sendiri. Padahal nyatanya dia jelas-jelas ada di dalam diri kamu. Dia terus tumbuh di dalam sini Key" kata Onew sambil mengusap perutku yang tampak membuncit.

"Aku benci dia… aku benci kamu…" isakku sambil memukul-mukuli tubuh Onew, namja itu hanya diam dan menarikku ke dalam pelukan hangatnya.

"Aku tahu Key… aku tahu kamu sangat membenci aku, tapi aku mohon lahirkan dia" pinta Onew sambil mengelus-elus punggungku. Namja tadi masih memeluk tubuh bergetarku dengan erat.

"Lepas, lepaskan aku. Jangan pernah sentuh aku dengan tangan kotormu itu lagi" kataku sambil mendorong tubuhnya menjauhiku. Aku pun langsung berdiri dan menjauhinya juga.

"Baik, aku nggak akan menyentuh kamu lagi asal kamu nggak melakukan semua hal-hal yang bisa membahayakan diri kamu dan anakku yang ada di dalam perut kamu" kata Onew, aku hanya diam masih tetap terisak pelan. Tetasan air mata membanjiri wajahku yang kata orang tampak sangat cantik melebihi yeoja ini. "Kamu makanlah, itu sarapan pagimu ku letakkan diatas meja. Aku pergi" kata Onew sambil melangkahkan kakinya menuju pintu keluar.

"Aku tak mau semua makananmu ini" kataku sambil membanting nampan berisi makanan yang tadi Onew bawa tepat di dekat kaki Onew. Namja itu terdiam dan dengan perlahan membalikan tubuhnya mengahadapku. Sumpah, aku benar-benar membenci dia.

"Sudah sejak kemarin kamu belum menyentuh makananmu Key, tapi kenapa kamu tetap nggak mau makan juga? Kamu bisa sakit nanti" kata Onew yang tampak sedikit kahawatir padaku.

"Bagus kalau aku sakit, kalau perlu biar saja aku mati. Agar anak yang ada di dalam perutku ini mati juga. AKU MEMBENCI KALIAN BERDUA.! AKU TAK BUTUH SEMUA MAKANANMU ITU" teriakku dengan air mata yang semakin deras mengalir. "Aku benci kalian… Hiks… Hiks… Hiks… aku ingin saudara-saudaraku… dimana mereka… aku mohon pertemukan aku dengan mereka…" pintaku sambil menjatuhkan tubuhku ke lantai. Ku tekuk kedua lututku dan membenamkan wajahku diantara kedua tanganku.

"Kamu ingin bertemu dengan saudaramu, baik akan aku usahakan itu semua. Aku akan bicara pada hyung-hyungku agar memperbolehkan kamu bertemu dengan istri-istri mereka yang tak lain adalah keempat saudaramu itu. Tapi dengan satu syarat, please… makan key" pinta Onew, aku tak membalas. Aku masih terus terisak. "Aku akan membuatkan sarapan yang baru, kamu tunggulah" kata onew yang langsung pergi meninggalkanku yang terus terisak bahkan isakkanku semakin keras.

^_^ I Love U ^_^

Author Pov…

Key tampak duduk di atas sofa di tengah ruangan saat Onew masuk lagi ke dalam kamar dengan membawa makanan yang baru. Key sudah tak lagi menangis tapi wajahnya masih sangat jelas menunjukan kesedihan yang mendalam. Dengan perlahan Onew mendekati Key yang menatapnya datar.

"Makanlah" suruh Onew sambil meletakkan nampan berisi makanannya diatas meja yang terletak didepan Key berada. Setelahnya ia langsung beranjak untuk membersihkan bekas makanan sebelumnya yang berceceran dilantai. Tak perlu waktu lama bagi Onew untuk membersihkan semua itu dengan kekuatan yang dimilikinya.

"Aku nggak mau makan, aku mau saudara-saudaraku" kata Key pelan. Onew yang sudah selesai dengan pekerjaan membersihkannya kembali menantap kearah Key yang duduk memungunginya.

"Makan dulu, baru akanku bawa kamu ketempat saudaramu. Tapi aku tak bisa mempertemukan kamu dengan semua saudaramu itu. Hanya Siwon hyung yang memperbolehkan kamu bertemu dengan istrinya, jadi kamu hanya akan bertemu dengan Kibum saja" jelas Onew yang entah sejak kapan sudah berdiri didepan Key.

"Aku tak mau makan, aku mau bertemu dengan Kibum hyung dulu. Bisa saja kamu hanya berbohong untuk menyuruhku menyentuh semua makanan itu. Setelah aku makan pasti kamu tak akan mempertemukanku dengan Kibum hyung" kata Key pelan.

"Kamu berpikir aku membohongimu? Huft… Baiklah, ayo ikut aku" ajak Onew. Onew mengambil nampan berisi makanan yang tadi dia bawa dan mulai beranjak pergi menuju pintu keluar. "Ayo, tunggu apa lagi. Bukankah kamu ingin bertemu dengan Kibum?" Tanya Onew sambil membuka pintu kamar selebar mungkin. Key beranjak dari posisi duduknya dengan perasaan antara yakin dan tak yakin, namun akhirnya ia tetap berjalan mengikuti Onew yang sudah terlebih dahulu keluar meninggalkannya.

Key memandang takjub pada bangunan istana tempat dia dan keempat saudaranya dikurung tadi. Bangunan yang cukup megah dengan sentuhan klasik. Key berjalan tak jauh dari Onew, dia sengaja menjaga jarak diantara mereka berdua. Dia masih tak mau berdekatan dengan namja yang sangat di bencinya itu. Key terus mengikuti Onew sambil menghapalkan jalan yang dia lalui, tapi semakin dihapalkan dia semakin tak ingat dengan jalan yang dia lalui.

"Masuklah, Kibum ada di dalam" kata Onew sambil membuka sebuah pintu ruangan yang tak jauh berbeda dengan tempat Onew mengurung dirinya. Setelah membukakan pintu untuk Key, Onew pun masuk ke dalam kamar Siwon dan Kibum yang langsung disusul oleh Key tentunya.

"Annyoung Siwon hyung… Annyeong kakak ipar…" sapa Onew pada pasangan yang tampak sudah saling mencintai. Itu semua terbukti dari Kibum yang terus lengket pada Siwon seperti saat ini. padahal beberapa hari yang lalu Kibum sempat mengeluarkan sebuah ultimatum kepada Siwon agar namja tampan tadi tak mendekati apa lagi menyentuh dirinya. Key hanya menatap heran pada tiga namja didepannya, dia masih berdiri mematung di dekat pintu masuk.

"Kamu sudah datang" kata Siwon yang melihat kedatangan sang adik ipar yang sebenarnya kurang dia sukai, kan Siwon tak menyuaki namja yang terlalu berisik seperti Key dan Heechul.

"Kemarilah Key" panggil Onew, Key tampak sedikit ragu.

"Key…" panggil Kibum sambil berdiri dari posisi duduknya tadi bersama Siwon. Kibum berjalan perlahan mendekati sang adik yang sudah lama tak di jumpainya itu.

"Hyung…" Key langsung menghambur kedalam pelukan Kibum sambil terus menanggis terisak.

"Key, sudah jangan menagis lagi" kata Kibum sambil membelai punggung sang adik.

"Hyung aku rindu" kata Key yang semakin mengeratkan pelukannya. Siwon hanya tersenyum melihat adegan mengharukan antara istri dan adik ipar di depannya. Sedangkan Onew hanya memandang sedih pada sosok Key yang tak bisa mencintainya sedikit pun seperti Kibum yang bisa mencintai hyungnya, Siwon.

"Aku sudah menepati janjiku mempertemukan kamu dengan Kibum, jadi aku mohon makanlah" kata Onew pelan, Kibum memandang kearah sang adik ipar. Dia tahu ada kesedihan dari tatapan Onew pada Key. Key hanya diam dan masih terisak, dia tak mau merespon sedikit pun kata-kata Onew padanya. "Kibum, aku titip Key sehari nanti sore aku akan kembali menjemputnya. Ah… aku salah, tanpa ku suruh pun pasti kamu akan tetap menjaga Key secara dia adikmu. Kalau begitu aku titip anakku yang ada didalam rahim adikmu itu, aku harap saat aku kembali nanti dia masih ada" kata Onew dengan nada sedih. Tanpa menunggu jawaban dari Kibum, Onew langsung beranjak pergi keluar dari ruangan itu.

"Onew…" panggil Siwon tapi tak di respon oleh sang adik. Siwon pun akhirnya memutuskan mengejar Onew dan meninggalkan Kibum dan Key berdua. Sepeninggalan Siwon, Kibum mengajak Key duduk di sofa yang tadi di dudukinya bersama Siwon.

Kibum tak tahu apa yang terjadi pada Key dan Onew yang dia tahu Onew tampak sangat sedih. Dan dugaan Kibum semua itu pasti ada hubungannya dengan sang adik tapi dia tak tahu apa itu. Kibum menunggu tangisa Key sedikit mereda baru menanyakan semua itu.

"Key sudah jangan menangis lagi. Kasihan bayi yang ada didalam perutmu kalau kamu terus bersedih seperti sekarang" bujuk Kibum sambil terus mengelus punggung sang adik.

"Aku nggak perduli dengan bayi ini hyung, aku membencinya" kata Key sambil melepaskan pelukan Kibum dengan perlahan.

"Ssshhhh…. Key, kamu jangan bicara seperti itu. Biar bagaimana pun dia tetap anakmu, darah dagingmu yang tumbuh di dalam rahimmu. Seperti bayi yang ada di dalam perutku saat ini. Kamu tahu, aku sangat mencintai bayi ini dan juga appanya. Aku tak sabar ingin cepat melihat bayi ini lahir" kata Kibum sambil membelai perut besarnya dengan wajah yang tampak bahagia.

"Ba… Bagiamana bisa hyung menyukai bayi dan namja tadi, jelas-jelas mereka yang sudah menyebabkan semua ini terjadi pada kita berlima hyung" kata Key tak habis pikir pada Kibum.

"Aku juga tak tahu Key. Awalnya aku sama saja denganmu Key, membenci Siwon yang sekarang adalah suami dan ayah dari bayiku. Tapi setelah dipikir-pikir mungkin ini lah jalan hidupku, menjadi seorang umma dan istri dari namja setampan Siwon" kata Kibum bahagia.

"Aku tak mungkin bisa seperti hyung, aku membenci bayi yang ada di dalam perutku ini dan juga namja yang sudah membuatku seperti sekarang ini" kata Key.

"Bukan nggak bisa Key, tapi kamu nggak mau mencobanya. Aku yakin kamu bisa mencintai bayi dan suamimu itu" kata Kibum.

"Dia bukan suamiku hyung dia hanya seorang penjahat dan bayi ini juga bukan milikku, dia milik namja sialan itu" kata Key marah.

"Key, jangan bicara seperti itu" kata Kibum.

"Aku benci mereka hyung, aku merasa tersakiti dengan semua kondisi ini" kata Key pada Kibum.

"Aku tahu kamu merasa sakit Key, Karena aku juga merasakannya dulu sebelum aku mencintai Siwon. Tapi apa pernah kamu memikirkan sedikit saja perasaan Onew dan bayi mu? Mereka juga merasa tersakiti Key" kata Kibum yang langsung membuat Key terdiam. Memang apa yang dikatakan Kibum tadi benar semua, dia terus merasa sakit tanpa memperdulikan perasaan Onew dan bayinya yang lebih tersakiti oleh tingkah penolakannya selama ini.

"Apa kamu melihat tatapan Onew tadi padamu Key? Tatapannya itu sangat jelas mengisyaratkan kalau dia juga terluka dengan penolakanmu selama ini" kata Kibum sambil membelai rambut sang adik perlahan.

"Dia sudah memperkosaku Hyung hingga kini aku hamil. Aku membencinya" kata Key pelan.

"Siwon juga memperkosaku hingga aku hamil, apa bedanya antara kamu dan aku? Bedanya Cuma satu Key, aku akhirnya bisa menerima Siwon dan kamu tetap tak bisa menerima Onew sampai detik ini" kata Kibum.

"Mereka semua memang sudah merencanakan semua ini, termasuk memperkosa dan menghamili kita. Tapi semua itu mereka lakukan karena mereka tak punya banyak waktu lagi Key. Kalau mereka bisa memilih, pasti mereka lebih memilih jalur yang lebih baik. Pasti mereka datang ternag-terangan dan menyatakan cinta mereka pada kita layaknya seperti manusia biasa. Tapi sayangnya mereka bukan sepenuhnya manusia Key, mereka setengah Siluman dan setengah manusia" kata kibum membuat Key terkejut.

"Ba…Bagaimana Hyung bisa tahu semua itu?" Tanya Key heran.

"Dari Siwon, Wonnie tak akan menyembunyikan apa pun lagi dariku karena itu dia menceritakan semua ini padaku" jawab Kibum.

"Tapi bisa saja dia bohong hyung" kata Key.

"Wonnie tak akan berbohong pada ku selama dia masih mencintaiku" kata Kibum santai. "Key, kamu tahu kenapa mereka melakukan semua ini pada kita?" Tanya Kibum, Key pun mengelengkan kepalanya pelan.

"Pertama, mereka tak ingin pulau tempat tinggal mereka ini lenyap. Kedua, mereka tak ingin kehilangan kekuatan mereka. Ketiga, mereka ingin menjadi manusia sepenuhnya. Dan keempat, mereka masih ingin hidup Key" jelas kibum, tapi tampaknya Key masih belum mengerti juga.

"Mereka setengah manusia dan setengah siluman. Kalau mereka ingin menjadi manusia sepenuhnya mereka harus menikah dengan manusia juga karena itu mereka menikahi kita bukan sesama siluman. Bisa saja mereka menikah dengan siluman tapi mereka pun akhirnya akan menjadi siluman sepenuhnya. Dan mereka menghamili kita itu untuk mempertahankan pulau, kekuatan dan nyawa mereka Key. Semua yang ada di pulau ini, kekuatan mereka bahkan nyawa mereka akan lenyap jika sampai di penghujung tahun ini mereka belum juga mendapatkan keturunan" jelas Kibum lagi membuat Key menatapnya tak percaya.

"Tapi… Tapi kenapa harus kita hyung" Tanya Key.

"Karena kita lah yang terpilih Key. Kita mendarat di pulau ini juga bukan di rencanakan bukan, kita sampai bisa terdampar di pulau ini karena kapal yang kita gunakan terbawa badai. Kamu ingat itu bukan" kata Kibum, Key pun menganggukan kepalanya pelan. Dia kembali terisak sambil menundukan wajahnya.

"Coba kamu pikirkan lagi perasaan Onew, Key. Kalau kamu bersikeras ingin anak ini mati, itu sama saja kamu menginginkan dua nyawa mati Key. Penghujung tahun tinggal beberapa bulan lagi" kata Kibum sambil membelai perut besar Key.

"Belajarlah mencintai suamimu itu Key dan juga bayi yang ada didalam sini. Coba pikir sudah berapa kali kamu menyakiti mereka dan berapa kali juga Onew menyakiti kamu. Anggap saja semua impas, dan mulai semua dari awal. Cintai mereka dengan tulus Key" kata Kibum sambil terus membelai perut Key. Key terdiam tak membalas kata-kata hyungnya tadi.

"Sudah sebaiknya sekarang kamu makan, kasihan bayi mu itu. kamu belum makan dari kemarin bukan. Aku bisa di marahi oleh adik iparku itu kalau kamu tak segera makan" kata Kibum dengan nada sedikit bercanda.

"Ne, hyung aku mau makan" kata Key pelan, Kibum tersenyum pada Key dan mengacak-acak rambut sang adik. Setelahnya dia langsung mengambil piring di atas meja didepan mereka dan mulai menyuapi Key.

"Hyung aku bisa makan sendiri" protes Key saat Kibum berniat menyuapinya.

"Oke, makanlah" kata Kibum sambil memberikan piring yang ada ditangannya pada Key. Key pun mulai melahap isi piring tadi dengan perlahan. Kibum tersenyum melihat tingkah sang adik.

"Hyung" panggil Key saat Kibum hendak mengambil satu buah jeruk diatas meja.

"Ne, waeyo?" Tanya Kibum sambil mengupas kulit jeruknya tadi.

"Sejak kapan hyung jadi sedewasa tadi?" Tanya Key meledek.

"Yack.! Adik nakalku sudah kembali, eoh?" kesal Kibum yang tahu Key sedang meledeknya. Hampir saja Kibum melempar jeruk ditangannya pada Key tapi ujung-ujungnya mereka malah tertawa berdua. Keduanya pun terus melanjutkan obrolan mereka. Dan Key pun mulai memikirkan kata-kata Kibum padanya tadi.

^_^ TBC Ya… ^_^