Title: Seme Island OnKey Ver.
Author: Bluedevil9293 a.k.a Dean Choi a.k.a Ayumu Sakurazawa.
Part: 15 / ?
Rated: T.
Cast:
Lee Jinki, 20 tahun.
Kim Key Bum, 20 tahun.
Other Cast:
Seme….
Jung Yunho, 24 tahun.
Hangeng, 23 tahun.
Zhoumi, 21 tahun.
Choi Siwon, 22 tahun.
Uke…..
Kim Jaejoong, 23 tahun.
Kim Heechul, 22 tahun.
Kim Kibum, 21 tahun.
Henry Lau, 19 tahun.
Genre: Romance, Drama, Nc21, Lemon, Lime, Rape.
Warning: Yaoi, Shonen-ai, Boys Love, BoyXBoy, Typo, Gaje, M-preg Don't Like Don't Read.
Summary: No Summary.
^_^ I Love U ^_^
Author Pov…
Siwon terus mengikuti Onew yang melangkah keluar dari kamarnya menuju sebuah ruangan yang bisanya digunakan oleh mereka berlima saling berkumpul dan menceritakan masalah-masalah mereka masing-masing bersama istri mereka tentunya.
"Onew…" panggil Siwon pada sang adik. Onew berhenti melangakah saat keduanya sudah berada ditengah-tengah ruangan. Onew berdiri membelakanggi Siwon yang menatapnya heran.
"Hyung, aku ingin mundur" kata Onew membuat Siwon kaget.
"Apa maksudmu Onew?" Tanya Siwon tak suka dengan keputusan sang adik.
"Aku mundur hyung. Aku akan melepaskan Key dan membunuh bayi yang ada di dalam perutnya saat ini" kata Onew membuat Siwon semakin kesal dan marah.
"Apa kamu sadar dengan kata-katamu itu, eoh?" marah Siwon.
"Aku sadar sepenuhnya hyung" kata Onew.
"Aku nggak akan membiarkan itu semua terjadi, kamu nggak bisa mundur begitu saja Onew" bujuk Siwon.
"Aku tak sanggup lagi hyung, Key itu tak sama dengan Kibum yang tulus mencintaimu. Dia membenciku dan bayi kami hyung" kata Onew sedih.
"Tapi itu bukan alasan untuk mundur Onew" kata Siwon.
"Lalu alasan bagaimana lagi yang harus aku berikan hyung. Aku tak sanggup, aku benar-benar tak sangup setiap hari melihat Key menangis dan berniat membunuh bayi kami. Aku juga tak sanggup bila terus terusan menerima tatapan kebencian darinya hyung" kata Onew sedih, dia masih berdiri memungungi Siwon yang berdiri tak jauh darinya. "Dari pada dia yang membunuh bayi itu, lebih baik aku yang membunuhnya hyung. Kalau aku yang membunuhnya dia tak akan merasakan sakit sedikit pun" kata Onew lagi.
"Kamu tahu kan kosekuensi apa yang akan kamu dapatkan kalau bayi itu tak lahir. Kamu bisa mati Onew. Bahkan sebelum tahun ini berakhir kamu bisa mati lebih dahulu. Kamu pasti tahu betul kalau kekuatan bayi yang istri kita kandung itu sama dengan kekuatan kita. Kamu masih akan kalah melawan bayi yang ada di dalam perut Key kalau kamu ingin membununya. Kamu tahu benar dua lawan satu itu sudah jelas kemenangan ada di angka dua. Kamu tak akan bisa membunuh kedua bayimu dengan mudah kecuali kamu mengunakan seluruh kekuatan dan nyawa kamu. Dan Key juga tak akan bisa membunuh bayinya karena dia tak memiiki kekuatan. Dia akan terus merasakan sakit kalau dia memaksa ingin membunuh anak kalian" kata Siwon.
"Aku akan tetap membunuh bayi itu hyung" kata Onew pelan.
"Dan membiaran dirimu mati dengan percuma?" Tanya Siwon sinis.
"Aku lebih rela mati dari pada harus melihat orang yang palingku cintai merasa tersakiti hanya karena keegoisanku" kata Onew sambil menatap Siwon santai.
"Aku tak akan membiarkannya begitu saja. Aku akan menghentikanmu" kata Siwon sambil menatap tajam Onew.
"Hyung tak akan bisa menghentikanku" kata Onew santai.
"Yakin sekali, kita lihat saja" kata Siwon yang langsung maju menerjang Onew.
Buuukkk… sebuah pukulan telah menghantap wajah Onew. Ia sempat terlempar saat pukulan Siwon mengenai dirinya. Onew bangun dari posisi terjatuhnya lalu mengusap sudut bibirnya yang mengeluarkan darah. Kalau saja tadi itu pukulan manusia biasa atau hanya siluman biasa pasti tak akan berpengaruh pada dirinya. Tapi ini lain lagi, tadi itu pukulan dari hyungnya yang jelas-jelas kekuatanya diatas dirinya.
Onew tak mau hanya diam mendapatkan pukulan dari Siwon. Dengan tatapan datar Onew mendekati Siwon dan melayangkan sebuah pukulan pada hyungnya tadi. Tak bisa di elakan lagi aksi saling pukul dan baku hantam diantara mereka berdua. Ruangan yang awalnya rapi sudah tak berbentuk lagi. banyak benda hancur hanya karena serangan sihir dari keduanya.
"YACK.! APA YANG KALIAN BERDUA LAKUKAN" teriak sebuah sura menghentikan baku hantam antara Siwon dan Onew sesaat. Suara tadi berasal dari salah satu saudara mereka, Zhoumi. Zhoumi memandang Siwon dan Onew dari arah pintu masuk.
"Ada apa?" Tanya Hangeng yang ternyata baru datang juga. Namja tampan tadi berdiri di belakang Zhoumi dan memandang ke dalam ruangan yang sudah tak berbentuk lagi. pandangannya pun akhirnya tertuju pada kedua adiknya yang ia tahu pasti kalau mereka berdua sedang baku hantam sebelumnya.
"Kenapa kalian berdiri di depan pintu sih, menghalangi jalan saja" protes Yunho yang juga berada bersama Zhoumi dan Hangeng. Yunho terdiam sama seperti kedua adiknya tadi saat melihat pemandangan ganjil di dalam ruangan tadi.
"APA YANG KALIAN BERDUA LAKUKAN" seru ketiganya. Siwon dan Onew hanya menatap ketiganya sesaat lalu kembali saling tatap. Tatapan tajam seolah-olah ingin membunuh. Detik berikutnya keduanya pun kembali saling memukul tanpa memperdulikan ketiga saudara mereka yang menatap mereka tajam. Yunho, Hangeng dan Zhoumi yang awalnya hanya diam saja akhirnya pun turun tangan melerai perkelahian antar saudara tadi.
"Apa yang kalian lakukan, eoh" kesal Yunho sambil menatap Siwon dan Onew bergantian. Keduanya sudah bisa dilerai. Zhoumi mencoba menenangkan Siwon yang sedang marah sedangakan Onew di tenagkan oleh Hangeng. Siwon dan Onew tak menjawab kata-kata Yunho, keduanya sibuk mengatur kekutan mereka yang meluap keluar.
"Kalian berdua kenapa saling adu kekuatan seperti tadi. Ada masalah apa sebenarnya?" Tanya Hangeng pada kedua adiknya.
"Tanyakan saja pada dia" kata Siwon sambil menunjuk kearah Onew. "Dia ingin mati dan mundur dari semua ini. dia mau membunuh bayi yang ada di dalam kandungan istrinya saat ini" kata Siwon kesal. Dengan kasar Siwon melepaskan cengkraman Zhoumi pada tubuhnya.
"Lebih baik aku yang mati dari pada terus menyakiti Key. Ini hidupku hyung, jadi biarlah aku yang memilihnya" kata Onew yang tentu saja membuat keempat saudaranya kesal.
"kamu…" marah Yunho tapi dengan cepat Hangeng mencoba menghentikan hyungnya tadi sebelum baku hantai kembali terjadi.
"Apa kamu sadar dengan kata-katamu itu Onew?" Tanya Hangeng.
"Aku sadar benar hyung, jadiku mohon jangan halang-halangi aku lagi" pinta Onew.
"kamu…" kesal Yunho, namja tampan tadi berusaha lepas dari Hangeng lalu memukul sang adik yang jalan pikirannya terlalu sempit tadi.
"Sudahlah berhenti meyakinkan namja bodoh itu. dia tak akan mau mendengarkan kata-kata kita lagi. terserah dia mau melakukan apa" kata Siwon yang sudah sangat kesal. "Segera ambil istrimu dari ruangan istriku" kata Siwon yang langsung beranjak pergi keluar dari ruangan itu.
"Baik" jawab Onew pelan lalu segera pergi mengikuti Siwon menuju tempat Kibum dan Key berada. Keduanya berjalan beriringan dalam diam tak ada yang mau bicara terlebih dahulu.
^_^ I Love U ^_^
Kibum dan Key tengah saling bercanda saat Siwon masuk ke dalam ruangan dengan tiba-tiba mengagetkan keduanya. Di belakang Siwon juga bisa dilihat Onew yang menundukan kepalanya dalam diam. Kibum dan Key pun memandangi keduanya dengan tatapan heran.
"Wonnie, kamu kenapa?" Tanya Kibum kahawatir saat melihat beberapa luka di wajah Siwon dan Onew. Kibum pun langsung mendekati Siwon dan memeriksa luka-luka Siwon. "Sakitkah?" Tanya Kibum tapi Siwon hanya mengelangkan kepalanya. Key diam mematung memandangi wajah Onew yang tak kalah dengan Siwon. Banyak luka disana. Sebenarnya apa yang sudah terjadi, pikir Kibum dan key dalam hati.
"Key, kita kembali ke kamar sekarang" ajak Onew pada Key.
"Kenapa buru-buru, bukankah tadi katanya sore baru aku akan kembali" kata Key kecewa. Kibum tahu adiknya itu tak suka tapi dengan tenang Kibum mendekati sang adik dan berbisik ditelinganya.
"Pergilah dahulu Key, sepertinya ada masalah dengan Wonnie dan Onew" bisik Kibum.
"Tapi hyung…"
"Key, kembalilah. Ikuti kata-kata suamimu. Nanti kau akan mengusahakan agar kita bisa kembali bertemu, pasti Wonnie akan mengizinkannya kok" kata Kibum, mau tak mau akhirnya Key pun menganggukan kepalanya pelan.
"Baiklah hyung, aku kembali dulu" kata Key yang langsung berjalan menyusul Onew yang sudah keluar dari dalam kamar.
"Sebenarnya apa yang terjadi Wonnie?" Tanya Kibum pada Siwon.
"Hanya pertengakaran sesama saudara saja" kata Siwon sambil menjatuhkan dirinya diatas sofa.
"Pasti ada hubungannya dengan Key bukan?" tabak Kibum, Siwon pun menganggukan kepalanya lemah. "Memangnya apa yang terjadi?" Tanya Kibum penasaran.
"Onew ingin mundur, dia ingin membebaskan Key dan membunuh bayi yang ada di rahim Key sekarang' jawab Siwon apa adanya. Kibum shock mendadak mendengar penuturan dari suaminya tadi.
"Bu… Bukankah Onew bisa mati bila anak itu juga mati Wonnie?" Tanya Kibum.
"Ya, dan dia rela mati hanya demi itu semua. Dasar namja bodoh" kata Siwon kesal.
"Wonnie cegah Onew melakukan itu semua" pinta Kibum.
"Percuma chagya, keputusannya sudah bulat. Aku dan Onew sempat bertengkar hanya karena hal ini" kata Siwon.
"Kita cegah dia Wonnie, tadi aku sudah bicara pada Key dari hati ke hati. Dan Key bilang dia mau memencoba memncintai Onew. Ayolah Wonnie cegah Onew, aku tak mau Key merasakan penyesalan" pinta Kibum kahawatir.
"kamu yakin dengan kata-katamu tadi?" Tanya Siwon, Kibum pun menganggukan kepalanya. "Aish… dasar pasangan bodoh" kesal Siwon yang langsung beranjak dari posisi duduknya.
"Wonnie mau kemana?" Tanya Kibum pada Siwon yang sudah hendak pergi.
"Keruangan Key dan Onew" jawab Siwon.
"Bummie ikut" pinta Kibum.
"Ne, ayo" ajak Siwon. Keduanya pun segera pergi menyusul Key dan Onew.
^_^ I Love U ^_^
Key berjalan dibelakang Onew sambil menundukan wajahnya. Dia masih memikirkan kata-kata Kibum padanya tadi. Dia memang sudah mengatakan pada hyungnya tadi kalau dia mau mencoba menerima Onew beserta bayi mereka tapi dia belum berani mengatakan semua itu pada Onew.
"Masuklah" kata Onew sambil membuka pintu kamar mereka. Key pun segera masuk ke dalam kamar dan mendudukan dirinya di tepi ranjang sedangkan Onew menjatuhkan tubunnya di sofa. Onew masih memikirkan semua keputusannya tadi. Beberapa kali dia tampak megusap wajahnya. Key tak tahu apa yang sedang dipikirkan Onew tapi hatinya cukup bergetar saat melihat beberapa luka di wajah suaminya tadi. Key pun akhirnya mendekati Onew dan duduk disampingnya.
"O… Onew… wajahmu kenapa?" Tanya Key takut-takut. Key memberanikan dirinya untuk menyentuh suduh bibir Onew yang mengeluarkan sedikit darah segar. Namun baru juga jari lentik Key menempel di sudut bibir Onew, namja tampan tadi sudah menampis pelan tangannya.
"Aku tak apa" kata Onew datar. Key tak tahu kenapa Onew teras dingin padanya dan itu sedikit membuat hatinya sakit. Keduanya diam sibuk dengan pikiran masing-masing. "Aku udah memutuskan akan melepaskan kamu Key" kata Onew memecahkan keheningan diantara keduanya.
"Ma… maksud kamu apa?" Tanya Key. Entah kenapa bukannya rasa senang yang dia rasa tapi malah rasa sakit yang terasa saat mendengar kata-kata Onew tadi. Onew berdiri menjauhi Key, ia menatap keluar jendela yang ada di dalam kamar mereka. Key pun ikut beranjak mendekati Onew dengan sedikit takut.
"Aku akan melepaskan kamu dari semua hal yang kamu benci. Dari aku dan juga anak yang ada di dalam kandungan kamu. Kamu tak akan bisa membunuh bayi itu tapi aku akan membantu kamu untuk melenyapkannya" kata Onew datar. Entah kenapa tiba-tiba saja air mata menetes dari mata Key. Air mata itu bukan air mata kebahagiaan, Key tahu benar itu air mata kesedihan. Tapi bagi Onew itu adalah air mata kebahagiaan.
"Ke… Kenapa?" Tanya Key di tengah isak tangisnya.
"Aku mencintai kamu tulus karena itu aku tak mau menyakiti orang yang aku cintai lagi" kata Onew dengan nada yang tampak sedih. Onew kembali beranjak duduk di sofa yang langsung disusul Key. Key kembali duduk di samping Onew, dia masih terisak. Key menatap Onew saat suaminya itu meletakkan tangannya diatas perut besarnya. Entah apa yang Onew lakukan Key pun tak tahu tapi yang jelas dia merasa takut… sangat takut. Rasa takut tadi lebih besar dari rasa takut yang sebelum-sebelumnya dia rasakan.
Onew terus membelai perut Key. Dia memulai akisnya untuk membunuh bayinya sendiri dengan hati yang bergetar. Dia sebenarnya tak ingin melakukan semua itu, tapi dia harus tetap melakukan semuanya demi kebahagiaan namja yang sangat di cintainya. Demi Key…
"Aku… aku tak sanggup" kata Onew yang sudah menjatuhkan dirinya kelantai. Key yang memandangnya pun semakin terisak. "Arrrgghhh… aku tak bisa" kesal Onew yang langsung berdiri menjauhi Key. Dia masih tak sangup membunuh darah dagingnya sendiri.
"O… Onew…" panggil Key pelan.
"Aku tak bisa… aku tak bisa… Arrgghhh" Onew yang kesal pada dirinya sendiri mengibaskan tangannya yang penuh kekuatan ke udara akibatnya benda yang dekat dengannya pun hancur seketika. Key terdiam dengan tangan yang menutup mulutnya. Dia tahu Onew terluka saat ini.
"Onew.." Key mendekati Onew. Namun dengan cepat Onew membalikan badanya lalu menerjang tubuh Key.
Onew menghimpit tubuh ketakutan Key ke dinding. Tangan kirinya mencengkram leher Key dengan kuat, tatapan mata Onew tajam mengarah ke mata Key membuat namja cantik tadi semakin ketakutan. Namun perlahan cengkraman keras tadi pun mengendur. Onew menjatuhkan dirinya di depan Key yang masih terisak. Dengan perlahan Onew membelai perut besar Key lalu mengecupnya berkali-kali. Key merasakan sebuh kehangatan saat Onew mengecup perutnya.
"Aku… aku akan tetap membunuhnya" kata Onew pelan, dia menundukan wajahnya tak berani menatap kearah Key. Perlahan Onew memulai aksinya lagi. di cengkramnya perut Key sambil mengeluarkan semua kekuatannya dan memusatkannya pada tangannya yang menyentuh peurt Key tadi. Beberapa saat kemudian Key pun mulai merasakan perbedaan di dalam perutnya.
"Onew… Sakit… hentikan… sakit… Arrgghhh sakit…" pinta Key sambil meremas tangan Onew yang berada di permukaan perutnya.
"Bertahanlah sebentar, sakitnya tak akan lama. Setelah ini berakhir kamu akan bebas tanpa rasa sakit ini lagi. Bayi yang kamu benci ini pun akan musnah selama-lamanya dari dalam diri dan hidup kamu" kata Onew. 'Termasuk aku juga' sambung Onew dalam hati.
Key terus memekik dan merasa kesakitan saat Onew terus melakukan aksinya. Key yang tak tahan dengan rasa sakitnya pun akhirnya terjatuh didepan Onew. Key terus meminta Onew berhenti karena rasa sakit yang dia rasakan. Tapi Onew tetap melakukan semuanya. Onew juga merasa sakit sebenarnya saat melakukan semua itu, secara dia tengah bertarung dengan kedua calon anaknya saat ini. jelas saja kekuatanya kalah bila melawan dua kekuatan besar anaknya. Onew menambahkan lagi kekuatanya hingga semua kekuatan yang dia punya dia keluarkan. Key terus merasa sakit, Onew mulai menteskan air matanya yang sejak tadi ditahanya. Di hidungnya mulai mengeluarkan darah segar dia hampir kalah melawan kedua anaknya.
"Cukup… sakit… aku tak tahan. SUDAH CUKUP, HENTIKAN" teriak Key keras. Air mata semakin membasahi wajahnya. "HENTIKAN..!" pekik Key sambil memeluk Onew dengan erat. Key memegang wajah Onew dengan kedua tangannya.
"Hentikan aku mohon… sakit.." pinta Key sambil terus terisak.
"Bertahanlah sedikit lagi bayi ini akan…." kata Onew yang sudah tampak lemah namun kata-katanya langsung terpotong saat Key melumat bibirnya. Onew keget dengan perlakukan Key yang tiba-tiba itu kekuatannya pun sedikit berkuarang.
"Please… hentikan… beri… beri aku kesempatan… untuk mencintamu dan anak kita" kata Key yang masih terisak sambil memeluk tubuh Onew. Rasa sakit yang Key rasakan mulai sedikit menghilang saat Onew menguragi kekuatanya karena dia sedang dalam keadaan tak fokus.
"Maksudmu apa?" Tanya Onew lemah, kekuatanya hampir habis.
"Please… hentikan" pinta Key sambil menggecup bibir Onew lagi. Perlahan Onew pun mulai luluh dan melepaskan tangannya dari perut Key. Namun tepat saat tangan itu berpisah dengan perut key, Onew pun jatuh membuat Key panik.
"Onew… Onew.., bangun…" panik yang melihat sang suami tak sadarkan diri dengan darah yang mengelir dari hidung dan sudut bibirnya. "Onew… jangan bercanda… bangun cepat bangun… Onew.." pinta Key tapi tak ada respon dari Onew. Key pun semakin panik.
"Onew… bangun please… TOLONG…" teriak Key pada siapa saja. Dia berharap mendengar teriakanya. "Onew… bangun" Key mengoyang-goyangkan tubuh Onew yang bagai tak bernyawa lagi.
"Tolong… siapa saja tolang aku… Hiks… Hiks… Hiks… Onew bangun" pinta Key sambil memeluk erat tubuh Onew.
^_^ TBC Again… ^_^
