Title: Seme Island Hanchul Ver.
Author: Bluedevil9293 a.k.a Dean Choi a.k.a Ayumu Sakurazawa.
Part: 18 / ?
Rated: T.
Cast:
Kim Heechul, 22 tahun.
Tan Hageng, 23 tahun.
Other Cast:
Seme….
Jung Yunho, 24 tahun.
Zhoumi, 21 tahun.
Choi Siwon, 22 tahun.
Lee Jinki, 20 tahun.
Uke…..
Kim Jaejoong, 23 tahun.
Kim Kibum, 21 tahun.
Kim Key Bum, 20 tahun.
Henry Lau, 19 tahun.
Genre: Romance, Drama, M-Preg.
Warning: Yaoi, Shonen-ai, Boys Love, BoyXBoy, Typo, Gaje, M-preg Don't Like Don't Read.
Summary: Seme Island, pulau yang berisi namja-namja tampan itu akan musnah bila ke lima namja penguasanya tak secepatnya memiliki keturunan. Dan yang akan melahirkan keturunan mereka pun sudah di tentukan. Bisakah mereka mendapatkan keturunan tepat waktu?
Disclaimer: This story pure make me.
*** Seme Island ***
Hangeng Pov…
Sudah dua bulan ini aku mengurung Chullie di dalam salah satu ruangan yang ada di istanaku. Aku tahu ia marah dan kesal padaku karena aku sudah mengisolasinya dari kehidupan luar. Bahkan aku juga sudah memisahkan ia dengan keempat saudara-saudaranya. Aku sengaja melakukan itu sesuai dengan perjanjian yang ku buat bersama keempat saudaraku. Kami berlima sepakat untuk mengurung istri masing-masing setidaknya sampai usia kandungan mereka menginjak bulan ketujuh.
Sampai saat ini Chullie belum mengetahui siapa orang yang sudah mengurungnya karena aku masih selalu menghilangkan tubuhku setiap berhadapan atau bertemu dengannya. Aku sengaja melakukan semua itu sampai Chullie menunjukan tanda-tanda kehamilannya.
Bukannya aku tak tahu, aku tahu dengan pasti saat ini di dalam tubuh Chullie sudah ada anakku. Yups, Chullieku saat ini sedang hamil dan usia kandungannya itu masih sembilan minggu. Tapi anehnya, dia belum juga menunjukan tanda-tanda kehamilan yang sering ditunjukan oleh kebanyakan wanita yang hamil muda. Aku sama sekali belum melihatnya morning sick yang ada setiap pagi aku mengantarkan makanan kekamarnya, ia pasti sedang menekuk wajahnya atau sedang membentak-bentak tak jelas.
Huft… pagi ini aku harus membawakan Chullie sarapan paginya, nggak mungkinkan aku mengurung seorang namja cantik yang statusnya adalah istriku lalu tidak ku berikan nafkah lahir batin. Begini saja ia sudah tersiksa masak aku mau tambah membuat dirinya tersiksa lagi. Setiap makanan yang ia makan itu semua masakanku. Dan pagi ini juga aku sedang sibuk berkutat di dapur hanya untuk membuatkan makanan untuk istriku serta calon anak kami.
Heechul pov…
Dua bulan… itu waktu yang tak singkat. Dan sudah selama itu pula aku terkurung di dalam ruangan ini. Tak bisa keluar atau pun bertemu dengan keempat saudaraku. Aku terisolasi di dalam ruangan terkutuk ini. aku juga masih belum mengetahui siapa orang yang tega melakukan semua ini padaku. Kalau saja aku tahu siapa orang itu, pasti aku sudah menghajar wajah memuakkannya itu.
Setiap malam saat aku tertidur aku pasti selalu merasa ada yang memeluk tubuhku dengan erat hingga membuat aku terkadang sulit untuk bergerak. Tapi bila dilihat dengan teliti, tak ada orang di dekatku. Aku selalu merasa sendiri di malam hari, yang aneh itu hanya perasaan dipeluk itu saja. Entah itu hanya perasaanku saja atau aku memang benar-benar sedang dipeluk. Tapi siapa yang memelukku? Apa makhluk yang waktu itu memperkosaku?
Yups, dua bulan yang lalu aku berhasil ditiduri oleh sesosok makhluk yang tak bisa ku lihat bentuk atau pun rupanya. Makhluk itu memperkosaku dengan sedikit kasar hingga membuat aku berteriak kesakitan dan jatuh tak sadarkan diri. Saat terbangun dari pingsanku, aku merasakan seluruh tubuhku terasa sakit hingga membuat aku kembal tak sadarkan diri. Saat sadar lagi, aku sudah berada di dalam kamar ini. aku tak tahu saat ini aku ada dimana.
Selama empat minggu terkurung dalam kamar ini banyak hal-hal aneh yang sering ku alami selain merasa dipeluk saat tidur tadi. Selama beberapa kali aku sering terbangun dengan tubuh yang sakit dan setelah diperiksa dengan teliti, di daerah selangkanganku pasti selalu ada bercak-bercak berwarna putih kental yang sudah mengering. Entah itu apa, kalau disuruh menebak aku pikir itu pasti sperma. Kenapa aku perpikiran seperti itu, itu semua karena malamnya saat aku tertidur pasti aku selalu bermimpi sedang melakukan hubungan badan dengan seorang namja. Dengar, namja bukan yeoja. Pasti semua keganjilan ini makhluk itu yang membuatnya.
Sebenarnya makhluk apa dia. Walau pun aku dikurung di dalam sini, pasti diwaktu-waktu tertentu aku sering diberikan makanan-makanan yang sangat lezat. Tapi tetap saja aku bosan kalau terus dikurung dalam ruangan yang yah memang cukup luas kalau hanya untuk sebuah kamar saja, sendirian lagi.
"Aku mau keluar dan bertemu dengan hyung serta dongsaengku" kataku sambil menundukan wajahku. Ku benamkan wajahku disela-sela kedua kakiku yang kupeluk dengan cukup erat.
"YACK.! SIAPA SAJA KELUARKAN AKU DARI DALAM SINI" teriakku kesal. Tega sekali orang yang sudah mengurungku di dalam sini. Dan lagi, apa saudara-saudaraku tak mencariku ya. Apa mereka nggak sadar kalau aku nggak ada. Nggak mungkin, pasti mereka sedang mencariku dengan susah payah saat ini. oh, aku merindukan mereka berempat.
"HEY, KELUARKAN AKU. AKU BOSAN BERADA DISINI. Eugh…" ditengah-tengah teriakkanku tiba-tiba saja aku merasa mual. Dengan cepat aku turun dari ranjang dan berlari ke arah kamar mandi sambil menutup mulutku. Sesampainya disana aku langsung memuntahkan isi perutku yang sebenarnya belum ku isi ini. Hanya cairan berwarna putih bening saja yang bisa ku keluarkan.
Entah kenapa aku tiba-tiba merasa sangat lemas, sedikit pusing dan sangat mual. Bahkan aku merasakan ada yang aneh dengan perutku. Ku remas pelan perutku untuk menghilangkan perasaan aneh ini. Namun aku malah kembali merasakan mual dan kembali muntah-muntah. Sebenarnya aku kenapa, aku sakit kah?
Author Pov…
Setelah membuatkan sarapan pagi untuk Heechul, Hangeng pun segera membawakan sang istri sarapan. Entah kenapa jadwal memasak makanan untuk Heechul sudah menjadi rutinitas kesehariannya dan ia juga melakukan semua itu dengan senang hati tanpa paksaan atau pun rasa terpaksa sedikit pun.
Hangeng berjalan santai ambil membawa nampan yang diatasnya terdapat beberapa jenis makanan untuk Heechul. Setelah sampai di depan pintu kamarnya dengan Heechul, Hangeng langsung membuka pintu kamar dengan pelan. Ia mengedarkan pandangannya keseluruh penjuru ruangan mencari sosok sang pujaan hati namun ternyata nihil.
Hangeng meletakkan nampan berisi makanannya diatas meja ditengah ruangan sambil mengernyitkandahinya. Ia sedikit heran karena tak berhasil menemukan sosok sang pujaan hati. Hangeng pun mengira Heechul berada di dalam kamar mandi. Dan Hangeng pun langsung melangkahkan kakinya mendekati kamar mandi. Ia berdiri terpaku di depan pintu saat mendengar suara-suara dari dalam sana yang ia yakin itu suara Heechul.
Hangeng tersenyum senang karena ia tahu kalau Chullie sedang muntah-muntah di dalam sana. Yang berarti itu tandanya Heechul sudah merasakan gejala morning sicknya. Dengan sebuah senyum dibibirnya Hangeng meraih gagang pintu dan membuka pintu kamar mandi dengan perlahan. Hangeng mausk ke dalam sambil menampakkan sosoknya dengan perlahan.
Heechul yang tadi baru selesai membasuh mulutnya terdiam seketika saat melihat pintu kamar mandi yang tiba-tiba terbuka. Dan dari luar masuklah sesosok makhluk yang awalnya tak tampak namun dengan perlahan Heechul akhirnya bisa melihat sesosok namja tampan yang sedang tersenyum ke arahnya.
"Chullie kamu nggak apa-apa kan chagya?" Hangeng menghampiri Heechul yang masih terdiam terpana. Dipeluknya tubuh sang istri tercinta sambil mengelus-elus punggung Heechul.
Dengan perlahan Heechul melepaskan pelukan Hangeng tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Matanya tertuju pada sosok namja tampan yang tadi memeluknya dengan tiba-tiba. Hangeng yang melihat tingkah Heechul yang tiba-tiba dan dengan wajah memucat itu pun jadi heran pada Heechul.
"Chullie, waeyo?" Tanya Hangeng sambil hendak memeluk tubuh Heechul lagi. Tapi dengan gerakan pelan Heechul terus mudur saat Hangeng melangkah maju mendekatinya.
"Jangan mendekat, siapa kamu?" Tanya Heechul takut. Ia berjalan mundur keluar dari dalam kamar mandi dengan terus disusul oleh Hangeng.
"Chullie, wajahmu pucat banget?" kata Hangeng kahawatir dan semakin memperkecil jarak antara dirinya dan Heechul.
"JANGAN MENDEKAT" seru Heechul lantang membuat Hangeng terkejut dan menghentikan langkahnya. Kini jarak antara keduanya hanya terpaut tiga langkah saja. "Siapa kamu?" Tanya Heechul lagi.
"Aku? Aku ini suami kamu Chullie" kata Hangeng santai.
"BOHONG.! AKU NGGAK MUNGKIN ISTRI-MU, AKU INI NAMJA BUKA YEOJA TAHU" kata Heechul kesal.
"kamu memang namja tapi kamu juga istri dan calon umma dari anak-anakku" kata Hangeng.
"Umma? Jangan gila, aku ini namja tahu. Apa kamu belum jelas mendengar kata-kataku ini?" Tanya Heechul kesal sambil terus memandang tajam Hangeng.
"Kamu merasakan lemas, pusing dan mual bukan?" Tanya Hangeng santai. Heechul hanya menganggukan kepalanya pelan. "Itu semua tanda-tanda kehamilan. Kamu sedang hamil dua bulan saat ini Chullie" kata Hangeng lagi.
"Nggak, NGGAK MUNGKIN. KAMU BOHONG" kata Heechul terus mengelengkan kepalanya kuat-kuat dan berjalan mundur menjauhi Hangeng.
"Chullie percaya lah" kata Hangeng yang langsung mendekati Heechul dan memeluk namja cantiknya itu.
"LEPAS.! LEPASKAN AKU, JANGAN PEGANG-PEGANG. AKU NGGAK MAU DISENTUH OLEH NAMJA SEPERTI KAMU" marah Heechul sambil mencoba melepaskan tubuhnya dari pelukan Hangeng. Namun Hangeng terus saja memeluk Heechul yang bergetar karena tangisanya. Yah, Heechul menagis tanpa bisa ia cegah saat Hangeng mengatakan semua hal yang menurutnya adalah bohong.
Semakin besar usah Heechul untuk memelapskan pelukan Hangeng maka semakin erat pula Hangeng memeluk tubuh sang istri yang terlihat sangat rapuh. Perlahan Hangeng pun mulai merasa perlawanan Heechul terhenti. Dan namja cantik itu pun jatuh tak sadarkan diri di dalam pelukan Hangeng. Dengan cepat Hangeng mengangkat tubuh Heechul ala bride style dan membaringkannya diatas tempat tidur. Hangeng menyelimuti tubuh tak sadarkan diri Heechul lalu mengecup kening Heechul kilat. Hangeng pun akhirnya menunggui Heechul dengan sabar sambil duduk di salah satu sofa yang ada yang ada di dalam ruangan itu.
Hangeng pov…
Sepertinya Chullie cukup shock mengetahui kehamilannya itu sampai-sampai wajahnya memucat hingga ia tak sadarkan diri seperti sekarang. Pasti hari ini dia sangat shock saat tahu wajahku juga. Semoga saja ia dan bayinya tak apa-apa. Chullie cepatlah sadar masih banyak yang kamu harus tahu dan terima dengan lapang dada.
Heechul pov..
Setelah pingsan cukup lama akhirnya aku bangun juga. Bagaimana aku tak bisa hilang kesadaran begitu bila tiba-tiba saja ada namja yang mengatakan kalau aku ini istrinya dan aku juga tengah mengandung anaknya. Jangan gila dong, semua orang juga tahu kalau namja itu tak bisa hamil. Tapi kenapa namja itu mengatakan seperti itu. Dan parahnya lagi, semua tanda-tanda kehamilan benar-benar ku rasakan. Apa aku benar-benar hamil? Kalau benar, bagaimana bisa.
Aku menatap namja yang mengaku sebagai suamiku tadi dengan tajam. Namja itu tengah duduk dipinggir ranjang tempat aku duduk sambil bersandar didinding ranjang king size ini. Namja itu tersenyum ramah padaku tapi aku hanya menatapnya tajam.
"Masih merasa mual?" tanyanya ramah. Aku mengelengkan kepalaku pelan.
"Tidak lagi, hanya masih sedikit pusing saja" kataku cuek.
"Baby, jangan buat umma susah yah aegya" kata namja itu sambil mengelus-elus perut rataku dengan penuh kasih sayang. Entah kenapa saat ia melakukan hal itu aku merasa sedikit nyaman.
"Jangan lakukan itu seolah-olah aku ini sedang mengandung anakmu" kataku sambil menangkis tangannya dari perutku. Dia hanya tersenyum manis padaku padahal tadi dia sudah ku ketusi.
"Jangan marah-marah dong chagya, nggak baik lho kalau orang lagi hamil itu marah-marah. Bisa-bisa uri aegya bisa stress nanti" katanya santai tanpa melepaskan senyum manisnya itu.
"Jangan panggil aku chagya, aku nggak suka. Dan siapa juga yang hamil anak kamu. Aku Cuma kurang enak badan aja tadi" kataku dengan tak yakin. Yah, bisa jadi aku saat ini tegah hamil anak namja satu ini. bukankah dua bulan yang lalu aku telah diperkosa oleh makhluk tak tampak. Bisa saja itu dia. Kalau benar itu dia, bisa saja kalau saat ini aku hamilkan yah walau pun aku ini namja. Kalau yang mengahmili makhluk aneh seperti dia pasti bisa saja semua itu terjadi.
"Kamu sendiri aja nggak yakin ngucapkannya gitu" kata namja tadi santai.
"Maksud kamu apa?" tanyaku tak mengerti.
"Kamu juga mulai merasa kalau kamu itu sedang hamil bukan?" tebak namja tadi dengan tepat. Bagaimana ia bisa tahu?
"Nggak siapa bilang" kataku bohong.
"Nggak usah bohong Chullie, aku bisa baca pikiran kamu lho" kata namja itu lagi membuatku terdiam tak bisa berkata apa-apa lagi. omona… jadi dia bisa baca semua pikiranku, gawat kalau begitu.
"Yack.! Aku nggak percaya kamu bisa baca pikiranku. Pasti kamu Cuma main asal tebak saja kan. Ngomong-ngomong kamu itu siapa dan monster apa?" tanyaku mengalihkan pembicaraan.
"Monster? Yack.! Chullie kamu tega sekali mengatakan suamimu ini monster" kata namja itu dengan wajah memelasnya.
"Apa lagi kalau bukan monster, kan kamu bisa hilang. Eh, yack jangan bilang kamu suamiku lagi. aku ini namja dan belum pernah menikah apa lagi sama monster seperti kamu" kataku santai. Entah kenapa aku tak merasa takut lagi pada namja di depanku ini.
"Huft… oke Chullie, dengar baik-baik yah. Namaku Hangeng, aku ini putra kedua penguasa pulau ini yang bernama seme island. Dan kamu itu sudah sah jadi istriku sejak dua bulan yang lalu. Saat aku mengambil kesucian tubuhmu itu, kamu pasti ingat bukan malam panjang kita dua bulan yang lalu. Dan menurut peraturan di pulau ini, semua makhluk yang pernah ditiduri oleh para penguasa pulau maka mereka akan mejadi istri para penguasa yang sudah menidurinya" jelas namja yang mengaku bernama Hangeng itu padaku. Aku hanya menatapnya tak percaya.
"Jangan terlalu banyak berpikir dulu Chullie, lebih baik kamu sekarang istriahat saja. Tapi sebelumya makan sarapanmu dulu ya. Kamu belum memakan apa pun sejak semalam buka" kata Hangeng padaku. Ia pun segera mengambil nampan berisi banyak makanan diatasnya.
"Makanlah, aku tahu kamu lapar. Dan jangan lupa minum susunya, itu baik untuk calon anak kita" kata Hangeng ramah. Setelah memaruh nampan berisi makanan tadi diatas pahaku ia langsung melangkah ketengah ruangan dan munjatuhkan tubuhnya diatas sofa. Entah apa yang sedang ia lakukan saat ini, aku tak peduli. Yang jelas perutku memang sudah lapar jadi ku putuskan untuk melahap makanan pemberian Hangeng tadi.
^_^ TBC Again…. ^_^
Setelah sekian lama ga update ff ini skrg q update lg ff ini. yang baca wajib comment nde. Please comment.a yah…
