Title: Seme Island YunJae Ver.
Author: Bluedevil9293.
Part: 19 / ?
Rated: M-.
Cast:
Jung Yunho, 24 tahun.
Kim Jaejoong, 23 tahun.
Other Cast:
Seme….
Hangeng, 23 tahun.
Choi Siwon, 22 tahun.
Zhoumi, 21 tahun.
Lee Jinki, 20 tahun.
Uke…..
Kim Heechul, 22 tahun.
Kim Kibum, 21 tahun.
Kim Key Bum, 20 tahun.
Henry Lau, 19 tahun.
Genre: Romance, Drama, NC17, Lemon, Lime, Rape, M-Preg.
Warning: Yaoi, Shonen-ai, Boys Love, BoyXBoy, Typo, Gaje, Don't Like Don't Read.
Summary: Seme Island, pulau yang berisi namja-namja tampan itu akan musnah bila ke lima namja penguasanya tak secepatnya memiliki keturunan. Dan yang akan melahirkan keturunan mereka pun sudah di tentukan. Bisakah mereka mendapatkan keturunan tepat waktu?
Disclaimer: Seme Island Original By Dean Choi.
^_^ Seme Island, YunJae ^_^
Author Pov…
Awan hitam tampak menyelimuti langit malam, menyembunyikan sang bulan dari peraduan. Desir-desir angis terdengar beriringan dengan raungan srigala di dalam hutan menambah kesan mencekamnya Seme Island di malah hari tanpa bulan ini. Di salah satu ruangan yang bisa di katakan terlalu luas tadi terlihat sesosok manusia dan sesosok penguasa pulau tadi yang entah itu manusia atau pun setengah siluman. Kesan di dalam ruangan tadi tak jauh berbeda dengan kesan mencekam di luar sana. Ruangan besar tadi tampak gelap gulita tak ada cahaya yang masuk karena bulan pun sedang bersembunyi tak berani menampakan dirinya.
"Ugh…" Suara lenguhan pelan terdengan bersama dengan suara deritan tempat tidur yang terus bergoyang akibat aktifitas dua sosok diatasnya yang mungkin sudah berlangsung cukup lama. Sosok namja berwajah cantik yang berada di bawah tubuh namja yang terkesan gagah it uterus bergerak dengan resah seriring dengan sentakan-sentakan tubuh namja di atasnya. Bibir kecil berwarna merah mengoda dan terkesan penuh itu terus mengelurakan erangan tanpa henti sepanjang malam ini membuat namja tampan tadi tersenyum senang dan semakin mengilai apa yang sedang ia lakukan pada namja cantik yang berstatus isterinya itu.
"Ugh… Ber… Berhenti… Ah! Ah! Ugh!" erang namja cantik tadi yang sebut saja namanya Jaejoong, Kim Jaejoong ah… aniya… Jung Jaejoong itu terdengar lebih baik, seraya meremas apa saja yang bisa tangannya gapai sebagai pelampiasan dari berjuta rasa yang namja bertubuh gagah di atasnya lakukan pada tubuh tak berdayanya tadi. Jung Yunho, namja yang kini tengah menindih dan menikmati setiap inchi tubuh Jaejoong tampak menghentakkan tubuh bagian selatannya ke depan dengan hentakan yang tak bisa di bilang pelan membuat tubuh Jaejoong mengelinjang tak karuan.
"Aku tahu kau menyukai ini Boo… Ah… jadi nikmati saja ahh…" ucap Yunho pada Jaejoong yang tengah meringis antara sakit dan nikmat yang berbaur menjadi satu. Entah sudah sejak kapan Yunho menyetubuhinya, yang jelas kini Jaejoong bisa merasakan tubuhnya lemas dan perutnya terasa penuh dengan benih-benih yang Yunho titipkan di dalam tubuhnya itu.
"Aku lelah… aaahhh… ku… kumohon… berhenti… aaahh… biarkan aaahh… aa… aakkuuu… tidur…. Aaahhh…" Erang Jaejoong, kedua matanya yang terlihat sembab sudah tak mampu lagi meneteskan air walau hanya setetes saja. Air matanya sudah habis sejak Yunho mulai menyetubuhinya sore tadi.
"Berhentilah merengek Boo… kau menikmati ini aahh… jadi diam dan resapi saja apa yang ku lakukan padamu." Jawab Yunho yang malah mempercepat gerakan keluar masuknya ke dalam lubang sempit Jaejoong yang sudah basah dengan sperma miliknya.
"Ku mohon…" Isak Jaejoong tanpa meneteskan air mata. Tubuhnya terasa sakit dan lemas, rasanya kematian semakin dekat saja menghampirinya tapi ia tahu ia tak akan mati semudah itu selama Yunho masih menginginkannya apa lagi saat ini di dalam tubuhnya sudah ada janin milik Yunho yang usianya baru empat bulan. Jaejoong heran sebenarnya, hampir setiap malam Yunho mengarap tubuhnya dengan liar tapi selama itu pula janinnya selalu dalam ke adaan baik-baik saja. Walau Yunho menyetubuhinya dengan kasar Jaejoong tak pernah mengalami pendarahan sedikit pun. Tapi setelah malam panjang yang Yunho lakukan padanya tubuh Jaejoong menang terasa melemah.
"Yun… Yunhoo… Kumohon…" pinta Jaejoong lagi dengan mata terpejam, isakan pelan masih terdengar dari bibir kecilnya. Yunho menatap wajah Jaejoong yang sedang meringis kecil, ada sedikit rasa iba di hatinya tapi candu tubuh Jaejoong memang susuh untuk di tinggalkan begitu saja. Yunho mengecupi kedua mata Jaejoong bergantian dalam waktu yang cukup lama.
"Ne baiklah, ini yang terakhir tapi buka matamu dan tatap aku." Ucap Yunho pelan sambil membelai wajah Jaejoong. Jaejoong tampak menurut, ia membuka kedua matanya dan menatap wajah Yunho berharap penderitaannya malam ini cepat berakhir. "Pintar, aku suka kalau kau menurutiku seperti ini bukan seperti tadi sore. Aku membencimu kalau kau selalu melawan kata-kataku. Jangan ulangi lagi kejadian tadi sore atau aku akan menghukummu lebih dari ini, mengerti?" Tanya Yunho dengan nada penuh penekanan. Jaejoong menganggukan kepalanya pelan. "Bagus, kau memang istri dan calon umma dari anakku yang paling manis." Ucap Yunho sambil membelai rambut Jaejoong lalu mengalungkan kedua tangan Jaejoong di lehernya. Setelah itu, Yunho kembali, mengerakkan pinggulnya maju mundur membuat miliknya kembali bergerak keluar masuk di dalam tubuh Jaejoong. Jaejoong sendiri kembali mengerang pelan sambil meremas rambut Yunho dengan kedua tangannya saat milik Yunho mengenai titik terindah di dalam tubuhnya. Yunho memang paling mengerti dimana letak-letak titik-titik terindah milik Jaejoong berada.
Ruangan yang di dominasi oleh kegelapan tadi menjadi saksi bisu perbuatan Yunho dan Jaejoong entah sudah untuk yang ke berapa kalinya. Sudah berkali-kali Yunho melakukan hal tadi pada Jaejoong sejak ia pertama kali menandai Jaejoong empat bulan yang lalu. Bahkan aktifitas malam mereka itu tak pernah terlupakan walau pun Jaejoong sedang mengandung sekali pun. Yunho memiliki kekuatan lebih untuk menjaga keadaan calon bayinya agar tetap aman di dalam rahim Jaejoong saat mereka melakukannya walau pun sekasar apa pun itu.
Erangan-erangan yang keluar dari bibir Jaejoong yang sudah membengkak akibat di hisap Yunho tadi membuat sang pria tampan semakin bersemangat mengerakan tubuhnya mengenai titik terindah Jaejoong hingga sebuah erangan panjang keluar dari bibir keduanya menutup pergumulan liar keduanya untuk malam ini. Jaejoong yang terlalu lelah tampak langsung jatuh tertidur di dalam pelukan Yunho. Yunho mengecupi wajah Jaejoong berkali-kali sebelumnya ia akhirnya tertidur dalam posisi mendekap tubuh sang istri dengan erat seolah-olah ia takut kehilangan istri yang tengah mengandung anaknya itu.
*** Seme Island ***
Author Pov…
Flashback…
Suasana sore hari di dalam ruangan tempat di mana Jaejoong selama empat bulan ini dikurung tampak sedikit mencekam. Namja cantik bermarga Kim tadi tampak duduk di atas sofa berwarna coklat dengan corak naga, tak jauh dari tempatnya berada atau lebih tepatnya di seberang tempat ia duduk kini tengan duduk dengan santai seorang namja tampan yang Jaejoong ketahui bernama Jung Yunho. Namja yang sudah menculik, memperkosa, mengurung dan sekarang menghamilinya seperti seorang yeoja membuat kekasalan Jaejoong tak bisa di bending lagi. Satu rasa yang paling unggul Jaejoong rasakan pada sosok namja di depannya itu hanya rasa benci saja.
Jaejoong tampak menekuk wajahnya seperti biasa, sudah tiga hari ini ia malas meladeni apa pun yang Yunho lakukan padanya. Sekedar untuk menjawab pertanyaan Yunho saja Jaejoong tampak malas dan lebih memilih diam membuat Yunho tak kalah kesal dengan sang istri yang tiba-tiba berprilaku aneh di matanya itu. Yunho tampak menatap Jaejoong tajam sedangkan Jaejoong sendiri menundukan wajahnya tak berani menatap Yunho seraya meremas kedua tangannya.
"Makan!" seru Yunho dingin sambil meletakkan sebuah piring berisi berbagai jenis buah siap makan di atas meja di depan Jaejoong. Namja cantik tadi melirik sesaat potongan-potongan buah tadi lalu mengelengkan kelapanya pelan dan menundukan wajahnya lagi. Yunho yang melihat tingkah aneh Jaejoong tampak mulai geram tapi sebisa mungkin bersabar. "Sebenarnya kau kenapa Boo?" Tanya Yunho yang mulai tampak kesal. Jaejoong tak menjawab, namja cantik tadi Cuma mengelengkan kepalanya pelan.
"Kamu kenapa sih Boo? Sikapmu jadi aneh tiga hari ini, tak mungkin bukan itu pengaruh bayi kita?" Tanya Yunho lagi seraya menatap kearah Jaejoong tajam. Jaejoong lagi-lagi tampak engan menjawab pertanyaan Yunho, ia Cuma mengelengkan kepalanya pelan membuat batas kesabaran Yunho habis. "Jawab aku Jae, jangan hanya mengelengkan kepalamu saja. Kau masih bisa bicara bukan." Ucap Yunho seraya menahan emosinya yang mulai memuncak melihat tingkah mengesalkan Jaejoong.
"Aku tak apa-apa." Jawab jaejoong pelan masih engan menatap kearah Yunho yang sudah berdiri dari duduknya membuat Jaejoong sedikit takut. Setiap Yunho mendekatinya pasti rasa tacit dan benci yang ia rasakan jadi begitu besar.
"Tatap wajahku kalau kau sedang berbicara denganku Jae." Ucap Yunho setingkat lebih kencang dari suara sebelumnya. Refleks Jaejoong langsung mendongakan wajahnya menatap kearah Yunho yang sedang menatapnya tajam penuh amarah. Jaejoong menelan salivanya seraya berdoa dalam hati semoga saja Yunho tak akan melukainya kali ini. "Kau membenciku, membenci bayi kita, ingin kabur dari sini. Begitu bukan yang terus kau pikirkan sejak kemarin?" ucap Yunho sehabis ia membaca pikiran Jaejoong. Yunho memang sudah tahu apa yang Jaejoong pikirkan selama ini dan itu membuatnya sedikit geram.
"Jangan membaca pikiranku." Jawab Jaejoong dengan nada tak sukanya.
"Jangan salahkan aku membaca pikiranmu kalau kau sendiri terus diam dan mengindariku. Kau membenciku huh?" Tanya Yunho dengan nada suara tingginya membuat Jaejoong sempat terlonjak kaget dan membalas tatapan tak suka Yunho dengan tatapan yang sama.
"Kau sudah tahu kenapa kau bertanya lagi?" jawab Jaejoong dengan nada suara yang tinggi sama seperti Yunho. Yunho menatap Jaejoong semakin kesal, berani-beraninya namja cantik tadi mengunakan nada tinggi padanya. Yunho paling tak suka ada orang yang bicara padanya dengan nada tinggi seperti itu, dia appanya, tidak ummanya, tidak dongsaeng-dongsaengnya dan tidak pula dengan Jaejoong.
"Kau! Kau berani membentakku?" geram Yunho mencoba menahan amarahnya yang hampir meluap, di tatapnya Jaejoong tajam. Perlahan Yunho berjalan mendekati Jaejoong yang langsung beranjak berdiri dari duduknya dan mencoba menjauhi Yunho yang berjalan mendekatinya.
"Aku membencimu dan juga anakmu yang ada di dalam tubuhku ini." Ucap Jaejoong tanpa rasa takut di nada suaranya padahal di dalam dirinya ini tengah berteriak ketakutan dan merutuki bibir nakalnya yang telah seenak hati mengucapkan kata-kata tadi dengan nada tinggi pada Yunho yang tampak semakin geram pada Jaejoong.
"Kenapa, kenapa kau membenciku? KATAKAN JAE, KENAPA?" bentak Yunho membuat Jaejoong kembali terlonjak kaget hingga membuat vas bunga yang tak sengaja tersengol oleh tangan Jaejoong jatuh kelantai dan hancur berkeping-keping.
"SIAPA PUN PASTI AKAN MEMBENCIMU KALAU KAU MEMPERLAKUKAN MEREKA SEPERTI KAU MEMPERLAKUKANKU. SIAPA PUN PASTI AKAN MEMBENCI ORANG YANG SUDAH MELECEHKANNYA. Aku ini namja tapi karena makhluk yang tak di ketahu asal usulnya sepertimu aku jadi seperti ini. Mana ada namja yang suka di perlakukan layaknya seorang yeoja, di perkosa lalu di hamili begitu saja. Sampai kapan pun aku tak akan pernah menyukaimu, aku membencimu sama halnya dengan benih yang kau titipkan di dalam tubuhku saat ini." ucap Jaejoong dengan nafas menderu. Jaejoong menatap tajam kilatan penuh amarah di mata Yunho. Yunho kini tampak benar-benat marah, ia tak terima Jaejoong yang menolak kehadiran bayinya dan juga dirinya itu.
"Kau! Kau membuatku marah Jae." ucap Yunho yang berjalan cepat mendekati Jaejoong lalu mencengkran kuat lengan kanan namja cantik tadi. Jaejoong tak tinggal diam, dia terus memberontakan dirinya mencoba lepas dari Yunho yang membuatnya takut setengah mati saat ini.
PLLAAAKKKK…
Suara tamparan keran memenuhi ruangan tempat dimana Yunho dan Jaejoong berada. Yunho yang tampak kesal melayangkan satu samparannya yang mendarat sempurna di pipi kanan Jaejoong membuat pipi putih tadi memerah dengan jejak jari tangan di sana. Kuatnya tamparan Yunho pun membuat tubuh Jaejoong terbanting ke atas ranjang. Jaejoong mengelus pipinya yang terasa panas seraya menatap keatah Yunho yang juga menatapnya tajam sambil berjalan mendekatinya, Yunho berjalan mendekati Jaejoong membuat namja cantik tadi bergerak dengan sendirinya menghindari Yunho tadi tanpa Jaejoong sadar sulur-sulur berwarna gelap perlahan merayap dengan perlahan dari kaki-kaki ranjang. Sulur-sulur tadi perlahan mulai mencengkram kedua tangan Jaejoong lalu kedua kakinya bahkan sulur-sulur tadi mulai mencabik-cabik pakaian Jaejoong yang tipis tadi dan memilit tubuh namja cantik tadi hingga ia tak bisa lagi kabur. Bahkan mengerakan tubuhnya saja Jaejoong tak bisa.
"Kau sudah membuatku marah Jae, jadi kau pun harus terima kemarahanku itu." Ucap Yunho sambil berjalan mendekati tubuh Jaejoong yang terikat di atas ranjang sambil membuka satu persatu kain yang menutupi tubuhnya. Jaejoong tampak ketakutan saat melihat Yunho yang mulai merayap diatas tubuhnya yang hampir polos tadi, Jaejoong mengelengkan kepalanya pelan meminta Yunho tak menyakitinya tapi tampaknya Yunho tak mau mendengarkannya lagi. Amarah menguasai Yunho hingga dengan kasar Yunho kembali mengauli Jaejoong sore itu.
End of flashback…
*** Seme Island ***
Author Pov…
"Bagaimana keadaannya?" Tanya Yunho pada Siwon sang adik yang baru saja memeriksa keadaan sang isteri yang tak kunjung membuka matanya sejak kemarin malam sehabis mereka bercinta hingga pagi tiba, kalau di hitung sudah hampir sehari Jaejoong tak kunjung bangun-bangun. Siwon tampak menghela nafasnya perlahan lalu berjalan menuju ke sofa yang ada di tengah ruangan dan mendudukan tubuhnya di sana, Yunho yang sejak tadi menatap lirik kearah sang isteri yang tampak pucat pun memutuskan menghampiri Siwon.
"Dia tak apa-apa hyung, tak ada yang parah." Ujar Siwon setelah Yunho duduk di sampingnya.
"Lalu kenapa ia tak kunjung bangun juga?" Tanya Yunho heran.
"Aku bilang dia tak apa-apa bukan berarti tak ada masalah dengan tubuhnya hyung. Secara keseluruhan Jaejoong hyung memang sehat-sehat saja karena ia di bawah pengaruh sihirmu tapi selebih dari itu tubuhnya terlalu lelah dan itu membuatnya lemah bahkan sampai mempengaruhi keadan bayi yang sedang di kandungnya." Ucap Siwon sebelum ia menghela nafasnya lagi dengan perlahan, Yunho yang duduk di sampingnya Cuma bisa diam mendengarkan penjelasan dari sang adik tentang keadaan namja cantik yang dicintainya itu. "Aku sedikit curiga hyung." Ucap Siwon lagi membuat Yunho mengernyitkan dahinya bingung.
"Curiga kenapa maksudmu?" Tanya Yunho terkesan tak sabaran.
"Ya, aku rasa rahimnya tak terbentuk dengan sempurna jadi dia cepat merasa kelelahan dan kandungannya pun jadi lemah." Jelas Siwon pada Yunho.
"Tapi bagaimana bisa?" Tanya Yunho lagi heran.
"Sepertinya dia tak terlalu banyak mengkonsumsi air dari mata air yang sudah kita campuri dengan mantra pembentuk rahim." Jelas Siwon.
"Begitu ternyata, pantas saja aku juga merasa ada yang sedikit ganjil dengan keadaan kandungannya itu. Lalu sekarang apa yang harus ku lakukan Wonnie? Apa hal itu membahayakan keadaan Jaejoong dan juga janinnya?" Tanya Yunho lagi seraya menatap miris kearah ranjang di mana kini Jaejoong tengan tertidur dengan tenang.
"Aniya, dia akan baik-baik saja. Walau pun kandungannya lemah tapi mantra pelindung yang hyung berikan pada tubuhnya benar-benar bisa menjaga kandungannya itu. Sekarang yang bisa hyung lakukan hanya jangan buat ia kelelahan karena itu sangat mempengaruhi keadaan janinnya yang mulai membesar. Jadi ku harap hyung bisa bertahan tidak melakukannya terlebih dahulu pada Jaejoong hyung setidaknya sampai usia kandungannya berumur tujuh bulan." Jelas Siwon sambil tersenyum, senyum yang sulit di artikan oleh Yunho, seraya menepuk bahu kiri Yunho pelan.
"Ma-maksudmu apa?" Tanya Yunho sambil menatap Siwon tajam, Siwon tertawa pelan melihat tingkan sang hyung yang menurutnya sedang gelagapan itu.
"Kau tahu maksudku hyung, jadi jangan berpura-pura lagi. Jaejoong hyung kelelahan itu akitat dari aktifitas malam kalian bukan, dan aku yakin hyung melakukannya dengan kasar kemarin malam." Ucap Siwon dengan sedikit mengoda hyungnya lagi dan berakhir dengan kepalanya yang mendapat pukulan telak dari Yunho. "Appo hyung." Protes Siwon sambil mengelus-elus kepalanya yang malang tapi masih memasang senyuman mengodanya pada Yunho.
"Diam kau." Ucap Yunho kesal, Siwon malah semakin tertawa kencang membuat kekesalan Yunho bertambah. Tapi memang harus ia akui apa yang Siwon katakan tadi benar semua, malam sebelumnya ia memang tengah menghukum Jaejoong dan tak memperdulikan namja cantik tadi yang menolak perlakukannya.
"Aku kembali ke ruanganku hyung, Bummie pasti sudah menungguku. Dan ingat hyung tak ada aktifitas malam sampai tiga bulan ke depan, arraso?" Ujar Siwon pada Yunho seraya beranjak dari duduknya. Yunho menganggukan kepalanya pelan sebelum akhirnya ia melihat Siwon beranjak meninggalkan ruangannya tadi. Setelahnya Yunho langsung beranjak mendekati ranjang di mana Jaejoong tertidur dan mendudukan tubuhnya di samping Jaejoong. Yunho membelai wajah pucat Jaejoong dengan punggung jari-jarinya dan membisikan kata-kata malah di telinga namja cantik tadi.
"Mianhae, aku melukaimu." Bisik Yunho di telinga Jaejoong sebelum akhirnya ia mengecupi wajah Jaejoong. Sesaat setelah Yunho mengecupi kedua mata Jaejoong, namja cantik tadi membuka matanya dengan perlahan dan pemandangan pertama kali yang ia lihat adalah wajah Yunho yang tersenyum manis itu begitu dekat dengan wajahnya. "Kau sudah bangun?" Tanya Yunho senang sambil membelai wajah Jaejoong lagi. jaejoong tampak sedikit ketakutan melihat kehadiran Yunho di dekatnya. "Aniya, jangan takut. Aku tak akan menyakitimu lagi, asal kau tak berbuat nakal seperti kemarin lagi. arraso?" Ucap Yunho seraya membelai wajah Jaejoong yang tadinya tampak pucat tapi kini mulai terlihat rona cerah di sana. Jaejoong pun menganggukan kepalanya pelan sebagai jawaban, tampak sekali ia masih takut dengan sosok namja tampan yang berstatus suaminya itu. Yunho tersenyum lembut pada Jaejoong, menarik tubuh sang isteri ke dalam dekapannya hingga kini tubuh lemah Jaejoong bersandar di dada Yunho dengan dada dan punggung mereka yang saling bersentuhan.
"Kau tahu, aku sangan mencintaimu sejak pertama kali aku mengetahui kehadiranmu di dekatku. Dan sekarang aku semakin mencintaimu sejak di dalam sini ada calon keturunanku." Ucap Yunho sambil membelai perut Jaejoong yang terlihat membuncit dengan kedua tangannya, Yunho pun mengecupi puncak kepala Jaejoong memncoba membuat tubuh namja cantik tadi sedikit lebih rileks tak setengan saat pertama kali ia mendekapnya beberapa saat yang lalu. Entah kenapa Jaejoong merasa nyaman saat Yunho membelai perutnya seperti sekarang dan mengecupi kepalanya. Ia senang mendapat perlakuan seperti itu dari Yunho karena rasanya hangat sekali tapi tatap saja ia masih takut dan benci pada namja yang mendekapnya dengan erat saat ini.
*** To Be Continue ***
Keterangan tambahan tentang ini FF:
Ketiga uke di buahi dalam waktu yang hampir bersamaan jadi usia kandungannya sama semua tapi di ceritakan dalam bulan yang berbeda-beda kemarin.
Uke-ukenya lagi hamil anak kembar semua.
Entah ada yang sadar atau tidak, Dean memang membuat alur cerita begini: Kibum & Key udh saling mencintai dg suami masing", Heechul & Jaejoong membenci suami masing" dan terakhir Henry dia bimbang antara suka dan benci ma suaminya. Alur cerita sengaja di buat begitu untuk adegan di chap selanjutnya.
Note:
Thanks yang udah comment di chap sebelum.a… n gomawo bgt buat para SR yg kmrn udh pada sadar n akhirnya menunjukan diri kalian. Q berterima kasih karena kalian akhirnya berani nunjukin diri kalian di kolom comment q. kalau kalian comment kan q jadi tahu keberadaan kalian.
Buat Echachichuchecho makasih banget ya comment".a… U emg readers tersetia q (Khusus Buat FFN, kl d fb terlalu banyak kl q sebutin satu" ga akan slsai" nanti). di setiap ff q pasti ada comment dri u jadi q hapal u n selalu nunggu comment dri u ky u yg selalu ngunggu q update ^_^ sekali lagi gomawo nde.
Buat seseorang entah d mna u. sumpah q sangat tersingung dg pertakaan u. wajar bagi seorang author meminta (memaksa) readers.a untuk meninggalkan jejak berupa comment entah itu satu atau dua kalimat saja sebagai timbal balik dari usaha sang author yg ngeluangin waktu.a buat ngetik n update ff yg dg senang hati kalian baca. U bilang q ga mikir bgi mna pusing.a readers yg harus review? Apa u juga ga mikir bagaimana susah.a q mikirin jalan cerita d ff.a biar menarik untuk kalian baca dan buat kalian gregetan pengen tahu lanjutan.a? jgn hanya mikir dari sudut pandang u aja dong, pikir juga dri sudut pandang q. q ga akan sesakit hati ini kl yg ngomong itu readers setia q kaya si Echachichuchecho, tapi ini yg ngomong begitu hanya seorang SR yg masih di bawah umur. Pikir dong, sakit hati ga sih kl u d posisi q. q berharap suatu saat nanti u bisa ngerasain apa yg q rasakan, jeri payah.a ga di hargain sma sekali. Kamu memang masih py hati nurani tp u ga punya pikiran tahu ga. Q di sini juga sebagai readers ga hanya author saja. Tp q fine" aja ma author lain yg minta ff.a untuk di review kr emg q mengeri posisi mereka. Kl q suka ff.a ya q baca n q bkl tinggalin jejak wlpn Cuma satu dua kalimat aja, setidak.a author it tahu keberadaan q. kl u mw belain para SR n bilang q ga punya hati krna maksa untuk ngereview, pikir juga dong perasaan q. jg mikir dri sudut pandang u aja. Terakhir PANTASKAH KAMU MENYEBUT DIRI KAMU ITU GOOD READERS KALAU FAKTANYA KAMU LEBIH MILIH JADI SR? apa begitu yg dinama kan good readers? Yg namanya good readers itu mengikuti ff dari awal cerita dan terus ngasih semangat ke authornya berupa comment walaupun Cuma satu / dua kalimat aja. Itu baru good readers. Pantaskah u di sebug good readers?
Please… Yang baca jangan lupa Comment.a ya ^_^ Gomawo.
Dean Choi…
Replay Review:
ajjulle kim: Iya awal.a cuma bosan aja jadi mw d endin d chap 18 tp krna banyak yg mta d terusi mka.a q terusin n akhir.a ini ff update.a bertahun". Wah... gimana pendapat teman chingu tahu ff ini update lagi?
jung hana cassie: syukur deh kl chap kmrn ga ad typo. tp ga tahu kl chap ini al.a q blm edit ulang lagi.
Anisaaa: baca chap sebelum.a tar tahu hangeng it makhluk apa yg jls msh 11/12 ma onew kan mrka saudara.
kyuminnie: kali ini ga lumutan kan nungguin ini ff?
Enno KimLee: balasan buat chingu seperti.a udh ad d atas sana.
Maaf ga bisa jawab sma review.a satu" tapi secara ga langsung semua pertanyaan d review sebelum.a udh terjawab dg baca chap 19 ini. Sekali lagi Dean mohon RnR.a ya... sejujurnya Dean kmrn pengen banget d chap 18 yg Review it nyampai angka 40 comment tp sayang.a ga kecapaian, yg comment cuma 37 orang aja, tp setidak.a Dean puas krna ada bbrp SR yg akhir.a menunjukan diri mereka. #deep bow...
Sekali lagi dean ucapin Gomawo buat semua yg udah RnR lengkap bahkan smpi nge-fav ini ff.
