Title: Seme Island
Author: Bluedevil9293 a.k.a Dean Choi a.k.a Ayumu Sakurazawa.
Part: 20 / ?
Rated: T.
Cast:
Seme….
Jung Yunho, 24 tahun.
Hangeng, 23 tahun.
Choi Siwon, 22 tahun.
Zhoumi, 21 tahun.
Lee Jinki, 20 tahun.
Uke…..
Kim Jaejoong, 23 tahun.
Kim Heechul, 22 tahun.
Kim Kibum, 21 tahun.
Kim Key Bum, 20 tahun.
Henry Lau, 19 tahun.
Genre: Romance, Drama, Mystery, Fantasy.
Warning: Yaoi, Shonen-ai, Boys Love, BoyXBoy, Typo, Gaje, M-preg Don't Like Don't Read.
Disclaimer: Seme Island Belong to Dean Choi & Dylan Choi.
Summary: Seme Island, pulau yang berisi namja-namja tampan itu akan musnah bila ke lima namja penguasanya tak secepatnya memiliki keturunan. Dan yang akan melahirkan keturunan mereka pun sudah di tentukan. Bisakah mereka mendapatkan keturunan tepat waktu?
Note: Dean mw ngucapin Gomawo buat Hibiki-Chan yg sudah memberikan sedikit ide.a hingga akhirnya dean bisa ngetik ini ff dari chal 19 keatas. Dean juga mw ngucapin gomawo buat semua readers yg udah baca, commeng n ngeflame dean.
^_^ Escape ^_^
Tujuh bulan lebih berlalu sejak pertama kalinya kelima namja cantik putra keluarga Kim mendaratkan kapal mereka di sebuah pulau bernama Seme Island, sebuah pulau yang telah merubah garis kehidurpan mereka berlima. Kelima namja cantik nan imut tadi tak lain dan tak bukan adalah Kim Jaejoong a.k.a Jung Jaejoong, Kim Heechul a.k.a Tan Heechul, Kim Kibum a.k.a Choi Kibum, Kim Key Bum a.k.a Lee Key Bum dan Henry Lau. Nama mereka berubah setelah menikah dengan para penguasa Seme Island kecuali Henry yang namanya masih tetap sama (Author ga tahu nama marga Zoumi oppa apa -_-).
Sudah selama tujuh bulan ini mereka berlima dinyatakan hilang tanpa jejak. Sebenarnya kelimanya tak hilang melainkan disembunyikan oleh kelima pangeran penguasa Seme Island. Dan sudah selama itu pula kelimanya dinyatakan hamil. Kelima namja cantik tadi memang tengah mengandung anak dari suami masing-masing dan usia kehamilan kelimanya sudah memasuki bulan ketujuh.
Kini disebuah ruangan yang cukup besar tengah duduk empat orang namja tampan yang tak lain adalah para penguasa Seme Island siapa lagi mereka kalau bukan Jung Yunho, Tan Hangeng, Choi Siwon dan Zhoumi. Jangan Tanya kemana hilangnya maknae mereka. Kalau mau tahu periksa saja di dalam kamar dongsaeng nakal tadi. Entah apa saja yang sedang ia lakukan dengan istri tercintanya di dalam sana.
"Kenapa kita Cuma berempat saja?" Tanya Yunho pada ketiga dongsaengnya. "Onew dimana, kalian sudah memberi tahunya kalau kita akan berkumpul saat ini kan?" Tanya Yunho lagi sambil menatap dongsaengnya satu persatu.
"Kita sudah kasih tahu ke dia kok Hyung, jadi tenang saja dia pasti datang kok. Yah, walau pun akan sedikit lambat sih." jawab Siwon santai sambil menyerup segelas wine merah di gengaman tangannya.
"Memangnya apa sih yang sedang dia lakukan sampai-sampai telat begini?" Tanya Yunho lagi seraya menatap kearah Siwon yang memandangnya dengan tatapan Kau-benar-benar-tak-tahu-hyung?.
"Masak hyung nggak tahu sih." kata Zhoumi sambil melirik ke arah Hangeng dan Siwon, setelah itu ketiganya pun langsung tertawa terbahak-bahak.
"Ck, chiken holic satu itu." desah Yunho saat tahu apa yang tadi sedang dimaksudkan oleh ketiga dongsaengnya tadi.
Ceklek…
Saat Hangeng, Siwon dan Zhoumi masih asik tertawa dan Yunho yang sedikit mengomel-omel pintu ruangan pun terbuka dari luar dan masuklah seorang namja sambil menyungingkan sebuah senyuman yang sangat tak jelas apa maknanya. Siapa lagi namja tadi kalau bukan si maknae Lee Jinki a.k.a Onew. Namja yang sejak tadi diomongkan oleh keempat namja yang sebelumnya sudah ada di dalam ruangan itu.
"Litah siapa yang datang kini." Goda Hangeng pada sang adik yang menatapnya dengan tatapan penuh tanda Tanya. Siwon dan Zhoumi yang tadinya sudah berhenti tertawa pun kembali terkekeh keras bersama Hangeng membuat Onew semakin heran.
"Kalian menungguku? Maaf sedikit telat tadi Key tak mau lepas dariku." Ucap Onew mencoba menjelaskan alasan kenapa tadi ia sampai bisa datang terlambat. Onew mendudukan tubuhnya di samping Yunho tapi baru beberapa detik ia duduk sebuah pukulan sayang langsung ia terima, siapa lagi yang memberikan pukulan tadi kalau sang hyung tertuanya yang tak lain adalah Yunho. "Hyung sakit." Protes Onew pada Yunho sambil mengelus kepalanya yang tadi di pukul, Yunho menatap Onew tajam membuat namja pencinta ayam yang sekarang ini sosoknya masih berupa manusia setengah siluman rubah tadi langsung terdiam sambil menelan salivanya sendiri dengan susah payah.
"Sudah ku katakan bukan kalau siang ini kita akan berkumpul disini, kenapa masih telat saja. Jangan terlalu memanjakan isterimu itu. Kehamilannya sudah memasuki bulan ketujuh jadi jangan memanjakannya lagi." Ceramah Yunho pada Onew yang Cuma bisa mencibir pelan membuat Yunho semakin menatapnya tajam.
"Seperti hyung tak memanjakan Jaejoong hyung saja." Guman Onew pelan tapi masih bisa di dengan oleh Yunho.
"Kau bilang apa tadi?" Tanya Yunho yang mulai geram pada sang adik, hampir saja ia melayangkan sebuah pukulan lagi pada Onew kalau saja namja pencinta ayam tadi tak langsung melangkahkan kakinya beranjak dari samping Yunho dan pindah ke samping Zhoumi yang berakhir dengan Zhoumi yang langsung mendorongnya kearah Yunho.
"Sudahlah hyung, masih ada yang lebih penting untuk kita bicarakan dari pada kau menghajar Onew. Kalau kau mau mencincangnya nanti saja masih bisa, kalau perlu nanti biar ku bantu." Ucap Siwon melerai suasana yang sedikit gaduh tadi, Yunho yang sedang memukul sayang Onew pun langsung menghentikan aksinya. Yunho mengendus kesal pada sang adik lalu segera duduk ke sofanya lagi begitu pula dengan Onew yang kembali duduk manis di samping Yunho sambil sesekali melemparkan tatapan kesal pada Zhoumi.
"Kau benar Wonnie, saat ini masih ada yang lebih penting dari pada menghajar Onew," Ucap Yunho membuat Onew memanyunkan bibirnya kesal. "Sebaiknya kita bicarakan masalah ini sekarang. Kalian tahu bukan kalau masa kehamilan isteri-isteri kita sudah memasuki bulan ke tujuh, itu berarti dua bulan lagi mereka akan segera melahirkan anak-anak kita yang nantinya akan menjadi penerus bagi kerajaan ini. Dan aku pun yakin pasti kalian juga tahu semakin memasuki masa kehamilan delapan dan Sembilan bulan akan ada sedikit perubahan yang terjadi pada mereka." Jelas Yunho pada keempat dongsaengnya yang menganggukan kepala mereka paham. Ruangan yang tadinya sedikit riuh itu mulai berubah menjadi ruangan yang mencekam karena aura kelima pangeran tadi.
"Ne hyung aku tahu hal itu, bukankah umma sudah mengatakannya pada kita beberapa saat yang lalu." Ucap Zhoumi sambil mengingat kembali pertemuan kelima pangeran tadi dengan keempat umma mereka beberapa saat yang lalu.
"Aku juga tahu hal itu, tapi aku masih belum tahu keanehan apa yang akan terjadi pada mereka nanti." Ucap Onew yang langsung di angguki oleh Hangeng dan Zhoumi.
"Ya kalian benar, umma tak mengatakan keanehan dan perubahan apa yang akan mereka alami nantinya. Karena itulah kita di sini berkumpul untuk merundingkan hal itu. kita harus mencari tahu sendiri keanehan dan perubahan apa yang akan mereka alami nantinya, tak hanya itu kita juga harus mengetahui bagaimana cara mengatasi istri-istri kita nantinya kalau mereka benar-benar terlihat mulai berubah dan menjadi aneh." Jelas Yunho pada keempat dongsaengnya tadi yang menganggukan kepala mereka sambil berpikir keras.
"Apa tidak lebih baik kalau kita tanyakan pada umma keanehan dan perubahan bagaimana yang mereka maksud akan terjadi pada istri-istri kita?" Saran Siwon sambil menatap Yunho dan ketiga saudaranya yang lain.
"Aniya, aku sudah pernah bertanya pada umma tapi tak satu pun dari mereka yang mau menjawab. Yang ada mereka malah berlalu begitu saja meninggalkanku tanpa sepatah kata pun." Jawab Yunho sambil menyandarkan tubuhnya di sandaran sofa seraya memikirkan keanehan apa yang mulai terjadi pada istrinya Jaejoong dalam beberapa hari terakhir ini.
"Kau kenapa Hangeng hyung, sejak tadi diam saja." Tanya Onew pada Hangeng yang memang tampak diam berpikir. Siwon, Yunho dan Zhoumi yang tadinya masih memikirkan keanehan apa yang terjadi pada istri mereka pun kompak menatap kearah Hangeng heran.
"Mereka kabur." Ucap Hangeng yang langsung beranjak dari duduknya membuat keempat saudaranya yang lain tampak heran dengan sikap tiba-tiba Hangeng tadi.
"Mereka? Mereka siapa?" Tanya Onew sambil mengernyitkan dahinya seraya menatap kearah hyungnya satu persatu. Yunho, Siwon dan Zhoumi yang sedikit mengerti apa yang di maksud oleh Hangeng pun mulai memeriksa keadaan dari jarak jauh. Kelima namja tadi langsung mengunakan telepati untuk melihat keadaan istri masing-masing, jauh di ruangan lain mereka tampak bisa melihat kelima namja cantik tadi ingin kabur keluar dari istana besar mereka membuat kelimanya mulai geram.
"Shit, aku akan melakukan sesuatu pada istrimu itu hyung kalau dia berani membawa Bummieku kabur." Ucap Siwon pada Yunho geram sebelum ia akhirnya pergi meninggalkan ruangan tadi dengan perasaan kesal. Ia bisa melihat jauh di ruangan lain sana Jaejoong tengah memaksa Kibum untuk kabur darinya.
"Kau membuatku marah lagi Boojae." Ucap Yunho geram sebelum akhirnya ia menyusul Siwon yang sudah terlebih dahulu meninggalkan ruangan tadi untuk mengejar istri mereka.
"Istrimu terlalu kasar pada istriku hyung." Ucap Onew pada Hangeng yang balik menatapnya, Onew pun segera beranjak mengikuti kedua hyungnya yang sudah melesat pergi deluan. Dengan telepatinya Onew pun bisa melihat sang istri Key yang sedang di seret paksa oleh Heechul untuk meninggalkan istana tempat mereka tinggal tadi.
"Apa kau masih belum bisa menerimaku Chullie?" Tanya Hangeng lirih dalam hati sebelum akhirnya ia pun beranjak mengejar Heechul sebelum Onew menyakiti istri tercintanya tadi. Ia tahu Onew sedang kesal pada Heechul yang menarik Key pergi dengan kasar jadi bisa saja manusia setengah siluman rubah tadi berbuat kasar pada Heechul istrinya yang tengah mengandung buah hati pertama mereka itu.
"Kenapa kau ikut-ikutan juga sih Baby Mochi, membuatku susah saja." Kesal Zhoumi sambil meremas rambutnya dan mengacak-acar rambut hitamnya sebelum akhirnya ia ikut beranjak dari ruangan tadi menyusul di mana kini istrinya berada bersama dengan keempat hyungnya yang membuat masalah jadi tambah runyam saja.
Kelima tamja penguasa Seme Island tadi tampak berjalan mengejar kelima namja cantik yang mencoba untuk kabur dari istana mereka. Kelimanya berjalan dengan langkah cepat dan terkadang menghilang lalu timbul kembali di sepanjang koridor istana. Kelima namja tadi tampak memasang wajah kesal mereka membuat aura yang keluar dari tubuh mereka tampak mencekam. Langit siang hari yang tadinya masih berwarna cerah tiba-tiba saja langsung menjadi pekat, awah hitam berkumpun di atas istana besar yang letaknya di tengah-tengah pulau itu, rintik-rintik hujan mulai turun di luar sana di barengi oleh petir dan kilat yang terus menyambar membuat suasana semakin mencekam. Suasana alam yang tak wajar di luar sana seolah-oleh melukiskan suasana hati kelima namja penguasa Seme Island yang di selubungi aura pekat itu.
*** Seme Island ***
Author Pov…
Suasana di dalam ruangan yang berisi lima namja berwajah cantik dan imut itu terlihat begitu sepi, tak ada satu pun dari kelima namja tadi yang berniat mengucapkan sepatah kata pada yang lain untuk membuka percakapan dan menghilangkan kesan canggung di antara kelimanya. Lima namja cantik tadi tak lain adalah Jaejoong, Heechul, Kibum, Key dan juga si imut Henry. Jaejoong dan Heechul yang duduk bersebelahan tampak sedang menatap tajam kedua adiknya Kibum dan Key yang tampak duduk berdampingan sambil tersenyum bersama dan mengelus perut besar mereka dengan penuh kasih sayang. Di tengah-tengah dua kubu berbeda pendapat tadi duduk Henry yang sedang memanyunkan bibirnya seraya menatap kearah keempat hyungnya secara bersamaan, ia bisa melihat Jaejoong dan Heechul yang menatap Kibum dan Key dengan pandangan tajam yang membuat tubuhnya merinding ngeri.
Brraakkk…
Heechul yang tampak sudah benar-benar geram mengebrak meja di depannya membuat Kibum, Key dan Henry terlonjak kaget dan langsung mengelus dada mereka. Kibum dan Key yang sejak tadi terus di pandangi Jaejoong dan Heechul tanpa sadar pun akhirnya menatap kearah kedua hyung tertua mereka itu dengan tatapan heran. Kibum dan Key saling bertukar pandang sesaat sebelum akhirnya mereka berdua kembali menatap kearah Heechul yang sudah berdiri dari posisi duduknya tadi dengan di ikuti oleh Jaejoong.
"Kita harus kabur dari sini." Ucap Heechul tiba-tiba yang langsung di angguki oleh Jaejoong tapi tampak sekali Kibum dan Key tak menyukai perkataan Heechul tadi, Henry masih tetap diam seraya menatap kearah keempat hyung cantiknya tadi.
"Kau benar Chulie, kita harus kabur dari sini mumpung kita sedikit bebas dan mereka tak ada di sekitar kita. Kalau kita tak mengunakan kesempatan ini bisa saja nanti mereka kembali memisahkan kita dan mengurung kita di dalam kamar lagi. aku benar-benar tak menyukai namja itu, dia sudah berbuat yang tidak sepantasnya kepada kita berlima. Kita itu namja yang seharusnya menjadi pemimpin keluarga tapi karena ulah mereka kita jadi tak jauh berbeda dengan yeoja." Ucap Jaejoong yang terlihat benar-benar tak suka dengan jalan hidupnya kini berbeda sekali dengan Kibum dan Key.
"Hyung benar, kita harus pergi sekarang juga mumpung ada kesempatan. Ayo!" ajak Heechul penuh semangat kepada keempat saudaranya yang lain.
"Aniyo, aku tak mau pergi." Ucap Kibum tiba-tiba membuat Heechul dan Jaejoong menatapnya heran.
"Apa maksudmu Bummie?" Tanya Jaejoong tak percaya kalau adiknya itu tak mau ikut pergi bersama ia dan Heechul.
"Aku, aku masih mau di sini hyung." Jawab Kibum pelan tapi masih bisa di dengan oleh yang lain.
"Waeyo? Apa kau di ancam oleh namja itu?" Tanya Heechul pada Kibum yang langsung mengelengkan kepalanya pelan. "Kau tak usah takut pada mereka Bummie, kita akan pergi dari sini dan mereka tak akan bisa menemukan kita lagi dengan begitu kita akan terlepas dari mereka selamanya." Ucap Heechul lagi mencoba meyakinkan Kibum.
"Aniya hyung bukan begitu." Jawab Kibum sambil mengigit bibir bawahnya ragu dan sedikit takut kalau nantinya kedua hyung tertuanya itu akan marah padanya karena ia ketahuan mencintai Siwon yang tak lain adalah suami dan juga appa dari bayi yang kini tengah ia kandung dan juga merupakan salah satu dari lima namja yang Jaejoong dan Heechul benci.
"Kalau bukan itu lalu apa lagi yang kau takutkan?" Tanya Jaejoong menatap Kibum dalam.
"Aku, aku… Aku menyukai Wonnie jadi aku tak mau pergi dari sini. Aku masih mau di sini bersama dengan dia merawat anak kami yang segera lahir ini hyung." Ucap Kibum seraya mengusap perutnya penuh kasih sayang. Awalnya ia ragu mengatakan semua itu tadi tapi akhirnya ia bisa juga mengatakan hal tadi di depan keempat saudaranya itu. Heechul, Jaejoong dan Henry yang mendengar penuturan dari Kibum tadi kini tampak menatap namja cantik tadi dengan tatapan tajam tak percaya.
"Kau… bagaimana bisa kau menyukai salah satu dari mereka Bummie, kau gila," Ucap Jaejoong kesal, "Apa kau tak ingat apa saja yang sudah mereka lakukan pada kita. Mereka itu bukan manusia Bummie, tak sepantasnya kau menyukai salah satu dari mereka. Mereka sudah membuat hidup kita menderita." Ucap Jaejoong lagi emosi pada Kibum. Ia benar-benar tak percaya kalau Kibum bisa menyukai salah satu dari namja aneh tadi.
"Jaejoong hyung benar Bummie, sebaiknya kita pergi dari sini. Kita tak seharusnya berada di tempat ini, di sini terlalu berbahaya untuk kita." Sambung Heechul yang mencoba untuk meyakinkan Kibum juga.
"Wonnie akan menjagaku dari bahaya apa pun itu." bela Kibum membuat Heechul dan Jaejoong menatapnya kesal.
"MEREKA YANG MEMBAHAYAKAN KITA, APA KAU TAK SADAR ITU?" Tanya Heechul kesal sambil bercekak pinggang di depan Kibum dan menatap sang adik intens.
"Mereka tak melakukan hal yang membahayakan padaku hyung, buktinya saja aku masih bisa hidup sampai detik ini. Wonnie bahkan menjaga dan mengurusku dengan baik di sini, dia menyayangiku dan juga bayi kami. Aku senang mengenalnya, aku senang menjadi istrinya dan aku senang mengandung anaknya hyung." Bela Kibum tak mau kalah.
"Apa kau tak salah berkata Bummie? Hamil dan di perlakukan seperti yeoja itu merupakan bencana untuk kita yang notabenenya seorang namja ini." Jelas Jaejoong kesal.
"Aniya, tidak seperti itu menurutku," Ucap Kibum lagi mencoba membela apa yang menurutnya benar, "Aku senang mengandung anak Wonnie." Ucap Kibum lagi dengan nada pelan membuat Heechul dan Jaejoong tampak frustasi dengan sang adik yang masih kekeh dengan pendirinannya yang menurut mereka salah itu.
"Aku… aku juga berpikir hal yang sama dengan Kibum hyung." Ucap Key tiba-tiba membuat Heechul, Jaejoong dan Henry serentak menatapnya tajam. Jaejoong dan Heechul tampak kehilangan kata-kata saat mengetahui kalau dua adiknya ternyata membela namja-namja brengsek yang sudah membuat hidup mereka kacau dan tak berjalan dengan semestinya itu.
"Kau! Kau juga mau ikut-ikutan dengan mereka membela namja-namja brengsek itu?" Tanya Heechul pada Henry kesal dengan nada sedikit membentak membuat namja imut tadi terlonjak kaget dan Nampak sedikit takut. Henry dengan cepat mengelengkan kepalanya saat ia melihat Heechul dan Jaejoong tengah menatapnya tajam.
"Onewku bukan namja berengsek begitu pula dengan keempat hyungnya itu. mereka namja-namja yang baik kalau saja hyung berdua mau sedikit saja membuka hati untuk mereka dan lebih mengenal mereka lagi." Ucap Key yang tak suka hyungnya tadi menjelek-jelakkan suaminya.
"Bagus, kau sama saja dengan Bummie. Mulai mencoba membela namja-namja berengsek itu." ucap Heechul sinis pada Key.
"MEREKA BUKAN NAMJA BRENGSEK HYUNG! Berhentilah mengatai mereka seperti itu." Marah Key sambil beranjak berdiri dari posisi duduknya dan menatap tajam Heechul dengan tatapan tak suka.
"Itu kenyataannya Key, mereka itu brengsek." Ucap Heechul tak mau kalah membuat amarah Key memuncak.
"BERHENTI MENGATAI MEREKA HYUNG!" bentak Key di depan wajah Heechul.
"BERHENTI!" teriak Jaejoong melerai pertengkaran Heechul dan Key yang sudah lama tak terjadi itu, sekitar tujuh bulan mungkin, "Aku tak mau tahu kalian suka tau tidak dengan mereka. Kita tetap saudara, kita keluarga. Kita datang kemari bersama maka kita pergi dari sini pun harus bersama. Suka atau pun tidak kau dan Bummie harus tetap ikut kami keluar dari tempat terkutuk ini, Key. Ayo Bummie kita pergi dari sini." Ucap Jaejoong yang langsung menarik tangan Kibum pergi, tampak sekali Kibum memberontak, ia tetap ingin di sini setia pada Siwon dan menjadi istri serta umma yang baik pagi namja tadi dan juga janin yang ada di dalam tubuhnya.
"Aniyo hyung aku tak mau." Ucap Kibum sambil mencoba melepas cengkraman tangan Jaejoong ditangannya.
"DIAM DAN IKUTI SAJA KATAKU BUMMIE!" bentak Jaejoong pada Kibum yang tentu saja tak akan mau menurut begitu saja, ia terus memberontak saat Jaejoong menyeretnya keluar dari dalam ruangan.
"Kau juga ikut aku." Ucap Heechul yang menarik Key paksa.
"Hyung sakit jangan begini, aku tetap mau disini jadi biarkan aku memilih." Ucap Key yang mencoba melepas tangan Heechul yang mencengkram tubuhnya dengan kuat.
"Kau tak punya pilihan Key, pilihanmu Cuma satu. Ikut kami pergi dari sini," ucap Heechul datar sambil menarik paksa Key yang terus memberontak dengan susah payah menyusul kemana Jaejoong pergi. "Kau mau tetap disini atau ikut kami Henry?" bentak Heechul pada Henry yang tampak masih terdiam dalam keraguannya.
"A-aniyo hyung, aku ikut dengan kalian." Ucap Henry pelan sebelum akhirnya ia beranjak mengikuti keempat hyungnya tadi yang sudah beranjak pergi terlebih dahulu dengan pikiran yang sedikit kacau. Kelima namja cantik tadi tampak berjalan mengelilingi istana megah yang tampak sepi tadi mencoba mencari jalan keluar dari tempat yang menurut Heechul dan Jaejoong merupakan tempat yang terkutuk itu.
*** To Be Countinue ***
Chap 20 update…!
Gomawo yg udah paca comment d chap sebelumnya, comment lagi ya di chap yang ini.
Dean berharap semua ff dean d FFn ga ikut terhapus seperti ff dari author lainnya, tapi seandainya benar" terhapus dean ga akan marah. Semua yang mau tahu dean bisa add fb (Jing Wei Xue –PP.a Snow- & Dean Choi –PP.a SiBum-) n like page dean (Yaoi Fanfiction). Gomawo…
