Setelah melihat kelima ratu mereka melarikan diri, kelima pangeran tampan ini pun segera menyusul. Tampak Siwon yang berjalan paling di depan karena dia yang pertama kali mengejar sang istri yang kabur bersama keempat saudaranya. Siwon menyurusi lorong-lorong panjang di dalam istananya mencari keberadaan sang istri, tak jarang tubuhnya menghilang sesaat lalu kembali muncul lagi. Tak jauh di belakang Siwon dapat kalian lihat Yunho melakukan hal yang sama, terlihat raut wajah kemarahan di wajah tampanya itu. Di belakang Yunho, Hangeng dan Zhoumi berjalan beriringan sampai akhirnya mereka berpisah di sebuah lorong, Hangeng mengambil jalan ke kanan sedangkan Zhoumi mengambil jalan sebaliknya. Onew yang kehilangan separuh kekuatannya tak bisa melangkah lebih cepat seperti keempat saudaranya karena ia bisa menghabiskan terlalu banyak energy kalau Onew mengunakan banyak kekuatannya, ia berjalan dengan sedikit berlari mengejar dimana Key berada saat ini.
_o0o_
Title: Seme Island
Author: Bluedevil9293.
Part: 21 / ?
Rated: T.
Cast:
Seme….
Jung Yunho, 24 tahun.
Hangeng, 23 tahun.
Choi Siwon, 22 tahun.
Zhoumi, 21 tahun.
Lee Jinki, 20 tahun.
Uke…..
Kim Jaejoong, 23 tahun.
Kim Heechul, 22 tahun.
Kim Kibum, 21 tahun.
Kim Key Bum, 20 tahun.
Henry Lau, 19 tahun.
Genre: Romance, Drama, Mystery, Fantasy.
Warning: Yaoi, Shonen-ai, Boys Love, BoyXBoy, Typo, Gaje, M-preg Don't Like Don't Read.
Disclaimer: Seme Island Belong to Dean Choi & Dylan Choi.
Summary: Seme Island, pulau yang berisi namja-namja tampan itu akan musnah bila ke lima namja penguasanya tak secepatnya memiliki keturunan. Dan yang akan melahirkan keturunan mereka pun sudah di tentukan. Bisakah mereka mendapatkan keturunan tepat waktu?
_o0o_ Escape _o0o_
Author Pov…
Di tempat lain, dimana kini kelima namja cantik keturunan keluarga Kim itu tengah berlari mencoba menyelamatkan diri mereka dari tempat yang sebagian dari mereka pikir terkutuk terlihat Jaejoong yang menarik Kibum dengan paksa agar ia mau pergi dari tempat mereka selama beberapa bulan ini di kurung, di sini lain Heechul pun tampak menarik paksa Key yang terus memberontak membuatnya begitu kesal dan di belakang keempat namja cantik tadi terlihat Henry dengan wajah polosnya berjalan di belakang mereka dengan sesekali menatap kearah keempat hyung-nya dan sering kali juga ia menoleh ke kanan, ke kiri atau bahkan ke belakang takut-takut namja tampan yang bernama Zhoumi itu tiba-tiba muncul di dekatnya.
"Berhentilah melawan Kim Kibum!" Bentak Jaejoong kesal pada sang adik yang malah semakin memaksa Jaejoong untuk melepaskannya.
"Anio hyung, ku mohon biarkan aku tetap di sini. Kalau kalian ingin pergi-pergilan tapi bairkan aku tetap di sini." Balas Kibum dengan wajah yang memerah dan mata yang tergenangi air pertanda ia hampir menangis.
"Aniya, aku tak akan pernah meninggalkan satu pun adikku di tempat terkutuk seperti ini. Cepatlah berjalan, mereka bisa mengejar kita nanti." Balas Jaejoong yang dengan susah payah kembali menarik Kibum berbelok ke sebuah lorong yang di ikuti Heechul dan Key yang di tariknya.
Entah sudah berapa menit berlalu sejak mereka mencoba melarikan diri, tapi sejak tadi mereka tak juga bisa keluar dari istana dengan banyak lorong-lorong membingungkan itu. Rasanya mereka hanya berjalan di tempat yang sama saja sejak tadi membuat Jaejoong dan Heechul kesal apa lagi sejak tadi kedua adiknya terus memberontak membuat langkah mereka semakin pelan saja.
Jaejoong sibuk menarik Kibum begitu pula dengan Heechul yang juga menarik Key membuat mereka berempat sedikit lupa dengan keberadaan Henry di belakang mereka. Henry yang sejak tadi diam berjalan di belakang keempat hyung-nya tampak mulai tak tenang, berkali-kali ia terus menoleh ke belakang hanya karena firasat buruknya hingga membuat ia tak sadar ketika keempat hyung-nya tadi berbelok di tikungan lorong di depannya.
Henry yang sadar kalau ia tak menemukan keempat hyung-nya berada di depannya terdiam dengan detak jantung yang berpacu begitu cepat. Di depannya kini terdapat tiga jalan berbeda, Henry tampak bingung harus mengambil jaran lurus atau berbelok tapi ke kiri atau ke kanan. Suara langkah kaki santai tapi terasa berat terdengar oleh indera pendengaran Henry membuat namja imut tadi ketakutan, tanpa pikir panjang lagi Henry langsung berlari mengambil jalan lurus di depannya lalu berbelok ke kiri tapi lagi-lagi ia tak menemukan keberadaan keempat hyung-nya yang kini entah dimana. Henry yang ketakutan pun terus berlari menyusuri lorong demi lorong di depannya.
"AARRRGGGHHHTTT!" Henry yang berlari terlalu cepat dan tak melihat langkahnya akhirnya terjatuh karena tersandung kakinya sendiri, "Sakit." Ucap Henry pelan sambil memegangi perutnya yang membuncit. Tanpa sengaja mata Henry menangkap sosok keempat hyung-nya berada di seberang tempatnya kini berada. Tampak keempat namja cantik yang tak lain Jaejoong, Heechul, Kibum dan Key itu akan menuruni tangga.
Dengan sisa-sisa kekuatannya Henry mencoba bangun dan mengejar keempat hyung-nya tadi sambil menahan rasa sakit di perutnya. Henry berjalan dengan tertatih-tahih, sesekali ia berteriak memanggil keempat hyung-nya tadi tapi suaranya seperti tak terdengar oleh keempat hyung-nya yang terus menjauh meninggalkannya. Tanpa di duga perlahan air mata mengalir dari kedua mata Henry membanjiri pipi putuhnya yang mulai memerah. Begitu banyak perasaan yang kini dirasakannya mulai dari takut, sedih dan sakit.
"Hyung! Hy… Mmmpppttt." Tiba-tiba sebuah tangan membekap mulut Henry dan detik berikutnya ia bisa merasakan lengan lainnya melingkar di pinggangnya membuat tubuhnya mendarat dengan sempurna di dalam pelukan hangat yang begitu di kenalnya.
"Ssshhttt… tenanglah Baby ini aku, suamimu." Bisik seseorang dengan nada beratnya di telingga Henry. Henry kenal suara itu, suara berat milik namja yang telah mengklain dirinya sebagai seorang istri. Zhoumi membalikan tubuh Henry, ia bisa melihat wajah sang istri yang tampak ketakutan saat ini, "Waeyo? Kenapa kau menangis Baby?" Tanya Zhoumi sambil menghapusi air mata di wajah istrinya itu, "Uljima, jangan menangis lagi. Aku tak akan menyakitimu jadi kau tak perlu takut." Ucap Zhoumi lagi lalu mengecup kening Henry dan menarik tubuh kecil istrinya itu ke dalam dekapannya.
"Sakit." Ucap Henry lemah di tengah isakan tangisnya. Zhoumi yang tak mengerti pun segera melepaskan dekapannya dan detik itu juga tubuh Henry terjatuh ke lantai membuat Zhoumi terkejut. Henry meremasi perutnya yang terasa sangat sakit, ia semakin terisak saat melihat darah mengalir di kakinya.
"Baby, apa yang terjadi padamu?" Tanya Zhoumi panik.
"Aku… Aku jatuh… Sakit." Ucap Henry pelan sambil terus meremasi perutnya membuat Zhoumi terlihat begitu khawatir dengan keadaan istri polosnya itu.
"HENRY!" Terdengar sebuah suara dari seberag tempat Henry dan Zhoumi berada saat ini. Teriakan keras tadi berasal dari Key yang tak sengaja melihat sang adik merintih kesakitan saat ia sedang di tarik paksa oleh Heechul. Jaejoong, Heechul dan Kibum pun langsung mengalihkan pendangan mereka kearah dimana Henry kini berada dengan seorang namja yang mereka tak begitu tahu siapa tapi mereka ingat betul namja itu salah satu dari namja yang telah mengurung mereka.
"Lepaskan hyung, biarkan aku menyusul Henry. Dia tampak kesakitan." Pinta Kibum pada Jaejoong yang masih tak mau melepaskan cengkeraman eratnya di tangan Kibum. Sejujurnya Jaejoong sendiri khawatir dengan keadaan adik bungsunnya itu tapi mereka tak mungkin balik hanya untuk menolong Henry saja apa lagi tanpa sengaja ia melihat sosok Yunho sesaat sebelum sosok namja tadi menghilang.
"Kita harus pergi dari sini, ayo!" Ajak Jaejoong yang kembali menarik tangan Kibum menuruni tangga. Heechul yang dengan berat hati pun menuruti sang hyung.
"HYUNG! KALIAN TAK LIHAT BAGAIMANA KEADAAN HENRY? KALIAN JAHAT SEKALI." Maki Key kesal seraya memberontakan dirinya.
"Kita tak punya waktu yang banyak Key, jadi kumohon jangan terus memberontak." Balas Heechul yang memegang kedua lengan Key dengan kedua tangannya.
"Tapi Henry bagaimana hyung?" Tanya Kibum yang tampak mulai menangis. Jaejoong atau Heechul tak menjawab, Jaejoong sendiri malah kembali menarik lengan Kibum. Kibum memberontak hingga akhirnya ia bisa terlepas dari Jaejoong dan berlari menaiki tangga yang baru setengah mereka lewati, jaejoong tak tinggal diam, namja cantik yang paling tua itu langsung mengejar Kibum dan berhasil menangkapnya tepat saat Kibum berada di anak tangga teratas, "Hyung kumohon, kasihan Henry." Ucap Kibum memelas sambil sesekali melirik kearah sang adik bungsu yang tengah di tenangkan oleh suaminya yang ia kenal bernama Zhoumi itu.
"Tak ada yang bisa kita lakukan lagi Bummie. Hyung mohon jangan melawan lagi." Ucap Jaejoong yang kembali membawa Kibum yang tengah menangis itu menuruni tangga menyusul Heechul dan Key. Baru juga Jaejoong dan Kibum sampai di tempah kedua saudaranya tadi. Key mulai memberontakan dirinya dari cengkraman Heechul membuat tanpa sengaja ia mendorog sang hyung dan kehilangan keseimbangan hingga akhirnya ia terguling di tangga hingga berakhir di lantai bawah. Jaejoong, Heechul dan Kibum membelakakan mata mereka saat dengan jelas tubuh Key terguling melewati satu persatu anak tangga dengan mata kepala mereka sendiri.
"Key!" teriak Heechul yang langsung berlari menuruni tangga dan menghampiri Key yang kini tergeletak di lantai sambil meremasi perutnya. Heechul menatap takut saat melihat darah segar tergenang di sekitar kaki sang adik, "Key, Key kau tak apa kan? Maafkan hyung." Ucap Heechul menangis sambil memeluk tubuh sang adik.
"Sakit hyung… sakit sekali…" Ucap Key terisak sambil memegangi perutnya. Heechul bingung, ia tak tahu harus berbuat apa saat ini. Ia terlalu panik melihat darah-darah mengalir di kaki sang adik.
"Chullie cepatlah, kita harus pergi sekarang. Mereka semakin dekat." Ucap Jaejoong yang menuruni tangga bersama Kibum yang tak melawan. Kibum terlalu khawatir dengan Key yang tadi terjatuh dari tangga.
"Tapi bagaimana dengan Key, hyung?" Tanya Heechul seraya menatap Jaejoong yang berdiri di belakangnya.
"Ne hyung, bagaimana dengan Key?" Tanya Kibum pula yang kini berada di samping Heechul memeluk sang adik. Jaejoong tak menjawab, sejujurnya ia juga bingung dengan situasi yang terjadi saat ini. Haruskan ia meninggalkan Key juga seperti ia meninggalkan Henry tadi? Jaejoong masih punya hati, untuk meninggalkan Henry saja rasanya begitu berat apa lagi harus meninggalkan Key pula saat ini.
"Aku tak apa-apa hyung. Kalau kalian mau pergi, maka pergilah. Tinggalkan saja aku di sini." Balas Key di tengah rintihannya.
"Tapi Key." Sela Kibum.
"Aku tak apa hyung, kalian pergilah." Ucap Key yang memotong perkataan Kibum. Key menghapus air mata di pipi Kibum dan berusaha menyungingkan sebuah senyuman manis untuk ketiga hyung-nya tadi.
"Kalau kau tak pergi, maka aku pun tak akan pergi. Aku akan tetap di sini bersamamu." Balas Kibum yang hanya di tanggapi senyuman oleh Key.
"Kita tak mungkin terus di sini Kibum. Kau juga harus pergi bersama kami." Ucap Jaejoong yang langsung menarik tubuh Kibum menjauhi Key.
"Aku tak mau hyung, lepaskan aku." Ucap Kibum memberontak.
"DIAMLAH KIBUM!" Bentak Jaejoong pada Kibum yang semakin terisak, "Chullie cepatlah, mereka semakin mendekat." Ucap Jaejoong yang tanpa sengaja melihat salah seorang yang ia kenal sebagai pasangan Heechul.
"Ne hyung," Balas Heechul pelan, ia juga melihat Hangeng di sana yang sedang menatapnya dengan tatapan kesal, "Key, maafkan hyung." Ucap Heechul pada Key yang membalasnya dengan anggukan kepala lemah. Setelahnya Heechul segera berlari menyusul Jaejoong dan Kibum yang sudah pergi deluan menuju sebuah pintu besar yang mereka yakini itu merupakan pintu keluar dari istana terkutuk tempat mereka di sekap selama ini.
Key yang di tinggalkan ketiga hyung-nya tampak merintik kesakitan memeganggi perutnya. Darah yang mengalir di kakinya semakin banyak membuat perutnya semakin terasa sakit, Key sangat takut terjadi sesuatu yang tidak-tidak pada bayinya. Anaknya dan juga Onew namja yang dicintainya saat ini.
"Key!" Teriak Onew saat melihat tubuh mengenaskan sang istri. Key mencoba tersenyum tipis pada Onew yang kini berada di anak tangga teratas. Dengan cepat Onew pun langsung berlari menuruni anak tangga menuju tempat Key berada kini. Onew merengkuh tubuh Key ke dalam dekapannya.
"Sakit." Rintih Key pada sang suami, tanpa Onew sadari tetesan krystal cair mengalari dari matanya saat ia melihat kondisi Key saat ini.
"Bertahanlah, aku pasti akan menolongmu dan anak kita." Balas Onew terisak, Key menganggukan kepalanya pelan. Ia yakin suaminya itu pasti akan mengusahakan hal terbaik untuknya dan bayi mereka, "Kau!" Ucap Onew mengerang kesal saat ia mendapati Hangeng yang menururni anak tangga. Onew membaringkan tubuh Key di lantai dengan perlahan kembali, sedangkan ia sendiri langsung menghampiri Hangeng yang juga tampak sedang kesal.
Bugh!
Sebuah pukulan Onew layangkan pada Hangeng membuat sang hyung terjatuh ke lantai dengan sudut bibir yang terluka, tapi tak lama luka-luka ini menghilang meninggalkan sisa darah yang belum mengering di sudut bibirnya yang langsung di hapus oleh Hangeng sendiri.
"Kau lihat apa yang sudah istrimu lakukan pada istriku?" Tanya Onew dengan nada tinggi pada Hangeng yang beranjak berdiri. Wajah Hangeng tampak datar tapi tercetak jelas kekesalan disana.
Bugh!
Hangeng membalas pukulan Onew membuat tubuh sang adik terpental akibat perbedaan tenaga yang begitu besar di antara mereka. Hangeng hanya mengunakan seperempat dari tenaganya saja tadi untuk memukul Onew tapi itu cukup membuat tubuh sang adik terluka. Onew terbatuk-batuk setelah tadi punggungnya menabrak dinding dan dalam sekejab tubuhnya langsung di sinari cahaya berwarna hijau. Tak lama tubuh Onew melayang dan mendekati Hangeng yang menatapnya tajam. Hangeng mencekik leher Onew dengan satu tangannya saja tapi itu cukup membuat sang adik meronta-ronta apa lagi kini kakinya tak menginjak lantai dan itu tentu saja membuat cekikan di leher Onew semakin terasa menyiksa.
"Kau pikir aku tak kesal dengan kelakuan istriku sendiri, huh?" Ucap Hangeng dengan nada tinggi penuh kekesalan, "Kau berani memukulku, apa kau tak berpikir akibatnya? Apa kau tak ingat sosokmu sendiri saat ini yang hanya setengah siluman dan setengah manusia itu? Kekuatanmu jauh di bawahku tapi kau tetap berani memukulku. Dalam keadaan manusia sempurna saja kau kekuatanmu masih di bawahku." Ucap Hangeng lagi kesal, ia masih mencekik leher Onew dengan tangan kirinya. Key yang melihat Hangeng melukai suaminya pun merasa tak tega apa lagi saat Onew mencoba melepaskan cengkraman Hangeng di lehernya dengan percuma.
"Kumohon…" Key mendekati Hangeng sambil memegangi perutnya, "Kumohon lepaskan suamiku." Ucap Key pada Hangeng sambil menyentuh kaki hyung dari suaminya itu. Hangeng yang merasakan sebuah sentuhan di kakinya langsung menolehkan pandangannya kearah Key yang menagis sambil memeluki kaki kanannya tadi. Jujur saja Hangeng merasa kasihan pada adik iparnya itu dank arena itulah ia langsung menjatuhkan tubuh Onew.
"Kau seharusnya berterima kasih pada istrimu itu." Ucap Hangeng dengan wajah datar sebelum akhirnya ia beranjak pergi mengejak Heechul yang sudah keluar dari dalam istana dan kini tengah berlari di sekitar halaman mencari jalan keuar dari lingkungan istana yang begitu besar. Sepeningglan Hangeng Onew terbatuk-batuk pelan sebelum akhirnya ia menghamiri Key yang tampak semakin kesakitan.
"Key, kau kenapa?" Tanya Onew panik saat ia melihat sang istri semakin berteiak sakit seraya memegangi perutnya. Darah pun semakin banyak membasahi kaki Key.
"Sa… Kit…" Ucap Key lemah sebelum akhirnya ia jatuh tak sadarkan diri membuat Onew semakin panic.
"Key! Key! Bangun sanyang, jangan membuatku takut. Key!" Onew mencoba mengoyang-goyangkan tubuh Key tapi tetap saja ia tak mendapatkan respon dari sang istri. Akhirnya Onew pun mengendong tubuh Key dan mencoba mencari saudaranya yang lain berharap mereka bisa menolong istrinya itu dengan energy yang mereka punya.
_o0o_ To Be Continue _o0o_
Date: 20 November 2012, 12.24 PM.
