Onew berlari kencang menaiki satu persatu anak-anak tangga dan melewati lorong-lorong panjang dengan Key berada di dalam gendongannya, ia tampak sangat panik berusaha mencari salah satu dari keempat hyung-nya yang mungkin saja satu dari mereka bisa menolong Key-nya. Dua lorong pendek Onew lewati dan di ujung lorong sana kini Onew bisa melihat sosok Zhoumi yang tengah mengendong sang istri masuk. Sebuah senyuman tersunging di bibir Onew, dengan cepat ia langkahkan kakinya mengejar Zhoumi.
_o0o_
Title: Seme Island
Author: Bluedevil9293.
Part: 22 / ?
Rated: T.
Cast:
Seme….
Jung Yunho, 24 tahun.
Hangeng, 23 tahun.
Choi Siwon, 22 tahun.
Zhoumi, 21 tahun.
Lee Jinki, 20 tahun.
Uke…..
Kim Jaejoong, 23 tahun.
Kim Heechul, 22 tahun.
Kim Kibum, 21 tahun.
Kim Key Bum, 20 tahun.
Henry Lau, 19 tahun.
Genre: Romance, Drama, Mystery, Fantasy.
Warning: Yaoi, Shonen-ai, Boys Love, BoyXBoy, Typo, Gaje, M-preg Don't Like Don't Read.
Disclaimer: Seme Island Belong to Dean Choi & Dylan Choi.
Summary: Seme Island, pulau yang berisi namja-namja tampan itu akan musnah bila ke lima namja penguasanya tak secepatnya memiliki keturunan. Dan yang akan melahirkan keturunan mereka pun sudah di tentukan. Bisakah mereka mendapatkan keturunan tepat waktu?
_o0o_ Escape _o0o_
Author Pov…
"Hyung!" Panggil Onew pada Zhoumi yang langsung membalikan badannya dan mendapati sosok sang adik yang berlari kearahnya dengan Key berada di dalam gendongannya, "Hyung kumohon tolong Key." Ucap Onew pada sang hyung, Zhoumi menatap wajah pucat Key sesaat lalu menganggukan kepalanya.
"Kita cari sebuah ruangan dulu." Balas Zhoumi yang langsung berjalan memasuki sebuah rungan kosong di ikuti Onew di belakangnya. Zhoumi membaringkan tubuh Henry di sebuah ranjang besar yang ada di dalam ruangan tadi.
"Key hyung… aarrgghhhttt…" Ucap Henry pelan di tengan rintihannya saat ia melihat Onew mengendong sang hyung yang tampak tak sadarkan diri.
"Sshhttt… Tenanglah Baby, hyung-mu tak apa-apa." Ucap Zhoumi mencoba menengangkan Henry, di usapnya rambut pendek sang istri dengan penuh kasih sayang.
"Hyung." Panggil Onew menyadarkan Zhoumi.
"Baringkan Key di samping Henry." Ucap Zhoumi, Onew menurut. Di baringkannya tubuh Key di atas ranjang yang sama dengan Henry.
"Hyung kumohon bagi sedikit energy-mu untuk Key," Pinta Onew, Zhoumi tak menjawab tapi Onew tahu sang hyung telah membagikan energy-nya saat melihat tubuh Henry dan Key terselimuti oleh cahaya berwarna keemasan, "Gomawo hyung," Ucap Onew, Zhoumi menganggukan kepalanya pelan dan mencoba menengangkan Henry yang masih meringis kesakitan padahal ia sudah memberikan energy-nya. Zhoumi membelai perut buncit Henry dan memberi lebih banyak energy di sana tapi Henry tak kunjung berhenti merintih kesakitan, "Waeyo hyung, apa yang terjadi?" Tanya Onew yang kini tengah bersimpuh di pinggir ranjang sambil mengengam tangan Key.
"Entahlah aku juga tak tahu, sepertinya energy-ku tak bisa membuat rasa sakit Henry menghilang." Ucap Zhoumi bingung seraya menatap sang adik yang tak kalah heran dengan dirinya.
_o0o_
Author Pov…
Di tengah taman luas yang menghiasi istana megah di tengah pulai itu terlihat tiga sosok namja cantik yang tengah berlari menjauhi istana utama. Ketiga sosok tadi tak lain adalah Jaejoong, Heechul dan Kibum. Mereka bertiga terus berlari menuju sebuah jembatan besar yang mereka yakini sebagai jalan keluar dari tempat yang mereka anggap terkutuk kecuali bagi Kibum, sebenarnya hanya Jaejoong dan Heechul yang benar-benar berlari karena sejak pertama kali mereka melarikan diri Kibum hanya pasrah saat Jaejoong terus menariknya.
"Hyung kumohon berhenti, aku lelah." Ucap Kibum seraya menahan lengan Jaejoong yang terus menariknya. Mereka berhenti sesaat di tengah-tengah jembatan penghubung istana dengan hutan untuk sekedar menetralkan nafas mereka yang tak beraturan.
"Kita harus segera lari dari sini Bummie, mereka akan segera menyul kita nanti kalau kita tak cepat-cepat pergi. Tidak kah kau lihat kita sudah berhasil keluar dari tempat terkutuk itu?" Tanya Jaejoong yang juga menetralkan nafasnya yang menderu tak beraturan sambil tetap mencengkram lengan Kibum takut-takut sang adik akan kabur dan kembali ke dalam istana seperti sebelumnya.
"Tapi aku lelah terus berlari hyung." Ucap Kibum karena memang dia benar-benar lelah dan juga sengaja mengulur waktu agar Siwon cepat datang menolongnya. Kibum tak ingin pergi bersama kedua hyung-nya itu, ia ingin tetap di sini bersama Siwon.
"Kita tak punya banyak waktu Bummie, ayolah," Paksa Jaejoong yang kembali menarik lengan Kibum tapi Kibum langsung menepis lengan Jaejoong, "Kibum?" Jaejoong menatap penuh tanda tanya pada Kibum yang terlihat sedikit ketakutan dan memundurkan langkahnya saat Jaejoong mendekatinya. Kibum mengelangkan kepalanya tanda ia menolak ajakan Jaejoong dan Heechul.
"Maaf hyung, aku masih ingin di sini bersama Siwon." Ucap Kibum yang terus menjaga jarak dengan Jaejoong. Kibum tak bisa bergerak lain saat pinggangnya menyentuh pembatas pagar jembatan yang tak terlalu tinggi itu.
"Bummie." Jaejoong kembali mencenkram lengan Kibum tapi Kibum dengan cepat memberontakan tubuhnya sebelum sang hyung kembali menyeretnya pergi. Jaejoong sempat kaget saat tiba-tiba Kibum memberontak dan mendorong tubuhnya yang untung saja tak terlalu keras tapi sayangnya karena dorongan tadi tubuh Kibum pun terdorong ke pagar pembatas yang terbuat dari rangkaian tumbuh-tumbuhan yang tak terlalu kuat itu dan membuat tubuh Kibum jatuh dari atas jembatan.
"Kibum!" Teriak Jaejoong dan Heechul saat melihat sang adik jatuh ke dalam sungai di bawah jembatan yang di dalam sungai tadi dapat mereka lihat beberapa ekor buaya yang langsung mengerubungi tempat dimana Kibum tercebur.
"Bummie," Ucap Jaejoong lirih, perlahan krystal cair itu mengalir dari kedua mata indah Jaejoong dan membasahi pipinya. Jaejoong merasa sangat bersalah, ia merasa dialah yang sudah mendorong Kibum tadi bukan sebaliknya, "Chullie, Bummie," Ucap Jaejoong terisak, Heechul langsung memeluk tubuh hyung-nya itu, "Ottokae? Apa yang sudah kulakukan barusan Chullie… Aku… Aku…" Jaejoong terisak di dalam pelukan Heechul.
"Aku mengerti hyung, tapi kita harus pergi sekarang," Ucap Heechul pada Jaejoong. Heechul bisa melihat sosok Hangeng yang hilang dan timbul di taman istana sana, Hangeng semakin mendekat kearah mereka dan itu membuat Heechul semakin takut. Jaejoong melepaskan dekapan Heechul, ia membalikan tubuhnya mencoba melihat apa yang tengah Heechul lihat saat ini. Kedua mata Jaejoong membulat seketika saat ia juga melihat sosok Yunho di belakang Hangeng. Heechul dan Jaejoong tampak bergetar ketakutan, "Cepat lari hyung." Ucap Heechul yang langsung berlari memasuki hutan meninggalkan Jaejoong yang masih diam mematung.
"Chullie… Tunggu!" Ucap Jaejoong yang langsung mengejar Heechul dan ikut berlari memasuki hutan yang terlihat gelap akibat terlalu rimbun. Sebelum berlari tadi Jaejoong sempat menoleh kearah dimana Kibum terjatuh, jujur saja ia masih sangat bersalah pada Kibum. Jaejoong tetap menganggap dirinya lah yang sudah membuat Kibum jatuh ke dalam sungai dengan banyak buaya tadi.
Yunho dan Hangeng berjalan memasuki hutan mengejar kedua istri mereka meninggalkan Siwon yang berdiri di atas jembatan dimana Kibum tadi terjatuh. Siwon menatap ke sungai yang di penuhi buaya. Ia tahu buaya-buaya itu tak mungkin memakan atau pun melukai Kibum selapar apa pun mereka karena mereka tahu Kibum adalah ratu mereka, pasangan dari salah satu penguasa mereka.
Buaya-buaya yang berkumpul di dalam sungai sana mulai berpencar membuat tubuh Kibum terlihat jelas terapung diatas sungai. Kibum sudah tak sadarkan diri lagi tapi Siwon yakin Kibum masih bernafas. Perlahan cahaya berwarna biru membalut tubuh Kibum dan detik berikutnya tubuh Kibum melayang keatas mendekati Siwon. Siwon meraih tubuh Kibum dan membaringkannya di jembatan. Namja tampan tadi membelai pelan perut Kibum lalu ke dada dan beberapa detik kemudian Kibum memuntahkan banyak air dari mulutnya tapi ia tetap tak sadarkan diri. Siwon mengangkat tubuh Kibum lagi dan membawanya masuk ke dalam istana.
_o0o_
Author Pov…
Cekrek…
Pintu ruangan itu terbuka dengan sendirinya membuat Zhoumi dan Onew yang sudah berada di dalam ruangan tadi mengalihkan tatapan mereka pada sosok Siwon yang mengendong Kibum di pintu masuk sana. Siwon melangkahkan kakinya memasuki ruangan lalu membaringkan tubuh sang istri di sofa panjang berwarna emas itu. Siwon membalut tubuh Kibum dengan cahaya berwarna biru membuat tubuh sang istri menghangat dan bajunya yang basah pun kering seketika. Cahaya biru itu masih terus membalut tubuh Kibum memberikan energy pada tubuh leman namja cantik tadi.
"Apa yang terjadi hyung?" tanya Onew pada Siwon yang tatapan matanya begitu sayu dan raut wajahnya datar hingga sulit untuk di tebak oleh kedua adiknya tadi.
"Dia terjatuh," Jawab Siwon singkat seraya membelai rambut sebahu Kibum. Zhoumi dan Onew tak bertanya lagi, mereka cukup tahu apa yang terjadi secara rinci, "Kenapa dengan Henry?" Tanya Siwon pada Zhoumi saat ia melihat dan mendengar namja imut tadi merintih kesakitan seraya meremasi perutnya. Wajah Henry pun terlihat memucat dengan peluh yang mengalir deras tak jauh berbeda dengan wajah Kibum dan Key yang sedang tak sadarkan diri.
"Aku juga tak tahu hyung, Henry sudah merintih kesakitan sejak tadi. Energy yang ku berikan padanya seolah-olah di tolaknya, dia tetap kesakitan walau aku sudah memberi setengah energy-ku." Jelas Zhoumi sambil menatap khawatri pada Hanry.
"Biar ku lihat," Ujar Siwon yang langsung beranjak mendekati Henry. Zhoumi memberi ruang untuk Siwon, Siwon mencoba memberikan sedikit energy-nya juga hingga kini bisa di lihat cahaya berwarna biru juga mengulung tubuh Henry selain cahaya berwarna keemasan milik Zhoumi. Henry masih meringis kesakitan walau Siwon sudah menambah banyak energy yang ia berikan, "Ini aneh, dia seperti menolak semua energy yang di berikan." Ucap Siwon bingung.
"Apa yang harus kulakukan hyung? Aku sangat menghawatirkan kondisi Henry." Ucap Zhoumi lirih, ia tak tega melihat sang istri yang terus merintih kesakitan seperti itu. Siwon tampak berpikir, mencari solusi yang tepat untuk mengatasi keadaan saat ini. Karena ia tahu tak hanya Henry yang kesakitan saat ini, Kibum dan Key yang tengah pingsan pun pasti merasa kesakitan juga.
"Onew." Panggil Siwon.
"Ne hyung, waeyo?" tanya Onew yang langsung berdiri menatap sang hyung.
"Kau pergilah ke pulau sebelah, bawa umma dan appa kemari. Kita tak bisa melakukan apa-apa sekarang, mungkin saja umma dan appa lebih tahu bagaimana cara terbaik untuk menolong istri-istri kita." Jelas Siwon seraya menatap kearah Onew.
"Tapi hyung…"
"Aku dan Zhoumi ada di sini, kami pasti akan menolong Key kalau terjadi sesuatu padanya." Sela Siwon, Onew menatap wajah pucat Key lalu menganggukkan kepalanya pelan.
"Baiklah hyung, aku akan pergi memanggi umma dan appa." Balas Onew.
"Aku dan Siwon hyung pasti menjaga Key untukmu selama kau pergi." Ucap Zhoumi pada Onew yang menganggukan kepalanya pelan.
"Aku akan pergi sekarang hyung." Ujar Onew pada kedua hyung-nya.
"Ne, jangan terlalu lama. Aku kasihan pada mereka kalau mereka harus menahan sakit terlalu lama lagi." jelas Siwon yang hanya diangguki oleh Onew.
Setelahnya Onew pun langsung beranjak pergi membuka jendela besar yang ada di runagan tadi, Onew bersiul lantang memanggil entah itu apa. Tak lama dari arah kejauhan terlihat seekor burung elang bersar yang bisa dikatakan terlalu besar karena ukurannya yang beberapa kali lipat lebih besar dari ukuran biasa. Onew langsung naik keatas punggung elang tadi dan melesat pergi secepat yang ia bisa menuju pulau yang terletak di sebelah Seme Island, tempat dimana appa dan keempat umma-nya tinggal meningglkan Siwon dan Zhoumi yang menjaga ketiga istri mereka.
"Hyung bagaimana dengan Henry, aku kasihan padanya yang terus merintih kesakitan." Tanya Zhoumi pada Siwon yang kini tengah memangku tubuh Kibum di sofa sana.
"Buat saja dia tertidur, untuk sementara itu bisa menguruangi sedikit rasa sakitnya." Balas Siwon, Zhoumi menatap kearah Henry yang terus merintih kesakitan dan berjongkok di sisi ranjang.
"Maafkan aku yang tak bisa menghilangkan rasa sakitmu, Baby." Ucap Zhoumi sambil mengengam dan menciumi punggung tangan Henry yang mengcengkram erat tangan Zhoumi menumpahkan semua rasa sakitnya disana.
"Sakit…" Hanya itu yang bisa Henry ucapkan sebagai balasan. Zhoumi menganggukan kepalanya mengerti, ia beranjak mengecup kening Henry cukup lama dan saat kecupan itu terhenti Henry langsung jatuh tertidur dengan wajah lelah dan sakitnya. Zhoumi mengusap peluh di sekitar wajah istrinya itu dan kembali mengecupi wajah sang istri.
_o0o_
Author Pov…
Heechul terus berlari, berlari kemana saja kakinya sangup melangkah menusuri hutan belantara yang terlalu rimbun dan gelap itu walau saat ini masih siang hari. Saat keluar dari istana tadi ia berlari terlebih dahulu meninggalkan Jaejoong dan akibatnya kini ia terpisah dari hyung tertuanya itu. Ia tak tahu dimana kini Jaejoong berada dan dia pun tak tahu dimana kini dirinya berada. Hutan yang terlalu rimbun terlihat sama dimana-mana bagi Heechul.
"Jaejoong hyung, kau dimana?" tanya Heechul sambil terus berlari melewati pohon-pohon besar di sekelilingnya. Ia menolehkan pandangannya kesana ke mari mencoba menemukan sosok sang hyung yang tak kunjung di dapatinya, "Hyung kau dimana, aku takut." Ucap Heechul yang mulai menangis. Cengengkah? Kurasa wajah saja Heechul menumpahkan air matanya, ia sudah terlalu lelah berlari dan terlalu takut di tambah lagi lingkungan sekitarnya yang tersa sangat mencekam itu.
"Jae… Arrgghhtt…" Heechul berteriak saat ia tersandung akar pohon yang menyembul membuat tubuhnya terjatuh di tanah dengan tumpukan dedaunan kering yang begitu banyak, "Sakit…" ucap Heechul pelan saat ia merasa kaki kanannya terkilir akibat tersandung tadi. Heechul mencoba berdiri dan kembali berjalan saat ia merasakan firasat buruk, ia merasa seseorang tengah memperhatikannya tapi tak tahu dari mana itu.
"Ugh sakit sekali," Ucap Heechul yang berjalan terpincang-pincang seraya menyentuh perut buncitnya. Namja cantik tadi terus berjalan pelan, ia semakin merasa takut. Heechul yakin Hangeng tegah mengawasinya saat ini, "Berpikir Heechul, berpikir. Berpikirlah kemana kau harus pergi sekarang." Ucap Heechul pelan pada dirinya sendiri sambil menatap kesekelilingnya yang semakin mencekam saja.
"Itu…" Ucap Heechul pelan, senyuman tipis terlukis dibibirnya saat ia melihat sebuah tempat yang sangat ia ingat sekali beberapa bulan yang lalu pernah ia datangi bersama Key saat mereka baru mendarat di pulau ini. Heechul yakin tempatnya kini berada tak jauh dari tempat dimana dulu ia dan keempat saudaranya membangun tenda sebagai tempat peristirahatan sementara.
Heechul terus berjalan dengan sedikit lebih cepat, tak ia hiraukan rasa sakit di kakinya yang terkilir. Secercah harapan ia bisa lolos tengah terbentang lebar di depannya saat ini. Heechul semakin mempercepat langkah kakinya saat ia mulai mendengar deburan ombak yang tak terlalu jauh, ia yakin tempat dimana dulu mereka membangun tenda dan melabuhkan kapal tak jauh dari tempatnya kini beranda.
"Sedikit lagi! Sedikit lagi!" Ucap Heechul senang dengai air mata kebahagiaan mengalir di pipinya. Rasa sakit di pergelangan kakinya semakin terasa menyiksa karena ia yang terus memaksa untuk berjalan lebih cepat. Heechul tak menghiraukan rasa sakitnya itu, ia terus berjalan hingga melewati semak belukar dan akhirnya sampai di pantai tempat beberapa bulan yang lalu untuk pertama kali ia dan keempat saudaranya mendarat di pulau yang menurutnya terkutuk itu.
_o0o_ To Be Continue _o0o_
Date: 20 November 2012, 02.34 PM.
Kaga bisa bersapa" ria dg panjang lebar n balas pertanyaan kalian, Daku lagi sakit al.a... Tapi makasih banget buat semua yg udah comment. Please comment lagi.
