Jaejoong, Heechul, Kibum, Key dan Henry telah di pindahkan ke ruangan yang Ji Yong minta kurang dari lima belas menit yang lalu tapi satu pun dari suami mereka tak akan yang tahu apa maksud Ji Yong memindahkan istri mereka ke runagan yang sama. Mereka hanya diam menunggu sang umma yang akan menyampaikan sendiri maksud mereka. Ruangan tempak mereka berada saat ini adalah sebuah rungan yang cukup luas dengan lima buah ranjang yang dibuat melingkari rungan dan di tengah-tengah ruangan terdapat empat buah sofa, satu sofa single, dua buah sofa untuk tiga orang dan sebuah sofa lagi untuk dua orang.
_o0o_
Title: Seme Island
Author: Bluedevil9293.
Part: 25 / ?
Rated: T.
Cast:
Seme….
Jung Yunho, 24 tahun.
Hangeng, 23 tahun.
Choi Siwon, 22 tahun.
Zhoumi, 21 tahun.
Lee Jinki, 20 tahun.
Uke…..
Kim Jaejoong, 23 tahun.
Kim Heechul, 22 tahun.
Kim Kibum, 21 tahun.
Kim Key Bum, 20 tahun.
Henry Lau, 19 tahun.
Genre: Romance, Drama, Mystery, Fantasy.
Warning: Yaoi, Shonen-ai, Boys Love, BoyXBoy, Typo, Gaje, M-preg Don't Like Don't Read.
Disclaimer: Seme Island Belong to Dean Choi & Dylan Choi.
Summary: Seme Island, pulau yang berisi namja-namja tampan itu akan musnah bila ke lima namja penguasanya tak secepatnya memiliki keturunan. Dan yang akan melahirkan keturunan mereka pun sudah di tentukan. Bisakah mereka mendapatkan keturunan tepat waktu?
_o0o_ Birth _o0o_
Author Pov…
Setelah memindahkan para menantu dan merawat mereka sesaat Ji Yong dan ketiga selirnya mendekati Seung Hyun yang duduk dengan tenang di sebuah sofa single yang berada di tengah-tengah ruangan meninggalkan anak-anak mereka yang menatap binggung. Taeyang, Daesung dan Seungri menuduukan tubuh mereka di masing-masing sofa sedangkan Ji Yong langsung di tarik Seung Hyun untuk duduk di pangkuannya dan Ji Yong pun tak bisa membantah.
"Umma, appa, kenapa kalian hanya diam saja bagaimana dengan kondisi…"
"Kalian duduklah dulu disini bersama kami." Ucap Ji Yong yang memotong perkataan Yunho, Yunho ingin protes tapi tak jadi. Ia melirik keempat adiknya yang menganggukan kepala mereka pelan lalu mendekati orang tua mereka bersama-sama. Yunho dan Onew mendudukan tubuh mereka di samping kiri dan kanan Seungri, Siwon dan Hangeng mendudukan tubuh mereka di samping kiri dan kanan Taeyang sedangkan Zhoumi mendudukan tubuhnya di samping sang umma Daesung.
"Kalian tak perlu terlalu khawatir seperti itu, mereka tak apa-apa." Ucap Taeyang seraya mengelus rambut kedua anaknya yang duduk mengapit dirinya.
"Tapi umma, Bummie…" Siwon hendak protes tapi tak jadi saat melihat wajah teduh sang umma.
"Mereka baik-baik saja, rasa sakit yang mereka rasakan hanya karena mereka akan melahirkan sebentar lagi." Jelas Ji Yong.
"Melahirkan? Kalau begitu kenapa umma berdiam diri saja, tolong mereka." Sela Yunho yang langsung mendapat tatapan tajam dari Ji Yong.
"Yack! Siapa yang menyuruhmu memotong perkataanku?" tanya Ji Yong sambil memukul pelan kepala Yunho.
"Mianhae umma." Sesal Yunho yang kembali menundukan kepalanya.
"Hais, padahal usia kehamilan mereka baru tujuh bulan kalau begini caranya mereka melewatkan satu moment penting," Keluh Ji Yong sambil memijat-mijat pelipisnya, "Lagian kenapa mereka bisa pakai acara kabur dan jatuh seperti itu? Apa kalian tak menjaga mereka dengan baik?" Tanya Ji Yong dengan nada kesal kepada kelima anaknya yang hanya terdiam tak membalas, "Hais, sudah lupakan saja." Ucap Ji Yong lagi.
"Umma kalau mereka akan melahirkan dalam waktu dekat, kira-kira kapan mereka akan segera melahirkan?" tanya Onew takut-takut.
"Kita tunggu saja organ wanita buatan yang di pasang sementara di tubuh istri kalian sempurna, mungkin membutuhkan waktu sekitar setengah jam lagi." jelas Ji Yong, beberapa saat yang lalu ia dan ketiga selirinya memang telah meminumkan sebuah ramuan untuk membentuk organ kelamin wanita agar kelima menantunya itu bisa melahirkan secara normal layaknya seorang yeoja.
"Jadi kita harus menunggu selama setengah jam lagi sebelum kelahiran terjadi?" tanya Hangeng yang dibalas anggukan pelan oleh keempat ummanya.
"Umma, aku tak mengerti dengan maksud umma kalau mereka melewatkan satu moment penting." Ucap Zhoumi bertanya.
"Oh itu, itu sebenarnya moment dimana… aish bagaimana menjelaskannya," Ucap Taeyang binggung sambil menatap kearah Daesung, Seungri dan Ji Yong yang tampak membuang tatapan mereka, "Yack! Bantu aku menjelaskannya." Ucap Taeyang pada ketiga sosok umma lainnya yang menghela nafas mereka panjang membuat Seung Hyun terkekeh geli melihat tingkah istri-istrinya tadi.
"Kalian ingat bukan saat kalian bertanya keanehan apa yang akan terjadi saat masa-masa kehamilan delapan dan Sembilan bulan?" tanya Seungri yang langsung di angguki kelima anaknya yang menatap penasaran.
"Sebenarnya pada masa-masa itu seorang istri secara otomatis akan langsung mencintai suami mereka walau pun sebelumnya ia sangat membenci suaminya itu." Jelas Daesung menimpal, kelima anaknya masih diam mendengarkan.
"Dan pada masa-masa itu pula seorang istri mempunyai hasrat besar untuk melakukan hubungan tubuh dengan suami mereka," Timpal Seung Hyun yang langsung di hadiahi tatapan mematikan dari keempat istrinya, "Waeyo? Kenapa kalian menatapku seperti itu? Aku tak salah bukan menjelaskannya?" Ucap Seung Hyun dengan wajah tanpa dosannya yang langsung mendapatkan pukulan sayang di kepala dari Ji Yong yang berada di pangkuannya. Kelima anak mereka tersenyum diam-diam melihat tingkah umma dan appa mereka yang lucu.
"Kalian jangan tertawa." Ucap Seungri yang langsung memukul kepala Yunho dan Onew membuat kedua anaknya tadi berhenti tertawa.
"Jadi itu alasannya kenapa umma tak mau menjawab saat kami bertanya?" Goda Zhoumi yang langsung mendapat cubitan sayang di perutnya dari Daesung.
"Jangan mengoda kami." Balas Daesung yang diangguki pelan oleh Zhoumi.
"Kalian jangan tertawa, kalian harus ingat kalau mereka berlima tak mengalami masa-masa kehamilan di bulan delapan dan Sembilan. Itu artinya mereka masih tetap dengan perasaan mereka hingga mereka melahirkan nanti. Aku tahu tak semua dari mereka benar-benar sudah mencintai kalian apa adanya, kalau tidak mereka tak mungkin mencoba kabur." Jelas Ji Yong di anggukan oleh kelima anaknya.
"Lalu umma, apa yang harus kami lakukan agar mereka mencintai kami?" tanya Yunho yang merasa kalau Jaejoong jelas belum mencintainya.
"Kalian harus berusaha sendiri meraih hati mereka setelah masa-masa kelahiran terjadi." Balas Taeyang santai.
"Sebenarnya kalian juga tak perlu bersusah-susah membuat mereka mencintai kalian setelah mereka melahirkan nanti. Toh yang kalian butuhkan hanya anak yang mereka kandung lahir untuk menyelamatkan nyawa kalian dan mempertahankan keberadaan pulau ini," Jelas Ji Yong membuat kelima anaknya terdiam, "Kalian bisa membuang mereka kalau kalian tak mengingikan mereka lagi dan tak mau bersusah payah merayu mereka. Setelah mereka melahirkan kalian sudah bebas, kita hanya butuh anak yang mereka kandung saja. Tapi itu berbeda ceritanya kalau kalian sudah mencintai pasangan kalian itu. Kalau sudah begitu mau tak mau kalian harus membuat mereka jatuh cinta pada kalian sendiri." Jelas Ji Yong lagi. Suasana rungan menjadi sepi sesaat setelah Ji Yong menyelesaikan penjelasannya tadi tampak kelima pangeran tadi memikirkan matang-matang perkataan umma mereka. Tentu saja mereka akan tetap mempertahankan istri mereka karena sejujurnya mereka sudah jatuh hati pada sosok kelima namja cantik tadi yang sudah menjadi istri mereka.
"Umma." Panggil Onew.
"Ne, waeyo? Apa yang ingin kau tanyakan?" tanya Seungri pada Onew.
"Bagaimana dengan sosokku? Kapan aku bisa kembali ke sosok manusia utuhku lagi?" tanya Onew yang mengundang tawa keempat umma-nya.
"Kurasa kau tak perlu kembali ke sosok manusiamu, sayang. Kau sudah manis seperti itu." Balas Daesung yang langsung membuat wajah Onew cemberut.
"Iya manis tapi tak punya kekuatan." Balas Onew kesal.
"Kau tenang saja, sosokmu itu akan kembali setelah Key melahirkan anak kalian." Jawab Seungri membuat Onew tersenyum senang.
"Benrakah?" tanya Onew memastikan seraya menatap satu persatu umma-nya yang menganggukan kepala mereka sebagai jawaban.
_o0o_
Author Pov…
Proses kelahiran sudah berlangsung sejak beberapa jam yang lalu, suara rintiah terdengar dari dalam ruangan dimana kelima namja cantik yang tak lain adalah Kim's bersaudara itu berada, rintihan kesakitan yang membuat siapa saja tegang ini akhirnya di akhiri dengan helaan nafas lega saat tak lama terdengan suara tangisan bayi yang terdengar dari dalam ruangan. Kibum, Key dan Henry melahirkan kedua anak laki-laki mereka dengan selamat, ketiganya kini dalam pengaruh obat tidur yang di berikan Daesung. Kini tinggalah Heechul dan Jaejoong yang masih dalam keadaan pingsannya, keduanya belum melarikkan sama sekali membuat Yunho dan Hangeng tak bisa tenang menunggu di luar sana.
"Kenapa kau menatap mereka seperti itu?" Tanya Taeyang mengagetkan Ji Yong yang tampak tengah menatap ranjang Jaejoong dan Heechul yang merupakan istri dari kedua anak kandungnya. Ji Yong mengelengkan kepalanya pelan.
"Aniya tak apa, bagaimana keadaan Kibum, Key dan Henry?" tanya Ji Yong seraya melihat kearah ranjang ketiga menantunya yang baru saja melahirkan tadi.
"Mereka baik-baik saja. Mereka tertidur akibat kelelahan dan obat yang di berikan Daesung," Balas Taeyang yang juga menatap kearah ranjang menatunya tadi, "Hei, mereka juga menantumu. Mereka yang telah mengandung anak dari kedua putra kandungmu." Ucap Taeyang lagi sambil kembali melirik ranjang Jaejoong dan Heechul di ikuti Ji Yong.
"Ne, aku tahu itu. Yunho dan Hangeng sangat mencintai mereka, tapi sayangnya mereka tak bisa membalas perasaan anak-anakku itu. Padahal apa susahnya mencintai namja seperti Yunho dan Hangeng." Balas Ji Yong sambil menghela nafasnya perlahan.
"Yunho dan Hangeng pasti bisa membuat mereka jatuh cinta nantinya. Yang harus kau fikirkan sekarang adalah bagaimana membuat mereka bisa melahirkan dengan selamat dan keempat bayi cucu kita itu juga ikut selamat saat dilahirkan." Jelas Taeyang yang hanya dibalas senyuman lembut oleh Ji Yong.
"Bagaimana? Apa kita mulai membangunkan Heechul dan Jaejoong untuk melakukan proses persalinan?" Tanya Seungri yang menghampiri Ji Yong dan Taeyang. Taeyang menatap kearah Ji Yong mengunggu jawaban dari sahabatnya itu.
"Keputusan ada di tanganmu." Ucap Taeyang sambil menepuk tubuh Ji Yong pelan. Daesung mendekati Ji Yong, Taeyang dan Seungri.
"Bisakah, bisakah kalian saja membantu persalinan itu? Aku… Aku… Aku tak bisa melakukannya." Ucap Ji Yong membuat ketiga selirnya kaget.
"Waeyo?" Tanya Daesung heran.
"Ji Yong-ah, pikirkan perasaan Yunho dan Hangeng nanti." Bujuk Taeyang, Ji Yong mengeleng pelan.
"Mereka saja tak memikirkan perasaan anakku." Jawab Ji Yong pelan.
"Tapi kau harus memikirkan perasaan Yunho dan Hangeng." Balas Seungri.
"Ne, itu benar Ji Yong-ah. Bagaimana pun di dalam rahim mereka ada cucumu." Timpal Daesung.
"Maaf aku tak bisa, kalian saja yang melakukannya." Ucap Ji Yong yang hendak pergi meningglkan ruangan tadi tapi keburu ditahan oleh Taeyang.
"Pikirkan perasaan Yunho dan Hangeng saat ini." Ucap taeyang pelan.
"Tapi…"
"Biar kami dan para dayang yang melakukan persalinan itu, kau cukup duduk di samping mereka mengantikan kedua anakmu untuk menenagkan mereka." Ucap Taeyang menyela, Ji Yong tampak berpikir sesaat sebelum akhirnya ia menganggukan kepalanya pelan.
Persalinan terakhir pun mulai di lakukan, setelah semua persiapan matang mereka membangunkan Jaejoong dan Heechul dari pingsan dan mulai melakukan proses persalinan secara normal. Untuk kali ini persalinan terjadi sedikit lebih lama, Ji Yong terlihat menengangkan Heechul dan Jaejoong yang merintih kesakitan saat proses persalinan tadi terjadi. Setelah kedua bayi yang di kandung Heechul dan Jaejoong lahir Ji Yong langsung meninggalkan ruangan tadi sebelum melihat wajah keempat cucu kandungnya, bahkan ia tak mejawab pertanyaan Yunho dan Hangeng yang menanyakan perihal anak dan istri mereka.
_o0o_
Author Pov…
Malam hari menjelang, bulan bersinar bergitu terang di atas langit sana. Sinarnya yang terang tampak menerangi ruangan dimana selama beberapa jam sebelumnya proses melahirkan terjadi. Di tengah-tengah ruangan tadi tampak berdiri dengan anggunya seorang namja cantik yang tak lain adalah Ji Yong. Namja cantik tadi menatap kesepuluh ranjang kecil di depannya dimana di dalam ranjang-ranjang tadi cucu-cucunya sedang tertidur dengan pulan setelah menangis berjam-jam, dan di belakang tubuh Ji Yong terdapat lima buah ranjang yang diatasnya terdapat kelima menantunya yang tengah tertidur dengan nyenyak.
"Kalian manis sekali sayang." Ucap Ji Yong sambil merapa pipi salah satu bayi Jaejoong. Perlahan air mata kebahagiaan mengalir membasahi pipi namja cantik tadi yang dengan cepat langsung di hapusnya.
"Mereka memang sangat manis chagya, karena mereka cucu kita." Balas Seung Hyun mengagetkan Ji Yong. Seung Hyun berjalan kearah sang istri dan merengkuh tubuh namja cantik tadi ke dalam pelukannya.
"Kau terbangun? Bukankah kau sedang tidur bersama Seungri tadi?" tanya Ji Yong pada sang suami.
"Seungri menghawatirkanmu jadi dia menyuruhku melihat keadaanmu." Balas Seung Hyun, "Apa kau baik-baik saja?" tanyanya lagi.
"Ne aku baik-baik saja. Hanya merasa sedikit sedih." Balas Ji Yong.
"Waeyo? Apa yang kau risaukan dan membuatmu sedih?" Tanya Seung Hyun.
"Aku memikirkan nasib mereka nanti dimasa depan, kau tahu bukan Jaejoong dan Heechul membenci anak kita, sedangkan Henry masih ragu dengan perasaannya sendiri. Apa mereka harus tumbuh tanpa sosok seorang umma di samping mereka?" tanya Ji Yong pada sang suami seraya menatap anak-anak yang Jaejoong, Heechul dan Henry lahirkan beberapa saat yang lalu.
"Mereka akan baik-baik saja. Mereka pasti bahagia bersama kedua orang tua mereka nanti." Balas Seung Hyun yakin.
"Kau yakin sekali." Ucap Ji Yong.
"Kau meragukanku?" tanya Seung Hyun, Ji Yong mengelengkan kepalanya pelan.
"Semoga saja yang kau katakan terjadi, aku tak ingin melihat mereka hidup tanpa sosok seorang ibu." Jelas Ji Yong yang diangguki Seung Hyun.
"Sudahlah, sebaiknya kita kembali ke kamar saja. Biarkan mereka beristirahat, aku akan menemanimu tidur malam ini." Ajak Seung Hyun yang membawa Ji Yong keluar dari ruangan.
"Kau tak perlu menemaniku tidur, kau kembali saja tidur bersama Seungri." Balas Ji Yong.
"Aniya, aku ingin tidur bersamamu malam ini." ucap Seung Hyun membuat Ji Yong menghela nafasnya.
"Kau harus adil pada istri-istrimu, jadi kembalilah ke kamar Seungri lagi." Suruh Ji Yong.
"Ne baiklah, aku akan berlaku adil. Kalau begitu kita tidur berlima malam ini," ucap Seung Hyun membuat Ji Yong mengernyitkan dahinya, "Kurasa ranjangku cukup lebar untuk kita tiduri berlima. Jadi ayo sekarang kita susul mereka." Ajak Seung Hyun yang langsung mengendong Ji Yong dan membawanya pergi meninggalkan kamar dimana cucu dan menantu mereka tidur.
Sepeninggalan Ji Yong dan Seung Hyun, Henry yang sejak beberapa saat lalu sudah terbangun tapi tetap berpura-pura tertidur membuka matanya. Ia mendengar semua perkataan Ji Yong dan kekahawatiran namja cantik tadi. Perlahan tangan Henry terulur kearah perutnya yang terasa lebih rata dari sebelumnya, ia usap dengan perlahan perutnya tadi hingga setetes air mata mengalir dari salah satu matanya. Setelahnya Henry kembali menutup matanya lagi.
_o0o_ To Be Continue _o0o_
Date: 20 November 2012, 09.57 PM.
