Title: Seme Island
Author: Bluedevil9293.
Part: 26 / ?
Rated: T.
Cast:
Seme….
Jung Yunho, 24 tahun.
Hangeng, 23 tahun.
Choi Siwon, 22 tahun.
Zhoumi, 21 tahun.
Lee Jinki, 20 tahun.
Uke…..
Kim Jaejoong, 23 tahun.
Kim Heechul, 22 tahun.
Kim Kibum, 21 tahun.
Kim Key Bum, 20 tahun.
Henry Lau, 19 tahun.
Genre: Romance, Drama, Mystery, Fantasy.
Warning: Yaoi, Shonen-ai, Boys Love, BoyXBoy, Typo, Gaje, M-preg Don't Like Don't Read.
Disclaimer: Seme Island Belong to Dean Choi & Dylan Choi.
Summary: Seme Island, pulau yang berisi namja-namja tampan itu akan musnah bila ke lima namja penguasanya tak secepatnya memiliki keturunan. Dan yang akan melahirkan keturunan mereka pun sudah di tentukan. Bisakah mereka mendapatkan keturunan tepat waktu?
_o0o_ Test _o0o_
Matahari tampak bersinar dengan cerahnya solah-olah ia ikut berbahagia akan kelahiran para calon penerus Seme Island. Di dalam ruangan yang dihuni oleh para ratu dan bayi-bayi mereka tampak sepi karena semua masih terlelap dalam tidur nyenyak mereka. Hanya Kibum yang terlihat mulai membuka kedua matanya dengan perlahan, erangan kecil keluar dari bibirnya saat ia mengusap kedua matanya dan hendak beranjak dari atas tempat tidurnya saat ini. Kenangan saat beberapa jam yang lalu pun menyadarkannya, tak ada lagi rasa sakit yang ia rasakan, bahkan saat ia mengusap perutnya tak terasa lagi tonjolan besar seperti biasa.
Kibum panik dengan seketika, dengan segera ia turun dari atas ranjangnya berniat mencari dimana keberadaan sang suami sekedar ingin bertanya apa saja yang sudah terjadi saat ia tak sadarkan diri dan kemana perginya bayi didalam rahimnya tapi pergerakan Kibum terhenti saat kedua matanya menatap sebuah box bayi di dekat tempat tidurnya. Kibum melangkahkan kakinya dengan perlahan mendekati box bayi tadi, senyuman manis langsung tertampang dibibir kecilnya saat ia menapati dua sosok bayi mungil nan lucu tengah tertidur di dalam box tadi. Air mata kebahagiaan pun menetes dari kedua manik matanya membasahi kedua pipi putih Kibum.
"Kalian manis sekali, mirip seperti appa kalian." Seru Kibum sambil membelai wajah kedua bayinya secara bergantian membuat kedua buah hatinya mengeliat pelan.
"Mereka tampan bukan, seperti appa mereka." Seru sebuah suara sedikit membuat Kibum terkejut, Kibum segera membalikkan tubuhnya menatap sosok namja tampan yang kini tengah tersenyum padanya.
"Ne, mereka tampan sekali seperti appa mereka." Balas Kibum pada sosok namja tampan yang tak lain adalah sang suami tercinta, Siwon. Siwon berjalan mendekati Kibum lalu memeluk sang kekasih mesra, Kibum pun membalas pelukan Siwon penuh rindu.
"Jangan menangis sayang, seharusnya kau tertawa gembira karena kedua pangeran kita telah lahir." Siwon mengecupi kedua kelopak mata Kibum secara bergantian dan menghapus air mata yang membasahi kedua pipi sang kekasih.
"Aku menangis karena aku bahagia," Balas Kibum mesra dan dibalas dengan kecupan sayang dipuncak kepalanya oleh Siwon, "Yang mana yang lebih tua dari mereka Wonnie?" Tanya Kibum sambil menatap kedua bayi mereka.
"Kata umma, yang kanan lima menit lebih dulu lahir dari pada yang kiri." Balas Siwon masih tetap memeluk Kibum.
"Kau sudah memberi mereka nama?" Tanya Kibum sambil membelai wajah kedua buah hatinya lagi.
"Appa dan umma-ku memberikan nama untuk anak pertama dan aku memberikan nama untuk anak kedua." Jawab Siwon yang juga ikut menyentuh buah hatinya.
"Jadi, siapa nama mereka?" Tanya Kibum penasaran.
"Anak pertama appa beri nama Wu Yi Fan, tapi umma bilang kita bisa memanggilnya dengan nama Kris." Ucap Siwon yang kembali memeluk Kibum.
"Lalu yang satu lagi?" Tanya Kibum.
"Choi Minho." Balas Siwon, "Bagaimana, kau suka dengan nama yang diberikan untuk anak kita?" Tanya Siwon, ia melepaskan pelukannya lalu menatap kearah wajah sang kekasih.
"Ne aku suka, itu nama yang bagus untuk kedua anak kita." Balas Kibum, Siwon mengecup bibir Kibum sedikit lama sampai akhirnya mereka mendengar suara dehaman pelan dan akhirnya melepaskan tautan diantara bibir keduanya.
"Jangan bermesraan didepan bayi yang masih kecil hyung, nanti anak kalian kalau sudah besar jadi ikut-ikutan lagi." Seru Jinki yang entah sejak kapan sudah berada di dekat Siwon dan Kibum membuat kedua namja tadi merona malu karena kepergok sedang bermesraan.
"Seperti kau tidak saja." Balas Siwon yang hanya direspon dengan senyuman oleh Jinki.
Jinki tampak tak menghiraukan hyung dan saudara iparnya yang terlihat kembali bermesraan, ia lebih memilih menghampiri sang kekasih yang masih terlelap diatas ranjangnya setelah semalam dengan susah payah Key melahirnya kedua buah hatinya yang cantik.
"Wajah tertidurmu terlihat manis dimataku chagya walau tersirat gurat lelah disana," Seru Jinki seraya mengelus pipi Key dengan perlahan tak ingin membangunkan sang kekasih tercinta, "Gomawo, kau sudah bersedia memberiku hadiah yang sangat indah." Seru Jinki lagi, mengecup kening Key lalu menatap kearah box bayinya.
"Jangan bermesraan dihadapan suadaramu begitu, apa lagi kau bermesraan dengan seseorang yang tengah tertidur." Goda Siwon pada Jinki membuat ia dan Kibum tertawa pelan.
"Kau membalasku, hyung?" Sinis Jinki tapi tak lama ia pun ikut tertawa bersama Siwon dan Kibum.
"Ugh..." Erangan pelan terdengar oleh Jinki, ia segera menatap kearah Key yang tampak sedikit terganggu dengan suara tawa mereka tadi.
"Kau bangun, chagya." Jinki membantu Key untuk mendudukkan tubuhnya, Key masih terlihat mengantuk bahkan kedua matanya belum benar-benar terbuka.
"Onew, kau kah ini?" Tanya Key saat kedua matanya terbuka sempurna dan mendapati sosok Jinki didepannya.
"Ne, ini aku. Suami tercintamu. Apa aku terlihat kurang tampan?" Goda Jinki membuat Key sedikit terkekeh pelan.
"Aniya, kau selalu terlihat tampan untukku bagaimana pun bentukmu." Seru Key pada Jinki yang kini sudah kembali ke sosok manusianya. Jinki sendiri pun baru menyadari sosoknya kembali seperti semula saat ia terbangun tadi. Tak ada lagi telinga dan ekor rubah.
"Berarti aku tetap terlihat tampan walau tanpa wajah sekali pun?" Goda Jinki.
"Jangan paksa aku membayangkannya." Balas Key yang langsung memeluk tubuh Jinki erat.
"Kedua anak kita sudah lahir, mereka sangat cantik sepertimu." Bisik Jinki mesra, Key melepaskan dekapannya, ia tatap wajah sang kekasih dalam.
"Anak kita?" Tanya Key, ia terlihat hampir menangis, Key mengelus perutnya yang kini rata.
"Tentu saja anak kita, kau pikir itu anak Siwon hyung dan Kibum hyung." Seru Jinki membuat Siwon dan Kibum menatapnya tajam, Key terkekeh pelan melihat tingkah sang kekasih yang begitu dicintainya. Jinki memang sedikit kekanakan tapi itu yang Key suka dari namja yang berstatus suaminya itu.
"Aku ingin melihat mereka." Seru Key yang terlihat ingin turun dari atas ranjang.
"Kau diam saja disini biar aku yang membawa mereka kemari," Seru Jinki yang langsung beranjak mengambil salah satu anaknya dan memberikannya pada Key dengan hati-hati lalu mengambil lagi satu anaknya, "Mereka cantik bukan?" Seru Jinki, Key menganggukan kepalanya pelan sambil meneteskan air matanya terharu karena ada nyawa baru yang kini tengah berada didalam dekapannya, salah satu nyawa yang beberapa bulan terakhir ini selalu ia bawa kemana-mana didalam tubuhnya.
"Shttt... Jangan menangis, jangan pasang wajah jelekmu didepan kedua anak kita yang cantik-cantik." Seru Jinki seraya menghapus air mata Key.
"Keduanya yeoja?" Tanya Key seraya mengelus wajah kedua bayinya secara bergantian.
"Aniya, dua-duanya namja," Seru Jinki membuat Key menatapnya heran, "Mereka sepertimu makanya aku bilang mereka cantik." Sambung Jinki menjelaskan, Key pun tersenyum manis padanya.
"Kau sudah memberi mereka nama?" Tanya Key.
"Belum, aku ingin kau yang memberi mereka nama karena kau sudah memberi mereka padaku." Balas Jinki sambil mengecup kening salah satu bayi yang berada didalam dekapannya.
"Aku ingin memberinya nama Lee Sungmin, seperti nama salah satu dayang pengasuhku ketika kecil dulu," Ucap Key sambil menatap bayi yang berada didalam dekapannya, "Dan untuk yang satu lagi, aku ingin memberinya nama Lee Taemin seperti nama salah satu sahabatku." Seru Key, Jinki menganggukan kepalanya paham.
"Lee Sungmin untuk anak pertama dan Lee Taemin untuk anak kedua, nama yang bagus," Seru Jinki, ia raih salah satu tangan Key yang bebes lalu mengecupnya mesra, "Gomawo karena kau sudah memberiku hadiah yang begitu indah." Ucap Jinki yang dibalas dengan anggukan kepala pelan dari Key.
"Owe... Owe... Owe..." Suara tangisan bayi terdengar dari box bayi yang berada didekat ranjang Henry. Suara tangisan pelan tadi dengan cepat menjadi nyaring hingga membangunkan bayi lainnya membuat suara tangis pun segera memenuhi ruangan. Bahkan kedua bayi yang berada didalam gendongan Kibum, Siwon, Jinki dan Key pun ikut menangis membuat orang tua mereka bingung dan khawatir. Henry yang tadi tertidur pun segera terbangun dan mendapati keadaan sedikit kacau.
"Apa yang terjadi? Kenapa mereka menangis?" Tanya Yunho dan Hangeng bersamaan, mereka langsung berlari saat mendengar suara tangisan bayi yang begitu nyaring saling bersahut-sahutan.
"Tak tahu hyung, tiba-tiba saja mereka sudah menangis." Balas Siwon yang sibuk menenangkan salah satu anaknya. Yunho dan Hangeng yang melihat semua bayi menangis pun tampak khawatir dengan tergesa-gesa mereka berlari menuju ranjang istri mereka masing-masing, Jaejoong dan Heechul memang terlihat sudah membuka mata mereka tapi masih dalam keadaan setengah tertidur.
BRUK!
Tubuh Yunho dan Hangeng terjatuh ke lantai, mereka tak bisa mendekati bayi-bayi mereka, seolah-olah ada perisai pembatas yang kasat mata tak jauh dari tempat dimana Heechul dan Jaejoong berada. Kedua mencoba sekali lagi tapi tubuh keduanya tetap tak bisa melewati perisai tadi.
"Apa yang terjadi hyung?" Tanya Siwon heran.
"Entahlah, aku juga tak tahu. Rasanya ada sihir pembatas di sini." Balas Yunho seraya meraba udara kosong didepannya.
"Umma, ini pasti ulah umma." Seru Hangeng geram.
"Kalau benar umma memasang perisai kenapa aku dan Siwon hyung bisa masuk?" Tanya Jinki heran.
"Entahlah." Balas Yunho, ia mengeluarkan sedikit kekuatannya sekedar untuk menghancurkan perisai buatan umma-nya tadi, tapi bukannya hacur perisai tadi malah melawan balik membuat tubuh Yunho terlempar kebelakang.
"Yunho hyung!" Seru Zhoumi yang terlihat kaget, ia baru masuk kedalam kamar saat tubuh Yunho terpentar kearahnya, "Apa yang terjadi?" Tanyanya heran.
"Perisainya terlalu kuat." Seru Hangeng membuat Zhoumi yang tak tahu apa pun memasang wajah bertanyanya.
"Umma memasang perisai pembatas agar kita tak bisa memdekati anak dan istri kita." Jelas Yunho. Zhoumi yang masih sedikit heran pun melangkahkan kakinya mendekati ranjang Henry. Zhoumi menatap Henry lembut, kedua mata mereka saling bertatapan. Zhoumi menghentikan langkahnya tak jauh dari tempah Henry berada, ia mengulurkan tangannya meraba perisai kasat mata yang tadi kedua Hyung-nya bicarakan.
"Umma!" Seru Jinki saat ia melihat Jiyong masuk kedalam ruangan dengan tampang arogannya.
"Umma, apa maksudnya semua ini? Kenapa kau memasang perisai pembatas?" Tanya Yunho meminta penjelasan pada namja cantik yang sudah melahirnya tadi.
"Hanya untuk menguji kalian saja." Seru Jiyong santai.
"Menguji? Menguji seperti apa maksud umma?" Seru Hangeng yang tampak kesal ditambah lagi sejak tadi kedua anaknya tak berhenti menangis dan Heechul sedikit pun tak terlihat mau beranjak dari tempatnya untuk menenangkan kedua anaknya. Jangankan beranjak, sekedar menatap kedua bayi mereka saja Heechul tampak segan.
"Semua sudah terlewati, kutukan pulau ini sudah teratasi, aku tak perlu cucu atau pun menantu, cukup dengan kalian sebagai anak-anakku saja sudah cukup. Kalau kalian saling mencintai, aku tak akan menghalangi kalian tapi kalau kalian sama sekali tak saling menginginkan maka aku akan memishkan kalian dengan tanganku sendiri." Seru Jiyong santai membuat kelima anaknya menatap kesal padanya.
"Umma!" Seru Kelima pangeran tadi pada Jiyong serta.
"Bagaimana bisa umma melakukan ini semua pada kami, anak-anak umma." Tanya Yunho tak habis pikir, ditatapnya Jiyong kesal.
"Aku melakukan ini demi kebahagiaan kalian." Balas Jiyong yang dengan santai melangkahkan kakinya mendekati ranjang Kibum dan Key yang bersebelahan.
"Apa umma pikir kami akan bahagia kalau umma memisahkan kami dengan anak dan istri kami?" tanya Hangeng seraya menatap pungung tegas Jiyong.
"Tentu saja, aku umma kalian dan aku paling tahu apa yang terbaik untuk kalian," Seru Jiyong tampan menatap kearah Hangeng, Yunho dan Zhoumi. Jiyong meraih Kris dari gendongan Siwon lalu memberinya pada Siwon, "Susui dia, kedua anakmu sedang lapar. Kau juga Key." Seru Jiyong pada Kibum dan Key yang menatap heran padanya.
"Susui seperti seorang wanita menyusi bayi mereka." Ucap Jiyong menjawab tatapan heran kedua menantunya. Kibum dan Key menganggukan kepala mereka, walau awalnya sedikit ragu mereka pun terlihat menyusui salah satu dari kedua bayi mereka sambil sesekali meringis menahan nyeri saat pertama kali memberikan ASI pada buah hati mereka.
"Umma, kumohon hilangkan perisai buatanmu. Lihat kedua anakku menagis terus." Pinta Zhoumi memelas.
"Kau bisa menyentuh bayimu kalau Henry juga mencintaimu." Seru Jiyong tegas.
"Umma!" Teriak Yunho dan Hangeng kesal.
"Jangan berteriak padaku! Sudah kukatakan bukan aku tak memerlukan cucu atau pun menantu. Kalau mereka masih punya hati istri kalian pasti mau memberi makan pada anak kalian. Kalau tidak, tak ada yang bisa kalian lakukan lagi, untuk apa membesarkan bayi yang tak mendapatkan kasih sayang dari kedua orang tuanya secara utuh." Seru Jiyong seraya menatap Heechul dan Jaejoong tajam tapi kedua namja cantik tadi dengan cepat mengalihkan tatapan mereka tak ingin saling beradu mata dengan Jiyong.
"Umma, kumohon..." Pinta Hangeng, ia bahkan sampai rela berlutut didepan Jiyong tapi sang umma terlihat tetap pada pendiriannya.
"Kita lihat saja sampai berapa lama mereka bisa bertahan, nyawa kedua anak kalian berada ditangan umma mereka. Dan kalian! Jangan pernah sekali-kali menyusui selain dari anak kalian kalau kalian tak ingin kupisahkan juga." Seru Jiyong pada Kibum dan Key.
"Umma!" Seru Siwon dan Jinki serta, terlihat gurat kekesalan diwajah kedua anaknya tadi. Jiyong tampak tak menghiraukan kekesalan kelima anaknya dengan santai ia berjalan keluar dari dalam kamar. Ia tak sanggup harus berada dalam didalam rungan tadi dan melihat bagaimana wajah sedih anak-anaknya.
_o0o_ To Be Continue _o0o_
Date: 16 June 2013, 06.10 PM.
Yosh! Dean update FF yang udah di tunggu-tunggu ma readers selama bertahun"! Maaf kalau FF ini lama update-nya. Kemarin sedikit susah buat mengabungkan beberapa scene cerita dan Dean sedang terkena wabah malas ngetik FF sekitar 2 bulanan *DiTimpukReaders.
Dan sekali update nggak bisa panjang, al.a Dean masih harus belajar buat UAS 2 hari lagi (Do'akan nilai UAS-ku bagus ne). Ini FF baru diketik dan langsung update, kalau banyak typos maaf ya soal.a belum diedit ulang. Lagi malas soalnya, kalau tunggu rajin bisa-bisa Ffnya ketahan lagi sampai 3 bulan *DiGigitReaders.
Sudah ketahuan bukan beberapa anak yang para uke lahirkan. Chapter depan mau dibumbui dengan angst, berharap para readers pada nangis *KetawaNgakakAlaKyuhyun
Walau pun updatenya lama, Dean masih berharap banyak readers yang mau comment FF ini karena dengan begitu Dean bakal tahu sebanyak apa readers yang masih menunggu FF ini dengan setia dan sebanyak apa readers yang udah angkat tangan ma FF ini.
Q & A:
Q: Sad Ending?
A: Ada deh... tapi yang jelas tetap ada sad-nya. FF Buatan Dean kan pasti suka dikasih bumbu" Sad *Smirk
Q: Banyakin YunJae ma OnKey.
A: Ini udah dipart terakhir jadi Dean tinggal nyiksa HanChul ma YunJae aja setelah itu tamat.
Q: Bahasa terlalu kaku.
A: jinjja? Anggap aja lagi baca novel terjemahan (Maklum Dean kalau baca novel pasti novel terjemahan yg terkadang bahasanya begini *DeepBow)
Q: Aku kira ada yang bakal keguguran.
A: Nggak kok tapi nanti bakal ada 3 nyawa yang melayang *Smirk
Q: Taeyang & Daesung uke?
A: itu kesalahan diawal cerita, karena awal.a nggak ada rencana mau masukin para orang tua dicerita. dan awalnya juga FF ini bakal End saat para uke melahirkan tapi otak Dean muter lagi jadi ditambah beberapa scene menyakitkan hati.
Q: Masih banyak Typos.
A: Dean paling malas kalau disuruh baca ulang FF ini karena kalau baca ulang yang ada FF.a suka di publish beberapa bulan setelah diketik.
Q: Banyakin adegan SeungJi.
A: Mereka siapa sih? *DiGetokSeunghyun&Jiyong* Lihat nanti saja, Dean fokus nyiksa HanChul ma YunJae dulu.
Q: Kekhawatiran ji yong bkal erjadi sm anak" jae,heechul sm henry kah? Atau pd akhirnya henry mulai bljr meyakinkan perasaannya ke zhoumi dan bkal mencintai zhoumi sm anak"nya? Nah... Kl jae sm heechul sndr gmn? Apa mereka bkal berubah pikiran dan mulai bljr mencintai yunho sm hangeng stlh melihat anak mereka? Naluri seorang ibu jg gak akan sejahat itu kan dgn ngebiarin anaknya dewasa tnpa kehadiran ibunya cm krn sang ibu benci sm ayahnya?
A: Bingung mau jawab apa, pertanyaannya banyak banget -_- Jawaban buat semua pertanyaan ini ada di next chapter.
Q: Anak".a nanti bakal jadi siapa aja?
A: Udah nongol 2Min, Sungmin (KyuMin) ma Kris (KrisTao). Sisanya masih rahasia yang jelas Semua namja, setengah uke n setengah lagi seme n masing" perwakilan dari BB di SM.
Q: Tiap umma melahirkan bayi kembar ya? :o Atau 2 bayi beda wajah? Dan masing-masing sepasang atau ada yang berkelamin sama ya?
A: Iya bayinya kembar tapi beda wajah.
Q: Kenapa Mochi nangis waktu dengerin percakapan Seunghyun ma Jiyong?
A: Kenapa yah? ==a Dean juga lupa *DiBuhunReaders.
