Love U My Cousin
.
.
"kalian tau tidak sekolah kita memiliki tahayul? jika sepasang kekasih berciuman dibawah lonceng atap sekolah kita maka mereka akan selalu bersama"
"berciuman dibawah lonceng. Apakah Baekhyun tau hal itu?" entah mengapa Chanyeol tidak bisa tidur memikirkan hal tersebut, apakah besok Baekhyun akan ke atap? Apakah Baekhyun mengetahui hal tersebut? Apa Baekhyun percaya hal itu? Dengan siapa Baekhyun akan ciuman?
Pertanyaan-pertanyaan itu membuat Chanyeol tidak bisa tidur, ia merasa sangat terganggu dengan hal-hal padahal yang tidak penting. Dan juga tidak mungkin kan besok Baekhyun akan berciuman dengan seorang namja dibawah lonceng tersebut.
Chanyeol hanya berharap besok dirinya bisa tampil dengan maksimal dan tidak mengantuk karena kurang tidurnya ini.
.
.
Puluhan murid-murid dari sekolah lain mulai datang ke sma SM. Banyak yang ingin mengelilingi sekolah tersebut, sekedar mencicipi berbagai makanan, bermain beberapa permainan sederhana dan juga melihat penampilan murid-murid SM yang lumayan terkenal diluar sana.
Melihat Chanyeol yang sedang berjalan menuju ke tempat pentas, para yeoja langsung bergerombol menghalangi jalan Chanyeol demi melihat wajah tampan namja tersebut. Hampir semuanya punya keinginan yang sama, yaitu berciuman dengan namja itu dibawah lonceng.
Chanyeol terlihat kesusahan menangani para yeoja tersebut untung saja temannya –Sehun datang membantu. Setelah lepas dari gerombolan yeoja tersebut Chanyeol akhirnya bisa bernafas lega mungkin saja tadi ia bisa mati diseret para yeoja itu.
"masih ada banyak waktu sebelum giliran kita tampil, harusnya kamu menyalani para yeoja tersebut" canda Jongin
"tidak terima kasih. Bibirku masih suci" ujar Chanyeol sambil berjalan meninggalkan teman-temannya, ia berencana untuk jalan-jalan sebelum ia tampil nanti.
Entah mengapa kakinya malah terus berjalan menuju kelas Baekhyun padahal ia tidak berencana menuju kelas noonanya itu. Chanyeol sedikit penasaran apa yang dilakukan oleh kelas Baekhyun, dari lorong kelas itu tidak terlihat seperti mengadakan acara apa pun.
Dengan perlahan Chanyeol membuka pintu kelas tersebut, ia terkejut melihat Baekhyun dibalik pintu tersebut dengan pakaian maid yang sangat cocok dengannya.
"apa yang kamu lakukan dengan pakaian itu Baekhyun-ah?" ujar Chanyeol setengah penasaran dan setengah terkagum melihat penampilan yeoja tersebut.
"ah, kelas ku membuat cafe princess jadi aku berpakaian seperti ini. Aku harus segera berganti, aku terlihat memalukan dengan pakaian ini" ucap Baekhyun sambil mempoutkan bibirnya, ingin rasanya Chanyeol mencium yeoja itu sekarang juga karena bibirnya yang terlalu menggoda namun ia masih sadar diri untuk tidak melakukan hal tersebut.
"sebaiknya kamu tidak usah..." sekali lagi Suho datang memotong ucapan Chanyeol, ingin rasanya ia membunuh hyungnya itu.
"kamu sudah siap Baekhyun-ah?" Suho sedikit terkejut dengan kehadiran Chanyeol disana, namun ia mengabaikan namja tersebut.
"aku baru saja akan berganti baju" jawab Baekhyun, Suho menatapnya agak lama.
"sebaiknya kamu tidak usah ganti baju, kamu terlihat sangat cantik dengan baju itu" sambung Suho sambil tersenyum manis pada Baekhyun.
"tunggu dulu" teriak Chanyeol kepada Baekhyun dan Suho. Itu adalah kata-kata yang tadi ingin ia ucapkan mengapa Suho yang mengucapkannya.
Baekhyun dan Suho menatap Chanyeol aneh karena berteriak tidak jelas seperti itu. Sebenarnya Suho sudah melihat keanehan Chanyeol ini sejak kemarin, ia ingin bertanya pada adiknya itu apa yang terjadi namun ia urungkan niat itu. Mungkin saja ia yang menanggapinya terlalu berlebihan.
"eh.. hm.. apa kalian ingin berkeliling?" tanya Chanyeol dengan gugup.
"iya" jawab Baekhyun dan Suho kompak.
"apakah tidak bosan jika berkeliling bersama saudara?" tanya Chanyeol lagi sambil menunduk, entah kenapa ia menjadi takut sendiri setelah bertanya seperti itu.
"bukan begitu" jawab Baekhyun sambil menatap Chanyeol.
Chanyeol terkejut dengan jawaban Baekhyun. Apa yang terjadi? Mengapa yeoja itu tidak membantah ucapannya seperti biasa? Kenapa reaksinya begitu berbeda? Chanyeol menatap Baekhyun tidak percaya.
"Suho oppa, tau tidak tentang atap sekolah kita?" tanya Baekhyun dengan wajah yang berseri-seri.
Chanyeol yang terkejut dengan pertanyaan Baekhyun langsung saja menarik tangan yeoja itu, ia tidak ingin apa yang ia pikirkan sejak semalam menjadi kenyataan. "aku juga mau... Baekhyun-ah..." Chanyeol dan Baekhyun bertatapan lama, dari matanya Chanyeol terlihat marah sedangkan Baekhyun serta Suho menatap namja tinggi itu dengan penuh tanda tanya apa yang sebenarnya diinginkan namja itu.
"ah, Kim Chanyeol disini kamu rupanya. Latihan sudah mulai, sebentar lagi kita tampil. Ayo" Chen menarik paksa lengan Chanyeol untuk segera menjauh dari dua saudaranya itu.
"tunggu dulu ini sangat penting" Chanyeol memberontak namun Chen dengan kekuatan penuhnya tetap menyeret paksa Chanyeol tanpa ampun, karena yang ada dalam pikirannya saat itu adalah Chanyeol harus mengikuti latihan sebelum mereka tampil didepan banyak orang agar tidak mengecewakan mereka.
Chanyeol pun akhirnya menyerah dan pasrah diseret oleh temannya yang memiliki wajah seperti dinosaurus itu.
.
.
"band selanjutnya yaitu..." terdengar suara dari panggung memperkenalkan band Chanyeol dan teman-temannya, mulai membicarakan profil masing-masing membernya dan prestasi mereka.
Teman-teman Chanyeol menunggu dengan semangat giliran mereka tampil diatas panggung, terlihat Chanyeol dengan raut wajah cemas dan gugup, duduk dengan tidak tenang ditempatnya.
'ini semua omong kosong. Baekhyun serius ingini menikah dengan Suho hyung? Suho hyung juga, padahal selama ini dia selalu bersikap baik mengapa mendadak sifatnya berubah?' Chanyeol frustasi memikirkan kedua orang itu.
Terlintas dibayangan Chanyeol adegan Suho akan mencium Baekhyun dibawah lonceng tersebut. Wajahnya makin terlihat marah dan frustasi.
"tanpa buang waktu lebih banyak kita panggilkan saja ..." sorak sorai penonton makin terdengar jelas dan sangat bersemangat.
"giliran kita Chanyeol-ah, kajja" ketika Minseok berbalik untuk memanggi temannya itu ia sangat terkejut melihat namja tinggi itu telah menghilang dari tempat duduknya entah kemana.
"DIMANA KIM CHANYEOL?!"
.
.
Sementara teman-temannya panik disana ternyata Chanyeol sekarang sudah berada diatap, tempat dimana Suho dan Baekhyun sedang menghabiskan waktu berdua. Terlihat Chanyeol dengan keringat bercucuran dan nafas tersenggal sedang duduk diatas tubuh Suho dan menatapnya dengan marah.
"Chanyeol?!" Baekhyun terkejut melihat aksi adiknya itu, "apa yang ..." belum sempat Baekhyun memarahi sang adik kalimatnya langsung dipotong.
"aku tidak akan membiarkan kalian melakukan tahayul itu" teriak Chanyeol dengan marah.
"hentikan Kim Chanyeol!" Baekhyun mendekat dan ingin berusaha melerai kedua kakak beradik itu.
"kamu diam saja, Baekhyun!" Chanyeol membentak Baekhyun dengan penuh amarah, harusnya yeoja itu bisa tau bagaimana perasaannya saat ini. Sudah berulang kali Chanyeol selalu menunjukkan perhatian dan kasih sayangnya pada Baekhyun namun yeoja itu tetap saja tidak pernah mengerti.
Suho terlihat marah dengan apa yang dilakukan sang adik padanya dan beraninya ia membentak Baekhyun yang lebih tua darinya. Suho pun memukul kepala adiknya tersebut, akhir-akhir ini Chanyeol sangat aneh.
"kamu sangat aneh Kim Chanyeol" Baekhyun membantu Suho berdiri. Sementara Chanyeol menatap mereka dengan bingung.
"kamu tidak perlu menghentikan kami, kami datang ke atap untuk melihat lukisan yang mereka buat dilapangan" tunjuk Baekhyun dengan emosi.
Chanyeol terkejut dengan pernyataan Baekhyun, jadi dia salah sangkah dengan apa yang dilakukan oleh Suho dan Baekhyun. Chanyeol terkejut untuk membalas perkataan Baekhyun.
"apa yang kamu maksud dengan tahayul? Yang dibawah lonceng itu?" Baekhyun menatap Chanyeol tidak percaya mengapa namja itu sangat bodoh.
"itukan omong kosong" sambung Suho yang membuat Chanyeol merasa seperti ribuan pisau menusuk jantungnya sekaligus.
"habisnya kamu bilang ingin menikah dengan Suho hyung!" Chanyeol berteriak pada Baekhyun.
"memang iya! Itu karena Suho oppa baik dan selain itu jika kita menikah, kita bisa menjadi keluarga yang sebenarnya" Baekhyun menundukkan kepalanya, ia sedih memikirkan bahwa ia hanya sepupu dari kedua namja didepannya ini.
"Jimin jadian dengan Taehyung, aku jadi kesepian" sambung Baekhyun sambil tertawa canggung.
"kalau begitu dengan aku saja" jawab Chanyeol dengan kepala menunduk dan raut wajah menyesal, ia menyesal telah berburuk sangkah dengan hubungan Suho dan Baekhyun. Yeoja itu tetap memikirkan statusnya dikeluarga Kim.
"eh?!" Baekhyun terkejut, ia tidak mengerti apa yang Chanyeol bicarakan. Sementara Chanyeol terus berjalan mendekatinya, bingung harus melakukan apa Baekhyun ikut mundur seiring langkah Chanyeol yang semakin dekat. Baekhyun terdesak. Sekarang ia sudah bersandar ditembok lonceng itu.
"Chanyeol-ah" Baekhyun menatap mata Chanyeol dengan bingung sementara yang ditatap balas menatapnya dengan tatapan lembut dan terpancar kasih sayang.
"lupakan Suho hyung, kamu dengan aku saja" Baekhyun terdiam berusaha mencerna kalimat yang dilontarkan oleh Chanyeol.
Karena tidak ada jawaban akhirnya Chanyeol kembali membuka suara, "mau mencoba tahayulnya?"
"lagi-lagi kamu hanya mempermainkan orang, Chanyeol!" Baekhyun berteriak untuk menutupi rasa gugupnya.
"aku serius, Baekhyun-ah"
Chanyeol mencium Baekhyun dengan lembut. Baekhyun tidak tau apa yang harus dia lakukan, ia hanya bisa menikmati ciuman memabukkan yang diberikan Chanyeol. Setelah beberapa menit Chanyeol pun melepaskan tautan mereka.
Wajah Baekhyun memerah sempurna dan Chanyeol hanya tertawa canggung, sementara Suho menatap Chanyeol seperti ingin membunuh namja itu, bisa-bisanya ia mencium kakaknya sendiri.
"kamu brengsek Chanyeol-ah" teriak Baekhyun dengan wajah yang memerah. Chanyeol hanya tertawa canggung menutupi kelakuannya yang benar-benar keterlaluan.
'ah sudahlah, mungkin lebih baik seperti ini. Aku hanya bisa berharap pada Tuhan bahwa kami akan benar-benar terus bersama. Selamanya'
.
.
.
END
