Joongie and Yunie 'Bear'

.

Cast : Chibi Kim Jaejoong (5 tahun), Jung Yunho (16 tahun)

Genre : oneshoot/humor

Note : cerita ini terinspirasi dari kartun Masha and the Bear pada tahu kan kartun ini? Hehee.. Cerita ini hanya oneshoot ditiap chapternya, dan tak ada hubungannya disetiap chapternya ^^

NB : cast bisa sewaktu-waktu bertambah sesuai dengan kebutuhan cerita

.

Chap : 2 - Just Call Me

.

.

Tanoshiku oyomi kudasai ^^

.

.

DOUZO

::

:

Joongie and Yunie 'Bear'

-Just Call Me-

:

::

Sore yang begitu cerah, secerah hati Yunho yang kini tengah asik menikmati secangkir teh di teras depan rumahnya. Ia menikmati secangkir teh, lengkap dengan beberapa cookies menemaninya. Ya, setelah sebulan yang lalu ia memulai kehidupan mandiri jauh dari orang tuanya, iapun kini sudah mulai terbiasa.

Awalnya memang susah dirasakannya, apalagi ia tak pernah tinggal berjauhan dari orang tuanya. Untunglah itu tak berlangsung lama, keadaan home sick itu kini sudah tak pernah lagi dirasakannya. Apalagi ditambah keadaan disekitar wilayah tempat tinggalnya yang nyaman, menjadikan ia cepat merasa nyaman dengan lingkungan barunya.

"Hari minggu memang yang hari terbaik!" ucap Yunho sambil memamerkan senyum lebarnya. "Sepertinya akan lebih menyenangkan jika aku berolahraga atau membaca komik." lanjutnya lagi sambil memejamkan matanya sambil merasakan angin sore yang berhembus pelan disekitarnya.

"Ahhh, nyamannya~" ucapnya lagi dengan senyum manis yang mengembang diwajahnya.

Drtttt

Drtttt

Drtttt

Getaran dari ponselnya segera membuat Yunho terbangun, iapun mengambil ponselnya dan membaca sebuah note yang tertera disana.9

.

Note

Soccer

Chellsea vs Mancester United

16.00 KST

.

"Ahh, aku hampir lupa!" serunya lantang setelah membaca note itu, iapun tanpa pikir panjang segera masuk kedalam rumahnya dan menyalakan televisi.

"Haahh, untunglah, tepat waktu!" pekiknya senang karena belum terlambat untuk menyaksikan pertandingan bola itu. Yah, ia hampir saja melewatkan pertandingan sepak bola itu.

"Aku harus menyiapkan cemilan selagi iklan. Ah, tehku, cookiesku~" teriaknya lagi dan segera menghambur keluar guna mengambil teh dan cookiesnya yang tertinggal, setelahnya iapun menaruh semuanya diatas meja lalu berjalan menuju kamarnya guna mengganti baju dan mengambil atribut untuk mendukung Tim jagoannya, tanpa menyadari jika seorang namja cilik tengah berjalan pelan masuk ke dalam rumahnya.

"Hyungie~ Joongie datang~" teriak kencang Jaejoong-namja cilik itu-menggema di dalam rumah. Iapun mengedarkan sebentar kepalanya dan segera terpaku saat melihat televisinya menyala. Tanpa pikir panjang segera ia beranjak menuju depan televisi lalu mengganti channel tvnya.

"Hahaha..hihihiii.."

Jaejoongpun tertawa terbahak saat menonton sebuah kartun 'Masha and the Bear' yang terhidang(?)di layar televisi. Iapun tanpa sungkan-sungkan meminum teh Yunho yang tersaji di atas meja dan juga memakan cookiesnya.

"Hahaha..beluang pabo!" pekik Jaejoong lagi dan tak menghiraukan Yunho yang sudah kembali setelah mengganti pakaiannya.

"Yah! Kenapa kau mengganti acaranya!" kata Yunho dan menatap kesal kearah Jaejoong, iapun segera merebut remote tv, lalu mengganti chanelnya kembali menjadi tayangan sepak bola.

Tik

"Hiss, Hyungie jangan diganti. Joongie kan pengen nonton kaltun~" rengek Jaejoong dan kembali merebut remote itu dari tangan Yunho dan kembali mengganti chanelnya.

Tik

"Yah! Ini televisiku, terserah aku mau nonton apa!" ketus Yunho lagi dan kembali merebut remotenya dari Jaejoong.

"Tapi Joongie mau nonton kartun!"

Tak mau kalah, Jaejoongpun kembali merebut remote itu dari Yunho, dan terjadilah persaingan sengit memperebutkan sebuah remote antara Yunho dan Jaejoong, dan sudah bisa dipastikan bukan jika yang akan menang adalah-

Tik

"Sepak bola adalah yang terbaik!" kata Yunho penuh kemenangan dan kembali mengganti chanel itu dengan siaran sepak bola. Yunhopun kemudian mengarahkan pantatnya duduk dengan tenang di sofa, lalu mulai menikmati siaran sepak bola yang sudah berlangsung kurang lebih sepuluh menit, namun rasanya ada yang aneh.

Ah ya benar, Jaejoong. Entah kenapa bocah cilik itu sama sekali tak mengeluarkan suaranya. Yunhopun menjadi sedikit khawatir, dan dengan perlahan ditolehkannya wajahnya kearah Jaejoong yang berdiri disebelahnya, dan iapun segera menghela nafas pelan saat melihat wajah Jaejoong.

Ya, Jaejoong sekarang tengah berada dalam mode siap menangis. Lihatlah bibir merahnya yang sudah mencebil kebawah, lengkap dengan mata bulatnya yang sudah tergenang air mata yang sewaktu-waktu bisa tumpah.

"Hahhhh.. Baiklah! Ini!" kata Yunho dan menyerahkan remote itu pada Jaejoong, ia benar-benar tak tahan melihat ekspresi Jaejoong yang bagaikan anak gajah(?)yang kehilangan induknya.

Jaejoongpun dengan semangat merebut remote itu dari tangan Yunho dan segera mengganti chanelnya menjadi kartun. Iapun kembali tetawa ceria menonton kartun tersebut.

"Ck, aku kalah dengan seorang bocah!" gumam Yunho menggelengkan kepalanya sambil menatap Jaejoong yang kini sudah melonjak kegirangan disebelahnya.

20 menit berlalu.

Acara kartun itupun sudah selesai sekarang, Jaejoongpun bersiap turun dan pulang ke rumah. Yunho yang melihat itu segera menegakkan tubuhnya yang sedari tadi berbaring di sofa.

"Kau mau pulang?" tanya Yunho dan diangguki oleh Jaejoong.

"Ne hyungie, kaltunnya uda celece." jawab Jaejoong dan segera melangkah pelan menuju pintu.

Yunhopun mengembangkan senyumnya saat mendengar itu, segera ia meraih remote televisi dan bersiap untuk mengganti channelnya. Namun-

'Kita uleni bahannya sampai kalis, setelah itu kita membaginya menjadi enam bagian. Masing-masing bagian kita beri tambahan pewarna makanan. Merah, kuning, orange, hijau, biru dan ungu'

"Tunggu! Joongie mau nonton ini!" teriak Jaejoong cukup kencang saat mendengar suara acara memasak dari arah tv. Iapun mengurungkan niatnya untuk pulang ke rumah dan kembali duduk disebelah Yunho dan merebut remote tvnya untuk memperbesar volume. Nampaknya bocah cilik itu menyukai acara masak-memasak.

Sementara Yunho? Ahh, namja tampan itu sudah ingin berteriak kencang saat Jaejoong kembali memonopoli televisinya. Iapun memandang kesal kearah Jaejoong dan ingin sekali mencium(?)pipi tembam Jaejoong.

"Aigoo, bersabarlah Jung!" gumam lemas Yunho dan perlahan bangkit dari sofa menuju dapur guna mengambil air. Ia membutuhkan sesuatu yang dingin untuk mendinginkan hatinya yang tengah kesal.

'Setelah itu kita beri hiasan sebagai toppingnya. Kka, apa kalian menyukai coklat?'

"Huwaa.. Joongie cuka, Joongie cuka coklat~" pekik Jaejoong girang dan tersenyum ceria kearah televisi, sementara Yunho hanya mencebilkan bibirnya kesal saat melihat itu. Iapun memilih keluar rumah dengan membawa satu kaleng jus ditangannya.

"Ck, kalau tidak cepat-cepat aku bisa ketinggalan semua pertandingannya. Ahh, eotteokhae!" gumam Yunho sambil memijiat pelan kepalanya, memikirkan cara supaya Jaejoong berhenti menonton televisi.

Ctik

Segera sebuah ide melintas dikepala Yunho, iapun segera beranjak dari duduknya memungut sebuah bola dan mulai menjalankan idenya.

Dugh

Dugh

Dugh

Yunho segera mendrible bola itu guna menarik perhatian Jaejoong, ah, nampaknya ia ingin mengalihkan perhatian Jaejoong.

Dugh

Dugh

Dugh

Kembali Yunho memainkan bola itu dan membuat Jaejoong sedikit mengalihkan pandangannya kearah Yunho.

"Kajja Joongie main bola!" ajak Yunho sambil tersenyum manis kearah Jaejoong, berharap Jaejoong mau mengalihkan perhatian dari televisi.

'Setelahnya kita hiasi dengan cherry, apa kalian menyukai cherry?'

"Anioo, Joongie mau nonton aja!" teriak Jaejoong dan kembali memfokuskan pandangannya kearah televisi, kembali melanjutkan menonton acara masak-memasak itu.

Ck

Yunhopun berdecak pelan saat usaha pertamanya gagal, namun ia kembali mencoba untuk mencari cara lain untuk mengalihkan perhatian Jaejoong, sehingga ia bisa segera menonton pertandingan sepak bola itu.

"Aha!" pekik Yunho lagi saat mendapatkan ide lain, iapun mengambil ponselnya dan segera menjalankan idenya.

Pip

Pip

Pip

Yunhopun sengaja memainkan ponselnya dengan sedikit keras agar Jaejoong bisa mendengarnya dan melihat kearahnya. Ia sengaja mengencangkan volume ponselnya dan tentu saja hal itu segera membuat Jaejoong menoleh kearahnya.

"Oh, poncel!" pekik Jaejoong kencang saat melihat Yunho bermain dengan ponselnya. Iapun menjadi tertarik dan menginginkan ponsel itu. Segera saja ia berlari keluar mencari Yunho dan segera meminta ponsel itu.

"Hyungie, Joongie mau~ ayo kacih Joongie poncelnya~" pekik Jaejoong lagi sambil melompat-lompat meraih ponsel yang masih dipegang oleh Yunho.

"Mwo? Kau mau ini?" tanya Yunho dengan memasang seringai diwajahnya.

'Yatta! Berhasil!' pekik Yunho dalam hati.

"Ne Joongie mau~ Cini pinjamin Joongie~" teriak Jaejoong lagj benar-benar menginginkan ponsel itu.

"Baiklah, aku akan meminjamkannya. Ini!" jawab Yunho sambil menyerahkan ponselnya kepada Jaejoong, Jaejoongpun menerimanya dengan senang hati dan binar bahagia tercetak jelas diwajahnya.

"Yeayy, gomawo hyungie~" pekik Jaejoong senang saat ponsel itu sudah berada ditangannya, segera saja ia berbalik hendak masuk ke dalam rumah lagi, namun-

Sreetttt

"Kau mau kemana?" tanya Yunho sambil menarik baju Jaejoong dan menyebabkan bocah cilik itu menghentikan langkahnya.

"Joongie mau main didalam." jawab Jaejoomg sambil menatap Yunho dengan mata polosnya.

"Ani ani ani. Kau jangan main di dalam." jawab Yunho segera sambil menggelengkan kepalanya, dan itu membuat Jaejoong memiringkan kepalanya bingung.

"Ho? Teluc Joongie mecti main dimana dong?" tanyanya imut sambil menatap Yunho.

"Disana, kau bisa bermain disana." jawab Yunho sambil menujuk kearah luar rumahnya. Tepatnya kearah jalanan.

"Mwo? Jadi Joongie haluc main dijalan?" tanya Jaejoong saat mengerti arah tunjuk Yunho. Yunhopun mengangguk membenarkan. "Tapi nanti kalo ada olang jahat gimana?" tanya Jaejoong lagi sedikit merasa takut.

"Oh oh oh, tenang saja." jawab Yunho bangga dengan senyum songong terlukis diwajahnya, "Kalau ada yang macam-macam denganmu, kau tinggal pencet tombol ini dan-"

Kringg kringg kringgg

"Telpon rumahku berbunyi, lalu aku akan segera datang dan mengusir siapapun yang mengganggumu!" lanjutnya lagi masih dengan wajah songongnya.

"Wowww... Kelennn~ ini cepelti cenjata lahacia~" pekik Jaejoong kagum.

"Nah, jadi sekarang kau mau berjalan-jalan sendiri kan?" tanya Yunho lagi dengan seringai menghiasi wajahnya.

"Umm, Joongie mau jalan-jalan!" pekik Jaejoong lagi dan bersiap untuk berjalan-jalan.

"Baiklah. Selamat bersenang-senang~" teriak Yunho girang dan segera bergegas masuk ke dalam rumah, menutup pintu, lalu duduk dengan tenang di sofa guna menonton pertandingan sepak bola, namun-

Kriinggg kriinggg

Telpon rumahnya segera berdering dan menyebabkan Yunho terlonjak kaget. Iapun segera berlari keluar mengecek keadaan Jaejoong.

Brakkk

"Hyungie~" panggil Jaejoong sambil melambaikan tangannya, "Joongie cuma mau coba panggil hyungie!" lanjut Jaejoong tanpa merasa bersalah.

Yunhopun hanya mengumpat tak jelas sebelum akhirnya kembali masuk ke dalam rumah, sementara Jaejoong juga mulai berjalan keluar.

"Haaa, Joongie enaknya kemana yah! Hemm, ahhh!" pekik Jaejoong kencang saat melihat seekor ulat bulu yang melintas dihadapannya, "Ihhh..Joongie geli~" teriaknya lagi dan dengan segera menghubungi Yunho.

Kriingg kriingg kriingg

Telpon rumah Yunhopun berdering membuat Yunho segera berlari keluar rumah, iapun mendekat kearah Jaejoong dan menanyakan apa yang terjadi.

"Waeyo?"

"Itu, ada ulet. Joongie geli~"

"Aisss! Ini, sudah!" kesal Yunho sambil mengambil ulat itu lalu membuangnya.

"Gomawo hyungie~" jawab Jaejoong dan kembali melanjutkan perjalanannya, sementara Yunho kembali masuk ke dalam rumah.

Namun tak berapa lama.

Kriiing kriiing

Baru saja Yunho hendak mendudukkan pantatnya di sofa, telpon rumahnya kembali berdering dan iapun bergegas keluar rumah mencari keberadaan Jaejoong.

"Hyungie!" pekik Jaejoong saat melihat Yunho yang datang mendekat kearahnya. "Itu, Joongie nggak bica lewat." adunya lagi sambil menunjuk genangan air yang menyebabkan dirinya tak bisa lewat.

Yunhopun mengeram kesal sebelum akhirnya menggendong Jaejoong dan menyeberangkannya.

"Gomawo hyungie." kata Jaejoong dan segera kembali melanjutkan perjalanannya.

"Aiss, kalau begini bagaimana caranya aku menonton pertandingan!" gerutu Yunho sepanjang perjalanan. "Awas saja ka-"

Kriiingg krriiinnggg

Belum sempat Yunho menyelesaikan kalimatnya, telpon rumahnya sudah lebih dulu berdering, membuatnya kembali mengeram kesal dan segera kembali mencari Jaejoong.

"Hyungie, Joongie mau beli ecklim~"

Srettt

Tap

Tap

Tap

"Ini!"

"Gomawo hyungie~"

"..."

Krriinggg krriingg

Srakkk

Tap

Tap

Tap

"Hyungie, Joongie takut..ada anjing~"

Grepp

Tap

Tap

Tap

"Gomawo hyungie~"

"..."

Krriinggg krriinggg

Srakkk

Tap

Tap

Tap

"Hyungie~"

"..."

Tap

Tap

Tap

Kriingg kriingg

Tap

Tap

Tap

"Hyungie~"

"..."

Tap

Tap

Tap

Kriingg kringgg

Srakkk

"Hyungie~"

"..."

Tap

Tap

Tap

"ARGGHHHHH!"

Dan nampaknya, Yunhopun sudah kehabisan kesabaran. Iapun mengeram keras sebelum akhirnya mencabut kabel telpon rumahnya.

Srakkk

Brakkk

"Dengan begini, aku akan bisa menonton dengan tenang!"

::

:

Joongie and Yunie 'Bear'

-Just Call Me-

:

::

Sementara itu, Jaejoong kini masih asik berjalan-jalan dengan ponsel Yunho yang setia berada digenggamannya. Iapun tanpa sadar kini sudah berjalan jauh dari rumah Yunho, sampai akhirnya ia merasa kelelahan dan memilih untuk kembali ke rumah Yunho namun-

"Uhh, ke kili apa ke kanan yah?" gumam Jaejoong saat dirinya kebingungan mencari jalan pulang ke rumahnya, iapun menengok kesana kemari untuk mengingat-ingat jalan mana yang tadi dilewatinya.

"Uhh, Joongie lupa~" rengeknya lagi karena tak berhasil mengingat jalan pulang. Iapun menjadi ketakutan dan tanpa pikir panjang segera menghubungi Yunho.

Tuuutttt

Tuuutttt

Tuuuttt

"Hyungie~" lirih Jaejoong karena telponnya sama sekali tak diangkat oleh Yunho.

Tuuuttt

Tuuuttt

Tuuuttt

"Hiks..hyungie~"

Tuuuttt

Tuuuttt

Tuuuttt

"Hiks..hiks..hyungie..hikss..huweee.."

Dan akhirnya Jaejoongpun menangis kencang karena telponnya sama sekali tak diangkat oleh Yunho.

Sementara di rumah Yunho, nampak namja tampan itu yang terngah bereuforia karena tim jagoannya menang. Iapun melompat-lompat kegirangan sambil berteriak-teriak tak jelas.

"Yuhuu..menang~ horaayyy~"

Iapun terus melakukan euforia itu tanpa menyadari jika si kecil Jaejoong belum kembali.

"Hoho, aku harus memberitahu Dujun dan Yoseob kalau mereka kalah taruhan. Ah, ponselku, mana ponselku." gumam Yunho lagi dan sibuk mencari ponselnya.

"Oh yah! Ponselku kan dibawa oleh bo-, tunggu dulu!" pekik Yunho panik saat tersadar kalau ponselnya tengah dibawa Jaejoong, iapun menjadi panik karena baru sadar jika namja cilik itu belum pulang ke rumah.

"Astaga Yunho! Dimana kau taruh otakmu! Kalau sampai ia tersesat bagaimana? Atau yang lebih parah dia diculik? Astaga! Apa yang sudah kulakukan!" paniknya lagi baru merasa bersalah atas apa yang diperbuatnya pada bocah cilik nan manis itu. Ya Jung Yunho, seharusnya kau pikirkan dulu akibatnya sebelum berbuat.

Segera saja ia menyambungkan kembali kabel telpon rumahnya dan tak berapa lama dering nyaring telpon rumahnya terdengar dan tanpa pikir panjang segera ia menjawabnya.

"Halo..halo..Joongie? Eodiya?" teriak Yunho panik setelah mengangkat telponnya, ia berharap semoga tak terjadi apa-apa dengan bocah cilik itu.

"Hiks..hyungie..hikss..hyungie~~"

"OMO! Uljima, kau ada dimana sekarang? Katakan, aku akan menjemputmu!" kata Yunho semakin panik saat mendengar suara tangisan Jaejoong.

"Hiks..Joongie..hiks..hyungie..hiks..huweee...huweee.."

"Yah yah, uljima. Kka, tetap diam disana, aku akan menjemputmu!" lanjutnya lagi dan tanpa pikir panjang segera keluar dari rumahnya guna mencari keberadaan Jaejoong. Sungguh ia merasa brsalah sekarang karena menyebabkan Jaejoong menangis. Apalagi sepertinya Jaejoong tengah ketakutan.

"Joongie, mianhae. Tunggu aku." gumamnya sepanjang perjalanan. Iapun terus melangkahkan kakinya mencari jejak Jaejoong.

"Astaga, diaman ia." gumam Yunho benar-benar panik. Astaga, jika sampai terjadi apa-apa dengan namja cilik itu, Yunho tak akan memaafkan dirinya sendiri.

"Joongie, eodiya?" gumam Yunho lagi terus mencari keberadaan Jaejoong, sampai akhirnya-

"JOONGIE!"

Tap

Tap

Tap

"HYUNGIE~"

Tap

Tap

Tap

Greppp

"HUWAAA...HYUNGIE...HUWAA...JOONGIE TAKUT..HUWAAA.."

Dan tangisan Jaejoongpun semakin keras saat dirinya melihat Yunho yang berlari kencang kearahnya, iapun tanpa aba-aba langsung melompat memeluk Yunho dan menenggelamkan wajahnya di bahu Yunho.

"Uljima, uljima. Mianhae, aku yang salah." kata Yunho sambil mendekap erat tubuh Jaejoong yang bergetar. Yah, ia akui ini memang kesalahannya yang membiarkan bocah cilik itu pergi keluar sendirian.

"Huwee..hiks..hiks..huks.."

"Mianhae ne. Aku janji tak akan mengulanginya." kata Yunho lagi dan terus mengusap sayang punggung kecil Jaejoong, memberikan ketenangan sekaligus permintaan maaf yang terdalam darinya.

"Hiks..Joongie..takut..hiks.."

"Arraso, mianhaeyo. Aku tahu aku yang salah, tak seharusnya aku membiarkanmu jalan-jalan sendirian."

"Hiks..hiks.."

"Aku janji tak akan mengulanginya, jadi jangan menangis lagi hmm. Kau tambah jelek kalau menangis begini."

"Hiks..hyungie nappeun..hiks.."

"Haha, ne mianhae. Kau mau memaafkan hyung kan?" tanya Yunho dan untuk pertama kalinya memanggil dirinya sendiri dengan sebutan hyung, sambil perlahan menghadapkan tubuh Jaejoong agar melihat kearahnya.

"Eotte? Mianhaeyo." kata Yunho lagi sambil tersenyum menatap Jaejoong. Sungguh ia benar-benar menyesal sekarang dan berjanji tak akan pernah lagi membuat bocah manis ini menangis.

"Hikss..hiks.."

"Aigoo, uljima. Jeongmal mianhae ne. Hyung tak akan mengulanginya." kata Yunho lagi dan perlahan mengusap lelehan airmata yang membasahi pipi chubby Jaejoong.

"Mianhaeyo."

"Hiks..ne..Joongie maapin hyungie..hiks.."

"Gomawoyo."

Cup

Dan Yunjopun tanpa sadar-lagi-mencium sayang kening Jaejoong.

"Hyung janji tak akan lagi menyuruh Joongie untuk jalan-jalan sendiri, kalau Joongie mau jalan-jalan, hyung akan selalu menemani Joongie." janji Yunho sambil tersenyum hangat kearah Jaejoong.

"Hiks..yakcok?" jawab Jaejoong masih sedikit terisak dan menyodorkan kelingkingnya kearah Yunho.

"Ne, yaksoke." jawab Yunho pasti dan segera mengaitkan kelingkingnya.

Jaejoongpun terkekeh senang dan membuat Yunho tak tahan untuk tak mengacak sayang rambut tebal Jaejoong.

"Jja, kita pulang?" ajak Yunho dan mendapat anggukan dari Jaejoong. Yunhopun tersenyum pelan dan kemudian memperbaiki gendongan Jaejoong ditubuhnya, sebelum akhirnya melangkahkan kakinya pulang menuju rumahnya.

Sementara Jaejoong kini perlahan menundukkan kepalanya dibahu Yunho, melingkarkan tangannya dileher Yunho dan perlahan matanya tertutup terbuai kealam mimpi. Ah, nampaknya namja cilik itu sedikit kelelahan setelah menangis tadi.

"Hemm, hyungie, gomawo." igau Jaejoong dalam tidurnya, dan nampaknya ia juga berterima kasih karena Yunho sudah menemukannya.

::

:

Joongie and Yunie 'Bear'

-Just Call Me-

:

::

.

.

.

.

.

.

END ^^

Hai hai, wahh ternyata respond kalian bagus ne untuk cerita adaptasi ini ^^ saya jadi semangat untuk membuatnya ^^

Ini dia chap kedua dari serial Joongie and Yunie 'Bear', mianhae kalau ada kesalahan dalam penulisan dan ketidaksingkronan situasi XD

Bagian favorit saat adegan rebutan remote dan berakhir Yunho yang pasrah menyerahkan remotenya saat melihat wajah memelas Jaejoong. Haha, pasti wajah chubby Jaejoong kelihatan imut banget pas itu XD Favorite kalian? ^^

Terimakasih juga bagi kalian yang sudah memfollow, favorite dan mereview chap kemarin, big thanks untuk kalian :

Dhea Kim | lanarava6223 | niaretna | YunjaeDDiction | cindyshim07 | misschokyulate2 | Vic89 | birin rin | nickrYJcassie | yoon HyunWoon | juan kwon 9 | Jung Jaeseob | Kims Lovey | chatycassie | leeyeol | Jae Lover | yunjae q | Zherya Sky | ClouDyRyeoRez | 5351 | Guest 1 | mimi | SimviR | pembaca | Guest 2 | Guest 3 | dienha | Jung Jaehyun | dheaniyuu | kim anna shinotsuke | Guest 4 | nanajunsu | danatebh

Jangan lupa tinggalkan kesan kalian lagi ne untuk chap ini ^^ supaya saya bisa mengenal kalian dan mengetahui respond kalian tentang chap ini ^^

Oh ya, hari ini bertepatan dengan ulang tahun Rapper BEAST Yong Junhyung.. Sukses terus bareng BEAST dan semakin banyak menciptakan lagu-lagu yang keren ^^

.

Jja, minna review onegaishimasu ^^

.

Denpasar, 19 Desember 2014