Chapter 2 : Thesis
"Jadi, Kau sudah mantap dengan judul tesismu ini Lecca?" tanya Profesor Nathan siang itu. Lecca mengangguk mantap sepertinya Dia sudah klop dengan judul dan hal yang akan Ia jadikan obyek untuk bahan tesisnya nanti.
"Kau tahu judul ini cukup berat bahkan lebih berat daripada kalau Kau mengambil tentang UFO, UMA atau legenda mitologi lainnya, bahannya bisa dihitung pakai jari, literaturnya pun hanya sedikit yang benar –benar membahas tentang obyek ini, kalaupun banyak, mereka merupakan bagian kecil dari mitologi besar yang menjadi bahasannya" jelas Profesor Nathan
"Aku mengetahuinya, memang tidak banyak literatur yang berbicara tentangnya, tapi Aku tertarik pada suatu area di Yunani tepatnya di kompleks kuil Athena, yang konon area itu tertutup untuk umum, bahkan dilindungi oleh pemerintah Yunani"
"Kau mau berkesimpulan kalau Sanctuary ada ditempat itu?"
"Aku tidak berani berbicara seperti itu, karena Aku sama sekali tidak punya bukti, tapi bukankah untuk itu Kita ada disini, menguak kebenaran dibalik kabut legenda dan mitologi"
Profesor Nathan tersenyum puas, terlihat bangga, Lecca adalah mahasiswi kesayangannya, semua karya tulisnya selalu dapat memuaskan dirinya dan juga dosen-dosen yang ada di unversitas ini, jawabannya ketika berdebat juga masuk akal.
"Bagaimana? Apa Anda mengizinkan Aku untuk melakukan penelitian ini? Ini akan jadi penelitian yang menyenangkan bukan?" kata Lecca
Profesor Nathan tertawa keras, sambil membuka lembar terakhir proposal tesis milik Lecca, lalu membubuhkan tanda tangannya. Dan mengembalikan proposal itu kepada Lecca
"Aku menantikan hasil yang baik darimu Lecca" katanya " Ah, hampir saja lupa, Aku sudah memberitahu Seth, tentang kedatanganmu dalam waktu dekat ini, Dia kedengaran sangat senang waktu Aku beritahu kalau Kau akan membahas tentang Gold Saint dan Sanctuary, dan Ia sangat bersedia untuk membantumu, dan juga sudah menyiapkan ruang untuk Kau tinggal disana"
"Benarkah?!, Aku akan merasa sangat terbantu" ujar Lecca senang
"Tidak hanya itu saja, Dia juga akan berbaik hati membagi data yang sudah Ia dapat tentang Sanctuary" kata Profesor Nathan
"Waahhh! Kalau begitu Aku akan mempercepat keberangkatanku!" seru Lecca
Profesor Nathan tersenyum lebar, dan menepuk bahu Lecca, lalu Lecca pun pamit, meninggalkan ruangan Profesor Nathan. Sesampainya dirumah Lecca langsung menuju ruang kerjanya dan mempersiapkan data-data serta berkas-berkas yang hendak dibawanya ke tanah para dewa,Yunani.
"Lecca Kau sudah kembali?" tanya Ibunya yang muncul dari balik pintu ruang kerja.
"Ya, sejak tadi maaf tidak memberitahu" jawab Lecca, sambil menurunkan beberapa buku dan mengemasnya dalam sebuah tas.
"Kau, jadi berangkat ke Yunani?" tanya ibunya lagi
"Ya, sepertinya Aku akan mempercepat keberangkatanku"
"Bukankah seharusnya Kau berangkat minggu depan"
"Memang rencana awalnya seperti itu tetapi karena proposal tesisku sudah disetujui oleh Profesor Nathan, tidak ada alasan untuk menunda keberangkatanku, lagipula Aku juga tidak punya banyak waktu" kata Lecca masih berkutat dengan buku dan kertas.
Ibu Lecca memandang anak semata wayangnya, dengan tatapan sedih. Lecca pun menghentikan pekerjaannya, menaruh buku yang dipegangnya ke meja.
"Bu, jangan memandangku seperti itu, Aku baik-baik saja, akan kumanfaatkan waktuku yang tersisa dengan sebaik-baiknya paling tidak ada sesuatu pencapaian yang memuaskan diriku" kata Lecca mendekati ibunya "jadi jangan bersedih bu" tambahnya sambil memeluk ibunya, dan melepaskannya kembali.
"Lalu kapan Kau berangkat ke Yunani?"
"Mungkin lusa, Aku harus mempersiapkan beberapa berkas untuk dibawa dan menunjukkannya pada Seth data apa saja yang Aku perlukan untuk bahan tulisanku nanti" jelas Lecca, melanjutkan pekerjaannya.
"Seth? Siapa dia?" tanya ibunya
"Ah, Dia itu asisten dosen di salah satu universitas di Yunani, nah atas rekomendasi dari Profesor Nathan untuk penulisan tesisku ini, Sethlah yang akan membantuku mencari data dan mengurus segala perizinan di Yunani nanti" kata Lecca penuh semangat, melihat Lecca seperti itu ibunya tersenyum.
"Lalu, Kau menginap dimana?" tanya ibu Lecca
"Tak usah khawatir masalah penginapan, Seth sudah menyediakan satu kamar di asramanya untuk Aku tinggali" jawab Lecca
"Bagus kalau begitu, paling tidak ibu tidak khawatir" kata ibunya sambil tertawa kecil
Lecca hanya balas tersenyum, memang bagi Ibunya Dia masih anak kecil, tapi hal itu membuat Lecca nyaman.
Bandara, hari keberangkatan Lecca.
"Hati-hati disana walaupun Kau bersama Seth tetap saja Dia orang lain , Kau harus waspada" pesan Ibunya
"Iya Ibu, Aku tahu" balas Lecca
"Kau sudah bawa keperluanmu semua?"
"Sudah"
"Obat?"
"Sudah"
"Pembalut?"
"Tidak perlu"
"Air mineral"
"Aku bisa beli disana"
"Tissue?"
"Ibu! Aku sudah mempersiapkannya semua kemarin jadi tidak akan ada yang terlupa" kata Lecca mencoba menenangkan ibunya
"Maaf, Aku hanya mangkhawatirkanmu itu saja"
Lecca menghela nafas, lalu tersenyum memandang ibunya "Percayalah padaku bu" kata Lecca sambil memegang tangan ibunya
Ibu Lecca memandang putrinya lekat-lekat "Baiklah, tapi selalu kabari Ibu apapun yang terjadi"
"Aku janji, dan ini nomor telepon tempat Aku tinggal selama di Yunani" pesan Lecca sambil menyerahkan secarik kertas kepada Ibunya, lalu terdengar pengumuman keberangkatan pesawat yang akan Lecca tumpangi, setelah memeluk ibunya sekali lagi Lecca langsung pamit, dan terbang menuju Yunani.
