Chapter 3 : In Greece

Perjalanan dari Jepang ke Yunani cukup melelahkan bagi Lecca, Dia sampai di bandara waktu matahari sudah tenggelam, dan disambut oleh seorang pria tampan berkacamata dengan rambut pendek bermata kelabu.

"Seth?" tanya Lecca begitu ada di depan pria itu

"Benar...dan Kau Lecca?" tanya pria itu kembali

"Ya, Aku Lecca, mahasiswi Profesor Nathan" balas Lecca

Seth dan Lecca pun berjabat tangan "Untung Profesor Nathan sudah menunjukkan wajahmu" kata Lecca "Jadi tak sulit menemukanmu" tambah Lecca

"Ya, Profesor juga mengirim fotomu kepadaku, makanya Aku langsung mengenalimu meski pada awalnya Aku tidak yakin" jelas Seth

Lecca menahan tawanya "Aku sendiri malah lebih tidak yakin, tahu-tahu Kau sudah menghampiriku, nyaris saja Aku sudah mengusirmu, Seth" kata Lecca, Seth tertawa kecil, dan memandang Lecca, gadis ini sangat menyenangkan entah kenapa Seth merasa tidak asing dengan Lecca, dan merasa cepat akrab, sebetulnya Seth sendiri orang yang tertutup, dan tidak banyak bicara, tapi dengan Lecca rasanya Seth tidak perlu menjaga jarak. Seth sangat merasa nyaman bila di dekat Lecca, selama perjalanan pulang pun Seth terlibat pembicaraan seru tentang segala hal.

"Nah, Lecca ini kamarmu" kata Seth sambil meletakkan tas Lecca di samping tempat tidur besar, bergaya Romawi, dengan empat pilar kayu dan kelambu yang menjuntai di kedua sisinya. "Besar sekali" ucap Lecca memperhatikan kamar yang akan Ia tempati. Kamar itu sangat besar bahkan cukup untuk tiga orang sekaligus, lantainya terbuat dari marmer, dindingnya terbuat dari batu, dan dua jendela besar langsung menghadap ketaman, satu meja kerja dan satu rak buku yang menjulang penuh dengan banyak buku, serta satu lemari baju yang besar terbuat dari kayu.

"Berasa jadi selir kaisar Roma..apa ini benar-benar asrama?' tanya Lecca

"Ya, ini asrama tapi tidak mewajibkan setiap mahasiswa atau mahasiswi tinggal di sini, hanya beberapa saja kebanyakan mereka yang berasal dari luar Yunani, maka itu banyak kamar kosong" jawab Seth

"Lalu satu kamar besar ini untuk berapa orang?" tanya Lecca lagi.

"Biasanya dua orang tapi ada juga yang minta sendiri, yah Kau pasti paham Lecca, oarng yang bergelut di bidang yang sedang kita jalani ini pastinya butuh ruang lebih banyak untuk sendiri" jelas Seth.

Lecca mengangguk menyetujui pendapat Seth

"Lalu apa rencanamu?" tanya Seth

"Yang pasti pertama Aku akan menagih janjimu Seth" jawab Lecca sambil tersenyum

"Janji?" ucap Seth sepertinya Dia memikirkan janji macam apa yang Dia berikan pada wanita yang baru hari ini Dia temui, Seth terdiam sejenak kemudian "Ah, Aku ingat, pasti tentang literatur itu bukan?" ujar Seth Ia terlihat bersemangat "Sudah pasti Lecca Aku pasti akan menunjukkan semua yang sudah kudapat tentang Sanctuary termasuk manuskrip kuno yang beberapa waktu lalu Aku temukan"

"Sungguh! Aku jadi tak sabar menunggu besok" seru Lecca tak kalah bersemangat dengan Seth, matanya berbinar seperti anak kecil yang mendapatkan apa yang diinginkannya.

"Baik, akan kutunjukkan besok, nah, sekarang Kau harus istirahat dulu" kata Seth

"Kau benar perjalanan dari Jepang ke Yunani lumayan melelahkan" kata Lecca, memijat pundaknya, Seth memperhatikan Lecca dengan seksama seakan Dia sedang memperhatikan sesuatu yang menarik

"Kenapa Kau melihatku seperti itu Seth?"

"Tidak hanya saja, Kau ini orang Inggris, seperti yang dibilang Profesor Nathan, tapi.."

"Tidak mirip orang Inggris begitu?" potong Lecca saat Seth belum mulai bicara lagi "Wajar saja sebenarnya memang Aku bukan warga negara Inggris, Aku ini orang Jepang, blasteran tepatnya, Ayah orang Inggris Ibu orang Jepang, sayangnya gen Ibu lebih dominan maka itu meski Aku dibilang orang Inggris tapi wajahku tetap oriental kan?" kata Lecca, Seth tertawa mendengar penjelasan Lecca.

"Kalau memang Kau bukan warga negara Inggris kenapa Profesor Nathan bilang, Kau ini orang Inggris?'

"Kau itu seperti tidak mengenali Profesor Nathan"

Seth mengangguk menyetujui Lecca

"Baiklah Lecca, istirahatlah yang nyaman, jangan lupa kunci kamarmu jika Kau pergi tidur atau tidak ada di tempat, karena ini asrama campur, yah, Aku tidak bilang tempat ini tidak aman tetapi lebih baik mencegah bukan dan kalau Kau perlu apa-apa Aku ada dikamar sebelah" jelas Seth

"Terima kasih Seth" balas Lecca,lalu Seth meninggalkan Lecca, sekarang tinggal Lecca sendiri dikamar besar itu sedikit Lecca merasa home sick,memang seenak-enaknya tempat orang lain, masih lebih enak kamar atau rumah sendiri. Dan tiba-tiba saja rasa sakit itu datang, menyerang kepala Lecca, sakitnya luar biasa, semua terasa berputar, rasanya kepala Lecca seperti mau pecah, susah payah Lecca merogoh tasnya, mencari tabung kecil berisi pil berwarna kuning mengeluarkannya dan menelannya, nafasnya tersengal-sengal, perlahan rasa sakit itu menghilang, Lecca pun berbaring di tempat tidur, rasa kantuk langsung menyerangnya, lalu semuanya menjadi gelap.

Lecca terbangun saat matahari menyinarinya melalu jendela besar kamar, Ia meraba-raba mencari jam tangannya, dari terkejut, melihat sudah pukul 8 pagi, Ia janji dengan Seth pukul 8 pagi, Ia pun bergegas merapikan dirinya, dan bertemu di tempat yang Ia tentukan bersama Seth tadi malam. Taman tengah universitas.

Lecca setengah berlari menuju taman itu, dibahu kirinya tersampir tas berisi notebook, dan tangan kanannya memegang beberapa berkas yang sudah dikumpulkan untuk bahan tesisnya nanti. Dan ternyata taman itu masih sepi belum ada siapa-siapa, atau mungkin semua penghuninya sudah memulai aktivitasnya. Lalu seseorang menepuk bahu Lecca, membuat Lecca terlonjak, ternyata Seth.

"Kupikir siapa" ujar Lecca "Jangan membuatku kaget!" tambahnya

Seth membalasnya dengan senyuman, sambil membetulkan letak kacamatanya.

"Kau terlambat satu jam!" balas Seth

"Kenapa Kau tidak bangunkan Aku?"

"Masalahnya, sepertinya Kau terlihat lelah sampai-sampai pesanku tidak Kau indahkan, Kau tidak mengunci pintumu"

"Jadi Kau sempat masuk kamarku? "

"Tidak hanya mengintip, Kau tidurnya berisik sekali" goda Seth, membuat wajah Lecca memerah, "Jangan mengada-ada" balas Lecca

"Tidak suara kencang sekali" Seth masih menggoda Lecca

"Bohong!"seru Lecca wajahnya makin merah, Seth tertawa keras sampai keluar air mata, lalu tak lama Seth berhenti tertawa, setelah melihat Lecca jadi cemberut.

"Maaf, sudah ayo kutunjukkan literatur yang kujanjikan" bujuk Seth

Lecca langsung sumringah, membuat Seth tersenyum lagi.