Chapter 4: The Hypothesis

"Waaaahhhh! Besar sekali" puji Lecca melihat ke sekeliling ruang kerja Seth yang tak kalah besar dengan kamar yang Ia tempati, ruang kerja Seth merupakan ruangan bundar yang besar, dengan meja bundar yang bersar ditengah, rak buku yang menjulang, dan dua jendela besar di kanan kiri, di dekat meja ada white board yang di penuhi dengan tempelan kertas, huruf-huruf Yunani Kuno dan diatas meja bundar yang terletak di tengah, beserakan kertas, dan gulungan perkamen yang sudah cukup tua, plus buku-buku setebal kamus.

"Ayo tak usah malu, cari saja tempat yang paling nyaman disini, dan maaf berantakan" kata Seth, tapi sepertinya Lecca masih asyik memandangi rak buku yang tinggi itu.

"Lecca!" tegur Seth

"Ah, maaf..benar-benar ruang kerja impian, ini ruanganmu sendiri?"

"Tentu saja bukan, ini ruang satu kelompok kerja, yang tergila-gila pada Sanctuary" ujar Seth sepertinya hidungnya bertambah empat senti sangking bangganya Dia dengan pekerjaannya.

"Lalu mana, literatur yang Kau janjikan?" tanya Lecca

"Ah, sebentar ya" lalu Seth keluar ruangan dan tak lama Dia kembali, dengan beberapa gulungan dan satu buku super tebal, yang sepertinya sudah tua sekali, kemudian Ia meletakkannya di depan Lecca

"Banyak sekali" kata Lecca

"Sebenarnya tidak banyak, Cuma satu saja, buku ini" ucap Seth sambil menyorongkan buku tebal dan tua itu pada Lecca "Sudah seperti kitab suci, para peneliti Sanctuary seperti Aku" lagi-lagi nampaknya hidung Seth makin panjang seperti pinokio.

Lecca memperhatikan buku itu dengan seksama, sangat rapuh dan tua buku itu, sampulnya saja sudah tebal, judulnya ditulis dengan huruf emas sudah hampir pudar, dan pengarangnya tertulis disitu 'Prof. Shion Aries' lalu Lecca membuka buku itu perlahan, Dia membacanya sekilas-sekilas tapi dia terlihat sangat antusias.

"Lengkap sekali ya buku ini, sampai sketsa cloth plus wajah penggunanya, sangat jelas, tapi Aku masih meragukan sesuatu Seth"

"Aku tahu apa yang hendak Kau katakan Lecca, kebenaran tentang buku ini bukan?"

Lecca mengangguk, Lecca tahu tidak semua buku tentang suatu legenda atau mitologi sudah lolos uji kebenaran, tapi yang menggelitik, siapa juga orang sinting yang bisa menulis sejelas dan selengkap ini bahkan sangat amat terlampau nyata, seakan penulis itu kesehariannya sudah bergaul dengan para Gold Saint, atau memang penulis itu adalah penghuni Sanctuary beratus-ratus tahun yang lalu? Atau buku ini semata-mata hanya khayalan dari si penulis.

"Yah, Aku sendiri tidak tahu benar atau tidak makanya waktu menemukan buku ini di perpustakaan negara, Aku langsung tertarik, dengan hal ini, Kau tahu buku itu cuma satu-satunya buku mungkin" Seth memberi penekanan pada kata ini "Satu-satunya di dunia ini"

"Kalau memang satu-satunya kenapa Kau bisa meminjamnya"

Seth terdiam, cukup menyedihkan memang Dia tidak menemukan buku itu di bagian khusus yang ada di perpustakaan itu, tapi hanya teronggok berdebu, tercampur bersama buku cerita rakyat, yang sebagian bukunya compang-camping, dan tidak pernah dibaca lagi. Seth menjelaskan.

"menurutku wajar jika pengurusnya itu, meletakkan buku ini bersama dengan buku-buku itu" balas Lecca

"yah itu sih Aku juga mengerti, tapi entah kenapa Aku sangat tertarik dengan buku ini, Kau tahu mitologi tentang para Saint sebenarnya ada tapi menurut literratur lain, mereka hanya menjadi bagian dari mitologi utama, tentunnya motologi tentang dewi Athena, maka itu Aku benar-benar tak percaya, saat menemukan buku ini" kata Seth

Lecca tersenyum "Kau tahu Seth, petunjuk tentang semua kebenaran tentang suatu mitologi bisa kita dapatkan cuma dari dongeng atau buku-buku tak masuk akal seperti ini" kata Lecca sambil menunjuk buku tebal itu "Lalu apa lagi yang mau Kau tunjukkan?"

Mata Seth langsung berbinar "Aku punya hipotesis, yah cuma hipotesis bisa benar bisa tidak" Seth mengambil gulungan kertas yang menguning dan membukanya "Ini adalah manuskrip kuno yang Aku temukan dekat reruntuhan kompleks kuil Athena, tersinpan rapi dalam sebuah peti batu, ini adalah gambar sebuah peta, dan" Seth mengambil sebuah peta lain dan melebarkannya "Ini adalah peta panduan wisata yang ku dapat dari sebuah biro perjalanan yang sering mengadakan tour reruntuhan yang belakangan ini trend, apa yang Kau lihat Lecca dari kedua peta ini?"

Lecca memperhatikan kedua peta itu dengan cermat, lalu mata berbinar "Oh, Seth Kau berkesimpulan kalau ada Sanctuary disana" kata Lecca sambil menunjuk lingkaran yang ada di manuskrip kuno itu, Seth mengangkat bahu "Entahlah Lecca, kau tahu wilayah itu penuh misteri" ucap Seth

Lecca hanya terdiam,berpikir tentang sesuatu bagaimana cara membuktikan hipotesis Seth. Memang ada satu cara tapi apakah itu semua itu mungkin?

"Nah, Lecca ini juga beberapa literatur yang berkenaan dengan mitologi Gold Saint, beberapa pakar sempat membahasnya, meskipun kesimpulan mereka sama 'Cuma bagian dari mitologi utama dewa dan dewi Yunani' tapi cukuplah untuk bahan tesismu, siapa tahu Kau mendapatkan yang lebih dengan membaca literatur ini" kata Seth sambil menyorongkan beberapa buku yang tebalnya tak kalah dari buku kuno itu

"Banyak sekali! Terima kasih Seth, sepertinya Aku bakalan betah disini" ujar Lecca

"Silakan, kalau Kau masih memerlukan literatur lain, jangan sungkan untuk mencarinya di rak buku" kata Seth

"Oke!" seru Lecca sambil mengacungkan jempol

Lalu semenit kemudian ruangan besar itu jadi sunyi hanya terdengar gesekan pensil dan pulpen dengan kertas, suara gemersik kertas yang dibolak-balik. Setelah beberapa jam berlalu Lecca meletakkan pulpennya, Dia menggeliat meluruskan badanya, lalu memijat pundaknya, dan menghela nafas, Ia melihat kearah Seth, sepertinya Seth serius sekali menerjemahkan manuskrip-manuskrip kuno itu.

"Seth!" tegur lecca

Seth langsung mengangkat kepalanya, kacamatanya melorot sampai ke hidungnya

"Ada apa? Apa Kau lelah?" tanya Seth

"Tidak, Aku hanya berpikir tentang wilayah atas di reruntuhan kuil Athena yang Kau bilang tadi, sebenarnya sebelum datang kemari Aku juga sudah mengetahuinya tapi belum bisa berkata apa-apa karena belum turun langsung ke lapangan yang kudapat hanya kabar yang tak jelas" Lecca terdiam sejenak " Seth, apa Kau mengetahui ada apa di wilayah atas kuil itu? Dan kenapa wilayah itu jadi terlarang dan tidak boleh dimasuki?" tanya Lecca

Seth melepas kacamatanya dan meletakkannya di meja "Fakta yang Aku dapat, wilayah atas itu sama seperti wilayah utama kuil Athena yaitu reruntuhan tetapi tidak seberantakan kuil utama, tapi karena kondisi tanah yang labil dan berbukit, wilayah itu menjadi sangat berbahaya, karena bisa terjadi longsor yang mengakibatkan bangunan disana gampang sekali runtuh tanpa sebab, lalu beberapa tahun yang lalu sebelum wilayah itu dinyatakan ditutup untuk umum oleh pemerintah kudengar ada kecelakaan yang menimpa serombongan turis, sampai mengakibatkan kematian, jadi karena itulah wilayah itu, jadi terlarang" jelas Seth

"Alasan yang masuk akal, tapi apa Kau percaya begitu saja Seth?"

"Kalau dipikir secara logika, seperti katamu masuk akal, dan tentu saja Aku percaya tapi sebagai orang yang berkecimpung dibidang studi yang sedang kugeluti, prinsipku tidak akan percaya semua hal sampai Aku melihatnya sendiri" kata Seth

Lecca menyetujui pendapat Seth, memang lebih percaya kalau kita sudah melihatnya sendiri, Lecca terdiam cukup lama.

"Seth bagaimana kalau kita kesana besok"

Seth terperanjat "Kesana? Maksudmu ikut tour reruntuhan, atau..."

"Ke wilayah atas itu Seth, tentu saja kita harus menyusup sebagai turis" jelas Lecca, membuat Seth terbelalak tak percaya

"Apa! Kau sinting, itu melanggar peraturan dan lagipula Kau tidak tahu bagaimana keadaan wilayah atas itu bagaimana kalau semua informasi yang kudapat itu benar!" ujar Seth gusar

"Belum 100% benar," balas Lecca kalem "Suatu kebenaran yang kita dapatkan dengan sedikit melanggar peraturan kurasa itu diperbolehkan" lanjut Lecca

"Aturan darimana yang begitu!" ujar Seth masih gusar dengan ide sinting Lecca

"Begini saja, Aku akan naik ke wilayah itu, kalau dalam 24 jam Aku tak kembali anggap saja hipotesismu itu benar bahwa ada Sanctuary di wilayah atas" kata Lecca

"Itu tidak membuktikan apa-apa Lecca, bagimana kalau ternyata Kau mati tertimpa reruntuhan kuil itu"

"Seth!" tegas lecca "Menurutku suatu mitologi atau legenda itu ada untuk menutupi cerita yang sebenarnya, dan kita inilah yang bertugas untuk mencari kebenaran dari cerita yang tak masuk akal menjadi masuk akal dibalik legenda dan mitologi tersebut, bagaimanapun caranya!" ujar Lecca serius, Seth memandang Lecca tak percaya, Ia mendengus.

"Kau sinting lebih sinting dari Profesor Nathan, pantas saja Dia merekomendasikan Kau padaku, ternyata Kau ini lebih sinting dari Profesor itu!" kata Seth sambil tertawa, Ia bangkit dari duduknya dan mendekati Lecca, Dia duduk diatas meja

"Baik Lecca, kembalilah dengan selamat dan ceritakan padaku apa yang Kau lihat diatas" ucap Seth

Senyum Lecca merekah "Kita berangkat besok Seth"

Seth mengangguk sambil tersenyum, rupanya Dia juga sama sintingnya.