Chapter 5: Enter The Sanctuary
Keesokan harinya Seth dan Lecca berangkat menuju reruntuhan kuil Athena bersama rombongan wisatawan. Tour mengelilingi reruntuhan kuil memang sedang jadi trend belakangan ini, apalagi di kalangan fotografer atau pasangan muda yang sedang berbulan madu, atau mereka yang hanya sekedar ingin menikmati keindahan reruntuhan kuil itu, sisa dari masa kejayaan kuil itu.
"Tuan dan nyonya terhormat saat ini kita berada di komples reruntuhan kuil Athena, sebelum Anda menikmati keindahan kuil ini, Saya mohon perhatiannya sejenak" kata pemandu wisata itu, lalu Ia menjelaskan tentang wilayah atas yang terlarang dan alasannya kenapa, informasi yang sama seperti yang diberikan Seth padanya.
"Nah sekarang kita akan menuju ke kuil berikutnya, yang merupakan best spot di dalam kompleks kuil ini" jelas pemandu wisata itu, dan menggiring pesertanya di lokasi yang dimaksud.
"Seth ini saatnya" bisik Lecca menarik Seth menjauh dari rombongan dan mendekati pintu masuk wilayah atas kuil Athena
"Huh! Benar-benar di rantai" ujar Lecca melihat rantai melintang di jalan masuk wilayah itu
"Sudah kubilang kan Lecca" tapi Lecca tidak mempedulikan ucapan Seth, Dia melompati rantai penghalang itu, menyampirkan tas ranselnya di bahu kanannya
"Apa Aku harus membawa ini?" tanya Lecca
"Tak ada gunanya Kau bawa itu, tidak ada sinyal!" jawab Seth
Lecca melihat ponselnya "Benar juga" lalu Ia menyerahkan ponselnya pada Seth
"Aku pergi Seth" pamit Lecca
"Lihat dan cepat kembali!" ujar Seth nampak cemas, keingintahuannya membuat dirinya gila dan sinting melepaskan wanita yang ada di depannya pergi ke wilayah yang berbahaya, Dia tidak bisa ikut karena harus memantau keadaan
"Kau tau apa yang harus Kau lakukan jika Aku tidak kembali"
"Ini sinting Lecca! sebaiknya kita batalkan saja"
Lecca memegang bahu Seth "Demi sebuah kebenaran Seth, sedikit sinting bukan masalah"
"Bodoh!"
Lecca tersenyum dan Ia pun berbalik meninggalkan Seth tetapi baru beberapa langkah,
"Lecca!" panggil Seth
Lecca menghentikan langkahnya dan berbalik "Ya?"
"Kumohon dengan sangat kembalilah dengan selamat" pinta Seth
Lecca tersenyum dan mengangguk, lalu meneruskan perjalanannya, Seth terus memperhatikan Lecca sampai Dia menghilang dari pandangan, Seth menghela nafas, dan meninggalkan tempat itu.
Sementara itu Lecca masih menyusuri jalan setapak, tangga naik yang menuju wilayah atas "Panjang juga jalannya" gumam Lecca, setelah beberapa menit berjalan Dia tiba di sebuah lapangan bundar seperti amphiteather, diseberang tempat Ia berdiri ada pilar besar dan tangga naik lagi "sepertinya Aku belum sampai di wilayah atas" gumamnya lalu memperhatikan sekeliling amphiteather itu, dan menyebranginya, baru setengah perjalanan menyeberanginya, Lecca terlonjak kaget dengan teriakan yang datang dari belakang, Lecca pun membalikkan badanya dan terkejut bukan main, di belakangnya berdiri 3 orang laki-laki besar bersenjata panah, tombak dan perisai, mereka memakai baju perang Yunani kuno.
"Ini adalah wilayah terlarang Kau tidak boleh masuk kesini" geram salah satu laki-laki itu, Dia mengarahkan tombaknya pada Lecca
"Penyusup harus mati!" seru laki-laki satunya, rasa ketakutan merayapi diri Lecca, kakinya gemetar, jantungnya berdebar keras, Ia berpikir kalau dirinya tidak kabur dari sini Dia pasti akan mati, nampaknya penjaga itu tidak main-main, karena salah satu penjaga yang memegang panah sudah merentangkan anak panahnya, pada Lecca, tapi Lecca tidak mau kembali ke bawah Ia harus terus maju, Lecca pun mundur selangkah.
"Jangan lari!" seru penjaga itu
Lecca tidak mengindahkannya, Ia berbalik dan berlari secepat kakinya membawanya ke pintu masuk kedua "Aku tidak bisa mati disini!" kata Lecca dalam hati
"Tapi ini gawaaaaaat!"
Lecca masih berlari, Ia merasa tiga penjaga itu hanya satu langkah di belakangnya, meneriaki Lecca, lalu tiba-tiba, rasa nyeri yang sangat amat menghujam bahu Lecca, sebuah panah menembus bahu kirinya, Lecca pun jatuh tersungkur. Terdengar teriakan senang dari penjaga itu, dengan susah payah Lecca bangkit meskipun rasa nyeri yang tak terperikan mejalari tubuhnya, menghilangkan kesadarannya, tak mempedulikan darah segar yang mengalir, Lecca berusaha lari terus tanpa menoleh kebelakang sampai Ia menemukan sebuah celah di salah satu batu besar, Lecca pun menyembunyikan dirinya, ditengah kesakitannya, Lecca berusaha tetap sadar, lukanya banyak mengeluarkan darah, penjaga itu seperti anjing kelaparan yang sedang mengincar mangsanya, meneliti semua daerah. Lecca menekan lukanya supaya darahnya tidak keluar, tapi percuma semakin Ia menekannya sakitnya jadi berlipat ganda, sekarang Ia hanya berdoa kalau penjaga itu tidak menemukannya disini.
"Sial! Kemana perempuan itu!" gerutu salah satu penjaga
"Sedang apa kalian disini?" tegur seseorang yang muncul dari atas, suaranya begitu empuk dan berwibawa.
Lecca tidak bisa melihat wajahnya, "Tu..tuan Saga, ka..kami sedang mengejar penyusup, seorang wanita" jelas salah satu penjaga takut-takut
Saga melihat ceceran darah di salah satu celah batu, dan berjalan mendekatinya "gawat Dia kesini, Aku harus kabur" batin Lecca, Lecca dengan susah payah menghindari dan keluar dari celah batu itu, Saga menyeka ceceran darah itu
"Kalian melukainya?"tanya Saga
"Benar tuan, Dia sempat terpanah, tapi cepat sekali menghilangnya" jawab penjaga itu
"Cari di sekitar sini, kalaupun Dia bisa menghilang pasti tidak akan jauh dengan luka seperti itu, Aku akan cari diatas" katanya
"Ah, celaka memang harus pergi" batin Lecca, Ia pun memanjat batu yang ada di depannya, entah dengan kekuatan dari mana tahu-tahu Lecca sudah sampai di depan sebuah bangunan batu, pilar-pilar besar menghiasi halaman depan bagunan itu, seperti istana, Lecca menengadahkan kepalanya di pintu masuk istana itu, ada sebuah simbol terukir, Lecca memicingkan matanya mencoba mengenali simbol apa itu, mata Lecca terbelalak, itu adalah sebuah simbol zodiak "Ari..es...tidak mungkin!" seru Lecca, Ia terkejut, dan teringat buku yang di tulis oleh Profesor Shion.
"Berdasarkan mitologi dalam Sanctuary ada 12 istana, sesuai dengan penghuninya yaitu 12 Gold Saint, yang di beri nama seperti 12 zodiak, dan istana pertama yang akan Kau jumpai adalah istana Aries"
"Ternyata Sanctuary itu ada" kata Lecca, Dia ambruk ke lantai batu yang keras, tubuhnya sudah tidak bisa diajak kompromi lagi, tidak mau mendengarkan perintah otaknya, kesadarannya semakin menjauh, dan Ia mendengar seseorang mendekat. "Gawat Aku harus pergi, Aku tidak bisa mati disini dan tidak sekarang" Lecca berusaha bangkit tapi Dia terjatuh kembali, semua nya jadi semakin gelap, seseorang berdiri di depannya "Tidak jangan bunuh Aku" Lecca ingin mengatakan itu tapi mulutnya tidak bisa bergerak, orang itu pun mengangkat Lecca
"Aku mau dibawa kemana!" semuanya jadi makin gelap, rasa nyeri yang menderanya kini sudah tak terasa lagi, dan bau ini...zaitun yang menenangkan, "Siapa yang membawaku..."
