Chapter 13 : Rememberance
Sementara itu di saat yang sama di Sanctuary, Saga terduduk di salah satu tangga batu di halaman istana Gemini, ia memegangi kamera digital milik Lecca yang tertinggal, ia menyalakan, di dalamnya ada banyak gambar Lecca, dia selalu tersenyum dalam gambar tak bergerak itu, Saga ikut tersenyum melihatnya, pasti Lecca sekarang sudah melupakannya, Aiolia memang orang yang sangat fleksibel dan pengertian, tapi apa ia juga akan menjadi gila seperti dirinya, tidak menghapus ingatan Lecca.
"Rupanya kau disini, Saga" tegur seseorang
Saga menoleh ternyata Aiolia, dia pun duduk di samping Saga
"Langitnya indah" kata Aiolia
Saga tertawa kecil, kata-kata ini juga yang di dengar olehnya dari Lecca kemarin malam, setiap detiknya dia selalu saja diingatkan oleh semua hal yang berkaitan dengan Lecca, mulai dari ia menemukan kamera digital ini, perban bekas membalut luka Lecca, hingga kata-kata yang sama seperti yang di ucapkan gadis itu.
"Aiolia.." panggil Saga
"Ya" balas Aiolia
"Terimakasih, kau sudah mau mengantar Lecca, pasti dia sekarang sudah melupakan aku" kata Saga, tanpa melepas pandangannya dari kamera digital yang di pegangnya
Aiolia tertawa "Mungkin saat ini dia sedang memandang ke langit yang sama seperti yang kita lihat sekarang, dan mengingat kau...Saga" balas Aiolia
Saga memandang Aiolia heran, "Maksudmu?" tanya Saga
"Aku tidak menghapus ingatannya, kubiarkan saja apa adanya" jawab Aiolia
Kening saga berkerut "Tidak sama sekali" kata Saga, mencoba menyakinkan kalau kata-kata yang di dengarnya dari Aiolia, tidak salah.
"Ya, aku tidak menghapusnya, Saga" tegas Aiolia
Saga menyandarkan tubuhnya ke pilar besar yang ada di sampingnya, entah kenapa Ia merasa baru saja mendapat udara yang sangat segar, hatinya sedikit menggembung saking senang-nya.
"Apa itu cukup Saga?" tanya Aiolia
"Aku benar-benar berterima kasih Aiolia" balas Saga
"Kupikir masih ada harapan, jika rasa itu masih berkembang"
"Harapan?"
"Bertemu dengan Lecca lagi, Saga"
Saga terdiam, dia memandang lagi foto, dalam kamera itu dan tersenyum lagi
"Boleh kulihat?" pinta Aiolia
Saga menyorongkan kamera itu pada Aiolia, Aiolia melihat isinya sama reaksinya seperti Saga, Aiolia tersenyum-senyum sendiri
"Dia terlihat bahagia ya" kata Aiolia
"Ya, tapi senyum itu telah Aku hilangkan, Aku telah membuatnya menangis" ucap Saga
Aiolia melirik Saga "Jadi kau tahu, kejadian waktu itu?" tanyanya
"Aku tidak bodoh Aiolia, jujur saja apa aku bisa membahagiakan dia dan selalu membuatnya tersenyum, seperti di dalam kamera itu"
Aiolia diam, ia mengetahui walaupun Lecca itu menangis, karena Saga tapi seseorang yang bisa membuatnya tersenyum juga Sagalah orangnya, cuma dia yang bisa membuat Lecca bahagia, sebab gadis itu tidak memilih dirinya ataupun Milo, tapi Lecca memilih Saga.
"Aku yakin kau bisa melakukannya" kata Aiolia memandang Saga
"Tapi, aku ini hanya seorang pengecut, yang tidak bisa membuang apa pun demi Lecca, aku takut akan peraturan yang mengikatku, Milo benar aku memang pecundang"
"Aku tidak bisa berkata apa-apa soal ini Saga, tak mudah keluar dari sini, seperti katamu tak mungkin kita membuang Athena"
Saga menghela nafas dan kembali memandang langit
" Kau tahu Saga...kenapa aku tidak menghapus ingatan Lecca?" tanya Aiolia
"Kau juga…." jawab Saga
" Tidak, bukan itu" potong Aiolia sebelum Saga menlanjutkan bicaranya.
"Lalu"
"Aku hanya ingin dia mengingat aku selamanya" kata Aiolia, ia bangkit dari duduknya dan mengembalikan kamera digital ke Saga.
"Aku kembali" lalu Aiolia kembali ke istananya
Sepeninggal Aiolia, kepala Saga dipenuhi oleh kenangan selama Lecca ada disini, dia mematikan kamera digital itu.
"Lecca apa kau bisa menungguku, aku pasti kembali kepadamu, tapi aku yang pengecut ini, apa pantas meminta cinta itu padamu, apa cintamu itu bisa menunggu Lecca?" gumam Saga
"Semoga kau bisa...Lecca" lanjutnya, airmata bergulir di pipi Saga.
Hati-nya dipenuhi kehangatan tapi entah kenapa airmatanya tidak mau berhenti.
Kenangan akan Lecca memenuhi kepala Saga.
