Can I Love You?
.
.
Kang Seulla Present
.
.
Happy Reading.
.
.
"Baek, kau tidak lupa janji kita kan?" kata Luhan saat mereka sedang berjalan meninggalkan kelas jam terakhir mereka.
"Iya Luhanie sayang~. Emangnya kenapa?" tanya Baekhyun yang merasa tidak enak dengan seringai aneh yang terdapat pada wajah sahabatnya itu.
"Aku punya rencana. Mau dengar?" benar dugaannya, pasti ada yang direncanakan oleh sahabatnya ini
"Tidak perlu," ucap Baekhyun langsung berjalan mendahului Luhan yang langsung mengejarnya.
'Oh... ayolah," Baekhyun memutar bola matanya malah melihat wajah memohon Luhan.
"Tidak."
"Ayolah Baekkie~. Dengarkan dulu," bujuk Luhan dengan Puppy eyesnya yang membuat Baekhyun ingin muntah melihatnya.
"Oke. Apa?" kata Baekhyun sambil berbalik menatap Luhan.
"Gini. Gimana kalau yang tidak bawa pasangan masing-masing, harus traktir yang bawa pasangan. Bagaimana?" tanya Luhan.
"Itu sih mau mu," ucap Baekhyun bosan.
"Aku tahu kau belum punya kekasih kan? Makanya kau takut," ejek Luhan sambil tersenyum kemenangan.
"Iya aku memang belum punya. Tapi lihat saja, aku pasti akan dapat kekasih yang jauh lebih baik daripada Kris mu itu. Lihat saja nanti," celoteh Baekhyun.
"Oke-oke. Jadi setuju nggak nih sama rencana ku?"
"Oke. Aku setuju," jawab Baekhyun mantab.
"Baiklah. Aku duluan ya. Kris sudah jemput tuh. Bye," ucap Luhan sambil melambaikan tangan pada Baekhyun dan berlari dan menggilang ditikungan pagar kampus mereka.
"Dasar Luhan, seenaknya aja buat aturan ...lalu, aku akan sama siapa nanti?" gumam Baekhyun. Baekhyun berjalan ke depan gerbang kampusnya. Saat dilihatnya mobil jemputannya sudah datang, dia langsung naik dan duduk di kursi sebelas pengemudi.
"Ahjussi, Sehun belum pulang?" tanya Baekhyun saat di lihat tidak ada sang adik di kursi belakang.
"Oh iya, katanya ada pelajaran tambahan non," jawab si supir yang masih fokus dengan jalan.
"Oh begitu," Baekhyun hanya menerawang ke arah jalan yang dilewatinya. Saat sudah sampai di sekolah Sehun, dia langsung turun dari mobil.
"Ahjussi, biar aku aja yang masuk kedalam. Ahjussi tunggu disini aja ne " entah kenapa Baekhyun ingin sekali masuk kedalam sekolah Sehun, dengan riang dia berjalan sambil menoleh ke segala arah mencari adiknya. Akhirnya terlihatlah Sehun sedang bersama dengan teman-temannya. Dia menghampiri sang adik.
"Sehun! Ayo..." ucapan Baekhyun terhenti saat dia berjalan lebih dekat kearah Sehun dan teman-temannya.
"Oppa, kenapa wajahmu lebam-lebam seperti ini?" Baekhyun melihat ada seorang yeoja -yang mungkin hoobae dari adiknya– mengusap luka disekitar bibir Chanyeol.
"Gwenchana," ucap Chanyeol sambil melepas tangan Yejin dari sudut bibirnya.
"Apa mau aku obati?" tanya Yejin penuh harap.
"Ah... tidak perlu. Nanti juga sembuh sendiri kok. Tenang saja."
"Tapi nanti bisa infeksi."
"Tidak perlu Yejin, tidak perlu khawatir, aku ini kan lelaki," ucap Chanyeol sambil tersenyum dan hanya di jawab anggukan dari senang dari Yejin.
BRUUK
Baekhyun menjatuhkan tas yang dibawanya.
"Ah, maaf aku lagi bengong tadi, mianhae," ucapnya sambil membungkuk." Sehun-ah ayo kita pulang," setelah itu dia langsung berbalik dan pergi meninggalkan tempat itu tanpa melihat kearah Chanyeol. Tanpa menyadari kalau Chanyeol sedang menatap dirinya cemas.
Chanyeol x Baekhyun
Baekhyun POV
BRAAK
Aku langsung membanting tubuhku diatas kasur saat sudah sampai dirumah. Tanpa melihat wajahnya lagi. Entahlah kenapa dadaku rasanya sangat sesak saat melihatnya disentuh yeoja lain? Aku tidak mungkin menyukainya kan? Tidak aku tidak menyukainya.
"Arrgh... Chanyeol kau membuatku gila," ucapku sedikit kencang. Biar saja dia mendengarnya. Aku tidak peduli
"Memangnya apa yang aku lakukan?" tanya sebuah suara di belakangku. Eh... tunggu, bukannya ini suara...
"Chanyeol? Kenapa kau bisa berada dikamarku?" aku langsung duduk dipinggir kasur dan menatapnya horor.
"Maaf aku lancang, tadi aku disuruh Sehun untuk memanggilmu untuk makan siang. Lalu aku mendengar noona menyebut namaku. Ada apa emangnya?"
"I...itu..." aduh apa yang harus aku jawab. Seseorang tolong aku.
"Hm... Apa kau tergila-gila padaku?" heh? Narsis sekali dia. Yah... walaupun benar.
"Heh... pede banget."
"Lalu tadi kenapa kau bilang aku membuatmu gila?" Orang ini. Apa aku mengaku saja? Tapi, dia itukan lebih muda dariku. Lalu dia temannya si Sehun. Ah Baek... apa yang kau pikirkan?
"Noona?" suaranya... ah pasti aku sudah gila
"Noona? Kenapa kau bengong?" ah... kenapa aku jadi melamun gini. Aduh Baekhyun kau memalukan dirimu lagi.
"Ah... tidak apa-apa. Yasudah aku mau keruang makan dulu," aku berjalan melewatinya. Tapi kenapa dia menarikku ke hadapannya lagi?
"Hm.. tunggu Baek-noona,"
Author POV
"Hm... tunggu Baek-noona," kata Chanyeol sambil menarik Baekhyun kehadapannya lagi dan memangdangnya lekat.
"Ke...napa Yeol?" Baekhyun mengalihkan pandangannya ke arah lain. Tidak berani menatap mata Chanyeol karena itu membuatnya sedikit gugup.
"Lihat mataku noona," Chanyeol memegang dagu Baekhyun dan membawa mata indah Baekhyun menatap mata tajamnya. "Noona, ada yang ingin aku bicarakan," Chanyeol memberikan jeda di antara kalimatnya. Sedangkan Baekhyun hanya menatap Chanyeol canggung.
"Noona, Saranghaeyo," Chanyeol mencium sekilas bibir Baekhyun dan dipandanginya lagi wajah cantik itu. Tidak ada jawaban ataupun reaksi dari Baekhyun. Dia hanya berdiri mematung dan menatap Chanyeol tidak percaya.
"Hah, maaf kan aku kalau sekali lagi aku lancang noona, maaf. Aku keruang makan duluan. Segeralah kesana noona," Chanyeol tersenyum kecut dan berbalik ingin pergi meninggalkan kamar Baekhyun. Tapi langkahnya berhenti.
"Tunggu Chanyeol," Baekhyun menarik tangan Chanyeol dan menundukkan kepalanya dalam-dalam. "Aku... aku juga suka padamu. Nado Saranghaeyo," Baekhyun hanya dapat menundukkan kepalanya dan memejamkan matanya rapat-rapat. Dapat dia rasakan Chanyeol melepas gengaman tangannya dan Chanyeol malah menangkup kedua pipinya. Baekhyun langsung membuka matanya saat dirasakan benda lembut menyentuh bibirnya. 'Omo Chanyeol menciumku' batinnya. Tapi saat Chanyeol menjilat kedua belah bibirnya, Baekhyun mulai menikmati ciuman mereka. Dipejamkan matanya dan mulai membalas lumatan-lumatan kecil yang diberikan Chanyeol. Ciuman yang lembut, hanya perasaan kasih sayang dan cinta yang ada disana, tidak ada nafsu sama sekali.
Chanyeol melepaskan ciuman mereka dan menjilat liur yang menetes di sudut bibir Baekhyun. "Noona, would you be mine?" Chanyeol menatap lekat wajah Baekhyun yang bersemu dihadapannya. Diberikannya senyum terbaik yang dia punya.
"Ne Yeol, i want to your mine," ucap Baekhyun malu-malu. Dipandangnya wajah Chanyeol dan membalas senyum yang diberikan Chanyeol untuknya.
"Gomawo noona," di kecupnya kening Baekhyun dan memeluk tubuh Baekhyun yang lebih kecil darinya.
"Ayo noona, kita keruang makan. Sehun mungkin udah menunggu lama," kata Chanyeol sambil menggandeng tangan Baekhyun.
"Yap," sahut Baekhyun sambil tersenyum dan bergelayut manja di lengan Chanyeol.
END
OMAKE
"Yeollie... ayo cepat," teriak Baekhyun sambil melambaikan tangannya ke arah Chanyeol yang berada sekita dua meter darinya.
"Iya sabar noona," ucap Chanyeol yang tidak habis pikir kenapa kekasihnya itu begitu bersemangat.
"Aku ingin beritahu Luhan kalau aku itu sudah punya pacar," Baekhyun bergelayut manja di lengan Chanyeol.
"Kau ini," ucap Chanyeol sambil menggelengkan kepalanya dan mencubit gemas pipi gadisnya.
"Yah daripada nanti aku di suruh traktir dia makan."
"Oke-oke. Mana teman-temanmu?" tanya Chanyeol.
"Hmm..." Baekhyun menolehkan kepalanya ke kanan dan ke kiri. Pantai hari ini benar-benar ramai. Tapi tak lama dilihatnya sekumpulan orang yang dikenalnya. "Ah itu dia. Hey!" Baekhyun berteriak dan berlari ke arah teman-temannya.
"Oh... hei Baek!" kata Luhan tak kalah kencang. "Hei, mana pasanganmu? Kau bawa kan? Dia bukan pacar bohong-bohongan kan?"
"Hei, dia itu bukan bohongan tahu," Baekhyun menoleh pada Chanyeol yang berada di belakangnya. "Ohya, apa kabar?" tegur Baekhyun pada teman-temannya.
"Baik Baek," Baekhyun tersenyum melihat teman-temannya
"Wah mana nih pasangan kalian?" tanya Baekhyun saat mereka sedang berkumpul.
"Mereka sedang disana." Tunjuk salah satu teman Baekhyun yang mempunyai tubuh motok ke arah payung besar(author gak tau namanya) dipesisir pantai.
"Iya disana, Kris juga sedang disana," Baekhyun melihat ke arah yang ditunjuk Luhan dan dia melihat seseorang yang dia rasa mengenalinya.
"Hei, itu sepeti... Sehun?" tanya Luhan pada teman-temannya.
"Eh? Sehun? Kenapa Baek? Dia kan pasangan ku," ucap temannya yang mirip panda dengan malu-malu.
"Hah? Sehun itu kan adikku Panda," pekik Baekhyun.
THE END
