Chapter 14 : The Attack
Satu tahun kemudian, Jepang, musim semi.
"Berdasarkan fakta yang ada di lapangan daerah yang terlingkari disini, ditutup karena alasan keamanan, bukti dari penutupan daerah ini bisa dilihat dari petikan surat kabar yang akan Saya tunjukkan ini" Lecca mengganti slidenya dengan guntingan surat kabar.
"Kecelakaan, karena runtuhnya bangunan yang ada di wilayah atas, sampai memakan banyak korban, dua bulan setelah itu wilayah ini resmi di tutup untuk umum"
"Kesimpulannya, dalam tesis ini adalah kalau Sanctuary tidak ada dan Saint ataupun Gold Saint hanyalah, mitologi dan legenda yang menjadi bagian dari mitologi para dewa dan dewi Yunani kuno, sekian" kata Lecca,akhirnya.
Terdengar tepuk tangan dari para penguji. Lecca membungkukkan badannya "Terima kasih" ucapnya
Hari ini Lecca menjalani sidang tesisnya, setelah kemarin menjalani berbagai macam ujian pendahuluan, susah payah Dia mengumpulkan data yang super minim tentang Sanctuary dan juga Gold Saint akhirnya Lecca berhasil menyelesaikan tesisnya, meski kata Profesor Nathan tesisnya masih banyak kekurangan di sana-sini, tapi Profesor Nathan sangat puas karena ini tema yang sangat langka.
"Selamat!" ujar Profesor Nathan sambil menepuk punggung Lecca, dan menjabat tangannya
'Tanpa bantuan Anda, Aku juga tidak mungkin berada disini" balas Lecca, Profesor Nathan tertawa keras, Ia terlihat bangga sekali. Setelah bercakap-cakap dengan para penguji Lecca segera keluar dari ruangan.
Begitu Lecca membuka pintu, sebuah buket bunga yang besar menghalangi pintu
"Selamat ya" ucap seseorang di balik buket bunga itu, dan menurunkan buket itu
"Se..Seth!" ujar Lecca, Ia terkejut hampir saja Dia salah mengenali, karena wajah Seth dan Saga sangat mirip, hanya saja begitu melihat rambut hitam dan mata kelabu serta kacamata yang bertengger di hidung Seth membuat Lecca sadar itu bukan Saga.
"Sejak kapan kau ada disini?" tanya Lecca menerima buket bunga itu, Seth mencium pipi Lecca kiri dan kanan.
"Sejak tadi" jawab Seth
"Maksudku sejak kapan kau ada di Jepang?"
"Ah, sejak dua hari yang lalu, begitu Profesor Nathan bilang kau akan segera disidang, aku langsung terbang kemari"
"Oh, jadi kau mau mengejekku begitu?"
"Yah, sebagian memang aku sangat ingin melakukannya, melihatmu berkeringat dingin, karena merasa terpojok oleh pertanyaan para penguji, dan kegugupanmu ketika presentasi" kata Seth terkekeh senang. "Selain itu aku juga mau menagih janjimu Lecca" lanjutnya
"Janji?"
"Antarkan aku keliling Jepang!" ujar Seth,
"Ah, ternyata ini harga yang harus kubayar untuk bantuanmu"
Seth mengangguk senang
"Ternyata ada pamrihnya" kata Lecca, Seth tertawa "Baiklah kalau begitu kita im..." tiba-tiba saja Lecca terhuyung, pandangan di sekelilingnya seperti berputar-putar, rasa sakit yang luar biasa menyerang kepalanya, Seth dengan sigap menangkap Lecca, semua dokumen dan kertas-kertas yang ada di tangan Lecca berhamburan..
"Lecca, kau tidak apa-apa?!" kata Seth terdengar panik, dan mendudukan Lecca di bangku panjang di depan ruang sidang, Lecca masih memegang kepalanya,sakitnya benar-benar tak tertahankan ia tidak mempedulikan Seth yang terus memanggil namanya, yang Lecca rasakan hanya rasa sakit yang sangat amat, kesadarannya seperti ditarik menjauh, seseorang memanggilnya... siapa?
Sethkah? Tidak itu bukan suara Seth, suara itu begitu Lecca kenal dan sangat Lecca rindukan...Saga..kau kah itu?
"Tidak tuhan tolong sedikit lagiā¦..hanya sedikit lagi" batin Lecca di sela-sela kesakitannya. Lalu semuanya menjadi gelap gulita.
Sementara itu di Sanctuary pada saat yang bersamaan
"Aduh!" seru Saga
"Kenapa?" tanya Aphrodite
"Tidak apa-apa" jawab Saga, lalu memasukkan jarinya ke mulutnya
"Hati-hati meski kecil duri mawar juga bisa beracun, tapi tumben sekali kau tiba-tiba datang kemari dan meminta bunga ini, untuk apa?" kata Aphrodite, sambil memotong mawar dan memberikannya pada Saga
"Hanya ingin mencoba menghias istana, supaya tidak terlalu suram" jawab Saga asal, Ia memperhatikan mawar yang berwarna ungu
"Nah maka itu aku bilang tumben, apa semua sudah cukup?"
"Yah, terimakasih Aphrodite" ucap Saga lalu ia membawa mawar itu ke istananya, dan menaruhnya dalam sebuah vas berisi air, ingatannya terbang pada saat Lecca masih disini, ia memejamkan matanya, dalam kenangannya Lecca terasa sangat hidup.
"Kau kan punya taman bunga di sana kenapa tidak sekali-kali menghias istanamu biar terlihat lebih segar" kata Lecca
"Ah, merepotkan" balas Saga
"Semua yang enak pasti merepotkan kau saja yang malas" lalu Lecca pergi kemudian beberapa saat kembali dengan beberapa bunga Croissant yang tumbuh di taman bunga milik Saga, lalu ia meletakkannya di vas bunga berisi air.
"Paling tidak ada yang enak dipandang" ujar Lecca, sambil memandangi bunga itu
"Wah, bagus sekali" puji Aiolia yang tiba-tiba muncul
"Benarkan?" kata Lecca sambil tersenyum, memandang Saga
Saga membuka matanya, ia tersenyum sendiri, setelah Lecca pergi cuma ini yang dia punya kenangannya bersama gadis itu, walau menyedihkan mengetahui kalau Lecca tidak ada disini tapi Saga senang, dia masih memiliki kenangan itu. Dan Saga juga berharap kalau ia bisa bertemu dengan Lecca sekali lagi. Tiba-tiba saga memegangi dadanya rasa sakit tiba-tiba datang begitu saja, dan rasa cemas yang tidak tahu asalnya dari mana datang menyeruak ke dalam hatinya, Saga tidak mengerti tapi dalam kepalanya kini terbayang terus wajah Lecca.
