Chapter 15 : Waiting For Someone

"Apa? Kanker otak" kata Seth tak percaya, saat Ibu Lecca memberitahu penyakit Lecca.

"Ia sudah menderita kanker otak dalam waktu yang cukup lama, jauh sebelum Ia pergi ke Yunani untuk menyelesaikan tesisnya, saya sudah mengusahakan pengobatan untuk Lecca, tapi hasilnya tidak begitu memuaskan sebaliknya malah menganggu aktivitas Lecca, maka itu Lecca memutuskan untuk tidak menjalani pengobatan itu, dan memilih menjalani hidup seperti dia tidak sakit saja, dengan segera menyelesaikan tesisnya sebelum waktunya tiba, dan karena itu pun ia menyembunyikan penyakitnya di depan orang lain, dan tidak mau dikasihani, dia itu memang keras kepala" jelas Ibu Lecca

"Apa serangan seperti tadi sering terjadi?" tanya Seth cemas

"Tidak sering, tapi pasti terjadi, makanya aku khawatir sekali saat ia pergi ke Yunani sendirian, dia selalu membawa obat pengurang rasa sakit...'obat penghilang dewa kematian dalam sekejap' itu yang dikatakan Lecca" jawab Ibu Lecca

Seth mengerutkan keningnya, ia sedikit marah atas sikap Lecca yang menyembunyikan penyakit seberbahaya ini "Aku benar-benar tidak tahu" ucap Seth menyesal.

"Tidak apa nak, jangan menyalahkan dirimu, seharusnya akulah yang patut disalahkan karena tidak bisa bersikap tegas terhadap anak itu, tapi...sejak pulang dari Yunani, dia sangat berubah" kata ibu Lecca

"Berubah?" tanya Seth tak mengerti

"Ya, tiba-tiba saja dia mau menjalani kembali pengobatan yang dia tinggalkan waktu itu, entah apa yang membuatnya seperti itu"

Seth terdiam, ia juga sama tidak tahunya dengan Ibu Lecca mengenai perubahan sikap Lecca, tapi intuisi Seth mengatakan kalau ini ada hubungnnya dengan menghilangnya Lecca selama tujuh hari itu, karena setelah pulang itu Lecca jadi tidak banyak bicara seakan memikirkan sesuatu, dan wajahnya tidak ceria seperti waktu ia pertama kali datang entah apa yang membuat Lecca seperti itu. Tapi, Seth yakin ini bukan karena penyakitnya, dari cerita ibunya dan sifat Lecca, Lecca bukanlah orang yang cengeng soal penyakitnya.

"Apa sesuatu telah terjadi dalam rentang waktu tujuh hari selama Lecca menghilang" pikir Seth.

"Nyonya, silakan masuk dokter menunggu anda" kata suster yang datang

Ibu Lecca memandang Seth yang sedang asik dengan lamunannya sendiri, ia menepuk bahu anak muda itu, Seth tersontak kaget

"Maaf nak, menganggumu" kata ibu Lecca, Seth memperhatikan betapa Lecca sangat mirip dengan ibunya.

"Tidak, ada apa?" tanya Seth sambil tersenyum

"Bisa kau tolong aku" pinta ibu Lecca

Seth mengangguk "Ikutlah bersamaku nak"

Tanpa banyak bertanya Seth mengikuti Ibu Lecca menyusuri koridor rumah sakit, dan menuju kesuatu ruangan, di dalamnya seorang dokter sudah menunggunya, dokter itu meletakkan, kertas yang sedang dibacanya dan tersenyum menyambut Ibu Lecca, dan menjabat tangan Seth kemudian mempersilakkan mereka duduk.

Dokter itu memandangi Ibu Lecca, seakan enggan menyampaikan apa yang ada di kepalanya, Ibu Lecca tersenyum "Shou, jangan memandangku seperti itu, jelaskan saja bagaimana hasilnya" ucap Ibu Lecca

Dokter Shou menghela nafas. "Sasha, sebenarnya aku sangat berat menyampaikan hal ini, tapi bagaimanpun aku harus menyampaikannya" dokter itu memperlihatkan hasil scanning kepala Lecca "Sel kanker itu sudah menyebar luas, ini karena berhentinya pengobatan waktu itu yang memberi kesempatan pada sel kanker ini berkembang,obat yang selalu di minum Lecca selama pengobatannya berhenti sama sekali tidak menghancurkan sel kanker itu sendiri, hanya mengurangi rasa sakit jika sewaktu-waktu serangan itu datang. Dengan berat hati Sasha, saat ini semua pengobatan yang dilakukan sudah percuma" jelas dokter Shou

"Tapi pasti ada cara lain untuk, mengobatinya dok" celetuk Seth

"Tidak, tapi hanya memanjangkan sedikit umur Lecca, bagaimanapun sel kanker itu sudah tidak bisa di obati" jawab dokter Shou, kembali memandang Ibu Lecca, yang terlihat sangat tenang.

"Shou, kalau pengobatan itu bisa memanjangkan sedikit umur Lecca, aku mohon tolong lakukan itu" kata Ibu Lecca

"Kau yakin dengan semua ini Sasha? Tapi kalau itu adalah keinginanmu, aku akan lakukan sebaik-baiknya sampai akhir" balas dokter Shou

Seth memandang heran Ibu Lecca, yang sama sekali tidak terlihat sedih atau menangis setidaknya, mengetahui Lecca seperti itu, apakah dia setegar itu?

"Kenapa anda melakukan itu?"tanya Seth ketika sudah ada di luar ruangan

"Apa maksudmu nak?" tanya Ibu Lecca

"Mengenai perpanjangan waktu, yang anda ingin dokter melakukannya"

"Itu karena..." kata-kata ibu Lecca terputus

"Karena apa?" desak Seth

Ibu lecca memandang Seth lekat-lekat

"Karena aku merasa kalau Lecca sedang menunggu kedatangan seseorang, seseorang yang sangat dicintainya, maka itu aku merasa harus memperpanjang waktu Lecca meski hanya sedetik sampai orang itu datang" ucap Ibu Lecca tertunduk

"Siapa orang itu!" ujar Seth

Ibu lecca menggelengkan kepalanya "Entahlah nak, tapi aku yakin pada saatnya nanti kita mengetahuinya...meski semua sudah terlambat" ucap Ibu Lecca lirih, lalu ia berpamitan pada Seth untuk mengurus administrasi rumah sakit.

Seth menuju kamar perawatan, ia menemukan Lecca terbaring lemah, matanya masih terpejam, rupanya dokter memberinya obat penenang, Seth duduk di sebelah tempat tidur Lecca, memandangi wajahnya.

"Siapa yang kau tunggu Lecca? Sebenarnya apa yang terjadi selama kau pergi?" tanya Seth dalam hati, ia menggenggam tangan Lecca, tiba-tiba saja Lecca mencengkeram erat tangan Seth, Lecca mengigau dan memanggil nama seseorang: 'SAGA'

Dalam igaunya Lecca terus memanggil nama orang itu, bahkan Lecca menangis walaupun matanya tertutup, Seth mencoba menyadarkan Lecca, dengan menepuk pipinya. Lecca pun membuka matanya "Saga" ucapnya, Ia melihatnya, mata hijau yang teduh, senyum itu, rambut biru sebiru langit, jubah emas yang berkilauan meski samar tapi Lecca melihatnya, tapi perlahan pandangan Lecca menjadi jelas, ternyata itu bukan Saga "Seth" ucap Lecca

Seth membelai kepala Lecca lembut "Katakan padaku siapa Saga?" tanya Seth serius

Lecca memalingkan wajahnya "Tidak bukan siapa-siapa" jawab Lecca

"Sebenarnya apa yang terjadi selama kau pergi, selama tujuh hari itu?" tanya Seth lagi.

"Kau sudah tahu ceritanya Seth" balas Lecca

"Itu bukan cerita yang sebenarnya!" tukas Seth

Lecca memandang Seth, Seth balik memandang Lecca tajam

"Katakan padaku yang sebenarnya" ucap Seth tegas

Lecca masih memandang Seth, Dia berpikir haruskah ia menceritakan semuanya tentang apa yang dialaminya selama tujuh hari itu, tentang Sanctuary, tentang siapa sebenarnya Shion itu, tentang Aiolia, tentang Milo dan tentang orang yang baru saja ditanyakan oleh Seth, tentang Saga, haruskah, bukankah Lecca sudah berjanji untuk menyembunyikan rahasia ini? Tapi disisi lain Lecca ingin sekali menceritakannya dia ingin minta tolong pada Seth agar mengantarnya kembali ke Sanctuary, untuk kembali bertemu dengan Saga, yang terakhir kalinya, karena Lecca tahu waktunya di dunia ini tidak akan lama lagi. Tapi apa itu semua bisa terjadi? Lecca menghela nafas, tidak, dia tidak bisa memberitahu Seth tentang ini semua.

"Apa kau tak bisa memercayaiku Lecca, sampai kau susah sekali mengatakannya padaku" kata Seth

"Ma..maaf Seth bukannya tidak percaya, tapi untuk yang satu ini aku tidak bisa, karena aku hanya akan menyusahkannya dengan keegoisanku ini" balas Lecca, memandang langit-langit kamar ia benar-benar ingin bertemu dengan Saga.

"Aku hanya ingin membantumu Lecca, mempertemukan dengan Saga" ucap Seth "Tapi bagaimana Aku bisa menolongmu jika Kau tidak menceritakannya padaku Lecca" lanjut Seth wajahnya terlihat sedih "Katakan padaku Lecca" desak Seth, tapi Lecca masih terdiam mengunci mulutnya rapat-rapat. Merasa percuma menunggu Lecca membuka mulutnya Seth bangun dari duduknya dan berbalik, tapi Lecca menangkap tangannya.

"Seth, Kau marah padaku?" tanya Lecca

"Sedikit, tapi aku juga tidak bisa memaksamu Lecca, tapi berjuanglah untuk cintamu walaupun semuanya terlihat tidak mungkin" jawab Seth, membelai kepala Lecca lagi, dan meninggalkan gadis itu.

Seth kembali duduk di bangku panjang di luar ruangan perawatan, dia membenamkan wajahnya ke tangannya, berpikir siapa Saga itu sebenarnya apa yang terjadi selama tujuh hari itu dengan Lecca, dugaannya benar Lecca menyembunyikan sesuatu, dan Seth cukup yakin kalau ini semua ada hubungannya dengan wilayah atas di kompleks kuil Athena, ada hubungannya dengan Sanctuary.

"Mungkinkah Sanctuary itu ada? Dan Gold Saint itu adalah Saga?" pikir Seth, hipotesis ini sama sekali tidak nol bukan yang harus Seth lakukan hanya tinggal membuktikannya.