Chapter 16 : Back To Sanctuary
"Seth tidak bisakah kematian itu menunggu?" Seth mengingat kata-kata Lecca beberapa hari yang lalu saat itu Lecca kembali mendapat serangan. Rasa sakit yang dialami Lecca bahkan bertambah lebih sakit dari yang sebelumnya, akibat serangan ini Lecca pun sampai kejang, Ia tidak menangis, Ia hanya meringis dan menggengam erat tangan Seth.
Malam itu Ia menunggui Lecca seperti beberapa hari sebelumnya sore tadi Lecca juga mendapat serangan lagi, akibat serangan terakhir ini Lecca mengalami koma, Seth juga ingat pembicaraan dokter Shou dengan Ibu Lecca, dokter Shou memberitahu kalau serangan makin sering terjadi Lecca bisa mati karena pecahnya pembuluh darah yang ada di otak, beruntung Lecca hanya mengalami koma, waktu Lecca semakin sempit, Ia memandangi wajah Lecca, wajahnya semakin tirus dan pucat.
Seth berpikir kesimpulannya itu tidak salah, Seth memiliki keyakinan kalau Sanctuary, dan Saga itu ada, tapi yang Seth heran selama satu tahun Lecca sama sekali tidak membicarakan tentang Saga, dan yang membuat kesal laki-laki yang di cintai Lecca itu, sama sekali tidak mencoba menemui Lecca, apa karena ia seorang yang tidak biasa, huh! Omong kosong, pikir Seth, hal seperti itu tidak bisa dijadikan alasan.
"Memang tidak ada cara lain selain kembali ke wilayah atas itu" gumam Seth, lalu seseorang menepuk bahunya, Seth menoleh ternyata Ibu Lecca
"Nyonya Sasha, kebetulan sekali ada yang ingin aku bicarakan dengan anda" kata Seth.
Lalu mereka berdua keluar ruangan "Ada apa nak?" tanya Ibu Lecca
"Aku akan kembali ke Yunani besok" kata Seth
"Apa ada seseuatu yang harus kau kerjakan disana?" tanya Ibu Lecca sepertinya enggan kalau Seth pergi dari sisi Lecca
"Tidak, aku hanya harus memastikan sesuatu di Yunani, aku pasti akan segera kembali, dan aku berjanji akan membawa orang yang sangat ditunggu Lecca" kata Seth
Mata ibu Lecca terbelalak tak percaya "Su..sungguh..Seth orang yang bernama Saga itu?" kata ibu Lecca matanya berkaca-kaca, Seth terperanjat,
"Anda mengetahi nama itu?" tanya Seth
Ibu Lecca tertunduk, kini untuk yang pertama kalinya Seth melihat ibu yang begitu tegar itu meneteskan airmatanya
"Syukukurlah Seth kalau kau bisa membawanya kemari, aku sudah putus asa, harus bagaimana lagi, Lecca tidak mau mengatakan apa-apa tentang lelaki itu, meski aku memaksanya, dia hanya menyimpannya sendiri, meski sangat ingin bertemu, kata Lecca ia akan menyulitkannya jika ia memaksa Saga untuk menemuinya. Setiap hari Lecca selalu memanggil nama lelaki itu, sambil menangis dalam tidurnya, semakin hari waktu Lecca semakin sempit Seth, aku takut dia tidak dapat bertahan lebih lama lagi dengan rasa sakit yang menderanya" kata ibu Lecca butir-butir airmata menghiasi pipinya. Ia jatuh terduduk di bangku pnjang di belakangnya.
Seth berjongkok di depan Ibu Lecca "Aku pasti akan membawa Saga kemari, apapun taruhannya, Aku pasti membawanya kemari" ucap Seth, membesarkan hati Ibu Lecca
"Terima kasih nak" ucap Ibu Lecca sambil memeluk Seth
Seth pun kembali keruang perawatan,mata Lecca terpejam, nafasnya berhembus pelan dan teratur.
"Lecca, aku tahu kau bisa mendengarku" bisik Seth di telinga Lecca "aku akan pergi kembali ke Sanctuary, dan aku akan membawa Saga orang yang sangat ingin kau temui, apapun taruhannya Lecca, meski aku harus menyeretnya, kau dengar Lecca, aku akan membawa Saga kemari jadi kumohon bertahanlah beberapa hari lagi, sambut dia dengan senyummu"
Setelah berpamitan dengan Ibu Lecca, Seth kembali ke penginapan, membereskan bajunya untuk keberangkatannya besok, waktu yang diberikan Lecca pada Seth tidaklah lama, maka itu tidak ada waktu untuk bersantai.
"Saga, aku pasti akan menyeretmu demi Lecca yang sedang bertarung dengan kematiannya!" kata Seth dalam hati.
