Chapter 18 : Enter The Sanctuary...Again!
Sesampai di Yunani, Seth tidak membuang waktu lagi dia langsung mempersiapkan semuanya. Dan pagi-pagi sekali Seth terbangun dan langsung menuju kompleks kuil Athena, kali ini dia tidak perlu menyamar jadi turis lagi, dia langsung berangkat sendirian sebab waktu untuknya semakin sempit saja, setiap detik baginya sangat berharga, karena setiap helaan nafas Lecca adalah perjuangan, untuk tetap hidup.
Seth sampai di tangga masuk wilayah atas, tanpa berpikir panjang Seth langsung menaikinya, dan setelah beberapa saat dia tiba di sebuah coloseum, Dia terpesona sekali dengan coloseum itu dan memandang ke sekeliling, pandangannya berhenti, pada dua pilar yang mengapit tangga naik yang terletak diseberang tempat ia berdiri. Seth pun menyeberangi coloseum itu, tapi baru sampai tengah Dia dihadang oleh empat orang penjaga berpakai perang lengkap dengan busur panah, tombak dan perisai.
"Penyusup!" teriak salah seorang penjaga
"Mau apa Kau kemari?" tanya penjaga lainnya
"Tentu saja untuk mati, semua yang memasuki daerah ini, pasti mati" kekeh penjaga yang bertubuh paling besar.
Seth ternganga, dia tak percaya apa yang dilihatnya, sejenak dia seperti orang bodoh, terbengong dan melirik kiri dan kanan dia mencari apa mungkin ada orang disini yang sedang syuting film bersetting yunani kuno.
"Hai! Penyusup apa kau siap mati!" seru penjanga berhidung pesek, membuyarkan keterkaguman Seth. Tanpa rasa takut Seth memandang keempat penjaga itu, memerhatikan mereka dengan seksama.
"Penyusup kalian bilang memangnya aku menyusup kemana?" tanya Seth
"Wilayah ini adalah Sanctuary wilayah terlarang bagi manusia untuk memasukinya" kata penjaga bertubuh ceking.
Seth mengepalkan tangannya, di sisi lain dia sangat gembira karena hipotesisnya benar kalau ternyata Sanctuary memang ada, tapi di lain sisi dia sangat kecewa dengan Lecca yang menyembunyikannya. Seth menghela nafas panjang, dia menepuk pipinya dengan kedua tangannya.
"Seth kau harus fokus, kau tak punya banyak waktu lagi!" katanya pada dirinya sendiri. Teori Seth tentang hilangnya Lecca selama tujuh hari itu ternyata benar, sekarang yang perlu dilakukan Seth hanya menarik Saga turun dari Sanctuary ini.
"Aku kesini untuk mencari Saga!" tukas Seth
"Huh! Berani sekali Kau manusia rendah mencari Tuan Saga orang yang paling dihormati di Sanctuary ini" balas salah satu penjaga
"Dihormati? Itu kan oleh kalian tidak olehku" balas Seth, Seth menarik nafas dalam-dalam dan berteriak sekeras-kerasnya "Sagaaaa! Keluar kau pengecut!" teriaknya suara Seth menggema di seluruh penjuru coloseum besar itu.
"Memang cari mati kau, dewa pasti akan menghukummu"
"Aku tidak taku karena aku tidak percaya dewa" balas Seth
"Kurang ajar!" geram penjaga itu, siap menghujamkan tombaknya Seth tidak gentar, dia tidak mundur selangkah pun tiba-tiba
"Hentikaaan!" teriak seseorang dari belakang Seth, spontan Seth langsung menoleh ke belakang dan bukan main terkejutnya, dibelakangnya berdiri seorang pria, memakai jubah emas yang berkilauan di timpa sinar matahari, indah dan menyilaukan, matanya cokelat indah senada dengan rambutnya yang berwarna cokelat tanah, mantel sutra yang berkibar dibelakangnya dan mahkota yang bertengger di kepalanya membuatnya terlihat gagah.
"Tu..tuan Aiolia" gagap salah satu penjaga
"Pergi kalian!" perintah Aiolia
"Rasakan kau pasti mati kali ini!" kata salah satu penjaga, Aiolia langsung melempar pandangan galak kearah penjaga itu.
"Jangan bicara yang tidak perlu, cepat kembali ke pos kalian, masuknya dia ini tidak lepas dari kelalaian kalian!" tegas Aiolia
Ke-4 penjaga itu terlihat ketakutan, tanpa membalas omongan Aiolia, mereka langsung meninggalkan Aiolia dan Seth.
Aiolia mendekati Seth dan memperhatikan Seth dari atas hingga kebawah, begitu juga dengan Seth yang memerhatikan Aiolia dengan seksama.
"Aku ini orang yang bisa diajak kompromi, siapa kau dan mau apa kau kemari?" tanya Aiolia.
"Gold cloth itu….Leo" kata Seth, dia ingat sekali sketsa Gold Cloth pada buku yang ditulis Profesor Shion Aries.
Aiolia mengerutkan keningnya, kenapa dia mengetahui dirinya "Apa kau seorang mata-mata?" tanyanya pada Seth dengan pandangan penuh selidik.
"Bukan, tuan Gold Saint…aku adalah seorang ilmuwan namaku Seth, dan aku kemari untuk mencari Saga" jawab Seth
"Ada keperluan apa kau mencari Saga?" tanya Aiolia lagi
"Itu bukan urusanmu!" balas Seth ketus.
"Semua yang mengenai para Gold Saint juga menjadi urusanku!" tegas Aiolia
Seth menatap tajam Aiolia "Kuberitahu kau, tempat ini bukanlah tempat yang dengan seenaknya bisa kau masuk dan mudah untuk kau keluar dari sini, kalau kau tidak bisa diajak kerjasama, kupastikan kau akan kulempar dari atas sini" tukas Aiolia
"Silakan saja, aku tidak takut, demi janjiku pada seseorang, aku tidak peduli walaupun aku harus mati, aku akan tetap membawa Saga kepadanya" balas Seth tak mau kalah.
"Janji?"
"Ya, janji pada seoranng ilmuwan yang juga memasuki Sanctuary setahun yang lalu"
Aiolia terenyak mendengar perkataan Seth, wajahnya seakan mencoba meningat-ingat, siapa orang yang dimaksud oleh Seth, wajahnya serius untuk beberapa saat dan berubah seperti telah mendapatkan jawaban yang mengejutkan.
"Apakah ilmuwan itu menceritakan apa yang dilihatnya padamu?" tanya Aiolia
"Menceritakan? Maksudmu membocorkan rahasia tentang Sanctuary ini, Lecca sama sekali tidak pernah menceritakan tentang kalian, bahkan dia berusaha menutupinya, aku kemari karena kesimpulanku sendiri, jadi jangan menuduh Lecca!"
Aiolia terbelalak, begitu Seth menyebutkan nama Lecca "Dari wajahmu kau mengenalnya tuan Gold Saint" kata Seth melihat reaksi Aiolia.
"Kenapa Lecca tidak datang bersamamu?" tanya Aiolia
"Karena….tuan Gold Saint…"
"Namaku Aiolia, berhentilah memanggilku dengan sebutan tuan Gold Saint" sela Aiolia, kelihatan sebal dipanggil dengan nama 'tuan Gold Saint'
"Dia tidak bisa walaupun ingin" lanjut Seth mengabaikan protes Aiolia "Karena saat ini Lecca mengalami koma, Lecca mengidap kanker otak saat ini tidak ada lagi harapan untuknya, semua pengobatan yang di lakukan pun percuma, sekarang ini atas permintaan orang tuanya, dokter hanya memberi obat untuk sedikit memanjangkan waktu Lecca, hanya untuk membiarkan Lecca menemui seseorang yang sangat ingin ditemuinya, dan orang itu adalah Saga" kata Seth kesal "Meski ingin bertemu dengannya Lecca mati-matian menutupi keberadaan kalian, dengan menahan perasaannya sendiri" tambah Seth
Aiolia terkejut mendengar penjelasan Seth, jadi ini jawaban dari mimpinya, dan juga mimpi Saga, tentang Hades, penguasa dunia bawah yang selalu membayangi Lecca, Lecca yang selalu meminta tolong pada dirinya, jadi ini. Aiolia terdiam sejenak lalu tanpa pikir panjang lagi, ia memutuskan untuk membawa Seth menemui Saga.
"Aku akan mengantarmu menemui Saga, ikut aku" kata Aiolia, berbalik tapi baru beberapa langkah..
"Tunggu" kata Seth "Aku minta padamu Aiolia jangan ikut campur saat aku bertemu dengan Saga nanti"
Aiolia terdiam sejenak memandang Seth "Lakukan apa yang ingn kau lakukan Seth, jika itu demi Lecca aku akan membiarkanmu melakukan apa saja, meskipun aku harus melanggar peraturan di Sanctuary ini"
"Terimakasih Aiolia " balas Seth, lalu dia mengekor Aiolia menaiki tangga menuju istana Gemini.
