Chapter 19 : Punch

"Masuklah" kata Aiolia saat tiba di halaman istana Gemini "Kau mungkin tidak bisa langsung menemuinya sekarang tapi kau bisa menunggunya di ruang utama" Seth mengikuti Aiolia masuk menyusuri koridor, dan tiba di sebuah ruangan besar, empat pilar besar menyangga ruangan itu, di ujung tengah ruangan ada singgasana terbuat dari batu, karpet merah membelah ruangan itu menjadi dua, di kiri dan kanan ada enam bangku yang juga terbuat dari batu, serta satu kandelar besar menggantung rendah di tengah ruangan besar itu. Seseorang duduk di singgasana yang paling besar yang ada di tengah, Aiolia pun menghampiri orang tersebut dan kelihatannya dia kesal.

"Kau ini sering banget keluyuran, kau kan punya pos sendiri untuk dijaga, bagaimana jika tiba-tiba istanamu meledak" omel Aiolia ketika melihat Milo bertengger di kursi bangku yang biasa di duduki Saga, ia sedang asyik membaca buku.

Milo menurunkan bukunya, melihat Aiolia datang sambil mengomel, ia tidak peduli matanya menyipit, dan memperhatikan siapa yang berdiri di samping Aiolia. begitu pula Seth, yang langsung terpesona memandang Milo. Pria itu sama tingginya dengan Aiolia, warna matanya juga senada dengan rambutnya seperti batu Amethyst yang indah, Milo pun mendekati Aiolia dan Seth. Milo meraih tangan Aiolia dan membawanya sedikit mejauhi Seth.

"Siapa dia? Kenapa dia bisa ada disini?" tanya Milo merendahkan suaranya.

"Namanya Seth, dia datang untuk menemui Saga" jawab Aiolia tenang.

"Dimana kau menemukannya?" tanya Milo lagi

"Dia kutemukan di coloseum, sedang dikerubungi oleh empat orang penjaga"

"Astaga jadi dia lewat coloseum!" seru Milo "Kau gila Aiolia, kau menmbawa masuk penyusup! Kau membocorkan keberadaan Sanctuary dengan membawanya kemari!" omel Milo.

"Apa Saga sudah kembali dari pope chamber?" tanya Aiolia mengalihakan pembicaraan

"Jangan mengalihkan apa yang sedang kita bicarakan!" marah Milo, tetapi Aiolia mengabaikan Milo dan kembali menghampiri Seth.

"Aiolia! Aku belum selesai bicara denganmu!" Milo meraih bahu Aiolia, mencoba meminta penjelasan darinya.

"Milo, Aiolia" suara itu membuat Milo, Aiolia dan Seth menoleh. Saga muncul dengan membawa gulungan perkamen dan beberapa buku tebal. Pandangannya jatuh pada Seth yang berdiri di dekat Aiolia.

"Saga" kata Aiolia melepaskan tangan Milo dari bahunya dan menghampiri Saga.

"Aiolia siapa dia?" tanya Saga

"Penyusup" sambar Milo yang tahu-tahu ada disebelah Aiolia "Dia masuk lewat coloseum, kau tahu artinya apa kan, Saga?" kata Milo mencoba memperingati Saga.

Saga memandang Aiolia, "Kau tidak mungkin membawanya kemari tanpa alasan, jelaskan padaku Aiolia kenapa kau sampai melanggar peraturan Sanctuary?" kata Saga

"Persetan dengan peraturan! Kau dengar Saga persetan dengan peraturan!" ulang Aiolia, nampak begitu emosional.

"Kau ini kenapa Aiolia, kau tampak terlihat begitu gusar?" kata Milo

"Aku membawanya kemari karena dia membawa kabar tentang Lecca" jelas Aiolia, tanpa mempedulikan pertanyaan Milo, belum Aiolia selesai bicara Saga langsung melesat menemui Seth, semua gulungan perkamen dan buku yang dibawanya dihempaskan begitu saja.

Kali ini Aiolia bisa melihat jelas apa yang dirasakan oleh Saga, bagaimana tidak semua itu terlukis sempurna di wajahnya. Meskipun selama setahun Saga mencoba menyembuyikannya, hari ini semua pertahanannya runtuh sudah.

Saga menghampiri Seth dan meraih bahunya membalikkan tubuh pria bermata kelabu itu, hingga mereka saling berhadapan.

"Apa yang terjadi pada Lecca?" tanya Saga tak sabar, Seth tak menjawab dia hanya memadang Saga. Melihat apa yang terlukis diwajah Saga, Seth yakin kalau perasaan Saga sama seperti Lecca.

"Kenapa kau diam saja!" seru Saga.

"Kaukah yang bernama Saga?" kata Seth dingin "Jadi kau memang mengenal Lecca? Kau menngingatnya? Selama setahun ini kau selalu mengingatnya?"

"Jangan bertele-tele! Aiolia bilang kau membawa kabar tentang Lecca! Katakan padaku apa yang terjadi padanya!" Saga mencengkeram bahu Seth, Seth tetap bergeming memandang Saga, kecemasan Saga sudah mencapai batasnya sampai dia tak bisa mengendalikan ketenangan dirinya.

"Untuk apa aku memberitahumu Saga, kau bahkan tidak mempedulikan Lecca bukan? Kalau kau benar mempedulikannya, kau pasti menemuinya selama setahun ini" kata Seth

Saga menundukkan kepalanya, mengertakkan giginya, rasa kesal dan sedih bercampur aduk dalam hatinya, cengkramannya lepas dari bahu Seth.

"Kau tak mengerti, kau tak akan mengerti apa yang kurasakan terhadapnya" ucap Saga

"Aku memang tidak mengerti tetapi aku tahu apa yang harus kulakukan padamu Saga!" suara Seth meninggi, ada percikan kemarahan dalan bicaranya. Tangan Seth terkepal, lalu dengan sekuat tenaga Seth mengayunkan tinjunya pada Saga.

"DUAKKK!" tinju itu mendarat dengan sempurna di wajah Saga, membuat lelaki bertubuh tinggi itu, terhuyung dan jatuh terduduk. Seth mendekatinya dan meraih kerah Gold Cloth Saga menjenggutnya.

"Kau mencemaskannya Saga? Lalu kemana dirimu selama ini?! Kemana dirimu saat dia melawan semuanya sendiri?! Kemana dirimu saat Lecca membutuhkanmu?! Kau hanya terpaku disini! Di Sanctuary!" teriak Seth, lalu sekali lagi Seth menonjok Saga tanpa ampun, membuat bibir Saint Gemini itu berdarah.

"Kurang ajar" geram Milo yang sudah ambil kuda-kuda untuk menolong Saga, tapi langsung di cegah oleh Aiolia.

"Lepaskan aku bodoh! Apa perlu dia kutusuk dengan Scarlet Needle ku" tukas Milo gemas.

"Jangan ikut campur Milo!" tegas Aiolia

"Dia memukuli Saga kau lihat!? Kau diam saja?" protes Milo

Aiolia mengarahkan pandangannya pada Seth dan Saga. Sejujurnya Aiolia juga tidak sampai hati melihat menjadi bulan-bulanan Seth tetapi Aiolia membiarkannya, sebab mungkin inilah cara untuk Saga dan Lecca bisa bertemu kembali.

"Milo, Saga memerlukan pukulan itu supaya kepalanya lebih jernih dan mendengarkan apa yang kita minta darinya selama setahun ini" kata Aiolia

Milo menurunkan tangannya, sebagai tanda setuju dengan pendapat Aiolia, Milo hanya terdiam dan memerhatikan Seth dan Saga.

Seth masih menjenggut kerah cloth Saga.

"Apakah kau benar-benar mencintai Lecca, Saga?!" tanya Seth di depan muka Saga.

"Ya, lebih dari yang bisa kau bayangkan!" balas Saga

"Pembohong! Kau tidak benar-benar mencintainya!"

"Aku tidak berbohong! Semua yang kurasakan untuknya benar! Aku mencintainya!" Saga memandang Seth tajam. Seth bisa melihat kesungguhan hati Saga dalam ucapannya bahkan dari sorot matanya, tetapi kenapa? Kenapa? Apa yang membuatnya bisa mengabaikan perasaan yang dia rasakan.

"Buktikan padaku Saga, buktikan kalau kau benar mencintai Lecca?!"

Saga terdiam dia tak menjawab perkataan Seth. Saga adalah seorang Saint Athena, sudah kewajibannya untuk mematuhi peraturan atau perintah seperti apapun yang dikeluarkan sang dewi melalui Pope, meskipun itu harus membuat Saga mengkesampingkan perasan pribadinya. Karena kepatuhan dan kesetiaan yang begitu melekat, Saga tak bisa membuktikan bahwa ia sangat mencintai Lecca.

Sikap diam Saga membuat Seth gemas, Seth mengangkat tangannya siap menghantarkan tinjunya, Saga sudah pasrah jika Seth menonjoknya sekali lagi, mungkin itu adalah imbalan atas sikap pengecutnya ini, tapi tinju itu tak mendarat di wajahnya, Seth melepaskan jenggutannya, menghempaskan Saga kasar.

"Kau tahu Saga, apa yang terjadi pada Lecca sekarang?" kata Seth "Lecca sedang menuju kematiannya sekarang, karena penyakit kanker otak yang di deritanya"

Saga terbelalak, seperti ada batu besar menekan dada Saga.

"Dia selalu memanggilmu, memanggilmu dalam kesakitannya, dia selalu ingin bertemu denganmu, tetapi dia tidak melakukan itu, karena dia tahu kau tidak bisa membuang Athena hanya untuknya, karena kau tidak bisa melanggar peraturan! Karena itu dia bungkam tentang Sanctuary. Jika kau benar-benar mencintai Lecca maka berjuanglah demi cintamu, meskipun semuanya terlihat mustahil. Demi janjiku pada Lecca, aku akan membawamu untuk menemuinya, jadi tolong...beranilah untuk membuang segalanya dan jangan jadi pengecut…karena dia…." kata-kata Seth terputus, dia berusaha menahan airmatanya.

Aiolia mendekati Saga dan memegang bahunya "Pergilah Saga, saat ini Lecca sedang berjuang untuk bisa menemuimu, jadi kau juga harus berjuang untuk Lecca, sebelum kau menyesali semuanya" kata Aiolia.

Saga kelihatan sangat terpukul dengan kabar yang sampaikan oleh Seth mengenai keadaan Lecca. Sedih dan rasa bersalah bercampur aduk dalam dirinya, dia harus menemui Lecca sekarang, HARUS!

"Pergilah jangan banyak berpikir lagi bodoh! Waktumu tidak banyak, pertaruhkan apa yang harus kau pertaruhkan Saga, sekarang ini aku akan bilang padamu Saga. PERSETAN DENGAN PERATURAN!" kata Milo.

Berkat kata-kata dua temannya ini, ditambah pukulan Seth, tanpa berpikir lagi Saga langsung menemui Pope Shion.