Chapter 20 : Permission

Pope Shion terkejut begitu melihat Saga muncul, dengan pipi sedikit lebam, Saga langsung berlutut di depan Shion.

"Yang mulia tolong izinkan aku keluar dari Sanctuary sekarang, aku akan kembali dalam waktu tujuh hari" kata Saga

"Apa katamu? Seenaknya kau bicara minta izin dan seenaknnya menentukan waktunya kapan kau akan kembali, disini punya peraturan sendiri" kata Shion sedikit marah karena tahu-tahu Saga datang dan berbicara sedemikian rupa

"Aku mohon yang mulia"

"Tidak! Lagipula untuk apa kau keluar selama tujuh hari, kau masih punya tugas disini" balas Shion keras

"Aku mengerti yang mulia karena itu aku siap menerima hukuman apapun itu tapi izinkan aku pergi"

"Kalau aku tidak mengizinkanmu pergi?" tantang Shion

Saga terdiam sejenak lalu menarik nafas dalam-dalam "Aku akan tetap pergi yang mulia, karena aku tidak ingin menyesal" balas Saga lagi

"Apa katamu?!" ujar Shion dengan nada satu oktaf lebih tinggi

"Kau tahu hukumannya Saga, jika pergi tanpa izin, tidaklah ringan" ancam Shion

"Aku bersedia yang mulia"

"Sekalipun kau harus mati?"

Saga mengangkat kepalanya dan memandang Shion tajam

"Sekalipun itu hukuman mati aku bersedia yang mulia"

"Dasar keras kepala kau ini Gold Saint, senior, yang harus menunjukkan contoh yang bagus kepada juniormu, kau ini.."

"Semua demi cinta yang mulia!" potong Saga

"Aku tidak ingin menyesal nantinya" tambahnya

"Kau ini aku belum selesai bicara" geram Shion

"Shion..." panggil seseorang dari balik tirai di belakang singgasana Pope, lalu keluarlah seorang wanita sangat cantik berwajah lembut.

"Jangan terlalu keras pada nya, Shion" kata wanita itu

"Tapi yang mulia Athena dia ini"

Athena mengangkat tangannya Shion pun langsung berhenti bicara

Dia mendekati Saga dan berlutut di depan Saga, menyentuh lembut wajah Saga

"Pergilah Saga dan kembalilah sesuai batas waktu yang sudah ditentukan" ucapnya lembut, mata Saga berkaca-kaca ia senang sekali, dan tak dapat membendungnya lagi, airmatanya pun jatuh, Athena tersenyum.

"Pergilah sekarang Saga" kata Athena, Saga pun bangkit dan berbalik tapi, baru beberapa langkah.

"Ah, tunggu Saga" panggil Athena, Saga berhenti dan berbalik

"Ya, Athena" jawab Saga

"Bawa Aiolia dan Milo bersamamu, ini perintah, bukan permohonan" kata Athena

"Baik, yang mulia" balas Saga, lalu ia segera pergi meninggalkan Pope Chamber.

"Athena aku mengerti kenapa kau mengizinkan Saga pergi, tapi kenapa dua bocah itu juga ikut?" tanya Shion tidak mengerti dengan keputusan Athena

"Ah, Shion kau ini memang kurang peka seperti yang di katakan Camus dan Shaka" kata Athena sambil tersenyum

"Tapi aku kan hanya bertanya"

"Dengar Shion, Milo dan Aiolia juga ingin menemui orang yang ingin ditemui Saga karena mereka berdua juga menyayanginya"

"Gadis itu orang hebat, selain Anda, cuma dia yang bisa membuat dua bocah itu tidak berbuat onar" kata Shion, sambil tertawa.

"Shion...sepertinya sudah saatnya aku mencabut peraturan terakhir itu, harusnya aku minta maaf pada Saga karena keegoisanku yang ingin melindungi kalian dari orang-orang jahat yang bermaksud memanfaatkan kalian, aku, jadi malah menyakiti dan menyiksa kalian dalam kesendirian, dan kesepian, kalian tak perlu lagi menyembunyikan diri disini, kalian bisa hidup seperti biasa, di tempat yang kalian sukai, bersama orang yang kalian cintai. aku juga akan kembali ke Jepang dan hidup sebagai Saori Kido" kata Athena

"Lalu Sanctuary?" tanya Shion

"Aku akan menyegel Sanctuary, dan membukanya kembali saat kita akan berkumpul lagi disini, sampai saat itu tiba, Shion... hiduplah dengan bahagia" ucap Athena

Shion tersenyum memandang Athena dan melepas topengnya menaruhnya di sampingnya rupanya dalam beberapa waktu dia tidak akan memakai topeng itu lagi.

Kembali ke istana Gemini, Saga sudah kembali dia langsung menghampiri Seth yang masih duduk tertunduk

"Kumohon bawa aku menemui Lecca" pinta Saga, Seth mengangkat kepalanya, Ia memandang Saga

"Ya..baiklah" balas Seth datar

Aiolia menghela nafas "Ayo Milo kita pergi" kata Aiolia menarik rambut Milo

"Adududuh...tunggu aku ingin tahu selanjutnya" kata Milo

"Tak perlu bodoh, bu..."

"Tunggu kalian" potong Saga "Ikutkan bersamaku" lanjutnya

Aiolia melepaskan pegangannya pada rambut Milo, dan Milo ternganga dengar kalimat saga itu "Aku tidak salah dengarkan?" kata Aiolia memastikan

"Ini perintah Athena" balas Saga

Tanpa pikir panjang Milo langsung pergi meninggalkan ruangan itu

"Hei Milo tunggu aku!" seru Aiolia, menyusul Milo

"Aku mengucapkan terima kasih yang terhingga padamu Seth" kata Saga sekali lagi, Seth memalingkan wajahnya tidak memandang Saga

"Jangan besar kepala Aku melakukan ini bukan untukmu, kau mengerti tapi semata-mata untuk memenuhi janjiku pada Lecca" kata Seth

Saga tersenyum ia paham bagaimana perasaan Seth, dan tidak membalas omongan Seth yang judes itu.

Tak lama Aiolia dan Milo kembali dengan pakaian ala kadarnya Milo memakai kaos oblong dengan jaket dan celana jeans, Aiolia memakai kemeja dan celana bahan, lalu Saga ia memakai kaos turtle neck hitam dan celana jeans, masing-masing ransel tersampir di bahu para Gold Saint itu, Seth memperhatikan satu persatu penampilan mereka, agak aneh, memang melihat mereka berpakaian seperti itu.

Tanpa banyak bicara Seth, Saga, Milo dan Aiolia menuruni Sanctuary, dan beberapa jam kemudian mereka berempat sudah sampai di asrama tempat Seth tinggal

"Masuklah" kata Seth sambil membuka pintu kamar yang terletak tepat disebelah kamarnya "Maaf, aku hanya bisa menyediakan satu kamar ini saja untuk kalian, jangan sungkan dan istirahatlah kita akan berangkat dengan pesawat paling pagi, lebih cepat lebih baik, dan kalau kau memerlukan sesuatu aku ada di kamar sebelah" tambah Seth.

"Terimakasih " kata Saga, lalu Seth meninggalkan mereka ber-3, Saga duduk di tepi tempat tidur, dia tertunduk, setelah mendengar penjelasan Seth, dia tidak menyangka kalau Lecca mengidap penyakit yang mematikan itu, bahkan dia menahan sakitnya ketika para penjaga itu memanahnya, dan dengan kejam Saga waktu itu hendak mengusirnya.

"Maaf..maaf..maaf..." gumam Saga berulang-ulang seperti radio rusak

"Jangan merasa bersalah seperti itu Saga, aku yakin Lecca juga tidak membencimu, dialah orang yang sangat mengerti dirimu" kata Aiolia

"Tidak bagaimanapun juga aku bersalah Aiolia, bagaimana jika Seth tidak datang, mungkin semuanya sudah terlambat" ucap Saga

"Tidak terlambat" sela Milo, yang sedari tadi hanya memandang keluar jendela

Aiolia dan Saga memandang Milo, ia tidak memalingkan wajahnya masih melihat keluar jendela.

"Kalaupun Seth tidak datang aku yang akan memukulmu seperti Seth tadi, kalau perlu aku akan menggunakan scarlet needle, untuk memaksamu" ucap Milo, Saga tidak membalas kata-kata Milo, dia hanya terdiam.