Disclaimer : Semua karakter disini milik Tuhan YME, author cuma pinjem nama

Rate : T

Genre : Romance, Humor

Warning : BL, YAOI, Typos, cerita pasaran, OOC (mungkin ), mohon dengan sangat sebelum membaca dibaca dulu bagian warning ini, tidak menerima bash kecuali kritik membangun, so please

DON'T LIKE DON'T READ

CAST : Jung Yunho, Kim Jaejoong, Kim Heechul, Kim Siwon, Go Changmin, Go Ahra

Cast lain menyusul

.

Note : Fanfiction ini murni hasil karya saya selaku author, saya tidak rela dan tidak ikhlas jika hasil karya saya ini di plagiatkan oleh orang - orang yang tak bertanggung jawab, dalam bentuk apapun!

.

.

Anneyong,

No curcol, langsung aja

Happy reading^^

.

.

SUMMARY

Jung Yunho terpaksa menyandera Kim Jaejoong, namja cantik dan manja anak pengusaha terkaya di Seoul. Bagaimana Jung Yunho menghadapi tingkah manja Kim Jaejoong saat ia menjadi tawanannya?

.

.

Previous Chap

"Katakanlah apa yang bisa aku lakukan agar kau berhenti menangis, jebbal jangan menangis, aku akan tambah merasa bersalah jika begini"

"Joongie tidak bisa tidur jika tidak dipeluk umma, hiks...ummaa"

"Mwo?"

"Joongie ingin dipeluk, hiks..."

"Dipeluk?"

"Ne, hiks..."

Glek~

"Arraso, biar aku yang memelukmu malam ini"

.

.

.

.

LOVE ME?

.

.

.

.

"A-Ahjussi mau memeluk J-Joongie eoh?"

"N-ne, biar aku yang menggantikan umma-mu, itupun jika kau mau"

Kalimat Yunho hanya dijawab Jaejoong dengan anggukkan kepalanya pertanda ia menyetujui usulan Yunho barusan.

"Ne ahjussi, Joongie mau dipeluk...Joongie takut tidur sendiri, Joongie takut gelap..."

"Arraso, setidaknya aku sudah mandi, kau tidak perlu mengkhawatirkan bau badanku lagi" Ujar sang ahjussi yang sudah memposisikan tubuhnya dibelakang namja cantik itu dan bersiap melingkarkan tangannya dipinggang yang dilihatnya sangat ramping persis pinggang milik yeoja. Sedikit menyamankan posisinya dan juga detak jantungnya yang tiba-tiba menggila Yunho berusaha memfokuskan pikirannya untuk segera tidur saja, namun usahanya sia-sia karena aroma harum memabukkan yang berasal dari tubuh tawanan yang berada dipelukannya itu membuat konsentrasinya untuk segera memejamkan mata buyar seketika.

Dengan asyiknya namja 30 tahun itu malah menikmati menghirup aroma wangi tubuh Jaejoong hingga tanpa sadar bibir hatinya menyentuh permukaan kulit tengkuk putih sicantik yang terekspos bebas dihadapannya.

"Mmmhh...harum, parfum apa yang kau pakai? baumu begitu enak tercium dihidungku" Bibir hati itupun melontarkan pertanyaan yang sebenarnya hanya berupa gumaman lirihnya saja. Sementara hidungnya masih dengan nyamannya menyesap aroma harum disekitar tengkuk bocah kelas 3 Senior high school itu.

"Mmm, Joongie hanya memakai bedak bayi kok, Joongie tidak suka memakai parfum seperti yeoja" jawab sipemilik harum tubuh yang ternyata dari bedak bayi benda yang selalu berada didalam tasnya.

"Pantas saja...mmhhh, bau tubuh seperti bayi ataupun seperti yeoja bagiku itu sama saja, tidak pantas untuk namja sepertimu" ujar Yunho sedikit mengejek namun berbeda dengan bahasa tubuhnya yang masih sibuk menyesap harum yang menyamankan tersebut dari tengkuk putih bocah itu.

"Ahjussi...gelii, hihihi" Jaejoong menggeliat sedikit menjauhkan posisi lehernya menghindari hembusan nafas hangat dari sela bibir dan hidung ahjussi penculik yang merupakan penyebab gelinya. Bulu-bulu tajam yang berada disekitar dagu dan mulut Yunho membuat Jaejoong menggelinjang kegelian.

Yunho tersentak oleh pergerakan Jaejoong barusan,"M-Mian, aku tak bermaksud...ahh kajja kita tidur sekarang" ujar Yunho canggung saat menyadari Jaejoong yang sedikit menjadi tak nyaman atas perbuatannya barusan.

"Arraso ahjussi, jaljayo..." ucap bibir cherry itu berusaha memejamkan matanya dan menyamankan posisinya yang berada dalam pelukan canggung ahjussi penculiknya.

Hening sesaat...

Sepuluh menit kemudian,

"Ahjussi..."

"Waeyo? kau belum tidur?'

"Joongie tidak dapat memejamkan mata, Joongie teringat umma terus sedari tadi, umma pasti mencari Joongie, hiks..." airmatapun lolos dari kedua mata doe hitam Jaejoong saat ia menyebut ummanya.

"M-Mianhe..." Yunho tak dapat berkata apa-apa selain menggumamkan kata maaf, dalam hatinya ia sangat menyesal telah melakukan perbuatan nista menculik bocah tak berdosa tersebut.

"Umm ahjussi, kalau boleh Joongie tahu untuk apa uang tebusan yang ahjussi minta kepada appa Joongie nanti?" tanya Jaejoong takut-takut masih dalam posisinya membelakangi Yunho yang tengah memeluknya.

"Aku sangat memerlukan uangnya"

"Untuk apa ahjussi?"

"Biaya operasi umma-ku"

"Mwo? memangnya umma ahjussi sakit apa hingga harus dioperasi?" Tanya Jaejoong tak dapat menyembunyikan keterkejutannya dan secara reflek membalikkan badannya menghadap Yunho yang terkesiap dengan pergerakan Jaejoong barusan menyebabkan kedua pasang manik mata mereka bertemu satu sama lain.

Deg..deg..deg..

Detak jantung sang ahjussi penculikpun menjadi tak beraturan, sementara si pemilik doe hitam yang tak terlalu memikirkan akibat pertemuan kedua pandangan mereka itu tetap menatap sang penculik dengan polosnya lantaran masih menunggu jawaban atas pertanyaannya barusan.

"Ahjussi belum menjawab pertanyaan Joongie" Bibir menggoda itupun mengerucut menggemaskan

"Eh, jantung...u-ummaku sakit jantung, komplikasi jantung tepatnya dan beliau mesti di operasi secepatnya, sekarang umma dalam keadaan tidak sadar" jawab Yunho tergagap setelah menyadari kebodohannya.

"Aigoo...mianhe ahjussi, pasti ahjussi sedih sekali"

'...'

Tak ada jawaban dari bibir hati Jung Yunho, pikirannya sekarang tertuju kepada sang umma yang tengah berjuang melawan penyakitnya dalam keadaan tidak sadar. Malam ini ia harus merelakan ummanya hanya ditunggui oleh perawat rumah sakit saja karena ia harus mengurus sanderanya.

"Ahjussi..." Selama beberapa menit terdiam suara halus Jaejoong kembali terdengar memanggil sang ahjussi penculiknya.

"Ne" jawab singkat Yunho

"Ahjussi, umma kita memiliki penyakit yang sama"

"Eh?"

"Umma Joongie juga memiliki penyakit jantung, terkadang hari-harinya hanya dihabiskan ditempat tidur saja dengan menggunakan selang oksigen" suara halus itupun terdengar bergetar seperti sedang menahan tangis.

"M-Mwo? j-jeongmal?"

"Ne ahjussi Joongie tidak bohong" jawab jujur Jaejoong dengan polosnya, andai ia tahu bagaimana keadaan Heechul sekarang.

Demi Tuhan, mendengar perkataan Jaejoong barusan tubuh Yunho seakan terjatuh dari jurang yang sangat tinggi, tak hentinya ia mengutuk dirinya sendiri saat mendengar pengakuan Jaejoong barusan tentang penyakit ummanya. Dalam pikirannya betapa teganya ia menculik seorang anak yang ibunya tengah menderita sakit yang berat. Dalam bayangannya bagaimana jika umma Jaejoong mendapat serangan jantung mendadak akibat mendengar anaknya diculik oleh orang yang tak dikenal.

"Mianhe, aku tak bermaksud...a-aku h-hanya..."

"Ne ahjussi, Joongie mengerti. Umm, kapan ahjussi akan menghubungi orangtua Joongie dan meminta tebusan?" ucap Jaejoong penuh pengertian.

"A-Aku tidak tahu dan tidak yakin, mungkin aku akan mengembalikanmu saja besok, mianhe aku tidak tahu jika umma-mu sedang sakit" ujar bibir hati itu penuh penyesalan. Dan rencana meminta tebusanpun menguap begitu saja saat Yunho mengetahui jika umma bocah itu tengah sakit.

"Memangnya berapa jumlah yang ahjussi perlukan untuk biaya operasi haelmoni?" Tanya Jaejoong lagi dengan memanggil umma Yunho dengan sebutan 'haelmoni' membuat hati Yunho terasa menghangat dan ia tak tahu apa penyebabnya.

"2 juta won"

"2 juta won?" kaget Joongie kemudian

"Ne..." Yunho berpikir jika Jaejoong terkejut mendengar jumlah yamg begitu besar menurutnya, namun ternyata dugaannya meleset.

"Hanya 2 juta ahjussi? uang jajan Joongie untuk seminggu saja bisa habis 3 juta won" Jawab Jaejoong polos menyebabkan Yunho yang tengah memeluknya terlonjak kaget serasa ingin pingsan.

"Mwoya? uang sebanyak itu kau gunakan untuk jajan saja?"

"Umm...tidak hanya jajan sih, Joongie kan pergi ke salon setiap 2 hari sekali untuk keramas dan mandi susu, luluran 1 kali seminggu, mani pedi 2 minggu sekali, belum lagi Joongie mesti mengganti warna rambut Joongie tiap sebulan sekali, lalu..."

"Aishh sudah, stop, hentikan, kau ini namja atau yeoja sih? mengapa senang sekali ke salon?" sergah Yunho dengan memotong kalimat Jaejoong.

"Joongie kan mesti merawat tubuh joongie, seperti umma cantik Joongie ahjussi"

"Wajar saja, umma-mu kan yeoja, jadi harus merawat tubuhnya" tandas Yunho ketus.

"Siapa bilang? Umma Joongie itu namja tahu..."

"Oh namja...MWO? NAMJA?" Pekik kaget Yunho saat baru menyadari kata 'namja' yang diucapkan Jaejoong barusan.

"Ne, waeyo ahjussi? memangnya kenapa kalau umma Joongie namja? umma Joongie itu namja yang istimewa, umma yang melahirkan Joongie dari rahimnya setelah mengandung Joongie sama seperti yeoja-yeoja yang lain. Meski umma tidak dapat melahirkan secara normal dan harus mengalami koma setelah melahirkan Joongie, bahkan penyakit jantung umma-pun didapat setelah terbangun dari koma-nya selama 3 bulan" celoteh bibir cherry itu yang posisinya sudah kembali berbaring membelakangi Yunho yang masih setia melingkarkan tangannya dipinggang Jaejoong.

Mendengar perkataan dari namja cantik yang berbaring membelakanginya itu membuat Yunho semakin merasa berdosa, namun perasaan itu cepat-cepat ditepisnya saat mengingat keadaan ummanya yang sangat mengkhawatirkan, dalam hatinya ia berjanji akan memperlakukan sanderanya itu dengan baik dan cepat-cepat memulangkannya kepada orang tuanya apabila uang telah didapatnya.

Alangkah dangkalnya pemikiran Yunho barusan, tidakkah ia menyadari jika perbuatannya telah membuat satu keluarga yang sangat terpandang di kotanya itu menjadi panik dan membuat umma sang tawanan cantiknya nyarus menghadapi maut jika tidak ditolong dokter dan alat-alat medis.

Dan saat inipun keluarga Kim telah menghubungi pihak berwajib setelah Jaejoong dinyatakan benar-benar hilang.

"Ahjussi sebentar..." Tiba-tiba tubuh mungil itu melepaskan lingkaran tangan besar Yunho dipinggangnya lalu bangun dari posisinya yang berbaring menuju meja kecil yang berada tak jauh disudut kamar kecil itu.

Jaejoong meraih tas sekolahnya yang berada diatas meja kecil tersebut lalu merogohkan tangannya kedalam tas yang kelihatan lumayang berat oleh buku-buku pelajaran seperti hendak mencari sesuatu.

"Ahh ini dia" gumam Jaejoong puas saat terlihat sebuah benda yang menyerupai dompet berada dalam genggamannya.

Yunho yang melihat gerak-gerik Jaejoong hanya dapat memicingkan mata dan mengerutkan dahinya saja saat melihat Jaejoong yang tengah tersenyum puas dengan benda ditangannya.

"Ahjussi, lihat ini" ujar Jaejoong seraya mengacung-acungkan benda yang menyerupai kartu ditangannya yang diambilnya dari dalam dompet.

"Apa itu?" tanya Yunho penasaran karena cahaya temaram dikamar itu yang memperkecil jarak pandangnya.

Jaejoong mendekat kearah Yunho yang sudah duduk dipinggir ranjangnya, sicantik itupun ikut duduk dipinggir ranjang sebelah ahjussi penculiknya," ini kartu ATM Joongie ahjussi, didalam kartu ini ada sekitar 15 juta won hasil tabungan Joongie selama ini, karena uang jajan Joongie yang sering berlebih jadi Joongie tabungkan setiap minggunya" jelas Jaejoong yang disambut seruan takjub dari bibir hati disebelahnya saat mendengar nominal angka yang disebutkannya barusan.

Yunho menggaruk kepalanya pelan, " Ehmm, apa maksudmu menunjukkan kartu tersebut?" tanyanya bingung.

"Kalau yang ahjussi butuhkan hanya 2 juta won saja berarti tabungan Joongie ini cukup eoh? jadi buat apa ahjussi menghubungi orang tua Joongie? kalau ahjussi mau, pakai saja semua uang Joongie yang ada dalam tabungan" Tawar Jaejoong dengan bijaksana.

"T-Tapi ini uangmu, kau pasti memerlukannya..." Ragu Yunho tak dapat menyembunyikan kegugupannya.

"Aniya ahjussi, sama sekali Joongie belum memerlukan uang ini...arraso jadi besok kita akan mengambil uang ini di mesin ATM, ottokheyo?"

"A-Arrasso, gomawo...jeongmal gomawo" Hanya kata terima kasih saja yang dapat diucapkan Yunho berkali-kali kepada Jaejoong yang hanya ditanggapi dengan senyuman polos milik Jaejoong.

"Kajja kita tidur lagi ahjussi, dan ahjussi masih bertugas memeluk Joongie, otte?"

"Arraso J-Joongie ya" Untuk pertama kalinya si ahjussi memanggil nama sandera cantiknya biasanya ia selalu memanggil Jaejoong dengan sebutan 'kau'. Sementara posisi mereka sudah kembali dengan Jaejoong yang membelakangi Yunho yang sudah kembali melingkarkan tangannya dipinggang namja cantik dan manja tersebut.

"Umm, ahjussi..." Kembali bibir cherry itu memanggil sang penculiknya.

"Ada apa lagi Joongie ya?"

"Ahjussi namanya siapa?" tanya Jaejoong malu-malu, untung saja posisinya yang membelakangi sang ahjussi membuatnya berhasil menyembunyikan semburat merah dikedua pipinya saat menanyakan nama ahjussi yang sama sekali belum diketahuinya.

"Aku Jung Yunho"

"Arraso Yunho ahjussi, jaljayo"

"Jaljayo Joongie ah"

Akhirnya tanpa komando lagi kedua pasang mata milik masing-masing namja didalam kamar sempit itu terpejam dengan sendirinya tanpa mengetahui apa yang akan terjadi esok harinya.

.

Pagi hari di kediaman Kim

"Wonnie ah ottokhe, apakah sudah mendapat informasi dari ponsel Joongie?"

"Sementara ini kita belum bisa melacaknya karena ponsel uri Joongie dalam keadaan mati"

"Ottokhe Wonnie, hiks...jika terjadi apa-apa dengan uri Joongie aku adalah orang yang paling bersalah membiarkan Joongie sendirian diluar, hiks..."

"Umma tenanglah, lebih baik umma memikirkan kesehatan umma, kasus uri Joongie sudah kita serahkan kepada pihak yang berwajib, semoga mereka bergerak cepat agar uri Joongi cepat ditemukan"

Sun Hee yang sangat iba melihat keadaan ummanya yang terbaring lemah diranjangnya sejak kemarin dengan selang infus dan oksigen yang masih setia berada ditubuhnya memberikan kekuatan kepada Heechul melalui kalimatnya yang meyakinkan namja cantik tersebut agar percaya putra kesayangannya dalam keadaan baik.

Sementara Siwon sang suami sedari kemarin hanya dapat memeluk istrinya agar dapat menenangkannya. Jaejoong ditetapkan sudah hilang selama 16 jam terhitung dari jam bubar sekolahnya. Pagi ini polisi berencana mengusut kesekolah tempat Jaejoong terakhir kali menginjakkan kakinya.

Kehilangan Jaejoong yang tanpa jejak ini membuat keluarga Kim berduka, rumah yang biasanya ramai oleh celotehan cerewet Jaejoong yang sibuk memerintahkan para maid menyiapkan perlengkapan sekolahnya mulai dari baju seragam sampai sepatu sekolahnya. Makanpun terkadang Heechul masih menyuapnya karena bila tidak begitu Jaejoong akan melewatkan sarapannya.

Pagi itu sangat bebeda, kediaman keluarga Kim mendadak hening tanpa ada celotehan dari si cerewet, hanya ada beberapa bodyguard yang tampak mondar-mandir dikediaman keluarga terpandang tersebut, dan beberapa petugas polisi yang ditugaskan menjaga kediaman Kim siapa tahu ada berita terbaru dari putra Kim Siwon dan kim Heechul itu.

Sementara Kim Sun Hee dan Kim Soo Young dua noona Jaejoong harus rela mengorbankan jadwal kuliah mereka demi menemani sang umma yang terbaring lemah karena penyakit bawaannya kambuh. Mereka sudah dapat memastikan jika hilangnya Jaejoong telah tercium media massa, maka mereka harus bersiap jika kediaman mereka akan diserbu para wartawan media massa dan reporter televisi yang akan meliput berita hilangnya anggota keluarga mereka, maklum keluarga Kim adalah keluarga yang terpandang di kota Seoul karena Siwon tercatat dalam deretan konglomerat terkaya di Korea selama beberapa tahun terakhir ini.

"Wonnie ya apakah sudah kau coba menghubungi lagi ponsel uri Joongie? mengapa sejak kemarin ponselnya tak pernah aktif, jangan-ja..."

"Ssst Chullie ya, jangan terlalu membebani pikiranmu, entah mengapa hatiku mengatakan uri Joongie sekarang dalam keadaan baik-baik saja, kemungkinan ponselnya mati karena memang belum sempat di charge-nya dan bila sudah terisi penuh pasti kau orang pertama yang akan dihubunginya Chullie ya"

Kembali Siwon hanya dapat menenangkan perasaan gundah istri yang dicintainya saat pikirannya yang tidak-tidak mengenai Jaejoong kembali mengusiknya. Berkali-kali Heechul mengkhawatirkan keadaan anak laki-laki satu-satunya dikeluarga mereka yang sangat mereka manjakan tersebut membuat Siwon sangat bersedih melihat keadaan Heechul saat itu.

Drrtt...ddrrtt...

Sejenak pasangan suami istri itu sedikit melupakan kegundahan hati mereka karena perhatian kedua namja tersebut beralih pada ponsel Heechul yang berada tak jauh dari mereka bergetar tanda adanya pesan singkat yang masuk.

Siwon segera mnuju letak ponsel istrinya tersebut dan menyerahkan ponsel yang sedari kemarin selalu berada didalam genggaman Heechul, hanya saat heechul tertidur ponsel tersebut Siwon letakkan didekat televisi yang berada didalam kamar mereka.

"Omo, uri Joongie!" pekik Heechul kaget saat membaca nama si pengirim pesan yang tertera didalam ponselnya. Antara senang dan khawayir Heechul membuka isi pesan tersebut, namun setelah membaca isi pesan itu dahi namja cantik yang belum mencapai umur 40 itu berkerut heran membuat suaminya Siwon cepat-cepat meraih ponsel yang masih berada dalam genggamannya.

From : Nae Joongie

Umma cantik jangan marah eoh karena Jonngie tidak menghubungi umma sejak kemarin,

Joongie hanya minta ijin, Joongie sekarang bersama teman Joongie dan Joongie berjanji akan pulang secepatnya.

Joongie dalam keadaan baik-baik saja umma jangan khawatir, saranghae. *Poppo

"Apa-apaan ini! dikiranya kita tidak mengkhawatirkannya, ck!" Siwon tak dapat menyembunyikan kekesalannya setelah membaca pesan tersebut. Kalimat Jaejoong yang begitu polosnya seolah tak menghiraukan perasaan keluarganya terutama sang umma yang hampir kehilangan nyawanya akibat terlalu khawatir kepada anak semata wayangya tersebut.

"Hiks...Joongie baby, mengapa ponselnya kembali tidak aktif" Heechul kembali terisak setelah gagal mencoba menghubungi ponsel Jaejoong, bohong jika ia tidak merasa khawatir walaupun baru saja menerima pesan singkat dari putranya yang hilang sejak kemarin.

"Tenanglah Chullie, aku akan mencoba mengecek keberadaan uri Joongie melalui pesan singkat yang baru saja dikirimnya, sepertinya ia tengah bersama seseorang dan tidak ingin keberadaannya diketahui karena ponselnya langsung dimatikannya lagi setelah mengirim pesan tadi" jawab Siwon menenangkan Heechul dengan mengecup singkat bibir namja yang dicintainya itu, karena didengarnya isakan Heechul semakin kuat.

Sementara di Apartemen Jung...

"ngghhh..."

Lenguhan berat yang berasal dari cherry merah itu seiring terbukanya sepasang doe hitam miliknya yang tengah mengerjap-ngerjap membiasakan sinar yang masuk dari jendela yang terbuka dihadapannya, matahari belum terlalu menampakkan sinarnya namun cukup membuat doe eyes itu mengerjap silau karna saat ini ia berada di lantai yang cukup tinggi.

Mengingat tempatnya berada sekarang segera Jaejoong mendudukkan dirinya dipinggir kasur sambil mengucek-ngucek matanya mencari keberadaan namja yang sudah memeluknya malam tadi. Mengingat perihal 'pelukan' itu membuat kedua pipi sicantik merona merah dan senyum manispun tercetak dengan sendirinya.

"Sudah bangun rupanya? bagaimana tidurmu?" sebuah suara bass memecahkan keheningan pagi itu.

"Ahjussi,, mengagetkan Joongie saja, hhh...Joongie nyenyak sekali tidurnya karena ahjussi mau memeluk Joongie, hm..."

"Ehm...apa kau lapar? sebentar lagi kita sarapan, kau mandilah dulu dan jangan terlalu lama, nanti airku habis"

Yunho tak dapat mnyembunyikan raut wajahnya yang tersipu saat dengan polosnya Jaejoong mengucapkan terima kasihnya karena sudah mau memeluknya. Tidak tahukah bocah itu jika semalaman ia sama sekali tidak tertidur lantaran sibuk menguasai detak jantungnya dan sibuk menyesap aroma memabukkan yang berasal dari tubuh bocah itu.

Dan dengan mngerucutkan bibir merahnya Jaejoong beranjak dari duduknya menuju kamar mandi. ia kesal lantaran Yunho ahjussi penculiknya kembali kesifat asalnya yang suka membentak seenaknya saja. Jaejoongpun tak menghiraukan pertanyaan Yunho yang menanyakan apakah dirinya lapar.

Dengan seenaknya Jaejoong melangkah dan melupakan keadaan dirinya yang hanya memakai kemeja atasan milik Yunho saja sehingga mengekspos kedua belah pahanya yang putih mulus tanpa cacat sedikitpun, belum lagi kancing atas bajunya yang entah kapan telah terbuka mempertontonkan kedua belah dada mulus dan ehm...sedikit berisi-nya.

Glek~

Yunho yang berada tepat didepan sicantik Joongie-pun menahan napasnya yang tercekat dengan menelan salivanya demi melihat pemandangan yang membuat jantungnya ingin meloncat keluar tubuhnya sejak semalam. Apalagi dengan keadaan kerah baju yang beberapa kancing atasnya yang sudah terbuka dengan sendirinya akibat terlalu kebesaran mempertontonkan bagian bahu dan dada Jaejoong yang sungguh putih mulus menawan.

"A-Ahjussi...m-minggir, Joongie mau lewat..." Dengan takut-takut Jaejoong menegur Yunho yang posisinya menghalangi pintu. Jaejoong sedikit tak nyaman pasalnya saat ini ia melihat mata Yunho yang tak lepas dari tubuhnya yang berpakaian minim.

"Eh, a-arrasso...hmm" Jawab Yunho segera setelah ucapan Jaejoong barusan yang menyentakkan lamunannya pada tubuh indah tawanannya.

Namun baru saja Jaejoong hendak meneruskan langkahnya, "Joongie ya..." kembali Yunho memanggilnya sehingga namja cantik itu menghentikan langkahnya.

"Ne ahjussi"

"Lain kali berpakaianlah yang sopan, disini banyak nyamuk, jangan salahkan aku jika tubuhmu nanti banyak terdapat bekas gigitan nyamuk" ketus Yunho menyembunyikan perasaan malunya setelah ketahuan telah menikmati pemandangan tubuh mulus Jaejoong tadi.

"Hhhh...ne ahjussi Joongie tahu, apalagi disini ada nyamuk namja yang sangat menyukai tubuh Joongie eoh?" jawab Jaejoong tak kalah ketusnya sambil beranjak meneruskan langkahnya kearah kamar mandi. Walaupun sedikit polos Jaejoong tetaplah remaja berusia 17 tahun yang sudah cukup mengerti arti pandangan 'lapar' sang penculik yang memandang paha dan bagian dadanya tanpa berkedip sedikitpun.

"Yah, apa maksudmu berkata begitu!" bentak Yunho dari kejauhan.

"Ahjussi pikirkan saja sendiri!"

"Yah! berhenti memanggilku ahjusi!"

"Ihh, mau Joongie panggil apa? oppa? andwae, shireo!" Jaejoong yang masih menyahuti bentakan Yunho kendati sudah berada didepan pintu kamar mandi itu sempat-sempatnya menjulurkan lidahnya mengejek sang ahjussi penculik dari kejauhan yang wajahnya sudah memerah karena digoda oleh makhluk cantik bermarga Kim itu.

Yunho-pun bertambah kaget lagi saat sebelum masuk kamar mandi Jaejoong masih sempat menungging kearah-nya bermaksud mengejek membuat wajah namja penculik yang sebenarnya tampan itu menggumam frustasi lantaran menurutnya Jaejoong malah menunjukkan pemandangan yang erotis karena kedua bongkahan pantatnya yang putih mulus tanpa cacat itu terekspos akibat kemejanya yang pendek. Kembali Yunho hanya dapat menelan salivanya.

"Aish anak itu...Ya Tuhan kendalikanlah diriku agar tidak melakukan yang tidak-tidak kepadanya" Doa Yunho setelah menenangkan degupan jantungnya ketika melihat pemandangan kedua pantat mulus Jaejoong barusan.

.

.

"Ahh selesai...mianhe umma" Senyum kecut tersungging saat namja cantik itu menutup dan mematikan ponselnya tak lupa mencabut baterainya setelah mengirimkan sms agar orang tuanya tidak terlalu mengkhawatirkannya. Jaejoong mematikan kembali ponselnya untuk menghindari agar keberadaannya bersama Yunho nanti sukar dilacak, sebab ia sangat paham akan sifat appa-nya yang pasti akan melakukan cara apa saja agar ia cepat kembali.

Tentu saja Jaejoong akan pulang setelah menolong ahjussi penculik untuk membayarkan uang operasi umma-nya, rencananya hari ini ia akan menemani Yunho mengambil uang di ATM dan menyerahkan uang tersebut kepada pihak rumah sakit agar rencana operasi umma Yunho dapat segera diproses. Pihak rumah sakit tak mau melakukan operasi jika keluarga pasien belum membayar biaya operasi tersebut, paling tidak separuh dari biayanya.

Saat ini Jaejoong tengah duduk diruang tengah apartemen kumuh tersebut. Baru saja ia selesai mandi, dan sekarang giliran Yunho mandi. Ada yang berbeda, Jaejoong pagi ini tidak diseretnya masuk kekamar mandi lagi karena Yunho yakin dan percaya bocah itu tak akan melarikan diri karena mereka sudah sepakat akan mengambil uang di mesin ATM dan kerumah sakit.

Tok...tok...tok...

Bunyi ketukan pintu membuat Jaejoong melirik kearah sumber suara itu, sedikit ragu namun tetap dilangkahkan kakinya menuju sumber ketukan dan membukanya.

"Anneyong Yunho hyu...Woaa nuguya?" tampak sesosok makhluk yang bertinggi badan diatas rata-rata yang tengah memperlihatkan senyum lebarnya mempertontonkan barisan gigi putihnya. Namja yang diakui Jajoong manis itu memakai seragam sekolah yang menandakan jika ia duduk dibangku SMA sama halnya dengan jaejoong sendiri, sementara kedua tangannya tengah membawa baki yang sepertinya berisi makanan.

Jaejoong sedikit ragu untuk menjawab pertanyaan makhluk yang tergolong imut dihadapannya itu dan terbengong dalam pikirannya sendiri membuat si tiang yang memakai seragam sekolah itu mengerenyitkan dahinya heran.

"Yah, anneyong...anneyong..."

"Eh...m-mian"

"Kau belum menjawab pertanyaanku" ujar makhluk menjulang yang mengibas-ngibaskan salah satu dari kedua telapak tangannya didepan wajah bengong Jaejoong lantaran tangan yang lain dipergunakan untuk tetap menahan baki yang dibawanya agar tidak terjatuh.

"Umm, Kim Jaejoong..." jawab Jaejoong masih dengan nada ragu.

"Aku Go Changmin, minggir biarkan aku lewat, ummaku akan mengomel jika makanan ini tumpah dan itu semua karena kau yang tidak mau bergeser membiarkan aku lewat, lagian seperti tidak pernah melihat makhluk ganteng saja pakai acara bengong bin cengo begitu, huh!" Cerosos namja yang memiliki wajah imut berbibir seksi namun ternyata sangat judes tersebut.

Jaejoong-pun menggeser tubuhnya sedikit dan membiarkan namja yang membuatnya terperangah lantaran tingginya yang menjulang serta mulut cerewetnya yang mengomel tanpa henti persis umma-nya jika mengomel.

"Ah Changmin ah! sudah kukatakan kepada Ahra shi tidak usah repot-repot membuatkanku sarapan setiap hari, aku jadi tidak enak merepotkan kalian, belum lagi kau yang selalu mengantarkannya"

Ternyata Yunho telah selesai mandi dan langsung melihat kehadiran makhluk berwujud tiang yang ternyata bernama Changmin. Tampak Yunho hanya memakai celana boxer berwarna biru yang sudah buram, bertelanjang dada dengan handuk yang berada di bahunya yang digunakannya sesekali untuk mengeringkan rambut basahnya.

Nampak jelas ketampanan penculik Jaejoong itu karena keadaannya yang bersih sehabis mandi walaupun masih banyak terdapat bulu-bulu halus memenuhi wajahnya lantaran sudah beberapa minggu ia tidak bercukur. Pesona ahjussi tersebut mau tidak mau membuat kedua remaja didepannya sedikit merasa takjub.

"Wah Yunho hyung tumben, hehehe" Changmin membuka obrolan mereka bertiga pagi itu.

"Tumben apanya Changmin ah?" heran Yunho.

"Tumben hyung mandi pagi-pagi begini, biasanya ahjussi langsung pergi kepasar kemudian 2 hari lagi baru mandi, hahaha"

"Yah Go Changmin! akan kulaporkan kepada umma-mu eoh?" bentak Yunho emosi atas ejekan Changmin. Sementara matanya melirik sekilas kearah makhluk cantik yang sudah rapi memakai seragam sekolahnya yang kemarin. Jaejoong tengah tertawa seraya menutup mulutnya dengan punggung tangannya akibat mendengar ejekan Changmin yang ditujukan kepada ahjussi penculiknya tadi.

"Jika ummaku mengetahui ini, pasti ia akan tambah terpesona melihat penampilan hyung yang sangat bersih saat ini, hyung berantakan saja ummaku sudah tergila-gila kepada hyung, hahaha"

"Yah hentikan Changmin ah!"

Jaejoong yang tengah tertawa mendadak menghentikan tawanya saat mendengar celotehan Changmin barusan, 'eh? tergila-gila? umma Changmin tergila-gila kepada ahjussi itu? hhhh...' batin Jaejoong. Entah mengapa bibir cherry itu mengerucut dengan sendirinya tanpa disadari oleh kedua namja yang lain diruangan itu yang tengah sibuk bersahut-sahutan perang mulut.

"Hyung yeoja cantik yang memakai seragam namja ini memangnya siapanya hyung? aku tak pernah melihat sebelumnya" tanya Changmin saat Jaejoong tengah menyantap satu piring besar nasi goreng buatan Ahra, umma Changmin.

Yunho dan Jaejoong terpaksa makan dalam satu piring karena Ahra tidak mengetahui keberadaan makhluk lain bersama Yunho. Seperti biasa ia hanya memberikan satu piring nasi goreng setiap pagi dalam porsi yang besar untuk Yunho, namja yang secara terang-terangan disukai oleh wanita berusia 35 tahun tersebut.

"Eh, d-dia..d-dia..." ucap Yunho terbata tak menyangka Changmin akan bertanya seperti itu kepadanya.

"Keponakan, Joongie keponakan Yunho ahjussi, dan Joongie namja!"

Jaejoong cepat menjawab pertanyaan Changmin saat didengarnya Yunho yang tergagap-gagap menjawab pertanyaan Changmin mengenai hunbungannya dengan ahjussi penculiknya. Diliriknya namja yang duduk berhadapan dengannya yang tengah menyantap nasi goreng dengan lahapnya itu menarik nafas lega mendengar jawabannya barusan.

"Woaaa, namja? Keponakan? tapi aku tak pernah melihatmu, bukankah hyung pernah mengatakan jika hyung dan ahjumma hidup sebatang kara disini?" kaget Changmin masih dengan nada herannya yang terdengar jelas ditelinga Jaejoong dan Yunho yang hanya dapat melemparkan pandangan satu sama lain.

"Umm...J-Joongie keponakan angkat, ah i-iya keponakan angkat ahjussi" jawab Jaejoong lagi sedikit tergagap.

"Ohh..." dan kini Changmin hanya dapat manggut-manggut saja meski didalam hatinya masih terselip rasa penasaran dan tidak puas atas jawaban-jawaban makhluk cantik yang terkesan sangat dipaksakan.

15 menit kemudian Yunho dan Jaejoong telah menyelesaikan sarapannya dengan menyisakan setengah piring nasi goreng buatan umma Changmin. Yunho memang tak pernah menghabiskan nasi goreng itu karena memang porsi yang berikan terlalu besar meski tadi ia menyantap berdua dengan Jaejoong namun tetaplah menyisakan setengah dari porsinya.

"Changmin ah, jika kau masih ingin berada disini jangan lupa kunci pintunya jika keluar, arraso? kami akan keluar sekarang"

"Hungh hahau hemaha hehangha?" (hyung mau kemana memangnya?) tanya Changmin dengan mulutnya yang penuh nasi goreng sisa Yunho dan Jaejoong barusan.

"Aku akan menemani Joongie mencari sesuatu di kota" Jawab Yunho singkat sembari tangannya menggandeng lengan Jaejoong bersiap membawa sicantik keluar.

"He" (ne)

Jawab singkat Changmin masih dengan mulut penuh. Itulah alasan mengapa Changmin dengan senang hati mau diberikan tugas oleh ummanya sebagai pengantar sarapan untuk Yunho yang tinggal disebelah apartemen mereka.

Changmin paham sekali jika Yunho tak akan pernah menghabiskan porsi jumbo nasi goreng buatan Ahra sang umma, maka dengan senang hati dan perasaan yang ikhlas ia akan senantiasa menghabiskan 'sisa' makanan kegemarannya itu kendati sudah bersarapan dengan dua piring nasi goreng yang sama setiap paginya.

.

.

Sepeninggal Yunho dan Jaejoong Changmin-pun memilih menonton siaran televisi sembari menyantap nasi goreng lezat buatan umma-nya. Didudukkannya tubuh jangkungnya disebuah sofa butut milik Yunho dihadapan sebuat televisi yang tak kalah bututnya. Sesekali ia memindahkan channel TV menggunakan jempol kakinya dari sofa butut tempatnya berada lantaran televisi tersebut sudah usang dan tidak memiliki remote kontrol.

"Mwo? b-bukankah..." mendadak wajah tampan dan imut Changmin sedikit terkesiap saat melihat foto seorang yang tak asing dilayar kaca. Segera diposisikannya kembali jempol kakinya kearah televisi kali ini ke tombol volume agar dapat mendegar jelas narasi yang berhubungan dengan foto tersebut.

Saat ini keluarga Kim Siwon telah melaporkan dan mengerahkan seluruh aparat kepolisian kota Seoul berhubungan dengan hilangnya putra semata wayang mereka. Konglomerat nomor satu di Seoul ini juga berencana akan menuntut seberat-beratnya pelaku penculikan atas putra semata wayang mereka yang hilang sejak sepulang sekolah kemarin siang.

Adapun ciri-ciri fisik Kim jaejoong putra Kim Siwon dan Kim Heechul tersebut sebagai berikut, Kim Jaejoong berusia 17 tahun, memiliki kulit putih, bermata besar, berambut hitam pekat memiliki tahi lalat dibawa mati kirinya dan terdapat tanda lahir dileher atas bagian kiri. Sedangkan pakaian yang dikenakan terakhir adalah seragam sekolah dari Toho Internasional School. Demikian diharapkan kerja sama seluruh warga agar dapat membantu pihak kepolisian memberi informasi yang berhubungan dengan anak tersebut.

MMPPHHSSTTT~

Dan seluruh nasi goreng yang berada didalam mulut Changmin-pun tersembur keluar dengan suksesnya. Wajah-nya yang tadinya berkulit coklat terang berubah memutih setelah mendengar dan menyaksikan siaran langsung berita tersebut.

"Y-Yunho hyung...tamat riwayatmu"

.

.

.

tbc :)

need review

one word doesn't hurt...

mian atas keterlambatannya, lappie baru saja habis opname :( *bow

twitt: peya_ok (ManoShinki)