Disclaimer : Semua karakter disini milik Tuhan YME, author cuma pinjem nama

Rate : T

Genre : Romance, Humor

Warning : BL, YAOI, Typos, cerita pasaran, OOC (mungkin ), mohon dengan sangat sebelum membaca dibaca dulu bagian warning ini, tidak menerima bash kecuali kritik membangun, so please

DON'T LIKE DON'T READ

CAST : Jung Yunho, Kim Jaejoong, Kim Heechul, Kim Siwon, Go Changmin, Go Ahra

Cast lain menyusul

.

Note : Fanfiction ini murni hasil karya saya selaku author, saya tidak rela dan tidak ikhlas jika hasil karya saya ini di plagiatkan oleh orang - orang yang tak bertanggung jawab, dalam bentuk apapun!

.

.

.

.

SUMMARY

Jung Yunho terpaksa menyandera Kim Jaejoong, namja cantik dan manja anak pengusaha terkaya di Seoul. Bagaimana Jung Yunho menghadapi tingkah manja Kim Jaejoong saat ia menjadi tawanannya?

.

.

Previous Chap

Kembali bibir plum itu tak kuasa menahan isakannya saat pikirannya kembali kepada sepasang gembok yang ditemukannya di namsan tower beberapa saat lalu yang dengan jelas Yunho menulis janjinya untuk kembali bertemu dengannya.

"Joongie mianhe..." Jaejoong menepis keras tangan Yunho yang berusaha memegang pelan bahunya yang bergetar keras karena tangisannya. Saat ini Jaejoong hanya dapat menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya agar tak terlihat airmatanya yang mulai membasahi seluruh wajah cantiknya. Perjalanan panjangnya hari ini terasa sungguh sia-sia, orang yang sangat dirindukannya ternyata tak ingin berjumpa dengannya.

"Baiklah kalau itu yang ahjussi inginkan, Joongie mengerti, Joongie tidak akan berusaha menemui ahjussi kembali, gomawo karena sempat membuat hati Joongie bahagia meski itu cuma sebentar, Joongie pamit, anneyong ahjussi..."

Perlahan tubuh mungil itu beranjak dari posisinya mulai melangkah menjauh dari ahjussi penculik yang tak sedikitpun berusaha menghentikan langkahnya. Sorot tajam itu hanya dapat memandang pasrah sosok indah yang perlahan mulai menjauh.

"J-Joongie..."

Dan langkah kaki itupun terhenti saat didengarnya suara khas memanggilnya, ditolehkannya wajah cantiknya kearah suara tersebut.

"Jangan panggil aku ahjussi, panggil aku Yunnie"

Tanpa berkata-kata lagi Jaejoong segera membalikkan posisinya dan mempercepat langkahnya menjauhi namja yang baru saja menghancurkan hatinya itu. Airmata kembali tak terbendung membasahi kedua sisi pipi mulusnya, ditutup mulutnya dengan sebelah tangannya agar tak terdengar bunyi isakannya, walau bagaimanapun ia adalah seorang namja, tak ingin terlihat lemah dihadapan orang lain. Dalam hatinya Jaejoong memarahi dirinya sendiri yang telah patah hati oleh seorang biasa yang tidak sebanding dengannya.

.

.

.

.

LOVE ME?

.

.

.

.

"Sun Hee ah, apa Joongie masih mengurung diri dikamarnya?"

"Ne umma, sepertinya begitu, semenjak malam itu uri Joongie terlihat sangat tidak bersemangat dan keluar kamar hanya jika waktu home schooling saja"

"Ada apa dengan uri Joongie?"

"Ahh, ani tidak ada apa-apa wonnie ya, Joongie tampaknya tidak enak badan, mengurung diri terus didalam kamarnya"

"ck, mengurung diri? ayolah Chullie ya, aku ingin kau sedikit menasehati anak itu, seorang namja tak akan melakukan perbuatan layaknya seperti seorang yeoja, uri Joongie itu namja dan namja haruslah jantan"

'...'

Suasana dimeja makan kediaman keluarga Kim pagi itu terkesan sedikit canggung lantaran sudah beberapa hari satu dari anggota keluarga mereka tak mengikuti acara makan pagi tersebut dan pagi itu Jaejoong orangnya yang menjadi topik perbincangan disela-sela acara makan keluarga pengusaha terkaya itu.

Siwon yang mengetahui sang putra sudah beberapa hari enggan keluar kamar, sedikit memperingatkan sang istri agar menegur anak manja mereka, Siwon yang notabene menginginkan Jaejoong menjadi pengggantinya nanti menginginkan agar putra semata wayangnya itu dapat lebih terlihat dewasa dan lebih jantan sebagai seorang namja seperti dirinya.

Tapi sang istri tampaknya tak begitu suka dengan ucapan Siwon barusan. Heechul hanya diam tak menjawab sedikitpun ucapan Siwon mengenai Jaejoong barusan. Hal ini membuat Siwon sedikit gusar.

"Chullie, kau dengar kan ucapanku tadi?"

Hhhhh...

Heechul menghela nafasnya dalam-dalam, ia hanya memperlihatkan wajah datarnya saja tanpa menjawab pertanyaan sang suami sedikitpun.

"Chullie" panggil Siwon lagi.

"Aku sudah kenyang sekarang, kalian teruskan saja"

Heechul tiba-tiba beranjak dari duduknya bergegas meninggalkan meja makan membuat raut heran diwajah suami dan kedua putri mereka, Sun Hee dan Soo Young yang masih berada dimeja makan.

"Tapi kau belum menyelesaikan sarapanmu, chagiya" ujar Siwon berusaha menahan sang istri.

"Mianhe, aku tak bisa makan dengan tenang sementara salah satu anakku tidak makan sama sekali, aku akan melihat uri Joongie dikamarnya sekarang"

"Yeobo, tapi tak baik meninggalkan makanan diatas meja tanpa menyentuhnya sedikitpun, duduk dan makanlah kembali setelah itu kau boleh melihat uri Joongie dikamarnya" ujar Siwon halus berusaha kembali membujuk Heechul.

"Umma, makanlah bersama appa disini, uri Joongie biar youngie dan Sun Hee eonnie yang mengatasinya, Youngie yakin Joongie akan leluasa berkeluh kesah kepada noonadeulnya" tak tinggal Soo Young berusaha membujuk ummanya.

"Arraso, kalau begitu kalian segera temui adik kalian setelah makan, umma akan kekamar umma saja" Heechul sepertinya hendak bersiap-siap beranjak dari tempatnya namun dengan cekatan Siwon menahan pergelangan tangannya.

"Yeobo, hendak kemana? habiskan dulu sarapanmu" bujuk Siwon tanpa lelah.

"Shireo, aku sudah kehilangan selera makanku"

Hhhhh...

Siwon hanya menarik nafas dalam-dalam saat Heechul telah beranjak pergi setelah menepis keras genggaman tangannya pada pergelangan tangan sang istri cantik. Tampaknya Heechul tengah merajuk.

Akhirnya sarapan pagi itu diteruskan hanya oleh tiga anggota keluarga Kim saja dengan keadaan yang berkali lebih canggung dari keadaan sebelumnya. Setelah menyesaikan sarapan mereka Sun Hee dan Soo Young mohon diri kepada Siwon untuk menemui maknae mereka yang tak juga menampakkan batang hidungnya di pagi hari itu.

Untung saja saat itu adalah akhir minggu jadi Sun Hee dan Soo Young dapat menemani Jaejoong yang tengah kalut perasaannya lantaran mereka tidak bekerja.

Semenjak pertemuannya dengan Yunho malam yang lalu, Jaejoong terlihat sangat tidak bersemangat. Selama beberapa hari maknae yang biasanya cerewet dan bawel itu terlihat seperti kehilangan semangat hidup. Ia hanya keluar kamar saat waktunya ia bersekolah jika guru home schoolingnya sudah datang.


"Joongie..."

Soo Young segera mengambil posisi duduk dipinggir ranjang milik sang maknae yang seluruh tubuhnya masih tertutup selimut tebal, tak ada tanda-tanda untuk segera bangun. Soo Young berinisiatif membuka perlahan selimut tebal tersebut dan mengguncang pelan tubuh mungil sang maknae seraya memanggil namanya agar Jaejoong mendengar panggilannya.

Sun Hee menyuruh agar Soo Young saja yang berbicara dengan adik bungsu mereka itu karena sepertinya Heechul sang umma juga perlu ditemani dan dibujuk karena namja cantik itu terlihat tengah kesal kepada appa mereka saat mereka sarapan tadi sehingga Sun Hee memutuskan untuk menemani umma mereka saja sementara Soo Young membujuk Jaejoong dikamarnya.

"Eungghh"

Usaha sang noona ternyata sedikit berhasil membuat pergerakan dibalik selimut tersebut. Terdengar suara lenguhan pelan dari bibir cherry yang terlihat sedikit pucat pagi itu.

"Uri Joongie ireona, tidak baik bangun terlalu siang" bujuk Soo Young lagi.

"Eummhh, Youngie noona, Joongie masih mengantuk" Jaejoong menggeliat kecil sepertinya tak ada niatnya untuk beranjak dari posisinya berbaring, hanya kedua bola bulatnya saja yang mulai terbuka dan terlihat memerah, bengkak.

"Joongie menangis semalaman? aigoo...bengkak sekali matamu" Soo Young sangat khawatir melihat keadaan kedua mata adiknya.

"Ani noona, Joongie hanya kelamaan menonton TV saja" elak Jaejoong berusaha mengalihkan pandangannya agar Soo Young tidak dapat memperhatikan kedua bola matanya lagi.

"Joongie tidak bisa membohongi noona"

'...'

Jaejoong membalikkan tubuhnya berubah menjadi membelakangi sang noona tanpa menjawab pertanyaan Soo Young sedikitpun.

"Joongie gwaenchana?"

Soo Young terlihat khawatir saat disadarinya punggung sang adik yang tengah membelakanginya itu bergetar keras pertanda ia kembali menangis, bahkan sayup-sayup terdengar isakan kecilnya. Raut wajah Soo Young-pun terlihat menjadi panik.

Perlahan Soo young meraih tubuh mungil Jaejoong kedalam pelukannya, tubuh yang dirasakannya semakin kurus saja itu disandarkan diranjangnya, setelah dirasa agak tenang baru Soo Young melepaskan pelukannya dan sedikit menjauhkan tubuh Jaejoong menjadi berhadapan dengannya.

Dengan penuh perhatian Soo Young menyibakkan poni yang menutupi sebagian mata bengkak Jaejoong.

"Ceritakanlah kepada noona, Joongie tidak usah ragu dan takut"

Sejenak Jaejoong terdiam, mungkin bermaksud menahan isakannya lebih lanjut, namun sepertinya usahanya tak berhasil lantaran kembali terdengar isakannya meski sangat halus terdengar ditelinga Soo Young.

"Hiks noona, Joongie mohon bebaskanlah Yunho ahjussi, ia tak bersalah, hiks..." Jaejoong berucap lirih disela isakannya yang membuat kening Soo Young berkerut tak mengerti.

"Yun-ho? nuguya Joongie ah?" tanya Soo Young mengulang nama asing yang baru saja disebutkan Jaejoong.

"Yunho ahjussi orang yang dituduh menculik Joongie noona, sekarang ia berada dalam tahanan, dia tidak bersalah, hiks..." jawab Jaejoong mengiba.

"Mwo? orang yang menculik Joongie, eoh? jelas-jelas ia bersalah karena telah menculik Joongie, mengapa Joongie malah membelanya?" bingung Soo Young.

"Ani noona, Yunho ahjussi tidak pernah bertindak kasar dan jahat kepada Joongie, ia menculik Joongie karena awalnya ingin meminta tebusan uang untuk biaya operasi ummanya, Jung Halmoni, tapi ahjussi tidak jadi meminta tebusan karena Joongie telah meminjamkan uang jajan Joongie kepada ahjussi"

Jelas Jaejoong panjang lebar sedang kan Soo Young mendengarkan penjelasan Jaejoong dengan seksama sesekali mengangguk-anggukkkan kepalanya tanda mengerti.

"Arraso, jadi ahjussi itu benar-benar tidak berlaku kasar, atau tidak mengancam Joongie? selidik Soo Young.

"Ani noona, Joongie tidak bohong, sekarang Ahjussi berada didalam tahanan, hiks...dan ahjussi sekarang membenci Joongie, saat Joongie jenguk ahjussi tempo hari ia melarang Joongie untuk mengunjunginya, hiks...ottokheyo noona" ujar Jaejoong terlihat begitu gusar.

Soo Young terpaku sejenak melihat betapa rapuhnya keadaan sang adik saat ini, meski ia sama sekali belum mengenal ahjussi yang disebut-sebut Jaejoong barusan tapi Soo Young yakin sekali orang tersebut pasti telah berhasil merebut hati adik semata wayangnya itu meski mereka baru saja mengenal satu sama lain.

Soo Young tersenyum tipis kemudian mengarahkan tubuhnya kehadapan sang maknae yang tengah sibuk mengusap airmata dikedua sisi pipinya. Dengan sigap Soo Young menyingirkan kedua tangan Jaejoong dan menggantikan dengan kedua tangannya sendiri, mulai mengusap kedua sisi pipi tirus Jaejoong yang dibasahi airmatanya.

Soo Young kemudian menangkup kedua pipi pucat tersebut dengan kedua telapak tangannya, ditatapnya dalam wajah cantik warisan dari sang umma yang tengah menatap kosong kedepan.

"Joongie, dengarlah noona"

'...'

"Joongie, meski noona tak mengenal penculikmu itu, tapi noona benar-benar penasaran bagaimana rupanya"

"Mwo? rupanya?" tanya Jaejoong tak mengerti dengan pertanyaan noona-nya.

"Hehehe, iya noona penasaran bagaimana wajah dan penampilan orang yang sudah membuat adik noona menangis seperti ini" gurau Soo Young menyebabkan wajah cantik dihadapannya tersipu malu.

"Noona..." Jaejoong hanya tertunduk malu menanggapi gurauan Soo Young.

"Jaejoongie ternyata sudah semakin dewasa, eoh?"

"Maksud noona? Joongie tak mengerti" bibir cherry itu berkata dengan polosnya mendengar kata-kata sang noona sebelumnya.

"Ne, Joongie sekarang sudah dewasa, sudah mulai jatuh cinta, hehehe" jawab Soo Young membuat Jaejoong bertambah tak mengerti.

"Jatuh cinta? Joongie jatuh cinta noona?" ucap polos namja 17 tahun itu menyebabkan sang noona sedikit sebal.

"Begini Joongie, bisa Joongie jelaskan bagaimana rupa ahjussi penculik Joongie itu"

"Y-Yunho ahjussi noona?"

"Ne"

"I-Itu..."

Entah mengapa Jaejoong merasa lidahnya kelu saat akan menjelaskan bagaimana wajah Yunho, wajahnya tampak memerah spontan tanpa alasan yang jelas dan ia sungguh merasa malu kepada noonanya saat itu.

"Heii, uri Joongie mengapa tiba-tiba wajahnya memerah? apakah ahjussi penculik itu benar-benar sangat tampan sehingga bisa membuat Joongie jatuh cinta seperti ini?" goda Soo Young lagi.

"Yah, noona!" Jaejoong tak dapat berbuat apa-apa lagi selain menutup wajahnya yang merona dengan kedua telapak tangannya, ia benar-benar malu.

"Joongie ah, tenang saja, noona sebisanya akan berusaha membantu Joongie agar appa mau melepaskan Ahjussi itu" ujar Soo Young kemudian membuat wajah cantik yang sempat tersipu itu kembali terlihat sedih, sorot matanya yang sempat berbinar kembali meredup.

"Noona, bagaimana kalau appa tetap ingin menghukum ahjussi dengan berat, hiks...J-Joongie takut" bibir cherry itu kembali terisak mengingat sifat keras sang appa.

"Semua masalah pasti ada jalan keluarnya...kalau itu appa, maka kita hanya cukup mengadu kepada umma saja, Joongie sendiri tahu appa begitu mencintai umma, kan?"

"Ne noona, hiks..."

"Uljima, uri Joongie uljima, berhentilah menangis, setelah ini noona akan coba berbicara kepada umma, arra?"

Jaejoong menganggukkan kepalanya dengan cepat, hatinya terasa begitu lega setelah melepaskan semua keluh kesahnya kepada saudaranya, beban dipundaknya seakan terangkat habis menyisakan kelegaan yang teramat besar.

Soo Young kemudian berpamitan kepada Jaejoong untuk menemui umma mereka. Soo Young tak ingin menunggu waktu lama untuk menceritakan kegundahan sang adik kepada umma, maka dari itu setelah beranjak dari kamar Jaejooong ia terus menuju kamar ummanya.

Setelah berada didalam kamar ummanya yang luas ternyata Sun Hee sudah berada disana, menghibur Heechul tentunya, sedangkan sang appa memilih duduk bersantai diruang tengah mereka sambil membaca koran yang baru diterimanya pagi tadi.

Tampaknya keadaan Heechul sudah berangsur berubah terlihat dari raut wajahnya yang sudah tidak terlihat kesal seperti pagi tadi. Soo Young tersenyum tipis tatkala mendapati Hechul tertawa ringan bersama Sun Hee. Entah apa yang sudah dilakukan Sun Hee terhadap Heechul.

"Ehem, ummaaa...senang melihat umma bisa tertawa lagi seperti ini, pagi tadi umma sangat mengkhawatirkan"

Soo Young yang kedatangannya dengan tiba-tiba dikamar luas Heechul langsung menubrukkan tubuhnya memeluk sang umma dengan tiba-tiba, membuat Heechul dan Sun Hee terkaget-kaget. Soo Young kini bergelayut manja kepada sang umma yang duduk dipinggir ranjang empuknya.

"Yah, Youngie kau mengejutkan saja, bagaimana kalau jantung umma kumat lagi, hhhh" Sun Hee sedikit memarahi sang adik yang tiba-tiba membuat gaduh. Heechul hanya tersenyum manis melihat kedua putrinya itu, sementara Soo Young masih betah bergelayut memeluk sebelah lengan sang umma yang kini tengah membelai sayang rambut panjangnya.

"Youngie-ah, bagaimana? sudah berbincang dengan uri Joongie?" tiba-tiba Sun Hee teringat akan misi mereka membujuk sang maknae pagi tadi.

"Ne, dan uri Joongie telah menceritakan semua kepada Youngie mengapa ia tak bersemangat beberapa hari ini"

"Apa itu Youngie?" kali ini Heechul turut merasa penasaran.

"Umm, uri Joongie ternyata tengah jatuh cinta umma..." Soo Young menjawab dengan sedikit berbisik agar tak membuat Siwon terganggu dari kegiatannya yang tengah asyik membaca koran diruang keluarga yang terletak persis bersebelahan dengan kamar Heechul.

"Mwo? jatuh cinta? ottokhe?" ucap Heechul dan Sun Hee bersamaan.

"Umm, ne umma...tapi, Yongie tidak tahu apakah Joongie Jatuh cinta kepada orang yang salah atau tidak"

"Wae?" kembali heran Heechul dan Sun Hee bersamaan.

"Anu umma, Sun Hee eonnie, uri Joongie bercerita kalau ia telah jatuh cinta kepada ahjussi yang menculiknya itu"

"Mwo? Aigoo..."

Hhhh...

Kembali Heechul dan Sun Hee berseru secara serempak. Soo Young hanya dapat menarik nafas panjang.

"Ottokhe Youngie-ah..." heechul tampak sedikit lemas mendengar penuturan dari putri angkatnya barusan, dada kirinya tiba-tiba terasa sedikit sakit. tentu saja Sun Hee dan Soo Young menjadi panik melihat perubahan sikap umma mereka. Sun Hee segera membaringkan Heechul diranjangnya dan mengecup kening sang umma dengan maksud menenangkan namja cantik itu.

"Umma tenang saja, uri Joongie hanya sedikit khawatir dengan nasib ahjussi penculiknya yang tengah ditahan dipenjara, uri Joongie berharap appa dapat membantu untuk melepaskan namja itu"

"Aigoo Youngie, hal tersebut bukan masalah enteng chagiya...tahukah kalian jika appa kalian telah mempersiapkan jaksa yang terhebat dinegara ini untuk menuntut penculik tersebut, dan..dan...ahhh"

"Ummaa, sabar umma..." Soo Young tampak sangat khawatir lantaran Heechul mulai memegang dada kirinya yang terasa kian sakit. Sun Hee segera mengambil air putih dan dengan dibantu oleh kedua putrinya namja cantik itu menghabiskan air didalam gelas tersebut.

Setelah dapat menguasai keadaannya Heechul tampaknya kembali akan menyambung kalimatnya yang terputus tadi.

"Appa kalian pernah mendatangi penculik tersebut dan mengancam jika ia terbukti menyentuh uri Joongie sedikitpun maka appa kalian akan membuat perhitungan dengannya, hiks...ottokhe"

Heechul tak dapat menahan isakannya setelah bersusah payah menyelesaikan kalimatnya. Sun Hee dan Soo Young hanya dapat menenangkan sang umma agar nafasnya tidak sesak. Menangis terkadang membuat Heechul menjadi kesulitan bernafas.

"Appa pernah mendatangi penculik itu umma? aigoo..." Soo Young tampak terkejut dengan ucapan Heechul barusan.

"Ne Youngie, lalu uri Joongie mengatakan apalagi kepadamu chagi?"

"Uri Joongie mengatakan jika ahjussi penculiknya tak pernah memperlakukannya secara kasar, dan ahh ne...ia menculik karena terpaksa saja..."

"Terpaksa?"

"Ne umma, itu karena umma ahjussi itu tengah koma dirumah sakit dan harus menjalani operasi secepatnya, itupun ia tak jadi meminta tebusan kan?"

"Ne, tidak sama sekali, wae? apa Joongie bercerita?"

"Ne umma, itu karena uri Joongie mau meminjamkan uang tabungannya untuk membiayai umma penculik tersebut, bahkan penculik itu berjanji akan membayar semua hutangnya jika ia sudah dibebaskan nantinya"

"Aigoo...kasihan uri joongie, hiks..." Heechul kembali tak dapat menahan tangisannya.

"Umma, entah kenapa aku berfirasat jika penculik tersebut memang bukan orang jahat" lirih Sun Hee kemudian yang mendapat anggukan setuju dari Soo Young.

"Itulah alasan uri Joongie jatuh cinta kepada penculik tersebut, uri Joongie tahu ia namja baik-baik" Kembali ucap lirih Sun Hee.

"Tapi appa kalian, kalian tahu wataknya begitu keras, hiks..." Heechul terlihat tampak sangat frustasi.

"Ummaa, selama ini hanya satu kelemahan appa" ujar Soo Young pasti.

"Apa itu?" tanya Heechul tak sabar.

"Umma" Sun Hee dan Soo Young menjawab berbarengan dengan mantapnya.

"Arraso, umma berjanji akan menolong uri Joongie sekuat tenaga umma"

"Hwaiting umma"


Keesokan harinya,

Kantor Polisi Seoul

Yunho tampak terkesiap saat tiba-tiba pintu jeruji tahannya dibuka oleh seorang sipir, lalu sipir tersebut menarik tubuh tegapnya tanpa berkata-kata sama sekali, sedangkan Yunho hanya menurut saja dengan apa yang dilakukan sipir tersebut, ia malas membuka mulutnya dipagi hari ini hanya untuk menanyakan kemana ia dibawa, hanya kedua mata musangnya saja yang selalu mengikuti pergerakan tubuhnya yang setengah diseret tersebut.

Ternyata sipir itu membawanya kearah ruang tunggu tempat biasa para tahanan menerima tamunya. Yunho tak mendapat firasat apa-apa mengenai siapa yang akan menemuinya di pagi buta seperti ini.

"Inspektur Lee, tahanan sudah saya bawa kemari"

"Ne, kembalilah keruanganmu"

Sipir tahanan tadi mohon diri setelah menyerahkan Yunho kepada Inspektur Lee, atasannya. Sedangkan Yunho masih berdiri mematung dihadapan namja yang dipanggil Inspektur Lee oleh sipir barusan.

"Yunho shi duduklah, hari ini anda kedatangan tamu penting" inspektur Lee berkata dengan ramah kepada Yunho dan mempersilahkannya untuk duduk di sofa yag tersedia.

Perlahan Yunho duduk disofa yang sama saat ia sempat bertemu Jaejoong tempo hari. Sedikit heran, mengapa petugas polisi memperlakukannya sedikit agak berlebihan pagi hari itu, apakah ini berkaitan dengan tamunya?

"Kalau boleh saya tahu, siapa yang hendak bertemu saya sajangnim?"

"Umm, orangnya masih berada dimobil saat ini, mungkin sebentar lagi"

Cklek...

Tak lama pintu ruang tunggu itupun terbuka pelan, dua orang melangkah masuk kedalam ruangan tersebut, seorang sipir sebagai pengantar tamu dan seorang lagi tentu saja tamu yang dimaksud oleh inspektur Lee yang hendak menemui Yunho.

Yunho sedikit memicingkan matanya bermaksud mengenali wajah tamu yang seingatnya baru pertama kali dijumpainya, seorang berpenampilan anggun dengan jas berbentuk jubah panjang hingga kebetisnya, kulit putih, rambut sebahu dengan poni yang hampir menutupi sebagian matanya yang terhalang oleh kacamata hitamnya.

Tampak inspektur Lee mengangguk hormat saat tubuh langsing dan tinggi itu melewatinya. Otak Yunho dengan cepat mencerna kalau orang tersebut bukanlah orang sembarangan.

Sedikit rasa takjubnya saat melihat sosok yang diyakininya pasti cantik itu meski ia belum melepaskan kacamatanya sama sekali. Entah mengapa ketika melihat orang itu didalam benak Yunho langsung teringat akan sosok Jaejoong, mantan sanderanya, meski ia belum mengetahui jenis kelamin sosok tersebut.

Perlahan sosok anggun itu mendekati Yunho dan berhenti tepat dihadapan tubuhnya yang masih terduduk diatas sofa.

"Kau Jung Yunho?"

"Ne, benar...a-anda?" Yunho sedikit tergagap saat mendengar suara pemilik tubuh anggun itu bukanlah suara milik yeoja.

"Perkenalkan, aku Kim Heechul umma dari Kim Jaejoong"

"Ahh, ternyata anda...anneyong nyonya Kim" mendengar nama nama yang baru saja disebutkan orang dihadapannya, dengan cepat Yunho bangun dari posisinya dan membungkukkan tubuhnya dihadapan namja cantik itu.

"Duduklah" Heechul sedikit mendorong tubuh Yunho agar ia duduk kembali ditempatnya semula. Heechulpun mengambil posisi duduk tepat dihadapan Yunho, dalam hatinya ia mengagumi ketampanan mantan penculik anaknya yang telah membuat Jaejoong jatuh hati.

"Gomawo nyonya, namun perkenankanlah saya sebelumnya untuk meminta maaf sebesar-besarnya atas tindakan saya yang sangat bodoh dan membuat keluarga anda menderita" Yunho kembali berdiri dan membungkuk kembali dihadapan Heechul yang sangat risih melihatnya.

"Aigoo, duduklah kembali anak muda, aku yakin kau bukanlah orang jahat itulah sebabnya aku memberanikan diriku mengunjungimu" Heechul tersenyum ramah.

"Aku tak menyangka Jaejoong memiliki umma yang yang sangat, ehm...baik hati dan anda sungguh cantik, nyonya" Yunho tampak malu-malu menyampaikan pujiannya.

"Mian, tapi aku namja Jung shi..." ujar Heechul sembari melepaskan kacamata hitamnya, membuat wajah tampan diseberangnya semakin melongo melihat kedua bola mata besar milik Heechul. Sungguh wajah Jaejoong semakin nyata dibenak Jung Yunho saat ini. Ternyata kecantikan Jaejoong didapat dari sang umma.

"Ne, aku sudah tahu...Jaejoong yang menceritakannya, anda namja yang sangat spesial dan ternyata nyonya menurunkan kecantikan nyonya kepada Jaejoong" puji Yunho kembali.

"Hahaha, jika Jaejoong tahu kau mengatakannya cantik, dia akan marah besar" tawa nyonya Kim.

"Jinjja?"

"Ne, ia tak suka jika seseorang memujinya cantik, ahh aku jadi melupakan tujuanku kesini" Heechul memperbaiki posisi duduknya saat teringat tujuan awalnya menemui Yunho.

"Jika tujuan anda untuk menuntut saya dengan hukuman yang seberat-beratnya maka akan saya terima semua keputusan hukum saya tersebut, nyonya tidak perlu khawatir"

"Bukan itu tujuanku, Jung shi"

"Panggil Yunho saja nyonya"

"Arraso Yunho-ah, tujuanku kesini adalah untuk meminta maaf kepadamu"

"Mwo?" Yunho sukses ternganga saat mendengar alasan Heechul untuk menemuinya.

"Ne, aku menemuimu khusus untuk meminta maaf secara pribadi atas nama suamiku dan putraku Jaejoong" Yunho dibuat semakin tak mengerti oleh umma Jaejoong itu.

"A-Aku tak mengerti maksud nyonya, mianhe"

"Yunho-ah, aku tahu suamiku pernah mendatangimu dan mengancam untuk memperberat hukumanmu"

'...'

Kali ini Yunho tak dapat menjawab kalimat Heechul, ia hanya menundukkan wajahnya dalam-dalam, memorinya kembali pada saat Siwon yang mengancam untuk tidak melepaskannya.

"Aku tahu kau tak pernah memperlakukan anakku secara kasar, dan tujuanmu menculik semata-mata hanyalah karena ibumu yang tengah koma dirumah sakit" lanjut Heechul lagi membuat Yunho semakin menundukkan wajahnya karena malu.

"Tapi aku tetap menculik nyonya, dan itu harus dihukum" Yunho memberanikan dirinya menanggapi ucapan Heechul.

"Biar saja Jaejoong yang menghukummu nantinya, karena tujuanku kesini adalah untuk membebaskanmu"

"Mwo? membebaskanku nyonya? Andwae! Tuan Kim pasti akan mengamuk, nyonya" Yunho kaget bukan kepalang mendengar kalimat nyonya Kim barusan.

"Suamiku biar aku yang mengurusnya"

"T-Tapi nyonya"

"Umm, bagaimana keadaan ibumu dirumah sakit?" Heechul berusaha mengalihkan pembicaraan.

"Umma semakin menunjukkan perubahannya, berangsur-angsur membaik nyonya"

"Jika ada waktu, aku ingin sekali mengunjungi ummamu dirumah sakit"

"G-Gomawo nyonya tapi itu merepotkanmu, sebaiknya tidak usah"

Heechul tersenyum tipis, kemudian mengalihkan pandangannya kepada inspektur Lee yang berjaga dipintu ruang tunggu itu tak jauh dari mereka.

"Inspektur Lee, aku menginginkan kau mengurus kebebasan bersyarat Jung Yunho shi ini, untuk masalah biaya dan jaminannya, aku sendiri yang akan menjaminnya, arra?"

"Arraso nyonya, ehm...t-tapi tuan Kim pernah berpesan agar tahanan ini selalu diperhatikan jangan sampai terlepas, ottokhe nyonya?" ragu Inspektur Lee akan pengaruh nyonya Kim tersebut.

"Jangan khawatir, aku yang akan menangani semuanya" jawab Heechul mantap.

"Arraso nyonya, akan segera kami proses"

"Arraso kalau begitu aku mohon diri sekarang, cepatlah diproses dan kirim jumlah yang mesti kubayarkan nanti secepatnya lewat pesan singkat, anda sudah mencatat nomor ponselku kan?"

"Nde nyonya, akan kami proses segera"

"Baiklah aku mohon diri dulu"

"G-Gomawo nyonya, gomawo" berkali-kali Yunho membungkukkan tubuhnya dihadapan namja yang menurutnya sangatlah cantik itu, entah rasa bahagianya hari itu tak dapat terkatakan lagi.

"Yunho-ah, mulai saat ini jangan memanggilku dengan panggilan nyonya lagi" Heechul yang sudah akan meninggalkan tempat itu menghentikan langkahnya mendadak saat mendengar bibir hati Yunho memanggilnya dengan sebutan nyonya.

"J-Jadi aku harus memanggil apa, n-nyonya" tanya Yunho takut-takut.

"Panggil aku umma"

"N-ne, u-umma"

Kedua mata musang itupun menitikkan airmatanya saat memandang punggung Heechul yang menghilang dibalik pintu.

Beberapa jam kemudian...

Mansion Kim

BRAKK!

Siwon terengah-engah memasuki rumahnya, sebelumnya sempat membanting pintu ruang tamu dengan kasarnya. Kedua pasang mata sipitnya nanar mencari-cari seseorang yang entah keberadaannya didalam rumah nan luas namun lengang itu.

Hari baru menunjukkan pukul 3 sore waktu setempat dan jam tersebut bukanlah saat Siwon pulang dari kantornya, tentu saja ia akan mendapati suasana rumah yang sepi lengang lantaran kedua putrinya-pun belum pulang dari kantor masing-masing.

"T-Tuan sudah pulang?" salah satu maid tegopoh-gopoh mengambil tas kerja Siwon yang kini telah duduk bersandar di sofa empuk ruang keluarganya, sebelah tangan namja tampan itu sibuk membuka simpul dasinya dan membuka kancing kemeja bagian atasnya. Sedikit rasa lega saat tenggorokannya dialiri udara dengan cukup lancar.

"Nyonya eodi?" tanya Siwon pada salah satu maid yang masih bediri tak jauh darinya.

"Nyonya Kim berada dikebun belakang tuan" jawan sang maid dengan sopan.

"Cepat panggil kemari"

"Baik tuan" maid tersebut lantas langsung menuju tempat Heechul berada dengan langkah yang terburu-buru.

Tak lama maid tersebut kembali bersama Heechul dengan wajah herannya melihat sang suami telah pulang dari kantornya, tidak seperti biasanya. Terlebih lagi melihat wajah Siwon yang tampak kesal.

"Wonnie, kau sudah pulang? biar aku buatkan teh hangat, eoh?" tegur Heechul ramah seraya menawarkan sang suami teh hangat.

"Chullie ya, aku ingin kau menjelaskan apa yang sudah kau lakukan pagi tadi dikantor polisi" suara Siwon terdengar dingin dan datar tanpa menjawab sedikitpun sapaan ramah Heechul yang wajahnya terlihat tegang.

"M-Maksudmu?" Heechul masih berpura-pura tak mengerti.

"Tidak usah berpura-pura, siang tadi aku menelpon inspektur Lee dan apa yang kudapatkan? Kau telah melepaskan penculik itu dengan mudahnya!"

'...'

.

.

.

tbc and review :)

sorry for the typos

twitt: peya _ok

fb : mano shinki