Haaaai I'm back :D setelah melewati UN yang menyeramkan akhirnya bisa publish juga. fiuuh ada yang menunggu kah? oke sepertinya tidak ada. baiklah..
Oke cekidoooot..!
Naruto by Masashi Khisimoto
What should I do? by Hayari Uchiha
What should I do?
"Baiklah, langsung saja kita mulai." Seorang pria dengan rambut biru dongker berdiri di depan meja bundar di sebuah ruangan, memimpin ke empat rekan kerjanya.
Di ruangan mungil ini, -jika tidak mau dikatakan sempit-. Ada beberapa meja kecil dan satu buah meja bundar agak besar di tengah ruangan. Beberapa kertas dan dokumen bertumpuk di beberapa meja kecil itu. Ada banyak perangkat computer juga disini, beberapa monitornya nampak menyala.
Ini adalah basecamp salah satu tim yang dikepalai oleh Agen 25, Sasuke. Tim kecil ini terdiri dari tiga pria dan dua wanita. Mereka semua memiliki kemampuan yang berbeda, untuk itulah tim ini dibentuk. Untuk melengkapi satu sama lain.
"Tenten, apa semua senjata telah siap?" Tanya Sasuke pada gadis bercepol dua, agen yang kirim langsung dari China.
"Sudah Pak. Semuanya telah saya pilihkan, jika ada yang tidak cocok tak usah sungkan untuk mengatakannya." Tenten melirik semua rekan kerjanya, dan kemudian tersenyum.
"Hn, bagus. Sakura, berapa banyak informasi yang kita ketahui?" Katanya pada gadis berambut gulali yang duduk di samping Tenten.
"Cukup banyak, mulai dari system keamanan disana hingga identitas dari seluruh orang yang ada disana tanpa terkecuali. Hanya saja ada sedikit kendala. Tenang saja hanya sedikit, aku dan Shino bisa mengatasinya."
"Apa itu?" Nada bicara Sasuke agak berat dari biasanya.
"Tenang saja, hanya sedi-"
"Cepat katakan! Apa kau ingin 'hanya sedikit' mu itu membunuh kita semua?" Suara Sasuke agak meninggi.
Sakura sedikit berjengit mendengar Sasuke yang berbicara seperti itu, terutama nada bicaranya yang berbeda dari biasanya.
"Err baiklah. Maaf. Itu mengenai system keamanan disana, ada dua ratus lebih camera CCTV, pada pintu masuk dan pintu keluar terdapat beberapa penjaga bersenjata dan metal detector." Sakura mengambil jeda. "Pada dinding gedungnya terdapat penyadap, lantainya tidak bisa mendapat tekanan beban berat, apalagi tiba-tiba. Alarm disana akan otomatis berbunyi jika terdapat sedikit saja tekanan yang melampaui batas." Sakura menghela nafas. "Jadi intinya kita tidak bisa masuk melalu pintu masuk dan pintu keluar."
"Keamanan di atap bagaimana?"
"Kemanan disana cukup lengang, hanya dua orang penjaga yang berkeliling setiap dua jam sekali. Senjata yang digunakan pun hanya senjata biasa." Kini Shino yang menjawab.
"Hn, ada berapa lantai?"
"105 lantai. Jangan bilang kalau kita akan masuk melalui atap Sasuke?" Sakura mendelik.
"Hanya itu satu-satunya cara."
"Maaf tapi Sasuke ide mu ini tidak bisa kami terima. Itu sangat berbahaya." Kata salah seorang pria tambun, Chouji.
"Itu betul Sasuke, aku memang selalu mengakui kinerja mu dan ide-ide brilian mu. Tapi ide konyol mu kali ini, ya ampun aku tak habis pikir." Kata Sakura menggelengkan kepala.
"Tenanglah, kalian hanya tinggal mengikuti instruksiku." Sasuke berlalu meninggalkan teman-temannya.
Semua yang ada di ruangan itu kembali melanjutkan kegiatan masing-masing. Kecuali Sakura, sepertinya dia lebih tertarik mengikuti Sasuke ke arah balkon.
Di balkon Sasuke sedang berdiri membelakangi jendela, kedua tangannya bertumpu pada tembok pembatas di hadapannya. Wajahnya datar seperti biasa.
"Ada apa?" Kini Sakura sudah berada di samping Sasuke.
Sasuke melirik gadis di sampingnya sejenak. Dia senderkan kepalanya pada pundak mungil gadis itu. Sakura agak sedikit kaget, tapi setelah itu tersenyum.
"Perasaanku tak enak." Kata Sasuke semakin menyandarkan kepalanya.
"Tak apa, tak akan terjadi apa-apa. Kau lihat? Kita memiliki agen-agen yang handal. Kita pasti bisa menyelesaikan misi ini." Sakura tersenyum, membelai raven itu perlahan.
Sasuke menarik kepalanya hingga kini pandangannya sejajar dengan Sakura. Sakura masih tersenyum lembut pada Sasuke. "Maaf tadi aku membentakmu." Sasuke mengelus pipi Sakura dengan lembut.
"Tak apa, aku paham. Kau kan memiliki kepribadian ganda." Sakura memegang tangan Sasuke kemudian mencubit perut rata Sasuke.
Sasuke menyeringai, kemudian mengembalikan posisinya seperti semula. Sakura pun mengikuti apa yang Sasuke lakukan.
Selalu begini, Sasuke selalu berbeda jika sudah berada berdua dengan Sakura. Sisi manjanya akan keluar jika Sakura dekat dengannya.
"Kau bawa pistol apa untuk misi ini?" Tanya Sasuke pada Sakura.
"Berreta 92, seperti biasa."
"Hn, sebentar." Sasuke meninggalkan Sakura.
Sakura mengernyit, tak tau apa yang dipikirkan Sasuke. Tapi setelahnya Sakura mengangkat bahu.
Angin berhembus mengenai wajah ayu Sakura, membuat Sakura memejamkan mata merasakan hawa sejuk yang tiba-tiba saja menyapanya. Helai-helai merah mudanya berkibar mengikuti alunan angin yang membelai helaian merah mudanya. Badannya sedikit menegang, ketika dirasa ada sebuah tangan yang memegang bahunya. Dia tersenyum dan membalikkan badannya.
Sasuke sudah kembali, namun tangannya tak lagi kosong. Ada sebuah bingkisan di tangan kanannya. Lagi-lagi Sakura mengernyit nampak tak paham.
"Apa itu?"
Sasuke tersenyum sangat tipis sekali, dan memberikan bingkisan itu pada Sakura.
"Bukalah."
Sakura melihat-lihat terlebih dulu. Dia berusaha mengingat peristiwa penting yang jatuh pada hari ini. Namun nihil, hari ini bukan hari ulang tahunnya.
Dia kembali menatap Sasuke, seringai itu masih saja menetap di wajah tampannya.
Perlahan Sakura membuka bingkisan itu. Matanya membelalak, antara senang dan tidak mengerti.
Sebuah pistol cantik tergeletak di dalam bingkisan itu. Dia tersenyum menatap Sasuke.
"Sangat tidak romantis." Sakura meninju kecil bahu Sasuke.
"HS 2000 adalah sebuah pistol semi otomatis berbahan kerangka polymer. Pistol ini merupakan standar militer Croasia dan sangat popular dikalangan lembaga penegak hukum Amerika. Bagaimana? Sudah jelas?" Sasuke memasukkan tangannya ke dalam saku jas nya.
"HS 2000. Apa 'H' untuk Haruno dan 'S' untuk Sakura?" Sakura tersenyum.
"Kau bercanda. Itu hanya kebetulan saja."
Sakura mengerucutkan bibirnya, tapi kemudian tersenyum dan mengamankan pistol pemberian Sasuke.
"Besok pakai yang itu. Aku bosan dengan Berreta mu itu."
"Hey, Berreta itu keren tau. Masuk dalam 10 pistol terbaik." Sakura cemberut.
"Lalu kau pikir HS 2000 tak masuk daftar itu?" Sasuke menghela. "Hhhh.. kau harus banyak belajar pada Tenten.
Sasuke masuk meninggalkan Sakura yang masih cemberut.
"Oke. Ketika aku bilang turun, turunkan talinya. Dan sebaliknya saat ku bilang naik, naikkan talinya. Berapa lama waktu yang aku punya?" Kini mereka kembali melakukan diskusi dan akan segera mengeksekusi misi hari ini juga.
"Kita memiliki waktu 12 menit untuk menaik turunkan tali. Pentilasi di atap itu akan otomatis tertutup saat hari mulai gelap karena pentilasi tersebut memanfaatkan system tenaga surya." Jelas Shino.
Sasuke mengangguk. "Baiklah, Chouji sebisa mungkin kau alihkan perhatian saat kami mulai menuruni tali. Tak perlu melukai petugas disana, cukup mengalihkan perhatian. Buat mereka menjauh dari atap. Mengerti?"
Chouji mengangguk, mengerti akan penjelasan dari Sasuke.
Kini mereka tengah mengemasi barang bawaan masing-masing. Mulai dari Tenten yang sibuk dengan senjata-senjatanya, Shino yang tas nya dipenuhi laptop berbagai ukuran, Chouji yang sibuk dengan makanannya? Beberapa bungkus keripik kentang dan beberapa kaleng minuman berkarbonasi. Baginya makanan sangat penting untuk mengatur konsentrasi. Ya, disini Chouji bertugas mengemudikan helicopter untuk membawa teman-temannya masuk kedalam gedung itu. Dan Sakura yang tengah mengamankan barang-barangnya pada tas berukuran sedang, tapi bahunya sedikit menegang saat pistol HS 2000 pemberian Sasuke lolos dari tangannya. Meluncur jatuh ke lantai.
'Kenapa tiba-tiba perasaanku tak enak?' Sakura menggeleng. Mencoba menepis perasaan tak enak yang tiba-tiba menyusup kedalam hatinya. 'Ini hanya perasaanku saja. Ya, hanya perasaan. Bukan apa-apa.' Sakura tersenyum. Menenangkan dirinya sendiri.
Dan misi besar akan segera dimulai!
To be Continued...
Bacotan Author = Curhat dulu bentaran yak., para reader sekalian (entah itu reviewer ataupun silent reader) doakan aku ya supaya bisa masuk Univ yang aku inginkan.. aamiin :D , Mohon Doanya.. Arigatou :*
Review? Minat? :D
