By : Bubu-lanlan
Rate : T
Disclaimer : Naruto belonged to Masashi Kishimoto - sensei. Kisah ini hanya mencantumkan nama – nama dan keterangan yang tidak berkaitan dengan cerita aslinya. XD, sisanya hasil ke-GJ-an Author!
Summary : Naruto yang terus - terusan mengalami mimpi aneh, pada malam setelah pulang dari kerja paruhnya sebagai asisten mangaka mengalami kejadian yang misterius sekaligus mengejutkan! untuk menenangkan dirinya, Naruto berniat mengunjungi kedua orang tua angkatnya! what will happen next?
Mind to read or Review?
.
.
Namaku Uzumaki Naruto. Aku hanyalah seorang pria biasa berumur dua puluh tahun. Aku hidup di apartemen terpisah dari keluarga yang sudah mengadopsi-ku, berusaha untuk tak merepotkan mereka .
Hari- hariku penuh dengan kesibukan. Pagi hari aku kuliah, siangnya aku kerja part time sebagai Maskot di Dreamland (Taman bermain di tepi pantai Soga), dan malamnya, aku adalah asisten sang Mangaka dari Manga yang popular 'De BUSTED', Hatake Kakashi-sensei.
Akhir – Akhir ini pun, banyak hal yang membuatku kepikiran. Nilai –nilai akademik-ku yang tak kunjung membaik, Harga kebutuhan hidup yang makin meningkat, Terancam di Phk-nya para mascot di Dreamland, Ah, benar – benar bikin frustasi.
Lalu,..
Kejadian Kemarin malam, dan Mimpi – Mimpi aneh yang selalu menghantui tidur-ku.
Itu semua malah memperparah keadaanku saja,…
.
.
Chapter 2 : Invitation
.
.
Aku mulai melangkahkan kaki, menyusuri perkampungan pinggir kota yang masih tampak asri ini. Bisa kurasakan senyum kembali terpatri di wajahku.
"Ayame-Obaachan! Selamat pagi" sapaku pada wanita tua yang berdiri di depan sebuah bangunan yang dulunya adalah Toko Ramen 'Ichiraku', toko ramen favoritku.
Bisa kulihat wanita tua itu memicingkan matanya. Lalu tiba – tiba terbelalak.
Aku terkekeh melihat reaksi wanita tua yang menjadi tetangga Orang tua angkatku itu.
"Naru-chan?" suara seraknya dipenuhi rasa heran.
"Iya, Nek! Bagaimana dengan Toko Ramen 'Ichiraku'-nya? Ehehe, Masih laris tidak setelah kutinggal ke kota,..?"
"He, ternyata sampai di kota pun masih sempat – sempatnya kepikiran ramen, yah bukan salahmu, meski toko disini tutup, tapi cucuku sudah buka cabang di daerah lain, kok" gerutu Ayame Obaa-chan yang langsung kusambut dengan tawa.
Desa ini benar – benar tidak banyak berubah, sama dengan empat tahun lalu,…
Aku segera undur diri, Ayah dan Ibu pasti sudah menungguku,..Nenek Ayame melambaikan tangannya pelan, yang kubalas dengan senyum lebar di wajahku.
Apalagi sebelum berpisah tadi, Ayame Obaacahan memberiku kupon makan gratis di Ichiraku! Ha, menambah lebar senyum di wajahku untuknya,..
Setelah beberapa saat berjalan dan mulai masuk ke gang kediaman orang tua-ku, Entah kenapa bulu kudukku tiba – tiba berdiri.
Aku menoleh ke kanan dan ke kiri.
Tak ada seorang pun,…
Aku bergidik,..
Dan mempercepat langkahku,…
.
.
Apartment Kakashi, 07.20
Seorang Pria berambut perak jabrik tergeletak di atas puluhan kertas yang berserakan di lantai.
"Se-lee-saai,..Ju—ga,.." Pria yang tak lain adalah Kakashi sensei itu menghela nafas lega. Di tatapnya dengan nanar layar hapenya yang memantulkan wajahnya, nampak kantong mata telah terbentuk di kedua matanya.
Dia sudah menyangka, kalau mengerjakan Name sendiri tanpa bantuan asisten itu memang menguras tenaga. tapi tak menyangka kalau akan serepot ini. Diliriknya jam yang menempel di dinding itu,…
Editornya akan tiba tiga jam lagi, sesuai deadline naskahnya, memang hingga kini sudah banyak pesan dari editor yang masuk ke hapenya. Tapi, masih ada waktu untuk tidur. Yah, sesedikit apa-pun waktunya harus tetap di manfaatkan sebaik-baiknya, kan?
Mata Kakashi sensei mulai terpejam,…
Setelah semua kerja keras non-stop selama tiga hari terakhir, akhirnya ia bisa tidur juga,...
Drrt…Drrt…Drrt
Handphone Kakashi bergetar berulang kali. Tapi, sayang, si pemilik hape telah pergi lebih dulu ke alam mimpi,…
.
.
Iruka's Mansion, 07. 22
Aku mengetuk pintu kediaman orang tua angkat-ku dengan ritme cepat.
Perasaan horror yang kurasakan masih belum sepenuhnya hilang.
Ingatanku berputar pada kejadian kemarin malam.
Apa ini yang dinamakan Paranoid?
Akhirnya pintu rumah itu terbuka dari dalam, menampakkan sesosok pria paruh baya dengan bekas luka horizontal di batang hidungnya dengan sweater hitam kesayangannya. Tubuhku terasa lemas.
Rasa lega langsung memenuhi tubuhku. Kudekap erat Ayah angkatku itu,…
"Naruto?! Apa yang,…?" Pria yang merawatku sejak kecil itu hanya mengernyit heran.
"Ayah,…rasanya sudah lama sekali aku tak berkunjung kemari. Apa Ibu ada di rumah?" Aku mengalihkan perhatianku pada rumah yang cenderung sepi.
Biasanya ibu yang cerewet akan membuat rumah lebih ramai, aku menyeringai saat mengingat wajah ibu yang sedang marah padaku,…..menakutkan,…..
Lagipula mana bisa aku menceritakan kejadian aneh seperti pada Ayah?
Mungkin aku hanya sedang banyak pikiran?
Entahlah,…Rasanya pikiranku sedang buntu.
"Naruto?!" panggil Ayahku yang langsung menyadarkanku dari lamunanku. "Ibu sedang ada Reptile Competition, Ular anacondanya, Manda, di nominasikan sebagai kontestan kecantikan ular,…
"O-Oh, begitu,…" Aku mulai menggaruk tengkuk-ku, menyembunyikan rasa malu karena ketahuan melamun. Rasanya seperti disentak oleh guru ketika ketiduran di kelas,…. Mungkin itu karena Ayah angkatku juga seorang guru SD.
Tak lama kemudian, aku menyadari ada hal yang berbeda.
"Lho, Ayah masak Kari? Bukannya, ibu benci kari?" hidungku berkedut saat mencium aroma yang selama aku tinggal di rumah ini, tak sekalipun tercium oleh indra-ku.
"Oh, itu bukan aku yang masak,…" Ucap Ayah, aku mengerutkan kening. Kalau bukan ibu, dan ayah,…lalu siapa?
Dengan cepat kulangkahkan kakiku menuju dapur,…
Bisa kulihat uap masih mengepul dari kari yang sedang di aduk. Seorang gadis berambut merah jambu itu berbalik, tubuhnya yang dibalut kemeja, dan jins selutut itu nampak cantik, dan memandangku dari ujung kepala sampai ujung kaki,…kemudian senyum semringah muncul di wajahnya.
"Selamat datang,…Naru-kun" sapanya dengan nada ceria.
Aku sendiri menatap tak percaya,…pada pemandangan di hadapanku,….Bolak balik kutatap wajah kedua orang itu. Ayahku, dan Gadis muda-cantik-seumuran-ku itu yang entah kenapa ada di dapur kami.
"Ayah,…." Aku meneguk ludahku sendiri,…
"ya, Naruto?"
"Bagaimana Ayah bisa SELINGKUH di belakang Ibu?!" Ucapku setengah menjerit.
BLEETAKKK,….
"Kau Salah Sangka,…Dasar BODOH!"
.
.
Iruka's Mansion, 11.25
Aku mengerjap –erjapkan kedua mataku bersamaan ketika kesadaranku kembali. Aku mengerang kesakitan, Ouch,…entah berapa benjolan yang kini mencuat dari rambutku blonde-ku akibat jitakan maut yang baru saja kuterima.
Benar juga, aku melihat sekitarku, dan kudapati ayah serta gadis-yang-kukira-selingkuhan-ayahku, sedang menatapku. Aku teringat peristiwa yang baru saja terjadi,…
"Sakura-chan, sudah kubilang jangan pakai terlalu banyak tenaga! lihat, Naruto tadi siuman setelah pingsan hampir empat jam! Kalo di perlakukan begitu terus dia bisa mati, sakura" Ucap Ayahku sambil menyipitkan matanya pada gadis itu.
" Gomen-ne, Iruka-sensei, Naru-kun. Tadi aku sedikit terbawa emosi, hahaha" sahut Sakura, "Lagipula, siapa juga yang mau jadi selingkuhan Iruka-sensei? Bisa- bisa aku yang di hajar Anko-sama, lagipula aku juga tak sudi jadi selingkuhanmu, sensei, hohoho"
Glek,..
Bisa kurasakan ayah sudah mati kutu,…
OMG, aku baru sadar. Gadis ini,…rupanya setipe sama Ibu!
Pantas meski gadis itu tertawa, aku masih bisa merasakan hawa intimidasi.
"Uhmm,…Sa-Sakura?" aku memanggil gadis itu pelan. Gadis itu menoleh padaku, iris emeraldnya menatapku tajam. "I-itu, kenapa Sakura ada disini?"
"Hufft,.." Binar di mata Gadis itu berubah, menjadi lebih ramah saat ia menahan tawa. "Naru-kun,..kau ini lucu sekali. Apa kau lupa? Aku ini kan tunanganmu,…wajar kan kalo aku berkunjung ke rumah calon mertua-ku"
"…." Aku terdiam. Mencoba memproses, menganalisa, dan menelaah maksud dari gadis berparas cantik di hadapanku ini,…Hingga akhirnya,…
"Tu-TuNAngan?!" Aku balik menatap Ayah meminta penjelasan tentang hal ini. Namun pria itu hanya menghela nafas, dan menghindari tatapan-ku. Aku kembali menautkan alisku…
WHAT THE HELL IS THAT? Reaksi ayah yang seperti mengatakan Maafkan aku, nak. Tak ada pilihan lain bagimu,…itu,…Aku tiba- tiba merasakan firasat buruk,…
"Ne, bagaimana kalau kita mulai dari nge-date? Sebagai tunangan yang baru pertama kali bertemu, bukankah kita harus mendekatkan diri dulu?" lanjut Sakura, kini mendudukkan dirinya, di sofa yang bersebelahan denganku.
"Nge,..Nge-date?"
"Iya,..dan tentu saja biaya-nya NARUTO yang tanggung, hihihi"
Aku langsung sweatdrop.
Oh, Kami-sama, Apa hidupku akan jadi lebih buruk daripada ini?
.
.
Dreamland, South Soga. 15.45
Gadis bersurai Indigo itu duduk di salah satu bangku istirahat bagi pengunjung dreamland. Jari jemari-nya tak berhenti mengarahkan ujung penanya, menuliskan apa yang dipikirkannya di notes yang dipegangnya.
Lantas wajahnya kembali memerah,…
"Apa yang sudah kulakukan,…." Ia menangkupkan Notesnya menutupi wajahnya. Antara rasa menyesal, bersyukur, dan gelisah,…yang menyumpal hatinya,…
Pertemuannya dengan seorang Jinchuuriki semalam, membuatnya salah tingkah sendiri,…
Uzumaki Naruto,….
Gadis itu terus mengulang nama pria yang di temui-nya semalam. Ingatannya kembali melayang memutar ulang kilasan kejadian yang hingga saat ini membuatnya terus kepikiran,…
Pria berkulit tan itu mengguncang tubuhnya,…sedangkan ia sendiri hampir kehilangan kesadarannya sendiri akibat rasa pening yang menguasai kepalanya. Pria itu mendekapnya erat,….
Dekapan itu terasa hangat, namun juga dipenuhi rasa khawatir,..
Ia sendiri tak tahu,…
Ia sendiri sudah lupa bagaimana rasa hangat itu.
lalu ia kembali teringat,…
Pria dihadapannya adalah seorang Jinchuuriki yang sebelumnya sudah di singgung dalam rapat di HeadQuarter, jika kedua orang yang kabur itu dibiarkan saja,…
Amethystnya membulat begitu menduga apa yang bisa terjadi Pria yang mendekap tubuhnya yang lemas itu. Akatsuki, Organisasi Shinobi jahat itu pasti akan mengincar Naruto-sama,…
Jika dibiarkan,…
NARUTO BISA TERLUKA
Gadis itu tahu, Pria itu sama sekali tak tahu tentang shinobi, akatsuki, atau bahkan tentang dirinya yang sebenarnya adalah seorang Jinchuuriki.
Dia tak boleh terlibat dalam hal berbahaya seperti ini,..
Naruto-sama tidak boleh mengotori tangannya sendiri,..
Maafkan aku, Naruto-sama,…kau pasti bingung, tapi aku harus melakukan ini,..Aku harus menjagamu,…meski kau tak tahu hal itu,….Gadis itu terus mengulang kata – kata itu dalam pikirannya setelah transfusi cakra dari sang jinchuuriki yang masih terperangah di tempatnya.
Ah, andai sajaIa bisa bertemu sekali lagi bertemu lagi dengan-Nya.
Gadis itu kembali pada Notesnya, ditatapnya tulisan dalam Notes itu.
Hnn,…tentu saja itu tak mungkin terjadi,…Gadis itu berdiri hendak beranjak,..
"Hi, Hinata? Kau, Hyuuga Hinata, kan?"
Suara yang sangat di rindukannya terdengar. Gadis itu berbalik, iris Amethystnya menatap tak percaya saat melihat sosok blonde itu mengayunkan tangannya dengan senyum lima jari khasnya,…
Ini pasti Ilusi
Atau Fatamorgana
Ini tidak mungkin terjadi,…
Namun, iris Amethyst gadis itu menangkap sosok yang lebih membuatnya terkejut, sosok yang berdiri di sisi sang pria, seorang gadis bersurai merah jambu itu menatapnya datar.
"Saku Oneechan?" desis Gadis itu dalam ketidak percayaannya.
.
.
Bisa kurasakan wajahku yang kembali memerah saat bertatap muka dengan gadis bermata sayu itu disini, tempat yang sama sekali tak terpikirkan olehku untuk bertemu kembali dengan gadis misterius itu.
Tentu saja aku masih belum bisa melupakan apa yang terjadi kemarin malam.
Dan bagaimana dia meninggalkanku di pinggir jalan begitu saja,..
Ada banyak hal yang ingin kutanyakan padanya,…
"Hinata!" ulangku,…Gadis itu masih menatapku tak percaya. Seakan –akan ia baru menyadari keberadaanku. Aku hendak menghampirinya, namun,…
Gadis yang berdiri di sisiku langsung mempererat genggaman tangannya di telapak tanganku.
Glek,…
A-Aku lupa kalo masih ada Sakura,…
Aura gelap tiba – tiba menguar dari tubuhnya, membuatku terdiam di tempat.
Akhirnya kulihat Hinata-lah yang menghampiri kami. Gadis berambut Indigo sepinggang itu tampak manis dalam casual dress dan blazer abu – abu-nya,..saat sudah berdiri berhadapan denganku dan sakura,..
Amethyst-nya menatapku dengan binar redup, lalu tatapannya berpaling pada sakura.
"Lama tak jumpa, Saku Onee-chan,…bagaimana kabarmu?" sapa hinata, yang membuatku terkejut karena salam itu bukan untukku, tapi untuk,…sakura,…
" Hiina-chan,…Aku sehat – sehat saja,…" sakura menjawab dengan singkat
Aku balik menoleh pada 'Tunangan'-ku itu.
Mereka berdua saling kenal?
Eh, tunggu sebentar,…
Tiba – tiba aku tersadar, kami bertiga kini terdiam dalam keheningan yang aneh,..
WAA,…Aku mulai panik. Apa – apaan situasi canggung ini?!
Bolak – balik kutatap kedua gadis itu, namun tampaknya tak satupun dari mereka yang Terlihat Ingin menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi, padaku,…
"Hiina-chan, kurasa kami sedang diikuti, dari tadi aku mendengar ada suara yang mencurigakan, dan pantulan sinar, Apa kau bisa melacaknya?" Aku menoleh pada Sakura yang tiba –tiba buka suara, perkataannya makin membuatku tak mengerti.
"Benar,…Saku Onee-chan. Kelihatannya mereka mengincar, Naruto-sama." Tutur Hinata, sambil mengedarkan ruang lingkup penglihatannya.
Psyuuu,…
Sesuatu berkecepatan tinggi melesat, kurasa sasarannya adalah aku, namun, dengan tangkas Hinata dapat menangkisnya dengan tangan hampa,…sedangkan sakura masih memejamkan matanya, seperti berkonsentrasi pada sesuatu,…
"Menara dreamland, rupanya mereka bersembunyi disana,…hn, biar aku saja yang urus." Sakura mengeluarkan benang – benang besi yang lentur dari balik lengan bajunya, yang entah sejak kapan ada disana. "Hiina-chan, evakuasi Naruto, dan cari bantuan."
"Eh, Saku oneeChan?" Hinata menatap tak percaya pada 'tunangan'-ku itu.
"Jangan remehkan kemampuanku, kau pikir aku akan kalah dari mereka? Aku di juluki laba-laba penjerat bukan tanpa alasan, Hiina-chan" sahut Sakura menyeringai,…
Hinata mengangguk pelan.
"Ayo, Naruto-sama…" Hinata-chan, menggandeng tanganku. Di tuntunnya aku menjauhi sakura…"Kujamin kau takkan ingin melihat Saku Oneechan bertarung!" bisiknya pelan,..
Aku mengangguk lemah. Mengiyakan perkataan gadis hyuuga itu.
Tidak serius bertarung saja, jitakannya sudah membuatku pingsan empat jam,…
.
.
Pria beiris onyx itu menatap sepasang muda-mudi yang baru saja melewati persimpangan wahana roller coaster, melalui lensa teropongnya, terlihat jelas ekspresi targetnya yang masih menatap gadis yang menarik lengannya dengan kebingungan dan wajah pucat.
Zzztt,…Zzztt,…
Pria itu menekan earpicknya,…
"Itachi-nii, Target sudah bergerak. Ganti" Suara seorang pria paro baya terdengar dari ujung peranti saluran komunikasi.
"Kerja bagus, Sasuke,,. Kau ulur-lah waktu dengan si Laba – laba penjerat, sisa-nya aku yang tangani. Waktumu dua puluh menit"
"Roger that"
Pria itu pun melangkah, meninggalkan tempat persembunyiannya,…
.
.
Nafasku mulai tersengal – sengal dan tubuhku terasa lemas, untung saja gadis itu memberiku kesempatan untukku istirahat. Aku langsung jatuh terduduk dengan tubuh bersimbah peluh,..
Sedangkan Hinata menatapku dengan tatapan yang,..
Ugh,…membuatku makin merasa bersalah
Aku tahu, seharusnya kami cepat – cepat pergi dari sini, tidak seharusnya aku memperlambat langkah Hinata yang sejak awal memang memiliki kecepatan di atas langkah orang – orang biasa sepertiku,…
Ini semua pasti ada hubungannya dengan kejadian kemarin malam,..
Aku menundukkan kepalaku,..bisa kurasakan tubuhku yang masih terasa kaku di beberapa bagian,…saat aku kembali mendongak mencari keberadaan gadis itu, rupanya ia telah duduk tepat di hadapanku.
"A-anu,..Naruto-sama,…Se-sebenarnya,..A-aku,..Kemarin,.." suara Gadis itu terbata – bata lalu iris Amethystny membulat, dan tubuhnya yang mungil itu rubuh tepat di hadapanku.
"Lho? Hinata! Oy, bangun! Kok malah tidur, sih,..aduuh,…" Aku mulai panik.
Kuguncang tubuh mungil gadis yang tak sadarkan diri itu,..
Satu detik
Dua detik
Tiga detik
Tak ada reaksi,…
Jangan – jangan Hinata-chan,…MATI?
"Tenang saja, dia hanya terpengaruh oleh Ilusi yang sudah kuciptakan, kok"
Aku memalingkan wajahku.
Seorang pria berambut itu menatapku dengan wajah stoic, ternyata telah berdiri tepat kurang lebih tiga meter dari belakangku.
"Uzumaki Naruto-san, ikutlah bersama kami. Aku, akan melindungimu. Baik dari Akatsuki, atau Konoha. Aku menjelaskan semuanya padamu,…semua yang mereka sembunyikan darimu sejak belasan tahun yang lalu,…"
.
.
Menara Dreamland, 16.37
Sakura memicingkan matanya. Menara Dreamland tampak gelap dan sunyi, mungkin karena palang di depannya yang bertuliskan "Masih Perbaikan"
Namun hal itu malah menguntungkannya, jutsu pelacaknya dapat dengan mudah menemukan lokasi sosok yang menyerang mereka. Iris emeraldnya sejenak menampakkan keterkejutan.
Karena Cakra yang dirasakannya ini,…
Cakra yang sangat dikenalnya,..
"Sasukee,.." desisnya...
Sosok Pria berambut raven menampakkan dirinya dari gelapnya menara.
Sakura menahan nafasnya, ternyata memang sosok yang menyerangnya, adalah Uchiha yang bungsu, ia menggenggam erat gulungan benang besi-nya erat – erat.
Setelah semua yang terjadi, Kenapa mereka dipertemukan takdir sebagai musuh?
Gigi gadis itu bergemeretak menahan perasaan aneh yang muncul di hatinya, tidak, dia harus bisa bersikap professional, nyawa Sasori-nii masih ada di genggaman Mereka, Ia harus bisa menjalankan misinya sebaik mungkin,…
Pria beriris Onyx itu hanya menatap gadis di hadapannya dengan tatapan datar.
"Ne, Sasu-kun, tampaknya aku harus menghabisimu, disini,.." gumam Sakura saambil menatap tajam pada pria di hadapannya.
" Hn, coba saja kalau bisa,…" ujar pria bernama sasuke itu menghunus pedangnya yang berkilat dalam gelap, dan langsung menerjang kunoichi itu.
Belum sampai ia mendekat, sharingan sasuke dapat dengan jelas melihat apa yang sudah disiapkan sakura, dan dengan gesit menghindari dari kunai – kunai yang langsung melesat ke arahnya.
Meski berhasil menghindari sebagian besar jebakan kunai, namun ada satu dua kunai yang berhasil mengenai baju-nya dan tubuhnya,..
"Tch, Jebakan,..Kau sama sekali tak berubah,…SAKURA" gerutu sasuke. Sakura hanya tersenyum Innocent, saat melihat Sasuke mengusap pipinya yang tergores ujung kunai.
" Hmm, Aku akan menjeratmu Sasu-kun,…Kau sudah masuk ke dalam 'Jaring - jaring'-ku, kau takkan bisa keluar dari menara ini,…Sasuu-kun,.." Ujar sakura sambil menyeringai.
"Hn, Menarik,…kuterima tantanganmu,.."
.
.
Onyx pria itu menatapku dengan tajam.
Seolah meminta persetujuanku dari permintaannya barusan.
"Apa maksudmu dengan semua yang dirahasiakan dariku?" Aku menatap ragu pada pria itu.
Pria itu menghela nafas.
"Tentang kau yang adalah Jinchuuriki,…Tentang Kedua orang tua kandungmu,…dan Bagaimana cara agar kau bisa mengendalikan kekuatanmu sendiri. Semua yang mereka,.." pria itu menunjuk Gadis lavender di dekapanku. "Tutupi, aku akan melindungimu dari mereka yang takkan pernah membiarkanmu melihat kebenaran, Naruto"
Aku terdiam.
Benar,…Orang – orang tadi malam juga memanggilku Jinchuuriki,..Hinata pun begitu,..
Tunggu sebentar, kalau Sakura-chan juga sudah mengetahui apa yang sedang terjadi...lalu ayah, dan ibu angkatku juga,…
Aku balik menatap pada pria asing di depanku ini…
Apa benar selama ini aku sudah di bohongi?Apa perkataan orang asing ini memang benar?
A-aku,…tidak tahu,…
Plok…plok….plok….
Suara tepuk tangan menyadarkanku dari lamunanku sendiri,…
"Cukup sampai disitu, Itachi-san. Jangan racuni kepala asisten-ku dengan teori rumit, aku memerlukan tenaganya untuk mengejar deadline-nya,.." bisikan itu terdengar jelas di telingaku.
Suara itu,…
Aku balik menoleh ke arah suara,…
Aku terperangah begitu menyadari sosok yang sangat kukenali itu,..
KAKASHI- SENSEI?!
Mangaka 'De busted' itu berjongkok di sebelahku. Pria bermasker itu yang entah sejak kapan ada disana, langsung meraih tanganku dan tangan Hinata. Aku terbelalak kaget, saat tubuhku rasanya terserap,…sedang sang Mangaka hanya menyeringai dari balik maskernya,…
"Sampai jumpa, Itachi-san,…"
POOFFF….
Sekelilingku langsung terselimuti oleh bom asap,…
"Tch,..Si Hatake itu, membawa kabur anak kushinacchi,…lagi,.." desis Uchiha sulung itu sambil mengepalkan telapak tangannya
.
.
.bersambung
.
Author's Note :
WOW.O! ga nyangka Prolog dari fic multichap pertama bubu dapet banyak respon dari readers! hohoho,...Matur nuwun,...! oh, iya Bubu juga akan menjawab review chapter kemarin dari readers!
GazzelE VR & :
Bubu sudah nge-cek di komik Seikirei,...dan ternyata openingnya emang mirip! makasih infonya senpai, tapi kelihatannya Bubu ga bisa menjadikan Sekirei sebagai referensi karena baru baca lima chapter pertama, bubu langsung nosebleed,... :'X
Bubu takut gak akan bisa ngelanjutin fic ini klo nekad mbaca sekirei. dan soal Sakura,...yah, mw gimana lagi,..tuntutan script, hohoho,...
Akira No Sikhigawa :
Makasih senpai! hampir ajha bubu di timpuk Masashi Kishimoto sensei pakai Sepatu gara2 disclaimer-nya ketinggalan,...(Maafkan Author yang punya penyakit pikun akut :'X)
Uzumaki Satoshi, 2nd princhass , robyzek, ShinRanXNaruHina, samsulae29 :
Untuk pair kayaknya lebih dari dua cewek, deh. klo di fanfic itu istilahnya harem, ea? hahaha, Bubu emang banyak ga tahu istilah di fanfic, soalnya baru gabung. tapi Bubu berencana mem-pairkan Naruto dengan salah satu dari gadis-gadisnya, tapi biar Naruto sendiri yang milih dan hanya tuhan yang tahu siapa pilihannya, wkwkwk,..
, munawirucyiha, Aditya Uryuu Namikaze, , Neko Twins Kagamine, Vicestering, Namikaze Sholkhan, betmenpengangguran, Blue-senpai, Soputan, Takuto, Miss Cie - Cie, dan Silent reader:
Makasih sudah mendukung Bubu! Hohoho, Bubu jadi semangat nerusin fic-nya! XD
Oh, satu lagi, bagi yang tahu istilah - istilah di bawah ini maksudnya apa ea?
1. Negevote?
2. Flames?
3. OOC?
4. Typo?
yah, Bubu masih ga tau istilah di fanfic, jadi klo ada senpai baik hati, tidak sombong, dan rajin menabung * Dhuuakkk* Di shannaro Sakura, dalam hati (Dasar Author Gaje, ga da hubungannya sama nabung,...Tauk!) . setelah Sakura menjauh,.. bagi senpai - senpai yang berkenan memberi penjelasan, Bubu akan berterimakasih,...buuuannyyyakkk seeekkaaaleee,...
Dan jadwal upload Fic ini adalah tiap tanggal 25 dan 11! (mungkin ntar agak telat satu atau dua hari)
.
.
Bubu-Lanlan
.
.
