"Wah, sudah hampir dua bulan. Akhirnya ada misi lagi" gumam sang gadis lalu menyeringai.

"Lumayan juga agak bosan terus–terusan di , kayaknya ini misi yang penting, nih," sambungnya.

"Yah, ini adalah misi yang pengecualian," Sambung Chouji. "Misi ini bersamaan dengan rapat bulanan di HeadQuarter dan bersamaan dengan penculikan serta melemahnya segel para Jinchuuriki," Ino manggut–manggut.

"Urgh … Ittei," gerutu si rambut nanas yang baru saja sadar. "Tch, belum juga ngehadapin Akatsuki, aku udah babak belur begini?Gimana nanti?Mendokusai."

"Akatsuki?"Ino menaikkan sebelah alisnya … lalu iris aquamarine-nya membulat. "Eeeh, jangan-jangan misi kita kali ini…"

"Menyusup ke Organisasi Shinobi terbesar setelah KONOHA!"

.

.


Chapter 4 : HeadQuarter


.

.

Akatsuki Base, code 098, 06.44

"Yahiko sama,.." seorang wanita dengan rambut beraksen keunguan mengguncang pundak pria bertindik itu. Pria itu terbangun dari tidurnya…

"Konan,…Bukankah sudah kubilang jangan bangunkan aku?" dengus pria itu kesal. "Maafkan aku, tapi, Uchiha-sama baru saja memberi perintah kita untuk bergerak, di Base nomer 77 telah terjadi serangan oleh shinobi Konoha, Yahiko-sama." Tutur wanita itu.

"Tch, tikus – tikus itu. Tidak pernah lelah mengganggu urusan kita,… lalu anggota akatsuki mana yang akan melawannya?"

"Kakuzu-sama dan anak buahnya yang akan mengurusnya. Dan lagi, Menurut Informan kita, Segel Jinchuuriki milik Uzumaki Naruto juga sudah mulai melemah." Wanita itu mulai menjelaskan situasi.

"Uzumaki?"

"ya, Segel Jinchuuriki akan di perbaiki oleh Shinobi dari Konoha, kata Uchiha-sama, kita harus merenggutnya dari tangan Konoha, agar kegagalan dua puluh tahun lalu tak terjadi lagi."

.

.


Kakashi Apartment , 06.30

Situasi di apartemen kakashi masih terasa canggung. Satu sama lain menghindari pembicaraan, khususnya tentang Shinobi dan Jinchuuriki. Apalagi setelah adanya kesalah pahaman yang tidak elit itu,..

Namun selain itu, tak banyak yang berubah,..

"Naruto! Sudah kubilang, line-nya terlalu tebal, perbaiki! Hinata, bekas hapusan sketsa-nya masih kelihatan, hapus sampai bersih!" titah Kakashi dengan nada yang agak kasar.

"YOSH! / Hai" sahut Naruto dan Hinata bersamaan, kemudian melanjutkan pekerjaan mereka.

Rupanya bekerja memang salah satu cara melepaskan diri dari pemikiran yang membuat depresi, khas seorang Workaholic, huh? Namun nampaknya itu tak jadi beban pikiran mereka.

TOK, TOK!

Suara ketukan pintu sedikit menyita perhatian para manusia yang masih berkutat dengan kertas- kertas script yang berhamburan di ruang apartemen. Kakashi menghela nafas sejenak, lalu kembali menekuni lembar – lembar kerjanya,…

TOK! TOK! TOK! TOK! TOK! TOK! TOK! TOK! TOK!

Ketukan di pintu semakin beringas. Seakan akan Tamu yang tak dianggap itu mulai kesetanan. Dan meski hal itu tak mempengaruhi dua spesies manusia berjenis laki – laki yang ada di ruang itu.

Namun, hal itu rupanya cukup mengganggu bagi seorang Hyuuga hinata yang mulai menghentikan jemarinya yang tadi sibuk menghapus coretan pensil di script.

"A, Ano,..Kakashi-san,..umm,..tamu-nya,.." selanya pelan.

"Hah?! Oh, iya, maaf,.." Kakashi meringis dari balik maskernya "Iya, Iya,..Tunggu,…" akhirnya sang Mangaka berdiri dari kursi singgasana-nya menuju pintu apartemen dengan langkah gontai.

Di raihnya kenop pintu dan di bukanya dengan pelan,..

CKLEKK,..

Bagaikan slow motion, Nampak seorang pria berambut hitam gelap cepak melesat masuk dan menerjang Kakashi yang hanya sempat melotot.

BRUUAAGHH!

Dan Kakashi sukses terjungkal kebelakang, membuat kursi singgasananya yang tersenggol jatuh berdebam dengan suara yang tidak pelan.

"Sialan Kau, Baka-Kakashi! Kau pikir aku senang nyari - nyari alamatmu kayak beginian , Hah,..?!" "Kenapa gak angkat telepon, hah? Apa gunanya telepon kalo gak dipake? Kuso!" sentak si pria rambut cepak mencengkeram kerah baju sang mangaka sampai mengkerut..

Dan dengan Mata Onyxnya yang berkilat penuh dendam men-deathglare Kakashi yang hanya bisa memalingkan wajah dengan keringat dingin yang bercucuran di dahi.

Naruto menutup mata Hinata dengan kedua telapak tangannya,.. "Hinata-chan,..jangan dilihat, ya,…Kamu masih belum boleh liat adegan dewasa kayak begini,.." seloroh Naruto yang mungkin gegar otak karena baru dua hari kemarin dia diselamatkan Hinata dari Shinobi psikopat.

Pria itu tersadar melihat dua sosok lain yang sedari tadi menjadi penonton setia adegan KDRT yang baru saja terjadi. Wajah kagetnya langsung berubah jadi seringan nista(?).."Hoo, Kau juga minta dijitak, heh, BOCAH?!"

"Dewasalah sedikit, asisten ku bisa ketakutan kalo kau beringas begitu,.." cicit kakashi.

"Kautak ada hak bicara, salah-siapa-gak-jawab-telepon-dariku, kakashi…" sahut si pria bermata Onyx itu mendengus kesal, sedangkan Kakashi,..entahlah ekspresi apa yang muncul di wajahnya yang disembunyikan oleh masker-nya itu.

"enn,…Nii-chan ada hubungan apa sama Kakashi sensei?" sela Hinata sebelum pertengkaran bak kucing dan anjing yang mungkin meletuskan perang dunia ninja ke-5 itu terjadi.

"Hn,…iya juga,.." gumam si pria melepaskan kerah baju Kakashi "Namaku Obito, teman sekamar dan juga rekan kerjanya si Baka-Kakashi ini, Panggil saja Ito-nii, ok? Yoroshiku!" wajah kesalnya langsung berganti dengan senyum lima jari yang tak kalah di bandingkan senyum lima jari seorang Uzumaki Naruto.

"Ya, lebih tepatnya kalo dia sering numpang di apartemenku ini,..dia kan tiap dua minggu sekali diusir dari apartemennya sendiri,..karena,.." penjelasan dari Kakashi kembali terpotong,…

Duuaagghh,..

Sebuah tas yang entah-kenapa-terlihat-berat, langsung menampar wajah sang mangaka bermasker, dan membuatnya tepar di lantai.

"Jahat kau Baka-Kakashi,...Jahat,.." Ito-nii terus menggumamkan kalimat itu seperti mantra sembari meneruskan pundungnya di sudut meja kerja Kakashi. Naruto dan Hinata yang masih melongo melihat pertikaian di hadapan mereka,..

"Tapi, Obito, bukannya ini masih seminggu sejak terakhir kau menginap? Apa sebegitu parahnya kau tak bisa membayar sewa?" dengan cepat Kakashi bangkit dari kuburnya (?)

"Bukan, Bukan,…" Akhirnya Ito-nii buka suara dari kepundungannya. Tak hanya itu, ia juga mengeluarkan sesuatu dari tas ransel-nya. "Aku juga meneleponmu, karena aku di suruh menyerahkan ini,.."ucapnya sambil menyodorkan sebuah kertas HVS merah yang menguarkan aroma lemon,..

"Apa itu Sensei, …?" Naruto menautkan kedua alisnya saat melihat kertas aneh itu. "I-Ini,..Surat perintah untuk hadir ke HeadQuarter Konoha, Main Base cabang jepang dari Organisasi Shinobi terbesar, KONOHA,…" bisik Kakashi pelan.

"Yup, benar sekali. Kakashi, Nona yang ada disana, Dan kau, blonde kumis kucing,…kalian semua harus ikut denganku" Ucap Ito-nii sambil mengambil sesuatu dari saku bajunya.

"Biar aku yang mengantar kalian,…" sambungnya sambil memainkan kunci mobil di jemari tangannya, sambil tersenyum lebar.

.

.


Unknow place , 06.50

Seorang pria berambut raven memainkan pisau militernya dengan tatapan bosan. Hujan yang datang terus menerus sejak tadi malam membuatnya malas meninggalkan markas, namun, hal itu di perparah dengan kondisi markas yang kosong melompong,…

Anggota yang lain sedang dalam misi, kakak-nya juga masih belum kembali sejak berkata ia ada janji dengan O-chan,..

Triple agent mereka yang menyamar baik di akatsuki atau di konoha,…

Meski jarang sekali O-chan meminta Itachi-nii datang langsung menghadapnya, berhubung yang bersangkutan harus jaga sikap di kedua organisasi yang diselami olehnya,..

Mungkin ada sesuatu yang sangat penting? Uchiha Sasuke, pria itu hanya bisa memikirkannya sambil menendang pelan kerikil di dekatnya.

Tidak ada sparring, tidak ada sarana untuk latihan, semua jurus yang di beritahu oleh Nii-chan-nya dan semua jurus yang kubaca di gulungan jutsu juga sudah ia kuasai,..

Dan satu hal lagi yang membuatnya makin badmood,.. Si laba – laba penjerat itu,…kelihatannya dia sudah jadi knight untuk seorang jinchuuriki yang tak lain adalah putra dari jinchuuriki yang katanya dulu ditaksir oleh nii-chan-nya.

Tiba – tiba sebuah tangan meraih kedua sisi pipi Sasuke dan mencubitnya.

"Aukk,…" Sasuke langsung tersadar dari lamunannya dengan terpaksa. Ditatapnya pelaku pencubitan mendadak tadi dengan Deathglare dan hawa membunuh yang langsung membuat alas tempat Sasuke berpijak tiba – tiba retak.

" Kenapa bermuka masam? Otouto?" Sedangkan yang di tatap hanya tersenyum menyeringai.

"Itachi-nii! Berapa kali harus kubilang jangan cubit aku! Aku bukan anak kecil! Aku sudah tujuh belas tahun!" protes sasuke, sang kakak hanya tertawa mendengar adiknya yang mulai bicara delapan belas kata dalam sekali pengucapan.

BUUGHH

Sasuke tanpa belas kasihan langsung menonjok perut aniki-nya yang langsung meringis antara kesakitan dan berhasil menggoda adik kecilnya. Sedangkan uchiha yang bungsu hanya mendengus kesal.

"Iya,..iya,…aku tahu" gumam Itachi sambil mengusap rambut model pantat ayam sang adik.

"Bagaimana kabar O-chan?" Tanya sasuke pelan.

"Hn,…yah,..bisa di bilang dia dalam posisi sulit. Pihak Konoha di bawah perintah Danzou masih sering mengintai gerak – gerik O-chan meski dia selalu bisa mementahkan kecurigaan mereka,…" terang Itachi kemudian duduk di sofa yang merapat pada dinding markas.

"O-chan memang hebat" gumam sasuke. "lalu,..?"

"Nah, kata O-chan, Akatsuki pun sudah mulai bergerak. Total Jinchuuriki yang mereka himpun kini sudah empat orang. Yuugito nii, Fuu, Roshi, dan Han, Mereka benar – benar serius untuk menangkap para jinchuuriki" Pria berambut kuncir itu bertopang dagu. "Kalau dari yang kudengar Konoha juga sudah punya dua jinchuuriki di pihak mereka, salah satunya adalah yang di bawa kabur Hatake"

"Bukankah lebih baik kalau kita juga menghubungi Jinchuuriki yang menjadi rekan kita?" Sasuke menyenderkan punggungnya di dinding, tetap menatap aniki-nya.

"tentu saja mereka sudah aku beritahu agar mengaburkan jejak mereka. Tapi daripada akatsuki, yang paling aku khawatirkan adalah Konoha,.."

Tiba – tiba saja Itachi kembali berdiri.

"Nah, Sasuke,..apa kau mau pemanasan sebentar? Kau pasti suntuk akibat hujan ini,..aku tahu tempat yang bagus untuk merilekskan diri,..apa kau mau ikut?" ucap Itachi sambil menyeringai.

Sasuke hanya memutar bola matanya sambil mendengus kesal. "Hn"

.

.


KONOHA main base, HeadQuarter, 07.00

Puluhan sosok memakai setelan jas putih berjejer di pintu masuk lorong yang diterangi pancaran sinar lampu LED, berdiri berjejer – jejer,..

Tak lama,..Pintu raksasa itu terbuka,..

menampakkan sesosok pria memakai setelan hitam memasuki ruagan.

"Okaerinasai, Hashirama-sama,.."

"Nee, Tadaima" sahut pria berambut panjang itu. "Bagaimana dengan perkembangannya?"

"Kami sudah dapat kepastian,.." Sahut salah seorang dari barisan itu. "Killer bee, Jinchuuriki adik dari Raikage Kumo, bersedia mendapatkan perlindungan dari KONOHA,.. dan saat ini Uzumaki Naruto masih dalam tahap negosiasi dengan sang peniru, Hatake Kakashi"

"Hmm, yang lainnya,..?" tanyanya singkat.

"Empat orang Jinchuuriki menghilang, kemungkinan bergabung dengan Akatsuki, sedangkan yang sisanya masih belum terlacak, Hashirama-sama"

"Yah, apa boleh buat, lalu misi rahasianya?"

"Tenang saja tuan, Formasi InoShikaCho telah dikirim"

"Hehe, baguslah kalau semuanya lancar. Dan lagi, aku juga tak sabar untuk bertemu dengan jinchuuriki – jinchuuriki itu"

.

.


With Naruto

Naruto menatap interior bar yang kurang lebih berkesan vintage. ruangan di bar itu juga di penuhi pernak – pernik old-fashionable yang terkesan antik.

Kini pria berambut kuning jabrik itu berjalan beriringan dengan seorang pria berambut hitam cepak yang memakai kaos lengan panjang berwarna putih dengan vest coklat dan celana jins serta seorang Gadis berambut indigo panjang yang sengaja di kepang satu.

Ruangan bar Nampak sepi dan sunyi, mungkin karena sekarang masih pagi dan saat jam kerja. Selain Naruto dkk (minus kakashi), Di dalamnya hanyalah sekelompok orang berkulit gelap, dan seorang barista yang rambutnya ubanan.

Naruto menghela nafas.

-Flashback-

"Biar aku yang mengantar kalian,…" sambung Ito-nii sambil memainkan kunci mobil di jemari tangannya, sambil tersenyum lebar. Kakashi, Naruto, dan Hinata masih tercenung di tempat,..

"Hey! Kalian denger nggak sih?" bentak Ito-nii mulai kesal.

"Eh, Oh, iya,..Naruto,..Kau mau ikut, kan?" Kakashi mengalihkan pandangannya pada Naruto.

Jujur saja, mereka sudah berhasil menghindari topik ini selama tujuh jam lebih, harusnya naruto sudah tak se-emosi tadi malam, kan? Pikir sang Mangaka bermasker.

"Kenapa aku harus ikut?" Tanya Naruto. Kali ini nada bicara-nya terdengar datar, dan,..dingin.

Ito-nii mengerutkan keningnya melihat perubahan pada sinar mata Naruto.

"Eto,..Kau sudah tahu kan, kalau dirimu diincar, Naruto?" Tanya Ito-nii

"hn"

"Kau juga pasti sudah tahu cerita tentang dirimu yang punya cakra tak terbatas, kan?"

"hn"

"Kau juga tahu kan tragedi dua puluh tahun yang lalu di Konoha?"

Naruto sedikit menaikkan alisnya. Kakashi sensei memang belum menceritakan tentang yang satu itu kemarin malam,..

Naruto melirik sebentar pada Kakashi, sedangkan yang dilirik hanya mengedikkan bahunya,..

"hn" kali ini Naruto menghela nafas.

DUUAAGHH,..

"Urk, ITTAI!" Naruto mengusap kepalanya yang sekali lagi menjadi korban jitakan dari seorang Obito.

"Ito-nii,..kenapa kau menjitakku?! Kemarin aku kebanyakan omong, kena jitak kakashi! Sekarang aku diam kena jitak juga! Lama – lama aku bisa jadi bodoh, tau"

Kakashi sweatdrop.

Naruto mogok bicara selama ini karena takut kena jitak?

Benar – benar mirip dengan Minato. Kakashi terkekeh pelan yang langsung disambut tatapan tajam Naruto.

"Gomen,..Naruto,..habisnya kau bilang hn begitu, aku jadi teringat sama orang yang menyebalkan, ahahaha,.." Ito-nii tertawa lepas tanpa perasaan berdosa. Sedangkan naruto semakin memanyunkan bibirnya. "Nah,…"Ito-nii merangkul pundak naruto, "Ayo berangkat!"

"Tunggu, Ito-nii,.."Hinata memanggil rekan kakashi itu. "ada kertas putih di balik kertas merah ini,..bukankah ini permintaan misi?"sang gadis lavender memungut kertas yang tadi di sodorkan Obito dan menunjukkan kertas putih yang melekat di baliknya.

Ito-nii menepuk jidatnya,..

"Ow, ya ampun, aku lupa,.. Itu perintah misi untuk Kakashi, ada permintaan bantuan dari tim InoShikaCho yang sedang menyusup ke Akatsuki kelihatannya penyamaran mereka terbongkar dan sedang di serang,.. hampir aja aku lupa, hehe"

Kakashi melotot.

"BAKA!KENAPA TIDAK BILANG DARI TADI?!" dengan cepat kakashi membentuk Handseal dan melakukan shunshin ke tempat tujuannya, sedangkan Ito-nii meringis melihat kepanikan kakashi.

-Flashback end-

Akhirnya langkah mereka berhenti di depan meja bar.

Sedangkan seorang pria bersurai perak dikuncir kuda nampak membelakangi mereka itu masih menata gelas – gelas wine yang baru saja di cuci.

"Wah, Ito-chan, lama juga kau tidak datang kemari,…hnn,..ada juga aroma gadis,..hmm, ada aroma bocah bau kencur juga,…seingatku ini bukan tempat penitipan anak, kan?" gumam pria itu tanpa membalikkan badan.

"Oy, Master Jiraiya, gak lucu deh,..padahal empat puluh menit yang lalu kau sendiri yang menyuruhku menjemput si Baka-Kakashi dan sisanya…jangan pura – pura, deh!" Ito-nii memanyunkan bibirnya sambil menunjuk – nunjuk barista tua itu,..

Samar – samar terdengar kekehan pelan dari sang master…

"Yah, gak masalah, tapi kenalin dulu aku dengan gadis manis di belakang sana" sahutnya sembari membalikkan badan, dan menatap hinata sambil melambaikan tangan. Kini nampak jelas raut wajah sesungguhnya dari pria yang dari belakang terlihat keren itu,..

Dengan keriput dimana –mana, dan seringainya yang jujur saja terlihat menjijikkan ,..…

yang membuat semua yang lihat pengen muntah(?) Yang membuat Hinata sendiri, tampak shock. Ia bahkan mundur beberapa langkah ke belakang. Dan bersembunyi di balik naruto,..

TWITCH,..

Yang jelas ekspresi seperti itu dengan sukses menaikkan siku perempatan di dahi Naruto. Maksudnya ia sendiri sudah sering melihat ekspresi seperti di wajah sang mangaka, namun berterimakasih pada maskernya yang menutupi wajahnya,…

BRAAKK,..

Suara gebrakan di meja bar terdengar keras. Sebuah bekas pukulan tercetak jelas di meja bar, bagai di hantam palu raksasa. Sayang sekali, Naruto juga hanya bisa berjengit kaget. Rupanya ada orang lain yang menggebrak meja,..

.

.

"Bee-sama, kau terlalu berlebihan,.." Ucap gadis pirang pendek berkacak pinggang melihat ulah Jinchuuriki-nya. "…Raikage sama pasti akan membayar mahal untuk kerusakan ini,.." Sambil menunjuk bekas pukulan pria berkulit gelap yang menyebabkan meja bar hancur berantakan, wanita itu men-deathglare sosok tersebut.

Sedangkan Jiraiya menghela nafas, sambil menatap sedih pada meja bar-nya. Yang pasti memerlukan biaya perbaikan yang menyita uang di kantongnya.

"Yo, brother tidak akan mempermasalahkan ini,..aku hanya ingin cepat menyelesaikan urusan disini, dan melanjutkan pelajaran rap enka-ku"

Semua yang ada di bar sweat drop.

"Kalian sudah dengar kan?! Anjing – anjing konoha? Bee-sensei tak perlu mengulur waktu lebih lama dari ini, kami sudah menginap di kota ini dua hari dan kami bahkan tak diijinkan masuk ke HeadQuarter Konoha,.."

"Itu, karena kami menunggu Naruto-kun datang -sama ingin kalian jadi dekat, berhubung kalian berdua adalah jinchuuriki yang ada dalam lindungan Konoha." Sang Master meletakkan lap wine-nya dan menatap serius sosok – sosok di hadapannya.

Kali ini dua orang Jinchuuuriki dalam bar itu saling pandang.

.

.

Naruto pov

Pria itu mungkin dua atau lima tahun lebih tua kekar, mungkin seperti di iklan yang pernah kulihat di TV. Memperjelas kesan sangar yang secara alami menguar dari tubuhnya.

Aku jadi semakin canggung.

Maksudku kenapa setelah si tua muka mesum itu berkata begitu, semuanya jadi diam? Sedangkan pria dempal di hadapanku juga masih menatap padaku, meski aku tidak tahu apa benar dia menatapku karena sinar matanya terhalang kacamata hitam.

"Yo, salam kenal" sapaku pelan sambil menaikkan telapak tanganku.

Hei, menyapa itu bukan masalah besar, kan?

Namun, bukannya menjawab sapaanku, pria dempal yang di panggil bee itu malah mendengus kesal dan menggerutu.

"Samui, Mabui, Karui. Ayo pergi, tak usah menuruti bocah yang sama sekali tidak tahu makna sebenarnya dari Enka ini, menyedihkan.."Pandangan pria berkulit gelap itu mengalihkan pandangannya pada Jiraiya.

Dan Jiraiya terlihat dengan senang hati membukakan rak gelas Wine yang ternyata adalah pintu masuk rahasia menuju sebuah lorong gelap yang disinari cahaya redup obor api khas tempo dulu. Setelah rombongan jinchuuriki itu pergi, aku yang masih terpaku mulai tersadar.

"A,..Apa,..salahku?" aku menatap bingung pada Hinata dan Ito-nii.

Ito-nii dan Hinata saling tukar pandang, lalu,..

"pffft,..huahahahaha,..Aduh, duh. Lucu sekali,..haha,.." Ito-nii berjongkok sambil memegangi perutnya, meski aku jamin ia sama sekali tidak merasakan apapun disana.

"pfftt,.." suara lain menyita hinata. Gadis indigo itu rupanya juga menertawakanku meski ia terlihat sebisa mungkin menahan tawa-nya.

Yang jelas ulah mereka membuatku kembali emosi.

"JANGAN MENTERTAWAKANKU!" gerutu-ku sambil mulai mengacak –acak rambutku sendiri dengan frustasi.

Naruto pov end

.

.


Akatsuki Base, code 77

"Hossh,..Hosshh, .."

Deru nafas ketiga sosok yang tengah berlari di lorong gelap itu semakin – suara teriakan kesal di belakang mereka masih terdengar sayup – sayup.

Iris Aquamarine gadis berambut prang kuncir kuda itu menatap cahaya yang jaraknya tak jauh dari tempatnya kini dengan tatapan berbinar.

"Jalan keluarnya sudah dekat!Tidak bisakah kalian lebih cepat?"

wajah sang gadis menoleh pada dua sosok di belakangnya .Seorang pria berambut nanas yang memapah pria bertubuh besar dengan setengah berlari.

"Kau sih enak! urrghh, chouji, kau tak apa?" tatapan si pria nanas beralih pada Pria berambut cokelat kemerahan yang tubuhnya penuh luka bakar.

"Ma, maaf, Shika,…gara – gara aku yang ceroboh menghadapi musuh, semua rencanamu jadi berantakan" Chouji berbisik lirih, setengah meringis karena rasa perih yang menjalari tubuhnya.

Shikamaru memutar bola matanya. Bukan, dia tidak sedang mempermasalahkan hal merepotkan seperti harus memapah tubuh rekannya yang dua kali lebih besar darinya atau gadis teman masa kecilnya yang tak henti – henti menggerutu di depan sana.

Hanya saja,..

Ini terlalu mudah

Otak Jenius-nya merasakan itu iris obsidian Shikamaru melihat seutas Benang tipis yang memantulkan sinar dari balik lorong yang gelap.

"Eh? Ino,..Jangan kesana! Itu ada jeba,.."

Teriaknya saat melihat pergelangan kaki sang gadis mengenai benang tipis itu.

"KATON : GOUKAKYUU NO JUTSU"

Bola Api berukuran mediumdengan kecepatan di luar akal sehat manusia melesat, mengarah pada Ino yang tersandung benang tipis itu.

"KYAAA,.."Ino menutupi matanya dengan telapak tangannya. Rasa panas dari jutsu mulai terasa di kulitnya,..

Akankah aku mati, disini? Bahkan aku belum sempat menikah? Pikiran ino mulai melayang kemana mana, sambil menunggu jutsu api itu membakar tubuhnya yang kehilangan keseimbangan.

TAP!

"sudut putaran 90 derajat, kemungkinan serangan jutsu elemen katon 90 % , titik buta dan akumulasi rute aman, interval waktu sepuluh detik" Ino membuka matanya seketika saat mendengar bisikan lirih yang sangat di kenalnya.

"SHIKAMARU?!" pekik Ino saat melihat rekan se tim-nya itu mendorong tubuhnya hingga jatuh tepat di sisi Chouji. Sedangkan ekspresi malas shikamaru tergantikan oleh ekspresi lain yang sering terlihat hanya jika Shikamaru bermain Shogi dengan Ayahnya.

"Aku akan menggalahkanmu dengan DATA-ku" gumamnya sambil menatap tajam pada sesosok pria berjubah hitam dengan ilustrasi awan merah yang baru saja menyerang dan diikuti oleh anak buahnya itu.

Dengan begitu, aku bisa menolong Ino dan Chouji. Sambung laki – laki berambut nanas itu dalam hati.

Kakuzu, nama pemimpin pasukan itu menaikkan sebelah alisnya,..

Lalu pria itu tersenyum pada Shikamaru.

"wah, wah,..tak kusangka ada juga Nara-kun di sini…? Omong - omong, Kau terlihat sedikit lebih muda, -eh- Nara-kun,..yah, tawaranmu memang terdengar Sedikit menarik, sih" gumam Kakuzu dengan wajah pias seperti mengingat – Ingat.

Shikamaru mengerutkan keningnya. Nara? Bahkan seingatnya ia tak pernah bertemu dengan pria itu. Bagaimana bisa dia tahu nama marga-nya? Namun, sekilas pikiran tiba - tiba muncul di otaknya,…

"Kau,…kenal Ayahku?" meski masih cukup datar. Terdengar sedikit nada kaget dalam nada suara melotot.

"Kau Bukan Shikaku?!" Tanya Kakuzu, wajah yang hanya memperlihatkan kedua matanya itu menampakkan raut terkejut. "Sayang sekali,…"

Seakan memberi tanda pada anak buahnya, dan dengan sigap anak buah kakuzu memindahkan targetnya menjadi Gadis pirang yang terlihat masih agak shock, dan pria berwajah bulat yang duduk di lantai, bersandar pada dinding lorong.

"Cih" umpat Shikamaru saat menatap rekannya di orang berbadan kekar melawan seorang gadis manja dan pria gendut yang hampir tak sadarkan diri?

Hebat! Dia harus memutar otaknya sepuluh kali lebih keras lagi, sekarang,..

Namun perhatian Shikamaru kembali teralihkan saat ia mendengar suara jatuh dari pria yang ada di hadapannya itu. Terlihat dari lengan baju jubahnya yang memang agak kebesaran, muncul benang – benang berwarna hitam legam yang menjuntai sampai ke lantai menelan ludahnya.

Bukannya itu sama dengan benang – benang baja milik Sakura?

Kalau memang sama, berarti kelemahannya,..juga sama?

Pikiran Shikamaru terhenti sejenak saat mendengar keributan di belakangnya.

"Siapa yang kau bilang, Cewek Cengeng, heh? Tarik ucapan kalian atau kupenggal Adik Kecil-muitu dengan senang hati" terdengar nada feminim namun mengerikan.

Shikamaru melirik sebentar ke arah rekannya.

Nampak Ino sedang berdiri sedikit menurunkan kakinya yang baru saja digunakannya untuk menendang musuhnya, sedangkan dua orang shinobi akatsuki yang menyerangnya sudah terkapar sambil memegangi 'Adik-nya' yang menjadi korban tendangan maut seorang gadis Yamanaka.

Shikamaru sedikit menyeringai,…

Wanita memang mengerikan kalau sedang marah,..

Shikamaru balik menatap Kakuzu.

Paling tidak, kami bisa bertahan sampai tim bantuan tiba,…pikir pria jenius itu

.

.

.


With Naruto

Suasana lorong terasa ketiga sosok yang berjalan itu hanya diam.

"A, anu,..Na, Naruto-sama masih ma-marah soal yang tadi?"Gadis berambut Lavender itu berusaha memecahkan keheningan meski dengan sedikit terbata – bata.

"Aku,..tidak marah"sahut Naruto.

Pria pirang jabrik itu membuang mukanya ke arah lain.

Ito-nii kembali terkikik.

Kembali ia merangkul pundak Naruto.

"Sudahlah, ini sensitif kalau nanti aku mentraktirmu ramen?Hm?Mau tidak?" tawar Ito-nii.

"Sepuluh mangkok, dan akan kulupakan masalah tadi,.." Balas Naruto dengan santai.

"Bagaimana kalau tujuh mangkok?Uang bulananku gak cukup kalo langsung sepuluh mangkok, tahu!" nada suara ito-nii agak tegas.

"penawaran terakhir. Sembilan mangkok atau tidak sama sekali,.." Ito-nii mengerutkan keningnya sejenak, lalu menghela nafas.

"Baik – baik,..Sembilan mangkok ramen. Apakah kita Deal?" Tanya Ito-nii.

"Deal" Akhirnya Naruto dan Ito-nii saling berjabat tangan, tanda bahwa urusan bisnis mereka telah mencapai kata mufakat.

Ito-nii tersenyum tipis, sedangkan naruto tersenyum lebar.

Hinata menatap kedua pria di hadapannya dengan tatapan yang tak bisa diungkapkan dengan kata – kata dan keringat jatuh di kepalanya.

"NARUTOO!" Naruto yang merasa di panggil pun menoleh. Nampak seorang gadis dengan rambut bubble gum khas-nya berlari mendekati-nya. Gadis itu memakai Kimono putih dengan aksen bunga sakura, sama dengan nama-nya.

"Urrghh" tiba – tiba Naruto merasa pusing. Tangannya menempel di dahi dan memijitnya pelan. Tiba – tiba ia mendengar suara yang mendengung di kepalanya…

"NARUTO!"

"NARUTOO! Lihat, lihat! Bunga yang indah sekali, kan? Ini sama dengan adikku"

"Naruto, ini adikku… dia manis, kan? Ehehe, kau pasti akan jatuh hati padanya"

"Narutoo,…ini permintaan terakhirku,..tolong,..jaga adikku, cintai-lah dia,.."

…."Tidak, aku jatuh hati padamu,..bukan pada adikmu,.."

…. "Tidak,..Jangan meninggal,.."

"Aku percaya padamu, Na,..Ru,.."

"Naruto! Kau tak apa?" Gadis itu menggoyangkan pundak naruto yang sama sekali tak merepon panggilannya.

Sedangkan iris biru langit Naruto kembali mendapatkan sinarnya. Kilasan – kilasan dan Suara – suara yang mendengung itu tiba – tiba menghilang dari batok kepalanya.

Apa- apaan yang barusan itu?Batin yang terasa lemas langsung jatuh terduduk di lantai dengan keringat dingin yang membasahi tubuhnya.

Ito-nii menatap sakura langsung menyeringai lebar dan mengedipkan Sakura memutar bola mata-nya sebelum akhirnya kembali menatap Naruto.

"Aa,..a,..Naru, aku dan Hina-chan duluan, ya,..Sakura,..tolong jaga Naruto,..dia agak tak enak badan,..jadi,..Jaa—" Ito-nii langsung menyeret lengan gadis beriris Amethyst yang masih menatap khawatir pada Jinchuuriki-nya itu. Meninggalkan Naruto berduaan dengan Sakura.

.

.

"Minumlah,..mungkin nanti kau akan baikan" Sakura menyodorkan sebotol kecil air minuman pada Naruto, dan dengan senang hati langsung di minum oleh Naruto.

"…." Seusai minum, Naruto menatap Intens gadis di depannya itu gelisah.

"Baka,..jangan melihatku begitu,…" protes Sakura.

Sedangkan, Naruto hanya mulai menggaruk tengkuk-nya yang jelas sama sekali tidak gatal.

"err,..Sakura-chan,..Tolong jawab dengan jujur,.." Ucap Naruto pelan sambil memegang pundak sakura. "Apa kita pernah bertemu sebelumnya? Maksudku sebelum kita bertunangan?" Tanya pria pirang jabrik itu dengan nada serius.

Sakura terdiam sejenak.

"Kalau kita memang pernah bertemu,..Lalu,..apa yang akan kau lakukan, Naruto?" Nada dingin langsung menusuk ulu hati si pirang jabrik.

"…"

"Jujur, tidak hanya sekedar bertemu." Sambung Sakura. "Karena saat itu kau bilang,..kau mencintai-ku" Sontak Naruto balik menatap pada iris emerald sakura.

"EHH?!" Suara pekikan Naruto langsung menggema di lorong remang – remang itu

.

.

.

Bersambung

.

.


A/n :

Ohayou, Minna! Okay, ga usah banyak cin dan cong,..kita masuk ke sesi Q & A!

Q : Harem Naruto psti Sakura Hinata dan Ino ya? Knight dri kushina yg Ya-can itu ayah ino alias Yamanaka Inoichi kn? Hehe

A : Jawabannya ada di chap depan! xD

Q:Saya penasaran sama knight yang nicknya Ya itu...apakah dia yahiko? Dan lagi...ita itu nick dari Itachi kan? Buat chapter ini selipan humor disaat sedang serius itu cukup menghibur xD. terakhir apa Hinata,Sakura & Kakashi itu dari organisasi bernama Shinobi bukan ?

A:Hmm, jawabannya ada di chap depan. Thanks,.Gazzel-san! untuk Hinata dkk mereka ikut organisasi Shinobi bernama KONOHA. :)

Q :Lanjut brow..Sory baru review..

A: Ga apa. Bro. sori juga kalau Author banyak salah banyak dosa... #eh? Ga nyambung.

Q:kasian jg naruto diboongin, lanjut aja

A:Iya,..emang aku sengaja, hehe #pasang pupuy eyes *di rasengan Naru

Q: CANON artinya Karya asli atau Resmi yg mendasari sebuah fanfiction,semua Karakter,Peristiwa,Jalan Cerita,dsb yg terjadi atau terdapat dalam sumber Materi resmi,dapat dibuktikan merupakan aspek asli dari karya Orisinal bisa berupa Buku,Serial tv,Film,dsb,atau karakter didalamnya dan diketahui secara luas oleh orang yg menikmati karya asli,Contoh : seperti Naruto yg dibuktikan dengan adanya Serial tv,Manga,Film,dsb
Harem tapi endingnya NaruHina bagus tuh...!

A: Makasih udah ngejelasin Gray-senpai! endingnya, ya? Uhm! Akan Bubu masukkan ke list ide bubu,..

Q:Masih blum mengerti, tentang penjelasan kakashi

A:Iya,..soalnya belom selesai ngejelasin, Naru-chan udh emosi duluan sih! poor, you, Kaka-chan! Ahahaha #dichidori Kakashi

Q:Jadi Kushina sering berciuman dengan empat knightnya? Oh shit, saya gak mau membayangkannya. Ita-kyun itu Itachi 'kan? Gak mau membayangkannya juga. Saya kira knight Kushina cuma Minato aja. Hampa sudah. Tidak ada flashback ciuman Kushina dengan knightnya 'kan? Jangan yah. Ini bukan flame. Tapi saya sukan fic ini, yang gak saya suka hanya yang saya sebutin di atas. Lanjut.

A: TIDAK! bubu gak ada rencana buat flashback ciumannya Kushina-nee! cukup Naruto aja yang ciumannya di ekspos! #Author kembali Nosebleed.

Q:Yosh ditunggu lime nya.. Hehe.. (kalo ada) (mudah"an aja ada)

A:O-Ok-e,..#kembali Nosebleed

Q: Hyaaaa, selamat ya Bucchan, kamu lulus ujian juga akhirnyaaa, hyaaa kamu sudah dewasa ya? " :3
Pokoknya ganbatte buat story line-nya yaaa, maaf aku nge-betanya lama, pake ngasih cp segala, jadi malu,
eh pokoknya ganbatte loh ya Bucchaaan :D semangat!

A: Uhm, sangkyu Nara-nee!

Q: Yah... Ini bukan Karya mainstream yang Sukanya Ikut"an Ide Author lain... Dan Sya Kasih 5 Jempol Buat Kamu..!

A: Yosh!

Q: emm, bsakah jangka wkt updatenya diperpendek jd tgl 4, 11, 18, 25, klo tgl 11 - 25 itu kejauhan. Tp gpp jg si 11 25, asal critanya agak dipanjangin lg, biar pembaca g kecewa, kasian kan klo nunggu lama pas updet chapnya pendek, :) itu aja

A: Uwaah,..iya! Gomen Aigis-san and all readers! Bubu akan berusaha sebisa mungkin update kilat,..tapi gak njamin, kalo tanggal yang udah bubu tetapkan sih udah pasti untuk menepati-nya.

Q: yo, ituh, kousa kata nya di perhatikan bang, masih bnyak kta" Gaul, "gimanabagaimana"kalokalau
dan lain", pokoknya banyak!

A: OKEEH! thanks!

Q: apakah naruto disini ga punya kekuatan. kayaknya bosen juga kalau naruto kerjaannya cuman ngetransferin cakra.

Lanjut

A: Hmm, bener juga...Bubu emang rencananya Naruto ga cuma nge transfer cakra. tapi, agak bingung juga mau di kasih Special Skill apa juga tuh anak,..#lirik Naruto

Sekian Q & A. Terimakasih Bubu Ucapkan untuk semua Readers, Silent Readers, Reviewers, semua yang udah Fave and Foll terimakasih banyak!

Dan kali ini, melihat banyaknya permintaan untuk mengisi satu lowongan terakhir sebagai knight-nya Naru. maka silahkan Reader pilih, siapakah yang pantas mengisinya. Bubu beri dua pilihan.

Ino?

atau

Karin?

Yups,..kalau gitu sampai jumpa di chap depan! psst,..siapa yang suka NaruSaku? sesuai undian, Besok giliran Sakura yang leading the romance!

Preview the Next Chap :

"I-INI ULAH SNIPER!"/ "Kalau Begitu...,Aku akan menjadi Knightmu,..."/"YAHIKO-SAN?! Kenapa kau masuk AKATSUKI?!"/" ...Radar Transmisi-nya menghilang,..!"/ "BAKA HENTAI KAMEN-SENSEI!"

Selanjutnya di Kiss Me Please : Ch 5 : Betrayal

"EHH? JADI kalau transfer cakra itu tak harus ciuman di BIBIR,..?!" /"Apa kau akan datang ke Pemakaman-nya, Naruto?"

.

-Jaa-ne-

.

Bubu Lanlan

.