Disclaimer : Naruto milik Masashi Kishimoto-sensei.
KISS ME PLEASE
By : Bubu-lanlan
Rate : T
Summary : Misi Penyusupan ke AKATSUKI yang gagal total. Naruto yang di undang ke HeadQuarter, dan mengalami kilasan ingatan yang aneh. What will happen next?
Warning : Adegan pertarungan GaJe, Flashback mendadak, Typo bertebaran. Readers mohon bersabar,..Hyahahaha xD!
A/n : Ohayou, Minna! Kangen bubu nggak? #Plak Author Narsis, #Readers sweatdrop.
Yosh! akhirnya Bubu bisa Update juga,...Tehee-xD tapi gak janji sih bisa updet seminggu sekali, piss :v,.. tapi kalo tiap tanggal 11 dan 25 sih kayaknya udah tetap,..xixixi,…
YOSH! langsung aja kita mulai sesi Q & A!
Q : yaa ga usah jauh-jauh soal skill mah. cukup mode biju aja tapi mode bijunya yg udah gabung sama kurama.
Tulisannya rapih mba.
Lanjutlah
A : Hmm,..tapi disini biju/kurama-nya nggak ada, senpai. disini Jinchuuriki cuma dianugerahi cakra tak terbatas dengan ciri khas tertentu, misal cakra naruto cenderung berelemen api yang jumlahnya tak terbatas, dll. Tapi tenang aja, bubu udah nemuin kemampuan yang lebih pas ama Naru.
Q :Waaa kenapa Hinata pergi sama Obito meninggalkan Naruto Sakura?
Semoga pair utama NaruHina.
Disummarykan
...kekuatan tersegel dalam tubuhnya
yang hanya bisa tersalurkan
melalui CIUMAN...,
Pertanyaan kalau dengan cowok, apakah dengan ciuman juga #hueek,..
lanjut terus.
A : Tenang aja. semua Knight naruto dapat perhatian yang sama besarnya kok, senpai. dan semuanya, sekali lagi, akan punya keromantisan sendiri - sendiri. dan tentang menyalurkan cakra ada dua cara. kalo jalan damai, dengan ciuman. kalo cara paksa jawabannya ada di chap ini.
Q :innih penpic harem? dan knight naruto ada berapa? dan siapa" ajjah?
A : Ada tiga. Sakura, Hinata, Dan yang satunya sudah diumumkan di bawah sesi Q & A ini. xD !
Q :Batle nya gak ada,kalau bisa dibuat ada,walau hanya pertempuran kecil-kecilan.
A: Disini banyak battle-nya , hihihi,..
Q:Pairing mungkin lbh baik NarutoSakuraHinataIno
bsa gk wordnya di panjangin
A: Ini udah dipanjangin. #mungkin malah kepanjangan. Jiiaah,... Tapi selamat membaca!
Q :Bubu-san, siapa itu yang muncul di ingatan Naru-kun?
Trus yang di maksud O-chan itu Orochimaru-kah? tapi klo iya kok nggak nongol - nongol, ya?
Lanjut! xD
A: Di chap ini terjawab! xD
Q:Thor! kasih penjelasan napa,..banyak yang ga jelas, nih,..
A: EH?! Gomenne, author newbie. ntar penjelasannya di bawah, ya! Gomen!
Q:Sori baru review,.
Apakah yang meninggal itu Kakashi?
Lanjut
A: Tepat. Anda peramal ya? #ditimpuk readers
Ahahaha, Sekian Q & A dari Author-!
Dan berdasar hasil voting, ternyata yang terpilih adalah...
INO YAMANAKA!
YEY! #Author nebar confetti.
.
.
Happy Reading!
.
.
"Kalau kita memang pernah bertemu,..Lalu,..apa yang akan kau lakukan, Naruto?"
Nada dingin langsung menusuk ulu hati si pirang jabrik.
"…"
"Jujur, tidak hanya sekedar bertemu." Sambung Sakura. "Karena saat itu kau bilang,..kau mencintai-ku"
Sontak Naruto balik menatap pada iris emerald sakura.
"EHH?!" Suara pekikan Naruto langsung menggema di lorong remang – remang itu
.
.
CHAPTER 5 : BETRAYAL
.
.
BLAARR!
"KATON : KARYUENDAN!"
sesosok Makhluk hitam bertopeng melontarkan elemen api berbentuk Naga mengejar Seorang berambut hitam yang diikat ala Samurai.
"Cih!" Sosok itu berbalik dan melempar sebuah shuriken ke arah Naga Api
"KAGE MANE SHURIKEN NO JUTSU!"
WOSSHH!
Shuriken itu terlahap oleh Api.
"Apa yang Kau Incar Nara-kun?" terdengar kekehan dari balik monster bertopeng itu.
Sedangkan Bola Api itu tetap melesat menuju Nara muda itu. Shikamaru balas menyeringai.
"Rasakan Api-mu sendiri, Monster" dengusnya kemudian.
Dan tepat di saat bersamaan, Naga api itu berbalik dan melahap Makhluk Hitam Bertopeng itu dan membakar habis makhluk itu.
BLAARR!
Ledakan besar menyisakan asap yang memberikan kesempatan pada Shikamaru melompat menjauhi medan pertempuran untuk mengistirahatkan sejenak tubuhnya. Rupanya mengambil alih control jutsu orang lain tak semudah yang ia sangka.
"Kau Benar – benar berpikir sebelum bertarung,… tidak seperti Salah satu rekanku. Klan Nara memang hebat, meski pemalas" Ucap Sosok Pria yang tak lagi memakai masker dan jubah Akatsuki-nya lagi.
Shikamaru sweatdrop. ' Orang ini mau muji atau menghina sih? 'Batinnya.
"Tapi,..Tetap saja" Pria Akatsuki itu mendengus kesal. " KAU SUDAH MENGHANCURKAN SATU JANTUNG DARI KELIMA JANTUNGKU! ! AKAN KUAMBIL JANTUNGMU SEBAGAI GANTI-NYA BOCAH!"
Tiba – tiba saja dari punggung sang Akatsuki keluar tiga makhluk bertopeng yang terlihat sama seperti yang baru saja di kalahkan oleh Shikamaru.
GLEK!
'Artinya tiap makhluk itu punya satu jantung sendiri? Bodoh,..memberitahukan limit pada musuh. Tapi, aku juga nggak yakin bisa ngalahin ke empat sisanya. Ngalahin satu aja udah capek. Dasar merepotkan.' Gerutu Shikamaru dalam hati.
.
.
"SHINTENSHIN NO JUTSU!"
Ino langsung terduduk lemas di sisi Chouji.
"Hei, gadis itu sudah tak sadarkan diri! Ayo kita serang!" Komen salah satu Anak buah Kakuzu.
CRASSH!
Orang yang berada paling dekat dengan Gadis Yamanaka itu langsung menebas sosok yang baru saja berkomentar dengan Kunai-nya.
Darah pun berceceran ke lantai lorong.
"GYAA-! A-APA YANG KAU LAKUKAN? KENAPA KAU BERKHIANAT?!"
"AARGGHH!"
Teriakan itu berakhir dengan tebasan pada kepalanya hingga terputus dari tubuhnya. Sisa anak buah Kakuzu yang melihat hal itu langsung bergidik.
Sedangkan yang baru saja menebas rekan setimnya itu malah,..
"AKU BERHASIL! KYYAAA! JURUSKU BERHASIL LAGI! " Sosok itu teriak – teriak Gaje sambil melompat – lompat girang.
Musuhnya yang tersisa tiba – tiba bergubrak ria saat mendengarnya. Namun hal itu tak berlangsung lama,..
.
.
JRASSH! JRASSH!
BZZTTT,…
"GYAA—BOS?! KE-KENAPA KAU MENUSUK KAMI,.."
"KAMI ANAK BUAHMU, KAKUZU-SAMA!..."
"AARGHH!"
Jeritan – jeritan pilu Anak buak Kakuzu terdengar. Dan hal itu sontak membuat Ino yang sedang berada di salah satu tubuh anak buah Kakuzu mendadak merinding dan menghentikan selebrasi singkatnya karena bisa memakai jutsu barunya.
Nampaklah di depan sang Gadis Yamanaka dua Sosok Makhluk hitam yang bertopeng. Yang satu mengeluarkan petir dari Tangannya.
"RAITON : GIAN!"
Dengan cepat semburan halilintar itu menyambar tubuh Anak buah Kakuzu yang dirasuki oleh Ino.
"KYAA—"
DEG!
Tubuh asli sang Gadis Yamanaka langsung bersimbah peluh.
Ditatapnya Raga yang baru saja di rasuki-nya telah hangus akibat serangan yang dilakukan oleh salah satu Makhluk bertopeng itu.
Sedangkan salah satu dari makhluk itu memasukkan jemarinya yang menyerupai benang – benang itu memasuki tubuh yang hangus itu,..lalu ia mengambil sesuatu dari dalam perut Korbannya.
GILA!,..Dia membunuh semua anak buahnya dan,…Mangambil organ tubuhnya,…Pekik Ino dalam hati.
DAP!
Belum sempat rasa Shock sang Gadis reda, Makhluk bertopeng yang satunya Lagi tiba – tiba membentuk Handseal.
"FUTON : ATSUGAI!"
Deru Angin Itu bagaikan tebasan pedang mengoyak tanah di sekelilingnya, melesat menuju Dua rekan shikamaru itu.
"DOTON : DORYUHEKI!"
BLARR!
Sebuah Dinding tanah menghalau serangan sang Monster bertopeng.
Dengan Cepat Sosok yang baru datang itu merapalkan HandSeal.
"KATON HOSENKA NO JUTSU!"
Dari mulutnya keluarlah Bola – bola Api yang langsung membuat dua sosok Makhluk bertopeng itu mundur beberapa langkah.
"Yare – Yare, Maafkan aku, Tadi aku terlambat karena mengantar seorang nenek kembali ke makamnya" Sahut sosok yang juga bermasker.
Ino dan Chouji yang setengah sadar mulai sweatdrop saat mendengar alasan Senpai-nya yang di luar akal sehat seperti biasanya.
"Kakashi-san! Shikamaru masih belum kembali!" Tiba – tiba Chouji berkata pada Kakashi yang langsung menyadari bahwa sang ketua misi masih belum juga kembali.
"Benar juga kalian tunggu disini." Titah Sang Mangaka De Busted. Namun pergelangan tangan Pria berambut perak itu di tahan oleh Ino.
"Tolong,..pergilah ke tempat Shika,.." Ucap Ino.
Kakashi menaikkan sebelah Alisnya.
"A-Apa Maksud—"
"Disini biar aku yang menghadapi" Sambung Gadis yamanaka itu dengan tegas.
"Apa Kau Ya-"
"Ya, aku sangat yakin. Aku akan memakai jutsu 'Itu', jadi kau tak usah khawatir Kakashi-san" Ino kembali menyela Ucapan Kakashi.
"Kalau begitu, Aku juga akan membantu Ino. Pergilah Kakashi-san!" Sahut Chouji. Yang hamper membuat Kakashi pundung karena merasa diusir.
Namun tentu saja saat seperti ini bukan waktunya untuk pundung.
"Baiklah,..Berusahalah untuk tidak mati,.." Bisik Kakashi…
POOF!
Dan Kakashi pun ber-shunsin, menghilang dari hadapan Ino dan Chouji,..
.
.
Gadis berambut Pirang itu tersenyum menyeringai pada Temannya yang berambut coklat kemerahan.
"Jadi Kau pilih yang mana, chouji?"
"Hmm, pilihan yang sulit. Mungkin kita lebih baik mengalahkan makhluk berelemen petir itu dulu." Sahut Chouji sambil menatap kedua musuhnya yang kembali mendekat.
Ino memutar bola matanya.
"Baiklah! Tapi hanya ada satu kesempatan, dan kita TIDAK BOLEH GAGAL" Gumam Ino dengan penekanan di kalimat terakhir.
"SHINRANSHIN NO JUTSU!"
DEG!
"GRAA- !" Tiba – tiba Makhluk bertopeng yang berelemen dasar Angin tiba – tiba menyerang Monster bertopeng yang ber-elemen Petir.
BZZT,..BZZTT,…
WUZZHH,…WUUZZHH,….. WUUZZH,…..
Bentrokan antar dua elemen menyebabkan ledakan beruntun.
"NIKUDAN SENSHA!"
Tubuh Chouji menggelinding dengan kecepatan dan kekuatan berdaya hancur menengah. Menghantam Makhluk berelemen dasar petir hingga menabrak dinding dengan tubuh remuk.
DOR!
Iris Aquamarine Ino langsung terbeliak menatap Makhluk berelemen Angin yang tiba – tiba jatuh terkapar di lantai.
Dengan Sigap sang gadis Yamanaka menghampiri tubuh makhluk itu untuk memastikan penyebab robohnya sang Monster.
"Ada apa Ino?" Tanya Chouji sedikit berlari menghampiri Ino.
"Ti-tidak mungkin" desis Ino. "I-INI ULAH SNIPER!"
Chouji terbelalak.
"Bukankah bantuan untuk tim ini hanya Kakashi-san saja?" Tanya Chouji dengan bingung. Namun perhatiannya langsung beralih pada tubuh Ino yang tiba – tiba seperti kehilangan keseimbangan.
"INO!"
BRUUGHH!
Ino langsung jatuh terduduk dengan lemas.
"Si-Sial,..Cakra-ku,.." Umpat Ino, meski ia sendiri tahu bahwa memang akan seperti ini hasilnya kalau memakai Jurus yang jarang digunakannya.
Tubuh gadis itu terasa kesemutan. Rupanya Efek ShinRanShin No jutsu berdampak besar pada tubuh mungil Ino.
"Kau tak apa, ino,..?" Tanya Chouji, sedangkan Ino hanya mengangguk pelan.
Hening sejenak.
"Kira – kira Bagaimana keadaan Shikamaru, ya?" Tanya Chouji pelan. Sedangkan Ino hanya mendengus kesal.
"Baka! Si pemalas itu pasti akan selamat. Bukankah Kakashi senpai membantu-nya?" Sahut Ino berusaha meyakinkan sahabat besar-nya.
"Kuharap begitu. Tapi entah kenapa, aku punya firasat buruk,…" Keluh Choji.
'Siapa Orang yang membantu kami? Apakah dia kawan atau musuh?' batin Ino dengan gelisah.
.
.
Kakashi mengawasi sejenak pertempuran antara Kohai-nya dan Musuh. Nampak sedari tadi Kohainya hanya berusaha menghindari kontak fisik dengan musuh – musuh-nya.
Langkah yang terlihat sedikit pengecut, tapi cerdas. Yah,..mungkin tidak apa - apa kalau kubiarkan sebentar lagi, batin Kakashi kemudia membuka Novel bersampul hijau kesukaannya.
"KAGE NUI NO JUTSU!" Desis Remaja berompi hijau .
Seketika itu juga dari tanah yang di pijaknya, menjalar ranting – ranting bayangan yang Nampak jelas di bawah sinar matahari.
Dengan cekatan, Sosok menghindari jerat ranting bayangan Pemuda Nara itu.
Sayang bagi Makhluk bertopeng yang terlambat menghindar, tubuhnya tertusuk oleh Ranting bayangan Shikamaru.
"GRAAA-!"
Raung kesakitan menyumpal udara di sekitar mereka.
"Mau sampai kapan kau berencana mengulur waktu , Nara-kun?" Ucap Musuhnya, yang jelas hal itu membuat Sang Pemuda terhenyak.
"Entahlah" desis Shikamaru Nara, nama Pemuda itu.
"Sayang sekali,..tapi aku masih ada bisnis. Jadi kau harus kebereskan secepatnya,…"
Tiba – tiba musuh bershunshin tepat di belakang Shikamaru.
"Matilah" desisnya sambil menghujamkan kunainya pada sang pemuda.
TRANGG!
Kunai milik Kakuzu berbenturan dengan kunai yang lain.
Tap! Tap!
Kakuzu melompat dua kali menjauhi sosok yang baru saja menolong sang pemuda.
"Maaf, Aku,.."
"Padahal tahu kalau aku kesusahan, tapi kau malah diam dan membaca Novel ecchi-mu. Kalau nanti sudah kembali ke Markas,..Aku tak akan pernah meminjami-mu uang untuk membeli Serial Novel favoritmu itu,…"Sela Shikamaru dengan nada mengancam.
Glek!
Peluh dingin Kakashi mengalir pelan.
"Sekarang bantu aku, atau ancamanku tadi akan berlaku untuk seumur hidupmu, Hatake-san" Aura dark tiba – tiba berkobar dari tubuh sang pemuda.
"O-Oke,.." sahut Kakashi dengan nada lemas.
Daripada mengkhawatirkan nyawanya, sang Mangaka malah lebih mengkhawatirkan dirinya kalau harus hidup tanpa segala jenis Karya seni beraroma Ecchi.
Sedangkan Shikamaru hanya menyeringai dan kembali focus pada jutsunya yang mengikat erat sesosok makhluk bertopeng di hadapannya.
.
.
"CHIDORI! "
Cericit petir yang bersahut – sahutan memecahkan keheningan itu.
Sambil berlari di arahkan jutsunya itu pada Kakuzu. Dengan cepat Kakuzu berusaha menghindari serangan itu. Namun tanpa di duganya, Kakashi berbalik dan malah berlari menuju Makhluk bertopeng yang masih terjerat jutsu Shikamaru.
BLAARR!
Jurus itu menghantam ke Sasarannya tepat di bagian Jantung.
"Tinggal satu jantung lagi, dan aku bisa tidur di rumah dengan tenang" Ucap Shikamaru sambil berusaha mengendalikan nafasnya yang mulai memburu.
"KAGE YOSE NO JUTSU!"
Bayangan berbentuk tangan itu merambat di tubuh Kakuzu,..mencekiknya dan membuatnya tak dapat bergerak.
Shikamaru menyeringai meski peluh juga muai membanjir dari tubuhnya.
"BERANI-NYA, KALIAN?!SERATUS SEMBILAN PULUH TIGA JUTA YEN-KU YANG BERHARGA! SEMUANYA TERBUANG AKIBAT ULAH KALIAN, HAH?! CEPAT GANTI RUGI!" Protes musuh dengan Nada geram. Sedangkan Kakashi dan Shikamaru terjungkal dengan tidak elit.
Dasar Orang Kikir, batin Kakashi dan Shikamaru bersamaan.
TAP!
"Kenapa kau berteriak, Kakuzu? Apa aku perlu turun tangan?"
Sesosok Pria berambut Oranye dengan pola riak air di matanya Nampak berdiri di puncak Pohon tak jauh dari tempat Kakuzu berdiri.
"PEIN-SAMA! / YAHIKO-SAN?!" Pekik Kakuzu dan Kakashi bersamaan.
.
.
"Hmm,..Lama tak jumpa, Kakashi. Kau tahu,..ada beberapa deskripsi tentang diriku yang salah di dalam Komik bejat-mu itu" Sosok itu mendarat di tanah dengan mulus.
Kakashi masih terbeliak.
Bukan,..Ia sama sekali tak mempermasalahkan bahwa sosok itu baru saja mengatai maha karyanya dengan sebutan komik bejat, yang ia permasalahkan adalah,..
Kenapa sosok itu menggunakan Jubah Akatsuki?
"YAHIKO-SAN?! Kenapa kau masuk AKATSUKI?!" Pekik Kakashi. Namun orang yang di panggil Yahiko itu tetap berwajah Stoic. Tak menjawab pertanyaan Mangaka bermasker itu.
"Kau mengenalnya, Kakashi-senpai?" bisik Shikamaru satu – satunya sosok yang tak tahu menahu tentang apa yang terjadi barusan.
"Di-Dia,..Adalah salah satu KNIGHT Uzumaki Kushina,.." Ucap Kakashi dengan nada bergetar akibat Shock yang baru saja di terimanya.
.
.
KONOHA'S HEADQUARTER
.
.
Flashback
Sakura POV
"Nii-chan! Ayo main" Seorang gadis berumur kurang lebih enam tahun menggelayut manja pada lengan kakaknya. Satu – satunya anggota keluarga-ku yang tersisa.
Bocah laki – laki berambut merah dengan baby face-nya yang Khas.
Akan tersenyum lembut padaku.
Senyum yang menenangkanku.
"Ne. Sakura-chan,… Aku ingin melihatmu memakai baju pengantin, dan aku akan mendampigimu hingga ke pelaminan dan berjajar dengan orang yang mencintaimu dan kau cintai" Ucap kakak sambil mencubit Hidungku dengan gemas.
"…Aku tidak mau,..Aku ingin menikah dengan kakak saja!" Ucapku tanpa pikir panjang sambil menggembungkan pipi-ku.
Kakak-ku terkekeh pelan.
"Tidak bisa, sakura. Tapi, Nii-chan akan mencarikanmu lelaki yang cocok bersanding dengan-mu. Nii-chan janji" Ucapnya sambil menjulurkan jari kelingking-nya.
"Humm, Ya sudah" aku menghela nafas. "Tapi ada syaratnya, Nii-chan!"
Kakak memiringkan kepalanya dengan ekspresi bingung dan panic.
"Nii-chan harus mengajari-ku jurus – jurus keren milik Nii-chan. Jadi nanti aku bisa melindungi Nii-chan dan Orang yang nii-chan pilihkan untuk jadi pendampingku." Ucapku sambil berkacak pinggang.
"Iya,..Kakak janji akan mengajari-mu semua cara untuk jadi keren" sahutnya pelan dengan seringai jahil di wajahnya. Dan aku pun mengaitkan jari kelingkingku pada jari kelingkingnya.
kami pun tertawa terbahak – bahak.
Meski aku tak tahu bahwa saat itu adalah saat terakhirku bisa tertawa dengan Saso-nii.
Sakura POV end
.
.
Naruto POV : 14 tahun yang lalu.
"Naruto!" Gadis atau yang kukira begitu (yang ternyata adalah kakak laki – laki Sakura-chan yang berwajah Baby face) yang memakai kimono putih tulang dan membawa sebuah boneka kayu berlari ke arahku.
Ya, dia adalah satu – satunya teman akrabku di Panti asuhan ini. Kami selalu bersama, kecuali jika ada kegiatan yang memisahkan kami.
Aku memang pernah mencurigainya sebagai seorang SisCon, tapi aku menampiknya. Karena aku selalu merasa hangat jika ada di dekatnya, dan aku tak masalah jika dia menyayangi keluarganya.
Hingga hari itu tiba,.
Hari itu adalah seminggu setelah aku diangkat anak oleh Tou-san-ku, Umino Iruka, dan Kaa-san-ku, Mitarashi Anko. Dan aku telah meminta izin untuk menjenguk teman – temanku di panti, terutama waktu saat aku kehilangan 'Dia'.
"Saso-chan! Kau memakai Kimono,..jangan berlari,.." Ucapku memperingatkan-nya. Sedangkan sosok itu malah tersenyum lebar.
"Naruto! Lihat – lihat! Bunga yang indah sekali kan? Ini sama dengan adikku" Sahutnya sambil merentangkan kedua tangannya di bawah bunga – bunga sakura yang bertebaran.
Aku sempat Sweatdrop.
'Dasar,..Jawabannya nggak nyambung' batinku sambil memutar bola mata-ku.
"Naruto, ini adikku...dia manis, kan? Ehehe, kau pasti akan jatuh hati padanya" Ucapnya langsung menyerahkan secarik kertas gambar yang terlipat rapi dan tadinya terselip di genggaman boneka kayu-nya.
Aku membukanya pelan – pelan.
"Hmmpftt,.." Aku berusaha untuk menahan tawaku. Aku melihat gambar sederhana ala anak SD. Nampak di dalam gambar itu seorang bocah berambut pirang (Yang Kurasa adalah Aku), dan seorang Gadis berambut merah jambu sedang menggandeng tanganku.
Saso-chan menggembungkan pipi-nya. "Kenapa kau tertawa, Naruto?"
"Mereka pakai baju pengantin. Aku masih tujuh tahun dan di gambar ini aku sudah menikah, pfft,..." Aku kembali menahan tawa.
"AH, Kau ini! Aku kan sudah mau berusaha menjodohkan dirimu dengan adikmu yang manis! Jadi nanti aku yang jadi penghulu-nya! Harusnya kau lega dong! Biar nggak jadi perjaka tua!"
GLEK!
Aku menatap Saso-Chan dengan keringat jatuh di kepala-ku.
"E-Eto,..Saso-chan,..Kata – katamu membuat hatiku,..sakit,..kau tahu"
Saso-chan menaikkan sebelah alisnya kemudian balik men-deathglare-ku.
"APA KAU TAK MAU DI JODOHKAN DENGAN ADIKKU YANG MANIS, UZUMAKI NARUTO?!" ucap Saso-chan dengan nada Horor yang membuatku merinding disco.
"Bu-bukan begitu, Saso-chan,.." Ucapku sambil mereguk ludah. '...Tidak,..Aku jatuh hati padamu,...bukan pada adikmu,...' Batinku.
(Namun tentu saja kalau mengingat apa yang kupikirkan waktu itu akan langsung membuatku muntah darah. Secara, Saso-chan adalah cowok,..dan parahnya sebagai sahabat aku nggak pernah nyadar kalo dia cowok! OMG! #Naruto Mode Alay : On)
SREEK,..SREEKK,...
Tiba – tiba terdengar gemerisik di semak – semak tak jauh dari kami.
Tap!
Tiba – tiba dua orang berjubah motif awan merah muncul di hadapan kami
"Heh,..Ternyata ada juga anak panti yang keluyuran di tempat sepi begini,.." salah satu dari dua orang itu tersenyum sadis pada kami.
Aku yang merasakan firasat buruk, langsung menarik lengan Saso-chan. Menjauhi kedua sosok yang mengerikan itu.
"Kau takkan bisa lari, Bocah!"
SYUUT! SYUUT!
Crashh!
"Arghh,.." Aku menjerit pelan. Aku menatap horor pada kedua paman berjubah motif awan merah yang menyeringai saat melihatku merintih..
Liquid merah terasa mengalir pelan.
Benda-apa-pun-itu-yang-di-lemparkan-paman-itu, nampaknya berhasil menggores pipi-ku.
"Naruto? Daijobu? " Tanya Saso-chan dengan Khawatir.
"Hm,.." Aku mengacuhkan rasa sakit di pipi-ku. Pokoknya kami harus pergi dari sini, Saso-chan HARUS selamat.
Saat kami berbelok, nampak Panti Asuhan telah senyap. Aku langsung bertiarap di balik semak – semak, membuat Saso-chan yang sedari tadi kutarik langsung bertiarap juga.
Samar – samar Kulihat beberapa orang yang memakai kostum yang sama dengan yang menyerangku dan Saso-chan sedang membopong anak – anak panti.
"Naruto,..Para pengasuh,.." Nada suara Saso-chan bergetar. Sedangkan pupil mataku melebar saat melihat pemandangan di hadapan kami.
Hanya satu kata yang terlintas di pikiran kami saat itu.
MEREKA SADIS SEKALI,...
Nampak di bawah sinar rembulan, tubuh para pengasuh yang sehari – hari merawat kami tergeletak bersimbah darah. Bahkan ada beberapa yang kepalanya terpenggal dari tempatnya.
Aku bergidik ngeri.
"Siapa,..Siapa yang berani-nya melakukan ini?" geram Saso-chan,..aku terbeliak saat mendengar nada suara Saso-chan.
Suara yang,...penuh kebencian,...
Tiba - tiba Saso-chan terperanjat.
"Ya ampun,..Adikku! Dia pasti sebentar lagi pulang! Gawat,.." pekiknya tertahan saat mengingat tadi dia sempat cerita tentang adiknya yang tadi bilang akan pulang agak malam.
"Saso-chan,..lebih baik kita tunggu Sakura-chan,..Lalu kita kabur dari si,.." belum sempat kata – kataku selesai. Sebilah pedang menancap diantara Aku dan Saso-chan.
"Kalian tak akan bisa kabur bocah..." Terdengar Suara yang kami kenal.
"Naruto! Menunduk!" perintah Saso-chan.
"KUGUTSU NO JUTSU!"
Pekik Saso-chan. Tiba – tiba boneka kayu yang di dekap Saso-chan melayang bagaikan sihir dan mengeluarkan pisau lipat entah dari mana dan menangkis pedang musuh. kulihat samar - samar sebuah benda seperti tali tipis berwarna biru terang menuntai dari jemari Saso-chan pada boneka itu.
"A-Apa? Anak ini,..Jangan – jangan dia juga,..Shinobi,..?" desis pria jubah merah itu, dan langsung memantik perhatian dari orang – orang berjubah awan merah lainnya.
"Naruto, Ini permintaan terakhir-ku,..Kumohon,..lindungilah dia dan Cintailah dia" Kemudian dengan kenekatan-nya Saso-chan menyerbu orang – orang berjubah awan merah dengan boneka kayu-nya.
"SASO-CHAN!" pekikku tertahan. Namun tubuhku sendiri terasa lemas. Apa yang terjadi sebenarnya?
..."Tidak,..Jangan Meninggal,..." batinku hanya menjerit saat melihat ada orang yang menendang Saso-chan hingga terpelanting ke tanah.
Kulihat Sosok Saso-chan menatapku sejenak sebelum akhirnya tak sadarkan diri. Aku seakan merasa suara bisikan di telingaku
"Aku percaya padamu,...Na,...Ru,..." bisik suara itu.
Beberapa saat kemudian semua orang itu telah pergi, dengan saso-chan juga kurasa.
Meninggalkan-ku dalam kesendirian.
Namun tiba – tiba sebuah suara kecil tertangkap oleh gendang telingaku dari kejauhan.
"Nii-Chan?"
Naruto POV End
.
.
Sakura Pov
"Nii chan?" Aku kembali memanggil sosok panutanku.
Namun kesunyian kembali menyambutku.
"Hiks, hiks,….. " Aku mulai terisak.
Kemana semua orang?
Ada apa ini?
DHUAAARRR!
Suatu ledakan memantik perhatianku.
Nampak asap yang membumbung tinggi dari hutan bambu tak jauh dari panti asuhan.
Mungkinkah nii-chan ada disana? Batinku dengan gelisah.
Kaki kaki kecil-ku mulai melangkah mendekati sumber suara.
Sakura Pov end
.
.
"Si, sial! Kau takapa Sasu-chan?" Tanya seorang remaja laki – laki yang Nampak mengalami penuaan dini akan wajah mulai keriput.#DiAmaterasu Itachi.
Sosok berambut raven dengan bagian belakang mencuat balik menatap onyx sang kakak.
"Hn" Ucap bocah itu sambil mengangguk.
"KATON HOSENKA NO JUTSU!"
Dengan sigap Uchiha sulung langsung membopong tubuh sang adik, menghindari jutsu musuhnya.
BLAARRR!
"Cih, meleset". Dengus pria berambut hitam jabrik sepinggang dan berjubah awan merah.
"Madara – jiji! Berhentilah berbuat kekacauan, dan tobatlah!" Protes itachi.
Sedangkan sosok yang disuruh tobat hanya menatap dua sosok dihadapannya dengan tatapan meremehkan.
"Dasar Cucu laknat! Kenapa kalian sendiri tak membantu-ku seperti obito?" Desisnya.
"Tch, Madara – jiji" Bocah pantat ayam melakukan Shunshin ke belakang shinobi legendaris itu, kunainya mengarah pada tengkuk sang kakek.
"SUSANNO'O!"
Tiba-tiba Sesosok transparan menangkis kunai sasuke dan menghempaskan bocah tujuh tahun itu dengan pedangnya hingga menabrak bambu – bambu.
"AMATERASU!"
Api hitam menghantam sosok transparan yang melindungi Madara langsung menghilang.
"Hebat juga kau Itachi, umur delapan belas dan sudah bisa membangkitkan Mangekyou Sharingan . Sayang kau memilih untuk jadi musuhku".Puji Madara.
Sedangkan Itachi masih menatap pada arah jatuhnya sang adik dengan wajah khawatir.
Namun, sebuah suara langsung membuat Itacji mengalihkan pandangannya.
"Nii-Chan!"
Deg!
Nampak Seorang gadis berambut merah jambu memasuki area pertarungan.
"Celaka kenapa dia bias ada disini? Batin Uchiha yang sulung.
"Apa kau mencari kakakmu, bocah?" Ins Emerald sang gadis melotot saat melihat sosok bocah yang dibopong oleh Madara Uchiha.
"Nii – chan!"
Gadis itu berteriak keras saat melihat seorang bocah laki – laki berwajah baby face yang digendong oleh salah satu orang berjubah motif awan merah.
"SUITON : TATSUMAKI"
Pusaran air tiba – tiba muncul dari ketiadaan oleh salah seorang anak buah Madara.
"Ga, gawat, kalau aku kesana sekarang, takkan sempat!" desis Itachi.
Hampir saja pusaran air itu melahap tubuh mungil sang gadis Nampak surai kuning bocah seumuran dengan sasuke menyeret gadis itu menjauh.
"Hampir saja! Yang tadi itu berbahaya sekali – dattebayo!" pekik bocah bersurai kuning itu.
Deg!
Iris merah Itachi langsung melebar.
"Hampir saja! Yang tadi itu berbahaya sekali dattebane".
"Kushinacchi….?" Desis Itachi iris Mangekyu Sharingganya kini terfokus pada sosok yang baru saja menyelamatkan gadis kecil itu.
Anak kecil itu balik memandang pada orang – orang dihadapannya, sambil memasang ekspresi bingung.
"Ada apa ini? Apa ini syuting film?" Tanya sang bocah dengan tanda lahir kumis kuning itu.
Namun tak ada sahutan
"HAHAHAHHAHAHAHAHA….."
Tawa suara baritone khas itu menggelengar di antara hutan bambu yang setengahnya telah hancur,
"….tak kusangka bisa bertemu dengan Jinchuuriki disini…"
Tap!
Uchiha Itachi tepat berdiri diantara kedua anak kecil itu dan Madara Uchiha.
"Takkan kubiarkan kau menyentuh mereka, Madara-JiJi! " Sahut Itachi dengan nada mengancam.
"Oh, aku takut" Ucap Madara dengan nada mengejek.
SREET!
Sesok tubuh Madara tiba – tiba menghilang. Itachi terbeliak.
"Di,….dimana….? "Ucapnya panik.
Sedangkan Madara yang telah Shunshi tepat di hadapan dua bocah yang dilindungi Itachi itu, dan langsung membentuk Handseal.
"KUCHIYOSE : GEDO MAZO!"Gumam Madara.
Tiba – tiba sebuah patung raksasa muncul dari dalam tanah.
"Celaka! Anak Kushinacchi!" Pekik Itachi.
"Percuma Itachi" tiba – tiba Itachi di hadang oleh Bunshin Madara. Itachi dengan reflek langsung menendang bunshin itu, dan dengan cepat pula bunshin madara menangkisnya.
"Dapat!" Itachi berkata tepat saat Kunai-nya mengenai wajah bunshin.
Tanpa di duga-nya, Bunshin itu tak menghilang dan langsung memukul Itachi hingga terhempas ke bawah.
"Sial, dia Chi Bunshin" Decih Itachi setelah mendarat dengan mulus di tanah.
Madara mengarahkan tangan patung itu hingga menggenggam tubuh mungil seorang Uzumaki Naruto.
"ARRRGGHHH, I-ITTAI!"
Tubuh Naruto menggeliat kesakitan karena digenggam terlalu keras.
"Diamlah bocah begitu aku selesai menyegel seluruh cakramu dalam Gede Mazo, akan kubebaskan dari rasa sakit".
"Jiji, …. Madara Jiji…." Seorang bocah berambut model pantat ayam baru saja dapat keluar dari timbunan bambu, langsung membentuk Handseal.
"KATON GORYUUKA NO JUTSU!"
3 naga api langsung menabrak lengan patung yang meremas tubuh mungil Naruto:.
"Sasuke – kun, harusnya aku tahu kau belum mati" desah Madara.
Belum sempat Madara membalas serangan Sasuke kecil tiba – tiba terdengar suara ledakan.
BLAAR!
Tangan patung yang tadi menggenggam Naruto langsung hancur lebur.
Sedangkan tubuh sang Uzumaki berbalut cakra berwarna jingga pekat.
'Apa yang terjadi dengan anak itu?' batin Sasuke
'Cakra itu! Sial, rupanya, segel buatan si kuning jelek itu melemah!' Batin Itachi.
'Menarik' batin Madara
"Mundur!" Suara dingin Madara langsung membuat seluruh anggotannya mundur teratur dengan Shunshin masing – masing.
"Hiks, Nii-chan!" Gadis itu kembali sesenggukan.
Sedangkan bocah kuning yang entah sadar atau tidak menghampiri gadis bermahkotakan merah jambu itu.
Ia mengaitkan jemarinya di jemari gadis itu.
"Maaf, aku tidak bisa menyelamatkan Saso-chan,…" Ucap Naruto.
"Hikss,.." Gadis berambut pink itu tak menyahut.
"Tapi, aku akan berjanji untuk membawa kakakmu kembali-ttebayo! Ini Janji seumur hidup!"
Kepala anak bersurai merah jambu itu mendongak. Iris Emeraldnya menatap Bocah berambut duren itu dengan tatapan tak percaya.
Sedangkan bocah berambut kuning itu sendiri menyunggingkan senyum lebarnya.
"Be-Benarkah? Ka-kalau begitu, Ku-kumohon,.." gadis kecil itu mencengkeram lengan bocah seumurannya itu.
"Aku pasti menepati janjiku, Aishiteru yo,.." Anak laki – laki itu menepuk pelan puncak kepala Gadis kecil itu, mencoba untuk menenangkannya.
BLUSSH,..
Kini wajah Sakura, si gadis kecil sudah sama merah mudanya dengan surainya.
"Oy, Itachi – nii, apa mereka berdua dibiarkan begitu saja?" tanya Sasuke sambil menatap horor pada kedua bocah seumurannya itu.
"Tentu saja tidak" ucap Itachi dengan santai. "Tunggu, disini,..Otouto" titah Itachi.
Remaja itu menghampiri kedua bocah itu, dan memegang pundak Naruto, membuat badan Naruto yang hanya tertutupi kain bajunya yang compang camping akibat ledakan cakranya berbalik.
Muncul api dari ujung kelima jari Itachi.
"FUIN!" Ucap Itachi sambil menekankan jarinya ke perut Naruto.
"AAARRGGGHHH!" Jeritan pilu bocah enam tahun itu memecah sunyi.
"Kyaa,..A-Apa yang kau lakukan?!" pekik Gadis berambut bubble gum itu sambil berusaha untuk menjauhkan orang – yang – baru – saja- menyatakan- cinta – kepadanya, dari sosok asing yang membuat bocah bersurai kuning itu menjerit.
"Tenanglah" Ucap Itachi pada gadis itu, yang langsung menurut karena ketakutan. "Sekarang tinggal yang terakhir"
"TSUKUYOMI!"
Mangekyou Sharingan Itachi langsung berputar, menunjukkan ilusi pada bocah kecil itu.
Sedangkan sang adik, si Bocah berambut raven yang sedari tadi hanya melihat, langsung menghampiri. Di tepuknya pundak sang Gadis yang masih shock.
"Tenang saja, Itachi-nii tak akan menyakitinya,.." Ucapnya dengan nada datar.
"Ta-tapi,.." Suara gadis itu lirih, namun masih dapat tertangkap oleh telinga itachi.
"Jadilah Kuat" Ucap Itachi dengan Datar. "Dan lindungilah orang yang kau sayangi."
Iris emerald Sakura melebar.
"A-aku ingin menjadi kuat" desis Sakura.
"Kalau begitu ikutlah dengan kami. Kalau kau sudah kuat, kau akan bisa melindungi-nya" Sahut Itachi lalu melirik pada satu arah. Sakura mengikuti arah ekor mata Itachi.
Dan mendapati seorang bocah berambut pirang jabrik yang dalam keadaan tak sadar dengan wajah damainya.
'Aku akan menjadi kuat dan melindungi orang – orang yang berharga bagiku' Tekad gadis kecil itu sambil mengepalkan kedua tangannya.
-FlashBack End-
.
.
"Setelah itu, aku berkelana dengan Itachi-san dan Sasuke-kun" tutur Sakura sambil memeluk lututnya sambil bersandar pada dinding lorong.
Naruto terdiam agak lama.
"Jadi itu semua bukan mimpi?" Ucap Naruto pelan.
Sakura menatap Iris shappire Naruto yang seakan terasa sedih.
Seakan akan ingatan sang pemuda telah pergi ke masa lalu,..
Puk! Puk!
Sakura mengusap puncak surai Naruto dengan lembut.
"Karena itu, Tepatilah janji-mu padaku. Dan sebagai ganti-nya, aku akan selalu ada di sisi-mu, Naru-kun,.." Ucap Sakura lembut.
Iris Shappire Naruto langsung beradu dengan Emerald Sakura.
"Aishiteru yo, Naru-kun" Sambung Sakura dengan senyum tipis, yang justru menambah poin Kawai di wajahnya.
PEESSSHH!
Wajah Naruto mendadak memanas.
"E-Eto,..Saku,.." Ucap Naruto mendadak gagap.
"Karena itu,..Aku akan menjadi KNIGHT-mu, Naru-kun.." Sakura mendekatkan wajahnya pada wajah Naruto.
"Untuk Nanti, dan Untuk selamanya,.."
Dan pada akhirnya kedua bibir itu bertemu, ciuman manis pun tercipta di balik keremangan lorong itu.
"Ne, Naru-kun,..Apa Kita akan menyusul Ito-nii dan Hiina-chan?"Tanya Sakura sambil tetap menatap intens pada pemuda di hadapannya itu setelah melepaskan ciumannya .
Naruto hanya mengangguk, dan akhirnya sepasang pemuda dan pemudi itu pun kembali berjalan di lorong yang remang – remang itu.
.
.
HeadQuarter, Ruang Aula.
"Lama sekali, Uzumaki Naruto?" Senju Hashirama sambil menaikkan alisnya saat melihat kursi untuk Uzumaki Naruto masih kosong. Sedangkan sebagai gantinya, seorang gadis berkepang satu malah berdiri gugup di samping kursi kosong itu.
"Go, Gomen ne,…" Ucap Hinata. "Ta-tadi,..Naruto-sama, mendadak Sa-sakit, ja-jadi aku menggantikannya" Ucap Hinata dengan gugup.
-Flashback-
"Dengar Hinata, daripada cemburu kau harus mementingkan masa depan Naruto.."
"A apa maksudnya, Ito-nii?"
"Begini, kau kan sudah tahu kalau Naruto otaknya agak jongkok,…."
Hinata menggembungkan pipinya dengan kesal karena kekasihnya dibilang berotak jongkok.( #Sejak kapan nih anak menganggap Naruto kekasih? :* di Jyuuken Hinata.)
"Nah, Sebagai pacar yang baik kau harus memahami semua hal yang dibahas, dan menjelaskan pada Naruto dengan bahasa yang sederhana…."
"Se-sebagai pacar Naruto?"
BLUSSH!
Ito – nii menyeringai lalu beranjak dari hadapan Hinata"
"I-Ito-nii tidak ikut rapat?"
"Tidak, ada hal yang harus kuurus, Jaa-ne, Hiina-chan!"
POOF!
Dengan kepulan asap Itonii run menghilang dari pandangan Hinata.
-Flashback End-
"Baik, aku mengerti. Kalau begitu langsung saja" Ucap Hashirama langsung bertopang pada dagunya. "Intinya, akhir – akhir ini kudengar Akatsuki sudah bergerak"
"Akatsuki? Berarti Madara Uchiha, sudah bergerak?" Sahut Mabui, salah seorang KNIGHT dari Killer bee.
"Tepat sekali, karena itu Kami menawarkan perlindungan, dan sebagai gantinya…." Tutur Hashirama dengan nada menggantung. "Kalian harus mau jadi bahan percobaan Danzou – sama"
BRAAKK,...
"A-APA MAKSUD KA-KALIAN?!" Hinata menggebrak meja dengan ekspresi marah, meski kegagapannya masih belum hilang.
.
.
"Hokage Sama!" Tiba – tiba pintu Aula terbuka, menampakkan Orang dengan topeng Inu memasuki Aula dengan terburu – buru.
"Ino-shika-Cho telah kembali dari misi, Tapi Nara-sama bilang..." Orang itu berbisik di telinga Hashirama. "dan lagi,… ...Radar Transmisi-nya menghilang,..!"
Sejenak Raut wajah Hashirama nampak berubah keruh.
"Sambutlah anggota Ino-Shika-Cho,..Dan persiapkan untuk perang,.." titah Hashirama.
DEG!
"Perang? Apa maksudmu Hokage-sama?" Gadis berambut pirang pendek yang diketahui bernama Samui pada Senju Hashirama.
Sedangkan yang ditanya malah memijit pelipisnya.
"Begini,..Nampaknya sudah ada Anggota Akatsuki yang telah lama masuk ke KONOHA,... dan sekarang kami sedang melakukan persiapan untuk bentrokan dengan akatsuki, termasuk dengan mencari identitas dari penyusup itu"
Terang Hashirama panjang lebar, nggak pake di kali tinggi.
Hinata yang baru saja mau meminta penjelasan tentang syarat untuk mendapat perlindungan dari Konoha langsung mengurungkan niatnya saat mendengar ucapan Hashirama selanjutnya,...
"HATAKE KAKASHI dinyatakan GUGUR dalam misi".
"Ti-Tidak mungkin!" terdengar suara lirih dari pintu Aula,..
Nampak seorang pemuda ber-iris shappire yang nampak Shock setelah mendengar Ucapan Hashirama.
Tubuh berkulit tan-nya nampak sedikit bergetar akibat shock yang diterimanya.
"Naruto-sama,.../Naru-kun,..." batin dua orang berambut kontras sambil menatap Jinchuuriki mereka dengan tatapan Khawatir.
"BAKA-HEN-TAI-KAMEN-SENSEI!" Naruto menjeritkan gelar sang Mangaka sebelum akhirnya tak sadarkan diri.
.
.
Apartement Kakashi, 09.00
Hujan gerimis membasahi jantung kota. Seakan mengetahui bahwa tokoh utama di fanfic ini mengalami guncangan mental yang lebih parah dari pada sebelumnya.
"Naru-kun, Bangunlah,.." Ucap seorang gadis bersurai merah jambu sambil menggoyangkan tubuh pemuda pirang jabrik yang nampak tertidur di sofa itu.
"Naruto-sama, Sarapannya sudah siap,.." Terdengar suara lain dari balik Dapur.
Melihat tak ada-nya reaksi, akhirnya Sakura pun tersenyum jahil.
"Naruto! Kau akan di-Drop Out!" bisiknya di daun telinga Naruto.
"GYYAA! Jangan Aku masih mau kuliah -Ttebayo!" Sosok Berambut jabrik itu langsung melompat dari sofa dengan suara Cempreng yang memekakkan telinga, dan imbuhan kata yang unik di akhiran ucapannya.
"Hihihi,..."Kikik Sakura melihat reaksi naruto. Sedangkan hinata yang di dapur hampir saja terjungkal karena kaget.
"Kejam,..harusnya aku ingat kalau sedang cuti kuliah! Dasar,.." gerutu Naruto setelah seratus persen sadar sambil memanyunkan bibirnya.
"Iya,..Gomen,..Naru-kun!" Ucap Sakura.
"Hiina-chan,..dan Aku akan menunggu di ruang makan,..Jaa-Naru-kun!" Ucap Sakura lalu meninggalkan Naruto yang langsung menggaruk tengkuknya.
Ditatapnya lembaran kertas script yang bertebaran di lantai.
Script manga De Busted,..
"..Hmm,,,Apa yang harus aku lakukan sekarang,...Sensei,..."
.
.
Memang setelah kejadian di Main Base, Naruto dan Kedua KNIGHT-nya memang memilih untuk tinggal di Apartemen Kakashi.
Setelah menyelesaikan ritual mandi-nya Naruto langsung menyusul ke ruang makan.
Nampak Seorang Gadis berambut merah jambu pendek dengan bando berwarna Merah marun, sedangkan di sebelahnya duduk seorang gadis berambut Indigo panjang yang memakai hairpin putih tulang.
"Ohayou,..Sakura-chan,..Hinata-chan,..."
Hinata dan Sakura yang baru saja berbincang, langsung menoleh ke sumber suara.
"Ohayou, Naru-kun/Naruto-sama" Ucap Sakura dan Hinata bersamaan.
Naruto langsung mengambil kursi yang berhadapan dengan kedua gadis itu.
"E, eto,..Naruto-sama,..sebelum makan ada yang perlu kami bicarakan." Ucap Hinata sambil mengambil piring berisi lauk pauk.
"Apa yang mau kalian bicarakan?"
"Ini tentang Transfer Cakra,.." Ucap Sakura pelan.
Naruto menaikkan sebelah alisnya.
"Memangnya kenapa?"
"Se-Sebenar-nya,.." Ucap Hinata sambil menghela nafas dalam – dalam. "Sebenarnya,..Transfer cakra tak harus dengan ciuman di bibir. Tapi bisa di mana saja. Tergantung yang sesuai dengan keadaan." Sambungnya lirih.
"Hah?"
"Maksudnya,..ciumannya itu bisa di pipi, di kening di leher, bahkan cium di tangan juga bisa untuk menyalurkan cakra, Naruto" tambah Sakura.
"EHHH! JADI kalau transfer cakra itu tak harus ciuman di BIBIR,...?!" Suara cempreng Naruto langsung membuat dua Kunoichi di depannya bergubrak ria.
"Ke-Kenapa kalian nggak ngasih tahu aku dari dulu,..?!" Ucap Naruto dengan emosi,..dan Wajah memerah,.
"Na-Naruto-sama Ti-tidak bertanya,.."
KRIK,..KRIKK,..KRIKK,..
Suara jangkrik tiba – tiba terdengar di ruang makan,..
"Iya,..ya,..Aku emang nggak tanya,.." Ucap Naruto sambil menepuk jidatnya.
"Lalu tentang hal itu, Naruto,.." sambung Sakura.
"Hm?" Naruto mendongak dan menatap balik Emerald Sakura.
"Apa kau akan ke pemakamannya, Naruto?" Tanya gadis berambut merah jambu itu,..
Wajah Naruto langsung berubah sendu...
Ia menghela nafas pelan, lalu tersenyum,..
Yang Sakura dan Hinata tahu, hanyalah senyum yang di paksakan,..
"Mungkin,..aku tak akan pergi,..disini ada banyak hal tentang sensei yang perlu di kerjakan. Aku pasti butuh bantuan kalian. Apa kalian berdua mau membantuku?" Tanya Naruto.
"Tentu Naru-kun / Naruto-sama!" Ucap Sakura dan Hinata bersamaan.
.
.
Akatsuki Base, code 45
"Waa! Apaan ini? GAAWWAATT!" Teriak Seorang bertopeng Spiral memecah keheningan di markas Organisasi terbesar kedua setelah KONOHA itu.
"Kau ribut sekali, un!" Gerutu seorang berambut pirang berkuncir.
"Dei – Senpai! lihat! Ada pengumuman kalau manga De busted bakal Hiatus!" Semua orang di markas yang melihat langsung Sweatdrop, kecuali Pain yang sudah tidur duluan.
"Yaiyalah, Mangaka-nya kan udah dibunuh pain-sama, grr" Geram Deidara melihat tingkah Kohai-nya itu.
"Huwaa! Gak mau! Tobi anak baik, nge-fans sama manga itu! Huwaa!"
Manusia bertopeng spiral itu mulai menangis sesenggukan sambil berguling – guling di lantai.
Bingung memikirkan bagaimana cara menyumpal rengekan sang manusia bertopeng, Deidara berinisiatif untuk melihat pengumuman di Dunia maya itu.
"Eh,..Ini ada lanjutannya-Un,..Setelah masa berduka, komik ini akan dilanjutkan oleh Murid-nya yaitu Uzumaki Naruto" Ucap Deidara saat melihat pengumuman yang baru saja di baca oleh Tobi, si Manusia muka spiral.
"tidak….mungkin,..." Desis Tobi dengan efek petir halilintar dan nada horor.
"Loh, bukan-nya bagus kalo ada yang ngelanjutin komiknya-Un?" Tanya deidara sambil menaikkan sebelah alisnya.
"Tidak dei, senpai. Feelnya pasti gak dapet. Memikirkannya saja,.." Tobi membayangkan De Busted tanpa Mangaka aslinya. Ia pun bergidik.
"TTIIDAAAK!"
Yak mari kita acuhkan jeritan Gaje seorang Tobi,...
.
.
dan bersambung ke chapter selanjutnya
.
.
A/n :
Gimana, Readers? Bener, kan! Udah aku warning di atas, adegan pertarungannya bakal gaje #ngelirik rangkuman nista tentang semua jurus yang muncul di fandom Naruto.( Bubu jadi bingung mau pake yang mana.)
Oh, iya ini ada beberapa penjelasan!
SHINOBI : orang - orang yang mampu mengendalikan cakra-nya dan menguasai jutsu elemen, ninjutu, taijutsu, genjutsu, dll. (hampir sama dengan yang di CANON)
KONOHA : Organisasi terbesar yang di bentuk oleh para SHINOBI dan bergerak di dalam tanah. ( bukan Desa). dipimpin oleh seorang Hokage yaitu Hashirama Senju yang berumur 197 tahun dan awet muda. sekaligus pemimpin dari Aliansi Shinobi yang juga diikuti oleh Organisasi yang lain seperti Kumo, Kiri, Iwa, dan Suna.
AKATSUKI : satu dari tiga organisasi yang tidak bergabung dengan Aliansi. dicurigai sebagai organisasi jahat dan dipimpin oleh Madara Uchiha yang seumuran dengan Hashirama tapi tidak 'Awet muda'.
TAKA :Organisasi yang diketuai oleh Uchiha bersaudara. (Itachi dan Sasuke) tapi masih belum muncul.
JINCHUURIKI : Orang yang sejak lahir memiliki jumlah cakra tak terbatas dan Istimewa. saking istimewa-nya, mereka sering lepas kendali karena tak bisa memanfaatkan cakra dengan tepat. pada akhirnya, para Shinobi yang lain memutuskan untuk menyegel cakra jinchuuriki, dan cakra itu hanya bisa dialirkan ke orang lain dengan ciuman. meski ada yang mengambilnya dengan cara paksa juga, sih.
KNIGHT : Orang yang terikat dengan seorang Jinchuuriki yang mentransfusikan cakra tak terbatas kepadanya secara teratur. mereka biasanya adalah kekasih, sahabat, orang tua, anak, adik / kakak. soalnya ciumannya nggak harus di bibir. boleh di tangan, atau tempat lain #evil smirk.
Terimakasih buat semua yang dengan nge - fave, nge-foll, nge-review dan membaca KMP. Bubu ucapkan terimakasih banyak!
Preview Next Chapter :
"GYAAAH, AMPUN, ADA HANTU!" / "Ka-Kau! KAKAK KERIPUT MISTERIUS DARI DREAMLAND?!"/ "Identitas Jinchuuriki baru telah teridentifikasi,../
selanjutnya di Kiss Me Please chap 6 : Regret
"Karena Jika Seorang Jinchuuriki meninggal, maka,.."/" ..Hati Knight yang ditinggalkannya juga akan hancur?.."
.
.
RnR?
.
.
