Disclaimer : Naruto Punyaku! #ngarep #dijitak Masashi-sensei
KISS ME PLEASE
By : Bubu-lanlan
Rate : T
Summary : Sakura secara resmi menjadi KNIGHT Naruto, juga ada kabar kematian Kakashi, tentang pengkhianatan Yahiko / Ya-san (Mantan Knight Kushina), juga banyak masalah lainnya. What will happen next?
Warning : Adegan pertarungan GaJe, Flashback mendadak, Alur balapan, Typo bertebaran. Itu aja!
A/n :
Ahem! Ini dia Sesi Q&A! Jreng - jreng- jreng!
Vicestering : jadwal update nya kapan aja nih?.
Dan pada saat scene pertarungan, jangan terlalu sering mengeluarkan jurus ninja. perbanyak adegan pertarungan tangan,kunai,shuriken yaa seperti itu lah. kalau ngeluarin jurus terus nanti cakranya abis lah...masa ga abis abis.
Ditunggu kelanjutannya
A : Tiap tanggal 25 dan 11, cuma, bubu Usahain Updet kilat, dan soal pertarungan juga akan bubu Usahain Vicestering-san!...TeeHee-xD!
Dark Namikaze Ryu : Apa anggota organisasi taka adalah karin,Jugo,suigetsu,kimimaru,kidomaru,jirobu,sakon,tayuya atau ada yang lain? dan saya harap kemampuan unik naruto menarik, ditunggu kelanjutannya
A : Yap. anda tepat. hanya saja mereka baru gabung kalau Sasu-Teme sudah ngalahin Baka Orochi ;)
Isshei-shan : Wah jadi haremnya naru ada 3?
A: Tul Betul! TeeHee xD!
Uzumaki21: Yahiko disini yang berhianat?
Oke lanjutkan.
A:Betul! Ini udah Update! :3
Ryu Ansya32 :author mau tanya nih.. di chap-chap sebelumnya kan di jelaskan kalau kushina memiliki 4 knight? apakah 2 knight yang lain (hiashi dan itachi) juga berciuman dengan kushina? (haduh hatiku hancur sekali kalau mereka juga berciuman dengan kushina)
dan setahu saya bukankah itachi lebih muda dari kakashi (maaf kalau salah thor) ? kakashi jadi murid minato pada umur berapa? trus itachi jd knight dari kushina pada umur berapa sampai dia mencintai kushina dan merelakan kushina menikah dengan minato?
maaf jika pertanyaan saya terlalu mirip dengan memojokkan.. gomen (saya pecinta keluarga naruto, jadi saya tidak suka jika ada yang mencium/menyetuh kushina selain minato) kalau saya terlalu lancang
A : Benar. mereka memang berciuman. tapi tidak di bibir. Di A/n bawah ada profil Knight Kushina. kakashi memang lebih tua dari Itachi. tapi di fic ini selisihnya cuma dua tahun. Kakashi jadi murid Minato saat Umur tiga belas tahun. penjelasan Itachi ada di bawah. Tidak apa..Ryuu-kun! karena hati Kushina hanya milik Minato seorang! Jiiah #Author lebay.
tHANKS TO :
Zea .lo, Namikaze Sholkhan, Naminamifrid, Neko Twins Kagamine, Nagasaki, guest(1), b, guest (2).
A : Terimakasih atas reviewna. ada yang minta biar tambah hot? hohoho, bubu usahain-TeheexD. tapi nggak bakal keluar dari rate T, cuma 'nyerempet' aja ;D ahahaha.
Khusus untuk Sansiro Asakura Yoh, salam kenal juga. dan sesama pikun, bubu benar - benar memahami perasaanmu. liat aja di fic ini berapa kali Disclaimer-nya kelupaan -,-. Yosh Sekian sesi Q & A!
.
Selamat membaca Readers!
.
.
Kau tahu? Ada kalanya ketika kau kehilangan sinar yang menerangi hidupmu, mungkin kau akan merasa depresi? Kesal? Atau Emosi lainnya yang menyesakkan dadamu.
Tapi aku tidak.
Yang kurasakan kini hanyalah…
Kehampaan
.
.
CHAPTER 6 : REGRET
.
.
Naruto POV
Sudah Kukatakan pada kedua orang KNIGHT-ku untuk menunggu-ku di luar areal pemakaman. Awalnya mereka memaksa untuk ikut.
Proteksi, kata mereka.
Setelah perdebatan yang panjang, mengesalkan, dan merepotkan. Akhirnya aku bisa meyakinkan mereka dan meloloskan permintaanku.
Aku menghela nafas dalam – dalam hingga muncul uap hangat yang menguar dari mulutku, berbanding terbalik dengan suhu udara pagi ini yang cenderung anjlok dibandingkan sehari sebelumnya.
Yah, ini pagi yang beku.
Tetes embun yang menyatu dengan rintik hujan masih menyisakan tetes – tetes air di dedaunan.
Hijau.
Satu kata itu tercetus di kepala-ku. Sambil mengedarkan tatapanku pada tempat asing yang kata mereka tempat dimakamkan-nya Sensei-ku.
Tempat ini terlihat sangat rapi dan di rawat dengan baik. Rerumputan yang pendek tak sampai beberapa mili, dan harum bunga bekas melayat masih tercium.
Aku memang sengaja tak datang saat pemakamannya. Karena aku tahu…
Makam itu kosong.
Tubuh Kakashi-sensei, menurut yang aku dengar memang tak ditemukan. Yang di temukan hanyalah sebuah Hitai-te, lambang yang di kenakan shinobi dari organisasi tertentu ketika menjalankan misi, yang bersimbah darah sang Mangaka.
Aku meringis saat mengingat bahwa aku telah menyia – nyiakan saat terakhirku pada sosok yang sering menampakkan eye smile itu dengan memberikan deathglare.
Dan disinilah aku.
Menghadap sebuah tugu berwarna biru cerulean dengan bentuk limas.
Tugu Para Pahlawan.
Begitu mereka menyebutnya.
Aku menghela nafasku.
Namanya terukir di sana. Di salah satu sisi kiri bawah dari tugu.
"Bodoh" rutukku pelan sambil berjongkok, menatap lekat – lekat pada tulisan yang tertulis di sana.
Nama Sang Mangaka tertulis dengan huruf kapital. Seakan berbangga karena namanya telah tercetak sebagai salah seorang pahlawan, bagi Konoha.
Organisasi berisi orang – orang 'shinobi' yang bahkan tak pernah di ketahui keberadaannya.
Apakah akan cukup menenangkan bagimu jika aku melanjutkan Karya tak jelas buatanmu itu, sensei?
Apakah cukup dengan aku menjadi bagian KONOHA, meski aku tak tahu dengan apa sebenarnya aku terlibat?
Bukankah kau secara isyarat pernah mengatakan akan menjelaskan sisa kebenaran yang kau pendam itu nanti, sensei?
"Bodoh" ulangku sekali lagi.
Penyesalan memang selalu datang di akhir
Dan pada akhirnya, Aku telah menjadi orang bodoh yang hanya bisa menyesali kebodohannya.
.
.
Hidden Hospital, HeadQuarter Base 8
Seorang Pria memandang kosong pada langit - langit kamar inap. Rambut hitamnya yang diikat samurai tegak keatas tak sebanding dengan raut wajahnya yang hampa.
Dihempaskan kepalanya di bantal. Namuntetap saja hal itu tak membantunya untuk menghilangkan rasa kesalnya.
Tap, Tap.
"Yo, Shika (KRAUUK) Sudah baikan?" Tanya sosok yang baru saja muncul di sela kegiatannya melahap keripik kentang.
Sosok pria itu melirik sejenak pada sahabat Tambun-nya yang baru saja memasuki kamar inapnya sejenak, lalu menghela nafas.
"Sudahlah, Shika. (KRAUUK) Ini bukan salahmu (KRAUK). Ini sudah menjadi (KRAAUK) keputusan Kakashi-senpai" Ucap Chouji sambil menenangkan Shikamaru.
Namun ucapan Chouji bukannya membuat Shikamaru merasa lega, malah membuat pria itu mengingat kejadian 24 jam sebelumnya.
-FlashBack-
"Yahiko-san?! Kenapa kau bergabung dengan Akatsuki?"
Sosok dengan piercing yang Nampak gahar itu hanya menatap bosan pada mangaka bersurai silver yang hampir tak bisa bergerak akibat tusukan benda hitam tajam yang memaku tubuh sang mangaka dan pemuda nara ke tanah.
"Baiklah, akan kuceritakan sedikit kisah sebelum kau pergi dari dunia ini,…Kisah tentang seorang anak yatim piatu yang sangat menyayangi adiknya" Ucap sosok yang di panggil Yahiko itu sembari duduk di sisi sang mangaka.
Sedangkan Kakuzu menggeram kesal karena rencananya untuk menjual organ dalam korbannya akan di sela oleh 'dongeng' pengantar tidur dari atasan-nya yang ber-codename : PEIN.
"Dulu. Jauh sebelum Akatsuki sebesar sekarang. Ada seorang bocah yang sangat naïf. Ia percaya bahwa perdamaian pasti akan tiba. Bersama sang adik, ia mendirikan organisasi kecil, bernama AME. Hingga suatu hari, mereka mendapat serangan dari organisasi adikuasa, KONOHA."
"Ya, aku pernah dengar cerita itu dari Minato-sensei, bukankah saat itu Kushina-nee yang menyelamatkanmu dan adikmu? Dan akhirnya menjadikanmu Knight Kushina-nee" sela Kakashi sambil membandingkannya dengan cerita yang dituliskannya di manga.
"Sudah kubilang banyak yang keliru dalam komik bejat-mu itu, Kakashi. Jadi, diam dan dengarkan" tegur Yahiko dengan nada dingin dan menguarkan Killing Intent yang lumayan besar.
GLEK! Keringat dingin muncul di tubuh Kakashi. Membuatnya terbungkam.
"Benar. Saat itu Kushina memang datang untuk menyelamatkanku. Tapi, dia tak lebih dari seorang gadis tanpa kemampuan. Pada akhirnya, adik yang sangat kusayangi, Uzumaki Nagato, mengorbankan dirinya dan mentransplantasi-kan mata-nya pada-ku"
Yahiko lantas menyibak poninya yang menutupi kedua irisnya. Menunjukkan bukti kebenaran ceritanya.
Nampak kedua bola mata Yahiko berpola riak air dengan corak keunguan. Membuat Kakashi dan Shikamaru melotot tak percaya.
"Tidak mungkin…Rinnegan….?" Ucap kedua sosok itu dengan lirih, yang dengan sukses membuat Yahiko menyeringai.
"Benar. Kushina sendiri-lah yang mentransplantasikan mata adikku ini. Dan sebelum adikku benar – benar menutup matanya dari dunia, ia memintaku menjaga Kushina yang notebene adalah seorang Uzumaki. Sejak saat itu aku menjadi Knight-nya."
Yahiko menutup kedua matanya dan menghela nafas.
"Dari hubungan dengan Kushina-lah aku tahu semua kebohongan yang diciptakan KONOHA untuk menutupi kesadisannya, meski Kushina dengan naïf-nya berusaha mengelak dari kenyataan, dan tetap mempercayai bahwa KONOHA adalah pihak yang baik"
"pada akhirnya, aku membulatkan tekad untuk membunuh Kushina lebih dulu, sebelum orang – orang KONOHA yang dicintainya itu yang menghabisinya,…" sambung pria dengan banyak piercing itu.
"A-APA?! YAHIKO-SAN…TIDAK MUNGKIN. KAU TAK MUNGKIN MEMBUNUHNYA SENDIRI" elak Kakashi Sensei. "Karena Jika Seorang Jinchuuriki meninggal, maka,.."
" ..Hati Knight yang ditinggalkannya juga akan hancur?.." sahut Yahiko dengan nada mengejek.
" heh,..jangan bercanda, aku bukan seperti Hiashi yang langsung depresi seusai kematian Kushina, aku bukan Minato yang merelakan dirinya meninggal di saat bersamaan dengan Kushina, dan aku bukan Itachi yang sekarang menjadi seorang Brother Complex"
Tutur Yahiko dengan seringaian di wajahnya. Sejenak, tiba – tiba wajahnya kembali stoic.
"karena Hatiku sudah hancur berkeping–keping sejak kematian Nagato."
"Tak masalah jika aku harus membunuh Kushina, atau orang lain. Aku sudah tak peduli dengan dunia busuk ini"
.
.
Kakashi POV
Aku terdiam mendengar penuturan sosok yang dianggap sensei-ku sebagai salah seorang sahabat terdekatnya.
Bagaimana bisa? Batinku.
Apakah lelaki dihadapanku ini selalu memakai topeng saat bersandingan dengan Kushina-nee, sensei, Hi-cchi, dan Ita-kyun? Bukankah Yahiko atau Ya-san sendiri adalah lambang dari semangat, tekad, dan keberanian?
Kenapa dia begitu hampa. Tidak pasti ada yang salah.
"Nggh,.." Kudengar suara rintihan dari tempat tak jauh dariku. Salah satu Kohai-ku juga terkapar tak berdaya akibat tusukan benda hitam aneh yang menancapkan tubuh kami ke tanah.
Benar juga, ini bukan waktunya untuk bingung.
Nyawa kami di pertaruhkan disini.
Aku harus menyelamatkan diri kami. Paling tidak, misi ini harus berhasil.
Aku sudah berjanji pada Minato-sensei untuk menjaga putra semata wayangnya. Sensei sudah berbuat banyak untukku, dan aku,..harus membalasnya.
Aku harus memakai jurus 'Itu', dan menyelamatkan Shikamaru-kun dan Informasi yang berhasil dikumpulkannya.
"Cukup berbincangnya,…Akan kuselesaikan,.." Sosok Knight dari istri sensei-ku itu berdiri dari posisi duduknya dan mengarahkan tangan kirinya ke arahku.
"SHINRA,.."
Kualirkan cakra sebanyak mungkin ke bola mata sebelah kiri-ku. Membentuk apa yang kusebut dengan Mangekyou Sharingan.
"KAMUI!" pekikku sedikit tertahan sambil memfokukan jutsu Jikukan khas Uchiha pada tubuh shikamaru. Menyeret tubuhnya ke dalam vortex dari ketiadaan untuk di pindah ke tempat yang jauh lebih aman.
"Tung-gu, senpai!" Kudengar sejenak suara Shikamaru yang hendak protes, namun sudah terlanjur terseret jauh ke dalam vortex.
Deru nafasku mulai tersengal – sengal, dan liquid kental mengalir deras dari kkelopak mata kiriku.
Aku,..berhasil,..batinku
Yahiko yang melihat itu tampak sedikit shock.
"KUBUNUH KAU!" erangnya kemudian.
Kakashi POV End
.
.
Pik!
Kedua bola mata sosok pemuda Nara itu langsung menjumpai aksen hijau pepohonan.
"Shikamaru! Akhirnya kau sadar. Astaga, tubuhmu penuh tusukan. Benda apa ini, dimana Kakashi-senpai? Oy, Shikamaru, jawablah!" Tanya sosok berambut pirang secara beruntun pada Shikamaru.
Shikamaru mengerjapkan matanya sejenak.
Mengingat hal yang baru saja di alami-nya, kemudian tersentak.
"Choujii! Hubungi HQ, cepat minta bantuan! Kakashi-sen—pai,.."
Bruughh
DHUUAAARRRR!
"Shikamaru!" kedua rekannya dengan panik saat melihat Ketua misi mereka jatuh tak sadarkan diri dengan perdarahan hebat di sekujur tubuhnya, dan disaat bersamaan terjadi ledakan hebat tak jauh dari tempat mereka.
"Astaga,..tunggu sebentar." Ucap Chouji dengan tergesa – gesa menghubungi HQ.
"Kepada HQ, terjadi kesalahan dalam misi. Mohon dikirim bantuan saat ini,..Kakashi senpai,.."
-"Maaf,..di layar kami, radar transmisi yang tertempel pada Hatake-san telah menghilang. Dia dinyatakan tewas dalam misi,..Tim InoshikaCho diharap kembali ke HQ"—
"APA?!"
-Flashback End-
Pemuda Nara itu menghela nafasnya dalam – dalam.
"Semuanya,…salahku,…" gumamnya lirih, meski sahabat akimichi-nya masih dapat mendengarnya.
"Shika,.."
Kemudan Shikamaru menatap sahabat dekatnya itu dengan tatapan yang entah kenapa terasa tegas, seperti tatapan seorang bos pada anak buahnya..
"Pergi dan ambilkan aku berkas- berkas yang berkaitan dengan Akatsuki, Chouji. Kita tak bisa tinggal diam melihat perang akan berlangsung, kan? Merepotkan, sih. Tapi aku takkan mengulangi kesalahanku lagi, dan membawa aliansi pada kemenangannya."
Chouji menganga sejenak dengan mulut belepotan bumbu keripik kentangnya membentuk huruf o saat mendengar permintaan sahabatnya itu.
kemudian ekspresi itu berubah menjadi senyum lembut pada sahabatnya yang masih terbaring lemah di ranjang rumah sakit itu.
"Yah,..itu baru Shikamaru yang kukenal"
.
.
With Naruto
Naruto baru saja hendak meninggalkan pemakaman para 'Shinobi' sampai akhirnya ia mendengar suara pekikan tak jauh dari tempatnya berdiri.
"Hm?" Naruto mulai lirik kanan lirik kiri.
Tak ada orang.
Hawa dingin tiba-tiba menyapa bulu kuduk di tengkuk Naruto.
"Kyaaa,…Tolong!" suara pekikan itu semakin keras membuat Naruto yang sudah merinding disko jadi,..
"GYAAAH, AMPUN, ADA HANTU!" jerit Naruto tak kalah Histeris sambil bersiap ambil langkah seribu, padahal sinar mentari masih bersinar terang benderang.
"WOOY, BAKA! SIAPA YANG KAU BILANG HANTU! CEWEK CANTIK BEGINI DIBILANG HANTU? !" terdengar sahutan kemarahan dari kejauhan.
GLEK!
Naruto menelan ludah dengan keringat jatuh di kepalanya.
'Hantunya kok narsis, ya' batin pemuda uzumaki itu.
"BAKA! CEPETAN KESINI!"
Dengan takut – takut pria bersurai blonde itu menghampiri sumber suara gahar yang baru saja terdengar di gendang telinganya.
Nampak sesosok gadis bersurai pirang dengan iris aquamarine berparas ala model di catwalk yang berusaha menyeimbangkan tubuhnya yang membawa tumpukan karung pupuk organik sendirian.
Satu kata muncul di benak naruto pada pandangan pertama-nya.
…BARBIE….
"Hmmpfft" Naruto menutup mulutnya menahan agar tak tertawa terlalu keras. Melihat sosok yang mirip dengan tokoh kartun yang sangat dikagumi kaa-chan-nya sedang mengangkut pupuk?
Well, ini jelas penghinaan bagi Barbielover semacam Kaa-chan-nya.
Sedangkan alis sang gadis sudah bertaut dengan sempurna melihat sosok beriris shappire di hadapannya yang memalingkan wajahnya dengan tubuh bergetar menahan tawa.
"BAKA! BANTU AKU, BODOH! BENDA INI BERAT SEKALI!" protes sang gadis.
"Iya,..Iya,.." sahut Naruto setelah sukses menghentikan tawanya. Ia menghampiri Gadis bersurai warna yang sama dengannya itu.
Saat Naruto sudah menadahkan tangannya untuk menerima satu atau dua karung untuk meringankan beban yang dibawa gadis itu, tanpa diduga, dan tanpa belas kasih, sang gadis langsung melimpahkan semua karung pupuk yang dibawanya pada naruto.
Sedangkan total karung yang dibawa gadis itu adalah sepuluh karung. Benar – benar kekuatan monster.
Naruto yang kaget karena tiba –tiba limbung ke arah gadis itu, dan..
BRUUAAAGGHH
Yah,..perbandingan kekuatan fisik seorang shinobi dan seorang naruto saat ini memang sangat berbeda jauh.
.
.
Dengan Sakura dan Hinata.
BRUUAAAGGHH
"KYAAA!"
"WAA!"
Kedua sosok wanita cantik berbeda umur itu langsung menoleh pada sumber suara. Nampak burung – burung dari sana berterbangan dengan panik akibat ledakan suara dari arah pemakaman.
"Eh, bukannya itu suara Naru-kun, ya?" Ucap Gadis yang menaikkan topi yang menutupi surai merah jambunya.
Sedangkan sosok yang lain langsung berlari menuju asal suara dengan raut wajah khawatir.
"Oy,..Hiina-chan! Tunggu!" akhirnya sosok bertopi itu pun mengikuti langkah gadis bersurai indigo itu.
.
.
Naruto POV
"Uungh,.." Aku menggeliat pelan.
Mataku masih berkunang – kunang, dan beberapa kantung pupuk yang terjatuh tersebar di sekitarku.
Aku benar – benar kaget.
Maksudku, Apa gadis Barbie itu gila?
Bisa-bisanya, dia, tanpa peringatan, menimpakan kantung – kantung pupuk sialan yang beratnya kuperkirakan lebih dari sepuluh kilo begitu saja ke tanganku.
Terkutuklah Kaa-chanku yang mencintai Barbie.
Aku menegakkan tubuhku dari posisi menelungkup, namun sebuah suara mengagetkanku.
Aku menoleh pada sosok di bawahku. Ternyata benar, gadis Barbie itu tertimpa oleh badanku, dan tanganku,…
PESSSHH..
Wajahku memanas begitu menyadari posisi kami yang…saling menindih,..dan…
"Na-Naruto-sama,.."
"Naru-kun?!"
Perhatianku teralihkan saat pandanganku menangkap adanya kedua sosok yang baru datang.
SHIT, OH, SHIT!
Nampak kedua sosok itu tiba -tiba mengeluarkan aura membunuh yang pekat sat melihat posisiku, ralat, posisi kami.
Aku meneguk ludahku.
Tuhan,..tolong selamatkan nyawa hamba-mu ini,..batinku dalam hati sambil menangis darah.
Naruto POV End
.
.
Ino POV
"BRENGGSEEK, KAU NARU-KUN! RASAKAN INI! SHANNARO!"
"Tu-Tunggu, Sa-sakura, aku bias jelas-kan!"
BUAAGGH
Sosok lelaki pirang berkumis kucing itu terpental beberapa meter ke rerumputan akibat pukulan dari sosok yang kukenali sebagai Haruno Sakura, teman dari Shika.
"Kau tidak apa-apa? Nee-chan?"
Aku memalingkan wajahku pada sosok bersurai indigo yang menatapku khawatir meski kulihat ia masih mengembungkan mulutnya dengan kesal dan aura membunuh yang masih menguar deras dari tubuhnya yang proporsional.
Yah, gadis yang cukup kukenal. Satu-satunya anggota klan Hyuuga yang masih hidup setelah perang shinobi terakhir, menurut cerita ayahku.
"Eto, Aku Tidak apa." Ucapku pelan masih dengan wajah merona.
Aku menundukkan kepalaku.
Wajahku kembali memanas mengingat apa yang baru saja terjadi.
Pria itu, entah sengaja atau tidak. Memunculkan debaran aneh di dadaku.
Aku meremas ujung kemeja yang kugunakan sambil sedikit menggigit bibir bawahku.
"…Baka…" Ucapku lirih sambil menatap pria yang tergeletak tak berdaya di atas rerumputan itu.
Ino POV End
.
.
Garden Star, Café and Resto 12.44
Ketiga orang gadis cantik dan seorang pria yang bonyok itu duduk santai di café yang menyediakan pemandangan taman bunga yang indah itu.
"Gomen Naru-kun. Aku tadi terlalu emosi" Ucap Sakura sambil menggaruk tengkuk-nya dan tertawa hambar setelah mendengar cerita sebenarnya dari gadis bersurai pirang.
Sedangkan yang diajak bicara hanya mendengus kesal.
"Oh, ya. aku belum memperkenalkan diri, ya? Ok. Namaku Yamanaka Ino. Hobiku berkebun dan merias. Yang kusukai orang tua dan teman – temanku. Yang tidak kusukai kecoak. Cita-citaku menjadi Ibu rumah tangga yang baik"
Gadis pirang yang dikuncir kuda tinggi itu memulai pembicaraan.
"Ino? Wah nama yang lucu,..Boleh kupanggil Ino-Pig? Rasanya pantas,.." Ucap Gadis bersurai merah jambu dengan antusias.
Sedangkan gadis pirang itu malah men-deathglare Sakura.
"Siapa yang pig? Forehead?" balas Ino dengan nada sarkastik, sedangkan sakura menggeram marah.
"Namaku bukan Forehead. Aku Haruno Sakura. Hobiku bermain boneka, dan mencium naru-kun!"
Ucapan Sakura langsung membuat ketiga sosok lainnya merona. Terutama Naruto yang terperangah mendengar kata – kata Sakura.
"Yang kusukai adalah Nii-chan, Naru-kun, dan Hiina-chan. Yang tidak kusukai adalah Ino-pig dan orang – orang yang membuat orang yang kusayangi bersedih. Cita-cita-ku menjadi istri yang baik untuk Naru-kun"
Sakura menyilangkan kedua tangannya dan melesakkan punggungnya ke sandaran kursi dengan bangga.
Sejenak diam, Kemudian, Gadis beriris Ametyst menyambung perkenalan.
" ,..Namaku Hyuuga Hinata. Hobiku menghabiskan waktu bersama orang – orang yang kusayangi. Yang Kusukai (melirik Naruto dengan wajah memerah, lalu menundukkan kepala), dan memasak. Yang tidak kusukai melihat orang bersedih atau diabaikan oleh orang lain. Cita – citaku menjadi Kunoichi (shinobi wanita) yang hebat dan bisa melindungi Naruto-sama"
Kemudian ketiga gadis itu menatap pada satu – satunya sosok yang belum memperkenalkan diri.
"A-Apa?" Tanya Naruto dengan menunjukkan ekspresi Watados.
"Perkenalkan dirimu, Baka" Ucap Ino dengan gemas.
"E-Eh? Memangnya harus?"
"Na-Naruto-sama,..Perkenalkan dirimu atau kau tak akan pernah memakan masakanku lagi,.." Ucap Hinata dengan senyuman manis pada Naruto dengan Aura membunuh di sekelilingnya.
Glek!
"I-iya,..Aku tahu kok! Aku kan Cuma bercanda hehe" Ucap Naruto sambil tertawa pelan, menyembunyikan keringat jatuh yang menetes di kepalanya.
"Oke. Namaku Uzumaki Naruto. Hobiku berlatih dan bekerja. Yang Kusukai Ramen, Warna Oranye, Keempat Orang tua-ku, juga orang – orang yang menerimaku apa adanya. Yang tidak kusukai orang yang berbohong, dan Orang yang melukai orang – orang yang kusayangi. Cita-citaku adalah menjadi kuat dan membuat bangga keempat orang tua-ku, dan Orang – orang yang kusayangi."
Ino mengernyit sejenak saat mendengar tentang 'Keempat orang tua' yang dimaksud Naruto. Sedangkan Hinata dan Sakura hanya mengangguk maklum dengan apa yang dikatakan Jinchuuriki mereka.
"EHEM,…permisi,..Bolehkah aku bergabung dalam perbincangan ini?"
Suara asing menginterupsi pikiran ke empat remaja itu.
Iris Shapphire Naruto terbeliak begitu melihat siapa sosok yang menyapa mereka.
"Ka-Kau! KAKAK KERIPUT MISTERIUS DARI DREAMLAND!"
.
.
HeadQuarter KONOHA
Sesosok pria berambut perak dengan bekas luka di wajahnya memasuki ruangan dengan wajah stoic.
"Hashirama-sama, Identitas Jinchuuriki baru sudah teridentifikasi. Dan yang paling mengejutkan. Beliau adalah Kazekage dari Suna sendiri. Saya merasa bahwa masih ada kemungkinan Suna akan membelot dari pihak Aliansi" Ucap Pria itu pada sesosok pria bersurai hitam panjang yang menopang dagunya.
"GAAHH,..kau itu terlalu formal Otouto. " Ucap Sang Hokage sambil mengacak – acak rambutnya sendiri dengan kesal akibat sikap sang adik.
"…Hm, Ini adalah Urusan penting, Tuan Hokage yang juga dijuluki sebagai salah Satu Titisan Dewa Shinobi dari Jaman keemasannya dan di hormati oleh seluruh Organisasi Shinobi,…"
"HUUWWAAH,..Jangan mengintimidasiku dengan Titel yang disematkan orang kepadaku, dong, Tobirama! Itu menyebalkan!" Protes Hashirama.
"Kenapa? Titel adalah bentuk dari harapan yang digunakan orang lain dan juga bentuk penghormatan atas kemampuan dan,…"
"CUKUP! CUKUP! Kepalaku semakin pusing kalau mendengar Omonganmu, Otouto"
Tobirama menyeringai tipis melihat kelakuan kakaknya.
"Jelaskan saja secara singkat dan padat. Siapa penyusup di organisasi ini, dan langkah apa yang harus kita ambil. Lagipula kita juga kehilangan salah seorang Shinobi terkenal akibat misi kemarin, dan Jinchuuriki bermarga Uzumaki itu juga Nampak Shock,…berikan aku saran,…"
Hashirama memerintah pada sang adik dengan nada tegas.
" Hm. Aku sudah memerintahkan anak buahku untuk mengawasi Jinchuuriki Uzumaki itu dari jarak jauh yang tak bisa dirasakan oleh Sensor Knight-nya, kudengar pagi ini dia pergi ke Makam Pahlawan Shinobi KONOHA"
"Lalu,…Anbu Ne, di bawah perintahku sudah mengetahui dalang di balik penyusupan ini. Yaitu Orochimaru, salah satu dari 3 Sannin yang menjadi murid Hiruzen Sarutobi, murid kesayangan Kakak. Dan yang menjadi Mata – matanya adalah,…"
"Umino Anko…"
"bukan, lebih tepatnya Istri dari Umino Iruka, yaitu Mitarashi Anko,.."
" Dan Eksekusi untuknya akan diadakan seminggu lagi…"
.
.
Garden Star, Café and Resto
Sluurrp
Terdengar suara saat sosok Uchiha sulung itu menyeruput teh hangatnya dengan tenang. Seakan menghiraukan deathglare dari keempat sosok di hadapannya.
Setelah selesai, Sosok pria paruh baya itu meletakkan cangkirnya di meja.
"Hn. Sampai mana kita tadi?" Tanya sosok itu dengan tampang Innocent.
"Apa yang Kakak Keriput inginkan, sampai mendatangiku dua kali?" Tanya Naruto dengan tegas. Sedangkan sosok yang ditanyai hanya menepuk jidatnya.
"Hn. Ini bukanlah Keriput, anak Kushinacchi. Ini adalah Tren" Ucap Itachi mengelak dari tuduhan Naruto.
Yang semakin membuat Naruto dan ketiga gadis lainnya sweatdrop di tempat.
"Ada yang ingin kubicarakan dengan-mu, Uzumaki Naruto. Dan Ini tentang segel Cakra di perutmu" Ucap Itachi dengan santai membuat Tatapan Naruto mendadak menjadi hampa.
"Apa Maksudmu, Itachi-san! Kau mau melukai Naru-kun? Jangan mengatakan yang tidak – tidak pada Naru-kun!" Protes Sakura.
Itachi menatap Gadis beriris Emerald itu dengan wajah bosan.
"Aku tidak sedang bicara dengan-mu, pengkhianat. Justru aku yang khawatir kalau Anak Kushinacchi dekat-dekat denganmu. Mungkin saja kau akan mengkhianatinya nanti, sama saat kau mengkhianati-ku dan Sasu-chan."
Deg!
Sakura terbungkam. Ia menundukkan kepala. Tak berani balas menatap pada Onyx sang Uchiha lagi.
"…Kau kenal dengan Ibu kandungku?..." Ucap Naruto dengan sangsi.
"Hn. Tentu saja. Aku tidak hanya kenal dengannya. Tapi aku sangat dekat dengannya. Karena itu-lah aku peduli padamu, bocah."
"Baiklah, akan kudengarkan. Tapi setidaknya biarkan aku tahu namamu dulu, tuan,.." Sahut Naruto.
Itachi tersenyum tipis.
"Baiklah,..Namaku Uchiha Itachi. Aku adalah satu dari dua Knight Ibu-mu yang masih hidup saat ini, bocah. Salam kenal" Ucapnya dengan nada ramah.
.
.
"Kau KNIGHT dari Kaa-chanku? Tunggu dulu, Itachi? Ita?" Naruto mengusap dagu sembari berfikir dimana ia pernah mendengar nama itu. Kemudian matanya terbeliak lebar
"KAU adalah ITA-KYUN!" pekik Naruto sambil menunjuk seorang Uchiha yang terkekeh pelan di hadapannya.
"Haha,..yah, nama panggilan yang memalukan sebenarnya. Tapi apa boleh buat, umurku saat itu masih dua belas tahun dan masih imut – imutnya…" sambung Itachi sambil terkekeh pelan sambil mengusap dagunya.
Naruto jawdrop.
Dasar Narsis, pikirnya.
"E, eto, Itachi-kun, bagaimana kalau kau jelaskan alasan kedatanganmu? Dan kenapa kau memasang Kekkai di area ini. Dan bukankah semua pengunjung di resto ini hanyalah akibat dari Genjutsumu, Itachi-kun?"
Itachi menaikkan sebelah alisnya saat mendengar pertanyaan itu.
Ditatapnya sosok yang menanyakan hal yang cukup sensitive baginya itu.
Saat menyadari bahwa yang mengatakan itu adalah seorang gadis bersurai indigo panjang dengan iris Amethyst, Itachi hanya mengangguk maklum.
"Gomenne minna. Aku lupa Kalau naruto-kun juga punya KNIGHT dari klan Hyuuga. Seperti biasa, Byakugan milik klan Hyuuga memang sangat cermat, seperti milik Hicchi-san" Ucapnya sambil terkekeh.
Deg!
Hinata terdiam, sedangkan iris Amethystnya berubah sendu.
Dia mengenal Tou-sama,..batin gadis itu dengan ekspresi yang tak bisa di tebak.
"Aku melakukan semua itu,..karena aku tidak mau pembicaraan kita ini di dengar oleh orang – orang KONOHA yang menguntit kalian sejak dari makam." Sambung Itachi.
"EH? Kami Diikuti?" Ulang gadis Yamanaka, bersamaan dengan ketiga sosok lainnya yang semakin shock akibat jawaban Itachi.
"Benar. Dan Oh,..apa kau KNIGHT baru-nya Naruto-kun, nona? Kenapa Aku tidak merasakan cakra naruto pada tubuhmu? Atau jangan -jangan, kau belum pernah berciuman dengannya?"
BLUUSSHH
Sontak wajah Ino dan Naruto serentak memanas dan merona.
Sakura menghela nafasnya dan memalingkan mukanya dengan raut wajah jutek,
Hinata yang menunduk sambil menggembungkan pipinya dengan kesal
dan Itachi yang terkekeh pelan.
"Hn, lanjut, ya." Sambung Itachi setelah selesai tertawa.
"Kalian tahu, aku memimpin sebuah Organisasi Netral dan tidak memihak kubu manapun. Kami mengobservasi kelebihan dan kekurangan antara satu kubu dengan yang lain. Dan kami mendapat kesimpulan…"
"…Akan terjadi perburuan Jinchuuriki , dan perang besar – besaran yang dilakukan oleh kedua kubu. Kubu Aliansi, dan Kubu Akatsuki…." Jelas Itachi sambil bersedekap.
"Kepala Naruto juga akan diincar. Karena itu, kurasa kalian, sebagai KNIGHT Naruto masih belum mampu menjaga Naruto."
" Buktinya saat di dreamland kemarin, aku hampir berhasil menangkap Naruto, meski aku belum terlalu serius saat itu. Sedangkan yang mengincar Naruto itu sama kuatnya denganku atau yang lebih buruk, mereka jauh diatas levelku."
Hinata dan Sakura menenggak ludah mendengar penjelasan Itachi.
Kedua iris Onyx milik Uchiha sulung itu menatap tajam pada keempat remaja itu. Sejenak ia menghela nafas.
"Karena itu, aku menawarkan pada Naruto untuk kulatih selama tiga bulan tanpa campur tangan Shinobi KONOHA. Aku akan mengajarimu dasar – dasar pengendalian cakramu yang meledak – ledak itu, Naruto. "
"Dan membiarkanmu mengendalikan cakramu yang tersegel itu seutuhnya. Berhubung hanya aku orang yang diserahi catatan cara pengendalian cakra seorang Jinchuuriki yang ditulis langsung oleh Kedua orang tuamu… "
"Juga,..jangan salahkan aku yang tak kunjung memberikanmu pelajaran ini, nak. Tanyakan pada Hatake-sensei-mu itu kenapa dia selalu membawamu kabur dari hadapanku... "
Sambung itachi sambil mengedikkan bahu-nya. Kemudian Uchiha sulung itu kembali meminum tehnya.
Naruto termenung sejenak.
Ditatapnya Itachi dengan tatapan yang tak dapat dimengerti oleh Itachi bahkan oleh dirinya sendiri.
"Kau tahu Itachi-nii, kalau boleh kupanggil begitu. Sekarang aku menyadari. Jika di umurmu yang semuda itu sudah memikirkan hal yang serumit ini, pantas saja kau mengalami penuaan dini. Karena bahkan aku pun tidak mengerti, karena ucapanmu terlalu panjang-dattebayo"
"UhukUhukUhuk" Itachi langsung tersedak.
Naruto memiringkan kepalanya tidak mengerti. "Apa aku salah bicara?"
Sedangkan ketiga gadis lainnya hanya bisa sweatdrop.
"Ahahaha,…tidak apa. Kalau memanggilku begitu, aku jadi merasa punya adik kedua disini. Dan lagi, tak kusangka sifatmu itu ternyata benar – benar mirip Kushinacchi meski wajahmu jelas 100% cetak biru dari tampang si kuning Jelek itu…" Tawa Itachi.
'A-Aku kan juga berambut kuning? Tunggu,…Apa dulu Tou-sanku sejelek itu?'Batin Naruto dalam hati sambil menangis ala anime.
'Mereka berdua sama saja' batin Ino, Hinata, dan Sakura secara bersamaan.
"Baiklah,…Kurasa cukup kita berbincang disini. Besok, kutunggu kalian di Dreamland. Dan kita akan memulai latihanku dengan Naruto-kun. Kalian, Knight Naruto, boleh ikut dan berlatih dengan anak buahku. "
"Kalau begitu,..Jaa-ne, minna"
"KAAAKK!" "KAAK!" "KAAKK!"
Dan Tiba-tiba tubuh Itachi pun menghilang dalam gerombolan burung gagak.
.
.
Saat keempat sosok itu tersadar, Naruto segera buru – buru bangkit dari duduknya.
"Aku mohon pada kalian bertiga, rahasiakan pertemuan kita dengan Itachi-nii,..dan besok, kumohon datanglah, kita akan menjadi kuat bersama – sama"
"HA'I NARU-KUN/NARUTO-SAMA" Ucap Sakura dan Hinata bersamaan.
"Err,..Maaf, tapi aku bukan KNIGHT-mu, jadi aku tak bisa menjanjikan kalau aku,…" Ino terburu – buru meninggalkan ketiga sosok yang baru dikenalnya itu. Namun pergelangan tangannya langsung di tahan oleh telapak tangan Naruto.
Aquamarine milik Ino pun beradu dengan Shappire Naruto.
"Kumohon,..Ino-chan,.." Ucap Naruto dengan nada memelas di tambah dengan Puppy eyes no jutsu yang dipelajarinya dari script De Busted.
Nampak Gadis yamanaka itu kembali menggigit bibir bawahnya dengan gelisah dan wajah yang kembali memerah karena pemuda Uzumaki itu menambahkan embel – embel –chan pada namanya.
"BAKA! Apa boleh buat, Sekali ini saja, Ingat hanya SEKALI! setelahnya Bukan Urusan-ku." Ucap Ino sambil melepaskan tangannya dari genggaman Naruto, lalu setengah berlari meninggalkan Naruto dengan Knightnya.
.
.
UNKNOW PLACE
Remang dan lembab.
Hanya dua kata itulah yang menggambarkan keadaan lorong yang dilalui oleh sang Uchiha bungsu. 'Sarang Ular' begitu Ia dan sang Kakak menyebutnya.
Dulu, tempat ini adalah tempat para Uchiha mempersiapkan diri akan peralatan perang. Baik itu obat – obatan, kunai, shuriken, kertas peledak, bahkan makhluk hasil eksperimen si empunya tempat ini bisa dibeli, hanya untuk kalangan Uchiha.
Markas Orochimaru memang tempat yang paling didatangi Uchiha seperti dirinya, sebelum pembantaian itu terjadi.
Pembantaian yang dilakukan oleh Kakek yang sangat disayanginya. Ralat, Mantan-kakek-yang – pernah –sangat- disayanginya.
Madara Uchiha.
Salah satu dari dua Titisan Dewa Shinobi dari Jaman keemasannya.
Remaja itu mengeratkan jubah hitam panjangnya.
-FlashBack-
"Dengar, Otouto. Dari sini temuilah BakaOrochi, lalu tanyakan baik-baik, pada pihak mana dia mendukung. Nanti aku akan menyusulmu"
Sesosok pria dengan rambut yang dikuncir rendah balik menatap pada sosok di hadapannya.
"Memangnya kau mau kemana Itachi-nii?" Sosok remaja berambut model Chicken Ass itu pada kakaknya yang memasukkan barang – barang yang di bawanya ke scroll penyimpanan.
"Aku akan pergi sedikit membantu Gaara-kun. Posisinya sekarang cukup mengkhawatirkan, Konoha sudah tahu identitasnya yang sesungguhnya." Ucap Itachi sambil mendengus kesal.
Sasuke memiringkan kepalanya.
"Bukannya Gaara sendiri yang setuju untuk menunjukkan sedikit identitasnya pada Konoha? Ini ada kaitannya dengan bocah Uzumaki itu, kan?" Sambung Sasuke.
Itachi terkekeh pelan mendengar komen dari adik satu – satunya itu.
"Kau cemburu, Otouto? Bukankah Nii-chan sudah bilang kalau kau adalah segalanya bagi Nii-chan?" Ucap Itachi sambil mengacak – acak surai raven remaja berumur Sembilan belas tahun itu.
"Hn,..Nii-chan,…Aku tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Tapi kalau itu membuatmu senang, aku takkan keberatan Nii-chan" Ucap Sasuke sambil tersenyum miring.
"Yah,…itu baru adikku. Aku yakin kau bisa bertahan dalam bernegosiasi bersama BakaOrochi sampai aku datang. Karena adikku adalah seorang Prodigy yang bahkan melebihi-ku."
"Hn"
"Aku percayakan padamu, Otouto"
-Flashback End-
Sasuke melangkahkan kakinya. Seakan mengikuti perintah batinnya, sharingan sasuke pun secara otomatis aktif.
Saat mendapati sosok yang dicarinya benar – benar ada di ruangan di hadapannya, tanpa ragu ia mendorong pintu itu dan memasuki ruangan yang di penuhi tabung – tabung berisi makhluk eksperimen milik Salah satu legenda Sannin itu.
"Konbanwa, Orochi-sensei. Apa kau sudah lama menungguku?" Tanya Sasuke sambil tersenyum miring pada sosok yang tak asing bagi-nya itu.
"Ah,..Konbanwa, Sasuke-chan! Sudah lama kau tak mengunjungi Orochi tua ini. Bagaimana kalau kau duduk dan minum teh dulu sebelum aku mengambil tubuh potensial-mu itu sebagai bahan eksperimen-ku?"
Sosok Pria bersurai panjang dan berkulit pucat itu menjilat bibirnya seakan menemukan mangsa baru. Sedangkan Sasuke hanya terkekeh pelan.
"Ayolah, sensei. Bukan berarti karena sekarang kau memihak pada Madara Jiji lalu kau boleh sesuka hati mengambilku begitu saja. Tapi, kalau hanya bermain, aku akan melayani dengan senang hati sensei." Sambung Sasuke tanpa menghilangkan senyum mengejek dari wajahnya yang memiliki level diatas rata – rata.
"Khukhukhu, kearoganan-mu-lah yang membuatmu tersingkirkan dari rencana Kakekmu sendiri, Sasuke-chan. Aku tahu itu berat bagimu, dan juga kakak-mu. " Gumam Orochimaru sambil melepas jas peneliti-nya.
"Yaah, sepertinya sudah jelas kau ada di pihak yang mana, Orochi-sensei. Dan kebetulan sekali, kau akan mendapat kehormatan untuk menjadi yang pertama melihat jutsu baru yang kuciptakan,.." Ucap Sasuke dengan kecepatan tinggi menerjang Orochimaru dari arah depan.
"Bodoh, menyerang dari de,.."
BUAAGHH
Tendangan Sasuke tepat mengenai kepala mantan sensei-nya itu. Bukan dari arah depan, justru dari arah sebaliknya.
Sasuke tersenyum puas melihat Taijutsu baru ciptaan-nya menghasilkan HeadShot.
"…Beraninya,..Kau,..SASUKEE!..." jerit sang Sannin Ular.
Sasuke tersenyum miring.
"Wah,..wah,..Sepertinya ini akan jadi permainan yang menyenangkan, sensei"
.
.
TBC
.
.
A/n :
Fyuuh...akhirnya selesai juga ch 6. dan sesuai janji. ini dia profil KNIGHT Kushina!
Hyuuga Hiashi (Hicchi) :
· Umur saat menjadi KNIGHT adalah 21 tahun.
· Berperan sebagai KNIGHT sensor dan Petarung jarak dekat.
· Mencium telapak tangan Kushina sebagi bentuk rasa hormat.
· Memanggil Kushina dengan Ojou-sama. Pernah jatuh cinta pada Kushina, tapi pada akhirnya lebih memilih untuk menjadi figur seorang kakak bagi gadis Uzumaki itu.
· Pada akhirnya menikah dengan wanita dari klannya, dan memiliki seorang putri yaitu Hinata. Namun ia tewas saat menyelamatkan keluarganya dari pembantaian saat perang Shinobi.
· Permintaan terakhirnya adalah agar Hinata menjadi KNIGHT bagi Uzumaki Naruto yang Notebene adalah Putra dari Uzumaki Kushina.
Uchiha Itachi (Ita-Kyun) :
· Umur saat menjadi KNIGHT adalah 10 tahun. Di deklarasikan sebagai KNIGHT termuda yang pernah ada.
· Seorang Prodigy dari klan Uchiha, dan Ahli Genjutsu.
· Melakukan kontak transfusi cakra dengan dikecup pada keningnya. (#Lihat waktu Tsunade mencium kening Dan Kato dan Nawaki)
· Memanggil Kushina dengan Kushinacchi. Sempat menyukai Kushina, namun pada akhirnya mengalah pada Minato, namun tetap mengawasi keduanya dari jauh.
· Setelah meninggalnya Kushina dan Dibantainya Klan Uchiha, Itachi mendirikan TAKA dan melatih dan menyayangi adik kesayangannya, Sasuke. Dan berjanji akan membantu Anak Kushinacchi agar tak menjadi korban perang Shinobi.
· Informasi peninggalan dari Minato, ia gunakan untuk membangun kekuatan kelompoknya, dan para Jinchuuriki, termasuk Naruto.
Yahiko (Ya-san):
· Umur saat menjadi KNIGHT adalah 19 tahun (seumuran dengan Kushina)
· Berperan sebagai MultiRound Fighter. Agak ceroboh, namun penuh semangat. Meski akhir – akhir ini terungkap bahwa dialah dalang di balik kematian Kushina.
· Untuk Kontak Transfusi Cakra saat itu dikecup pipinya. #Ampun readers, jangan bantai bubu! X'o
· Memanggil Kushina dengan BakaKushi. Perasaannya pada Kushina katanya sebatas penghormatan karena Kushina berasal dari klan yang sama dengan adik angkatnya yang tersayang, Uzumaki Nagato.
· Tujuan masuk Akatsuki masih belum teridentifikasi. #Sabar ya, Minna! Tee—hee-!
Namikaze Minato (Mina-tan):
· Umur saat menjadi Knight adalah 19 tahun (seumuran dengan Kushina dan Yahiko)
· Berperan sebagai ahli strategi dan petarung jarak menengah.
· Memanggil Kushina dengan Kushu-chan, dan sangat mencintainya. Mereka pun menikah dan memiliki seorang Putra, yaitu Uzumaki Naruto.
· Tewas sesaat setelah menyegel kekuatan Jinchuuriki-nya Naruto karena kehabisan cakra. Karena sebelumnya ia bertarung dengan Yahiko dan Pria bertopeng spiral. Udah tau kan siapa?
· Guru dari seorang Hatake Kakashi, dan Murid dari Ero-sennin, Jiraiya.
· Tanpa sepengetahuan siapa pun menitipkan cara – cara yang tepat bagi Jinchuuriki untuk mengendalikan cakra-nya pada Itachi.
yAP ITU DIA pROFIL kUSHINA! tehee-xD! aRIGATOU SUDAH MAU MEMBACA FIC ABAL INI - mINNA. dan TERIMAKASIH untuk NAKKUN.
Dan jangan lupa jika ada saran, kritik, juga uneg - uneg tentang fic abal ini, silahkan di tumpahkan di kotak review..kan sayang kalo kosong terus...#Bercanda. piss Mammen..TeeHee-xD!
.
.
Bubu Out! Jaa-nee!
