Chapter 5: I Love You Until Die, My Idol No Inspired -_-

Cast: Zhang YiXing

Byun BaekHyun

Summary: Ketika kita benar benar mencintai idola kita sendiri dan melakukan apapun asal kita dapat mendapatkannya.

Rated: T

Genre: Romance, Humor maksa /? I think it's not romance

Disclaimer: Semua milik Tuhan!

Warning: OOC, Ejaan tidak sesuai EYD, Ancur, YAOI, ALL PAIR, ABSURD, Typo(s), Don't Like Don't Read!

HAPPY READING!

Byun Baekhyun. Seorang solois yang sudah mendunia. Dengan suara indah bak suara malaikat yang sedang tertawa, Ia menghibur orang dengan nyanyian indahnya.

Bagaimanapun juga, ia adalah seorang idol. Mendapat pujian yang membuatnya bersemangat atau mendapat celaan yang membuatnya down sudah lama ia alami. Bernyanyi adalah takdirnya. Bernyanyi adalah pilihannya.

"Baek!" Baekhyun yang sedang berada di lobby gedung sebuah stasiun televise kini menoleh dan mendapati Tao, manager sekaligus sepupunya itu mendekatinya.

"Apa?"

Tao memutar bola matanya malas. "Ayolah, kau jangan sok polos begitu"

Baekhyun mengerucutkan bibirnya tak peduli. Lalu pandangannya melihat dua sosok tiang dan ia tersenyum imut melihat mereka. "Ya Kris Wu! Park Chanyeol! Bawakan barang-barangku!"

Pletak! Tuk!

"Aw! Ya!" Baekhyun mengerucutkan bibirnya lucu begitu kris dan Chanyeol memukul kepalanya bersamaan.

"Aigo, Kyeopta!" Baekhyun memerah begitu Kris dan Chanyeol mengelus kepalanya sayang. Tao yang melihatnya ikut mengerucutkan bibirnya cemburu. Bukankah dua tiang tersebut kekasih Tao bukan Baekhyun. Hei, Tao benarkah? Mempunyai dua kekasih? Oke abaikan saja biarkan itu kehidupannya. Dasar Panda.

"Kajja Baek! Ppalli!"

"Kris! Yeol! Tolong ya" Tao langsung menyeret Baekhyun dan meninggalkan dua orang kelebihan tinggi itu membawa barang-barang Baekhyun. Ya mereka memang bodyguard Baekhyun bukan? Meskipun mereka merupakan sahabat Baekhyun dan Tao juga.

"Baek! Nanti kau akan bernyanyi dengan piano di sampingmu. Jadi, kau buatlah fanservice yang membuat fansmu berteriak gila, ya seperti berpose seksi dengan menggerakkan tubuhmu erotis di atas piano itu" tutur Tao asal yang membuat Baekhyun yang sedang di tata rambutnya ingin menimpuk Tao dengan hair dryer.

"kau fikir aku penari erotis yang biasa di bar-bar dengan tiang itu? Ya, kalau tiangnya Kris dan Yeol sih tidak apa-apa" kali ini Tao yang ingin menimpuk Baekhyun dengan buku bercover tebal berisi jadwal Baekhyun. Sedangkan Kris dan Chanyeol di sebelah Tao melayangkan ciuman jauh pada Baekhyun alhasil setelah itu buku bercover tebal berisi jadwal baekhyun itu melayang ke dua tiang yang berada disampingnya menimbulkan gelak tawa yang sangat keras sang artis yang sedang dirias.

"Ayolah Baek, hanya fanservice, buat hal yang baru" Beberapa menit kemudian Tao kembali bersuara.

Pletak!

"Aw! Ya Baek!"

Tao mengusap kepalanya yang baru saja di pukul oleh Baekhyun yang sudah siap untuk performance-nya. Dengan kemeja putih dan jas abu-abu dengan celana dan sepatu berarna senada dengan jasnya, serasi dengan piano hitam di stage nanti.

"Lakukanlah pemanasan dulu Baek, kalau nanti suaramu ada saatnya bergoyang, kau tak bisa meraih falsetto yang bagus dan pitch yang bagus, kau akan mati di tanganku"

"Hah, iya. Berlebihan sekali. Oh ya aku ke toilet sebentar" Tao hanya mengangguk karena sibuk dengan ponselnya untuk membicarakan jadwal-jadwal Baekhyun ditemani dua kekasihnya di sebelah kanan dan kirinya. Sungguh, Baekhyun sedikit iri dengan hal itu. Bagaimana bisa sepupunya yang menjadi managernya itu malah mempunyai dua kekasih sedangkan ia yang bahkan menjadi artis yang dikenal seluruh dunia tidak mempunyai kekasih satu pun.

Tak lama, Baekhyun sudah sampai di toilet pria di gedung tersebut, sebelumnya ia sempat tersesat di toilet wanita dan tentu saja pekikan para wanita yang berada di sana membuat Baekhyun langsung lari ke toilet sebelahnnya. Suasananya cukup sunyi daripada toilet wanita. Bahkan hanya ia seorang. Ia berjalan menuju bilik nomor satu.

Tak lama kemudian, Baekhyun keluar dari bilik tersebut, ia berjalan menuju wastafel yang berada disitu. Ia mencuci tangannya lalu melirik ke kaca sedikit untuk melihat wajahnya, merapikan rambutnya pelan.

Ceklek!

Baekhyun sedikit tersentak dengan pintu yang terbuka. Lalu, sosok lelaki berbaju santai memasuki toilet dan berjalan menuju wastafel sebelah Baekhyun.

Sosok tersebut mengeluarkan sebuah toples kaca, Baekhyun sedikit terkejut saat sosok tersebut mengeluarkan sebuah pisau dapur mengkilat itu tapi ia sedikit lega ketika sosok tersebut mengeluarkan sebuah apel dan mengupas apel tersebut yang sebelumnya di cuci lalu memasukkannya kedalam toples kaca, bagaimana bisa ada orang yang mengupas buah di toilet.

Baekhyun sedikit menatap aneh lelaki tersebut pada pantulan kaca. Ia sedikit tersentak apa yang barusan ia lihatnya, apakah lelaki tersebut tadi meliriknya dengan seringai yang menakutkan. Baekhyun mengalihkan pandangannya kembali kepada keran air yang masih menyala dan memutuskan untuk lebih baik segera pergi dari sini.

"Byun Baekhyun" Baekhyun mengentikan langkahnya begitu ia sampai di sebelah lelaki tersebut, ia menoleh dan mendapati senyuman ramah lelaki terebut yang membuat Baekhyun sedikit lega meruntukinya tadi yang menyurigai lelaki ramah ini. Ia membalas senyuman lelaki itu.

"Aku Zhang YiXing, panggil saja Lay. Aku anak pemilik acara ini. Salam kenal."

"Annyeong Lay, Aku Baekhyun, salam kenal juga, semoga kita bisa menjadi teman yang baik"

Baekhyun menjawab ucapan Lay dengan senyum manis yang tak lepas di wajahnya, dan Lay sangat menyayangkan hal tersebut, senyuman Baekhyun sangat indah, ingin ia menyesali semuanya, tapi sudah terlambat…

"Ya semoga. Dan aku sangat mencintaimu Byun"

CROS!

Lay menghunuskan pisau dapur yang dipegangnya itu tepat di sekitar jantung Baekhyun, ia mencabik kulit Baekhyun sampai organ tubuh terpenting Baekhyun bernama jantung itu terlihat, ia tersenyum begitu ia melihat organ tersebut lalu ia mengalihkan pandangannya pada wajah Baekhyun yang saat ini menunjukkan kesakitan, senyuman manis itu pudar digantikan ringisan menyakitkan. Lay sungguh sangat menyayangkan itu.

Ia mengambil jantung itu dan ia menaruh jantung tersebut di toples yang berisi potongan apel tadi. Sebenarnya ia memotong apel tadi hanya menguji pisau dapur itu berfungsi dengan baik atau tidak, akan tetapi pisau tersebut malah berfungsi dengan sangat baik sehingga membuat Lay semakin bersemangat.

Ia kembali melihat wajah Baekhyun yang kini sudah menutup matanya, ia mengecup pelan bibir yang penuh darah dan air mata tersebut lama. Tak sadar, ia meneteskan air matanya.

"Kau memang tak pernah mengenalku Byun"

Bahkan ia mencintai Baekhyun sudah lama, dan selama ini yang selalu mendukung Baekhyun untuk menjadi superstar adalah dirinya. Walaupun ia memang selalu kalah dengan sepupu dan kedua sahabat Baekhyun itu.

"Lebih baik kita mati sama-sama Byun"

Lay melepas kecupan tersebut. Ia lalu menghunuskan pisau dapur tersebut ke daerah dada kirinya sendiri dan melakukannya persis seperti ia melakukannya pada Baekhyun tadi. Dengan cepat ia menaruh jantungnya di toples kaca tersebut. Lalu ia memejamkan matanya dan tersenyum pedih.

-aku mencintaimu sampai mati, idolaku'Byun Baekhyun'. ZYX-

END

ANNYEONG!

APA INI ?! Hahahaha.. maafkan sayalah.. ini malah momen LayBaeknya apaan langsung mati. Ini no inspired masa reflek/? aja nulis kaya ginian, gak taunya malah njurus ke bunuh bunuhan padahal saya agak gak suka gituan '-' yasudahlah.

Sekali lagi ya, saya buat ini couplenya semua couple. Ada official pairnya kok tapi gak sekarang karena ini di undi, saya main sama temen saya dan akhirnya jadinya ff begini (?)

GOMEN MENGECEWAKAN
XIE XIE UDAH REVIEW
ANNYEONG!

REVIEW LAGI LOH YAAA *eh