TRUST IN YOU

Yuki: *tersenyum* "hai, Minna kembali bertemu dengan Yuki di chapter ke 3 ini! Yuki sangat senang bisa bertemu dengan Minna-san lagi, dan juga terima kasih atas review-nya"

Natsu: "terima kasih pada Hayati JeWon-san yang sudah merievew untuk Yuki-Chan, Yuki-Chan sangat senang menerimanya"

Happy: "terima kasih juga pada Luna d' yang sudah merievew untuk Yuki-Chan, dan K.C Dragnfilia terima kasih sudah merievew dari chapter pertama dank e dua, dan terima kasih atas semangatnya untuk berjuang dengan UN"

Natsu: "dan juga selamat datang Rukami-Chan, terima kasih sudah membaca fict ini, dan maaf jika alurnya kecepatan dan Yuki-Chan menunggu Fict buatan Rukami-Chan" *^-^*

Happy: "terima kasih juga kepada Sugoii karena sudah merievew dan aku akan berusaha menyemangatiku dalam melanjutkan fict ini sampai ke chapter 3!"

Yuki: "dan terima kasih rievew-an dari fidyaIR-san yang sudah me-riview juga! Dan juga Saikari Nafiel terima kasih membaca dan merievew fict ini, dan ini update ke-2 sudah ada, dan sekarang sudah masuk ke chapter 3, terima kasih atas review-an kalian semua, itu membuat Yuki terharu" *^-^*

Happy: "Yuki-Chan, kamu masih marah, ya?" *sedikit gugup*

Yuki: *pura-pura tidak kenal* "maaf, siapa, ya?"

Happy: *pundung* "Yuki-Chan masih marah… kalau aku tidak masuk kedalam cerita lagi bagaimana, dong…"

Natsu: *mencoba menghibur Happy* "sudahlah, Happy…"

Happy: "Natsu sih tidak usah khawatir, kan kamu pemeran utama cowok disini, sedangkan aku? Aku cuman…" *mau nangis*

Yuki: *sedikit merasa bersalah*

Natsu: "baiklah, sepertinya Happy sedang down sekali, silahkan enjoy chapter kali ini~~~"

Fairy Tail bukan punya saya, melainkan milik Hiro Mashima-Sensei, saya hanya memiliki Fict ini, jika Fairy Tail punya saya, pasti ceritanya sudah hancur.

Enjoy~~~

Sebelumnya:

"oh, iya aku belum memperkenalkan diriku padamu, ya, namaku Lisanna Strauus, sahabat Lucy"kata Lisanna tersenyum.

"eh…?"

"EHHHH?!"kata mereka kaget.

"iya, dia sahabat baruku, atau bisa dibilang sahabat baru kita semua"kata Lucy tersenyum.

Juvia sedikit kaget dan akhirnya tersenyum, ia merasa lega dan senang karena Lucy sudah mendapatkan sahabat baru.

"aku Juvia Lockstar, sahabat Lucy dari dulu, kita bersahabat juga, ya, Lisanna"kata Juvia tersenyum dan Lisanna dan Lucy pun tersenyum.

Mereka pun akhirnya tertawa bersama, dan menghabiskan hari bersama.

Tapi, mereka juga belum tau badai cinta yang datang bukan hanya 1 saja.

Masih banyak badai cinta yang membuat mereka menjadi bingung dan bisa saja membuat mereka terluka dan terkadang membuat mereka senang.

Disisi lain terdapat gadis berambut silver pendek yang melihat mereka dari kejauhan dengan tatapan sedikit iri dan sedih.

"Sting-sama…."

-Chapter 3-

Sudah hampir 3 bulan lamanya setelah kejadian Geng 'Xrash' berbaikan dengan Zeref dan juga kejadian tentang Lisanna, dan mereka sekarang sedang mengerjakan ujian sekolah yang menurut para murid sangat menyebalkan.

Di ruangan kelas Lucy, nampaknya Lucy sedikit kesal karena ada beberapa soal yang tidak bisa ia kerjakan dan membuatnya frustasi.

'ini apa jawabannya?!'batin Lucy kesal.

Lalu ia melihat Natsu yang bermalas-malasan, karena ia sekarang sedang melihat kearah jendela dengan tatapan bosan.

'apa dia sudah mengerjakan semuanya?'batin Lucy heran.

Natsu tampaknya sadar diperhatikan oleh Lucy ia menoleh kesamping dan Lucy yang langsung mengalihkan pandangannya kearah kertas dan berusaha focus pada kertas soalnya. Dan Lucy tau sekarang Natsu sedang menertawainya.

'sial! Pasti dia menertawaiku…!'batin Lucy kesal dan melirik kearah Natsu dan benar sekarang Natsu sedang menertawainya dan membuat Lucy tambah kesal.

Setelah bel pulang sekolah, semua murid mengumpulkan kertas soal dengan wajah yang senang dan puas dan ada juga dengan wajah yang muram.

Lalu Lucy langsung pergi dan bertemu dengan Juvia dan Lisanna.

"tunggu, Lucy"ujar Natsu dari belakang tapi Lucy pura-pura tidak mendengar.

"masa kau marah gara-gara aku menertawaimu tadi, sih?"kata Natsu yang terdengar meledek di telinga Lucy, Lucy hanya kesal

"aku tidak marah, kok!"kata Lucy kesal

"wajahmu saja sudah mengatakan kau marah"ujar Natsu

"aku bilang aku tidak marah! Dasar!"kata Lucy kesal

Sedangkan Natsu hanya menghela nafas dan dalam perjalanan ia bertemu dengan Zeref

"Natsu, kebetulan aku bertemu denganmu! Ada yang harus kubicarakan padamu!"kata Zeref yang menarik Natsu, walaupun Natsu berusaha lepas dari Zeref.

Lucy hanya melihat kepergian mereka dan langsung melanjutkan perjalanannya

TAP TAP TAP

BRUK

-Lucy P.O.V-

Bruk

Aku kaget karena tiba-tiba aku menabrak seseorang

"Ouch… Ouch… ah! Maafkan aku!"kata orang yang menabrakku

Aku langsung berdiri, dan melihat orang yang menabraku

Gadis berambut silver pendek dan mata berwarna caramel coklat

"M-Maafkan aku!"ucapnya menunduk

Aku hanya menggeleng

"tidak apa-apa, kok. Aku juga minta maaf, aku tadi tidak melihatmu"kataku tersenyum

"Maafkan aku juga! Seharusnya aku melihat kalau berjalan, maaf!"katanya lalu pergi dengan cepat

Aku hanya heran melihatnya dan aku pun melanjutkan perjalanku, tapi tiba-tiba aku melihat sebuah ponsel yang tergeletak di lantai.

"ponsel ini… apa punyanya, ya?"Tanyaku bingung

Lalu aku pun mengambil ponselnya yang terjatuh, dan aku pun melihat Sting yang sedang berjalan kearahku.

"hy, Lucy, kau sedang apa?"Tanya Sting yang menyapaku

Aku langsung menoleh kearah Sting

"hmm… ponsel itu kan bukannya punya Yukino?"Tanya Sting yang melihat ponsel yang sedang kupegang

"ponsel punya Yukino…?"Tanyaku heran

"ya, kau tadi bertemu dengan gadis berambut pendek berwarna silver dan mata berwarna coklat caramel?"Tanya sting

Aku hanya mengangguk

"ponsel ini punyanya"kata Sting

"kau tau dari mana ponsel ini punyanya? Kau pernah mengambilnya, ya?"kataku yang curiga

"sembarangan saja! Aku tau ponsel ini punya Yukino, karena aku pernah melihanya, dan itu kan ada gantungannya"kata Sting yang menunjukkan jarinya kearah gantungan

"hmm… ya, sudah. Nanti kau kembalikan, ya. Aku mau ke Juvia dan Lisanna"kataku yang memberikan ponsel ke Sting dan langsung pergi meninggalkannya

-Sting P.O.V-

Lucy langsung pergi setelah memberikan ponsel Yukino padaku

'kenapa aku yang harus mengembalikannya?'batinku bingung

Aku hanya bingung dan melihat ponsel Yukino

Tap Tap Tap

Aku mendengar suara langkah kaki dan melihat Yukino yang sedang gelisah dan mencari-cari sesuatu

'sepertinya dia sedang mencari ponselnya'batinku

Lalu aku pun mendekat kearahnya dan dia sedikit kaget karena aku menghampirinya, dan entah kenapa dia bertingkah aneh saat berada didekatku

"Sting-Sama…!"ucapnya kaget saat melihatku

"kau mencari ini?"Tanyaku yang menunjukkan ponselnya

Ia pun mengangguk, dan aku memberikannya ponselnya

"kenapa ponselku berada di Sting-sama?"Tanya Yukino heran

"tadi Lucy yang memberikannya padaku, sudah, ya…"kataku yang langsung pergi meninggalkannya

"Sting-sama…"gumannya pelan

-Natsu and Zeref Site-

"aduh…! Zeref…! Kau tidak usah sampai menarikku…!"kata Natsu kesal dan melepaskan tangan Zeref yang menarik baju Natsu

"Sorry…"kata Zeref yang melepaskan tangannya

"jadi, kau mau bicara apa?"Tanya Natsu kesal

"aku dapat kabar dari Ayah dan Ibu, katanya mereka akan pulang minggu depan saat liburan"kata Zeref

"ya, lalu?"tanyaku dengan nada bosan

"mereka ingin mengadakan Party"kata Zeref

"huh…? Party…?"ujar Natsu sedikit kesal

"ya, dan kau harus datang"kata Zeref

"huh…? Ogah! Malas banget gw!"kata Natsu kesal dan menolak

"tapi, Natsu, ini undangan dari Ayah langsung"kata Zeref

"aku paling malas dengan yang namanya Party ataupun pesta-pesta yang gak jelas…! Kau tau kan…!"kata Natsu kesal

Zeref hanya menghela nafas

"kalau kau tidak mau ikut, ya, sudah. Tapi, ayah minta kau dan semua temanmu datang"kata Zeref

"cth! Dasar..! memangnya Party apaan?"Tanya Natsu kesal

Zeref hanya tersenyum tipis

"pesta pertunanganku"ujar Zeref

-Natsu P.O.V-

"pesta pertunanganku"ujarnya

Eh…?

Eh…?

"maaf, bisa kau ulangi lagi?"Tanyaku yang memastikan

"baiklah, Party itu merupakan pesta pertunanganku"ujar Zeref tersenyum

Aku masih bingung dan masih mencoba mencerna kalimat Zeref

Pesta…

Pertunangan…

Zeref…?

Eh…

Eh…?

Eh….?!

"t-tunggu dulu! Kau memang mau bertunangan dengan siapa?!"kataku yang kaget

"kenapa kau kaget begitu? Tentu saja dengan Mavis, kan"kata Zeref

"k-kalian punya hubungan?!"Tanyaku kaget

Sedangkan Zeref hanya menghela nafas

"Natsu, kau memang sangat pintar tapi terkadang kau sangat bodoh"kata Zeref yang menghela nafas

"apa katamu?!"kataku kesal yang tidak terima sindiran Zeref

"maaf, maaf… tapi memang benar, aku akan bertunangan dengan Mavis, awalnya aku ingin mengadakan pesta sederhana saja, tapi saat kuberitau Ayah dan Ibu, mereka sangat senang dan gembira sekali, sampai-sampai mereka akan datang dan mengadakan pesta saat liburan disini. Karena itu aku menyuruhmu dan teman-temanmu datang"kata Zeref

Aku hanya menghela nafas

"kalau memang begitu, apa boleh buat. Aku akan datang dan juga teman-temanku"kataku yang menghela nafas

-Normal P.O.V-

Lalu setelah itu Natsu pun keluar dari ruangan dan pergi keruangan geng 'Xrash' meninggalkan Zeref yang memandangnya dengan tersenyum tipis.

Tap Tap Tap

Lalu datang wanita berambut pirang bergelombang mendekatinya.

"syukurlah dia mau datang, Zeref"kata Mavis yang tersenyum

Zeref hanya mengangguk

"ya, aku juga sangat khawatir jika dia benar-benar tidak mau datang"kata Zeref

"mungkin dalam hatinya, ia benar-benar sudah memaafkanmu"kata Mavis

"kuharap begitu…"ujar Zeref dengan tersenyum kearah wanita yang disampingnya ini

-Yukino P.O.V-

Aku sedang berjalan disebuah taman dan tanpa kusadari aku melihat ruangan yang sangat berisik dan ramai

'bukannya ini ruangan geng 'Xrash'?'batinku yang melihat ruangan tersebut

Aku mulai memberanikan diri melangkah mendekat kearah ruangan itu, dan semakin aku mendekat semakin terdengar dengan keras suara keramaian didalam

'apa Sting-sama ada disini…?'batinku yang berpikir

Aku sebenarnya ingin masuk dan mengajak Sting mengobrol, tapi aku sama sekali tidak punya keberanian untuk mengajaknya mengobrol. Dia sudah menyapaku saja aku sudah sangat senang

Lalu tiba-tiba ada seorang berambut silver pendek sepertiku yang mendekat

"maaf, kau cari siapa?"Tanya gadis itu

Aku pun langsung terkaget dan langsung mundur sedikit jauh. Gadis itu hanya merasa bingung dengan sikapku

'dasar Yukino bodoh! Apa yang kau lakukan?! Dia jadi bingung, kan?!'batinku yang panic dan kesal

Lalu gadis itu pun mendekat padaku

"maaf, aku mengagetkanmu, ya? Namaku Lisanna Staruss, kau bisa panggil aku Lisanna, apa kau sedang mencari seseorang?"Tanya-nya dengan ramah

'aku sebenarnya ingin mengobrol dengan Sting-sama…! Tapi mana mungkin aku mengatakan itu!'batinku sedih

"t-tidak, kok. Aku cuman berjalan melewati ruangan ini, dan kudengar banyak suara keramaian didalam"kataku yang tersenyum

"hmmm…. Apa kau mau masuk?"tanyanya

Ehh?

Apa yang dikatakannya?!

Aku masuk kedalam ruangan geng 'Xrash'?! disana aku memang bisa bertemu dengan Sting-sama tapi, aku masih takut….!

"t-tidak apa-apa, kok! Aku tidak usah masuk!"kataku

"kenapa? Kau disambut, kok"ujarnya tersenyum

Lalu ia pun menarikku masuk kedalam ruangan geng 'Xrash', dan aku melihat Sting-sama yang sedang bercanda ria dengan seorang gadis berambut pirang dan gadis berambut biru tua, dan juga teman-temannya.

"Minna…!"panggil Lisanna senang dan menyapa teman-temannya

"hy, Lisanna. Lho, siapa gadis ini?"Tanya gadis berambut biru tua menunjukku

"oh, gadis ini… tadi aku melihatnya diluar, jadi aku bawa masuk saja, umm… namamu.."kata gadis itu

"Y-Yukino, namaku Yukino Agria"kataku dengan langsung memperkenalkan diri

"namaku Lucy Heartfilia, Yoroshiku"kata gadis bernama Lucy yang tadi sempat kutabrak

"namaku Juvia Locstar"kata Juvia

"dan namaku Lisanna Strauss, tapi aku sudah sempat bilang tadi, ya"kata Lisanna tersenyum.

-Normal P.O.V-

Brak

Tiba-tiba Natsu datang dengan membuka pintu dengan keras yang sudah dianggap biasa oleh anak-anak geng 'Xrash', lalu dia pun mendekat kearah Lucy dkk.

"aku punya kabar untuk kalian"kata Natsu

"kabar apa?"Tanya Lucy heran

"Zeref bilang, dia dan Mavis-sensei akan bertunangan"kata Natsu

"bukannya, Zeref pesta tunangannya sudah lama?"Tanya Lucy heran

"mungkin saat Zeref bilang pada Ayah dan Ibuku, dia mengulur pesta-nya dan akan melaksanakan party-nya saat liburan nanti"kata Natsu

Lalu setelah itu Natsu dan yang lainnya pun mengobrol dengan yang lainnya. Sedangkan Yukino merasa dirinya seperti pengganggu saja dan akhirnya dia pun melangkah pergi menjauhi ruangan itu.

-Yukino P.O.V-

Aku berjalan menjauh dari ruangan geng 'Xrash', aku seperti jadi pengganggu disana, dan memang sejak awal aku sudah tau kalau tidak bisa bersama mereka. Aku terlalu pemalu, dan tidak bisa berinteraksi dengan yang lain juga.

-Sting P.O.V-

Aku hanya melihat Yukino yang pergi, dan merasa bingung. Kenapa dia bisa ada disini, apa karena dia ingin minta maaf pada Lucy karena sudah menabraknya?

-Normal P.O.V-

Waktu berlalu berjalan cukup cepat dan tanpa mereka sadari ternyata mereka sedang berada di Party yang sangat mewah dan megah.

Didalam sebuah ruang ganti wanita, yang terdapat Lucy, Lisanna, Wendy, dan Juvia yang sedang menata diri untuk pesta yang akan dimulai.

Sedangkan di ruang ganti pria yang terdapat Natsu, Rogue, Sting, dan Gray yang sedang bersiap-siap dengan pesta yang akan dimulai.

Sedangkan Zeref dan Mavis masih berbincang-bincang dengan keluarga Dragneel.

"cth! Kenapa aku ikut kedalam Party ini, sih?"kata Natsu kesal

"sudahlah, Natsu… ini kan pertunangan Zeref, kakakmu sendiri"kata Gray yang menenangkan Natsu

"cth! Kalau bukan acara penting, aku tidak akan mau ikut"kata Natsu kesal lalu keluar ruangan.

Lalu saat keluar ruangan ia melihat Lucy dan yang lainnya sedang bersama Mavis.

"hy, Natsu"kata Mavis tersenyum

"Natsu, kau terlihat cocok dengan baju itu"kata Lisanna tersenyum dan membuat Rogue yang mendengarnya sedikit kesal.

Lucy yang menyadarinya hanya bingung dengan sikap Rogue yang terlihat kesal karena Lisanna memuji Natsu.

"kau kenapa, Rogue?"bisik Lucy heran

"tidak, tidak apa-apa"kata Rogue yang kelihatan kesal

Gray dan Sting pun menyusul kearah Acara yang akan segera dimulai oleh Zeref.

"Perhatian! Ladies and Gentlemen, saya sebagai pembawa acara yang sangat COOL ini, bersama saya Jason yang COOLL, kita akan mendengarkan kata-kata sambutan dari sang empunya pesta, silahkan Zeref Dragneel"ujar Jason dengan mempersilahkan dan orang-orang yang bertepuk tangan.

Zeref pun maju berdiri dan tersenyum lalu Jason memberikan Mic pada Zeref.

"selamat datang di pesta pertunanganku saya malam ini, terima kasih untuk kehadiran semua yang sudah menyempatkan diri untuk datang. Terima kasih juga pada Ayah dan Ibu serta adikku, Wendy dan Natsu yang sudah datang, seperti yang kalian dengar dan tau, aku adalah orang yang pernah membuat adik perempuanku hampir meninggal karena aku meninganggalkannya, dan aku juga sangat dibenci oleh adik laki-lakiku dan teman-temannya. Aku juga tau, sebenarnya aku tidak berhak mendapat semua kesempatan ini, tapi walaupun aku melakukan semua kesalahan, walaupun aku dibenci oleh semua orang, terdapat wanita yang selalu berada disisi, yang selama ini memendam rasa padaku sejak lama, walaupun dia tau waktu dulu aku tidak meliriknya dan tak pernah menyadari perasaannya, tapi ia yang selalu memberiku support, selalu membuatku semangat, dan membuatku ingin merubah kehidupanku, dan ia yang mengatakan padaku kalau 'semua kesalahan memang tidak bisa semua diperbaiki, tetapi setidaknya kita bisa mencoba' kata-katanya menyadarkanku akan kesalahanku, ia menyadarkanku bahwa aku mempunyai orang-orang yang kusayangi. Karena dirinya dan teman-teman sekalian, aku bisa berubah, terima kasih atas semua yang kalian lakukan padaku, karena aku sekarang tau dan sadar akan diriku sendiri"ujar Zeref yang menyelesaikan kata sambutannya.

Terdengar suara tepukan tangan oleh hadirin yang ada, dan Mavis hanya tersenyum lembut memandang Zeref lalu Zeref dan yang lainnya memulai pertunangannya, pesta yang meriah dan mewah membuat suasana sangat romantic, semua orang yang ada disana berdansa dengan pasangannya kecuali Natsu, Lucy, Lisanna, Rogue dan Sting.

Natsu dan Lucy pergi berdua didekat air mancur yang sangat cantik dengan lampu-lampu yang berwarna-warni yang sedang menyala.

Rogue dan Lisanna berbincang-bincang dengan santai di sebuah balkon yang berbeda dari Natsu dan Lucy.

Sedangkan Sting berjalan-jalan mengintari taman, dia sengaja pergi sendirian, karena ia tau kalau ia terlalu dekat dengan Lucy, perasaan suka yang ia pendam sejak 3 bulan lalu akan semakin kuat, dan ia tau, ia tidak mungkin merebut Lucy dari Natsu yang selalu membantunya, sewaktu dulu dari kecil.

-Flash Back on, Sting site-

Sewaktu masih kecil, Sting selalu di bully oleh teman-teman sekelasnya, waktu itu ia adalah cowok yang sangat culun, tidak bisa apa-apa dan selalu menurut perkataan orang lain. Dan di waktu itu, ia juga belum bertemu dengan teman-temannya yang sekarang.

Setiap hari seperti Neraka bagi Sting, ia serasa tidak akan pernah bisa lepas dari semua bully-an teman-temannya, tapi seketika ada seorang gadis berambut silver pendek yang menolongnya dari bully-an teman-temannya. Ia selalu memanggil gadis kecil itu dengan sebutan Shiro-Chan, dan gadis itu pun memanggil Sting dengan Hiro-kun. Mereka selalu bersenang-senang dan anak-anak yang lain pun lambat laun mulai berhenti mengganggu Sting. Namun, tiba-tiba gadis itu pergi tanpa mengatakan apapun pada Sting, yang membuat Sting sangat sedih sampai-sampai ia tidak mau sekolah selama 2 bulan. Namun, setelah akhirnya masuk sekolah kembali, semua merasa Sting tidak pernah ada dan tidak peduli dengan Sting lagi.

Tapi, seketika Natsu datang dan mulai bergaul dengannya, akhirnya Sting mendapatakan apa yang disebut 'sahabat' kembali, mereka lambat laun mulai mengenal satu sama lain dan Gray dan yang lainnya pun bersahabat dan membuat geng 'Xrash'.

Tapi dalam hati Sting ia masih ingin bertemu dengan gadis yang dipanggil Shiro-Chan.

-Sting P.O.V-

'Kenapa aku jadi teringat dengan Shiro-Chan?' batinku yang mengingat tentang gadis yang pernah menolongku sewaktu kecil

Aku pun berjalan-jalan kearah pintu grebang yang lumayan besar dan megah, suara alunan music juga masih sangat terdengar jelas dari ruangan megah itu.

Tiba-tiba aku melihat seorang gadis berambut silver pendek yang sedang dicegat oleh beberapa anak berandalan yang lainnya.

"itu, kan… Yukino!"kataku yang kaget dan langsung pergi kesana

-Yukino P.O.V-

Aku berlari dengan cepat untuk menjauhi anak-anak berandalan yang mengejarku, aku sangat takut karena tiba-tiba mereka langsung memaksaku untuk ikut dengan mereka

'aku harus cepat pergi! Ke tempat yang ramai…! Tapi, dimana?!'batinku panic dan masih langsung berlari sekuat tenaga.

Dan saat aku sadari aku sudah terkepung oleh anak-anak berandalan yang mengejarku.

'padahal tinggal sedikit lagi sampai disana!'batinku yang panic dan ketakutan saat melihat anak-anak berandalan yang mulai mendekat.

"dasar, harusnya kau jangan lari, kami kan tidak bermaksud untuk menyakitimu"ujar anak berandalan yang tersenyum licik.

Aku mulai mundur sedikit, dan berharap siapapun menolongku.

'seseorang… tolong aku!"ujarku dalam hati dengan berharap saat anak-anak berandalan itu semakin mendekat

Tap Tap Tap

Aku mendengar suara derup langkah kaki yang sangat cepat mendekatiku

Buak Buk Brak

Sebuah suara yang sangat keras seperti sebuah suara perkelahian yang tedengar di telingaku. Saat sepertinya sudah mereda aku pun perlahan membuka mataku dan melihat seorang pemuda yang berambut pirang, rambutnya sedikit berantakan dan pakaiannya sedikit robek dan terdapat sedikit luka.

"Sting-sama…?"tanyaku tak percaya saat melihat Sting didepanku.

"Hosh… hosh…"

Aku melihat Sting yang terlihat kekelahan karena gabis berkelahi dengan anak berandalan yang lain, lalu ia pun mendekat kearahmu, wajahnya terlihat kesal dan aku pun merasa takut.

"dasar! Kenapa kau sendirian malam-malam begini?!"Tanyanya dengan keras dan terdengar marah

Aku hanya menutup mataku dan ketakutan, karena aku tidak pernah melihat Sting-sama yang sangat marah seperti ini.

"m-maaf…"ujarku yang takut

-Sting P.O.V-

Aku sangat kesal dan marah

'kenapa dia disini malam-malam sendirian?!'batinku kesal

Aku pun melihat Yukino yang menutup matanya karena takut

"m-maaf…"ujarnya dengan ketakutan

Aku pun meredakan emosi-ku, yah… aku juga tidak seharunya memarahinya seperti itu.

"hufh… maaf, aku tadi terlalu berlebihan…"ujarku dengan nada menyesal

Lama kelamaan, dia pun sedikit berhenti gemeteran dan mulai berhenti ketakutan

"kau sedang apa malam-malam disini sendirian?"tanyaku dengan heran

"a-aku tadi… baru pulang dari… membeli perlengkapan ini"katanya dengan dengan memperlihatkan shopping bag yang berisikan peralatan alat-alat tulis.

"tapi, lain kali, kau seharusnya tidak pergi sendirian"kataku

"m-maaf…"katanya dengan menyesal

"sudahlah, karena sudah malam, kau ikut aku ke pesta disana saja. Nanti aku akan mengantarmu pulang"kataku yang menarik Yukino dengan pelan

Aku dan Yukino pun masuk kedalam ruangan megah yang sangat ramai, Lucy dan Natsu yang berada disana dan mendekat kearahku dan Yukino

"kau kenapa terlihat berantakan sekali, Sting?"Tanya Natsu saat melihatku yang memang bisa dibilang berantakan

"aku tadi sempat berkelahi dengan anak berandalan diluar saat anak berandalan itu akan menyerang Yukino"kataku yang menjelaskan

Natsu pun melihat Yukino

"kau…"ujarnya sedikit memastikan namun dia tidak menyelesaikan kalimatnya

"Lucy, kau ajak dia keruang ganti untuk mengganti pakaian yang sedikit kotor"kata Natsu yang meminta Lucy untuk membawa Yukino, lalu Lucy dan Yukino pun pergi keruang ganti.

-Lucy and Yukino site-

Lucy dan Yukino berjalan keruangan ganti wanita dan mulai memilih gaun yang akan dipakai oleh Yukino.

"ma-maaf merepotkan, Lucy-sama"kata Yukino yang merasa bersalah

"kenapa kau minta maaf? Kau kan tidak salah apa-apa"kata Lucy heran

Yukino hanya menggelengkan kepalanya pelan

"tidak, kau salah. Aku selalu merepotkan banyak orang. Makanya, maaf aku!"kata Yukino yang menunduk

Sedangkan Lucy hanya heran tidak mengerti apa yang sebenarnya yang dibicarakan Yukino, tapi Lucy merasa tidak bisa bertanya tentang itu kepada Yukino, Lucy merasa ada dinding yang terlihat antara Yukino dengan dirinya.

Setelah Yukino selesai memakai gaun berwarna putih salju dengan sepatu yang terbuat kaca, Lucy dan Yukino pun keluar ruangan ganti wanita, dan Sting dan Natsu yang menunggu.

Natsu langsung menarik Lucy pergi dari mereka berdua

"sudah, ya, aku dan Lucy akan pergi kesana"kata Natsu yang menarik Lucy, sedangkan Lucy yang ditarik hanya kesal karena seenaknya ditarik oleh Natsu.

-Lucy and Natsu site-

Lucy meronta-ronta dengan kesal dan berusaha lepas dari Natsu

"Natsu, lepas! Aku bisa jalan sendiri!"kata Lucy kesal

Natsu pun melepaskan tangannya, dan duduk disebuah bangku taman. Sedangkan Lucy hanya mendengus kesal dan duduk disamping Natsu.

"dasar! Tanganku jadi merah, kan!"kesal Lucy pada Natsu, sedangkan yang yang disampingnya tampak tak peduli dan memutar bola matanya bosan.

"hy, Natsu, kau dengar tidak?!"kata Lucy kesal

"iya, iya, aku dengar! Dasar, cewek cerewet sekali!"ujar Natsu yang malas dan kesal

Sedangkan Lucy mendengarnya makin kesal

-Natsu P.O.V-

Mendengar perkataan kalimatku tadi, Lucy tambah kesal

"Dasar! Kau menyebalkan sekali, Natsu!"kata Lucy dengan kesal dan menggembungkan pipinya yang merah karena kesal

Aku yang melihatnya sedikit tertawa.

"apa yang kau tertawakan, sih?"Tanya Lucy kesal

"kau terlihat jelek seperti itu"kataku yang mengejek

"apa?! Kau bilang aku jelek? Ya, sudah!"kata Lucy kesal dan hendak pergi meninggalkanku

"jangan marah, Lucy. Aku cuman bercanda"kataku yang sedikit tertawa

Lucy pun kembali duduk kembali

"hy, Natsu, kau tidak mengobrol dengan orang tuamu? Padahal mereka ada disini"kata Lucy

Aku hanya memandangnya heran

"tumben sekali kau mengatakan itu. Biasanya kau tidak terlalu suka mengurusiku"ujarku heran

"memangnya tidak boleh?"tanyanya dengan kesal

"ya, gak juga, sih. Hanya heran saja"kataku

"kalau tentang Zeref?"Tanya Lucy yang agak hati-hati

Aku hanya diam saja, dan Lucy tau mungkin dia seharusnya tidak bertanya seperti itu.

"aku pernah bilang, kan. Aku akan memaafkanya jika Wendy sudah kembali seperti normal dan kesehatannya sudah membaik, dan yang paling penting jika Wendy sudah mengingat semuanya dan memaafkan Zeref, aku akan memaafkannya"kataku

"jadi, saat ini kau tidak memaafkan Zeref?"Tanya Lucy

"aku memaafkannya, tapi, belum sepenuhnya"kataku

"…"

"kau tau, kan, perasaan sakit saat dikhianati oleh orang lain. Walaupun kau memaafkannya belum tentu kau akan mempercayainya kembali seperti dulu"kataku

-Lucy P.O.V-

"kau tau, kan, perasaan sakit saat dikhianati oleh orang lain. Walaupun kau memaafkannya belum tentu kau akan mempercayainya kembali seperti dulu"kata Natsu

Aku terdiam mendengar kalimat yang diucapkan Natsu

Tentu saja aku tau perasaan itu. Dikhianati oleh orang yang sangat kau sayangi.

Tapi apa aku juga masih belum memaafkan orang itu, ya?

Aku hanya termenung diam, tidak ada yang membuka pembicaraan dan membuat suasana sangat hening dan itu sangat menyebalkan.

Aku ingin bertanya tentang kenapa waktu itu keluarga Natsu tidak mempercayai Natsu saat Zeref membiarkan Wendy hampir meninggal karena ditelantarkan?

Tapi entah kenapa aku tidak bisa bertanya seperti itu, seperti ada tembok besar dan tinggi yang tidak bisa kulewati.

Terdengar suara alunan music dan kulihat semuanya berdansa.

Yah, bukan berarti aku ingin berdansa, tapi setidaknya aku ingin mencobanya, karena sepertinya menyenangkan.

Kulihat Natsu yang diam saja dan tidak mengatakan apapun.

Oke, ini membuat suasana jadi canggung, dan aku tidak suka ini.

Aku pun menarik nafas dalam-dalam lalu mengeluarkannya dengan pelan.

-Normal P.O.V-

Lucy pun menarik nafas dalam-dalam dan mengeluarkannya dengan pelan, lalu ia bangkit berdiri dan menghadap Natsu.

Natsu hanya melihat Lucy dengan heran, ia mengangkat alisnya sebelah yang bertanda ia bingung dengan sikap Lucy.

"Natsu, ayo berdansa!"ajak Lucy

Sedangkan Natsu hanya diam dan makin heran.

"kenapa kau mau berdansa?"Tanya Natsu heran

"sudahlah, ayo!"ajak Lucy yang menarik tangan Natsu dengan pelan

Sedangkan Natsu hanya heran lalu ia dan Lucy pun pergi kedalam ruangan dansa yang banyak orang berdansa.

Disana ada Gray dan Juvia, Lisanna dan Rogue, Mavis dan Zeref, keluarga Dragneel dan semua hadirin yang ada disana yang sedang berdansa, sedangkan Wendy yang menggendong Charle dan seekor kucing biru yang bersamanya.

Dan Lucy tau itu adalah Happy yang sedang digendong Wendy

"Happy!"kata Lucy kaget dan mendekat kearah Wendy yang sedang memakan cemilan yang didepannya.

"Lucy-san, Onii-Chan"kata Wendy yang melihat Lucy dan Natsu

"tunggu, kenapa Happy ada disini?"Tanya Lucy heran

"Happy? Maksudnya kucing berwarna biru muda ini? Aku tadi menemukannya didepan ruangan dansa, entah kenapa Charle dan Happy menjadi dekat"kata Wendy

"dasar… Happy selalu saja menghilang dan ditemukan secara tiba-tiba"kata Lucy yang tersenyum

Lalu Natsu menarik tangan Lucy dengan pelan

"Natsu…?"

"katanya kau mau dansa, kan? Ayo, sebelum aku berubah pikiran"kata Natsu lalu menarik Lucy dan Wendy yang melambaikan tangannya.

-Natsu and Lucy site-

Natsu dan Lucy sedang berada ditengah-tengah ruangan dansa yang sedang ramai karena banyak orang yang berdansa.

Dan terdengar alunan music yang sangat merdu dan romantic yang mendukung suasana mereka.

Natsu hanya diam selama dansa dan Lucy merasa canggung

Lucy tidak begitu suka dengan suasana canggung seperti ini.

"hy, Natsu…"panggil Lucy

"ng?"

"bagaimana menurutmu tentang Zeref dan Mavis-sensei?"Tanya Lucy yang sedikit canggung

"Zeref dan Mavis-sensei? Kupikir mereka pasti baik-baik saja, walaupun mereka mendapatkan masalah mereka pasti bisa mengatasinya, yah, kau tau, Zeref tidak bodoh walau dia sering menyebalkan"kata Natsu tertawa sedikit

Lucy senang mendengar jawabannya Natsu, setidaknya suasana canggung tadi memudar sedikit

Mereka terus berdansa dan entah lagu keberapa yang sudah diputar diruangan itu, mereka berbincang-bincang dengan perasaan senang, mungkin bisa dibilang dari pandangan orang lain mereka seperti lukisan yang sangat indah yang sedang berdansa

-Sting and Yukino P.O.V-

Sting melihat Lucy yang sedang berdansa dengan Natsu, walau ia merasakan sakit didadanya Karena sedih melihat Lucy sangat terlihat sangat bahagia bersama Natsu dibanding dengan dirinya.

"mereka terlihat seperti lukisan, ya"ujar Yukino kagum

"ya… mereka terlihat seperti lukisan yang sangat bahagia"ujar Sting pelan

Yukino memandang kearah Sting yang melihat mereka berdua, Yukino melihat pancaran mata Sting yang melihat Lucy dengan tatapan sedih.

"Sting-sama…"guman Yukino pelan sampai-sampai tidak terdengar oleh Sting

-Zeref and Mavis site-

Zeref sedang berada didekat pilar dengan tersenyum, ia senang karena Natsu sudah datang walau mungkin ia terpaksa, tapi walaupun begitu ia sangat senang akan hal itu.

Dan Zeref juga melihat kearah Sting dan Yukino dengan tatapan mata yang sulit diartikan

'gadis itu…'batin Zeref yang memastikan

Lalu datanglah Mavis yang mendekat kearah Zeref

"sedang memikirkan apa, Zeref?"Tanya Mavis yang melihat Zeref

Sedangkan Zeref hanya tersenyum memandang Mavis dan menggelengkan kepalanya

"tidak, tidak apa-apa"ujar Zeref yang tersenyum.

-Normal P.O.V-

Akhirnya pesta pertunangan Zeref dan Mavis pun selesai, Wendy dibawa oleh Zeref dan Mavis bersama Igneel dan Grandine. Sting mengantar Yukino pulang, Juvia dan Gray pun ikut pulang dan Rogue mengantar Lisanna pulang, sedangkan Natsu mengantar Lucy dan Happy pulang.

Sesampainya Natsu dirumah Lucy, ia pun membawa Lucy kekamarnya dan Zeref yang sedang menunggu didepan rumah Lucy.

Natsu pun membaringkan Lucy di kasur tidurnya dan Happy disebelahnya, sebelum Natsu pergi ia mendekat kearah Lucy yang sudah tertidur pulas.

Chu

Natsu mencium Lucy dengan sangat pelan agar Lucy tidak terbangun.

"meaw~~~"

Natsu pun melepaskan ciumannya pada Lucy dan mengelus pelan pipi Lucy lalu memandang Happy

"kau jangan bilang-bilang padanya, ya. Kalau dia tau dia pasti marah"ujar Natsu tersenyum kearah Happy lalu pergi meninggalkan kamar Lucy.

-Zeref site-

Zeref yang menunggu Natsu pun akhirnya melihat Natsu yang sedang berjalan mendekat lalu masuk keadalam mobil.

"lama sekali, kau tadi ngapain?"Tanya Zeref yang tersenyum penuh arti dan Natsu yang mengerti senyuman Zeref hanya membuang muka saja.

"bukan urusanmu"ujar Natsu kesal lalu masuk kedalam mobil

-Keesokannya-

Pagi hari setelah pesta pertunangan Zeref dan Mavis, sekarang Lucy sedang berada dirumahnya, tepatnya berada diruang keluarga yang hanya ada dirinya dan Happy, ia terlihat sedang berbincang-bincang dengan seseorang lewat ponselnya.

"eh..? sekarang? Kenapa tiba-tiba…? Sudah dibandara? Ya, sudah… tunggu disana"kata Lucy yang sedang berbicara lewat ponselnya dan segera bergegas pergi ke bandara.

"Happy kau dirumah dulu, ya, aku sudah menyediakan makanan untukmu, Jaa Nee"ujar Lucy lalu pergi dari rumah.

-at Airport-

Di bandara terdapat seorang pemuda berumur 24 tahun berambut coklat dan menggunakan kacamata hitam yang sedang menunggu seseorang, ia terlihat sangat tampan karena banyak gadis-gadis yang melihatnya.

Pemuda ini hanya tersenyum kearah mereka dan mereka sudah histeris seperti kerasukan, dan disamping pemuda ini pun ia membawa sebuang tas yang tidak terlalu besar.

"masih belum datang, ya…?"gumannya lalu melihat Android-nya.

"Loke-nii!"seru seseorang yang tidak asing lagi di telinga pemuda ini.

Pemuda yang dipanggil Loke ini pun melihat seorang gadis berambut pirang a.k.a Lucy yang mendekatinya.

"lama sekali…"ujarnya

"dasar! Kenapa tidak bilang dari kemarin kalau pulang hari ini? Aku kan jadinya buru-buru kesini"ujar Lucy dengan kesal lalu menggembungkan pipinya.

"hahaha… maaf… maaf… aku lupa memberitaumu kalau aku pulang, ngomong-ngomong dimana 'dia'?"Tanya pemuda yang dipanggil Loke itu

"maksudmu Ayah? Dia katanya pergi keluar kota karena urusan perkerjaan, entah itu benar atau tidak, aku tidak tau"kata Lucy yang menjelaskan kepada Loke

"hm… oh, iya, aku lapar, nih. Temenin aku makan, ya"kata Loke

"cuman nemenin? Aku-nya tidak diajak makan?"Tanya Lucy kesal

Loke hanya tersenyum melihat Lucy, dia mencubit pipi Lucy dengan gemas

"uk… sahkit… Loke-Nii, hentsikan…"ujar Lucy dengan kesal menahan sakit

"habisnya kau lucu, sih"kata Loke dengan gemas

"Ukh… lepass…!"kata Lucy kesal

"iya, iya. Hahaha…"tawa Loke

"ukh… ya, sudah, ayo!"ujar Lucy dengan kesal

Lalu Loke pun mengambil tas-nya dan mengikuti Lucy ke tempat jual makanan, karena perut Loke sudah memberontak minta ingin diisi

Tak lama kemudian mereka pun sampai kesebuah restorant didekat Airport tadi, mereka lalu memesan makanan dan menyantapnya dengan santai sesekali mereka bercanda ria.

"bagaimana dengan kerjaanmu di Croxus?"Tanya Lucy

"hmm… ya, semuanya berjalan baik, tapi tak kusangka aku berkerja disana selama 1 tahun"ujar Loke

"hmmm… bagaimana dengan keadaan Aries-Nee?"Tanya Lucy lagi

"dia sudah pulang kesini 1 minggu yang lalu, katanya dia akan mengunjungi kita kalau dia sudah menyelesaikan tugasnya"ujar Loke

"oh…"ujar Lucy dengan ber"Oh"ria

Setelah Lucy dan Loke menyelesaikan acara makan mereka, mereka pun langsung berangkat untuk pulang. Tapi, karena Loke baru saja pulang setelah 1 tahun pergi, pasti ia penasaran karena banyak tempat dan toko-toko baru yang belum ada 1 tahun yang lalu.

"Lucy! Lucy! Ayo, kesana!"ujar Loke dengan senang dan menunjukkan kea rah Games Center

Lalu Lucy dan Loke pun masuk kedalam gedung Games Center, mereka memainkan beberapa mainan dan setelah itu kembali pergi melihat-lihat, lalu tiba-tiba Lucy melihat sebuah toko buku dan menarik Loke untuk kesana. Loke pun dengan pasrah mengikuti Lucy padahal dia tau kalau sudah ke toko buku, pasti akan sangat lama.

"Lucy, masih lama?"Tanya Loke dengan bosan yang melihat Lucy

"tunggu, Loke-nii! Ah, Ini komik baru! Dan ini juga!"kata Lucy yang semangat memilih komik dan Anime baru

"dasar Lucy! Kau masih menjadi Otaku?"Tanya Loke dengan heran kearah Lucy

"kenapa? Masalah?"Tanya Lucy dengan kesal

"ya, gak juga, sih. Tapi, please, cepetan. Kita sudah disini selama hampir 2 jam"ujar Loke yang pasrah

"iya, ini udah selesai"kata Lucy dan pergi kearah Casser untuk membayarnya.

Lalu Loke pun mengikutinya dari belakang

"Loke-nii, bayar"ujar Lucy dengan santai

Lalu Loke pun kaget dan heran

"huh…? Aku yang bayar?"Tanya Loke dengan kaget

"ya, iyalah…! Please…!"ujar Lucy dengan memohon

Loke pun menghela nafas lalu mengeluarkan kartu kreditnya

"baiklah… kali ini aku yang bayar… karena sudah 1 tahun tidak membelimu buku yang biasa harus beli sebulan"kata Loke dengan nada yang sedikit mengejek dan membuat Lucy sedikit kesal.

Cuman sedikit…

Karena Lucy senang sudah dibelikan buku oleh Loke, dan Loke hanya mengehela nafas dan geleng-geleng kepala karena Lucy membeli buku komik dan Anime itu tidak tanggung-tanggung.

Kemudian Loke dan Lucy pun berjalan-jalan lagi, tanpa disadari bahwa Natsu yang sedang berjalan bersama Wendy melihat Loke dan Lucy.

"lho, bukannya itu Lucy-san?"Tanya Wendy yang heran sambil menujuk kearah Lucy yang sedang bersama pemuda berambut coklat.

"Lucy…"guman Natsu yang melihat Lucy yang tengah tersenyum kearah pemuda itu

"Cth! Ayo, Wendy"ujar Natsu mengajak Wendy pergi walau terdapat nada kesal

Wendy hanya memandang Lucy yang tengah tersenyum sebentar lalu menyusul Natsu yang berjalan semakin jauh.

Setelah hari sore, Lucy dan Loke akhirnya pun pulang kerumah.

"sudah lama sekali tidak pulang"ujar Loke yang meletakkan tas-nya

"cara bicaramu seperti tak pulang 5 tahun saja"ujar Lucy dengan meledek

"hehehe... tapi, walau 1 tahun, aku merasa tidak pulang 5 tahun. Oh, iya, bagaimana sekolahmu? Katanya kau pindah sekolah, kan?"Tanya Loke

"ya, begitulah, menyenangkan, kok"kata Lucy tersenyum lalu meletakkan teh yang dibuatnya tadi

Loke pun mengambil cangkir teh itu

"lalu kau punya orang yang kau cintai?"Tanya Loke

Lucy yang mendengar itu langsung menyemburkan teh-nya lalu terbatuk-batuk

"k-kenapa kau tanyanya begitu, sih?!"ujar Lucy kesal walau mukanya merah

Sedangkan Loke hanya tertawa melihat reaksi Lucy

"aku kan hanya bertanya kau sudah punya orang yang kau cintai atau belum, kenapa reaksimu begitu? Apa benar-benar sudah ada orang yang kau sukai, kudengar dari Juvia, disekolah ada seorang anak ketua geng yang menyukaimu, kan?"ujar Loke

Lucy yang mendengarnya pun kaget

"Juvia mengatakan itu padamu?!"Tanya Lucy kaget

"lebih tepatnya aku memaksanya menceritakan kehidupan selama 3 bulan terakhir ini"ujar Loke

"kau sadis"ujar Lucy kesal

"enak saja! Aku tidak sadis!"ujar Loke yang tidak terima dibilang sadis

DRRT DRRT DRTTT

Terasa ponsel Loke bordering dan Loke pun mengangkat ponselnya dan berbicara pada orang yang menelponnya.

Sedangkan Lucy membereskan semua cangkir dan tidak lupa memeberi makan Happy yang kelihatan lapar.

Setelah Loke selesai menelpon dia pun mengambil tas-nya dan masuk kekamarnya.

"Loke-nii, tadi siapa yang telepon?"Tanya Lucy yang heran

"tadi, Aries bilang katanya besok dia akan datang mengunjungi kita, dan mengajak kita dan teman-temanmu itu pergi ke Hotel Resort di sebuah pantai"ujar Loke

-keesokannya-

Natsu sedang berada dirumahnya dengan pandangan kesal sambil mengotak-atik sesuatu di laptopnya. Wajahnya terlihat kesal dan membuat Wendy yang melihatnya sedikit khawatir

"Onii-Chan, kau tidak apa-apa?"Tanya Wendy dengan khawatir

Natsu hanya tersenyum ke arah Wendy

"tidak, tidak apa-apa"ujar Natsu tersenyum

"oh, iya, Onii-Chan, kata Lucy-san, kita diajak ke Hotel Resort di sebuah pantai, katanya ada seseorang yang mengajak Lucy-san dan kita semua jalan-jalan"kata Wendy

Natsu hanya diam sebentar lalu memandang Wendy

"kau mau ikut?"Tanya Natsu

Wendy mengangguk dengan ceria

"iya!"kata Wendy dengan tersenyum ceria

"baiklah, kita ikut, aku akan kirim E-Mail ke Lucy"kata Natsu yang mengirim E-Mail pada Lucy. Wendy yang mendengar itu senang dan segera bersiap-siap.

"Yay!"seru Wendy dengan senang

"untunglah, Charle!"ujar Wendy dengan senang dan menggendong Charle

Sedangkan Natsu hanya tersenyum memandang adiknya yang senang itu. Tapi dalam hati ia merasa kesal dengan kejadian kemarin.

'Pemuda yang bersama dengan Lucy kemarin siapa?' begitulah pikiran Natsu saat ini.

Lalu setelah semuanya selesai menge-pack semua perlengkapan, akhirnya mereka berkumpul di taman.

Banyak yang sudah menunggu Natsu dan Natsu pun melihat mereka semua bahkan Mavis, Zeref, pemuda yang kemarin dan juga wanita berambut Pink.

Natsu hanya heran melihat mereka berdua. Karena pasalnya Natsu tak tau siapa mereka berdua. Dan Natsu juga melihat kalau Lucy dan pemuda itu terlihat dekat, malah sangat dekat.

'Cth! Siapa pemuda yang dekat-dekat dengan Lucy?!"batin Natsu kesal saat melihat mereka berdua

"Onii-Chan, Ayo!"kata Wendy yang menggandeng tangan Natsu dan juga kucing kesayangannya tak lepas dari gendongannya.

Natsu pun melangkah maju bersama Wendy

"wah, kau mengajak Charle juga, ya?"Tanya Lucy saat melihat Wendy yang menggendong Charle

"ya, aku tidak tega kalau melihatnya sendirian"kata Wendy

"hee… aku juga sengaja membawa Happy, aku khawatir dia akan terluka kalau aku tinggal sendirian"kata Lucy senang

Natsu melihat kearah pemuda yang sedang bersama wanita berambut pink dengan tatapan tajam

"baiklah, karena sepertinya semua sudah ada disini, ayo, kita masuk kedalam mobil"kata Zeref s

Lalu mereka semua pun masuk kedalam mobil. Mobil yang cukup besar untuk mereka.

Mobil yang cukup untuk mengangkut 12 orang dan 2 kucing kecil.

Lalu mereka pun mencari tempat duduk yang nyaman untuk mereka.

Tempat duduk mereka adalah:

Di depan:

1. Zeref

2. Mavis

Di bangku kedua:

2. Sting

3. Rogue.

4. Lisanna

Di bangku ke ketiga:

1. Aries

2. Loke

3. Gray

4. Juvia

Dan yang terakhir adalah:

1. Lucy

2. Natsu

3. Wendy yang menggendong Happy dan Charle

Setelah itu mereka pun akhirnya berangkat, sekitar 3-4 jam akhirnya mereka pun sampai di sebuah Hotel Resort disebuah pantai.

Lalu setelah sampai, mereka semua pun langsung memarkirkan mobilnya dan segera check-in didalam hotel.

Kamar perempuan dan kamar laki-laki tentunya terpisah.

1 kamar dibagi untuk 8 orang, kamar berukuran big deluxe yang bisa menampung 10 orang.

Dan yang untuk para cowok pun sama

Kamar cowok:

1. Natsu

2. Gray

3. Sting

4. Rogue

5. Loke

6. Zeref

Kamar cewek:

1. Lucy

2. Juvia

3. Yukino

4. Lisanna

6. Aries

7. Mavis

8. Wendy

9. Charle dan Happy juga berada di kamar cewek

Setelah mereka membereskan semua perlengkapan mereka, mereka pun akhirnya berniat bermain di pantai.

Sementara Mavis dan Zeref duduk berdua di tempat mereka.

Tempat berdiam mereka tidak terlalu jauh dari pantai, tapi cukup untuk mengawasi mereka semua. Loke dan Aries pun duduk untuk sementara karena masih merasa malas untuk berlari-lari di pantai.

Sedangkan anak-anak yang lain, mereka sedang senang bermain bola volley, mereka terlihat sangat bersemangat dan antusias saat bermain bola volley. Tapi tidak untuk Natsu yang sedang berada didekat Zeref.

"kau tidak gabung dengan mereka?"Tanya Zeref pada Natsu yang melihat Natsu hanya duduk diam sambil bermain dengan gadject-nya.

"tidak, terima kasih, aku tidak mau terbakar"kata Natsu yang malas

Memang suhu disana sedikit banyak terik mataharinya, yang memang pas jika orang-orang berniat untuk berjemur.

Tapi, diam-diam Natsu melirik Loke yang sedang bercanda ria dengan wanita yang bernama Aries itu

'dia siapanya, Lucy, sih?!'batin Natsu kesal lalu memandang Lucy yang sedang bercanda ria dengan anak-anak yang lain

Lalu setelah mereka lelah bermain, mereka akhinya gabung dengan Mavis, Zeref, Loke, Aries, dan Natsu.

"lho, kau hanya diam saja, Natsu?"Tanya Gray yang melihat Natsu yang sedang bermain dengan gadject-nya dengan malas.

"ng"begitulah tanggapan Natsu

Lalu Wendy pun mendekat kearah Natsu dan berbisik

"Onii-Chan, kau kenapa?"Tanya Wendy yang khawatir

Natsu yang mendengar adiknya sedang mengkhawatirkannya pun tersenyum, ia pun menggelengkan kepalanya dengan pelan dan tersenyum kepadanya. Ia pun menepuk kepala Wendy dengan pelan.

"aku tidak apa-apa, kok"ujar Natsu yang tersenyum kepada adiknya

Wendy pun tersenyum senang lalu duduk disebelah Natsu

Setelah mereka selesai bermain dan hari pun mulai gelap akhirnya mereka memutuskan untuk kembali ke penginapan, dan pergi makan malam bersama.

Setelah itu mereka pergi berpencar untuk menikmati keindahan alam pantai saat malam, seperti pasangan Zeref x Mavis, Gray x Juvia, dan yang lainnya.

Sting dan Yukino bersedia menjaga Wendy sementara yang lainnya pergi jalan-jalan, awalnya Mavis yang akan menjaga Wendy, tapi Wendy menolak dan pergi jalan-jalan Zeref.

Natsu pun awalnya ingin menjaga Wendy, tapi Wendy juga menolak agar Natsu pergi bersama Lucy menikamati pantai saat malam

Alhasih Wendy dijaga oleh Sting dan Yukino mala mini

Natsu dan Lucy pun berjalan berdua di tepi pantai saat malam

Suasana diantara mereka sangat hening, tak ada pembicaraan yang dibuka oleh mereka, entah mengapa Natsu hari ini sangat sangat pendiam, biasanya ia selalu mengganggu Lucy, walaupun tidak selalu tapi biasanya ia sediktnya mengobrol dengannya walau sedikit

"Hy, Natsu, kau kenapa dari tadi diam saja?"Tanya Lucy yang akhirnya membuka pembicaraan

Natsu bukannya menjawab malah berjalan lebih cepat dan tidak menjawab pertannyaan Lucy, yang membuatnya sangat kesal dengan sikap Natsu yang ini.

"hy! Aku bertanya padamu!"kata Lucy kesal

"berisik!"ujarnya dengan kesal

"habisnya kau tidak menjawab pertanyaanku! Kau ini kenapa, sih?! Kau dari tadi menatapku dengan tatapan mata menyeramkan seperti itu!"kata Lucy kesal

Natsu hanya diam tidak membalas kalimat Lucy, karena ia tau jika ia membalas kalimat Lucy yang ada ia tambah kesal

"kau ini! Ada orang yang bertanya padamu! Setidaknya kau jawab!"kata Lucy kesal lalu menyusul Natsu yang berjalan lebih jauh didepannya

"berisik! Ya, ampun kau jadi cewek cerewet sekali!"kata Natsu dengan kesal dan menutup telinganya

Lucy yang mendengar itu malah tambah kesal dengan sikap Natsu ini, kemarin dia sikapnya masih baik-baik saja, kenapa sekarang sikapnya berubah drastis seperti ini

"kenapa kau melihatku seperti itu?"Tanya Natsu kesal Karena diperhatikan oleh Lucy dengan tatapan yang mengintrogasi

"kau marah padaku, ya?"Tanya Lucy heran

Natsu masih tidak menjawab pertanyaan Lucy, ia malah membuang muka kearah lain

"hy, kau ini kenapa sih? Tiba-tiba marah begitu! Memangnya aku salah apa?!"Tanya Lucy kesal

"pikirkan saja sendiri"ujar Natsu yang meninggalkannya sendirian di pantai

Setelah Natsu pergi Lucy hanya kesal sampai-sampai ia merasa ingin menangis disitu, tapi tetap saja harga diri Lucy tinggi dan tidak mungkin membiarkan Lucy menangis hanya karena ini.

Ya untuk saat ini ia masih belum bisa menangis, mungkin saja Natsu sedang 'bad-mood' makanya sikapnya jadi menyebalkan walaupun dari awal sikap Natsu itu menyebalkan.

-Yukino and Sting site-

Yukino melihat Sting yang sedang bermain dengan Wendy didepan penginapan, bermain kejar-kejaran bersama Wendy dan kedua kucing, Happy dan Charle.

Yukino pun mendekat kearah Sting

"kenapa kau tidak pergi berjalan-jalan saja, Sting-sama? Aku kan bisa menjaga Wendy, lagi pula aku tidak ada rencana untuk pergi jalan-jalan malam"kata Yukino pada Sting

Sting hanya diam sesaat lalu berkata

"kau tidak suka aku disini?"Tanya Sting dengan heran

Yukino yang mendengar itu jadi tidak enak hati

"b-bukan seperti itu maksudku, Sting-sama! Hanya saja, aku merasa tidak enak melibatkanmu dalam menjaga Wendy"kata Yukino panic

Sting pun duduk di bangku pantai

"ya, sebenarnya aku ingin mengajak Lucy jalan-jalan, tapi entah kenapa aku tidak bisa. Dan juga Natsu sepertinya hari ini sedang 'bad-mood"kata Sting dengan santai

Yukino mendengar itu sedikit sedih

'jadi, Sting-sama berniat mengajak Lucy-san untuk jalan-jalan? Apa yang kuharapkan, dasar Yukino bodoh!'batinnya sedih

Sting yang melihat raut wajah Yukino yang sedih hanya heran

"kenapa wajahmu sedih, Yukino?"Tanya Sting heran

Mendengar itu Yukino pun langsung panic

"t-tidak ada apa-apa, kok!"kata Yukino dengan panic

Sting pun lalu bersantai kembali dengan melihat Wendy yang masih bermain dengan Happy dan Charle

Yukino pun maju dan duduk disebelah Sting dibangku pantai

"um… Sting-sama, aku boleh bertanya padamu sesuatu?"Tanya Yukino ragu-ragu

"silahkan saja"kata Sting

"sebenarnya… apakah Sting-sama menyukai Lucy-san?"Tanya Yukino dengan ragu-ragu

Sting hanya diam sesaat setelah mendengar pertanyaan dari Yukino

Memang benar Sting menyukai Lucy sejak 3 bulan lalu, tapi ia heran kenapa Yukino menanyakan hal itu, yah, dia bukanlah cowok yang bisa menebak hati seorang gadis.

"ya, aku menyukainya"jawabnya dengan jujur

Yukino yang mendengar jawaban dari Sting merasa hatinya hancur, karena sebenarnya Yukino juga menyukai Sting sejak lama. Sejak kejadian itu, tapi ia juga tau, ia selalu membawa keburukan bagi orang lain

"tapi walaupun begitu, aku tidak akan mungkin merebut Lucy dari Natsu, walaupun aku sangat menyukainya, itu tidak akan pernah terjadi"kata Sting lagi

"eh? Kenapa?"Tanya Yukino heran dan kaget

"karena aku tidak akan mungkin bisa merebut Lucy dari Natsu, lagi pula Natsu selalu membantuku dan aku tidak mungkin menghkianatinya"kata Sting lagi

Yukino hanya terdiam saja mendengar jawaban dari Sting

-Zeref site-

Mavis melihat Zeref yang sepertinya sedang gelisah

"kau kenapa Zeref?"Tanya Mavis yang khawatir dengan sikap Zeref

"ah… tidak, aku tidak apa-apa"kata Zeref

"Zeref…"

"sungguh aku tidak apa-apa, jangan khawatir"ujarnya lagi

Mavis pun memeluk Zeref dari belakang dengan erat

"kau tau, Zeref? Kau selalu berusaha sendirian, kau selalu berpikir sendirian, kau selalu melakukan apapun sendirian, bisakah kau membaginya padaku?"ujar Mavis dengan sedih

Zeref hanya terseyum mendengar Mavis berkata seperti itu, ia pun memeluk Mavis dengan erat

"arigatou, Mavis… kau selalu ada untukku"ujar Zeref dengan tersenyum

Mavis hanya tersenyum tipis mendengar Zeref mengatakan itu, dan Zeref pun tau ia tidak perlu berusaha sendirian lagi karena ada wanita yang akan selalu berada disisinya selalu

-Lisanna and Rogue site-

"hy, Rogue, apa kau pernah jatuh cinta?"Tanya Lisanna saat sedang berjalan bersama Rogue

"kenapa kau bertanya seperti itu?"Tanya Rogue heran karena Lisanna tiba-tiba menanyakan hal itu

"yah, tidak apa-apa, sih. Aku cumah penasaran saja"ujar Lisanna

"kalau kujawab iya memang kenapa?"Tanya Rogue

"dia seperti apa?"Tanya Lisanna lagi

"dia cantik, baik, pengertian, tapi ia sepertinya baru patah hati karena cowok yang disukainya itu menyukai gadis lain"ujarnya

"heh… trus dia tidak menyadari perasaanmu?"Tanya Lisanna

"iya, mungkin sampai selamanya dia tidak akan pernah tau perasaanku padanya"ujar Rogue

"kalau begitu kau harus berusaha untuk menyadarkannya! Kau bilang kan dia baru patah hati, kalau kau bersamanya dan membantunya dia pasti menyadari perasaanmu dan mungkin dia menyukaimu juga!"kata Lisanna

"yah, mungkin akan kucoba"kata Rogue

"ngomong-ngomong siapa orang yang kau sukai itu?"Tanya Lisanna penasaran

"rahasia"ujarnya dengan tersenyum tipis

"eh…?! Pelit…!"ejek Lisanna lalu tertawa bersama Rogue

-Natsu P.O.V-

Aku hanya berjalan menjauhi Lucy

Sial kenapa aku jadi seperti ini?!

Hanya karena cowok itu dekat pada Lucy

Mungkin saja itu teman Lucy sejak kecil dan Lucy menganggap dia kakaknya

ARGGHH

SIAL! SIAL! SIAL!

Kenapa seperti ini sih?!

"Hy, Natsu, tunggu dong!"ujar Lucy dari belakang

Aku berhenti sebentar menunggunya

"dasar kau menyebalkan! Kenapa meninggalkanku sih?! Dan juga sikapmu hari ini benar-benar aneh! Kau sedang sakit, ya?"Tanya Lucy kesal

"…"

Aku tetap tidak mengatakan apa-apa

"hy, Natsu, kalau aku melakukan kesalahan padamu bilang padaku kenapa?! Kalau seperti ini aku tidak mengerti"ujar Lucy dengan sedih

Aku tetap tidak mengatakan apapun padanya, karena memang ini hanya keegoisanku sendiri

"Natsu, jawab!"ujarnya kesal

"siapa cowok itu?"gumanku

"eh? Kau bilang apa?"Tanyanya heran

"siapa cowok itu?"tanyaku pelan

"maaf, aku tidak mendengarmu, bisa kau ulangi lagi?"tanyanya lagi

Dengan kesal aku mencubit pipinya sedikit keras, dan dia meringis kesakitan

"Ittai! Apa yang kau lakukan, dasar!"kesalnya

"kau tuli atau apa sih? Dari tadi aku sudah mengatakannya padamu!"kesalku yang masih mencubit pipinya

"habisnya kau pelan sekali ngomongnya, aku kan tidak begitu dengar dengan jelas"kata Lucy

"hufh… ya, sudahlah!"ujarku dengan menghela nafas

-Normal P.O.V-

Setelah itu Natsu pun akhirnya berjalan duluan yang kemudian disusul oleh Lucy, ia melihat ekspresi wajah Natsu yang sedang kesal, dan tiba-tiba Lucy mendapat ide untuk membuatnya kesal.

Ya, kadang-kadang menjahili orang itu tidak bisa ditebak kapan datangnya, kan? Apalagi Natsu yang sedang kesal seperti ini menjadi sasaran empuk jika mengejeknya. Lucy pun berjalan cepat dan berjalan disamping Natsu, ia pun tersenyum mengejekknya

"hy, jangan-jangan kau cemburu pada Loke-nii, ya?"Tanya Lucy yang sedikit mengejek Natsu

Natsu hanya mendengus kesal saja mendengarnya

"kalau iya memang kenapa?"Tanya Natsu dengan kesal

Ups

Mendengar itu Lucy sedikit kaget mendengarnya, ya memang benar kalau Natsu itu cemburu dengan Loke, tapi siapa sangka Natsu menjawabnya dengan jujur? Padahal Lucy awalnya berniat untuk mengejekknya kenapa ia sekarang membuat Lucy jadi blushing gitu?

"kenapa kau cemburu dengan Loke-nii?"Tanya Lucy heran walau wajahnya masih bersemu merah

Natsu pun memandangnya dengan kesal

"memangnya tidak boleh?"Tanya Natsu kesal

"ya, gak sih. Tapi kau kenapa cemburu pada Loke-nii, dia kan kakakku"kata Lucy

"ya, aku tau dia kakakmu, kan? Sejak kecil kau berpikir kalau Loke itu kakakmu"ujar Natsu lagi

Lucy hanya heran mendengarnya

"huh? Apa maksudmu? Loke-nii benar-benar kakakku, kok"kata Lucy yang menjelaskan

"iya, iya, dia kakakmu"kata Natsu lagi dengan bosan

"pasti kau salah paham tentang Loke-nii. Dengar ya, Loke-nii itu kakakku, kakak kandungku"kata Lucy

"iya, iya, dia kakakmu! Kakak kandu-!"

Natsu merasa ada yang aneh dengan kalimat yang diucapkan oleh Lucy, langkahnya terhenti seketika dan ia memandang Lucy dengan wajah yang sedikit shock.

"t-tunggu sebentar, tadi kau bilang apa? Kakak kandung?"Tanya Natsu yang memastikan

"iya, kakak kandung! Nama panjangnya Loke Heartfilia! Jangan-jangan kau cemburu pada kakakku sendiri, ya?"ejek Lucy

Natsu hanya sedikit blushing mendengarnya, ya, memang ia tidak membantah kalau ia cemburu pada cowok itu, tapi ia tidak menyangka kalau ia cemburu pada kakak kandung Lucy sendiri

"cth! Aku jadi seperti orang idiot saja!"kata Natsu yang blushing

"Tsundere…" ujar Lucy mengejek

"cth! Berisik!"ujar Natsu kesal dan melangkah maju

"hy, Natsu kau tau…"kata Lucy dengan pelan

"tau apa?"Tanya Natsu dengan kesal

Lalu Lucy dengan tiba-tiba menarik Natsu, dan mencium Natsu dipipi, dengan wajah memerah Lucy tersenyum kearah Natsu

"sepertinya aku mulai menyukaimu"ujarnya dengan tersenyum dan dengan wajah memerah, lalu ia pun berjalan lebih dulu meninggalkan Natsu sedikit shock dengan apa yang dilakukan oleh Lucy tadi.

Lalu kemudian ia pun tersenyum

"kau baru mulai menyukaiku, sedangkan aku sudah menyukaimu sejak pertama kali bertemu"ujar Natsu dengan pelan, lalu berjalan menyusul Lucy yang sudah didepan

Di suatu tempat di sebuah hotel yang sangat mewah terdapat laki-laki berumur 45 tahun berambut pirang yang sedang memandang sebuah foto seorang wanita cantik berambut pirang yang sedang tersenyum bersama gadis kecil berambut pirang yang sedang tersenyum juga

"Layla, seandainya waktu itu aku bisa menyelamatkanmu dari kecelakaan… tapi kau tetap saja melerakan nyawamu terenggut untuk menyelamatkan nyawa orang lain dikecelakaan itu"guman laki-laki itu dengan tersenyum sedih kearah foto itu

Sedangkan Yukino yang sedang duduk bersama Sting hanya diam, ia tidak mengatakan apa-apa karena jika ia bertanya lebih jauh, ia akan menyakiti Sting, dan bukan hanya Sting saja tapi ia juga menyakiti dirinya sendiri.

'Layla-obaasan, aku harus bagaimana? Orang yang kusuka menyukai orang lain, dan aku tau aku sangat tidak pantas bersamanya karena aku selalu membawa pengaruh buruk bagi orang lain… apa yang harus kulakukan?' batin Yukino dengan sedih dan memandang kearah langit malam yang sedang dihiasi berjuta-juta bintang yang sedang memancarkan terangnya dengan terang

-To Be Contiune-

Yuki: "akhirnya selesai juga chapter 3!" *senang*

Natsu: "Yuki-chan, kok aku seperti peran pembantu, ya di chapter ini" *pundung*

Yuki: "m-maaf, Natsu, aku jadi membuatmu seperti peran pembantu" *panic*

Happy: "uwaa~~~" *nangis*

Natsu: *bingung* "lho, kenapa Happy menangis?"

Happy: *nangis* "Yokatta yo! Kukira Yuki-chan tidak akan memasukkanku dalam chapter ini, Yokatta yo!"

Yuki: "sudahlah, lagi pula bentar lagi aku kan SMA, jadi aku sudah harus dewasa" *sedikit blushing dan membanggakan dirinya*

Happy: *bisik ke Natsu* "padahal kalau mati lampu saja dia takut"

Natsu: "Oh…"

Yuki: *kesal* "aku dengar itu, baka Neko!"

Happy: *tertawa* "maaf, Yuki-Chan, tapi Yuki-Chan, tumben cepat selesainya"

Yuki: "karena aku tidak mau para readers menunggu lama, dan juga aku ingin memeberitau bahwa akhir bulan February lebih nanti aku ada TO dari sekolah jadi bisa dibilang akan sangat lama aku update cerita fict ini, sebenarnya aku pengen banget langsung lulus tanpa UN, tapi tuhan berkendak lain" *pundung*

Natsu: *memberi semangat* "Ganbatte, Yuki-Chan"

Yuki: *mata berkaca-kaca* "uwaa~~! Arigatou, Natsu-nii!"

Natsu: *sesak* "s-sesak, Yuki-Chan"

Happy: *sweatdrop* "sepertinya Natsu akan susah melepas diri Yuki-Chan, baiklah, penutupan kali ini diberikan oleh pendatang baru di Fict ini, silahkan Yukino Agria!" *tepuk tangan*

Yukino: "konnichiwa, Minna-san" *bungkuk badan*

Happy: "baiklah, Yukino, menurutmu bagaimana dengan chapter kali ini?"

Yukino: "menurutku alurnya masih kecepatan, dan juga aku kurang mengerti endingnya chapter ini, maafkan aku!" *bungkuk badan*

Yuki: *mau nangis* "begitu, ya…? Chapter kali ini kurang memuaskan, ya? Maaf…" *pundung*

Yukino: *panic* "m-maafkan aku, aku kurang mengerti tentang cerita!"

Yuki: *pundung* "ya, tidak apa-apa, tapi! Aku tidak akan menyerah begitu saja!" *semangat lagi*

Happy: "baiklah, kalau begitu silahkan kata penutupannya, Yukino"

Yukino: "baiklah, terima kasih pada semua yang sudah menyempatkan membaca sampai yang me-riview, Yuki-san dan kami sangat senang menerimanya! Akhir kata dari kami terima kasih dan mohon bimbingannya!"

Happy: "ok, terima kasih Yukino atas penutupannya"

Natsu: *bisik ke Happy* "Nee, Nee, Happy. Nama Yukino dan Yuki-Chan hampir sama, ya? Kalau Yukino tinggal ditambahin No dibelakang nama Yuki-Chan"

Happy: "benar juga, ya, apa ada sesuatu?" *menyeringai*

Yuki: *bingung* "kalian ngomongin apa, sih?"

Natsu & Happy: *panic* "g-gak ada apa-apa, kok!"

Yuki: "baiklah, terima kasih atas para reader yang membaca dan memberi riview yang sangat berharga untuk kami semua, dan seperti yang sudah ditulis diatas, dikarenakan TO dari sekolah akan berlangsung akhir bulan, jadi mungkin chapter ke-4 akan sedikit terlambat, dimohon untuk pengertiannya, tapi Yuki akan tetap berusaha untuk update dengan cepat! Hontou ni Arigatou Gozaimasu!"

ALL : "Thanks for reading and please give us advice again and review"

Thanks for all reading this Fict, and please give us advice

R

E

V

I

E

W