TRUST IN YOU
Yuki: *tersenyum* "Hai, Minna-san! Ketemu lagi dengan Yuki-Chan!"
Happy: "Aye, sudah tidak terasa Fict ini sudah memasuki chapter ke-4!"
Natsu: "dan ini semua karena Reader-san dan yang meriview"
Happy: *bingung* "memangnya kali ini Yuki-Chan dapat Riview berapa?"
Yuki: *tersenyum* "2!"
Happy: *heran* "kenapa kau malah senang seperti itu? Apa jangan-jangan Yuki-Chan tipe Masochit?"
Yuki: *kesal* "Sembarangan saja! Aku tentu saja senang! Setidaknya ada yang masih memberiku semangat itu tidak langsung maupun langsung!"
Natsu: *terharu* "ternyata Yuki-Chan sudah dewasa, ya"
Yuki: *tersenyum* tentu saja, dong, Natsu-san!"
Happy: *tidak peduli dengan Yuki & Natsu* "baiklah, pertama-tama dari Hayati JeWon-san: terima kasih sudah menyempatkan lagi untuk membaca Fict ini. Dan Yuki-Chan, Hayati-san nanya Yuki-Chan suka dengan misteri?"
Yuki: "dibilang suka sih gak, dibilang gak suka juga bukan"
Happy: "buat Hayati JeWon-san: dengan kata lain Yuki-Chan sama sekali gak nyadar ada bumbu-bumbu misteris yang bertebaran. Padahal aku saja sadar"
Yuki: *nanya ke Natsu* "Nee, Natsu-nii, apa aku memang suka dengan misteri, ya?"
Natsu: *mengelus kepala Yuki* "mungkin saja, Yuki-Chan"
Happy: "baiklah, etoo… kali ini dari Renji Dragnell-san, salam kenal untuk Renji Dragnell-san dan terima kasih sudah mau meriview, semoga chapter kali ini bisa memuaskan reader-san sekalian. Karena Yuki-Chan masih new baby, mohon bantuannya dan author-san yang lainnya juga"
Yuki: *melirik Natsu* "entah kenapa, kali ini Happy sifatnya dewasa sekali"
Natsu: *tersenyum* "yap, begitulah Happy. Sepertinya sifat anehnya Luce tertular padanya"
Happy: *kesal mendengar pembicaraan Natsu dan Yuki* "AKU TIDAK ANEH!"
Ini hanyalah cerita fiksi buatan Yuki yang tidak ada maksud untuk menyinggung atapun melukai yang lainnya, Fairy Tail yang asli adalah buatan Hiro Mashima-Sensei yang sangat keren bisa membuat Fairy Tail dengan sangat bagus! Kalau Yuki yang buat pasti sudah langsung ambrul adul.
Enjoy~~~~
Sebelumnya:
"hy, jangan-jangan kau cemburu pada Loke-nii, ya?"Tanya Lucy yang sedikit mengejek Natsu
Natsu hanya mendengus kesal saja mendengarnya
"kalau iya memang kenapa?"Tanya Natsu dengan kesal
Ups
Mendengar itu Lucy sedikit kaget mendengarnya, ya memang benar kalau Natsu itu cemburu dengan Loke, tapi siapa sangka Natsu menjawabnya dengan jujur? Padahal Lucy awalnya berniat untuk mengejekknya kenapa ia sekarang membuat Lucy jadi blushing gitu?
"kenapa kau cemburu dengan Loke-nii?"Tanya Lucy heran walau wajahnya masih bersemu merah
Natsu pun memandangnya dengan kesal
"memangnya tidak boleh?"Tanya Natsu kesal
"ya, gak sih. Tapi kau kenapa cemburu pada Loke-nii, dia kan kakakku"kata Lucy
"ya, aku tau dia kakakmu, kan? Sejak kecil kau berpikir kalau Loke itu kakakmu"ujar Natsu lagi
Lucy hanya heran mendengarnya
"huh? Apa maksudmu? Loke-nii benar-benar kakakku, kok"kata Lucy yang menjelaskan
"iya, iya, dia kakakmu"kata Natsu lagi dengan bosan
"pasti kau salah paham tentang Loke-nii. Dengar ya, Loke-nii itu kakakku, kakak kandungku"kata Lucy
"iya, iya, dia kakakmu! Kakak kandu-!"
Natsu merasa ada yang aneh dengan kalimat yang diucapkan oleh Lucy, langkahnya terhenti seketika dan ia memandang Lucy dengan wajah yang sedikit shock.
"t-tunggu sebentar, tadi kau bilang apa? Kakak kandung?"Tanya Natsu yang memastikan
"iya, kakak kandung! Nama panjangnya Loke Heartfilia! Jangan-jangan kau cemburu pada kakakku sendiri, ya?"ejek Lucy
Natsu hanya sedikit blushing mendengarnya, ya, memang ia tidak membantah kalau ia cemburu pada cowok itu, tapi ia tidak menyangka kalau ia cemburu pada kakak kandung Lucy sendiri
"cth! Aku jadi seperti orang idiot saja!"kata Natsu yang blushing
"Tsundere…" ujar Lucy mengejek
"cth! Berisik!"ujar Natsu kesal dan melangkah maju
"hy, Natsu kau tau…"kata Lucy dengan pelan
"tau apa?"Tanya Natsu dengan kesal
Lalu Lucy dengan tiba-tiba menarik Natsu, dan mencium Natsu dipipi, dengan wajah memerah Lucy tersenyum kearah Natsu
"sepertinya aku mulai menyukaimu"ujarnya dengan tersenyum dan dengan wajah memerah, lalu ia pun berjalan lebih dulu meninggalkan Natsu sedikit shock dengan apa yang dilakukan oleh Lucy tadi.
Lalu kemudian ia pun tersenyum
"kau baru mulai menyukaiku, sedangkan aku sudah menyukaimu sejak pertama kali bertemu"ujar Natsu dengan pelan, lalu berjalan menyusul Lucy yang sudah didepan
Di suatu tempat di sebuah hotel yang sangat mewah terdapat laki-laki berumur 45 tahun berambut pirang yang sedang memandang sebuah foto seorang wanita cantik berambut pirang yang sedang tersenyum bersama gadis kecil berambut pirang yang sedang tersenyum juga
"Layla, seandainya waktu itu aku bisa menyelamatkanmu dari kecelakaan… tapi kau tetap saja melerakan nyawamu terenggut untuk menyelamatkan nyawa orang lain dikecelakaan itu"guman laki-laki itu dengan tersenyum sedih kearah foto itu
Sedangkan Yukino yang sedang duduk bersama Sting hanya diam, ia tidak mengatakan apa-apa karena jika ia bertanya lebih jauh, ia akan menyakiti Sting, dan bukan hanya Sting saja tapi ia juga menyakiti dirinya sendiri.
'Layla-obaasan, aku harus bagaimana? Orang yang kusuka menyukai orang lain, dan aku tau aku sangat tidak pantas bersamanya karena aku selalu membawa pengaruh buruk bagi orang lain… apa yang harus kulakukan?' batin Yukino dengan sedih dan memandang kearah langit malam yang sedang dihiasi berjuta-juta bintang yang sedang memancarkan terangnya dengan terang
Story:
Yukino yang sedang bermain dengan gadjet-nya hanya menghela nafas, ia tidak tau apa yang harus dia lakukan sekarang, sejak kejadian semalam ia tidak bisa berpikir dengan jelas, entah mengapa ia ingin segera pergi dari sini dan mengurung diri dikamar, tapi kalau ia berbuat seperti itu yang lainnya pasti akan khawatir dan membuat semuanya repot apalagi mereka sudah dengan baik mengajak Yukino untuk datang bermain bersama mereka.
"hufh…"
Yukino hanya menghela nafas dengan berat dan masih duduk didekat pantai, terlihat ia sangat murung sedangkan yang lainnya bersenang-senang dengan gembira, bahkan Natsu yang kemarin murung seperti Yukino sudah lumayan ceria, tapi sekarang malah Yukino yang tidak semangat.
Gadis mungil berambut biru itu hanya menatap Yukino dengan heran, lalu ia pun mendekat kearah Yukino
"anu… Yukino-san, kau tidak ikut bermain dengan yang lainnya?"Tanya Wendy dengan ramah
Yukino hanya memandang Wendy sebentar dan ia pun menggelengkan kepalanya
"tidak, aku sedang tidak berminat…"ujarnya dengan lemas
Wendy pun duduk disebelah Yukino
"kenapa Yukino-san murung? Apa terjadi sesuatu?"Tanya Wendy dengan khawatir
Yukino sedikit kaget karena Wendy mengkhawatirkannya, tapi Yukino pun merasa tidak enak karena merepotkan yang lainnya
Ia pun menggelengkan kepalanya sambil tersenyum
"tidak, aku hanya sedikit lelah saja, kau mainlah bersama mereka"ujarnya dengan tersenyum
Walaupun Yukino tersenyum, Wendy masih bisa melihat dibalik senyumannya itu terdapat keraguan, entah kenapa ia ragu seperti itu, tapi yang pasti itu membuat Wendy sedikit heran.
"tidak, aku disini saja. Aku sedikit lelah karena terus bermain, apa itu tidak apa-apa?"Tanya Wendy dengan tersenyum
Yukino hanya sedikit kaget karena ia tau kalau Wendy hanya ingin bersamanya saat ini, dan Yukino pun sepertinya tau kalau Wendy sebenarnya sangat mengkhawatirnya dan memutuskan untuk bersama dengan Yukino.
Yukino pun mengangguk dan tersenyum tipis
"Arigatou, Wendy…"gumannya dengan pelan
-someone site-
"akhirnya aku menemukanmu, Yukino"ujar seorang wanita yang melihat kearah mereka dengan tatapan yang sangat merendahkan terutama pandangannya terhadap Yukino
Seorang wanita berumur 24 tahun yang dengan rambut hitam panjang, ia tersenyum dengan sangat licik
-Jude site-
Jude sedang berada disebuah makam yang bertulisan 'Layla Heartfilia'
Ia menaruh bunga di makam itu lalu tersenyum kearah foto yang berada disana, ia tersenyum tipis tapi terlihat menyedihkan untukknya.
Lalu setelah beberapa saat ia akan meninggalkan makam itu, ia bertemu dengan seorang laki-laki berambut merah dan wanita yang berambut biru panjang yang seumuran dengannya
"Igneel, Grandine…"
-Lucy site-
Lucy dan teman-temannya masih sangat bersemengat untuk bermain, mereka sangat antusias sekali, apalagi Natsu yang sepertinya sudah semangat kembali karena kemarin ia sangat murung.
"tumben kau sudah semangat lagi, Natsu. Apa ada kejadian yang bagus?"Tanya Gray yang mengejek
"berisik, Stipper! Bukan urusanmu!"kata Natsu kesal
Lalu ia pun melempar bola volley kearah team Gray dan ditangkis oleh Gray
"aku kan cuman Tanya! Kenapa kau marah begitu? Dasar Tsundere"ujar Gray yang mengejek
Sedangkan Natsu tidak mengatakan apa-apa dan memilih diam, kalau ia meneruskan lagi malah ia akan tambah kesal
Tak lama kemudian setelah mereka semua sudah lelah bermain, mereka pun akhrinya kembali ke stand beach yang berada tidak jauh dari pinggir pantai
Disana mereka melihat Yukino dan Wendy yang sedang bercanda ria, mereka sedikit lega karena yah… kau tau?
Akhir-akhir ini kesehatan Wendy sedang memburuk, mungkin dia terlalu lelah, tapi tetap bersi keras untuk ikut, tapi mereka lega karena Wendy sepertinya sudah membaik kesehatannya
"hufh… syukurlah, sepertinya kesehatan Wendy sudah membaik"ujar Lucy yang tersenyum
"ya, Juvia juga senang melihat Wendy yang ceria seperti itu"kata Juvia
"dan juga, sepertinya Wendy mempunyai teman baru selain kita"ujar Lisanna dengan tersenyum
Sedangkan yang lainnya hanya mengangguk tanda setuju
X-X-X
Disebuah restoran yang cukup mewah terdapat wanita berumur 40 tahun dan 2 laki-laki yang berumur 45 tahun yang sedang membicaran suatu, mereka tampak biasa saja tapi entah mengapa suasan menjadi sedikit serius
"apa kau masih akan terus menjalani hidupmu seperti itu?"ujar Grandine dengan kesal pada laki-laki berambut pirang didepannya ini
Sedangkan laki-laki berambut pirang a.k.a Jude Heartfilia hanya menghela nafas
"aku tidak punya pilihan, Grandine. Sama sekali tidak punya pilihan"kata Jude menghela nafas
"kau tau, kan! Gara-gara aku Layla kabur dari rumah! Kalau saja aku tidak menyalahkannya waktu itu, aku tidak akan kehilangannya"ujar Jude lagi
Sedangkan laki-laki berambut merah ini hanya menghela nafas
"walau kau melanjutkan hidupmu seperti itu, putrimu Lucy tidak akan memaafkanmu"kata Igneel
Jude hanya tersenyum simpul
"aku tau, dia sudah sangat membenciku, kan? Tanpa kau mengatakan itu pun aku sudah tau"ujar Jude dengan tersenyum miris
Grandine hanya menghela nafas saja dan menyeruput minuman yang ada didepannya
"Lucy sangat mirip dengan Layla, ia ceria, manis, selalu bersemangat walau dia menyimpan kesedihan dan juga keras kepala"kata Grandine yang mengenang masa-masa itu
"kau tetap akan menjalani kehidupanmu seperti ini? Bukannya waktu dia meninggal dia berpesan agar kau merawat Lucy dengan baik?"ujar Igneel
Jude hanya terdiam, tak bisa membalas pertanyaan yang dilontarkan oleh Igneel
"entahlah, Igneel… mungkin aku dan Lucy butuh waktu untuk bisa kembali seperti semula, bahkan anak laki-lakiku membenciku seperti Lucy membenciku"ujar Jude
"terserah padamu saja, Jude. Aku hanya tidak ingin sahabatku hidup dalam kesalahan dihidupnya, dan aku tau pasti Layla pun tak akan senang jika kau terus melukai dirimu, bagaimana pun juga Layla memilihmu karena ia sangat mencintaimu lebih dari apapun"ujar Igneel menepuk bahu Jude dengan pelan lalu melangkahkan kakinya menjauhi restoran itu
"kau tau, Jude? Aku sangat membencimu karena Layla menikah denganmu! Tapi aku tau dalam dirimu pasti adalah sosok yang baik hati, tidak mungkin kan Layla memilihmu jika kau tidak baik! Aku hanya mengatakan ini sekali jadi kau jangan memintaku mengulangnya!"ujar Grandine kesal
Jude hanya terdiam saja
"aku senang saat kau bahagia bersama Layla, jadi jangan kau rusak masa depan dirimu dan anak-anakmu!"ujar Grandine dengan pelan lalu menyusul Igneel yang sudah berjalan jauh
Jude yang mendengar itu hanya terdiam dan tersenyum tipis
"apakah aku masih bisa dimaafkan…?"gumannya dengan pelan
X-X-X
Hari sudah mulai gelap dan bintang pun sudah menunjukkan cahayanya diatas langit, tapi sang gadis berambut silver dan bermata caramel ini hanya duduk sendirian didekat pantai, ia melihat lautan indah saat malam hari, tapi walaupun pemandangan yang sangat indah didepan matanya ini, ia terlihat sangat gelisah.
Ia masih mengingat bahwa Sting mengatakan ia masih menyukai Lucy, memang Yukino akui Lucy itu baik, dan tidak terlalu mencampuri urusan orang lain, tapi entah mengapa ia tidak bisa menerima dengan mudah kalau Sting orang yang sangat ia sukai itu suka pada orang lain
Lisanna yang sedang berjalan-jalan dekat pantai tak sengaja bertemu dengan Yukino, dan Lisanna pun memutuskan untuk menghampirinya
"Yukino!"sapa Lisanna dengan ceria
Yukino yang merasa dipanggil pun mengangkat kepalanya dan melihat Lisanna yang sedang tersenyum kepadanya, lalu Lisanna pun duduk disebelah Yukino
"kau sedang melihat pantai?"Tanya Lisanna
Yukino hanya mengangguk pelan
"ya, kurasa… begitu…"ujarnya dengan pelan
Lisanna pun merasa ada yang aneh pada Yukino, memang Yukino gadis yang pendiam tapi, entah kenapa ia lebih pendiam dari biasanya
"kau kenapa Yukino? Kok muram?"Tanya Lisanna heran pada Yukino
Sedangkan Yukino hanya menggelengkan kepalanya dengan pelan
"aku tidak apa-apa"ujar Yukino dengan pelan
"Sou…. Tapi kalau ada apa-apa bilang ya! Kita semua kan temanmu!"ujar Lisanna dengan tersenyum kearah Yukino
Yukino hanya sedikit kaget dan tersenyum kearah Lisanna juga
"iya"ujarnya sambil mengangguk
X-X-X
"hy, Igneel, apa kau benar-benar akan membiarkan Jude menjalani hidupnya seperti itu? Aku memang benci padanya, tapi aku juga tidak suka melihatnya begitu"kata Grandine pada Igneel yang sedang duduk dibangku taman
Igneel hanya menyeruput botol minumannya dengan pelan
"kau tau, kan? Orang yang bisa membuatnya berubah adalah dirinya sendiri. Walaupun kita terus membujuknya tapi ia tetap tidak mau berubah itu percuma. Aku juga tidak suka melihat sahabat karibku terus menyalahkan dirinya"ujar Igneel dengan berat
Grandine tau sebenarnya Igneel sudah sangat berusaha untuk membujuk Jude menjadi seperti semula, memang sejak kematian Layla 7 tahun yang lalu membuat Jude berubah, mungkin dampak dari anak-anaknya yang membencinya.
"aku sudah tidak tau bagaimana lagi, Grandine. Aku tidak bisa menepati janjiku pada Layla"ujar Igneel dengan sedih dan menyatukan tangannya didahinya, -berpikir-
'Layla, kenapa sejak kematianmu, semua jadi rumit begini…?'batin Grandine dengan sedih sambil menatap langit malam
Disebuah taman dekat pantai Zeref sedang berjalan-jalan santai dan memikirkan sesuatu
'kalau tidak salah gadis bernama Yukino itu adalah orang yang Layla selamatkan dari kecelakaan… tapi kenapa gadis itu sudah beda sekali sifatnya? Waktu kutemui dulu ia sangat ceria sekarang ia pendiam sekali'batin Zeref memikirkan kejadian waktu dulu
Lalu ia pun duduk dibangku taman itu sambil berpikir
'apa karena kejadian itu ia trauma pada orang dan menjadi pendiam? Mungkin saja tapi, kenapa ia bilang pembawa masalah dan pengaruh buruk pada orang lain?'batin Zeref lagi
Sedangkan disebuah hotel resort bersama dengan Wendy yang sedang bermain dengan Happy dan Charle, Mavis sedang memikirkan Zeref yang sedang memikirkan sesuatu akhir-akhir ini.
Entah mengapa Mavis sedikit risau dengan Zeref, karena ia selalu berpikir dan melakukan semuanya sendiri, padahal ada Mavis disampingnya, apa memang Mavis belum cukup untuk menggantikan Layla dihati Zeref?
-Lucy P.O.V-
Aku sedang berada dikamar bersama dengan Juvia, Mavis dan Wendy sedang berada di ruang makan resort, dan aku sedang mengobrol dengan sahabatku Juvia
Kalau dipikir-pikir sudah lama sekali kami tidak bercanda seperti ini dengan Juvia, ya, dia kan sibuk secara dia beda kelas denganku dan bisa bertemu disekolah waktu pagi, makan siang dan pulang sekolah saja, itu kalau dia tidak bersama dengan pacarnya itu
Ups, aku lupa menanyakan kapan sebenarnya ia dan Gray berpacaran…?
"nee, nee, Juvia"ujarku pada Juvia
"apa?"tanyanya
"aku penasaran dengan kau dan Gray, sebenarnya kapan sebenarnya kalian mulai berpacaran?"Tanyaku pada Juvia
Kulihat wajahnya sedikit memerah karena aku menanyakan itu
"umm… sebenarnya belum lama ini, sekitar bulan lalu, kau ingat saat kau sedang sibuk bersama dengan pacarmu itu dan tidak bisa mengantar Juvia ke toko buku?"Tanya Juvia padaku
Tentu saja aku ingat, aku malah sangat bersalah karena tidak mengantarkan Juvia ke toko buku, untungnya ia tidak marah padaku
"ya, aku ingat"ujarku
"nah! Juvia kan akhirnya pergi sendiri ke toko buku, awalnya Juvia juga mau mengajak Lisanna, tapi ia katanya tidak bisa karena harus membantu kakaknya kalau tidak salah nama kakaknya Mira, kan? jadi dia tidak bisa menemani Juvia, akhirnya Juvia pun pergi ke toko buku sendirian dan membeli komik-komik yang baru"ujar Juvia dengan semangat
Aku sweatdrop pas mendengar Juvia yang sudah masuk otaku mode-nya
"Juvia mungkin sekitar 1-2 jam di toko buku, dan tanpa sadar juga ternyata diluar hujan dan Juvia tidak sedang membawa payung…"ujar Juvia yang menceritakannya padaku
-Flash Back on-
-Juvia P.O.V-
Juvia sedang berjalan mencari Lucy dan ingin mengajak Lucy untuk menemani Juvia ke toko buku untuk membeli komik terbaru
Juvia pun berjalan dengan cepat kearah ruangan geng 'Xrash', dan Juvia pun membuka pintu dengan keras, yah… tidak keras-keras juga sih, tapi cukup untuk membuat orang yang ada di ruangan itu melihat Juvia
"um… ada yang melihat Lucy?"Tanya Juvia dengan ragu-ragu karena tidak enak dilihat oleh anak-anak lain seperti itu
"kalau Lucy tadi pergi bersama ketua"ujar salah satu anak yang tak Juvia ingat namanya, atau memang belum pernah kenalan, ya?
"oh… baiklah, makasih"ujar Juvia lalu menutup pintu dan berjalan mencari Lucy
Dan tak lama kemudian Juvia melihat Lucy yang sedang berjalan dengan Natsu
Dasar! Mentang-mentang sudah pacaran Juvia dilupakan!
Juvia pun berjalan mendekat mereka berdua, dan mereka berdua pun menyadari kehadiran Juvia
"oh, hay, Juvia"sapa Lucy ceria pada Juvia
"Lucy, temani Juvia ke toko buku, ya?"pinta Juvia pada Lucy
Tapi Lucy sedikit melirik Natsu yang sedang melirik kearah lain, lalu memandang ke arah Juvia dengan pandangan menyesal
"maaf, Juvia, aku sebenarnya ingin mengantarmu, tapi aku sedang ada janji dengan Natsu"kata Lucy dengan menyesal
Huh! Pasti begitu! Mentang-mentang sudah dapat pacar, Juvia dilupakan!
Aku melirik Natsu yang sedang memandang Juvia dengan tajam
GLEK
Apa dia tau apa yang sedang Juvia pikirkan, ya? Gawat! Mendingan Juvia kabur sebelum Natsu menghabisi Juvia!
"o-oh… ya, sudah, Juvia akan mencoba mengajak Lisanna"ujar Juvia dengan gugup
"maaf, ya… oh, iya, kalau Lisanna masih berada dikelas, coba kau lihat"ujar Lucy tersenyum
Juvia yang mendengar itu pun menangguk dan sedikit melirik Natsu yang masih memandang Juvia tajam (menurut Juvia), karena takut dipandang seperti itu pun akhirnya Juvia langsung mengambil langkah seribu, dari pada Juvia kenapa-kenapa, mending Juvia menyelamatkan nyawa Juvia sekarang
Lalu Juvia pun akhirnya sampai di kelas XII A, dimana kelas Lucy, Natsu, dan Lisanna berada.
Sebenarnya Juvia sedikit kesal dan sedih karena akhir-akhir ini Lucy tidak bersama Juvia, tapi Juvia juga tidak boleh egois! Dan harusnya Juvia bisa senang karena Lucy sudah mendapat banyak dibanding waktu SMP!
Juvia Positif Thinking!
Lalu Juvia pun langsung membuka pintu dan Juvia melihat anak-anak yang masih bercanda didalam kelas, tidak terlalu banyak sih, sekitar 6-8 orang saja
"Juvia, ada apa?"Tanya Lisanna heran saat melihat Juvia
Juvia langsung menghampiri Lisanna dan langsung memegang tangannya
"Lisanna, temani Juvia hari ini, ya!"kata Juvia dengan penuh harap ke Lisanna
Lisanna yang mendengar itu hanya kaget dan beralih dengan pandangan menyesal
"jangan katakan kalau Lisanna tidak bisa menemani Juvia hari ini…"ujar Juvia sedikit kesal
"maaf, Juvia. Aku ingin menemanimu, tapi aku sudah janji dengan kakakku, Mira-nee untuk membantunya di café, maaf, ya!"kata Lisanna yang menyesal sambil menyatukan tangannya didepan wajahnya
Juvia hanya menghela nafas berat saja, Juvia juga tidak bisa memaksa Lisanna, bisa-bisa nanti Juvia dianggap egois, yah… walau sedikit Juvia memang mengakui diri Juvia egois, dan mungkin saja kakak Lisanna a.k.a Mira memang sedang membutuhkan bantuan
"ya, sudahlah… Juvia pergi sendiri…"ujar Juvia dengan lemas
"maaf, ya…"ujar Lisanna dengan sangat menyesal lalu berjalan pergi
Juvia pun melangkahkan kaki Juvia dengan lemas ke toko buku
Juvia KESAL! KESALL! KEEEEEESSSSSAAAAALLLL!
Tidak ada yang mau menemani Juvia hari ini, itu membuat Juvia sedih! Tapi Juvia tidak mau dianggap egois oleh sahabat-sahabat Juvia…
Ya, sudahlah…
Juvia bersabar saja, mungkin nanti ada kejadian yang menyenangkan setelah ini!
Juvia harap…
Lalu Juvia pun masuk ke toko buku dan mulai mencari-cari buku komik yang Juvia ingin beli
TES TES TES
Tanpa sadar Juvia mendengar suara rintikan air, dan Juvia pun melihat kearah luar jendela, ternyata sekarang sedang hujan toh!
Huh! Masa disaat Juvia tidak bawa payung malah hujan, sih?! Juvia nanti pulangnya gimana dong?!
Juvia hanya kesal saja melihat hujan, yah, tapi mungkin sambil Juvia memilih buku komik yang akan Juvia beli, hujannya akan berhenti…
Juvia pun langsung memilih lagi buku-buku, dan akhirnya pun membayar kearah kasir, tapi Juvia masih melihat hujan bukannya mereda malah tambah lebat
Kalau begini gimana Juvia bisa pulang?!
Menyebalkan! Menyebalkan!
Juvia menghentak-hentakkan kaki Juvia kelantai dengan kesal, dan akhrinya pun memutuskan untuk menunggu hujan mereda, tapi walau Juvia sudah tunggu lamaaaa juga! Hujan tidak kunjung mereda!
Juvia melihat kearah langit yang sudah agak gelap, itu membuat Juvia kesal dan berpikir kalau ia terus menunggu hujan berhenti bisa-bisa Juvia tidak bisa pulang!
Masa Juvia harus menginap di toko buku ini? Kan tidak mungkin!
Juvia pun takut kalau Juvia harus pulang sendirian malam-malam, kalau tiba-tiba ada orang jahat yang menyerang Juvia bagaimana? Trus keesokan harinya ditemukan mayat seorang gadis SMA yang diserang oleh anak berandalan!
NOOO WAAYYY! Juvia tidak akan mau seperti itu! Membayangkannya saja sudah membuat bulu kuduk Juvia merinding!
Juvia pun memutuskan dengan nekat Juvia akan menerobos hujan ini!
Yap! Itulah pilihan Juvia! Dari pada nanti kenapa-kenapa, mending sekarang saja pulangnya, walau nanti dirumah kena marah sama Papa dan Mama kenapa basah, tapi dari pada Juvia celaka!
Juvia pun mengambil tas dan memasukkan buku-buku yang Juvia beli tadi dan siap-siap untuk berlari menerobos hujan yang sudah sangat lebat
Tapi belum Juvia setengah jalan, hujan sudah sangat membasahi baju seragam Juvia! Dan Juvia pasti panic, kan?!
Gadis mana yang tidak panic?! Baju seragam Juvia kan warna putih dan kalau terkena hujan yang lebat begini pasti jadi transparant, kan?!
Dan saat Juvia sedang berlari sekencang-kencang pun cowok-cowok yang hidung belang masih bisa melihat seragam Juvia yang transparant karena hujan! Ini sih sama saja Juvia nyari mati!
Juvia hanya terus berlari-lari sampai ada seorang pemuda berandalan yang mendekat kearah Juvia, dan tentu saja kan Juvia reflek berhenti dan mundur kebelakang!
pemuda berandalan itu melihat seragam Juvia dan Juvia juga langsung tau ia melihat seragam Juvia yang sedang transparant dan Juvia pun langsung menutup seragam Juvia dengan tas yang Juvia bawa untuk menghalanginya
tampakanya pemuda aneh dan menjijikan ini kesal karena Juvia menghalanginya dengan tas Juvia, ia menarik tangan Juvia dengan paksa, dan membuat Juvia kaget dan sakit karena tangan Juvia dicengkram keras oleh pemuda jelek dan menjijikan ini!
"KYAA! LEPASS ! LEPAASSS!"terika Juvia sekencang-kencangnya
Namun orang-orang hanya melewati Juvia seakan Juvia tidak ada, dan itu pasti menguntungkan si pemuda jelek ini!
"hehehe…"ia tersenyum dengan sangat menjijikan!
Juvia ingin memukulnya sekarang!
Lalu ia mencoba menyeret Juvia, tapi Juvia tetap bersikeras tidak mau
Tentu saja! Siapa yang mau ikut sama orang yang tidak dikenal seperti itu?! Apalagi jelek, bau, dan menjijikan seperti dia! Amit-amit Juvia ikut dengan dia!
Tapi pemuda jelek ini masih memaksa Juvia dengan kasar, dan teman-temannya pun mulai berkumpul
Padahal banya orang yang lewat, kenapa mereka tidak menolong Juvia, sih?!
"hehehe…."
Mereka tertawa dengan sangat-sangat menyeramkan dan menjijikan dan bisa-bisa membuat Juvia muntah disini!
"LEPASS! LEPASS! SESEORANG TOLONG!"teriak Juvia dengan kencang, namun bagai tak terlihat orang-orang hanya lewat saja tak memperdulikan Juvia!
"jangan teriak-teriak sayang…"ujar pemuda jelek ini dengan muka yang sama jeleknya dengan teman-temannya
"TIDAK! LEPASKAN AKU! TOLONG!"teriak Juvia kencang
Namun nihil, orang-orang tetap tak ada yang menolong Juvia, dan membuat mereka semua tertawa
Juvia sudah sangat ketakutan sekarang! Juvia tidak mau kalau besok ada NEWS yang mengatakan 'Mayat gadis SMA ditemukan karena dibawa oleh segerombolan anak berandalan!
Tidak-tidak! Itu tidak akan terjadi! Juvia TIDAK MAU ITU TERJADI!
Juvia terus memberontak untuk dilepaskan tangannya yang dicengkram oleh pemuda jelek ini, dan Juvia pun langsung saja menendang perut si berandalan jelek itu dengan kencang sampai berandalan jelek itu jatuh tersungkur dan teman-temannya pun langsung kaget melihatnya
Melihat itu pun dengan Juvia langsung lari secepat mungkin! Juvia terus berlari dengan kencang, tapi ternyata anak berandalan yang tadi Juvia tendang itu berlari mengejar dengan teman-temannya dengan wajah yang sangat menyeramkan
Juvia pun akhirnya terjatuh dan merasakan sakit dikaki Juvia, kaki Juvia sudah memerah karena terus berlari, dan berandalan itu pun mendekati Juvia dengan tersenyum menyeramkan, Juvia hanya takut…
Takut akan apa yang terjadi dengan Juvia! Juvia sampai menangis karena kesal! Ia kesal karena tidak ada yang menolongnya! Biasanya Lucy-lah yang menolongnya dari orang-orang jahat! Walaupun Juvia sudah belajar bela diri, tapi tetap saja Juvia masih lemah dibandingkan dengan Lucy yang tingkat bela dirinya lebih tinggi
"hahaha… lihat dia! Dia ketakutan…! HAHAHAA!"tawa mereka mengejek Juvia
Sedangkan Juvia masih saja kesakitan karena kakiknya yang masih memerah sejak ia berlari tadi, dan berandalan itu mulai mendekat kearah Juvia, dan Juvia sudah tidak bisa memikirkan apa-apa lagi
Air mata Juvia jatuh sudah, Juvia sudah tidak bisa menahan air mata Juvia lagi karena ketakutan, tapi tiba-tiba…
BAKK BUKK BAKK BUKK
Juvia melihat seseorang yang dengan cepat dan mudah mengalahkan 6 orang berandalan tadi, 6 berandalan itu pun menyerang orang itu, dan orang itu dengan mudah menghidar dari seranga-serangan mereka, mereka tampak tak berdaya oleh pemuda itu
Mereka semua tersungkur dengan babak belur dihadapan pemuda itu
"Pergi sekarang atau kalian akan mati ditanganku!"ujarnya dengan penuh penekanan dan mengeluarkan aura menyeramkan dan membuat 6 orang berandalan itu lari terbirit-birit
Juvia hanya melihat pemuda itu dengan kaget dan shock, entah sejak kapan tangisan Juvia berhenti karena shock melihat pemuda yang menolongnya itu
"Gray…sama…?"ujar Juvia dengan shock saat melihat Gray yang baru saja bertarung dengan 6 orang sekaligus apalagi dia sendirian!
Gray pun mendekati Juvia dan melepaskan Blazer punyanya dan dipakaikan ke Juvia, wajahnya terlihat khawatir saat Juvia masih saja shock
"Juvia, kau tidak apa-apa? Apa kau terluka…?"ujarnya dengan khwatir pada Juvia
Juvia pun tanpa sadar memeluk Gray dengan sangat erat dan menangis sekeras-kerasnya
"HUWAA~~~ JUVIA TADI TAKUT SEKALI!"tangis Juvia dengan keras dan Gray pun langsung memeluk Juvia guna menenangkan Juvia yang sedang menangis keras
Entah kenapa saat Juvia bersama Gray, Juvia merasa nyaman dan tidak takut lagi
"cup, cup… sudah jangan nangis, aku disini, kok"ujar Gray yang menepuk kepala Juvia dengan pelan
Juvia pun merasa sedikit tenang sekarang, dan tersenyum tipis
"sudah malam, rumahmu dimana? Akan kuantar"ujar Gray yang tersenyum dan mengulurkan tangannya
Lalu Juvia pun mengusap air mata Juvia, dan menyambut uluran tangan Gray, dan berjalan kearah rumah. Sesampainya di rumah Juvia berterima kasih pada Gray yang sudah mau repot-repot mengantar Juvia
"arigatou, Gray-sama, sudah merepotkan dan mengantarkan Juvia kerumah"ujar Juvia dengan blushing
Gray hanya tersenyum dan menepuk pelan kepala Juvia dengan lembut
"syukurlah, kalau begitu"kata Gray tersenyum dan melangkah pergi
Tapi sebelum Gray pergi Juvia langsung menahannya, setidaknya Juvia ingin mengungkapkan rasa terima kasih pada Gray karena sudah menyelematkan Juvia hari ini
"a-anu! Tun-tunggu Gray-sama!"tahan Juvia yang menahan Gray dengan menarik baju Gray dengan pelan
"ada apa?"Tanya Gray yang heran pada Juvia
Juvia hanya langsung bersemu merah saat menatap Gray yang memandangnya seperti itu
"a-anu… Juvia sudah merepotkan Gray-sama, jadi… Juvia… ingin… mengucapkanterimakasih"ujar Juvia dengan cepat tapi Gray masih bisa mengerti ucapan Juvia
Gray memang hebat!
"ungkapan terima kasih, ya…"gumannya pelan
Juvia hanya menunggu Gray yang meminta sesuatu, entah mengapa hati Juvia jadi deg-degan sekali
"baiklah, kalau begitu…"ujar Gray yang merengkuh dagu Juvia dan langsung mencium Juvia dengan cepat
Eh…
Tunggu…
Cium…?
Juvia… dan…. Gray-sama…?
Setelah ciuman singkat itu Gray pun melepaskan ciumannya dan menatap Juvia dengan tersenyum tipis dan mengatakan sesuatu yang membuat Juvia bisa meleleh
"jadi pacarku, ya"ujarnya dengan tersenyum lebar
-Flash Back End-
-back to Lucy P.O.V-
Aku hanya mendengarkan cerita Juvia, dan Juvia pun menceritakannya sambil tersenyum malu sama kucing meong meong~~ gitu
Aduh aku kok jadi ngomongnya salah, sih?
Maksudnya malu-malu kucing, Juvia hanya teriak-teriak histeris menceritakannya untung dikamar cuman kami berdua, kalau yang lainnya ada pasti menganggap kami gila
Ya, bukan aku sih tapi Juvia seorang
"begitu ceritanya"ujar Juvia tersenyum sambil bersemu merah
Aku hanya mengangguk-angguk
"tapi aku tidak percaya, lho! Ternyata Gray-sama kuat sekali! Bahkan dia melawan 6 orang sendirian! KYAA! GRAY-SAMA IS THE BEST!"histeris Juvia
"heh… tapi tak kusangka kau ternyata mengalami itu, karena keesokannya kau kan terlihat bahagia"ujarku dengan tatapan watados
"itu karena Gray-sama menyelamatkan Juvia! Kalau tidak Juvia akan marah pada Lucy 1 bulan!"kata Juvia kesal
"m-maaf…"kataku menunduk
Entah mengapa terkadang Juvia bisa menjadi sangat menyeramkan
"lalu kau sendiri bagaimana?"Tanya Juvia padaku
"apanya?"Tanyaku heran
"kau dan pacarmu siapa lagi kalau bukan Natsu Dragneel?"ujar Juvia dengan kesal
"aku tidak pacaran dengannya, kok!"kataku dengan kesal
"lho bukannya kau pacaran dengannya, ya? Kalian kan dekat sekali, dan juga kemarin dia saja cemburu pada kakakmu!"kata Juvia
"eh, kau tau dia cemburu?"Tanyaku kaget
"ya, tentu saja Juvia tau! Bahkan semuanya juga tau!"kata Juvia menjelaskan padaku
Aku sih sama sekali tidak menyadarinya kalau sejak kemarin dia sebal padaku karena cemburu, aku kan awalnya hanya ingin mengejekknya tak kusangka kemarin dia bilang cemburu gara-gara Loke-nii
"Jadi, kalian berdua tidak pacaran, nih? Bukannya Natsu sudah menyukai Lucy sejak pertama kali bertemu?"Tanya Juvia
"apaan! Dia pertama bertemu benci sekali padaku, kan!"kataku kesal mengingat kejadian dulu
"tapi, aku sih lihatnya kalau dia sudah menyukaimu dari awal pertemuan, kau tau kan Natsu itu Tsundere, jadi mungkin dia hanya benci padamu karena dia tidak menyadari perasaannya padamu, dan saat kau bertanding dan mengalahkannya, dia baru sadar akan perasaannya"jelas Juvia
"mana mungkin!"kataku tidak percaya
"hah… Lucy sebenarnya kau ini menyukai Natsu atau tidak sih?"ujar Juvia dengan menghela nafas berat
Aku memang menyukainya, tapi sedikit! Cuman SEDIKIT!
Ya, kuakui kalau dia memang keren, tapi terkadang sikap menyebalkannya itu buat aku gregetan!
"aku memang menyukainya, tapi kan sedikit!"kesalku
"ya, ya, ya… kalian memang cocok, sama-sama keras kepala, dan Tsundere"ujar Juvia menghela nafas
"HEY!"kesalku
-Normal P.O.V-
Tanpa terasa liburan mereka akan segera berakhir, dan mereka semua pun bersiap-siap untuk berangkat pulang, tak lupa membawa foto-foto bersama selama liburan.
"ah.. liburan masa sudah selesai, sih?"ujar Lisanna lemas
"iya, ya… padahal aku masih ingin liburan…"ujar Lucy juga dengan lemas
Mereka hanya tertawa melihat Lisanna dan Lucy yang lemas seperti itu
"sudahlah, kapan-kapan kita bisa berlibur bersama lagi"bujuk Loke pada dua orang gadis itu
"baiklah…"ujar mereka berdua lemas
Sedangkan gadis berambut silver dan bermata coklat caramel ini hanya tersenyum tipis melihat mereka berdua, mereka sangat lucu seperti
"Yukino-san, ayo"ujar Wendy yang menggenggam tangan Yukino dengan tersenyum
Yukino pun mengangguk dan berjalan maju bersama mereka
Di perjalan mereka mereka sangat ribut sekali, sampai-sampai orang yang berada didekat mobil mereka mendengar suara canda tawa yang sangat keras, tapi tetap saja tidak dipedulikan oleh anak-anak itu
Sesampainya dirumah mereka pun langsung memutuskan untuk beristirahat karena lelah bermain disaat liburan itu
X-X-X
-Lisanna P.O.V-
"Maid-Oneechan, aku ingin pesan milk shake!"seru para pelanggan ke Maid yang sedang sibuk
"Hai, cotto matte kudasai!"ujar Maid yang sedang sibuk sekali dengan perkerjaannya
Aku sedang berada disebuah café yang sedang sangat-sangat banyak pengunjungnya, dan itu membuatku sangat kewalahan, apalagi Mira-nee, ia sangat kewalahan menghadapi banyaknya pengunjung
Tapi tetap saja Mira-nee tidak kenal kata lelah dan tetap tersenyum dan melayani mereka dengan senang hati
"Omelate Spicy Rice, Onegaishimasu!"ujar Mira-nee pada staff yang lainnya
Aku hanya sedikit merasa sedih karena melihat Mira-nee yang sudah berkerja keras seperti itu, sejak orang tuaku meninggal, Mira-nee yang menanggung semua biayaku dan Elf-niichan, dan itu entah kenapa membuatku sama sekali tidak berguna, apalagi sekarang kan liburan kenapa Mira-nee tidak liburan saja sejenak?
Aku pun mendekati Mira-nee yang sedang beristirahat sejenak karena para pelanggan tadi sudah pergi semua dan Café pun sudah waktunya tutup.
Aku melangkahkan kakiku kearah Mira-Nee yang masih saja mengerjakan sesuatu padahal Café sudah tutup dan semua para staff sudah pulang.
"ne, Mira-nee"panggilku
"ada apa, Lisanna?"ujar Mira tapi tetap melanjutkan perkerjaannya
"apa sebaiknya Mira-nee tidak berlibur sejenak? Mira-nee kan sudah berkerja keras"ujarku pada Mira
"tidak apa-apa, kok! Aku senang bisa berkerja!"kata Mira dengan tersenyum
"tapi, kan…!"
"Arigatou, Lisanna, tapi Onee-Chan masih belum merasa kalau Onee-Chan harus berlibur, lagipula kalau Onee-Chan berlibur, siapa yang akan mengurus Café?"ujar Mira dengan tersenyum
Aku hanya menggigit bibir bawahmu, aku merasa kesal karena aku merasa belum bisa dipercaya oleh Mira-nee untuk mengurus Café, dan aku tau sebenarnya Mira-nee bukannya belum percaya, tapi mungkin masih belum bisa meninggalkan Café ini walau sejenak, tapi…!
"aku…"gumanku pelan
"eh?"
"aku yang akan mengurus café ini! Jadi jangan khawatir! Aku akan berusaha, karena itu kumohon Mira-nee berliburlah! Aku tidak tega melihat Mira-nee yang selalu berkerja keras seperti ini!"ujarku dengan sedih
Mira-nee hanya memandangku dengan diam lalu mengangguk pelan dan tersenyum kearahku, ia mengelus kepalaku dengan pelan
"Arigatou, Lisanna, mungkin kau benar, sepertinya Onee-Chan, sudah harus bisa mempercayaimu dalam perkerjaan ini, jadi tolong kau jaga toko ini selama aku pergi, ya?"ujar Mira-nee dengan lembut padaku
Aku senang mendengarnya dan mengangguk bahagia, lalu setelah itu aku dan Mira-nee akhirnya pun bersiap-siap pergi, dan Mira-nee pun bersiap-siap untuk berlibur dengan temannya berambut merah dan sebenarnya aku belum mengenal teman Mira-nee, karena hampir tak pernah kulihat Mira-nee membawa teman.
"aku belum pernah memperkenalkan diri, ya. Namaku Erza, Erza Scarlet, Yoroshiku"kata Erza dengan tersenyum padaku
Aku pun hanya kaget saat mendengar namanya, ya ampun aku sama sekali tidak sadar kalau Erza Scarlet itu adalah idolaku sewaktu aku masih kecil, dia sudah banyak memenangkan kejuaraan!
"n-namaku Lisanna Strauss, Yoroshiku Onegaishimashu!"ujarku dengan terbata-bata karena orang yang kuidolakan ini ada didepan mataku
"baiklah, Lisanna, Onee-Chan dan Erza akan pergi jalan-jalan, sekitar 3-4 hari kami akan kembali, tolong jaga toko, ya"kata Mira dengan tersenyum padaku
"iya, serahkan saja padaku!" ujarku dengan tersenyum dan akhirnya mereka pergi dengan kereta kesebuah tempat
Aku akan berkerja keras agar Mira-nee bangga padaku, tapi…
"Chotto, Onee-Chan! Mada osoi desuka? Watashi amari jikan ga inai desu"ujar salah satu gadis dengan kesal padaku saat pesanannya belum juga diantar
"Sumimasen, moshukosi matte kudasai!"ujarku dengan panic
Aku sangat kewalahan karena pelanggan sekarang lebih banyak dari pelanggan kemarin, dan juga Café ini sekarang karena kekurangan staff untuk minta izin berlibur
Dan alhasil aku sekarang dan para staff disini sangat kewalahan karena melayani pelanggan yang tak pernah kunjung habis
"Mou! Mada osoi nara watashi koko kara deru desu"ujar gadis itu kesal lalu pergi meninggalkan mejanya dengan kesal
Aku hanya sedih dan ingin merasa menangis sekarang, baru hari pertama saja aku tidak bisa menjalankan bisnis ini dengan lancar, pantas saja Mira-nee tidak ingin berlibur, aku ternyata masih belum bisa mengerjakannya
"hiks…"isakku dengan pelan dan berusaha agar tidak ada yang menyadarinya
Dan untunglah karena Café sedang ramai, tak ada yang menyadarinya sama sekali, tapi aku sekarang harus bagaimana?
Toko sedang ramai, tapi Staff sedang berkurang! Tak akan mungkin bisa melayani mereka dengan cepat! Kalau Mira-nee apa yang akan dia lakukan?!
"Lho, Lisanna?"ujar seorang gadis yang sangat kukenal
Aku mendongkakkan kepalaku dan melihat Lucy dan Juvia didepanku
"Lucy? Juvia?"ujarku kaget
"kau jadi Maid disini?"Tanya Lucy heran
"iya, aku mengurus café ini karena Mira-nee sedang berlibur"ujarku yang tersenyum sedih
"hee… ramai, ya, kau pasti kewalahan"ujar Lucy yang kagum padaku
Sebenarnya aku malu bertemu mereka dengan keadaan yang sangat memalukan, apa lagi mereka kan pelanggan kalau aku dan staff yang lainnya tidak bisa melayani dengan baik, apa yang harus kulakukan sekarang?!
"hiks.."
"Lho? Lho? Kenapa kau menangis?"ujar Lucy heran padaku saat melihatku menangis
Apa yang kau lakukan sekarang Lisanna? Menangis didepan mereka?! Kau mempermalukan dirimu sendiri!
"Juvia rasa Lisanna sepertinya butuh bantuan"ujar Juvia dengan tersenyum
"oh, kenapa kau tidak bilang padaku sebelumnya? Kan kami bisa membantumu, kau bilang kan kita sahabat, kalau begitu kita panggil yang lainnya kesini!"ujar Lucy dengan semangat dan memanggil anak-anak yang lainnya
15 menit kemudian mereka semua datang dan di café sedang banyak sekali order-an yang menumpuk, mereka langsung bergegas dan berkumpul.
"dasar, Lisanna! Kenapa kau tidak menghubungi kami kalau kau butuh bantuan?"Tanya Gray yang heran
Aku hanya menunduk malu pada semuanya, karena aku malu mereka melihatku sangat tidak berguna seperti ini! Seharusnya aku bisa mengurus café ini dengan baik dan membuat Mira-nee sadar bahwa dia tidak sendirian dan bisa mempercayaiku, tapi aku malah…
"maaf…"ujarku dengan pelan sambil menunduk
Rogue mendekat kearahku dan mengelus kepalaku dengan lembut, aku tersentak kaget dan merasakan pipiku memanas dan aku sedikit mendongkak melihat Rogue yang tersenyum kearahku dengan lembut.
"kau kan tidak sendirian, Lisanna. Kita semua kan temanmu, kalau kau butuh bantuan jangan sungkan untuk meminta bantuan dari kami, untuk apa pertemanan jika kita tidak saling percaya dan membantu?"ujar Rogue dengan lembut padaku
Aku merasakan kalau air mataku akan jatuh lagi, aku langsung mengusap air mataku dan tersenyum kearah mereka
"kau benar, seharusnya aku lebih bisa percaya pada kalian, maafkan aku…"kataku dengan tersenyum
"Lisanna-sama, kita masih harus membuat order baru, dan staff yang sekarang tidak cukup!"ujar salah satu staff padaku
Aku pun langsung tersentak, dan melihat mereka yang tersenyum kepadaku seakan-akan mereka mengerti posisiku sekarang.
"Minna! Kumohon tolong aku mengurus café ini selama Mira-nee berlibur, aku tidak akan bisa melakukannya tanpa kalian semua! Onegaishimashu!"ujarku dengan menunduk hormat kepada mereka
Kudengar mereka hanya tertawa cekikikan dan berkata…
"tentu saja kami pasti membantumu, Lisanna! Karena itu kami datang, kan?"ujar Gray dengan tersenyum lebar dan anak-anak yang lainnya pun mengangguk pasti
Lalu mereka pun segera berganti pakaian, yang cewek memakai baju Maid dan yang cowok memakai baju Butler.
Aku hanya terharu melihat mereka yang mau membantuku sampai seperti ini, kurasa aku memang belum bisa mengurus café ini karena aku harus bisa mendapatkan orang yang bisa kupercayai untuk membantuku mengurus café ini!
Baiklah! Aku akan berusaha!
"Onee-Chan, bisa aku memesan hot chocolate?"ujar salah satu gadis kecil berumur 13 tahun dengan sopan
Aku pun langsung tersenyum kepadanya
"tentu saja, silahkan tunggu sebentar"ujarku lalu mengkode kepada staff yang lainnya untu membuat hot chocolate
Tak lama kemudian aku langsung memberikannya pesannanya dan ia tersenyum senang dan pergi keluar café
"Excuse me, but whould I get my order now?"ujar seorang wanita berambut pink panjang dari luar negeri
Dan Gray pun menghampirinya dan tersenyum
"iam sorry, Madam. Whould you wait a minute, please?"ujarnya dengan tersenyum lembut kearah wanita itu dan membuat Juvia yang melihatnya terbakar api cemburu
Aku hanya tersenyum dan merasa geli melihat mereka berdua
"hy, let me touch you"ujar salah satu pemuda luar negeri yang menggoda Lucy
Lucy sudah menolak dengan kesal tapi tetap saja mereka menggoda Lucy, dan membuat pemuda pink disana itu marah dan kesal melihatnya, siapa lagi kalau bukan Natsu
Aku melihat Natsu mendekat kearah mereka dan menarik Lucy kedalam pelukannya, lalu menatap tajam kearah pemuda yang menggoda Lucy
"Excuse me, Sir. If you done with your food, I really grateful if you out of this shop, okay?"ujar Natsu dengan tajam dan menarik Lucy pergi dari sana meninggalkan mereka yang menggoda tadi ketakutan karena tadi menatap mereka dengan sangat tajam
Aku hanya cekikikan melihat mereka, mereka memang sangat cocok dan manis , tapi aku tadi bersyukur karena Natsu tidak sampai memukul mereka, kalau ia memukul mereka itu bisa membuat berantakan, dan kurasa Natsu juga sadar akan itu dan menahan amarahnya dengan menatap mereka dengan death-glare.
X-X-X
-Normal P.O.V-
"Arigatou, Minna, karena kalian semua sudah membantuku"ujar Lisanna dengan tersenyum dan terharu karena mereka semua sudah membantu Lisanna mengurus café selama 4 hari
Klek
Tiba-tiba ada seseorang yang membuka pintu dan terlihat seorang gadis manis berambut silver moon panjang dan gadis berambut scarlet panjang yang sedang tersenyum
"Ara… Ara… sepertinya café-nya berjalan dengan mulus, ya?"ujarnya dengan tersenyum
"Mira-nee, okaeri"ujar Lisanna menyapa Mira
"tadaima, Lisanna, dan Minna yang sudah membantu Lisanna mengurus café"kata Mira dengan tersenyum
"itu kakaknya, Lisanna?"bisik Lucy pada Juvia
"sepertinya begitu"kata Juvia pada Lucy
"oh, iya aku belum memperkenalkan diriku pada kalian, ya? Namaku Mirajane Strauss, panggil saja aku Mira"kata Mira yang memperkenalkan diri
"Namaku Juvia Loxar, Yoroshiku Mira-san"ujar Juvia
"namaku Lucy Heartfilia, Yoroshiku onegaishimashu, Mira-san"kata Lucy
"dan namaku Erza Scarlet, yoroshiku ne, Lucy, Juvia"kata Erza memperkenalkan diri
Lucy dan Juvia hanya sedikit kaget saat gadis berambut scarlet itu membuka sun-glassesnya, mereka sangat kaget sampai tidak tau ingin mengatakan apa.
Karena gadis ini kan BINTANG TERKENAL SE-DUNIA!
"Erza Scarlet? Pemenang kejuaraan model sedunia itu?"ujar mereka kaget dan gugup
"ya, tapi tolong anggap aku biasa saja, aku tidak suka terlalu ditinggikan seperti itu"ujar Erza dengan tersenyum
Lalu Mira pun membicarakan sesuatu dengan Erza dan menaruh barang-barang bawaannya.
"aku tak menyangka Nee-Chan mu punya teman yang sangat terkenal"kata Lucy pada Lisanna
"aku juga baru tau 4 hari lalu saat aku mengantarkan Mira-nee kemarin"ujar Lisanna
X-X-X
Jude sedang berada di makam Layla yang sedang merenung dengan perilakunya dulu.
'Layla, aku harus bagaimana?'batin Jude dengan sedih menatap batu nisan yang bernama Layla Heartfilia
Jude kembali merenung, ia memang sudah banyak salah tapi ia tidak bisa memperbaiki kesalahannya lagi, sama sekali tidak bisa!
TAP TAP TAP
Terdengar suara derup langkah kaki yang mendekat kearah Jude, Jude pun menoleh kebelakang dan melihat Zeref yang sedang membawa buket bunga.
"Zeref…"
"lama tak jumpa, Jude-san"ujarnya dengan tersenyum
Lalu ia pun mendekat kearah Jude
"kalau kau tak keberatan, boleh aku ziarah?"tanyanya lagi
Jude pun mengangguk dan mempersilahkan Zeref yang berdoa dan menaruh buket bunga itu di makam Layla.
Hening menyelimuti mereka sampai akhirnya Jude angkat bicara.
"bagaimana dengan putri-ku?"tanya Jude pada Zeref
Zeref hanya tersenyum dan menghadap Jude
"dia sangat mirip dengan Layla-san, sangat cantik, baik, walaupun keras kepala"ujar Zeref tersenyum
Jude hanya tersenyum tipis mendengarnya
"Jude-san ada yang ingin kubicarakan padamu, kau ada waktu?"tanya Zeref pada Jude
Jude hanya terdiam saja
-Di Restorant-
Jude dan Zeref duduk berhadapan dengan aura serius
"kau mau tanya apa?"tanya Jude
"tentang kematian Layla-san"ujar Zeref
"…"
"kau tidak menceritakannya pada Lucy dan Loke hal yang sebenarnya?"tanya Zeref
Jude hanya sedikit terkejut mendengar nama Loke
"kau kenal Loke?"tanya Jude dengan kaget
Zeref hanya mengangguk
"aku sempat mengobrol dengannya selama liburan, jadi bisa kau jelaskan hal yang sebenarnya tentang kematian Layla dan juga gadis bernama Yukino Agria?"tanya Zeref dengan tatapan tajam
Jude hanya terdiam saja
-Lucy site-
Lucy dan anak-anak yang lainnya sedang santai di café Mira, karena usaha mereka sudah membuahkan hasil selama Mira pergi, mereka boleh memesan apa saja hari ini gratis.
"Arigatou, Mira-san, sudah memperbolehkan kami untuk memesan apa saja"ujar Juvia pada Mira
Mira hanya tersenyum senang saja
"pesan saja apa yang kalian mau, ini tanda terima kasihku pada kalian sudah membantu Lisanna mengurus café ini selama aku pergi"ujar Mira dengan senang
Lucy pun melihat-lihat sekelilingnya dan ia baru menyadari bahwa ada salah satu anak geng yang tidak ikut hari ini, bahkan hari-hari sebelumnya
"Nee, dimana Sting?"tanya Lucy heran pada Natsu yang duduk disebelahnya
Natsu hanya menyeruput kopinya lalu ia pun melirik Lucy
"katanya ia ada urusan beberapa hari ini"ujar Natsu
"urusan apa?"tanya Lucy penasaran
"mana aku tau! Aku bukan orang tuanya, kalau mau tau tanyakan langsung padanya"ujar Natsu kesal
"ihh! Aku kan cuman nanya!"ujar Lucy kesal
Dan mulai adu mulut diantara mereka berdua yang sudah dianggap biasa oleh geng 'Xrash'
Juvia dan Gray sedang duduk barengan dan sambil bercanda tawa tentang anime baru, sedangkan Lisanna sedang duduk bersama Rogue yang sedang diam sambil membaca buku.
"Umm… Rogue"panggil Lisanna pelan
Rogue yang mendengar itu hanya diam saja
"hmm? Ada apa?"tanya Rogue tapi tetap tak mengalihkan pandangannya dari buku
"Arigatou.."ujar Lisanna pelan
"untuk apa?"tanya Rogue heran
"untuk… sudah membantuku"ujar Lisanna lagi
Rogue hanya melirik Lisanna lalu menutup halaman bukunya dan tersenyum lebar
"sama-sama, Lisanna"ujar Rogue yang tersenyum lebar kearah Lisanna dan membuat Lisanna yang melihat itu langsung bersemu merah. Mira yang melihat adikknya itu bersemu merah dihadapan seorang pemuda hanya tersenyum senang
"ara… ara…"
-back at Zeref and Jude-
"…"
"tolong jawab aku, Jude-san"ujar Zeref dengan tajam
Jude masih saja terus diam, sampai akhirnya ia membuka suaranya
"kau tau dia meninggal karena menolong gadis yang bernama Yukino, kan?"ujarnya
Zeref hanya mengangguk pelan, lalu Jude kembali melanjutkan ceritanya
"gadis yang bernama Yukino itu selalu disakiti oleh keluarga angkatnya, terutama kakak angkatnya, Yukino yang tak tahan perlakuan mereka berniat kabur, tapi saat ia berlari menjauhi kejaran keluarga angkatnya itu ada sebuah mobil yang melaju dengan kecepatan tinggi menabraknya, tapi Layla yang melihat itu tidak mungkin berdiam diri, kan? kau tau sifat Layla seperti apa"ujar Jude
"jadi, dengan kata lain Layla-san meninggal karena menolong Yukino? Lalu kenapa kau tidak menceritakan yang sebenarnya pada anak-anakmu?"tanya Zeref lagi heran
Jude hanya terdiam sebentar
"aku tidak mungkin bisa mengatakan itu, apa lagi Karena aku Layla pergi dari rumah dan karena diriku juga dia meninggal, walau ia meninggal karena kecelakaan jika aku tidak bertengkar dengannya ia tidak akan kabur dari rumah dan mengalami kecelakaan itu"ujar Jude
"…"
"karena itu kau tidak mengatakan ini pada anakmu?"tanya Zeref
Sedangkan Jude hanya mengangguk
"jadi, begitu"ujar seseorang dari belakang
Jude pun langsung menoleh kebelakang dan melihat anak laki-lakinya sedang berada dibelakang dirinya
"Loke, sejak kapan kau…!"
"aku sudah dengar dari awal"ujar Loke dengan sinis
"…"
"dengar! aku tak akan menceritakan ini pada Lucy"kata Loke dengan sinis
"kenapa?"tanya Jude heran
Ia bisa saja kan memberitaukan Lucy tentang kematian Layla yang sebenarnya, namun mengapa dia memilih untuk diam?
"karena yang akan memberitaukannya langsung adalah kau!"tunjuk Loke pada Jude
Jude pun melihat Zeref
"kau sudah merencanakan ini, Zeref?"ujar Jude menatap Zeref
Sedangkan Zeref hanya tersenyum tipis
"maafkan aku…"ujar Zeref
Jude hanya menggelengkan kepalanya
"tidak, aku seharusnya berterima kasih padamu, karena kau aku bisa menceritakan kematian Layla yang sebenarnya"ujar Jude tesenyum tipis
"lalu kau akan memberi tau, Lucy?"tanya Zeref pada Jude
Jude hanya menggelengkan kepalanya
"untuk saat ini tidak, aku masih harus berpikir…"ujar Jude
Loke pun memandang Jude dengan tajam
"kau tau kau sangat menyebalkan! Tapi jika itu adalah pilihan terbaikmu lakukanlah, jangan rusak masa depanmu sendiri, Ayah"ujar Loke dengan pelan lalu berjalan melangkah menjauhi restorant
Jude hanya tersenyum tipis mendengarnya
"selain Lucy yang mirip dengan Layla-san, ternyata Loke juga sangat mirip dengan Layla-san"ujar Zeref tersenyum kearah Jude
"ya, mereka sangat mirip dengan Layla"ujar Jude tersenyum
-Sting P.O.V-
Aku berjalan menyusuri taman yang sedang bermekaran bunga sekarang
Kalian pasti bingung kenapa ada bunga sakura ada di saat musim panas, kan?
Bunga sakura ini hanya sebuah replica saja, tapi setiap sore menggugurkan bunga sakura seperti hal-nya bunga sakura sungguhan.
Dan disini aku pertama kalinya bertemu dengan Shiori-Chan, aku pun melangkah maju dan duduk disebuah bangku taman dekat pohon sakura yang sangat besar (walaupun replica)
Aku membuka gadjet-ku lalu memainkan permainan, tapi pikiranku tetap kosong.
Aku hanya menghabiskan waktuku di taman ini dengan sia-sia
Aku pun menghela nafas panjang dan menggaruk kepalaku yang tidak gatal
'seharusnya aku ikut membantu saja di café Lisanna'batinku
Hari sudah semakin sore dan langit yang cerah sudah berganti langit malam yang ditaburi oleh berjuta-juta ribu bintang diangkasa
Aku hanya melihat bintang itu dengan senyuman tipis yang terpangpang diwajahku, jika kulihat seperti ini aku serasa ada di Glosarium.
"Sting-sama?"
Aku hanya sedikit kaget karena ada yang memanggilku
Aku pun melihat siapa yang memanggilku, aku melihat Yukino yang sedang menatapku heran karena aku ada ditaman ini sampai malam
"Yukino…"
Yukino hanya tersenyum kepadaku, lalu mendekat kearahku
"kau sedang apa Sting-sama?"tanyanya dengan senyuman
DEG! DEG! DEG!
Shiori?!
"Sting-sama?"
Aku langsung terkaget dia memanggil namaku
"a-ah… iya?"ujarku sedikit gugup
Apa benar tadi itu senyuman Shiori? Tidak tidak tidak! Mana mungkin! Dia Yukino bukan Shiori!
Tapi aku memanggil namanya karena dia putih dan itu hanya panggilan akrab saja dan aku sudah lupa siapa nama gadis itu sebenarnya atau memang tidak pernah kutanyakan?
"Sting-sama kau tidak apa-apa?"tanya Yukino dengan raut wajah khawatir
Aku langsung menggelengkan kepalaku dengan cepat
"tidak, aku tidak apa-apa, kau sedang apa?"tanyaku dengan cepat
"oh.. aku sedang membeli bahan-bahan makanan untuk makan malam, kalau Sting-sama sendiri?"tanya Yukino yang heran karena melihatku disini sampai malam.
"aku sedang…"ujarku mencari alasan
Dia pun masih saja memandangku dengan wajah penasaran
"cari udara segar aja"ujarku dengan menggaruk kepalaku yang tidak gatal
"oh…"
Entah kenapa suasan jadi terasa canggung, dan aku paling tidak bisa dengan suasana canggug, itu merasa aku seperti tidak bernyawa!
Aku pun melihat kantung belanjaannya dan melihat bahan-bahan makanannya yang baru saja dibelinya
"nee, setauku kau hidup sendirian, kan? kenapa?"tanyaku pada Yukino
"kenapa kau tidak hidup bersama keluargamu saja? Bukannya itu lebih bagus?"tanyaku pada Yukino
Kulihat raut wajah Yukino sedikit berubah dan hanya menunduk tak menjawa apapun
"itu…"gumannya dengan pelan
Aku pun hanya menghela nafas panjang saja dan melihat bintang diatas
"ya, bukan urusanku sih… tapi sebaiknya kau tinggal bersama keluargamu, walau aku tinggal sendiran karena orang tuaku berkerja diluar negeri, tapi hey, kau ini perempuan, bukannya berbahaya kalau tinggal sendirian, apalagi kau sepertinya kau tidak punya banyak kenalan, sebaiknya kau kembali dan tinggal bersama keluargamu, kuyakin keluargamu sangat menghawatirkan-!"
"….tau…apa…kau…"gumannya pelan
Aku hanya sedikit kaget saat ia mengatakan sesuatu yang tidak bisa kudengar dengan jelas
"kau…tau…apa tentangku…?"gumannya dengan pelan lagi
Aku hanya merasa tidak enak dengan situasi ini
"TAU APA KAU TENTANGKU?! TENTANG KELUARGAKU?! TENTANG KEHIDUPANKU?! KALAU KAU TAK TAU APA-APA! JANGAN SOK JADI ORANG YANG MENGETAHUI KEHIDUPANKU!"ujarnya dengan marah dan raut wajah sedih bercampur marah lalu ia pun bangkit berdiri dan berlari meninggalkanku yang shock mendengarnya
"Yukino…"gumanku pelan
-Yukino P.O.V-
Aku berlari dari Sting, aku berlari dengan cepat kearah rumahku, aku membuka pintu dan langsung menguncinya, lalu berlari kekamarku dan entah kenapa kakiku terasa lemas sampai-sampai aku tidak bisa berdiri dengan tegap
'Kenapa aku mengatakan hal seperti itu pada Sting-sama? Dia hanya mengkhawatirkanku karena aku tinggal sendirian, namun aku malah membentaknya seperti itu'
Aku pun tak bisa membendung perasaan sakitku lagi dan aku pun tak bisa membendung air mata yang selalu kutahan, entah kenapa pertahananku roboh dengan mudahnya jika berurusan dengan Sting.
Aku menangis tersendu-sendu, aku menangis dengan keras aku lalu membantingkan tubuhku sendiri ke kasurku yang empuk dan nyaman.
"maafkan aku, Sting-sama… maafkan aku, Layla-Obaasan…"ujarku dengan masih menangis keras
-to be continue-
Yuki: "Akhirnya! Akhirnya! Sudah sekian lama akhirnya baru bisa menyelesaikan chapter ke 4!"
Natsu: "tidak terasa sudah chapter ke-4, ini masih lanjut, kan?"
Yuki: *tersenyum mengangguk* "tentu saja!"
Happy: "Yuki-Chan, jangan lupa belajar buat UN nanti!"
Yuki: *pundung* "Happy jadi seperti Okaa-san yang terus menyuruhku belajar"
Natsu: "tapi memang benar kata, Happy. Yuki-Chan jangan sampai sakit di UN-nya"
Yuki: *lemas* "Hai, Wakarimashita"
Natsu: "Baiklah, yang akan menutup kali ini adalah…"
Happy: *memotong kalimat Natsu* "Nee, Nee, Natsu! Aku yang memberitaukannya!"
Natsu: "o-oh… baiklah…"
Happy: *senang* "Aye, baiklah, silahkan Gray Fullbuster!"
Gray: *tersenyum* "Yo, Minna!"
Natsu: "cth, kenapa kali ini Stipper yang datang?"
Gray: *kesal* "hy, aku dengar itu, Flame-Brain!"
Natsu: *mengeluarkan api ditangannya* "kau mau ngajak berantem, huh, Stipper?!"
Gray: *kesal* "kalau itu maumu!" *mengeluarkan sihir es dari tangannya*
Yuki: *melerai Gray dan Natsu* "sudah, dong! Natsu-nii, Gray!"
Natsu: "Yuki-Chan, baiklah… Gray karena aku tidak mau membuat Yuki-Chan repot, kali ini aku lepaskan"
Gray: *kesal* "seharusnya itu kalimat-ku!"
Yuki: "baiklah, mulai saja. Menurut Gray, bagaimana chapter kali ini?"
Gray: *melirik Yuki*
Yuki: *heran* "ada apa?"
Gray: "kenapa kau memanggil Natsu dengan suffix-san, kun, nii, tapi aku tidak?"
Natsu: *menyeringai* "karena kau bukan tokoh utama"
Gray: : *melirik Yuki penuh harap*
Yuki: *bergidik ngeri dengan tatapan Gray yang menjijikan* "b-baiklah, eto… Gray-niisan?"
Gay: *tersenyum lebar* "baiklah, menurutku sih, yah… etoo… gimana ngomongnya, ya?"
Yuki: *pundung* "kalau mau bilang jelek, ya, bilang aja"
Gray: "bukan, kalau menurut aku sendiri sih, cukup bagus. Tapi pendapat orang bisa beda-beda, kan? aku hanya agak illfeel karena membacanya tadi"
Yuki: *senyum* "kan gak apa-apa! Gruvia juga salah satu Pair Favorite-ku!"
Gray: *sweatdrop* "hah… sou ka… ya, aku tidak bisa mengatakan dengan jelas, tapi terima kasih yang sudah membaca Fict Yuki-Chan kali ini dan meriew-nya"
Natsu, Happy & Yuki: *kaget* " langsung pamitan?!"
Gray: *bingung* "memangnya kenapa?"
Natsu: *menggelengkan kepalanya* "kasihan si Stipper. Dia sepertinya hidup sendiri terlalu lama"
Happy: "aye, aku juga berpikir seperti itu. Kuharap Juvia segera menikah dengan Gray, setidaknya Gray tidak langsung pergi seperti itu didepan Reader-san"
Gray: *kesal* "apa maksud perkataanmu itu, huh, Happy?!"
Yuki: *menghela nafas* "ya, terima kasih pada Reader-san yang membaca apalagi memberikan Yuki Riview supaya Yuki bisa tambah semangat! Bye-bye!"
Natsu: *kesal* "memang benar, kan! kau selama ini sendirian! Dasar Stipper!"
Gray: *kesal* "apa katamu?!"
Natsu & Gray: *bertarung satu sama lain dengan sihir mereka*
Thanks for all reading this Fict, and please give us advice
R
E
V
I
E
W
