Disclameir :

Ini hanya FF, sebuah karya fiksi yang terlahir dari otak sederhana saya. Jangan bash cast yang saya pakai karena mereka tidak tahu apa-apa. Saya hanya pinjam nama saja. V cinta damai chingu ^_^

Cast : KYUMIN and Friends ^^

Chapter tiga

.

.

.

Kyuhyun menempelkan dahinya pada tumbukan buku dimeja kerjanya. Terhitung sudah 2 minggu ia bekerja di perusahaan Ayahnya, menjadi seorang maneger keuangan.

Kepalanya seakan mau pecah. Ia di hadapankan dengan pekerjaan, kuliah dan juga di tuntut mendalami seluk beluk perusahan di mana suatu saat ia akan meneruskan perusahaan ayahnya.

Maklum saja, selama ini dirinya hanya sibuk berhura-hura dan bermanja ria dengan Sungmin.

Ah Sungmin.

Ia merindukan kekasihnya itu, padahal tadi pagi ia sempat mengantarkan Sungmin kuliah. Kyuhyun meronggoh ponselnya ia hendak menghubungi Sungmin namun baru ingat, ini masih jam 10 dimana jam kuliah Sungmin masih berlangung.

Sial.

Ketika rasa ingin menyerah menggentayanginya. Kyuhyun terus merapal dalam hati.

'Demi Sungmin'

Ya, dirinya tidak boleh menyerah. Bukankah ia seorang pria dimana kelak jika menikah akan menjadi kepala keluarga. Ia akan bertanggung jawab pada Sungmin dan calon anaknya nanti.

Matanya melirik sebuah pigura di meja kerjanya dengan potret gadis cantik yang mengenakan mini dress hijau toska, tengah tersenyum manis. Foto Sungmin, kekasihnya, calon istrinya. Seketika itu, semangatnya kembali terisi.

.

.

.

.

.

Heechul mengangkat tangannya ketika melihat Sungmin di pintu masuk cafe. Sungmin tersenyum melihat Heechul –ibu Kyuhyun- tak membuang waktu ia menghampiri wanita paruh baya itu.

Pelukan dan kecup pipi Sungmin lakukan pada Heechul sebelum ia duduk. Pagi tadi Heechul menghubunginya, mengajak bertemu saat makan siang di cafe yang tidak terlalu jauh dari kantor Sungmin.

Heechul memanggil pelayan, memesan makanan. 10 menit kemudian makanan sudah terhidang di meja.

"Keliatannya Eomma sedang senang"

Baik Sungmin atau Kyuhyun memang memanggil orang tua pasangan masing-masing dengan sebutan Eomma dan Appa.

Senyum Heechul semakin berkembang membuat wajah cantiknya terlihat semakin mengagumkan walau ia sudah berusia 48 tahun.

"Kau pasti tahu jagiya, apa yang membuat Eomma senang" Heechul terkekeh.

Heechul tidak bisa menutupi jika ia memang senang sekaligus terharu. Perasaan seorang Ibu tidak akan pernah salah. Pertama kali Kyuhyun mengenalkan Sungmin padanya dan Hangeng. Ia sudah merasa jika Sungmin akan membuat putranya menjadi lebih baik.

Kyuhyun bukan remaja patuh apalagi penurut ketika sekolah. Bisa di bilang pembuat onar. Berkelahi sesama murid, membolos. Pernah juga hampir merasakan dinginnya jeruji besi karena terjaring balapan liar. Itu kenapa di usianya 25 tahun Kyuhyun masih mengenyam bangku kuliah semester 5.

Kyuhyun pernah tinggal kelas dan juga cuti kuliah. Teman-temannya sudah banyak yang bekerja dan begitu pula dengan Donghae yang hampir selesai dengan S2 sembari bekerja di perusahaan ayahnya, Tuan Lee.

Bahkan Kyuhyun kalah dari Sungmin yang hampir menyelesaikan kuliah akhirnya, tinggal menghitung bulan untuk lulus di usia 22 tahun. Kyuhyun bukannya tidak pintar. Pemuda itu sebenarnya cerdas. Namun sayang, malas.

Sejak berhubungan dengan Sungmin, perlahan Kyuhyun mulai berubah. Tidak lagi pulang malam setalah menghabiskan waktu di club malam, tidak urakan dan banyak lagi.

Kyuhyun mulai serius kuliah, tidak lagi membolos. Pemuda itu memang masih ikut balapan namun tidak sesering ketika remaja dulu, hanya sesekali.

Dan yang paling membuat Heechul ingin menangis adalah Kyuhyun dengan sadar meminta pekerjaan padahal waktu itu ia dan suaminya sudah sering bersusah payah menyuruh dan membujuk Kyuhyun untuk bekerja. Heechul bisa melihat kesungguhan dari kedua manik putranya.

Wanita cantik itu mengenggam tangan Sungmin. Menatap calon menantunya dengan penuh bangga. "Terima kasih" ucapnya pelan.

Sungmin membalas genggaman tangan Heechul. "Aku tidak melakukan apa-apa, Eomma"

Kedua wanita berbeda umur itu saling melempar senyum. "Aku tidak sabar menunggu kau resmi menjadi menantuku" kata Heechul membuat wajah Sungmin memerah.

.

.

.

.

.

Sungmin dengan apron di tubuhnya melangkah menuju kamarnya. Ia menggeleng kepalanya melihat Kyuhyun masih asyik bergulung di balik selimut padahal ia sudah membangunkan kekasihnya sejak ia akan memasak, 30 menit yang lalu.

Sungmin duduk di samping Kyuhyun. Melihat wajah polos kekasihnya yang tertidur membuatnya gemas. Ini kali kedua Kyuhyun menginap di apartemennya setelah pemuda itu bekerja. Biasanya Kyuhyun akan 3-4 kali menginap dalam seminggu.

Ia mengapit hidung bangir Kyuhyun lalu menggoyangkannya.

"Bangun, lazy boy"

Kyuhyun menepis tangan Sungmin lalu merubah posisinya, meringkuk seperti bayi. Sungmin mengerucutkan bibirnya.

Beginilah Kyuhyun. Susah di bangunkan.

"Palli ireona, bayi besar" Sungmin menepuk-nepuk pantat Kyuhyun yang padat. Sungmin meringis ketika mengingat pantat miliknya sedatar papan tulis, berbeda jauh dengan pantat kekasihnya. "Kyu~ bangun"

Kyuhyun memegang tangan Sungmin yang meraba bongkahan pantatnya. Dengan malas ia bangun. Menatap gadis dihadapannya dengan wajah cemberut.

"Waeyeo?" goda Sungmin sembari mencolek dagu Kyuhyun.

"Gantian"

"Apa?"

"Giliranku menepuk dan memegang pantatmu"

Bruk!

Sungmin langsung menghadiahi Kyuhyun dengan selimut. "Cepat mandi. Dasar mesum" gadis itu lalu berlalu meninggalkan Kyuhyun yang menggerutu sebal.

"Tidak adil. Wanita bisa memegang tubuh pria seenaknya tapi tidak sebaliknya" kata Kyuhyun sembari beranjak menuju kamar mandi.

.

.

.

.

.

Kyuhyun menatap Sungmin, tersenyum menampilkan gigi putihnya. "Kenapa?" tanya Sungmin heran.

"Aku baru tahu jika di pakaikan dasi akan sesenang ini" Kyuhyun terkekeh lalu mengecup bibir Sungmin.

Wajah Sungmin memerah lalu ikut tersenyum. Sebenarnya ia juga sudah lama memimpikan ini. Memakaikan dasi pada Kyuhyun. Selama ini mereka tidak pernah seperti itu.

Pertama karena Kyuhyun belum bekerja. Kedua tidak mungkin Kyuhyun memakai jas hanya untuk pergi kuliah dan bermain dengan sahabat-sahabatnya.

Kyuhyun menarik pinggang Sungmin hingga tubuh mereka menempel. "Minggu nanti, ayo kita pergi kesuatu tempat"

"Kemana?" tanya Sungmin.

Selama ini memang Kyuhyun dan Sungmin jarang pergi keluar. Hanya sesekali. Mereka lebih sering menghabiskan waktu di apartemen Sungmin atau di kediaman Kyuhyun.

"Ke tempat kencan pertama kita" usul Kyuhyun sembari tersenyum lebar.

.

.

.

.

.

Kyuhyun menghembuskan nafasnya melihat pekerjaannya masih menumpuk. Ia tidak bisa membayangkan bagaimana menduduki jabatan sebagai presedir nanti. Pasti lebih berat dari pekerjaannya sekarang.

Ia merilik jam yang melingkar di pergelangan tangannya, 5 menit lagi jam makan siang. Ah! Setidaknya ia bisa mengistirahatkan otaknya terlebih dahulu.

Tok Tok Tok

Ayolah. Jangan bilang itu paman Choi –kepercayaan Ayahnya- karena pria tua itu selalu memberinya pekerjaan tambahan. Yang sebelumnya saja belum selesai.

"Masuk" kata Kyuhyun sembari mengusap wajahnya sebal.

Pintu terbuka. Seorang gadis masuk. Ia terkikik melihat Kyuhyun yang tampak berantakan.

"Selamat siang Tuan Cho"

Usapan tangan di wajahnya terhenti ketika mendengar suara yang sudah sangat ia kenal. Kyuhyun mendongak melihat sosok gadis yang masih berdiri di dekat pintu sembari tersenyum padanya.

"JAGIYA" teriak Kyuhyun sumringah.

Ia bangun. Berlari menuju Sungmin dan langsung memeluk tubuh mungil kekasihnya itu.

"Aku merindukanmu~" kata Kyuhyun sembari menggerakan pelukannya pada Sungmin kekiri kekanan. Sungmin tertawa melihat tingkah Kyuhyun yang kekanak-kanakan, ia suka tentu saja.

"Kita baru tidak bertemu selama 4 jam" Sungmin tersenyum geli.

"Tapi aku merindukanmu" Kyuhyun melepas pelukannya. Mengecup bibir Sungmin sekilas. "Kenapa tidak bilang mau kemari?"

"Kejutan heheh.." Sungmin mengangkat sebuah tas kecil yang ia bawa. "Aku membawa makan siang"

Kyuhyun memeluk Sungmin lalu mengecuKyuhyun merasa senang bukan main. Ia menuntun Sungmin untuk mengikutinya. Kyuhyun duduk di kursi dengan Sungmin di pangkuannya.

"Di depan sana masih ada kursi kenapa aku harus duduk di pangkuanmu?" sungut Sungmin pura-pura kesal.

"Jangan protes. Apa menu makan siangku kali ini, istriku~" Kyuhyun tersenyum melihat rona merah di kedua pipi Sungmin. Gadis itu berdehem lalu mulai membongkar isi tas kecilnya.

Ada nasi kepal, telur gulung, daging asap dan tumis buncis. Sungmin menyerahkan nasi kepal pada Kyuhyun yang langsung di makan oleh pemuda itu. Sungmin tersenyum. Ia mengambil telur gulung dan menyuapkannya pada Kyuhyun. Tak lupa untuk dirinya.

"Eoh?" Sungmin menatap Kyuhyun dengan mata bulatnya. "Kenapa ini ada disini?" Sungmin mengambil sebuah pigura potret dirinya. Tersenyum sekilas lalu menaruhnya kembali.

"Obat penyemangatku" jawab Kyuhyun sembari mengecup pipi kekasihnya.

Sungmin tersenyum simpul. Ia mengalungkan tangannya di leher Kyuhyun lalu melumat bibir tebal nan sexy pemuda itu. Niat awal hanya sekilas ternyata Kyuhyun menekan tengkuknya hingga ciuman mereka semakin intim.

"Mmffth.. ahh.." Kyuhyun melepas tautan bibirnya. Memberi waktu beberapa detik untuk ia dan Sungmin mengambil nafas lalu kembali memagut bibir yang selalu menggoda imannya.

Bunyi decakan saliva sangat nyaring terdengar. Kyuhyun dan Sungmin sama-sama menggerakkan kepala mereka berlawanan arah, memperdalam ciuman panas itu.

"Akh.." Sungmin terlonjak pelan ketika Kyuhyun menggigit bibir bawahnya. Ia bisa merasakan Kyuhyun yang tersenyum di sela ciuman mereka.

"Kyu ayo kita makan si-"

Tautan bibir Kyuhyun dan Sungmin reflek terputus ketika mendengar seruan tadi. Sungmin langsung berdiri dari pangkuan Kyuhyun dan merapikan rambutnya yang sedikit berantak sedangkan Kyuhyun ingin melempar vas bunga pada orang yang menggangunya namun niat itu hanya bayangan karena sosok yang menggangunya tak lain ayahnya sendiri.

Hangeng terkejut menatap apa yang dia lihat. Ia berdehem bermaksud meredakan suasana yang canggung. Sedangkan Kyuhyun berdumel dan Sungmin tersenyum kikuk pada Hangeng.

"Hallo Appa" sapa Sungmin.

"Hallo sayang" Hangeng tersenyum ramah. "Tadinya Appa ingin mengajak Kyuhyun makan siang. Tapi keliatannya Kyuhyun sudah mendapatkan 'makan' siangnya"

Wajah Sungmin memerah total. Aish bagaimana bisa ia kepergok oleh Appa kekasihnya.

"Mengganggu" kata Kyuhyun. Sungmin mendelik pada Kyuhyun.

"Kalian lanjutkan saja" Hangeng melambai pada Sungmin lalu dengan teratur ia keluar. "Dasar anak muda" gumamnya terkekeh kecil.

.

.

.

.

.

TBC

Hai hai.. chapter 3 is up.

Disini moga kejawab pertanyaan chingudeul yang nanya gimana hubungan ming sama kedua orang tua Kyu. Nah udah pada tahu? Dan latar belakang (?) Kyu hihihi...

Next chapter KyuMin kencan hohohoho dan dikit flashback tentang pertama kali mereka ketemu.

Thank to :

Chapter 1:

Shywona489, OvaLLea, mandakyumin, kkamjjong30, abilhikmah, elfkyumin137, tri oktaviani3, IYou, Cho MeiHwa, Wiprasetyalee, syafanisri, ChoJimin137, cloudswan, dewi k tubagus, leedidah, nova137, sandrimayy88, PumpkinEvil, isjkmblue, chaerashin, kiran theacyankEsa, Rinda Cho Joyer, park yueteuk, Tika137, nabilatul nisa, ratu kyuhae, Rly C JaeKyu, aismamangkona, KikyWP16, bunyming, ShinJiWoo920202, TiffyTiffanyLee, ELFishJOYers, kimteechul, sha nakanishi, kyumin sefi, Maya Agnes, nanayukeroo, indriwidiaw, lee kyurah, Guest, Dming, PaboGirl, minmin97, pinzame, cho hyunmi, qnie, kyumin, sifkyumin136, beebee, DoraKyumin, melee, parkhyun, hyukjaee lee, Guest, guesstt, kyumin1001, hanna, heeni, cholovelee, kyukyu, evilaegyeo, ChoLee, Guest, keykyu, nuralrasyid, fariny, Adekyumin joyer, Elfiishya, 1004hoteuk, Kim Jihae

Chapter 2:

Kim Jihae, Chominhyun, aismamangkona, nabilatul nisa, leedidah, elfkyumin137, ELFishJOYers, OvaLLea, Sparkyuminmin, chaerashin, nelatul azzma137, sandrimayy88, asdfghjkyu, ratu kyuhae, PumpkinEvil, nova137, GyuMin Cho, syofanisri, Cho MeiHwa, Wiprasetyalee, nanayukeroo, Rinda Cho Joyer, tri oktaviani3, TiffyTiffanyLee, dewi k tubagus, isjkmblue, Tika137, kiran theacyangkEsa, sha naknishi, ShinJiWoo920202, 1004hoteuk, indriwidiaw, melee, hanna, parkhyun, ouhji, Dorakyumin, lee kyurah, Dming, PaboGirl, Adekyumin joyer, minnie, kyukyu, ChoLee, Frostbee

SEE YOU NEXT CHAPTER ^_^

Mind to review?