Disclameir :
Ini hanya FF, sebuah karya fiksi yang terlahir dari otak sederhana saya. Jangan bash cast yang saya pakai karena mereka tidak tahu apa-apa. Saya hanya pinjam nama saja. V cinta damai chingu ^_^
Cast : KYUMIN and Friends ^^
Chapter empat
.
.
.
Ruangan itu terisi oleh 30 orang mahasiswa. Mereka tengah mengadakan rapat pematangan untuk penerimaan mahasiswa baru, minggu depan.
Ceklek
Pintu terbuka menampilkan sosok pemuda tampan berkulit pucat, jika orang lain pasti akan di larang masuk selain anggota senat, tapi pengecualian untuk pemuda itu.
"KYUHYUN SUNBAE" teriak beberapa gadis di ruangan itu.
Kyuhyun pemuda itu melempar senyum membalas sapaan para hoobaenya. Tak lupa ia menyapa mahasiswa lain yang seangkatan dengannya.
"Yah kau kemana saja evil?" Donghae meninju bahu Kyuhyun pelan.
Kyuhyun mengendikan bahunya. Ia lalu tenggelam dalam obrolan bersama Donghae dan teman-temannya yang lain.
-Tampan- batin Sungmin yang sedari tadi memperhatikan Kyuhyun. Wajahnya entah mengapa langsung memerah.
"Oh jadi itu mahasiswa populer bernama Cho Kyuhyun"
Sungmin menoleh pada Eunhyuk. "Mahasiswa populer?" tanyanya.
Eunhyuk menatap Sungmin malas. "Makanya jangan berkutat mencari pekerjaan saja. Sesekali baca majalah kampus atau bergosip ria" Sungmin mengerucutkan bibirnya.
"Hyuk-ah. Apa yang kau ketahui tentang dia?"
Eunhyuk memincingkan matanya. "Kau tertarik ya?" godanya.
"Bu-bukan seperti itu. A-aku hanya penasaran"
"Kenapa kau jadi gagap? Kkk~" Eunhyuk menyenggol bahu Sungmin. "Dia Cho Kyuhyun, namja populer di Kyunghee universitas ini. Dia sebaya dengan Hae Oppaku" Eunhyuk sedikit tersipu, ia jatuh hati pada seniornya itu.
"Aigoo" Sungmin tersenyum geli. "Lanjutkan ceritanya"
"Harusnya Kyuhyun sunbae sudah semester 7 seperti Hae Oppa dan teman-temannya yang lain. Tapi ia sering membolos lalu mengambil cuti"
"Cuti? Kenapa?"
Eunhyuk menggeleng. "Aku tidak tahu. Dia itu malas, masuk kuliah seenaknya. Aku dengar juga, ketika sekolah SMA ia pernah tidak naik kelas padahal dia itu pintar"
Sungmin membulatkan matanya. "Wow? Mengejutkan sekali. Memangnya dia semester berapa?"
"Semester 2"
"Apa? Kita saja sudah semester 4"
Eunhyuk mengendikan bahunya. "Walau begitu, ia tetep populer loh. Banyak mahasiswi berlomba untuk menjadi pacarnya"
"Hm, Aku bisa lihat itu"
"Bagaimana menurutmu?"
Sungmin mengangkat sebelah alisnya. "Apa?"
"Kyuhyun sunbae?"
"Dia.. tampan" hey, namja itu memang benar tampan. "Ya walau sangat di sayangkan melihat kelakuannya"
"Ciyeyy Sungminn~"
"Apa an sih" Sungmin mengalihkan pandangannya namun ia salah atau beruntung karena tatapannya bersibobrok dengan Kyuhyun.
Beberapa detik mereka saling berpandangan sampai Kyuhyun tersenyum tipis pada Sungmin membuat gadis itu balas tersenyum dengan kikuk lalu buru-buru menoleh pada Eunhyuk.
"Ya ampun" gumam Sungmin.
"Kau kenapa?" tanya Eunhyuk.
"Kyuhyun sunbae tersenyum padaku"
"Eyy... Sungmin mukamu memerah" Eunhyuk tersenyum konyol. "Ssst diamlah" kata Sungmin malu. Entah kenapa jantungnya berdetak dengan cepat melihat senyum Kyuhyun.
.
.
Brukk
"Akh.." Sungmin meringis, mengelus pantatnya yang sakit. Aish sial sekali hari ini, sudah terlambat masuk kelas sekarang ia bertubrukan dengan seseorang dan pantat nya menjadi korban.
Sebuah tangan terulur di hadapan wajah Sungmin membuat gadis itu mendongak. Sungmin sedikit terkejut ketika melihat si pemilik tangan yang tak lain pemuda populer bernama Cho Kyuhyun.
"Maaf, aku berjalan tidak lihat-lihat sampai membuatmu jatuh" Kyuhyun tersenyum pada Sungmin. "Boleh aku membantumu berdiri" lanjutnya.
"Ah" Sungmin tersadar dari lamunannya karena melihat Kyuhyun dan senyum pemuda itu. Sungmin menerima uluran tangan Kyuhyun lalu pemuda itu menariknya berdiri. "Terima kasih"
"Kita bertemu kemarin bukan? Di ruang senat?" tanya Kyuhun.
Sungmin mengengaguk. "Ne"
Sungmin mengerutkan keningnya ketika Kyuhyun mengulurkan tangannya lagi. Kyuhyun yang mengerti arti tatapan Sungmin, tersenyum pada gadis itu.
"Kita belum berkenalan" katanyanya.
Sungmin terkekeh pelan. "Lee Sungmin"
"Cho Kyuhyun"
.
.
.
~ Our Journey of Love ~
"Kenapa senyum-senyum begitu? Kau tidak sedang ber'fantasi' kan?" tanya Sungmin menantap Kyuhyun horor.
Seperti ajakan kencan Kyuhyun waktu itu. Meraka kini berada di taman bermain –tempat kencan pertama mereka. Mereka sudah mengelilingi taman bermain dan menaiki berbagai permainan.
Hari sudah beranjak sore. Kini Kyuhyun dan Sungmin tengah duduk di sebuah bangku di bawah pohon –agak jauh- dari orang-orang, dengan pemandangan taman bunga di hadapan mereka.
Sungmin sangat menyukai taman bunga.
Kyuhyun masih tersenyum. Ia menarik pinggang Sungmin dan menuntun kekasihnya untuk bersandar di dadanya. Posisi seperti ini sangat Kyuhyun sukai. Dimana ia bisa menghirup aroma shampo Sungmin yang mampu membuatnya tenang. Alasan lainnya, posisi ini memudahkannya untuk mencumbui leher dan tengkuk Sungmin.
"Hanya sedang mengingat saat pertama kali kita bertemu" katanya. "Kau masih ingat?" Sungmin tampak berpikir. Tentu saja Sungmin tidak akan lupa.
"Sekarang kau yang senyum-senyum sendiri" kata Kyuhyun sembari mengecup pelipis Sungmin.
"Aku juga sedang mengingat saat itu, Kyuhyun sunbae" ujar Sungmin dengan mimik muka nakal lalu terkikik geli. Membuat Kyuhyun mengapit hidung kecilnya.
"Kalau di pikir-pikir, kenapa aku bisa menyukaimu ya?" tanya Sungmin.
"Pesonaku memang sulit di tolak" ucap Kyuhyun bangga.
"Pesona apa? Tinggal kelas? Pembuat onar? Tukang bolos kuliah?"
"Eits. Itu masa lalu, sayang" Kyuhyun menyerukkan wajahnya pada leher Sungmin.
Ya, itu memang masa lalu. Sungmin tahu Kyuhyun sudah berubah menjadi lebih baik. Dan ia merasa berbangga hati karena perubahan itu Kyuhyun lakukan untuk dirinya.
"Tapi benarkan, kau tidak bisa menolak pesonaku" kata Kyuhyun menatap Sungmin yang mengerucutkan bibirnya.
"Sepertinya kepalaku terbentur waktu itu"
"Tinggal mengaku saja. Tak usah malu" goda Kyuhyun menaik turunkan kedua alisnya.
"Uh ya ampun, Ahjusshi mesum"
"Berikan Ahjusshi mesum ini sebuah ciuman" Kyuhyun memajukan bibirnya. Gadis itu tersenyum lalu mengecup kilat bibir Kyuhyun.
Kyuhyun tersenyum lebar. "Kau masih ingat ketika kita menaiki bianglalang?"
Pemuda itu bisa melihat dari sudut matanya, Sungmin tersenyum dengan rona merah di pipinya. Oh god, kekasihnya sungguh sangat cantik.
Sungmin mendongak. "Kau menyatakan cinta padaku" ujarnya tersenyum simpul. "Penuh dengan rayuan gombal. Tapi kenapa aku meleleh mendengarnya?" ucap Sungmin jujur. Ia menatap kembali pada taman bunga. Ia bisa mendengar Kyuhyun yang terkekeh.
"Kau ingin mendengarnya lagi?"
"Tidak mau"
"Sungguh tidak ingin mendengarnya?" Sungmin mengangguk pasti. "Kau yakin?" Sungmin kembali menganguk.
Kyuhyun mendekatkan bibirnya pada telinga Sungmin dan berbisik disana. "Kau tahu arti 831?"
"Kyu hentikan" Sungmin tertawa geli. Sungmin tentu saja tahu arti itu. Kyuhyun mengatakannya sesaat setelah ia menerima pernyataan cinta pemuda itu.
Kyuhyun terus menggoda Sungmin sampai gadisnya itu menatapnya dengan ekpresi nakal. "Maaf Kyuhyun sunbae, kau menanyakan apa tadi?" akhirnya Sungmin ikut permainan Kyuhyun juga.
Kyuhyun menyeringai tipis. "Kau tahu arti 831?"
Sungmin menatap Kyuhyun. Kyuhyun bisa melihat sorat cinta tulus di kedua mata bening kekasihnya. "831 means 'I... Love... You...', 8 latters 3 words 1 meaning" jawab Sungmin pelan. Dua orang itu saling melempar senyum.
Kyuhyun meraih dagu Sungmin lalu meraup bibir pinky kekasihnya. Memagutnya lembut tanpa menuntut.
.
.
.
.
.
Sebelum pulang, Kyuhyun mengajak Sungmin ke sebuah restoran China untuk makan malam.
Saat mereka sedang menyantap makan malam. Sebuah tepukan di bahu Sungmin, dengan di susul sapaan seorang pria membuat Kyuhyun dan Sungmin menghentikan makan mereka.
"Lama tidak bertemu" katanya.
"Jungmo Oppa" Sungmin tampak terkejut sebentar, tak lama ia tersenyum dan mempersilahkan Jungmo untuk duduk. "Sedang apa Oppa disini?"
"Ada seorang rekan kerjaku mendapat promosi, dia mengajak beberapa teman untuk merayakannya disini. Tapi sepertinya aku terlalu cepat datang kemari, aku belum melihat satu pun temanku"
Sungmin mengangguk. "Apa kabarmu Oppa?" tanya Sungmin. Sudah berapa lama mereka tidak bertemu? Sungmin sampai lupa kapan itu.
Ia dan Jungmo asyik mengobrol meninggalkan seorang pemuda tampan berkulit pucat yang menukuk wajahnya sedari tadi.
Ah iya, ngomong-ngomong Jungmo adalah mantan kekasih Sungmin. Sungmin pernah mengenalkan Kyuhyun pada Jungmo.
"Kau sudah makannya, Sayang?" ujar Kyuhyun sembari menekan kata 'sayang'.
–Ah babo- batin Sungmin, Ia sudah melupakan kekasih tampannya. Lihatlah aura suram dari tubuh Kyuhyun. "Ne" cicit Sungmin merasa bersalah.
"Ah itu teman-temanku" Jungmo berdiri. Ia mengusap rambut Sungmin pelan. "Nomor ponselmu masih sama kan?" Sungmin menganguk kikuk. "Baguslah. Nanti Oppa menghubungimu ya"
"Nde..." kata Sungmin.
Jungmo tersenyum menatap Kyuhyun. "Maaf aku terlalu menikmati mengobrol dengan Sungmin sampai lupa menyapamu. Kyu"
"Hm. Tidak apa-apa. Aku mengerti" –Kau baru menyadarinya?- Kyuhyun mencoba tersenyum pada Jungmo.
"Kalo begitu aku pergi dulu. Senang bertemu dengan kalian" pamit Jungmo, pria itu lalu pergi menuju teman-temannya yang sudah memesan meja.
-Menyebalkan bertemu denganmu- batin Kyuhyun.
"Kyu" panggil Sungmin.
Kyuhyun melirik sinis pada Sungmin. Di lupakan itu tidak enak apalagi sampai tak diacuhkan. "Awas saja sampai kau menerima panggilan si Jungmo itu. Aku akan memperkosamu. Lihat saja" ancamnya sembari melangkah menuju kasir.
"Aish. Dia marah" gumam Sungmin. "Tapi apa-apa itu. Memperkosaku? Sekali mesum tetap saja mesum" Sungmin mengerucutkan bibirnya kemudian berlari kecil menyusul Kyuhyun.
.
.
.
.
.
TBC
.
.
Omake
"Bagaimana?" Kyuhyun menoleh pada Donghae yang sedari tadi bersembunyi ketika ia berbicara dan berkenalan dengan Sungmin.
Donghae tersenyum bangga sembari menggelengkan kepalanya. "Mantap. Kau benar-benar raja modus Kyu. 'Maaf, aku berjalan tidak lihat-lihat sampai membuatmu jatuh. Boleh aku membantumu berdiri' wahh!"
Kyuhyun merangkul bahu Donghae. "Itu adalah cara paling ampuh untuk berkenalan dengan seorang gadis" Kyuhyun menatap punggung kecil Sungmin yang mesih terjangkau oleh penglihatannya. "Dia gadis yang manis kan Hyung?"
"Apa kau sudah menyukainya?"
Kyuhyun tersenyum simpul. "Jika tidak, untuk apa aku harus mengeluarkan ide modusku untuk berkenalan dengannya?"
'Bahkan aku sampai sulit tidur tadi malam kerena memikirkanmu, Sungmin' batin Kyuhyun.
.
.
.
.
(831 means 'I Love You', 8 latters 3 words 1 meaning –Britney)
Hai hai hai...
Sedikit flashback pertemuan Kyuhyun and Sungmin. Eotte? Semoga chingudeul suka buat chapter 4 ini. Mungkin chapter depan akan ada sedikit konflik, gpp kan ya? Suatu hubungan ga selalu adem ayem aja kan ya.. biar ada bumbu garem gitu *plak*
Makasih buat temen-temen yang udah kasih reviewnya di chapter kemarin, yang udah kasih sarannya, koreksinya makasihhh bangett ^^ . Mind to review again for this chapter? (so, inggris :p)
Bye bye.. ketemu next chapter ya.. saranghae *cup*
