Disclameir :
Ini hanya FF, sebuah karya fiksi yang terlahir dari otak sederhana saya. Jangan bash cast yang saya pakai karena mereka tidak tahu apa-apa. Saya hanya pinjam nama saja. V cinta damai chingu ^_^
Cast : KYUMIN and Friends ^^
Chapter lima
.
.
.
Baru 3 suap makanan berhasil masuk ke lambung Sungmin, namun keliatannya Sungmin sudah tidak berselera dengan makan siangnya.
Pikirannya terus tertuju pada Kyuhyun. Sejak kejadian ia dan Kyuhyun yang bertemu Jungmo di restoran China 2 hari yang lalu. Kyuhyun benar-benar marah dan mereka berakhir dengan bertengkar.
Flashback
"Kyu kau marah?"
"Tentu saja. Siapa pria di dunia ini yang tidak marah melihat kekasihnya asik mengobrol dan bernostal Gila dengan ex boyfriend nya"
"Sarkatis sekali bicaranya. Lagian kami tidak bernostalgia. Kami hanya mengobrol biasa. Saling menanyakan kabar dan aktifitas masing-masing"
"Iya dan berakhir, dia akan menghubungimu"
Sungmin menghembuskan nafasnya mencoba bersabar mengahadapi Kyuhyun yang tengah sensitif seperti perempuan yang sedang PMS. "Apa salahnya? Kami bersahabat sekarang. Ayolah Kyu, jangan kekanak-kanakan"
"Oh bagus. Aku memang seperti ini. Kau ingin kembali kepadanya eoh?"
"Kyu kau bicara apa?" kata Sungmin dengan nada sedikit tinggi, Sungmin sudah cukup mengerti dan sabar tapi ucapan Kyuhyun tidak bisa Sungmin terima. Bagaimana Kyuhyun bisa berpikir seperti itu?
"Apa?"
"Sudah lah. Aku tahu kau sedang cemburu"
"Aku? Tidak. Untuk apa? Jungmo si menyebalkan itu bukan levelku"
"Kyu, kau benar-benar sudah keterlaluan. Jangan mengejeknya. Dia pria baik"
"Terus saja membela dan memujinya. Jungmo Oppa baik, Jungmo Oppa pintar, Jungmo Oppa rajin-"
"Ya, benar yang kau katakan. Setidaknya Jungmo Oppa tidak seperti seseorang yang selalu menyusahkan orang tuanya. Bahkan kau hanya perlu meminta pada Ayahmu untuk mendapat pekerjaan dan sekejap kau mendapatkanya dengan jabatan menggiurkan tanpa bersusah payah" setelah mengatakan itu, Sungmin sungguh menyesal.
Flashback off
Sungmin tahu dirinya salah. Saat itu Kyuhyun hanya tengah cemburu. Harusnya ia bisa mengontrol ucapanya waktu itu. Harusnya ia bisa berpikir dingin bukan terbawa emosi. Bagaimanapun api di lawan dengan api hanya akan membuat api itu semakin besar.
Ia melihat sorat mata terluka di mata Kyuhyun ketika ia menyinggungnya. Sungguh demi apapun, Sungmin tidak bermaksud mengatakan sekasar itu. Sungmin menyesal.
Selama 2 hari ini, Sungmin rajin mengirim pesan dan mencoba menghubungi Kyuhyun namun nihil. Kyuhyun tidak membalas atau menerima panggilannya.
Jam makan Sungmin kacau. Jangan berpikir untuk makan, moodnya saja untuk mengisi perut tidak ada.
Perasaannya sungguh gelisah. Yang paling penting. Ia merindukan kekasihnya.
Sungmin merindukan Kyuhyun.
Gadis itu mengusap air mata yang berani muncul di sudut matanya. Sungmin merasa dirinya cengeng 2 hari ini.
.
.
.
.
.
Heechul menatap Sungmin iba. Keadaan Sungmin dan Kyuhyun sama-sama kacau. Ia tahu jika putranya dan Sungmin tengah bertengkar. Tapi masalahnya apa, dirinya juga tidak tahu.
"Kau baik-baik saja, sayang? Mukamu pucat" Heechul mengelus pipi Sungmin.
"Sejauh ini aku masih baik-baik saja, Eomma" ujar Sungmin dengan suaranya yang sedikit serak. "Kyuhyun ada?"
"Dia ada dikamar, pergilah"
Sungmin tersenyum lalu beranjak menuju kamar Kyuhyun. Dalam hati Sungmin merasa berdebar. Bagaimana jika Kyuhyun masih marah dan menolaknya lagi?
Lagi!
Ya, kemarin Sungmin menemui Kyuhyun di kantor.
3 kata
Hanya 3 kata yang keluar dari mulut Kyuhyun siang itu 'Pulanglah. Aku sibuk'.
Sungmin ingin menangis, tapi ia berhasil menguasai dirinya. Sungmin menaruh bekal makan siang yang ia bawa di meja kerja Kyuhyun lalu pergi. Tidak peduli bekal itu di makan atau tidak.
Selama 2 tahun menjalin hubungan, baru kali ini mereka bertengkar sampai tidak berkomunikasi hampir 1 minggu.
Sungmin menghirup nafas pelan, ia sudah di depan pintu kamar Kyuhyun. Perlahan gadis itu membuka pintu.
Kyuhyun yang tengah bersandar di kepala ranjang sembari bermain psp menolah ke arah pintu. Sedikit terkejut melihat Sungmin disana namun wajahnya dengan cepat kembali normal terkesan dingin malah.
"Hai" sapa Sungmin. Gadis itu menelan ludahnya melihat Kyuhyun yang kembali berkutat dengan pspnya.
Sungmin berjalan menghampiri Kyuhyun. ia duduk di pinggir ranjang berhadapan dengan kekasihnya.
Sungmin memegang paha Kyuhyun yang terjulur. "Kyu"
"Sedang apa kau disini?"
Sungmin memang cengeng. Ia ingin menangis. Kyuhyun terlalu dingin.
"Bogoshippo" kata Sungmin pelan.
"..."
"Kyu. Maaf, aku tahu aku salah, sungguh aku tidak bermaksud bicara seperti itu"
"Pulanglah. Ini sudah malam"
"Kyu"
"Kau tidak dengar apa yang aku katakan?"
Nyutt
Kyuhyun menegaskan ucapannya tanpa melirik sedikit pun padanya. Ia tidak tahu harus bagaimana lagi agar Kyuhyun memaafkannya.
"Baiklah. Aku pulang. Selamat malam mimpi indah" Sungmin bangun kemudian pergi dengan rasa sesak didadanya.
.
.
.
.
.
Eunhyuk menatap Sungmin khawatir. Sedari tadi sahabatnya itu menggigit bibir bawahnya menahan sakit sembari mencengkram perutnya.
"Aku rasa kau tidak baik-baik saja, Min"
Sungmin menoleh. Ia tersenyum kecil pada sahabatnya. "Ini hari pertama masa periodku, Hyuk" kata Sungmin.
"Benarkah?" Eunhyuk belum percaya sepenuhnya. Ia juga selalu merasa sakit perut ketika menstruasi tapi tidak separah Sungmin. Sahabatnya itu terlihat kesakitan.
"Ne" jawab Sungmin.
"Kau akan kerja?" tanya Eunhyuk. Sungmin menganguk. "Tapi muka mu pucat. Libur saja" ujarnya lagi.
Sungmin tersenyum. "Aku tidak apa-apa"
"Kau tahu aku tidak percaya" Sungmin terkekeh mendengar ucapan Hyuk.
"Halo sayang. Hai Min" Eunhyuk menoleh. Tersenyum ketika mendapati Donghae sang pujaan hati, menghampiri mereka.
"Hai Oppa" sapa Sungmin sembari tersenyum melihat wajah ceria Eunhyuk saat Donghae mengecup keningnya. Perasaan iri langsung menelusup melihat kemesraan Eunhyuk dan Donghae.
Jika Kyuhyun ada di antara mereka saat ini. Pasti pemuda itu tidak mau kalah untuk mengumbar kemesraannya bersama Sungmin di hadapan Eunhyuk dan Donghae.
Ya Tuhan, ia sangat merindukan Kyuhyun.
Tak mau menggangu, Sungmin berdiri dari kursinya tak lupa meraih tasnya. "Aku pergi dulu ya" ujar Sungmin.
"Eh? Kau akan pergi bekerja kah?" tanya Donghae. Sungmin menganguk. "Ne Oppa"
"Kami antar ya dan jangan menolak" sahut Donghae cepat sebelum Sungmin membuka suaranya.
"Baiklah jika kalian memaksa. Aku bisa apa?" canda Sungmin.
.
.
.
.
.
Sudah sejak 20 menit yang lalu Kyuhyun menatap ponselnya. Lebih tepatnya melihat wallpaper yang terpasang di ponselnya yang tak lain potret Sungmin.
Sejujurnya Kyuhyun ingin memeluk Sungmin ketika gadis itu menemuinya kemarin malam. Namun malah sebaliknya, kata-kata super dingin yang keluar dan ia yakin telah menyakiti hati Sungmin padahal sudah jangan di tanya bagaimana ia begitu merindukan sosok Sungmin.
Pertengkaran mereka seminggu lalu, Kyuhyun sadar ia yang salah. Dirinya hanya terlalu cemburu melihat kedekatan Sungmin dan Jungmo. Ia akui, ia merasa tersaingi dengan Jungmo.
Apa yang di katakan Sungmin memang benar.
Tapi Kyuhyun juga tidak bisa bohong, kata-kata Sungmin pun berhasil membuatnya kecewa. Ia tahu, dirinya memang sudah terlalu menyusahkan orang tua. Tapi kini, sedikit demi sedikit ia mencoba untuk berubah.
Tidak lagi membuat onar. Kuliah pun sudah tidak pernah membolos lagi. Apalagi sekarang dia juga mencoba bekerja. Semua itu ia lakukan karena Sungmin. Ia ingin menjadi lebih pantas untuk Sungmin.
1 minggu sudah membuatnya frustrasi dengan tidak bertemu atau pun membalas dan menghubungi Sungmin.
Kyuhyun kalah.
Ia tidak bisa lagi untuk tidak memperdulikan Sungmin. Apalagi melihat wajah Sungmin yang pucat ketika menemuinya. Ia merasa menjadi pria brengsek.
"Apa aku menemui Sungmin sekarang?" gumamnya. Kyuhyun melihat pada jam yang menempel di dinding 00.09 dini hari.
Sungmin pasti sudah tidur dan ia tidak mau menggangu jam tidur kekasihnya. Lebih baik dirinya datang pagi-pagi sekali. Mengejutkan Sungmin, meminta maaf dan mengatakan betapa ia merindukan gadis itu.
Ya seperti itu.
.
.
.
.
.
Sungmin meremas perutnya erat. Demi apa, perutnya seakan diremas dan di pukul tepat di ulu hati membuatnya mual dan ingin muntah. Perutnya sekan terbakar dan bisa pecah kapan saja.
Keringat dingin membasahi keningnya. Kepalanya pusing bukan main di tambah dadanya terasa sangat panas. Sungmin meringkuk semakin dalam di atas kasur. Sungmin tahu, penyakit asam lambungnya kambuh dan ia pikir ini lebih parah karena ia belum pernah merasa sesakit ini sebelumnya.
Sungmin bergerak lemah ke tepi ranjang dan seketika itu ia memuntahkan isi perutnya. Untuk bangun dari ranjang saja Sungmin sudah tidak mampu. Dengan lemah ia mencoba menggapai ponselnya di atas nakas.
Kyuhyun.
Nama pertama yang ia pikirkan. Dengan tetap mempertahankan kesadarannya. Sungmin mencoba menghubungi Kyuhyun.
Sudah lebih dari 5 kali tidak ada jawaban. Sungmin lupa jika sudah tidur, pemuda itu akan sulit untuk bangun. Sungmin terkekeh mengingatnya bahkan suara alarm yang nyaring berbunyi tak bisa membangunkan Kyuhyun.
Kyuhyun
Kyuhyun
Kyuhyun
Sungmin menangis. Teringat bagaimana wajah khawatir pemuda itu. Bagaimana ketika Kyuhyun mengomelinya karena tidak memperhatikan pola makan. Bagaimana ketika Kyuhyun tersenyum padanya, memeluknya, menciumnya dan mengatakan jika pemuda itu mencintainya. Dada Sungmin seakan sesak.
"Kyu, bogoshippo" lirih Sungmin kemudian semuanya gelap.
.
.
.
.
.
TBC
Haii.. inilah garemnya.. mian2 ga maksud buat min sakit kok itu cuman sebatas tuntutan peran aja. Dan jangan khawatir next chapter mereka udah baikan ^^
Mengenai asal lambun yg udah parah aku cari di artikel emang kayak min gitu di ff ini tapi soal sampe pisan hehe aku dramatisir dikit.
Problem sebenernya itu. Kyuhyun yang minder karena di liat dari manapun Jungmo lebih baik dari dirinya pikir kyu.
Perubahan kyu dari bad jadi god itu kan buat min. Pas bertengkar ming ga sadar udah nyinggung kyu gitu jadi Kyu agak kecewa dan ga pede. Itu alasan kyu jaga jarak ma min walau sebenernya kyukyu rindu setengah hidup ma min. Parahnya malah kesan dingin yang keluar.
Ya kurang lebih seperti itulah. Dan di akhir juga kyu udah mau nyusul min buat minta maaf, cuman sayang udah malem, jadi urung deh entar next chapter aja katanya kyu *plak
Big thank to:
Chapter 3
Aismamangkona, sha nakanishi, kiran theacyangkEsa, elfkyumin137, OvaLLea, Chominhyun, may moon 581, nelatul azzma137, abilhikmah, PumkinEvil, asdfghjkyu, bunyming, cloudswan, ELFishJOYers, ratu kyuhae, tri oktaviani3, Kim Yong Neul, TiffyTiffanyLee, dewi k tubagus, Wiprasetyalee, Cho MeiHwa, Rinda Cho Joyer, sandrimayy88, syofanisri, nur anna 98, 1004hoteuk, Tika 137, nanayukeroo, isjkmblue, ShinJiWoo920202, Guest, sparkyu, Dming, Guest, minnie, lee hye byung, sasya darena, Dorakyumin, hanna, Guest, lee kyurah, hyukjae lee, qnie, cho kyuminiie, nova137, indriwidiaw, Gyumin, Rly C JaeKyu, Guest, ChoLee, Adekyumin joyer, nuralrasyid, melee, Cywelf, vannivutri, Elfiishya, Guest, Kang Hanbyul, cholovelee, Cho Kyuna, PaboGirl, Kim Jihae, ouhji, KimRyeona19, wike mikiyjoju 1,
Chapter 4
Park yeuteuk, leedidah, KikyWP16, elfkyumin137, cloudswan, PumkinEvil, OvaLLea, TiffyTiffanyLee, sandrimayy88, aismamangkona, Cho MeiHwa, sha nakanishi, abilhikmah, tri octaviani3, cho kyuminiie, nova 137, wike mikiyjoju 1, dewi k tubagus, ratu kyuhae, isjkmblue, may moon 581, Chominhyun, ELFishJOYers, nelatul azzma137, Wiprasetyalee, Park Heeni, syofanisri, KimRyeona19, ncisksj, nanayukeroo, 1004hoteuk, Rly C JaeKyu, hanna, indriwidiaw, Guest, hyukjae lee, lee kyurah, Gyumin, sasya, kyumin sefi, Dming, minnie, Dorakyumin, PaboGirl, ria, Adekyumin joyer, Cywelf, hana, ChoLee, nuralrasyid, Guest, Guest, ShinJiWoo920202
Makasih semuanya. Yg udah kasih review dan koreksinya :D.
Mind to review again.
Salam kecup dan hug dariku buat chingudeul semua (^_^)
