Disclameir :
Ini hanya FF, sebuah karya fiksi yang terlahir dari otak sederhana saya. Jangan bash cast yang saya pakai karena mereka tidak tahu apa-apa. Saya hanya pinjam nama saja. V cinta damai chingu ^_^
Cast : KYUMIN and Friends ^^
Chapter enam
.
.
.
Memang benar ya, jika sudah ada niat bangun pagi dalam hati, tanpa alarm pun kita bisa bangun dengan sendirinya. Seperti Kyuhyun, yang biasanya pemuda itu selalu susah untuk di bangunkan. Pagi ini ia malah bisa bangun sendiri.
Niatnya untuk bertemu dan memohon maaf pada Sungmin membuatnya bergegas membersihkan diri. 30 menit kemudian Kyuhyun sudah rapi. Jam masih menunjukan pukul 6 pagi.
Kyuhyun mengambil ponselnya di atas nakas dan terkejut ketika mendapat pemberitahuan panggilan tak terjawab sebanyak 7 kali dan itu semua dari orang yang sama –Sungmin- pada jam 3-30 pagi.
Perasaan tak enak pun mulai terasa di hati Kyuhyun. Tanpa membuang waktu lagi, pemuda berumur 25 tahun itu melesat pergi. Sambil terus berdoa semoga tidak ada sesuatu yang buruk pada Sungmin.
.
.
20 menit kemudian, Kyuhyun sudah sampai di apartemen kekasihnya. Sepanjang perjalanan ia mencoba menghubungi Sungmin namun tak ada jawaban membuat hatinya semakin cemas.
Kyuhyun menekan password pintu apartemen, setelah terbuka ia bergegas masuk.
Keadaan hening menyambut Kyuhyun. Kakinya melangkah menuju kamar Sungmin, dengan tidak sabar ia membukanya. Kyuhyun menghembuskan nafasnya lega melihat Sungmin masih meringkuk tidur.
Perlahan ia mendekat. Berbaring di ranjang lalu memeluk Sungmin dari belakang.
"Sayang. Maafkan aku" Kyuhyun semakin mengeratkan pelukannya. Ia rindu. Ia juga sudah bertindak bodoh dengan tak acuh pada Sungmin selama 1 Minggu. "Min sayang, aku tahu kau mendengarku kan? Aku benar-benar minta maaf. Maafkan aku"
Aneh!
Kyuhyun mengerutkan dahinya. Sedikit gerakan saja Sungmin akan terbangun dari tidurnya. Tapi sekarang, ia berbisik malah sampai memeluknya. Sungmin tetap bergeming tak terganggu dan tidak merespon sama sekali.
Perlahan Kyuhyun mencoba membalikan tubuh Sungmin. Wajah tampannya langsung pias ketika melihat wajah Sungmin yang sudah memucat. Kyuhyun bangun, ia terkejut mendapati keadaan Sungmin apalagi ia melihat muntahan di lantai.
"Min bangun, sayang" Kyuhyun merengkuh tubuh Sungmin, menepuk pipinya pelan sesekali menggunjangnya namun Sungmin tetap tidak merespon.
Dada Kyuhyun berdetak lebih cepat dari biasanya. Perasaan takut menghampirinya. Tanpa banyak bicara ia membopong tubuh mungil kekasihnya.
Aku mohon bertahanlah. Maafkan aku.
.
.
.
Sungmin membuka matanya. Ia mengerjap beberapa kali karena pandangannya buram sampai beberapa detik berikutnya Sungmin sudah bisa melihat dengan jelas.
Sungmin tersentak melihat sosok pemuda yang selama 1 minggu ini ia rindukan kehadirannya. Tengah duduk disampingnya dengan tangannya yang berada di genggaman Kyuhyun.
"Hai" sapa pemuda itu, Kyuhyun.
Kyuhyun terkejut ketika Sungmin melepas genggaman tangannya lalu menutup wajahnya dengan selimut. Kyuhyun bisa melihat bahu Sungmin bergetar menandakan gadis itu tengah menangis.
"Sayang, apa yang sakit? Perutmu sakit?"
Sungmin tidak menjawab, gadis itu malah semakin keras menangis membuat Kyuhyun semakin cemas.
"Tunggu sebentar, aku akan memanggil Dokter"
Sebelum Kyuhyun beranjak. Sungmin sudah lebih dulu memegang tangannya. Selimut yang Sungmin pakai untuk menutup wajahnya kini ia buka. Menatap Kyuhyun dengan mata basah dan memerah.
Kyuhyun mengerti sekarang. Sungmin bukannya kesakitan namun menangis karena dirinya.
Pemuda itu beralih menggengam tangan Sungmin. Pemuda itu mendudukan dirinya di tepi ranjang menatap Sungmin penuh penyesalan.
"Sayang. Maafkan aku. Aku tahu aku sal-" – bugh!
"Akh... Min"
Kyuhyun tidak tahu dari mana Sungmin dapat tenaga untuk memukulnya membabi buta padahal gadis itu tengah terbaring sakit.
"Ssshhh Min, sakit..."
"Rasakan. Rasakan" Sungmin memukul, menjambak, menjewer kekasihnya itu, meluapkan rasa sesak di hatinya, dengan satu tangan karena tangan kirinya terpasang infus.
"Kau pikir aku tidak sakit eoh? Pesankku tidak di balas. Aku menghubungimu kau tidak menjawabnya. Aku menemuimu kau malah mengusirku. Aku bicara baik-baik kau membalasnya dengan dingin" teriak Sungmin.
Kyuhyun terdiam. Ia tidak merintih kesakitan lagi. Matanya terlalu focus melihat kedua foxy eyes gadisnya yang terus mengalirkan air bening.
"Kau pikir bagaimana perasaanku saat itu? Hiks.. nappeun, babo namja" pekik Sungmin.
Pukulan Sungmin berhenti. Tangan yang sedari tadi menjambak rambut Kyuhyun terlepas, beralih menutup kedua matanya.
Isakan Sungmin semakin mengencang saat Kyuhyun memeluknya. Hangat. Pelukan yang sudah sangat ia rindukan.
Sungmin membalas pelukan Kyuhyun dengan mengalungkan lengannya pada leher jenjang pemuda itu.
"Bogoshippo" lirih Sungmin.
Sungmin tidak tahu saja jika Kyuhyun pun ikut meneteskan air matanya. "Aku yang salah. Aku memang bodoh. Maafkan aku sayang. Maafkan aku" Kyuhyun mengeratkan pelukannya. "Aku juga merindukanmu. Sangat" lanjutnya.
Gadis itu mendengus. "Aku yang lebih merindukanmu"
"Tentu saja aku, sayang"
"Aku yang paling merindukanmu" sungut Sungmin sembari menjambak rambut Kyuhyun lagi.
"Aish, appo Min. Pokoknya aku. Aku lebih lebih merindukanmu. Sangat sangat merindukanmu"
Dan mulailah adu mulut di antara mereka memperdebatkan siapa yang lebih merindukan siapa. Walau begitu, Kyuhyun dan Sungmin sangat merasa lega.
Mereka tahu, mereka sudah berbaikan tanpa membahas lebih masalah yang menjadi pertengkaran mereka seminggu yang lalu, itu serasa tidak perlu.
Mereka sudah kembali seperti sedia kala dan tak ada yang lebih baik dan membahagiakan dari pada itu.
.
.
.
.
.
Setelah ruangan yang di tempati Sungmin sempat heboh dari siang sampai senja karena kedatangan Heechul, Hangeng di susul dengan bergabungnya Eunhyuk dan Donghae. Kini para penjenguk itu sudah pulang. Dan hanya ada Kyuhyun diruangan itu.
Pemuda itu sudah meminta izin pada Ayahnya untuk tidak berkerja beberapa hari di mulai pagi tadi. Sudah jangan di tanya alasannya bukan, karena sudah jelas. Menjaga sang kekasih tercinta.
"Hey cantik. Ini sudah malam, matikan Tvnya. Kau harus tidur"
Kyuhyun menggeleng melihat Sungmin tidak mendengarnya. Pemuda itu merebut remote dari tangan kekasihnya lalu mematikan Tv. "Tidur kau gadis nakal" ujarnya lagi.
"Ck, menyebalkan" decak Sungmin. Gadis itu memalingkan wajahnya ke kiri, tidak mau melihat kekasih tampannya.
Baru saja ia memejamkan mata namun gerakan yang menindih ranjangnya membuat gadis bergigi kelinci itu membuka mata kembali lalu menoleh. "Kenapa kau menaiki ranjangku?"
Kyuhyun memiringkan kepalanya. "Tidur" lalu segera berbaring.
"Kyu, ranjang ini sempit untuk di tiduri 2 orang. Kenapa kau tidak di sofa saja sih?" dengus Sungmin.
"Karena ranjang ini sempit makanya kita harus berpelukan" Kyuhyun senyum tersamar kemudian tangannya berhasil melingkari pinggang Sungmin. Beberapa saat Sungmin berusaha mengusir Kyuhyun namun tidak berhasil, yang ada Kyuhyun menarik tubuhnya hingga saling menempel.
Kyuhyun tersenyum melihat Sungmin yang sudah menyerah. Kyuhyun memang sisi wajah Sungmin lalu menempelkan bibirnya di bibir Sungmin. Menggulumnya pelan dan sangat lembut, seakan lewat ciuman itu ia menyampaikan bagaimana rindunya pada Sungmin.
Kyuhyun melepas ciumannya. Memandanga lurus pada foxy eyes Sungmin, melempar senyum lalu mendaratkan sebuah kecupan di dahi Sungmin. Gadis itu tersenyum lalu menyandarkan wajahnya di dada Kyuhyun.
Suasana kamar itu hening.
Baik Kyuhyun maupun Sungmin tidak ada yang berniat berbicara. Kyuhyun menghirup dalam aroma Sungmin sedangkan gadis itu tengah menikmati detak jantung Kyuhyun.
"Berdetak kencang kan?"
Sungmin mendongak menatap Kyuhyun. Pemuda itu tersenyum lalu mengecup kening Sungmin lagi. "Selalu begitu jika aku bersamamu" ujarnya lagi.
Sungmin tersenyum. Tangannya mengusap dada yang terbalut sebuah kaos berwarna hitam. "Selalu seperti ini?" tanya Sungmin.
Kyuhyun menganguk. "Selalu"
"Apa kau mencintaku?"
Kyuhyun mengernyitkan dahinya pada Sungmin. "Kau bertanya apa aku mencintamu?" Sungmin menganguk dengan mata bulatnya. "Ya ampun sayang, jika cintamu padaku itu butiran pasir, maka cintaku padamu adalah lautan semesta"
"Oh Astaga. Gombalnya" cibir Sungmin menggeleng prihatin. Kyuhyun terkekeh sembari mengelus pipi gadis itu.
"Aku pernah membaca sebuah artikel, jika perempuan suka akan gombal-an. Termasuk dirimu"
"Aku tidak"
Kyuhyun memincingkan matanya. "Sungguh? Bagaimana dengan yang satu ini" Kyuhyun tampak berpikir sebentar, setelah mendapat 'hidayah' ia menatap Sungmin sembari tersenyum.
"Kau tahu bedanya Ikan dengan dirimu?"
"Mwoya?" Sungmin mengerutkan dahinya. "Kau menyamakan aku dengan ikan?"
Kyuhyun meletakan telunjuknya di bibir Sungmin mengisaratkan kekasihnya untuk diam. "Kalau Ikan tidak bisa hidup tanpa air, kalau aku tidak bisa hidup tanpamu"
"Oh ya ampun. Tuan cheesy hentikan rayuan gombalmu" Sungmin tertawa sampai matanya menyipit. Kyuhyun memeluk Sungmin posesif.
"Saranghae" kata Kyuhyun.
Sungmin tersenyum. "Hm. Arra"
"Kenapa tidak membalasnya? 'Nado saranghae' begitu" protes Kyuhyun. Sungmin tidak perduli.
Kyuhyun menarik sudut bibirnya. Ia tidak bosan melihat wajah sempurna kekasihnya. Sungmin memejamkan matanya, usapan Kyuhyun pada rambutnya membuatnya mengantuk apalagi ia sudah meminum obat.
"Kyu"
"Hm?"
"Apa kau tahu tempat favorite ku dimana?" tanya Sungmin dengan mata terpejam.
"Ya tentu. Taman bunga"
Sungmin terkekeh pelan. "Kau salah. Itu dulu"
"Apa? Lalu sekarang di mana? Nanti setelah kau sembuh kita pergi kesana hm.. dimana tempat favorite mu itu?"
"Inside your hug"
Blush~
Wajah Kyuhyun memerah mendengarnya. "Ehem... ti-tidurlah. Oyasumi" kata Kyuhyun gugup. Sungmin tersenyum, terlihat jelas jika kekasihnya itu gugup. "Oyasumi. Anata"
Blush~
Dan sekali lagi, wajah Kyuhyun memerah sempurna mengalahkan warna tomat segar. Ngomong-ngomong, sejak kapan kekasihnya bisa bermain kata-kata?
Sekarang, rayuan gombal siapa yang lebih ampuh?
Kyuhyun atau Sungmin?
.
.
.
.
.
TBC
Apa aku mencintaimu? Ya tuhan jika cintamu itu butiran pasir maka cintaku adalah lautan semesta –S Morgenstern dari film 'the Princess Bride'
Selebihnya, gombalan Kyuhyun aku dapet dari google :p termasuk kata Sungmin yang aslinya 'My favorite place is inside your hug' aku puterin dulu deh modus gitu kkk
Oyasumi : Selamat malam
Anata : adalah sebuah kata yang di anggap tidak sopan dijepang. Anata adalah kata yang berarti kamu dan seakan-akan orang itu menunjukkan jarinya pada orang yang di panggilanya.
Ada situasi dimana kata Anata boleh digunakan, diantaranya:
Kata Anata ini biasanya digunakan seorang istri kepada suaminya. Anata akan berarti SAYANG, DARLING, HONEY dll.
Atau seorang ibu yang sedang memarahi anaknya.
.
.
Nah! Kyumin udah baikan deh :D gimana2? Untuk pemakaian anata sungmin to kyuhyun poin yg pertama ya heheheh
Untuk Nova Eonni dan temen-teman yang minta FF ini di panjangin, *nunduk* aku udah berusaha manjangin loh tapi kayaknya masih tetep pendek ya. Untuk last chapter aku yakin panjang :D dan ada rate M asli rate M alis ehem ehem NC walaupun singkat sih *nundukEgen* nyengir lebar ^^.
Thank to :
Nova137, may moon 581, park yueteuk, ichadkelpeu, asdfghjkyu, darena sasya, ratu kyunghae, leedidah, Chominhyun, KikyWP16, PumpkinEvil, aismamangkona, kiran, theacyankEsa, sandrimayy88, ELFishJOYers, elfkyumin137, Park Mhyn, wike mikiyjoju 1, sha nakanishi, Sparkyuminmin, syofanisri, TiffyTiffanyLee, tri oktaviani3, Pusycat3, cloudswan, nciskjs, 1004hoteuk, dewi ka tubagus, BibiGembalaSapi, Cho MeiHwa, bunyming, isjkmblue, KimRyeona19, OvaLLea, abilhikmah, Princessintaan, Rly C JaeKyu, ganisyanardhini09, nanayukeroo, ShinJiWoo920202, indriwidiaw, imah, Guest, fariny, lee hye byung, melee, vie, ChoLee, hanna, Guest, gyumin, Adekyumin joyer, Elfiishya, PaboGirl, Dming, NN, ChoLee, Guest, nuralrasyid, Rinda Cho Joyer, Ria, Cywelf, beebee, minnie, Kang Dong Jae, lee kyurah, Cho Kyuna, 137
Makasih buat temen-temen yang udah kasih reviewnya dan koreksinya makasih banget.
Oke lah, sampai ketemu next chapter ya (^_^)
Pai pai ~~
