WARNING 2 : HIDUP ITU SEBENTAR! YANG BILANG LAMA, BERARTI HIDUPNYA CUMAN CENGO MANDANGIN CECAK NGILER! NUNGGU NYAMUK GA SIDA-SIDA!

"Question.. Warning macam apa itu?" Tanya Yukimura.

"Ini warning! Warning yaa.. Warning oon!" Jelas Dissa.

"Tapi itu warning ga normal beget, lol lol!"

"Tapi warning yang ngetik gue! So, ini hak gue!"

"... Hei.."

"SEKARANG! KITA SHOOTING!"

DOOR!

"LOOH?! KOK ADA YANG NEMBAK?"

"La katamu shooting. Shoot kan nembak kelless.." Kata Nobunaga yang ternyata main pistol itu.

"Maksudku itu nyorot adegan Judge End Parody duaaaa!"

"Ya jelasin po'o lol.."

"NAPA GUE JADI SERING DIPANGGIL LOL SIH.."

"Soalnya elonya tolol dan lola, lol!" Kata Kojuro yang datang tiba-tiba.

"A.. Apa?"

"Kami sudah sepakat! Karena pas BK kan, sekelas Dissa disuruh nulis orang plus sikap positif negatif! So.. Kami sempat mengintip! Dissa itu agak lola guys!" Kata Kojuro.

"Grrrh.. Akhir-akhir ini para tokoh suka buka aib Dissa... Napa sih?"

"TERUS! Ada lagi! Dissa itu kan, nyari baju olahraganya! Pas hari Senen. Dikira udah dicuci di rumah, dan ternyata ketinggalan di loker sekolah! Mambu bin jayus dah baju OR Dissa!" Jelas Motochika yang baru datang.

"Be-berengsek! Buju buset!" Dissa mukanya horror.

"Haha! Aib! Haha! Hahaa!"

"AAAAH! SUDAH! Panggil pemeran lain! Plus TSI-BAS-KOM!" Teriak Dissa.

KREEK!

"SAPA MANGGIL GUE TSI BASKOM.. HAH?! OWH... SI LOL YA?!" Tanya Tsubako yang dobrak pintu studio sadis.

"F**********C*! F***********CK! JAN! -TIIT-!" Teriak Dissa karena kapok dah dia. Dissa dikejar-kejar Tsubako.

"LU KABOR? ORRA ISOO!" Kata Tsubako dengan nada keji.

Beberapa menit kemudian..

"Hah.. Akhirnya kumpul kabeh.." Dissa dalam keadaan KO, tapi masih bisa ngasih abang abang.

"TRI TUWAN TUWAN! EKSYEN!"

CAMERA : ON!

"Inilah Zaman Sengoku. Zaman dimana semua orang babak bundhas. Zaman ini adalah zaman runtuh-bangkit nya berbagai kerajaan, dan kamilah penentunya. Kami-sama maksudnya. Perhatikan. Awalnya, kerajaan ini dipimpin Dai Rokudan Maou, Udang Nobugagal. Namun, Nobu yang GAGAL dikhianati budak yang dianggap lebih tua, hah, Akechut Mitsuhidrogen. Dan Mitsuhidrogen terbunuh oleh Totoktumit Hideoishi. Bersama pengatur tic tac toe, Bakanaka Anbe, merekalah pasang tempur terkuat di dunia sengoku. Namun, sama seperti Mitsuhidrogen, Hideoishi dikhianati budaknya yang ganteng dan lebih langsing, Tokobawang Ieyadonk." Baca Tsubako. Kalian dah tau animasinya kan?

"HIDEOISHI-KO! AKU AKAN MENGALAHKANMU!" Teriak Ieyadonk mantap, joss, mengarahkan bogem.

"Tentu saja, budak yang dikenal sebagai anak mami karena hati lembut percanya, Ishidal Mitsunyanyi, tidak bisa menerima. HE WANT REVENGE! Meski bintang jatuh terus meniru gaya gravitasi bumi, Mitsunyanyi takkan jatuh."

"IEYADOOOONK! KAU AKAN.. AKAN KUBUNUUUUUUUH! AAAAAAARGH!" Teriak Mitsunyanyi sambil mengeluarkan tangis darah segar babon, saking kelembutan sama Hideoishi.

"Dia mengganti nama belakangnya menjadi Sikidal, karena kesal dengan Ishidal yang berawalan I. I kan nama depan Ieyadonk. Jadi diwajarkan."

"IEYADOOOOOOOOONK!"

Opening.. Terengteng terengrerereng toet tetet torot kwekkwek.. (?) (Lagian kalian kalo udah baca lirik di Episode 1, kalian pasti ngerti..)

"Wah... Daun hijau melambangkan.. GO STRAIGHT!" Kata Makamunye. Makamunye tersenyum lebar dan mengedipkan mata kirinya.

"HAAAAAA!" Teriak Makamunye. Ia hendak menyerang musuh hadapannya, Kanada Yupimurah.

"GRAAAAAAM!" Yupimurah tak mau kalah. Ia lari kencang.

"MAGNUM ICE!" Makamunye menyodorkan lampu neon yang di ujungnya terdapat es krim Magnum.

"AAAARGH! SEKKAAAAAH!" Yupimurah ngarahin kain-kain ke Makamunye. (Selain permen besar, Yupimurah terkadang memakai kain untuk serangan cadang) Ngerti maksudnya? Yupimurah nyuruh Makamunye biar cepet seka (cuci tangan, kaki, badan. Tapi bukan mandi..).

TLIING!

"Itulah semangat Makamunye-dono yang aku kenal!" Sorak Yupimurah.

GREEK!

Tadi itu mimpi Makamunye. Pada kenyataannya, Makamunye sedang ditaruh di kereta santa, dia bobo' melas kaya adik bayi. Jari jempolnya dia emut-emut. Loh, saya bersumpah ini nyata looh! Kejora sekarang yang menjadi supirnya.

JINGLE BELL, JINGLE BELL, JINGLE OTEWEE...

Kejora bersama para pasukan masih di atas kereta santa itu. Tiba-tiba, pasukan migrasi burung camaran udara lewat. Hampir saja kereta santa bobrok karena mi-migra-grator-tor itu.

"GILAA!" Teriak Kejora. Kejora membelokkan keretanya ke jalan lain, tapi arahnya sama.

"SEMUANYA, HATI-HATI! BURUNG CAMAR BERMIGRASI UNTUK YANG KE 123,456,789,876,543,212 kalinya!" Ingatnya. (Ngerti kan cara bacanya? 123 frilliun 456 trilliun 789 milyar 876 juta 543 ribu 212.. Friliun itu.. Ya... Gitu deh..)

Pasukannya malah kagum disertai girang. "WOOOW..."

"Kalian malah kagum? Bukannya takut.. Burung migrasi itu paruhnya licin.. Sayapnya mulus.. Kakinya langsing.."

"Namanya aja migrasi, Kotakera-sama! Sebanyak itu kan.. Wah.. Wih.. Wuh.. Bawh.. Dan malah itu yang kami kagumi, terutama.. LANG-SING!" Kata salah satu pasukan. Kejora cuek, mengencangkan kereta santa.

"Pasukanku makin gila.. Kayak Makamunye-sama yang gila dengan idol group. Tau gak lu semua? Makamunye-sama itu neonnya gak cuman 6 itu! Di rumah, ada buanyak neon sampe nyimpennya butuh 31 almari! Suara neonnya macem-macem lagi.. Ada yang bagian lirik lagu, dan ada yang bunyi alarm member idol group. Yang suara nyorak member itu (JE Parody 1) juga ngoleksi semua nama member, jadi bervariasi gila itu."

MEMBERI... LEBIH BAIK... DARIPA... DA MEMINTA!

EPISODE 2 : FIGHT!

"OYAKATAK-SAMAAAA! OYAKATAK-SAMAA!" Teriak Yupimurah.

"KATA SANGSUKET, KLAN TOTOKTUMIT SUDAH DITAKLUKKAN OLEH MATAHARIMAU! SI MACHOMBROT! DAN BERARTI, KLAN KITA-"

"Sudah, sudah! Diaam!" Shinteng menghajar Yupimurah, sama seperti salam pembuka episode sebelumnya.

"Bukannya berita yang ada harus disampaikan apa adanya? Itu kata guru SD ku loh.. Kalo ga jujur, ntar nyesel di belakang!" Protes Yupimurah sekaligus menasehati Shinteng.

"Ya ampun.. Aku ini lebih tua darimu, jadi aku tau pelajaran itu! Aku marah karena... Sudah ada teman lama yang memberitahuku!" Kata Shinteng.

"Teman lama?" Tanya Yupimurah.

Terlihat seseorang yang tua, badannya memberi kesan kuat. Rambutnya putih dikuncir ke atas. Padahal bukan perempuan tapi mau aja tu rambut dikuncir, emang kakek ga bisa bedain jenis kelamin ya? (...)

"Namaku Pikachu Mochipiring. Benar, aku ini teman lama Takedok Shinteng. Sejak lahir.." Jelas orang itu.

"Oh, begitu ya? Dan nama saya-" Ucapan Yupimurah terputus.

"Kanada Ngidamin Yupimurah! Meski 'Ngidamin' ga begitu penting di namamu itu, gak papalah.. Lagipula, aku sudah kenal kau dari Shinteng!" Seru Mochipiring.

"Kalau begitu, maafkan saya telah menganggu duet kalian!" Sesal Yupimurah. Yupimurah lari keluar.

"Wow, beruntung sekali kau memiliki Yupimurah! Dia sangat bersemangat namun sopan!" Puji Mochipiring yang kemudian meminum semangkuk alkohol. Shinteng menghabiskan separuh mangkuk alkoholnya, lalu berkata,

"Meski aku belum begitu mengenal dia.. Kukira dulunya Yupimurah itu anaknya polosan, saking namanya Yupi!"

Di latar lain, terlihat Yupimurah protes-protes sendiri.

"Sangsuket! Kenapa kau tak bilang kalau di dalam ada tamu? Tamunya malah teman lama Oyakatak-sama lagi!"

Ternyata, bukan sendiri. Ia protes dengan Sangsuket yang baring di atas atap.

"Baru mau kubilang kamunya ngacir sampe jabrik!" Kata Sangsuket entengnya.

"Tapi aku masih tak yakin.. Kalau Tokobawang-dono memulai pemberantakannya." Kata Yupimurah.

"Justru menurutku pemberantakan Tokobawang sudah biasa! Liat aja! Rambutnya selalu abstrak! Kalo bergerak aja harus sana-sini dulu!" Tegas Sangsuket.

"Ampun deh.." Batin Yupimurah.

"IEEYADOOOOOONK..." Kata seseorang dengan nada kesal, ambyun, sok, fashionista.

Latar tempat langsung berganti ke... OBAKA! (Ngertikah kalian kalau Baka itu bodoh?)

"Ieyadooooonk..." Rupanya, yang tadi bilang Sikidal Mitsunyanyi.

Ia memandang monyet kecil yang diamankan di miniatur pohon seukuran. Disamping itu, ada topeng zorro besar. Tentu saja, mereka adalah evolusi dari Hideoishi dan Anbe. Jangan-jangan Mitsunyanyi berevolusi jadi.. Not-ba-lok?

"Hideoishi-sama... Anbe-sama... Kenapa harus kalian berdua yang mati? Bebarengan lagi.. Kayak janjian ga ngajak-ngajak..." Kata Mitsunyanyi dengan tatapan melas. Air matanya hampir keluar.

"Kenapa tidak aku saja?! Aku lebih polos dibanding mereka untuk itu!"

Dan datanglah Geshitsogok yang sepertinya tidak berniat memberi berita. Saking bosen sama yang namanya keliling kastil Obaka dan main bola-bolanya.

"Mitsunyanyi.. Kau masih disitu?" Tanya Geshitsogok.

"Ada apa, hakim mumet?" Tanya balik Mitsunyanyi.

"Kau mau jalan-jalan bareng aku keliling sekitar Obaka ga? Sepi nih.. Daripada disini terus mandangin monyet di atas pohon dan topeng Zorro buncit kayak gitu? Lagian itu sudah mati semua.." Usul Geshitsogok. Mitsunyanyi membanting pedangnya, dan muncul nada 'Re'.

"Emang kau fikir aku bisa tenang untuk itu?!" Geram Mitsunyanyi, lalu memasukkan kembali pedangnya. "Hanya Hideoishi-sama dan Anbe-sama yang bisa membuatku tenang! Bukannya jalan-jalan! Selain itu, kenapa si bego Ieyadonk itu mengkhianati Hideoishi-sama? Itu berarti dia melanggar prinsip namanya sendiri! Dia tak pantas membicarakan ikatan tali sepatu, karena telah membunuh Hideoishi-sama!"

Flashback.. (Yang tanda petik satu itu perasaan Mitsunyanyi saat membayangkan flashback ini)

"Hari yang melelahkan ya, Mitsunyanyi?" Tanya Ieyadonk. Mitsunyanyi hanya ngangguk.

"Dan daerah ini hangus dengan gilanya.." Lanjut Mitsunyanyi.

"Iya. Namanya daerah habis perang!" Kata Ieyadonk. Lalu, Ieyadonk menghadap ke Mitsunyanyi.

"Kau tau tidak? Aku punya satu permintaan."

"Apa? Djaroem 76 akan mengabulkan sattu permintaan." Kata Mitsunyanyi.

'Diam kaau!'

"Suatu saat.. Aku akan membentuk ikatan tali sepatu dengan Hideoishi-ko! Rapi dan slalu bersama.." Jelas Ieyadonk.

'DIAAAM! BRENGSEK KAU, IEYADOOOOOOOONK! SHADDAP EN DRIVE AWAAAAY!'

End of Flashback..

Mitsunyanyi tampak mengarahkan pedang ke samping. Lalu, ia terduduk lemas hingga pedangnya ikut kebanting. Untung si pedang ga bisa osteoporosis! Jadi dia 100 persen sehat wal alfiat.

"Huff.. Ini semua salahku.. Hideoishi-sama? Kenapa aku percaya padanya waktu itu? Kenapaa?!" Sesal Mitsunyanyi.

"Mitsunyanyi.. Justru seharusnya aku yang bertanya... Kenapa kau tidak bisa memasrahkan kedua kaum itu? Mereka hanyalah monyet dan kakek tua, sementara dia sendiri hanya penghibur dengan lagu dering. Haiih.." Batin Geshitsogok. Mitsunyanyi memandang atap-atap, dan membinarkan matanya.

"Aah... Kenapaa?"

"Aku menyatakan! Ini tempat pembuktiannya!" Teriak seseorang.

Latar tempat : Milkitasahara..

"Shinteng-ko! Kau telah mengajarkan rumus SIA padaku! Bukan penyanyi lagu Titanium itu! Bukan juga suatu yang tak berguna bagai sia-sia! Tapi ber-Alias samangat iku apik! Dan sekarang, aku akan membuktikan padamu melalui ikatan tali sepatu! Kami akan maju dengan rapi namun kuat!" Teriak Ieyadonk bangga. Terlihat pasukan-pasukan Tokobawang yang kaki-kakinya terikat, tapi mereka ga keliatan keberatan ato nyeri sama sekali. Heran to?

"Shinteng-ko! Mari kita melakukan pertarungan yang adil! Demi menunjukkan jilatan tali sepatu!"

"Eer.. Ikatan, Ieyadonk.." Bisik Tadatsagu. Ieyadonk langsung muntah. Sebagian pasukan kena muntah tersebut dan hasilnya mereka terlumur muntah. Semua yang padahal gak kena juga ikut jatuh loh! Ya iyalah, kaki diikat kayak gitu gimana yang lain ga jatuh juga?

"Ikatan tali sepatu! Yeeah!" Benah Ieyadonk ga tau-tau.

"Dan, Ieyadonk.. Coba lihat pemandangan depanmu sekarang.." Kata Tadatsagu agak menakutkan. Mereka semua kayak habis dimakan zombie, cuman ini lumurnya kuning kecoklatan kan..

"Omigot selokan mampet nyumbat banjir bandaang! Apa yang telah kulakukaan?" Panik Ieyadonk.

"Aarg.. Minna! Balik ke rumah! Mandi lagi! Dan kembali ke sini! Cepeet! Kita ga boleh buang waktu! Ntar kita dibilang oo asem!" Perintah Tadatsagu.

"Whaa.." Kata Ieyadonk.

"HAAAAAA!" Semua pasukan lari ke rumah, dan mandi bergantian. Kapasitas kamar mandinya aja cuman 3 orang! Untung laki-laki semua! Kalo ga pasti lebih lama lagi!

CRAASH!

"HAAAAAA! JIAAH! SYEEET! JU BUSEEET! SINI SENAANG! SANA SENAAAANG! ADA YUPIIII!" Teriak Yupimurah yang ternyata lagi latihan pake 2 permen Yupi besarnya. Sangsuket memerhatikan beliau di atas gunung Fuji. Eh, pohon penuh kotoran burung. Eh, pohon palem. Eh, gue banyak ngomong. Terserah kalian milih yang mana, senyaman kalian lah..

"Kau masih aja rajin latihan, taichou!" Kata Sangsuket.

"Wookh?" Yupimurah menoleh Sangsuket sambil mengibas rambutnya yang agak panjang itu dengan keras nan artistik.

"Lu cewek emang? Sudahlah! Apa kau tak ingat kalau sebentar lagi-"

"LAPOOR! KLAN TOKOBOMBAY, OH, TOKOBAWANG! PASUKAN MEREKA DITEMUKAN SEDANG REBUTAN MANDI DI DEPAN RUMAH PAK SUNARI!" Teriak seorang pasukan tiba-tiba, memotong ucapan Sangsuket.

"Pak Sunari? Oh.. Pak Sunari RT papat?" Terka Sangsuket.

"Yap! Mengkone ayo nang diuruki! Kuburan samaan... Wetan dalaaan..." Pasukan itu malah nyanyi lagu Kuburan Samaan milik Ba*u *k*k (sengaja sensor nama biar : 1. Menjaga nama aslinya. 2. Coba hilangin sensorannya. Wow.. Yap..)

"WHAT THE HEEEEEEEEEELL?!" Teriak Yupimurah tak percaya. Tapi kemudian, dia diseret seseorang tak dikenal.

Kembali ke Milkitasahara sebentar aja..

"Mana sih? Kok belom ada yang datang?" Protes Ieyadonk.

"Seperti prinsip namamu! Karena jumlah pasukanmu aja sama kayak anggota gerak kaki seribu! Gimana ga lama?" Jelas Tadatsagu.

"Elu siih! Napa ga ngingetin mereka!" Kata Ieyadonk sambil jitak rambut Tadatsagu.

"Aaah! Napa kasar banget jadi orang! Emang gue wadon?"

"Bukan! Tapi rambutmu Mii.. Rip wadon!"

"Haih.."

Kembali lagi ke adegan seret ooh seret!

"Kita harus cepat kesana, Yupimuraah! Jangan sekali-kali lembet kayak buyut si siput! Ntar akhirnya IWR! Itu katamu sendiri kan?" Kata yang nyeret, alias Shinteng.

"Iya! Iyaa! Iyaa! Tapi kata pasukan, para Tokobawang masih rebutan mandi di-"

"HASHAAAHSHAASHAAAD! JANGAN BANYAK NGOMONG! MAU SAYA BEKEP APA?!"

"Aiyayaah.. Baik.."

Dan latar lain, yaitu kereta santa. Masih aja jalan ni kereta santa..

"Rumah, ooh, rumah... Kamu dimana? Buset masih jauh.." Kata Kejora. Tiba-tiba!

"ADHAMANTEN!"

SYUUT! SLAAASH! SLAASH!

Kereta santa terjatuh, tapi sukurin mereka semua masih selamat. Orang yang teriak itu hanya menghilangkan kendali supirnya, tak bermaksud membuat pasukan lain celaka.

"Itta... Ada apa sih? Kenapa kereta santanya mogok?" Lirih Kejora. Kejora menoleh ke orang yang tiba-tiba berada di depannya.

"Hmph. Kau sudah ling-lung ya? Ini kan daerah Puersegi!" Ingat orang ini. Dia adalah Puersegi Kenching, ingat kan, penyuruh Kasegar untuk mengamati Ogakwaras. (Mungkin yang getewe cara bacanya, Pu-er-su-gi. E nya pada kata 'kue'.)

"Aakh! Iya! Puersegi! Oh puersegi oh puersegi! Kekuatan dari dalaam... Kekuatan dari dalaam... KEKUATAN DARI DALAAAAM!" Kejora melakukan semacam pemujian gaje. Iyalah, Kenching dijuluki 'Got of War'. Kalo di-Indonesiakan, 'Got Peperangan'.

Akhirnya, di Milkitasahara!

"Kami sudah tibaa! Kami sudah tibaa! Hore! Hore! Horee!" Girang pasukan-pasukan Tokobawang sambil nyanyi. Ieyadonk yang ngeliat facepalm.

"Repot deh! Aah! Ngiket lagiiii!" Ieyadonk mengikat kaki-kaki mereka lagi. Biar masih ada kesan 'Ikatan Tali Sepatu' nya. Gila.. Dan ngiketnya itu pake tali sepatu Ieyadonk yang puanjaaaaaaang!

Di sisi Takedok..

"Wah, wah, wah... Pasukan Tokobawang sangat terikat rapi.." Komentar Shinteng.

"Uh-huh. Aku tak sabar lagi mengikuti perang ini! Hohohohohooo!" Kata Mochipiring.

"Kalau begitu kelilinglah, Mochipiring!"

"Ho.. Baiklah." Mochipiring membawa pedang besar, dan berjalan. Tapi sesaat, ia berhenti dan berkata,

"Tapi jangan lupa soal itu. Aku akan kembali setelah pesan-pesan berikut."

Shinteng yang mendengar itu mengangguk pelan. Menghilangnya Mochipiring yang dihadang beberapa sponsor iklan, Shinteng terbathok-bathok ke bawah. Duduknya jadi tengkurep. Dia melemah saja rupanya..

Kembali ke daerah Puersegi.

"Kau ceroboh sekali. Memangnya matamu lagi minus?" Ketus Kenching.

"Memang dari awalnya minus, kelles! Mata kananku dari dulu dicopet jadi milik Makamunye-sama! Caya gak caya, aku mata kanannya Makamunye-sama sekarang koo.." Kata Kejora.

"Cih.. Ge nyembeng beget.." Kata Kenching.

"Iya, memang ga nyambung. Baru nyadar.. Batewe, kami, pasukan Osu, lagi membawa tuan naga yang sedang sakit. Jadi, kami tak bisa lama-lama disini. Bolehkah kami melewati daerah ini? Plis plis plis plis pelis cupeliiiis?!" Melas Kejora.

"Benciz.. Syuuh!" Kenching menjaga jarak dari Kejora. "Itu tidak sopan! Ini daerah kami, dan kau meminta wewenang begitu saja?"

"Ya.. Begitulah.. Tapi ya sudah! Kalau kau tak menerima!" Kata Kejora dengan muka sarkastik. Ia mengeluarkan katananya yang tinggal satu itu.

"GOT PEPERANGAN! PUERSEGI KENCHING! SAYA, KOTAKERA KEJORA AKAN MELAWANMU DI TEMPAT INI JUGA! Abad ini, dasawarsa ini, windu ini, tahun ini, bulan ini, hari ini, jam ini, menit ini! Soalnya kalo saya lanjut ke detik ini dan per-detik ini ga kesampeyan.." Kata Kejora tegas. Kenching hanya diam dan menunggu serangan Kejora dengan postur kip kalem.

Kembali ke Milkitasahara...

"Kanada Yupimurah! Maju tak gentar membela yang benaar! Maju serentak, mengusir penyeraaang!" Teriak Yupimurah sambil ngutip lirik lagu 'Maju Tak Gentar'. Yupimurah memulai serangannya dengan baik.

Ia membuat beberapa pasukan Tokobawang ngiler, mau mereka gigit eh direbut lagi ama Yupimurah Sang Owner. Alhasil mereka jatuh dan tak mampu sadar diri. Bahkan yang belakang-belakang ikut jatuh semua! Iyalah, kaki diiketin semua ga jatuh apa? Kalo bisa bertahan berarti kemampuan diluar duga, masuk TTWW buju buset migot wowwow crecah cah..

"Wow.. Gampang sekali!" Kata Sangsuket yang padahal mau nyerang dengan baling-baling kertas bikinan Belanda.

"BARIS ITS 2! MAJUUUU! BERGERAK, SERENTAK, MENERJANG, TERJANG! TAK GENTAR, MENYERANG, MAJU, MENAAANG!" Perintah Ieyadonk sambil ngutip lagu Maju Tak Gentar juga.

"HAAAAAAAAA!" Baris 2 maju dengan ikatan tali sepatu yang warna ikatnya lebih mencondong ke pelangi.

"What? Baris 2?" Sangsuket dengan cepat ke sana, menghajar para pasukan dengan baling-baling kertas Belanda. Alhasil sebagian pasukan KO. Bahkan seisi barisan 2 ikut KO setelahnya dengan cepat. Berapa kali guenya harus bilang, ikatan tali kayak gitu mana mungkin ga pengaruh sama yang lain? Ampun mamak!

"Yap! Kami selalu menyiapkan cadang-" Ieyadonk tak sempat melanjutkan perkataannya saat baru melihat pasukan baris 2 yang KO duluan.

"KENAPA BEGIIINIIIII?! BUKANNYA MEREKA RAPI NAN KUAAAAT?"

PLEEK!

Sangsuket menempel ke pundak Kanada, lalu berkata puas, "Baris 2 sudah diserang! Tenang saja, taichou!"

"Hoo.. Bagus, Sangsuket! Takedok adalah klan terkuat! Dan Oyakatak-sama adalah pemimpinnya!" Kata Yupimurah mantap.

PLETAK! PLETAAK!

Kembang api merah diluncurkan ke langit. Kalau di sini, peringatan dan larangan diberitahukan melalui kembang api! Kalau merah artinya bahaya, kuning artinya bubar/mundur, hijau artinya jalan. (Maaf kalo misalnya salah tu..) Malah hampir sama kayak lampu lalu lintas..

"Hah? Aka no Hanabi?" Tanya Yupimurah.

"Hem... Hem.. Hem.." Sangsuket cuman terdiam dan cengo.

"Baiklah. Aku akan ke tempat Oyakatak-sama, dan kau, lanjutkan perang ini!" Perintah Yupimurah. Yupimurah lari ke tempat yang dia maksud, sementara itu Sangsuket mengangguk paham dan mulai nyerang lagi.

"Fyuuh.. Untung masih ada lagi.. BARIS ITS 3! MAJUUUU!" Kata Ieyadonk. "INGAT! JUMLAH BARIS ITS NYA 50! JANGAN KIRA SAYA LEMAAH!"

Kembali ke daerah Puersugi!

"Grr.. Melawan got peperangan seperti Puersugi Kenching saja sudah deg-deg gini. Wajar aja sih. Dan mungkin, aku hanya bisa melancarkan satu slash padanya. Itupun belum tentu kena." Pikir Kejora. Tapi, ia tak merugikan kesempatan ini. Kenching masih diam dengan modelnya yang wow..

"Gerak Kabayan! Kau kan terjebak di status palsu!" Teriak Kejora.

GERAK KABAYAN! SLASH!

Benar saja.. Kenching-sama mampu menghindar. Got Peperangan ini tanggap sekali.

"Apa hanya secumprit kepritit ini kekuatan Ryuunomigime?" Kata Kenching datar.

SLAAAAAAAAAAAASH!

"WOAAKH!" Kejora terjatuh mantap enak ngejoss ke lantai.

Kembali ke Milkitasahara..

"Oyakatak-samaaaaaaaa! Kenapa manggil-manggil?!" Teriak Yupimurah yang akhirnya tiba di tempat kedadeyan. Seorang pasukan menunjukkan Shinteng yang terbaring.

"AP-PHA?" Yupimurah terbelalak. Shinteng terbaring dengan lemas... Tak sanggup berdiri tampaknya...

Balik ke tempat Puersugi.

Kejora membuka matanya, ia berusaha bangun. Pengennya setelah bangun, terus mandi, tidak lupa menggosok gigi. Tapi, belum aja berhasil bangun, Kenching mengarahkan pedang ke leher Kejora.

"Jangan berusaha bangun kalau kau tak dianggap mampu berperang." Kata Kenching.

"A-Apa?" Kejora kaget setengah mati.

"Ini mah bukan Ryuunomigime. Komando pemimpin apalagi. Pasukan juga bukan. Orang yang dikasihani? Darimana? Kau tak pantas hidup!" Kata Kenching. Kenching meninggalkan Kejora dengan pedenya. 1.. 2.. Kejora terjatuh lagi...

Kembali (lagi..) ke Milkitasahara.

JROOOS! JROOOS!

Dimunculkan pasukan-pasukan yang sudah gugur mendahului kita. Mari kita kenang jasa mereka dengan mengheningkan cipta! Tapi, bukan sekarang waktunya. Sekarang, kita harus memerhatikan bagian ini!

"Waah! Sengoku Saikyou! Hondam Adakatsunyaaaa!" Panik para pasukan Takedok. Yap! Adakatsunya beraksi kembali di medan perang!

"Hahahaaa! Sekali-kali gunakan Adakatsunya lagi!" Batin Ieyadonk.

Sangsuket menghadap Adakatsunya.

"Jadi ini Sengoku Saikyou? Kukira apaan.." Kata Sangsuket. Ia mengarahkan baling baling kertas Belanda ke arahnya, tapi sayang ditepis dengan bor besar.

"Hei! Tepisan macam apa itu? Melanggar undang-undangan pesta perkawinan resmi, pasal malam minggu, ayat kursi meja, nomor dada peserta panggung!" Protes Sangsuket.

"Nah! Cocok! Jadikan dia lawanku saja!" Kata seseorang dengan senyum wow wow wow! Dan dia..

"PIKACHU-DANNAAAA!" Teriak Sangsuket.

"Musuh seperti itu harus kutantang!" Kata Mochipiring.

"Ta-tapi.. Anda hanya seorang tamu kan?" Tanya Sangsuket.

"Ah, sudah! Klan Pikachu terkenal akan listrik! Mari dilihat apa listrikku lebih tangguh dibanding Sengoku Saikyou! Buahahaaaa!" Kata Mochipiring menyepelekan.

"Hmm.. Batewe Yupimurah dimana ya? Kok lama banget?" Batin Sangsuket.

Sementara itu..

"OYAKATAK-SAMAAA! BANGUUN! KUMOHON BANGUNLAAAAH! AKU YUPIMURAH ADA DI SINI!" Teriak Yupimurah. Ia guncang tubuh Shinteng semampunya. Dan tiba-tiba, Shinteng bangun dan gertak Yupimurah.

"YUPIMURAAAAH! DENGAR AKUUU!" Teriak Shinteng dengan ngos.. Ngos.. Ngos..

"Oyakatak-sama! Kenapa Oyakatak-sama lemas begitu?"

"Haah... DENGERIN AJA DULUUU!" Shinteng menonjok Yupimurah. Tapi anehnya..

SYUUH...

Pukulan Shinteng tak sekeras biasanya. Pipinya Yupimurah mulai renyah kayak wafer! Eh, bukan! Lihat keadaannya dong!

"Oyakatak-sama?" Yupimurah merasa aneh. Ya.. Dari dulu perasaan kalian beduaan yang aneh deh. Sadari dirimu juga!

"YU-YUPIMURAA-AH.." Tangan Shinteng mengarah ke depan yang kosong bontong. Yupimurah memegang tangannya.

"Aku disini!"

"Ta-Takedok.. Masa depan klan Takedok!" Kata Shinteng lemes.

"Apaa?!" Yupimurah tak percaya.

"Kuserahkan... Pada tanganmu, Yupimurah mai darlin.."

"TI-TIDAAK! KAU TAK BISA, OYAKATAK-SAMAAA!" Tolak Yupimurah keras.

"Sudah.. Kau pasti bisa mai darlin Yupimurah.." Shinteng tersenyum sejenak, lalu tak dapat menyadarkan diri lagi. Tangannya lemas

"AAAAKH... AAAAAKH..." Yupimurah mulai meneteskan air mata keturunan katak.

DHAAAAR!

"Danna! Kau kenapa sih? Sayap kita jadi berantakan! Ntar dadanya hancur juga gimana? Ga jadi ayam goreng paket lengkap kan?!" Tanya Sangsuket.

"Tapi.. Oyakatak-sama.." Kata Yupimurah dengan mata sembab. Ya.. Sang Oyakatak, alias Shinteng, sudah terbaring tak sadarkan diri 100 persen.

"Apaa?! Wah.. Gawat!" Sangsuket lari keluar untuk meluncurkan kembang api kuning.

DHAAAAAR!

"Oyakatak-samaaaa! Oyakatak-sama! Ooooo... Yakatak-samaaaaah!" Teriak Yupimurah sambil nangis.

"Semuanya munduuur! Full munduuur! Gak boleh ada yang ngebuut!" Teriaknya.

"Apa? Mundur?" Tanya salah satu pasukan Takedok.

CLIIIING!

"Woowh! Cukup tangguh, Adakatsunya-donn!" Puji Mochipiring sambil nyerang Adakatsunya. Itupun ditepis lagi ama objek.

DHAAAAAAR!

"Mundur?!" Tanya Mochipiring. Adakatsunya kembali ke gudang. Ralat. Adakatsunya kembali ke majikan.

"TUNGGU AKUUU! TADAKATSU-DONN!"

"What? Napa Takedok jadi lemah gini ya? Mereka kan sehat dan kuat! Karena ibu mereka rajin dan cermat. Selama masih bayi, slalu juga diberi ASI, makanan bergizi, dan imunisasi.." Kata Ieyadonk heran sambil ngutip lirik lagu 'Aku Anak Sehat' (yang ada posyandu, oralit apalah itu..)

"Lagu ape ntu naak? Tapi aku ya getewe napa jadi lemah.. Emang nari Remong?" Kata Tadatsagu.

Latar tempat : Sikoki.

Ada seseorang ber-eyepatch kiri ungu. Ia menelusuri laut dengan motornya. Ia merasakan angin yang buruk. Entah angin topan ato angin gelegekan dari embok yang hobi masuk angin.

"Ini angin yang buruk.." Katanya.

Sesampai di Fortress Nagakodibawa.. What? Banyak kerusakan yang terjadi!

"Kalian semuaaaaa! Okshigen! Bekunocair!" Teriak orang itu sambil guncang-guncang pasukan. Dan masih ada aja satu pasukan yang sempoyong ke orang itu.

"Aniki..."

"Ye-Yesung!" Orang eyepatch kiri itu mendatangi pasukan sempoyong. "Apa yang sebenarnya terjadi di sini?"

"To-Tokobawang..." Ia menunjuk suatu tempat yang tertutup asap kendaraan. Iya sih, tadi kan ada yang naik sepeda motor! Tapi bukan karena itu! Kalo ini paling gara-gara asap pabrik sebelah!

"Tokobawang?"

"Maafkan kami, Aniki... Kami tak bisa menjaga tempat ini selagi kau pergi..." Lirih pasukan itu. Dan ia tak sadarkan diri lagi.

"Apaa? Hooy! Hoy! Apaaa?!" Lalu, ia melihat daerah yang dimaksud. Matanya membesar. Para korban terjatuh di sana. Di atasnya... Bendera Tokobawang?!

"Ie... Yadonk?!"

Flashback...

"Haaah... Haaaah..."

"Haaah... Haaaah..."

"Kuakui kau cukup hebat!" Puji Si Eyepatch sambil menancap pancingan ke bawah.

"Kau jugaa!" Balas Ieyadonk sambil menancap tombaknya pula. (Masih pake tombak dong!)

"Hmm.. Begini saja... Bagaimana kalau kita berteman saja? Daripada bertengkar seperti ini, tapi takkan ada akhirnya?" Usul eyepatch. Ieyadonk berpikir sejenak, tak lama kemudian setuju.

"Baiklah! Aku memercayaimu!" Kata Ieyadonk.

"Ho-hoy? Kau langsung mau?"

"Seperti prinsip saya, Ieyadoooooonk!"

"Tapi, maksudku.. Kau kan, baru bertemu denganku. Mau aja langsung percaya begitu?"

"Ya Ieyadooooonk! Lagipula, tatapan matamu itu meski sadis, tapi hatinya baik!" Ieyadonk mengacung jempol dan mengedipkan mata kirinya.

Eyepatch terdiam sebentar. Lalu tertawa bareng Ieyadonk.

"Buahahahahhaaaaaa!"

"Nguakkakakakakkaaaaak!"

"Buakkakakahahahanguaaakabuaaak! Hahahaanguakkaaaakkabuaahaanguah! Buakkakahhanguakkakkabuahaahhahakkahhahabuahnguahhahakkaah! Bulleeeh... Weeeh... Howek.. Kate howweek..." (Sumpah! Ketawa teraneh yang pernah tak buat :D) Mereka aja ketawa sampe kecapekan, apalagi yang baca, plus Authornya sendiri.

End of Flashback...

"Kenapa kau tega... Ie.. Yadoooonk!" Si Eyepatch meremuk bendera Tokobawang sampe jadi bola. Bolanya cocok dijadikan bola kain kalo mau main bola!

"APA-APAAN... INITUBEEEEH?!" Teriak orang yang ternyata... Namanya Chosoksate Motorchiki.

Di latar lain... Sebut aja lalayn. (Ini kalo disingkat aja sih..)

"Kau terlambat, hakim mumet." Kata seseorang yang bertopi hijau, berbaju hijau, bercelana hijau, bersepatu hijau, bercincin besar hijau, berkulit hijau (coret).

"Ya, maafin saya dong. Habis mumet sana-sini." Kata Geshitsogok. Oh, Geshitsogok melayani dua orang? "Klan Totoktumit sudah gak seru lagi! Si Mitsunyanyi ganti nama klan jadi Sikidal, dan sekarang dia cuman teriak nama Ieyadonk, Hideoishi-sama, nangis, huff-huff, rela-relain diri, elelesbe."

Dan orang yang bernama Souri Mintanasi berkata detail, "Hideoishi mati jadi onyet, Anbe tewas jadi zorro, Mitsunyanyi lemah karenanya, Ieyadonk khianat dan keluar, Makamunye tewas entah kondisi, Ujanasam patah leher lagi, Kuuman kehabisan pasukan, Begonicinn menang bagian barat, Kejora luluh badan, Tadatsagu speechless, Kasegar dan Sangsuket stalker cadangan, Adakatsunya lobet, yang lain pasif, sepertinya hanya aku dan kau yang stalker utama."

"Ya, entah kenapa. Kita bedua sangat lucky and rajin." (Ah, ngga ih..)

"Iyalah. Aku ini Tactician. Kau itu hakim mumet. Jadilah kita Tactickim mumet." Kata Mintanasi.

"Dan soal kasus Chosoksate itu.. Mau kau namakan apa? Strategi Penghancuran Hati Chosoksate?"

"Soal itu tak usah diurus. Yang penting, stabilkan saja bagian ini."

"Baiklah, wakatta. Pasti hanya kita yang tersisa! Hahahahahaha..." Geshitsogok ketawa keras.

"Cih.. Petani, Chosoksate, Sikidal, Tokobawang.. Nama belakang kalian sangat kubenci. Aneh, nista, jayus. Kenapa tidak Paktani, Tosoksate, Sikadal, Tokobarang? Diubah sedikit tapi lebih keren.. Dan sebenarnya bukan itu MASALAHNYA. Kalian berempat sebentar lagi pasti akan jatuh. Negara Asi akan berjaya dan makmur. Tujuanku untuk berperang hanya satu. Menstabilkan negara Asi dan mengembangkannya menjadi lebih besar." Wow.. Kata-kata dalam batin Mintanasi sangat banyak..

Latar tempat : Lagi-lagi Milkitasahara.. Puyenk gue..

"Takedok..." Kata Ieyadonk pelan.

"Ieyadonk! Benar saja! Tidak ada jebakan tikus maupun perangkap kucing dan penangkal hujan yang ada! Semuanya kosong!" Lapor Tadatsagu.

"Wow.. Mereka benar-benar menyerah. Tapi kenapa ya?" Tanya Ieyadonk.

"Beratus-ribu milo telah kucari..." Nyanyi seseorang.

"AAAAAH!"

"Huh?" Ieyadonk menoleh ke belakang. Ada tangan hitam dengan bayang-bayang yang menghajar pasukan Tokobawang.

"Minna! Hati-hati dengan bayang hitam itu! Ntar masa depan kalian ga punya bayangan!" Ingat Ieyadonk.

Di sisi lain Milkitasahara, ada gembul panci dan orang bermasker. Padahal ga batuk, ga pilek, ga bedahak.

"Ah... Rupanya disini kau..." Kata orang bermasker. Namanya mah, Tenkarbon dioksida.

"Tenkarbon-samaaaaa! Ayo makan sup Pak Somat bareng-bareeng!" Teriak yang gembul sambil sodorin panci isi sup. Namanya pah, Kebayakawin Hidungkaki.

"Aah... Hidup ini... Begitu hampa..." Kata si cewek terbang dengan tangan hitam dan bayang-bayang tadi. Namanya Kopicin.

"Hah? Apakah dia... Kopicin-dono?" Tanya Tadatsagu.

"Iya.. Tapi.. Rasanya ada yang kurang beres." Tanggap Ieyadonk.

"Kamu... Si apa?" Kopicin memandang Ieyadonk. Ieyadonk sangat bercahaya! Bahkan melebihi warna kulit member Idol Group! Tolong Makamunye, jangan tersinggung.

"Kamu... Sangat terang.. Aaah!" Kopicin tak sadarkan diri saking kecerahan, lalu jatuh.

"Tidaak! Kopicin-donoo!" Panik Ieyadonk. Ia bergegas ke Kopicin.

"Tidaak! Ieyadoonk!" Panik Tadatsugu. Tapi males ngejar.

"Tidaak! Tenkarbon-samaa!" Teriak Hidungkaki dari kejauhan. Saking makanannya ceceran ke lantai. Tapi yang aneh, teriakkannya keras minta ampun!

"Terus yang di sana apa? Gelap sekali.." Kata Kopicin sambil melihat bagian barat. Menunjuk Sikidal Mitsunyanyi yang auranya aura kasih, bukan, aura gelap. Melebihi gelapnya tinta spidol hitam.

"Cahaya dan kegelapan menjadi satu..." Kopicin membayangkan daratan yang dibatasi celah-celah. Bagian kiri bewarna ungu, bagian kanan bewarna kuning.

"Kenching-sama! Takedok Shinteng... Tewas di peperangan Milkitasahara!" Lapor Kasegar ke-Kenching. (Sengaja diberi setrip?)

"Dia takkan merasakan aroma perang ini lagi.. Baik yang hebat, membara, bosan sekalipun.." Kata Kenching.

"Begitulah peperangan yang terjadi di hari itu. Hari yang menimbulkan korban, kedukaan, keevilan, dan peramalan. Semua itu akan kita segera tuntaskan, dan hasilnya... Jangan kemana-mana lagi, tetap di Gigigaraham penentuannya." Baca Tsubako sebagai narasi akhir.

Latar tempat : Osu.

"Wah! Kita sampai di rumaah!" Sorak salah satu pasukan.

"Kita pulaaaang! Kita pulaaaang! Akhirnya..." Sorak pasukan lain.

"Bejumpa lagi dengan meja, tembok, lantai, pintu, jendela, kursi, ranjang, selimut, udara yang terdiri atas molekul 1, molekul 2, molekul 3, molekul 4, molekul 5, lekul 6, lekul 7, lekul 8, lekul.." (Ntah ngomong sampe kapan itu orang.)

Sementara itu, Makamunye hanya mengucapkan satu kalimat, dengan lemas.

"Ishidaal... Mitsunyanyi..." (Iyalah, dia kagak ada tau kalo Mitsunyanyi ganti klan jadi Sikidal..)

85 HARI MENUJU GIGIGA-RA-HAM!

CAMERA : OFF!

"Minna! Gue lagi males muji kalian! Jadi tanggapan saya adalah... Hem!" Kata Dissa.

"What? Hem? Apa itu?" Tukas Masamune.

"Ya hem! E nya pada kata 'bejo'!"

"Sama aja kayak hmm... Tah?"

"Yap! Langsung aja gue ngasih kamus!"

1. Sikidal : Ishidal : Ishida

2. Magnum Ice : Magnum Step

3. Sekka : Rekka

4. Pikachu Mochipiring : Shimazu Yoshihiro

5. Obaka : Osaka

6. Milkitasahara : Mikatagahara

7. Adhamanten : Bishamonten

8. Puersugi Kenching : Uesugi Kenshin

9. Kabayan : Kaguya

10. Sikoki : Shikoku

11. Nagakodibawa : Nakatomigawa

12. Okshigen : Shige

13. Bekunocair : Bekunosuke

14. Yesung : Yosu

15. Chosoksate Motorchiki : Chosokabe Motochika

16. Souri Mintanasi : Mouri Motonari

17. Asi : Aki

18. Tenkarbon Dioksida : Tenkai

19. Kebayakawin Hidungkaki : Kobayakawa Hideaki

20. Kopicin : Oichi

Sebenarnya, JE Parody 1 harusnya ada kamus :

Ding Feng : Death Fang

Tapi kayaknya udah banyak yang tau ini.. Jadi whatever! Sekian lah dari Dissa! Males nulis yang lain. Ntar dikira banyak ngomong lagi. Bai!