WARNING 3 : GUE MALES NULIS WARNING! NAPA TEGESIN MULU SEEH?! BACA DI PROFIL PO'O? MALES NGOTAK-NGATIK! FAIN! LO GUE PEDHOT! (Wha?)

"Dissa! Itu bukan warning namanya!" Tegas Tsuruhime.

"Owh, Tsuruhime! Ya warning dong! Warning kan artinya peringatan! Nah, itu peringatan biar kalian ga modus mulu!" Terang Dissa.

"Modus? Bukannya lu sendiri yang modus?"

"Enak aja! Bodoh, bodo, amet lu!"

"Cih.. Sudahlah, jangan mlenceng ke modus!" Ingat Keiji. "Kita harus cepet rekam episode 3!"

"Nah, bener kata Keiji!" Kata Magoichi yang tiba-tiba di sampingnya.

"Kalau gitu, mana anak-anak panti jompo lain? Butuh adopsi?"

"KAGAK LAH! Yang lain malah uda ngumpul di situ!" Seru Keiji nunjuk daerah studio yang penuh bocah-bocah petualang, kalo disingkat Bolang. Kan?

"Dasar lol! Lelet! Lemot!" Seru Masamune sambil melet.

"Enak aja lu! Padahal di adegannya, ntar lu yang sengsara!"

"Don't ker yo mamaak! Cepet eksyen!" Seru Makamunye.

"Baiklah! Hupp!" Dissa duduk di samping kameramen. Oh, kalian mungkin belum tau, kameramennya Naotora!

"TRI, TUWAN, TUWAN! E-EK-"

"Bentar, Dissa! Mau pipis!" Naotora pamit ke kamar mandi.

"Whaa? Kukira kau sudah pipis 2 jam yang lalu!" Bantai Dissa.

"Tapi ga kuat lagi ni! Keringet nervous membuat daerah gue pengen ngeluarin air seni kebudayaan umum!" Pekik Naotora.

"Haih... Baik! CEPAAT!" Dissa meniup peluit. Naotora lari dengan cepat.

"Naotora-dono ga level banget ah!" Seru Yukimura.

"Biar lah, Yukimura! Sabar juga masuk kategori samangat! Dan ingat! SIA!" Kata Shingen.

"Ooh, begitu ya?"

"Baka daano.." Kata Sasuke sambil facefloor.

"BAIKLAH, OYAKATA-SAMAA! AKU AKAN MENINGKATKAN SABAR PULAAAAAAAAAAAAA!" Teriak Yukimura sambil muter-muter kepala (coret) tombak kanannya.

2 menit kemudian...

"Selesai!" Naotora bergegas ke arah kamera.

"Oke, okee! Wokeeh! Get ready anak-anak yatim ku!" Seru Dissa.

"YATIM?!" Teriak para pemain. (Exclude Fuuma and Tadakatsu)

"Tri Tuwan Tuwan! E-Ek-"

KRUCUUUUUUUP!

"Weh, keras banget!" Seru Motonari.

"Aih! Perutku waktunya makan nih! Kalo ga diisi, adeganku bakal suwek!" Seru Ieyasu.

"APAAA?!" Jerit Motochika dan Dissa ga percaya.

"Wow, kompak.." Kagum Kasuga.

"GILA KAU, IEYASUU! BELUM URUSAN KITA NANTI! CEPET MAKAN!" Perintah Mitsunari dengan tegasnya. Ieyasu lari cari makan. Katanya sih, cari tukang sushi di pinggir jalan.

20 menit kemudian...

"Aah... Kenyang jugaa..." Kata Ieyasu lega.

"LAMA BANGET! MAKAN AJA PERLU 20 MENIT!" Eyel (?) Motochika.

"DONT KER YO PAPILOOT! CEPET EKSYEENT!" Teriak Ieyasu.

"Oke! Awas ada hambatan lagi! Tri tuwan-tuwan, e-ek-"

'KRIIIING! KRIIIIING! KRIIIING!' Alarm siapakah itu?

"Wedeh, keras banget!" Seru Dissa.

"Oh, tidak!" Kojuro yang mendengar alarm itu panik sendiri.

"Huh? Why, Kojuro?" Tanya Masamune.

"AKU HARUS MEMANEN SAYUR DI KEBUNKU SEKARAAAAANG! AKU MEMANG BERNIAT NYETEL ALARM INI UNTUK ITUUU!" Seru Kojuro.

"Hah? Serius neh?!" Tanya Tsubako. "TERUS GIMANA SYUTINGNYA? NARASINYAAA?! MUMET DIPANDANG MULU, PENGEN SEGERA TAK BACAA!"

"Tenang! Kono Kojuro, segera kembali!" Kojuro lari keluar untuk panen.

200 menit (?!) kemudian... (200 menit = 3 jam 20 menit)

"Lama banget niih!" Eyel Keiji.

"Lha kita mau syuting, Naotora pipis 2 menit, terus Ieyasu makan 20 menit, Kojuro manen 200 menit, ntar apa lagi? 2000 menit?" Protes Sasuke.

"Lu paleng main sama onyet!" Ejek Kasuga.

"Mana bisa gue?!"

Kojuro tak lama kemudian sampai...

"3 jam 20 menit ya?" Kata Kojuro kemudian.

"IYA! Dan ini RE-KOR-NUNG-GU-TERR-LA-MA!" Jengkel Dissa.

"Woow... Head butt gue dong!" Seru Kojuro. Dan segera Ieyasu nge-head butt kepalanya.

"BUKAN ITU MAKSUDNYA!" Teriak Kojuro.

"Oke! Ga ada yang pergi lagi kan? Tri tuwan-tuwan! Ek-SYEN!" Seru Dissa.

CAMERA : ON

"Inilah zaman sengoku. Zaman dimana semua orang babak bundhar. Karena bundhas yang diprotes khalayak, jadi kami ganti babak bundhar. Pertarungan ini dilakukan dengan berbagai pertaruhan nyawa, kekuasaan, de-es-be-go-no-gon-dol. Yang menentukan itu semua adalah kita. Kita telah mengetahui beberapa sejarah sebelumnya, jadi kurasa tak perlu begitu diulang. Sikidal Mitsunyanyi, saat ini masih sangat dendam dengan Tokobawang Ieyadonk, yang membunuh dua pelita hatinya. Alias Totoktumit Hideoishi, Bakanaka Anbe. Dan sepertinya, perubahan Ieyadonk tak banyak diterima orang. Banyak hal yang terjadi, dan saya males ceritain ulang. Jadi, intinya, semua masih akan ditentukan di Gigigaraham, bukan Gigiseri ataupun Gigitaring." Baca Tsubako agak asal-asalan.

Openiing~ (di skip aja, karena kalian udah pada tau!)

"AKU MENEGASKAN IKATAN TALI SEPATUU!" Teriak seseorang di lapangan lebar.

EPISODE 3 : ALLIANCE..

"Aku, Tokobawang Ieyadonk, telah mengikuti ajaran yang salah! Kata lagu, cara Hideoishi-ko telah menebus di mana-mana hingga hatiku senang! Namun itu salah! LAGU TAK SELALU BENAR! Aku mengubah metodenya! Hingga sekarang aku sepakat! KITA UBAH CARA HIDEOISHI-KO DENGAN KUAT! MARI KITA TEBARKAN BENIH IKATAN TALI SEPATUUUUUU!" Jelas orang itu yang ternyata adalah Ieyadonk demgan panjang lebar serta tinggi, sama dengan volume bangun ruang.

"AAAAAAAAAH!" Teriak pasukan sambil sorak-sorak gaje.

"SEKARANG-" Ucapan Ieyadonk terputus.

"AAAAAAAAAAAAAAWH!" Pasukan itu masih aja teriak.

"AKU-"

"HAAAAAAAAAAAAAA!"

"MAU-"

"AAAAAAAAIIIIIIIIIUUUUUUUUH!"

"PER-"

"UUUUUUEEEEEEOOOOOOOWH!"

Ieyadonk geleng-geleng akan pasukannya yang kehebohan, ibaratnya Ieyadonk kayak artis naik daun. Ieyadonk langsung saja..

"DIAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAM! PARA FANSKU, HARAP TENAANG!" Serunya sambil nepuk tangannya.

Krik.. Krik... Cuit.. Ciut.. Perut loe ciut!

"JADI... Aku akan pergi membntuk ikatan mulai sekaraaaang!" Tegas Ieyadonk.

"YEEAH, IEEYADOOOOOOOOONK!" Seru para pasukan dengan riang. Kemudian, Tadatsagu maju ke paling depan dan memasrahkan diri,

"Ieyadonk, tampaknya disana berbahaya! Taring-taring akan memangsamu! Biarkan aku yang mebemanimu.."

Ieyadonk menggeleng kepalanya dan berkata, "Tenang saja. Kau tak perlu repot-repot kayak nanny! Kamu kan, laki-laki juga! Biarkan Sengoku Saikyou, Hondam Adakatsunya yang menemaniku!"

Di sisi lain, Yupimurah masih memandang Oyakatak-sama tercinta dengan rasa jenuh, galau, lol, wow, pow.

"Oyakatak-sama... Aku Yupimurah, tak bisa menerima ini.. Kenapa harus kau korbannya?" Pekiknya. Sementara itu, Sangsuket yang ada di samping Yupimurah terlihat agak tak senang.

Ia berkata, "Danna.. Kau sudah disini hampir 2 minggu loh! Apa kau tak bosan? Kita takkan maju!"

"Diamlah! Hanya Oyakatak-sama yang bisa mengatur dunia! Oyakatak-sama lah.. YANG AKAN MEMBIMBINGKU KE JALAN YANG BENAR! IHDINASH SHIRAATHAL MUSTAQIIN!" Kata Yupimurah. Yupimurah hampir menitikkan air matanya.

"Hmm... Baik. Shiraathal ladziina an'amta 'alaihim, ghairil maghdubi 'alaihim... Wa ladhdhaaaaaa... Lliiiiiiiin..." Turut Sangsuket.

"Aamiiiin..." Kata mereka bedua bebarengan. Kok jadi Al-Fatihah seh? -_- Sangat wow..

Dan kita kembali ke Obaka! Mitsunyanyi masih aja menghadap monyet kecil dan topeng besar itu. Yang aku heran sejak awal, napa topengnya lebih besar daripada monyetnya coba? Padahal tuannya monyet alias Hideoishi!

"Ieyadooonk.. Kau masih tak kumaafkan.." Seru Mitsunyanyi pelan.

"Ekhem, Mitsunyanyi?" Tanya Geshitsogok yang tiba-tiba datang. Iyalah, dia hakim mumet. Otaknya mumet mulu, makanya tubuh dia sana-sini mulu!

"Tosta, hakim mumet?" Tanya Mitsunyanyi.

"Kudet banget lu! Tu, ada mi sedap cup! Baru! Rasa bakso dan soto! Tapi, aku kasih pahaman saja.. Tokugawa sekarang ada di tempat Satrika." Kata Geshitsogok agak nyindir.

"A-apa? Katamu? Ciyus?" Teriak Mitsunyanyi agak tak percaya.

"Ya ciyuuuuus kejayuuuuus lah. Kalo main-main, mana mungkin saya sampaikan, wahai Mitsunyanyi?"

"Grrh... Kalau begitu, kita harus bergerak level 3!" Seru Mitsunyanyi.

"Level.. 3? Kita aja belum bergerak sama sekali, bodo."

"LU TOLOL AMET JADI ORANG! Level 1, bernapas. Level 2, pancaindra. Level 3, jalan dan lari! Akhirnya masuk level 4, SERAAAANG!" Seru Mitsunyanyi.

"Ah.. Begitu rupa-"

"UCAPANKU GA PUNYA RUPA, DASAR DOBEL TOLOOL! SUDAH! POKOKNYA TETAP! IEYADONK TAKKAN TERMAAFKAN!" Mitsunyanyi meninggalkan Geshitsogok sendiri. Hingga hatinya hampa.

"Sementara Mitsunyanyi hendak ke sana, Ieyadonk nya sudah membicarakan ikatan tali sepatu." Baca Tsubako.

LATAR TEMPAT : SATRIKA'S BASEBALL! (?!)

"Ada apa kau kesini, machombrot kena brotbrot?" Ketus Begonicinn.

"Satrika-shuu, apa kau mau membentuk ikatan tali sepatu dengan kami?" Tanya Ieyadonk.

"Memang apa saja features dari ikatan tali sepatu? Berapa negatif dan positifnya?"

"Kamu kayak ngecek hape aja, hahaaa! Tapi yang jelas, mungkin kita bisa jadi straight keren! Karena kunci dari ikatan tali sepatu ini, rapi nan kuat!"

"Hmm... Kami akan mempertimbangkannya dulu. Straight memang keren, tapi terkadang Satrika-shuu ini anti itu loh. S**s."

"Oh, kalau begitu aku akan menunggu jawabanmu." Ieyadonk meninggalkan Begonicinn.

Di tengah perjalanan, barulah Ieyadonk sadar, desa Satrika sangat bagus.

"Bagus sekali ya, desa Satrika! Banyak jemuran gelantungan, dan itu akan disatrikakan mereka semua!" Puji Ieyadonk.

"Hmm... Adakatsunya, mari terbang ke bandara berikutnya!"

Dan beberapa saat kemudian, ada seorang lagi yang hendak ke tempat Satrika. Tada hitori..

"Ieyadonk, aku ingin minta penuntutan besar darimu. Sebenarnya, ajaran yang bener itu apa si? Aku harus ikut ajaran guru atau ajaran teman? Kau takkan kumaafkan.." Seru orang itu yang ternyata bernama Motorchiki.

SYUUUT! Panah ditembakkan! Hampir saja mengenainya.

"Hmm?" Motorchiki menoleh ke arah penembaknya. Kalau dilihat-lihat, ia adalah putri yang bersembunyi di Miko, Surunimo.

"Woi? Kamu ngapain seh nang kene?" Tanya Motorchiki.

"MEMANGNYA KAU PURPUR LUPA APA YANG TELAH KAU LAKUKAN DI LAUTANKU? Kelakuanmu itu... Takkan pernah kumaafkan!" Seru Surunimo sambil menunjuk Motorchiki dengan tongkat bidadari.

"Apaan ni? Nyihir gue jadi abu?"

"Jangan pedulikan ini! Harmless, armless.. Intinya, aku takkan membiarkan Begonicinn-nee sama untuk tertipu olehmu!" Bentak Surunimo dengan gaya puitis.

"Hello? Emang sapa yang mau nipu dia? Ini bukan urusanmu, jadi nyingkir loe!" Seru Motorchiki. Tapi kemudian, Surunimo menghadang Motorchiki selayak main benteng-bentengan.

"Kalau kau mau masuk benteng Satrika-shuu, kau harus menghadapiku dulu!"

"Aku sudah menghadapmu, dasar!" Kata Motorchiki sambil natap Surunimo 5 cm lebih dekat.

"Bukan itu maksudnya! Kau harus.. Ha.. Harus... Harus melawanku lebih dulu!" Perintah Surunimo. Lalu Surunimo berbunga-bunga entah napa..

"Pertarungan demi melindungi Begonicinn-nee sama! Akan segera dimulai!" Jeritnya riang. Ia mengarahkan panah ke Motorchiki.

Ia tembak panah itu, dan sayang sekali bung! Motorchiki melawan panah hanya dengan seretan jangkar!

"KAAAAAMUU! HARUS SEGERA KUANTAR... KEMBALI KE PULAU ASALLOOOOE! MESKI NAJIS DENGAN CEWEK KAYAK LOE SEKALIPUN!" Seru Motorchiki sambil ngarah pancingan sana-sini. Surunimo berdiri di atas pohon, dan Motorchiki memotong pohon itu.

"Kyaaah!" Surunimo melompat ke belakang dan kembali memanah Motorchiki sambil ke lebih belakang lagi.

"Jangan remehkan aku, pak nelayan!" Ejek Surunimo.

"Cih, berani sekali dan lumayan juga!" Pekik Motorchiki yang masih sempat menangkis panah Surunimo.

Tepp, tepp, tepp..

"Hmm?" Motorchiki menoleh ke belakangnya. Surunimo yang nyadar pandangan Chosoksate ikut noleh ke pandangan yang sama.

Terlihatlah Ishidal, maksudnya, Sikidal Mitsunyanyi yang berpas-pasan di arah mereka. Mitsunyanyi berhenti sebentar, tak lama kemudian lewat lagi. Mungkin gini pikiran Mitsunyanyi..

Begin of Mitsunari's Mind...

"Hei, kalian ngapain di sini? Bukannya di sana juga senang?" Tanya Mitsunyanyi.

"Gak papa. Kami cuman mau liat kondisimu, cuu! Silahkan, nak Nyanyi, sebentar lagi kau akan masuk babak final konser itu!" Seru Motorchiki yang suaranya mengkakek seketika.

"Iya, Nyanyi mai darlin! Jangan lupa hadiahkan kakenene mu buah tangan! Hohoho..." Seru Surunimo pula dengan muka dan ucapan menenek.

"Cih.. Ortu penganggu. Abaikan saja.. Sekarang kau bukan konser, tapi membalas dendam Ieyadonk!" Batin Mitsunyanyi. Dengan PeDeKaTe, Mitsunyanyi melewati Kek Chiki dan Nek Suru.

"Hei? Sepertinya cucu kita Nak Nyanyi cuek lagi.." Kata kakek Chiki.

"Haaiih.. Biasa lah ke, Mitsunyanyi bersaing finalnya kan, sama Ieya... Ya.. Ya.. Sapa tuh? Ieyadoll? Ieyabonk? Ieya.." Kata nenek Suru terbata-bata.

"Kakek juga lupa.. Ieyandenk paling? Sudahlah. Kita makin pikun aja dan harus RIP bareng-bareng ya... Ha-ha-ha-ha-ha..." Kata kakek Chiki sambil ketawa maniak.

"Ayo RIP, sayangku! Ha-ha-ha.." Seru nenek Suru sambil nunjukkin se-bundle jarum pentul. Tubuh mereka ditusuk-tusuk sampe darah muncrat semua, akhirnya mereka RIP!

"Bodoh... Penghadangku..." Kata Mitsunyanyi.

End of Mitsunyanyi's mind...

Tiba-tiba, Mitsunyanyi ditunjuk-tunjuk sama Motorchiki dan Surunimo.

"Woi! Kalo lewat ga bisa seenaknya gitu dong! Emang kita pager kebuka apa?" Jengkel Motorchiki sambil ngarah pancingan.

"Benar! Kau takkan bisa seenaknya saja!" Jengkel Surunimo pula.

Tepp.

Mitsunyanyi menghentikan jejaknya sebentar, lalu ia berkata, "Aku ada urusan yang mengalahkan pentingnya arisan, jadi jangan ganggu."

"Urusan di daerah Begonicinn-nee sama? Ternyata Begonicinn-nee sama sangat populer, kyaaah!" Teriak Surunimo sambil lompat kayak cheerleader.

"Oh, sepertinya urusanmu ga begitu penting. Aku sih, ingin minta tuntutan Ieyadonk."

Mitsunyanyi terdiam saat mendengar kata 'Ieyadonk' nembus. Lalu, bertanyalah ia :

"Ieyadonk dattok?"

"Iya. Waktu itu sih.." Cerita Motorchiki terputus. Mitsunyanyi menoleh ke arahnya dengan cepat, meski ia ga nyadar kalo poni rambutnya pindah ke samping kiri semua. Istilahnya? Rumpies kiri!

"APAKAH KAU SEKUTU RAMBUTNYA IEYADONK?!" Tanyanya.

"Sekutu rambut? Mana mungkin! Kami sekarang bagaikan kucing dan anjing! Akan segera kuterkam dia.." Protes Motorchiki. Mitsunyanyi mengernyitkan dahinya, lalu mengarahkan pedang ke Motorchiki.

'SIIIIII!'

Ternyata, Motorchiki menepis serangan Mitsunyanyi dengan pancingannya. Nada nyanyian kesedihan Mitsunyanyi aja makin buas!

"Cih... Kenapa kau? Jangan-jangan kaulah sekutu rambut Ieyadonk? Atau bahkan sekutu kamar mandinya?!" Tanya Motorchiki tak percaya.

"Mau manisnya aja lu! Yang membunuh Ieyadonk... HANYA DIRIKUUUU!" Teriak Mitsunyanyi.

"Oh, kau juga? Jadi musuhmu banyak, Ieyadonk? Tapi aku takkan lengah! Akukah yang akan MEMBUNUH-NYAAAAAAAAAAAAA!" Seru Motorchiki dengan falseto yang sempurna.

"HIIAH! CRAAAAH! KOREEE! CHOOURAAAH!" Teriak mereka berdua sambil tepis sana-sini.

Bunyi pedang Mitsunyanyi : 'Mii fa sol mii... Fa sol mii...'

Bunyi pancingan Motorchiki : 'Cekring! Cling! Syuutkusyuut!'

"Eeee... Ttooooo..." Surunimo hanya melihat mereka berdua dengan cengo.

WOOOOOOW!

Suara itu membuat Surunimo menoleh ke langit. Ternyata, Ieyadonk yang diterbangkan Adakatsunya!

"Heh? Itu kan, Ieyadonk-san!" Seru Surunimo sambil nunjuk langit.

Kopel kita, alias MotorNyanyi menoleh ke langit, lalu teriak bareng-bareng :

"IEEYAADOOOONKIIIIIKOOOOOOONG!"

"SIALAAAAAN!" Seru Motorchiki kemudian.

"IEYADOOOONK..." Mitsunyanyi jalan ke arah Satrika Baseball. Motorchiki langsung menunjukkan senyum marvelos.

Begonicinn yang menyadari kedatangan Mitsunyanyi pun berkata, "Habis Tokobawang, sekarang Ishidal?"

"HOOI! SEKARANG KLAN GUE SIKIDAL, DASAAR!" Teriak Mitsunyanyi.

"Yee.. Meneketehe simalakama teweek, kelless!" Sinis Begonicinn.

"Apa kau menerima ITS dari seseorang yang Machombrot?" Tanya Mitsunyanyi sadis.

"ITS ntu apa? Oh, Ieyadonk Tolol Sedunia?"

"BUKAAAN! Tapi boleh juga katamu.. TAPI ARTINYA YA BUKAAAN! ARTINYA IKATAN TALI SEPATUU!"

"Oh? Memang kenapa? Kami sih, masih mempertimbangkan. Kami yang dimaksud ada 2, yaitu Kami-sama, dan Kami, para Satrika-shuu." Jelas Begonicinn.

"KAU TAK BOLEH MENERIMANYA... KAU TETAP HARUS SETIA PADA KLAN TOTOKTUMIIIIIT!"

"Heh? Jadi sekarang Tokobawang bermusuhan dengan klan Totoktumit?"

"BENAR! MA-KA-NYA! JANGAN KAU TERIMA ITS ITU! BAIK ELU PANJANGIN JADI IKATAN TALI SEPATU, MAUPUN JADI IEYADONK TOLOL SEDUNIAAAA!"

"Sayang sekali, kontrakan kami dengan klan Totoktumit sudah tamat. Klan kami takkan melanjutkan kontrak dengan tuan yang sudah berevolusi. Itu artinya seperti yang kubilang sebelumnya. Saya tak mau mengucapkan kalimat yang sama kedua kalinya."

"Apaa?!" Mitsunyanyi mengarahkan pedang ke Begonicinn.

'SIIIIIIIIII!'

Sayangnya, sama seperti di tempat pengawas pagar (Motorchiki), Objek mampu menepis Pelaku. Hal ini juga mengingatkan kita pada pelajaran, yaitu Gaya Aksi akan mendapat Gaya Reaksi yang berlawan arah. Benar kan?

"TETAAP! AKU KAN CO-PEMIMPINNYA! KAU TAK BISA MENCABUT KONTRAK BEGITU SAJAA!" Seru Mitsunyanyi.

"Sekali tidak ya tidak, jangan ngetet jadi orang." Bantah Begonicinn.

"Cih... Awas kau!" Mitsunyanyi memasukkan pedangnya lagi, lalu balik kanan, padahal ga ada komandonya tapi mau aja.

"Sebentar lagi, setelah Ieyadonk, aku akan menunjukkan lagu kesedihanku padamu!" Katanya. Mitsunyanyi meninggalkan Satrika Baseball dengan kesal, ambruk, stress, pusing, semua campur aduk jadi adonan kue.

"Jadi... Sekejam itu?" Kata Surunimo yang ternyata ngintip dari balik semak-semak yang terletak di samping Satrika Baseball. Surunimo mengendap-ngendap ke samping Satrika, lalu bertanya :

"Begonicinn-nee sama, orang tadi? Apa dia yang disebut Raja Kesiapan?"

"Iya. Tapi kadang-kadang pembantah juga.." Kata Begonicinn.

Dan di tengah jalan pulang Mitsunyanyi...

"Ieyadoooonk..." Geram Mitsunyanyi.

"ISHIDAL MITSUNYANYI!" Seru Motorchiki.

Lalu, Mitsunyanyi berteriak dengan kesal. "SIKIDAL HOOOOOY!"

Motorchika agak nge-blush dan berkata, "Oh, kuulangi."

Motorchika mundur 5 langkah. Ia jalan ke depan, dan mengulangi kata-katanya yang agak di-fixed.

"SIKIDAL HOOOOOY! MITSUNYANYI!"

Mitsunyanyi facepalm, lalu teriak makin jayus, "SIKIDAAAAAAAAAAL!"

"Oh, maafkan aku. Kuulangi lagi ya?" Motorchika mundur 5 langkah, jalan ke depan dan mengulangi kata-kata yang agak di-fixed.

"SIKIDAAAAAAAAAAL! MITSUNYANYI!"

Sekarang, Mitsunyanyi bodypalm. Lalu, ia teriak, "KAREPMU DEEEEH! AMPUN!"

"Oh, gitu? Maaf.. Kuulangi lagi!" Seperti tadi, Motorchika mundur 5 langkah, jalan ke depan, mengulangi kata-katanya yang agak di-fixed.

"KAREPMU DEEEEH! AMPUN! MITSUNYANYI!"

Mitsunyanyi yang dengerin Motorchiki ini sekarang feetpalm. Ia meremuk tangannya, lalu menyeret Motorchiki bersamanya.

"HOOOI! TAPI ITU MEMANG NAMA-" Kata-kata wasiat Motorchiki terputus.

"DIAAAM! IKUT AJA, LOL CHIKII!" Perintah Mitsunyanyi.

LATAR TEMPAT : OGAKWARAS!

"Dan sekarang, inilah tempat yang terakhir kali dihancurkan pada era Totoktumit, Ogakwaras. Bagaimanakah nasib penghuninya, alias Bejo Ujanasam, serta Kuuman Ketara? Mari disaksikan di TKP!" Baca Tsubako.

"Aah... Bagaiapa nasibku ini?" Panik Ujanasam yang duduk selonjor di samping tembok bata. Kuuman hanya menatap langit.

WOOOOOOW!

Yap, bandara Ieyadonk adalah Ogakwaras! Adakatsunya mendarat dengan PeDeKaTeLa mya.

"Apa-apaan? Pemberontakan lagi?! Ampuuuuun!" Teriak Ujanasam.

"Ya elah.. Bejo-dono! Anda memang bejo! Dulu kami memang musuhmu, tapi sekarang, Tokobawang adalah seikat tali sepatumu!" Seru Ieyadonk sambil mengarahkan tangannya ke Ujanasam.

Ujanasam memeluk tangan Ieyadonk dan bertanya, "To-Tokobawang?"

"Iya! Dulu tetanggaan sama Tokobakung!" Jelas Ieyadonk.

"Ho-ho-ho! Arrigapohoooong!" Terlihat Ujanasam melambai-lambai ke Ieyadonk. Kuuman hanya noleh sana, noleh sini. Ieyadonk mencari bandara berikutnya!

"Wah, satu sudah berpihak! Sekarang, bagian apa ya?" Batin Ieyadonk.

"Sementara itu, kembali ke arah menuju Satrika Baseball, seorang benciz berjalan dengan angkuh bagai ratu sihir. Seperti ada yang hilang dari lingkaran kedekatannya." Baca Tsubako. Yap, kalau kalian tau alurnya, dia adalah Maedan Keji! Dengan monyet yang ada di atas pundaknya, tapi bukan mayat Hideoishi yang diberi revival potion, melainkan monyet peribody nya, Kamenkichir.

LATAR TEMPAT : SATRIKA BASEBALL (LAGI)

"Nee-sama, setelah kedatangan Tokobawang dan Sikidal, apa Begonicinn keberatan? Atau Begonicinn malah sanggup?" Tanya Surunimo.

"Oh, kalau soal itu memang harus dipikirkan matang-matang. Sejauh ini, informasi yang kami dapat lumayan matang. Tokobawang adalah klan yang menerapkan Ikatan Tali Sepatu, tapi sepertinya terapan itu malah memperburuk fisikal. Mitsunyanyi... Sifat RE-Venge nya memang baik, tapi sepertinya ia punya celah untuk melemahkan Satrika-shuu. Lagipula, sebenarnya kontrak Satrika-shuu dengan mereka bedua sudah rontok, karena Hideoishi sudah tewas dan berevolusi jadi monyet. Entahlah.. Saat mengambil satu, mungkin ada penyesalannya juga, tapi ya... Memang pertimbangannya susah kan?" Jelas Begonicinn panjang lebar.

"Hmmm... Kalau tidak keduanya bagaimana?" Usul Surunimo. Begonicinn memandang Surunimo agak heran. Namun, kemudian mereka berdua malah sama-sama tersenyum!

"HEI! Aku ada urusan! Kumohoon!" Teriak seseorang.

"Hah? Suara apa itu?" Tanya Begonicinn ke dirinya sendiri. Begonicinn berjalan ke bagian depan Satrika Baseball. Terlihat dua pasukan Satrika menghadang Maedan Keji yang hendak masuk. Makanya, jangan lancang jadi orang! Dapat batunya kan?!

"Ada apa?" Tanya Begonicinn sambil menghadap Keji dengan postur tegap, otot padat. Sebenarnya, bagian belakangnya harus ditambah 'Bertambah umur, badan tinggi!' Dan kalau kita lanjutkan... 'Rambut kuat, berkilau! Kulit bersih, tak pucat... WAJAH CERIA, MATA BENING! GIGI BERSIH, GUSI MERAH MUDAA! NAFSU MAKAN BAIK... PENCERNAAN BAIK... BERGERAK AKTIF! BICARA SESUAI UMUR! PENUH PERHATIAN, TIDUR SLALU NYENYAAAAK!' (Sudah, ntar malah jadi acara lagu salah satu merk susu! -_- 10 tanda umum anak bergizi baik! And, one an other problem. Capslock lama-lama jebol!)

"Tidak begitu rumit! Tapi ya.. Sebenar.." Keji melihat lebih detail tiap bagian tubuh Begonicinn. Ia langsung nge-blush.

"Ada apa?" Tanya Begonicinn.

"Aah! Namaku... Maedan Keji!"

"Nanyanya apa, elu jawabnya apa, kayaknya otak elu harus dibawa ke mebel terdekat."

"Jadi, tujuanku kesini mencari Matung-neechan! Ia bagaikan ibuku.." (Ha?)

"Oh? Maedan Matung, isteri asinan dari Maedan Sushiie?"

"Iya! Tadi hendakku sih, mengejar Ieyadonk! Tapi sepertinya aku ketinggalan.."

Tak lama kemudian, Keji dan Begonicinn berada di bagian dalam Satrika Baseball bersama Surunimo. Oh, jangan lupa juga Kamenkichir! Ceritanya, Surunimo ngelus-ngelus Kamenkichir, sementara Keji dan Begonicinn gosip-gosipan!

"Ieyadonk? Apa benar Ieyadonk melakukan itu?" Tanya Begonicinn.

"Iya. Akhir-akhir ini, Ieyadonk berubah. Dan ia tampaknya melakukan pemberontakan besar." Jelas Keji.

"Tapi, belum tentu juga niat Ieyadonk seperti itu. Namanya aja Ieeyadoooonk! Niatnya dia pasti ngubah semua jadi Ieya."

"Darimana kau tau itu? Jangan-jangan kau tau Matung-neechan?"

"EMANG AKU PERAMAL KAYAK OOGWAY? YA KAGAK LAH! Hmm.. Tapi setidaknya kau harus melakukan satu hal untuk mengetahui lokasinya."

"APAAA?! APA ITU? AKU HARUS MENGORBANKAN JANTUNGKU?! AKU HARUS MEMATAHKAN LEHERKU?! ATAU AKU HARUS BERJALAN DENGAN SATU KAKI MULAI SEKARANG?!"

"Khukhukhu... Ada-ada saja. Yang kumaksud itu... Carilah informasi. Jangan jadikan outformasi, ataupun intrimasi. Siapa tau diantara beberapa informasi, ada yang mengait Maedan Matung. Kami para Satrika-shuu selalu melakukannya untuk tidak kudet. Alternatif mie sedap cup."

"Wow... Benar juga! Dan benar saja dugaankuuuuuu!" Keji tiba-tiba tersenyum ke Begonicinn.

"Duga.. Dugaan apa?"

"KAU ADALAH PENCARI SOLUSIKUUU! HAHAHAAAY! Batewe, katanya Satrika-shuu adalah pasukan terhebat! Bagaimana kalau aku bergabung denganmu? Aah! Kau bersamaku intinyaa!"

"Kau tak tau ya? Kami adalah kontrakan! Untuk membentuk aliansi dengan kami, kau harus membayar!" Seru Begonicinn.

"Kontrakan? Maksudku sih, kita bekerja sama saja. Tapi kalau memang gitu takdirnya, aku punya tanah sebagai bayarannya." Kata Keji sambil ngutek-ngutek batang hidungnya.

Begonicinn tersenyum mantap, lalu berkata, "Kau mau mengontrakku dengan tanah sebagai bayarannya? Menarik tak mendoroong!" Begonicinn keluar dan mencetak-cetek setrikanya tiga kali ke langit.

"KAMI, SATRIKA-SHUU, MENYATAKAN ALIANSI DENGAN KLAN MAEDAN! UNTUK MENCARI MAEDAN MATUNG YANG HILANG! BERKUMPUL! MARI KITA RAYAKAN ALIANSI INI!" Teriaknya.

'TLING, TLING, TLONG!'

Bel Satrika berbunyi, pertanda aliansi sudah terbentuk. Surunimo, Keji, dan Kamenkichir keluar dan melihat adegan itu dengan takjub tingkat Mahabharata-rata.

"Mulai sekarang, Satrika-shuu akan terus membantumu! Maedan!" Teriak Begonicinn lagi.

"Tokobawang... Sikidal... Ini telah menjau keputusan sinyal jaringan kami." Batin Begonicinn.

"Benar dugaanku! Kyaaah!" Seru Begonicinn sambil lompat selayak kesambar petir.

"Kerennya... Apakah aku.. Di mabuk cinta?" Batin Keji.

LATAR TEMPAT : OBAKA (Lagi?)

"Jadi inilah istana Obaka? Tapi kamu tidak baka, itulah anehnya.." Sengir Motorchiki yang ternyata jalan bareng Mitsunyanyi (YAOI Detected) ke istana Obaka.

"Was wes wis wos! Wedhus mbek, bocah oweee!" Kerumunan apakah itu?

"Rupanya kau sudah pulang, Mitsunyanyi? Enak kan, jalan-jalan? Besok kau harus jalan-jalan bareng aku keliling Obaka loh!" Kata Geshitsogok.

"What? Masih ogah kalo sama lu! Tapi, ada yang mau aku tanya! Itu kerumunan apaan?" Tanya Mitsunyanyi sambil nunjuk daerah di samping istana yang bikin rame tadi.

"Seperti biasa, lu kudet! Makanya minum mie sedap cup baru.. Adoo... Tapi aku kan bijak, jadi kuberi pahaman. Mereka adalah klan Udang. Mereka semua mau gabung ke kita untuk membalas Tokobawang." Jelas Geshitsogok.

"Oh, begitu? Ieyadonk itu memang ibaratnya SiAlan Budi Kusuma yang mencetak skor ke gue! Gue harus balas dengan skor 2 kali lipat! Jadi persegi panjang simetris!"

"Ya... Itu benar. Ngomong-ngomong, bagaimana soal Satrika-shuu?"

"Ah, dia memutuskan kontrak. Crecah dah akunya."

"Si Alan Budi Kusuma juga nyetak skor dari arah lain rupanya. Dan kurasa, kau membawa seorang tamu.."

"Yoo! Aku ini pendendam Ieyadonk juga!" Sapa Motorchiki sambil meringis.

"Katanya, dia juga kena pemberontakkannya!" Jelas Mitsunyanyi.

"Wow.. Aneh, padahal dia yang dikenal Oni, harusnya dia yang memberontak, tapi ini lawannya yang memberontak.. Sudahlah, tak perlu dipedulikan. Jadi, selamat bergabung, Chosoksate.." Kata Geshitsogok.

"Ya, memang aku inginnya-" Ucapan Motorchiki terputus.

"Kembali ke topik cerita." Sela Geshitsogok. Motorchiki mendekat ke hadap Geshitsogok dan teriak dengan geram, "WAT DE HELLPAK?"

"Jadi, Tokobawang ini makin menjadi-jadi. Jadi, jadi, jadi.. Ia mencuri Kopicin, dan kini ia dikurung di istana bawah tanah."

"Wow... Sangat jadi, jadi, jadi... Ieyadonk! Aku takkan memaafkanmu!" Geram Mitsunyanyi.

"Ieyadonk... Jadi, jadi, jadi kau telah berubah seperti itu? Kampret lu.." Gumam Motorchiki.

"Baiklah! Telah kuputuskan! Aku akan terus mengabdi pada klan kalian! Dan aku sangat menyukai.. Pandangan mata itu.." Kata Motorchiki ke Mitsunyanyi.

LATAR TEMPAT : DAERAH PUERSUGI.

Pandangan mata Ieyadonk kini mengarah Kenching.

"Jadi, apa kau bersedia membentuk Ikatan Tali Sepatu denganku?" Tanya Ieyadonk. Tak lama setelah itu, Kenching mengarahkan pedang ke leher Ieyadonk.

Ia bertanya, "Tatapan mata itu... Kenapa kau memilikinya?"

"Ya.. Shinteng-sama telah mengajariku. Ia mendidikku. Ia memperkuatku. Ia adalah panutanku. Makanya, aku memiliki mata ini." Jelas Ieyadonk.

"Hmm... Aku sebenarnya ingin, tapi sayang sekali, macan itu telah tewas pertempuran." Kata Kenching sambil memasukkan pedangnya. Ia menghadap ke langit.

"Baiklah, jadi kau tak bisa menerima Ikatan Tali Sepatu. Sekarang, aku akan berangkat." Kata Ieyadonk.

"Ya. Dan asal kau tau... Masih ada satu macan di sana."

LATAR TEMPAT : DOJO TAKEDOK.

"Aku mengerti.." Kata Ieyadonk.

Yupimurah keluar dari ruangannya dan menyiapkan senjatanya.

"Lama tak jumpa, Kanada!" Seru Ieyadonk.

"ENAK AJA LU NGOMONG, TOKOBAWANG-DONOO! AKU SIAP BERTEMPUR DENGANMU DI MANAPUN, KE MANAPUN, KAPANPUN, BAGAIMANAPUN! DISINGKAT... DIKEBAKAPUN!" Teriak Yupimurah sambil mengarah kedua permen Yupi ke depan.

Adakatsunya ikut mengarahkan senjata ke Yupimurah. Sementara itu pasukan shock.

"Diam, Adakatsunya! Tujuanku ke sini itu untuk-" Adakatsunya pun berhenti bergerak. Dan di antara Ieyadonk dan Yupimurah, dibatasi dengan Sangsuket.

"Tokobawang-danna! Saat ini Oyakatak-sama sedang sakit! Dia tak bisa bangun sekarang! Mungkin lain waktu ya?" Kata Sangsuket ke Ieyadonk.

"MINGGIR, SANGSUKEEEEET! KAU TAK MENGERTI APA PERASAAN DENDAMKU SAAT INI KE TOKOBAWANG-DONO! DIA TAKKAN TERMAAFKAAAAAN!" Jengkel Si Yupimurah sambil berusaha mendorong Sangsuket biar minggir. Tapi, Sangsuket balas dorong biar Yupimurah keep calm and ... (Isi sendiri. Anggap aja ini poster Keep Calm yang macem-macem itu!)

"Wah, begitu ya? Aku mengerti.." Ieyadonk naik ke pundak Adakatsunya, lalu terbang pergi.

"TUNGGUUUUU! TOKOBAWANG-DONOO! GRRRRH..." Kanada Yupimurah masih dikarantina Sangsuket.

"NANTI KITA BERTEMU LAGI, KANADA!" Sahut Ieyadonk dari kejauhan. Yupimurah yang mendengar itu hanya bisa pasrah dan kembali ke dalam dengan hampa.

"Oyakatak-sama..." Yupimurah memandang armor-armor Shinteng yang dipajang di dekat tembok. Ia mengambil kapak Shinteng dan memandang bayangannya sendiri.

"Aku akan membanggakanmu!" Serunya kemudian.

Dan ada latar tempat yang tak diketahui. Mungkin hanya animator dan Tuhan yang tau tempat apa itu! (IEEYADOOOOOONK!)

"HAAAAAAAH!" Teriak Yupimurah yang maju ke depan dengan kedua permen Yupi besar di tangannya.

"HAAAAAAAH!" Teriak Makamunye yang juga maju, tapi dengan keenam lampu neonnya.

Mereka berdua saling menahan serangan. Lepas serang, saling serang, lepas lagi, nyerang lagi, itu terjadi terus sampe yang baca ini males bayangin. Termasuk Authornya loh!

"Seperti biasa! Kau adalah pembawa semangatku!" Seru Makamunye. Anehnya, tiba-tiba...

SYUUUUUH...

Yupimurah menghilang! Latar tempat menjadi abu koyo-koyo, padahal tadinya ijo royo-royo! Muka Makamunye melebar.

Tiba-tiba, anehnya lagi, ada Mitsunyanyi di belakangnya!

"KAU TAK PANTAS MENJADI DAIMYOU KALAU HOBI IDOL GROOOUP!" Teriak Mitsunyanyi sambil nye-slash punggung Makamunye. Ada 3 bunyi di sini, yaitu :

1. CROOOOOOOT! (Darah muncrat)

2. WOOOOOOOAKH! (Teriakan Makamunye saat kejadian pertama)

3. DOOOOOOOOOO! (Bunyi slash Mitsunyanyi)

"Aakh?!" Makamunye terduduk agak lemas.

Ternyata, itu mimpi Makamunye.. Ia bermimpi, Mitsunyanyi menghancurkan semangatnya. Ia terbangun dengan mata blalak.

"Kau sudah sadar, Makamunye-sama?" Tanya Kejora. Makamunye buang muka Kejora ke got, lalu keluar dengan perasaan ga sabar, sambil membawa salah satu dari enam neonnya.

"MAKAMUNYE SAMA?!" Pekik Kejora.

"AAAARGH! ISHIDAAAAL... MITSUNYANYIIIII!" Teriak Makamunye sambil ayun neon sana-sini. Neon itu berkelap-kelip ria.

"INI SANGAT GILAA! SEMUAA! KEPUNG MAKAMUNYE-SAMAAA!" Perintah Kejora. Para pasukan menurut dan mengepung setengah mati.

"LEPASKAAN! LEPASKAAN! AKU BUKAN ANAK KECIIIL!" Teriak Makamunye dengan gerakan pinggang kelak-kelok saking dikepung.

"DAN ADA MUSUUH!" Teriak salah satu pasukan. Makamunye terkejut. Para warga Osu memandangkan mata ke arah musuh yang dimaksud. Tokobawang Ieyadonk dan Hondam Adakatsunya...

"Dokuganryuu! Lama tak berjumpa!" Sapa Ieyadonk sok girang.

"Heh? Lu sok banget jadi orang! Liat nih! Tubuh gue perban semua! Ga kasian sama gue?" Ketus Makamunye sambil nunjukkin tubuhnya yang full-perban.

"Aku cuma mau minta persetujuan." Kata Ieyadonk.

"APA? Persetujuan? Namamu itu udah Ieyadonk, ga pake setuju-setujuan dah!" Tolak Kejora.

"Ih, bentar aja.. Aku ingin membentuk Ikatan Tali Sepatu denganmu!"

"Ikatan Tali Sepatu?! Untuk apa? Cih, jawabanku adalah noooooooooonoooooo! Tujuanku hanya untuk membunuh Mitsunyanyi seorang! Aku tak mau dibantu pasukan lain!" Sentak Makamunye dengan masam.

"Wah, begitu ya? Adakatsunya, mari ke bandara lain." Ieyadonk dan Adakatsunya tak lama kemudian menghilang dari Osu.

"Kejoraaaa!" Seru Makamunye.

"APA?!" Balas Kejora sama keras.

"KITA JUGA PERGIIII!" Perintahnya.

"HE-HEEEEH?!" Kejora tak percaya. Ia hanya nurut..

"Let's go to Obaka! Ishidal Mitsunyanyiii!" Seru Makamunye menaiki skateboard (?!) ke arah Obaka. Entahlah napa kendaraan orang ini macam-macam. Mulai dari Merry Go Round, kereta santa, sekarang skateboard!

"Makamunye-samaaa!"

Jadi, begini rekapnya. Makamunye menaiki skateboard menuju Obaka, Yupimurah memandang bayangannya di kapak Sang Oyakatak, Mitsunyanyi duduk memandang itu topeng dan monyet, sementara Ieyadonk terbang menuju bandara ITS berikutnya.

77 Hari Menuju : Gigigaraham!

"No much comment. Langsung kamus!"

1. Satrika Baseball : Saika Base

2. Surunimo : Tsuruhime

3. Maedan Keji : Maeda Keiji

4. Kamenkichir : Yumekichi

5. Maedan Matung : Maeda Matsu

6. Maedan Sushiie : Maeda Toshiie

"Nyusut banget verbnyewt... Baiklah! Akhir kata, semoga bermanfaat!"