WARNING 4 : SELAMAT, INI BUKAN WARNING
"HOOOOOOOOOOOOY! APA-APAAN TU?!" Sahut Keiji.
"Dont ker. Yang penting selamat, ga ada peringatan, karena kalian sudah bisa mandiri." Kata Dissa.
"Dissa, dari kelas 2 kita udah mandiri kaleek!" Kata Yukimura.
"Uhuk, uhuuk!" Dissa purpur batuk.
"Beneren! Ga percaya? Kami bisa mandi sendiri! Man-Di-Ri!" Jelas Yukimura.
"Kok agak tidak percaya."
"Kenyataan ko! Dasar!"
"Ya udah! Sekarang gimana ni? Kita harus syuting, tapi masih ada yang belum datang.." Panik Keiji.
"Ha? Ada yang belum datang?" Tanya Yukimura. "Baru nyadar on."
"YA JELAS KURANG NEEH!" Seru Keiji. "Bahkan Magoichi my lope-lope belom dateeeng! Giana ne?!"
"Oh maaan... Ya udah kita betigaan mencar." Kata Dissa.
"EKHEM! BERTIGA?!" Keiji menunjuk Yumekichi yang mukanya ngamuk tingkat dewa. #PoorMonkey
"Ups. Yumekichi. Artinya 3 orang dan 1 hewan."
"Dasar... Lu ga ada ingetnya ama Yumekichi.."
"Biaren! Yumekichi kan ga pernah mandiin gue! Ga pernah komunikasi sama gue!"
"Apa?! Berhadapan dengannya bukan komunikasi kata loe?"
"Haah... Lu ga ngerti maksud gue sih!"
"RIBUT AJE NEEH! AYO CARI DUUMZ!" Seru Yukimura sambil sundul kepala Keiji dan Dissa sampe mantul tembok.
BUWAAGH! DHAAAK! NDHESS...
"IYO WES KAREP NGAREEP! MARI MENCARI!" Dissa keluar studio bareng Yukimura dan Keiji. (Ekhem? Ada yang kurang?) Dan, Yumekichi. Hehee.. Lali. #PoorMonkey
"Yukimura, ke kiri! Keiji bareng Yumekichi, ke kanan!" Perintah Dissa.
"Lha elo?" Tanya Yukimura.
"Ah, gampil." Keiji natapin Dissa ke depan gedung yang dihadapinya.
DHUUUUUGH!
"AAAAWH! MAKSUD LOE GUE KE DEPAN? MANA BISA!" Teriak Dissa.
"Mending Dissa incengin ke dalam studio aja! Sapa tau mereka sembunyi!" Kata Yukimura.
"Baiklah, baiklah! Mencaaaaarrrrr!" Seru Dissa sambil manjang-manjangin r.
Kita mengikuti alur Keiji. Keiji melewati warung ramen, pabrik ramen, kedai bahan ramen, hairstyle ramen (?), bahkan dekorasi ramen (?). Di depan gedung bazaar ramen (upz! Gue modus ramen somach), Keiji melihat... Seseorang... Berjubah hitam? Siapakah gerangan? Pelangi pelangi ciptaan Tuhan... (BEDA!)
"Ju.. Jubah hitam?" Seru Keiji. Ia menunjuk Si Jubah Hitam dengan sinisnya. "Sapa kon he? Heh?"
"Apa? Mau tau siapa aku? Matasia?" Sahut orang itu dengan suara kalem. Tapi, seperti dia perempuan.
"Nggak. Cuman pengen-" Keiji yang mengatakannya geleng-geleng dan teriak, "CHOTTO! YA IYALAH!"
"Naru koto naraba..." Si Jubah Hitam itu mengeluarkan suatu gagang, lalu sepertinya ia menyalakan gagang itu... Menjadi light saber yang cahayanya berwarna biru terang!
Keiji tersentak, "Ha?"
"Maeda kuraibo! Anata wa toroste yaruu!" Si Jubah Hitam mengarahkan saber ke hadapan Keiji. Keiji menghindar dengan cara menundukkan kepalanya.
Sayat demi sayatan dimunculkan gadis ini. Tapi Keiji berhasil menghindar dengan cara yang bermacam-macam, diantaranya lompat kayak kelinci, merunduk kayak berang-berang, dan goyang kepala sana-sini. Sambil menghindar, Keiji bertanya, "Ki sama wa dare?! Darimana kau tau gelarku? Dan kenapa kau bersuara wanita? Padahal terlihat lelaki!"
"ANATA WA WATASHI NO NAMAE WAKATTEN NAI!" Gadis itu mempercepat gerak sayatnya. Keiji yang berusaha menghindar akhirnya tergopoh-gopoh dan jatuh dengan posisi tengkurap.
"Any Many Penny way, aku memang perempuan.. Matamu ditancapkan toh!" Sindirnya sambil mematikan light sabernya. Ia masukkan gagangnya ke dalam kantung yang berada di bagian kiri atas jubah.
"Aargh... Jadi, jelaskan identitasmu!" Kata Keiji yang sudah pasrah.
"Hmph. Perlukah aku?"
"KAU HARUS!"
"Okey. Sebelum itu, duduklah dulu dengan tenang."
Keiji duduk sambil memandang Si Jubah Hitam dengan mata melas. Sambil tersenyum ria.
"Namaku... Aira Samori. OC ke 3 dari Author Dissa-CHANlovers. Namun, saya bukanlah pacar Seito Takamichi dan Best Friend dari Tsubako Chiba. Kami sebatas te-man." Jelas Si Jubah Hitam sambil membuka tudung jubah. Woowoowoo... Ia tidak berponi, rambutnya yang sepundak itu diurai. Warna hitam..
"Arrgh.. Maaf, tapi yang benar CHA. Bukan CHAN. CHAN itu miliknya Girl-Chan2." Ingat Keiji.
"Oh, hontou? Gomen nasai.. Aku baru dibuat sih."
"Ya sudah! Kalau gitu... And wait? Kalau kau OC milik Dissablon itu, pasti kau tau! Di mana tokoh Basara lain!"
"Basara lain? Oh iya! COME WITH ME A-S-A-P!" (Bacanya Ei-Es-Ei-Pi. Artinya As Soon As Possible) Aira menyeret tangan Keiji ke suatu tempat.
"EEEKH? Apa tu? Apa tu? Eiseipi?" Tanya Keiji.
"A... S... A... P! Huruf A, S, A dan P! Tapi kalo mau tau artinya, itu bahasa inggris taook!"
"Asap? Asap mah banyak! Sini ada, sana ada! Situ ada! Mana-mana deh asap!"
Aira yang menyeret itu langsung tepar. Ia berteriak, "INGGRIS MU LEMAH BANGEET! ARTINYA SE-GE-RAAAAAAAAAAAAAAA!"
"WO-WOO-WWO-WEOOOOOOHOOOK!" Keiji keseret-seret aspal yang tidak rata. Yah.. Sama halnya seperti Tsubako yang menyeret Yoshimoto di Day 3 Act 3! Tapi yang sekarang ini masih agak pelan nyeretnya.
30 minit kemudian.. (Skip aje ni Dissa!)
"Yooosh... Sudah kumpul semua!" Seru Dissa di dalam studio bersama semua kesatuan SsaPi Studio. Kalian pasti nanya apa itu SsaPi studio -_-. BENER AJA. Ssa itu diSSA, Pi itu PInter. (Peyangmu pinter, Dissa..)
"Yeeeeah..." Sorak Mitsunari dengan nada malas.
"Oke pancen oyeeeeah..." Sorak Ieyasu seamboi amboinya.
"Dan Aira, terima kasih bantuin juga!" Kata Dissa.
"Good as always.." Aira mengangguk pelan.
"Sapa tu Aira? Sapa?" Tanya Motonari yang ketinggalan berita.
"Aira... My third OC... Master Light Saber... Calm.. And Brave." Jelas Dissa sambil muter-muter gaje.
"Doumou." Aira membungkuk 90 derajat sebagai tanda memberi hormat. "Aira Samori untuk lebih tepatnya."
"Doumou, Aira-saaaan!" Seru yang lain sambil membungkuk 90 derajat.
"Samori? Tunggu! KAU APAKAN KLANKU?" Pekik Motonari yang kebetulan ber-klan Mouri.
"Sa-Mo-Ri. Kepanjangan dari Saika dan Mori. Mori Ranmaru itu." Jelas Dissa.
"Enak aja nyingkat klanku dengan DUGEN KA-YAK GITU!" Bentak Magoichi sambil nunjuk Motonari kejam.
"BUKAN! MORI RANMARUUU KAAN!"
"SAMA AJA! ITULAH!"
"Hnnn... Fixed! Daripada ribut, cepet rekamaaaan! Tsubako! Narasi! Naotora! Kamera! Yukimura dan Sasuke! Adegan kalian pertama! Serta panggilkan kuda 1, kuda 2, kuda 3, kuda 4, kuda 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11, 12, 13, 14.." Perintah Dissa. Dan entah sampai kapan dia berhenti ngomong angka-angka cacah itu.
"OKE! OKE! AYO, SASUKEEEEE!" Seru Yukimura sambil seret Sasuke ke atas.
"21, 22, 23, 24, 25, 26, 27, 28, 29.." Dissa masih aja lanjutin tu bilangan cacah.
"Eer, Dissa. Kuda-kudanya sudah disini." Kata Sasuke. Tapi Dissa masih aja menghitung.
"33, 34, 35, 36.."
"Hello? Ada yang ngangkat ga se? Ini Sasuke, alias SAngat SUka KElinci!" Seru Sasuke nada stengah ngejek.
"44, 45, 46, 47, 48..."
"She will kills me..." Bisik Sasuke ke Yukimura dengan muka semacam hillare.
"HOI! DISSA-DONO!" Panggil Yukimura.
"56, 57, 58, 59, 60..."
Yukimura gaya-gaya stress. Kepala goyang-goyang, tangan ikut goyang kanan-kiri pokoke abstrak, kaki melangkang.
"Sudahlah, ochi suite. Lemme handle." Kata Aira. Ia membaca mantra.
"Abantum Sirene no Elcardo.. Mussou rasen to chikatta to rakatta. Rhapsino molle dent sarasta!" (Ngerti cara bacanya ga? 'Abantum siren (e pada kata kue) no el (kayak ngomong huruf L) cardo.. Mussow rasen to chikatta to rakatta. Rhapsino mol den sarasta!' Sumpah mantra ter-GJ dan masuk dalam rekor GJ dunia!)
Kemudian, Aira menunjuk ke arah Dissa.
"81, 82, 8 ti... Ti... T-t-t-ti! Tiiii~" Dissa badannya kaku-kaku. Kayak kena shock! Padahal ga keliatan listrik ato petir sama sekali!
"Sugee... Ilmu ajaib macam apa itu?" Kata Motonari.
PLUNG!
Anehnya, secara tiba-tiba Dissa tertidur!
"What the? Heck?" Seru Masamune sambil gerakkin tangan ke depan.
"Itulah ilmu ajaib. Aku bisa mengontrol pikiran seseorang dengan itu." Jelas Aira.
"Weee... Weee... Weee..." Masamune dan Yukimura mangap-mangap saking takjubnya.
"Sekarang, aku menggantikan posisi Dissa sementara. Mumpung sekarang Dissa masih tertidur untuk dipulihkan ingatannya. So, I'm controlling two brains." Sentak Aira.
"A-apa? Semen tara? Merek baru? Setahuku yang bagus kan Semen Tiga Setir! Dan a-apa? Itu? Tubreins? Ga pernah kenal!" Sapa lagi bukan Keiji ni yang nanya. Orang babo selalu lola berpikirnya. (Termasuk Kojuro di JHS seh.. *di-slash Kojuu)
"Baka daane. Sudah, lupakan. Sekarang, kita harus siap-siap! Aksi akan segera dimulai!" Kata Aira.
"Haii!" Turut para pemain film. (Sejak kapan ini jadi film ha? -_-)
"Oh, tunggu.. You're controlling two brains?" Tanya Masamune.
"Yes, Masamune-kun. My mind, and Dissakiti trusses mind." Jelas Aira.
"Dissakiti trus! Hahaaa! Lucu!" Kata Keiji.
"WELL MINNA! THREE! TWO! ONE! ACTION!" Perintah Aira. Dia benar-benar menggantikan Dissa ya!
CAMERA : ON
"Toki wa, Sengoku. Jidai. Anata wa Sengoku no decide! Bokutachi wa wakatten dayo. Nani koto da? Udang, Akechut, Totoktumit.. Loses. Ima, Tokugawa no shouri. Naraba, Sikidal.. Err.. Err.. Revenge. Subete, Gigigaraham no tatakai." Baca Tsubako dengan bahasa Jepang yang abstrak. Itu semua karena Dissa yang bodo. (Bagi yang gatewe artinya : Ini adalah Sengoku. Zaman. Kamulah yang menentukan Sengoku! Kita telah mengerti. Apa yang telah terjadi? Udang, Akechut, Totoktumit.. Kalah.. Ingatlah, Tokobawang sedang dalam masa kemenangan. Jadi Sikidal... Eer.. Err... Balas dendam! Semua, berperang di Gigigaraham)
Skip...
Skip..
Skipper...
Skippertoonity..
WOOOI! MULAI! MULAI!
Latar tempat : *AI (Takeda's Dojo) (Kenapa disensor? Tak kasih tau hurufnya wess... Huruf ke-10. Ditambah 20. Dikurang 5. Dikali negatif 2. Ditambah 70. Get it?)
Terlihat Takedok Shinteng masih belum bisa mewarnai hari-hari. Belum bisa move on kali ya? (Lirik lagu berkata demikian, jangan salahkan saya.) Ato memang ga ngerti apa itu move on? Anehnya lagi, sejak kapan hari-hari diwarnai? Cyan? Azure? Green? Red? Aneh deh.. Tiba-tiba!
"MINNA! SIAP-SIAP GOZARUU!" Perintah Yupimurah tanpa gentar sedikit pun. Saat ini bajunya belum bisa dideteksi.
"Danna, kenapa kau membawa banyak pasukan? Apa yang kau lakukan di depan mereka? Oh! Biar nanti lu bisa nyanyi lagu 'APA YANG KAU LAKUKAAN... DI BELAKAANG KUUU~'?!" Tanya Sangsuket sambil mendekati Yupimurah. Dan bernyanyi.
TLING! Baru nyadarkah kalian, Yupimurah mengenakan busana Oyakatak. Kapaknya aja dibawa sampe gila!
"Ga level! Itu lagunya Peterpensil! Kita akan melawan got peperangaan!" Sentak Yupimurah. Muka Sangsuket mendekat ke Yupimurah, lalu muka hillare terjadi. "HE?!"
EPISODE 4 : ASTRAY
Catatan : Maafkan Dissablon maupun Dissantep babi maupun Dissabut kelapa maupun Dissabit cangkul maupun Dissalep kebanyakan maupun Dissana senang maupun Dissayank Tuhan maupun Dissapa pocong maupun Dissamber petir maupun Dissarap-sarappin sampe mati maupun Dissakiti trus maupun Dissawah pak tani maupun Dissate kambing ini. (Many Bacott, abaikan) Saya kurang hapal alias kurang memahami alias kurang mengerti alias kurang paham alias kurang understanding alias kurang oke alias kurang pasti alias kurang jelas dengan judul episode kali ini. Jadi kalau salah, tolong dimaafkan secara besar-besar, meski kalian tau ini bukan lebaran, apalagi panjangan, luasan, tinggian!
(CATATAN AJA SEGITUU! GARA-GARA ALIAS DAN MAUPUN NYA NTU!)
On the way to that way..
"Danna! Memangnya kau bisa melawan got peperangan? Tidak takut? Puersegi Kenching kan?! Dia bisa menyumbat banyak sampah di tiap lubangnya!" Kata Sangsuket.
"Aku ini kan penerus Oyakatak-samaa! Kalau aku takut, aku takkan memajukan kudaku! Ntar dimakan sama ratu! Tapi bener juga sih.. Ntar aku bisa makan ratunya pake pion kecil. (Anggap : CATUR) Eh.. CHOTTO! MAKSUDKU, KALAU AKU TAKUT, AKU TAKKAN PERGIIII!" Jelas Yupimurah.
"Nah! Ini sudah menjadi tugas penerus harapan klan Takedok. Dan sebagai itulah... Aku tak boleh mengecewakan Oyakatak-samaaaa!" Seru Yupimurah.
Terbayangkan graphic art lidah kodok melawan air seni manusia. (?!) Cuman airnya rweks! Jangan dianggap serius! Kalo memang jijik, tak ganti air seni binatang aja deeh! (Sama aja ya? -o- Wes intinya jangan anggap serius banget!)
"UWOOOOOOOH! MOEROO! WAGA TAMASHIIIIII!" Yupimurah mengencangkan sabuk (coret) kecepatan kudanya bersama para pasukan.
"Heeei! Tungguuuuu!" Sangsuket ngejar-ngejar Yupimurah dengan burung kolibri. (Emang bisa naik kaki kolibri? Biarin! Namanye Parodi..)
Latar tempat : BAWANANGKAJIMAT
Smokey... Sunyi... Deep... Yap! Tempat di mana biasanya klan Puersegi dengan Takedok bertarung!
"Kurasa inilah tempatnya! Bawanangkajimat!" Kata Yupimurah.
"Rasanya ini takkan berjalan lancar, danna.." Pekik Sangsuket.
"Sudahlah! Langsung Shuuuuuurrrr... Beres!" Jawab Yupimurah enteng sambil ngacung jempol kiri ke atas.
WUSH! CLINK!
"Hah? Apa itu? Emang musim clink-clonk?" Tanya Yupimurah.
SYUUUUUT...
Asap-asap menampakkan siapa yang ada di balik awan, soalnya ada yang terdiam di balik hujan. (Peterpencil FEVER) BTT anyway, ternyata yang membuat suara-suara itu adalah pasukan Kenching. (Mungkin kalian nganggap mereka berjamaah untuk rebutan ruang pipis ASAP.)
"Rupanya itu kau, WAdoh, KAKI kamu TumoRAn semua.. Aku sudah tau kalau kau akan ke sini." Ketus Kenching.
"Tentu saja ini aku! Puersegi-dono! Dan kakiku tidak ada tumornya!" Kata Yupimurah.
"Ya kamu ga tau permainan kata sih. WAdoh, KAKI kamu TumORAn semua. WAKAKI TORA." Jelas Kenching.
Yupimurah nge-blink seterika (ralat) seketika. "Oh iya.. Ada adegan itu di cerita sebelah.."
"Jadi apa urusanmu di sini?" Tanya Kenching kemudian.
"Oh well! Kami a-" Kata-kata Yupimurah terputus. Sangsuket berpas-pasan dan menghadang daerah Takedok serta daerah Puersegi.
"Err.. Puersegi-danna! Tau lagu Anak Kambing Saya kan? Nah! Kami di sini mau nyari anak kambing! Mana-di mana... Anak kambing saya?" Sela Sangsuket sambil mengalihkan topik.
"Apa? Sangsuket! Diam!" Yupimurah menendang Sangsuket ke pojokkan.
"Padahal aku mau bilang, kalau Anak Kambing Sangsuket ada di kampung baru bersama Caca Marica." Kata Kenching. "But anyone cares?"
"Baiklah! Saya, Kanada Ngidamin Yupimurah! Akan melawanmuuuuuuu!" Teriak Yupimurah.
"Sapi?"
Yupimurah facepalm seketika, lalu bertanya, "Dari mana coba dapet logika kayak gitu?"
"Muuuuu... Muuuuuu... Suaranya sapa?"
"Saaa... Piiiiiiiiiii..."
"Ya sudah! Itu lah!"
Yupimurah melipat kedua telapak tangannya. Ia mengambil kapak Shinteng, mengarahkannya ke kepala Kenching.
"AKU MAU MELAWAN GOT PEPERANGAN, MAKSUDNYA ELUNYA BODOOOOOH!" Bentak Yupimurah. (Gak sopan banget ya!)
SLIIIIIINK..
Kenching menghindari kapak tersebut. Padahal kemungkinan menghindar sangat tipis! Biasa, got peperangan.. Dia siap menyumbat peperangan ini!
"Apa?" Yupimurah heran karena kapaknya jatuh dengan dahsyat. Bahkan kapak itu hampir tak bisa diambil saking sangat tertancap dengan tanah!
"Told ya.." Lirih Sangsuket yang hanya melihat dari jauh.
"Iyee... Mada-mada des! Soregashi wa, Kanada Ngidamin Yupimuraaah! Izaa! Jinjou ni Shoubuuu!" Seru Yupimurah sambil mengarah kapak lebih kencang.
"HAAAAAAAAAA!"
"SEEEH!" Kenching lagi-lagi menyumbat (?) (ya.. Dampak menjadi got peperangan kelles) serangan Yupimurah.
"Keraguan. Itulah yang mencerminkan dirimu sekarang." Kata Kenching.
"APA?! AKU TIDAK PUNYA KERAGUAAN! HAAAAA..." Yupimurah seret kapak sana-sini. Kenching nyumbati sini-sana. "APA KAU TAKUT DENGAN INIIII?!"
Kenching menghindar lebih dahsyat. Kemudian..
"MOEROO! WAGA TAMASHIIII!" Yupimurah memunculkan percik-percikan surga permen Yupi (dampak menjadi seorang Yupimurah ^^) beraneka rasa.
"Gumen, apaan tu?" Kenching hanya menepis surga-surga Yupi itu dengan satu pedang licinnya bagaikan air seni hewan. Oh, daripada kalian makin jijik dengerin ini, tak ganti lagi.. Air seni tumbuhan. (TUMBUHAN MANA BISA NGLUARIN AIR SENI BAKAA?!)
"Tak ada yang bisa melawan got seperti saya." Kata Kenching dengan nada calm.
"Jutsu no hirokki koto.." (Mboh salah, Dissa selalu mengasal hampir segala hal) Kenching membuat Yupimurah terpental-pental, hanya dengan bongkah-bongkahan es. Tau ga? Huruf S itu! Bacanya es kan? Jadi ya.. Bongkahan huruf S berkumpul! (WTF?!)
"SHIMATTAAAAAAH!" Batewe, si Yupimurah terpental-pental dengan kepala, dada, kepala, kapak, punggung, kepala, dan yang terakhir hidung duluan. (SADIS!)
GLOOP!
Tercemplunglah calon mayat (Memorize Adegan Zhang Chunhua di cerita Special Author's Birthday.. -_- MATI! MATI! MATI!) dengan indahnya. Ke lautan luka dalaaaam!
"Bluuurp.. Guaaawh... Glurrp... Wuaaaaakh..." Yupimurah komat-kamit, tak dapat berenang ke atas saking keberatan baja katak (pengaruh jadi budak Oyakatak ni guys.)
Tiba-tiba, muncul Kenching yang melayang di sekitar lautan (?) (Yang rodo be-o pasti menganggap air seni (STOP AIR SENINYA DISSA!) kotoran cair (SAMA AJAA!) SEMACAM ITU YANG mengapung di lautan)
"WAdooh, KAKI mu bener-bener TumORAn sekarang." Bukanya. "Aku punya beberapa pertanyaan untukmu. Sebagai very very immortal first first beget begetew only budaknya Oyakatak, apa kau yakin kau sanggup menggantikannya sebelum ini?"
Yupimurah terbelalak. Padahal dah tau air laut itu asin, ntar zat-zat garam masuk lagi..
Sayangnya ia menjawab, "Aku tak mengerti apa maksud beliau.."
"Hmm.. Selama ini, kau tau kan, *ai no Tora adalah sosok yang paling hebat. Apa kau yakin kalau kau bisa menggantikannya? Itulah maksudku." Kata Kenching. Yupimurah menyimak lagi pertanyaan Kenching.
Lalu, ia menggeleng, "Iyee... Mada-mada de gozaimas."
"Lalu.. Apa kau yakin? Kau sudah melakukan yang terbaik? Dalam menjadi nanny nya Oyakatak?" Tanya Kenching. (Oemji oemjii.. Nanny -_-)
Lagi-lagi, Yupimurah menggeleng, "Iyee.. Mada-mada des.."
"Hmmph. Tapi, sebenarnya apa kau punya tujuan dengan Oyakatak? Kau menjadi cebong atau apa?"
Yupimurah berpikir sejenak, lalu berkata, "Tujuanku.. Adalah melindungi punggungnya satu-satunya.."
GLUUUURP! Yupimurah makin tak kuat tubuhnya. Apakah ini kematian?!
...vivalavida...
...vivalavida...
...vivalavida...
(APAAN TU LU SENENG YUPIMURAH MATI?!)
SREET!
Ada yang membawa kapak serta baju baja katak Yupimurah. Dan Yupimurah pun mampu berenang ke atas lagi.
"BUOHOOK! HOOWEEEK! Fuuhh..." Yupimurah buang ludah garam (efek tenggelam di laut..) saat sampai di daratan, lalu terbaring lemas.
"Yokatta arimasen.." Desahnya.
"WAdooh, KAKImu TumORAn semua, bener-bener TumORAn semua ntu." Kata Kenching.
"Aakh?" Yupimurah membuka matanya dan menghadap Kenching dengan heran.
"Kau sudah mendapatkannya kan?" Tanya Kenching, sambil mengangkat dagu Yupimurah (WARNING : Jangan anggap dagunya Yukimura diangkat sampe langit, tapi diangkat 45 derajat aja)
"Mendapat apa?"
"Apa yang harus kau lakukan.. Kau harus menjadi dirimu sendiri!"
"Hah?"
"Soka.. Anata wa wakatten nai daane." Kenching hendak meninggalkan Yupimurah, tapi kaki Kenching ditahan tangan Yupimurah.
PLAK!
"Matte, Puersegi-donoo!"
"Nanda?"
"Aku mengerti, Puersegi-dono! Aku tak boleh menjadikan gelarku dengan '*ai no Tora'! Melainkan menetapkannya jadi 'Wakaki Tora', namun berjiwa untuk meningkatkan jiwa asli '*ai no Tora'!" Jelas Yupimurah yang mendapat jawabannya.
"Soka.. Oyakatak-sama.." Kata Yupimurah pelan.
"Aah... Benar. Dan tadi, JK, ya know?" Kata Kenching dengan senyum polos. (Arti JK disini : Just Kidding)
"JK? Jusuf Kalla?!" Tanya Yupimurah yang ga ngerti.
"Haiih... JK ITU JUST KIDDING.. Nah, karena kau sudah mengerti.." Kenching kemudian menatap Yupimurah lebih dalam. Untuk mendapat kekuatan dari dalam. (?)
"Nanda de gozaru?" Yupimurah terbelalak memandang Kenching pula.
Pluk. Kenching memukul pundak Yupimurah.
"Ima des.. Aku akan selalu membantumu. Meski bukan kekuatanmu, tapi, doaku akan mengarah padamu.." Kata Kenching.
Yupimurah kaget mendengarnya. Matanya berkaca-kaca akuarium, lalu mengeluarkan air akuarium pelan-pelan. Sangsuket yang melihatnya, sambil membawa kapak dan baju baja katak, hanya tersenyum sarkastik.
Sambil juga berkata, "Mare-marelaah.. Kurasa Tuanku sudah sadar artinya."
Kemudian, Kasegar datang. Entah apa tujuannya.. Kenching berkata, "Ooh.. Pedang cantik tik bunyi hujan di atas genting kaca ku.. Mulai saat ini, kau harus stay in dengan klan Takeda."
"Aah? Hontou ni?" Tanya Kasegar tidak percaya. Kemudian, Kenching mendekatkan diri ke Kasegar. Mukanya bling-bling, Kasuga terkejut, pemandangan menjadi mawar melatikus, semuanya bahaya!
"Aku yakin kau bisa melakukannya.. Kau kan cantik dan lincah.." Kata Kenching dengan senyum cinta.
"NGYAAAAAA! KENCHING-SAMAAAAAA!" Seru Kasegar sambil goyang-goyang indah.
CLIIIING... Bersih bening, sperti tanpa kaca! (Maaf, Sponsor lewat tiba-tiba) Serbuk-serbuk bunga berkeliaran ke para pasukan, baik Takedok maupun Puersegi.
"Apa-apaan ni?" Tanya salah satu paduka (coret) pasukan.
Dan, pada malamnya... Ada fire! Fire! Faiyaaaaa! Caiba! Daibaa! Baibaa! Jiajiaaa! (Maaf, sekarang malah fans idol group yang lewat, harap dimaklumi saking Authornya terkenal.. #PRET! DEMI APA LU TERKENAL?!) Di sana, para Takedok ternyata makan-makan! Sambil berbicara di beda pihak.
"Sasuke! Aku berjanji! Aku takkan menggunakan armor Oyakatak-sama! Namun semangatnya tetap kupakai di hatiku! Dan aku akan melawan Tokobawang dengan semangat itu! Hahahaaa!" Seru Yupimurah ke babu ninjanya.
"Oh.. Baguslah, Danna! Dan.. Naaaa..." Kata Sangsuket. "Batewe.. Untuk melawan Tokobawang-danna, pasukan kita pasti kekurangan. Kita harus beraliansi!"
"Itu benar, Sangsuket! Oh! Katanya rumor dunia, Mitsunyanyi-dono itu pembalas dendamnya Ieyadonk-dono juga ya?" Tanya Yupimurah. "Oleh karena itu, Sangsuket.. Bagaimana kalau kita ber-aliansi dengannya?"
"Hmm... Pendapatmu boleh juga! Tapi sebagai tuannya, lebih baik jangan kau yang mengunjungi dojonya." Sangsuket memberi kebaikan pada Yupimurah.
"Yaah! Padahal aku mau bilang begitu! Lalu siapa yang ke Obaka?!" Eyel Yupimurah.
"Subete ni makase, dayo!" Sangsuket mengerlipkan mata kanannya. Kasegar hanya mengintai dari atas pohon. Aneh.
Latar tempat : EKARAMA (KASTIL GAGAP)
Di saat bersamaan, Ieyadonk datang ke kastil Ekarama (Atau Kastil Gagap lah..) untuk meminta aliansi ke Hidungkaki. Kejadian itu akan terjadi beberapa saat lagi..
LATAR TEMPAT : Ekarama (Kastil Gagap)
(Readers : "HEH, THOR? NAPA LU ULANG LATAR TEMPATNYA?") KALO ITU KEHENDAK GUEE! LAGIAN BEDA! YANG PERTAMA NAMA TEMPATNYA YANG CAPSLOCK, YANG INI LATAR TEMPATNYA YANG CAPSLOCK! DAN NAMAKU ITU DISSA! SUDAH KUKASIH HAK BIAR GUE DIPANGGIL DENGAN NAMA EJEKAN YANG BISA DIBACA DI PROFIL, MASIH AJA MANGGIL THOR! TUBUHKU KAN FEMININE! OOH... KALIAN MALES BACA DAN PENGEN TAK GELUTI?! (Readers : "KALIMAT GAJE BEGET SERTA CAPS ALERT! ELUNYA YANG HARUS TAK GELOT SENEEEH, BAKAYARO!")
"Saat ini, Hidungkaki lagi ngaduk-ngaduk gule yang mentah.. Ceritanya ga mateng-mateng! Tau ga napaaaa?" Baca Tsubako manjangin aaaaaaa!
"Hnnnn... Napa ga mateng-mateng ya? Padahal semua petunjuk sudah kuikuti..." Lirih Hidungkaki. Kemudian, dia membaca lagi petunjuknya. Salah satu petunjuknya bertulis, 'Setelah ayam dan kuah dimasukkan, rebus sampai matang dan kental.' (Instruksi apaan ni? Sumpah, Dissa sangat lemah dalam memasak, padahal kalo di kantin sekolah beli makanan sampe uang jajan harus 10 ribu satu hari.. -_- (Aibku dibuka nih!)) Dan ada gambar api membakar panci besar penuh masakan.
"Whaaaat?! TERNYATAAAA!" Seru Hidungkaki sambil nunjuk gambar api itu. Guess what? Hidungkaki belum memberi api pada masakan, pantesan ga mateng-mateng.. Cihh... Ckck... Hemm...
ZREEEENG! ZREEEEEENG! Drep.
"BINGO! Hellooooo, bingooooo!" Seru seseorang sambil menuruni tumpakkannya. Alias Ieyadonk nurunin Adakatsunya.
"Aakh? Ie-Ieyadonk?" Hidungkaki yang kaget seperempat mati tanpa sengaja menjatuhkan pancinya dan gule tebaran ga karuan! Tanpa sengaja juga, bau gule hinggap ke Adakatsunya, sehingga si Adakatsunya korslet. #POORMECHA
"Aku ingin kau berada di aliansiku, Bingo! Bi-ai-enjio! Hohoho.." Kata Ieyadonk.
"Apa? Aliansi? Aliansiii?!" Tanya Hidungkaki ga percaya. "Tapi nanti Mitsunyanyi-kun memberiku hantam tubi-tubisaan!"
"Tentu saja, seperti perinsip utama sayaa! IE-YA-DOONK! Dan justeru karna itu aku ingin beraliansi! Sebagai sesama Gentleman..." Kata Ieyadonk fashionista.
"Hadooo..." Hidungkaki panik bung! Bagaimana caranya ia bisa menjaga gawangnya? Ieyadonk hendak menendang bola! (Maksudnya : Bola Ieyadonk bagaikan permintaan aliansi Ieyadonk ke Hidungkaki. Gawang Hidungkaki bagaikan jawabannya.. Kalo masuk, berarti permintaan Ieyadonk diterima -_- #VIVAFOOTBALL)
"Bagaimana iniii?! Aku ingin bergabung, supaya menjadi gentleman.. Soalnya Ieyadonk-san bilang antar gentleman! Ta-Ta-Tapi! Mitsunyanyi-sama akan marah kalau aku pindah pasukan... Aiyayaaaaaawh!" Batin Hidungkaki.
'Bingo... Kau ingat kau pasukan mana kan?'
'Kalau kau pindah.. Siap-siap saja menerima sayatan kesedihankuu!'
Muncul bayangan Mintanasi dan Mitsunyanyi di pandangan Hidungkaki. Hidungkaki merinding..
"Bagaimana iniiii?! BAGAIMANA INIIII?! HUWEEEEEH! HUWEEEEEEH!" Hidungkaki nangis sambil golang-goleng sana-sene. Mungkin batinnya Ieyadonk : 'Ni orang ga diajarin tenang saja mamak ya? Poor mamak.. Masa depan anakmu sorrow banget..'
"Sudah. Aku akan tunggu jawabannya." Kata Ieyadonk, meninggalkan Ekarama.
"AKU GAALAAAAAAAU! AKU GAALAAAAAAAAU! HUWEEEEEH!" Seru Hidungkaki makin keras.
"Galau? Tenang aja.. Sekarang, Gery banyak coklatnya!" Kata seseorang sambil mengelus kepala Hidungkaki. Hidungkaki girang mendengar suara itu! Lalu berkata, "AAH! TENKARBON SAMAAAA!"
"Ternyata, kabar Ieyadonk meminta aliansi.. Terdengar oleh kemauan fisik Geshitsogok. Jadi, seorang pasukan disogok oleh Geshitsogok, dapet itu berita. Dia memang terlalu gesit kalo nyogok berita! Langsung saja, Geshitsogok menyampaikan kabar itu ke Mitsunyanyi. Melalui Telepati.. Eh, ya kagak lah." Baca Tsubako.
"WHAAAT? THEE? PAK SULEEEEEEEEEE?! MASA' IEYADONK HENDAK MEMBENTUK ALIANSI KE BINGOO?!" Sentak Mitsunyanyi dengan lantang belantang.
"Iya. Bagaimana ini? Apa besok kita harus ke tempatnya?" Tanya Geshitsogok.
"HARUUS... HARUS! DENGER GAK?! KITA HAARUS KE TEMPAT BINGO BESOK PAGI SETELAH ADZAN SUBUH!" Seru Mitsunyanyi.
"Haii, wakatta. Aku akan mengajak Mintanasi.." Turut Geshitsogok.
"KALAU DIA BERGABUNG KE ALIANSI IEYADONK MACHOMBROT ITU.. KAU TAKKAN KUMAAFKAN!" Batin Mitsunyanyi.
"Sementara Mitsunyanyi mendapat kabar buruk, ini, Satrika Baseball. Begonicinn serta Keji mencari informasi mengenai kakak atau bibi Keji yang terlope-lope migot suwer janji promis." Baca Tsubako lagi.
Latar tempat : Daleman (?) (Maksudnya sempak paleng.. #NGAWOTMODEON) Satrika Baseball
Bener aja kata Narrator. Begonicinn sama Keji nyari informasi di buku yang betumpuk sekali! Ga cuman buku, kertas dan tinta juga ada!
"Apa kau sudah menemukan info, Keji?" Tanya Begonicinn yang membuka lembar berikutnya.
"Belum. Sama sekali.. Maaf, tapi aku harus mengatakan kalau buku-bukumu mainstream semua." Kata Keji.
"Mainstream? Memang kau tidak tau? Mainstream itu stream nya cuman dimainin!" Jelas Begonicinn.
"Aku.. Ga mudeng." Keji melanjutkan gambar berikutnya.
"Hnn! Kalau dilihat dari pergerakan, aku mencurigai Bingo, Sikidal, Petani, dan Souri." Kata Begonicinn. "Tapi yang utama.. BINGO."
"Ha?" Keji memekik. Pekik. Pekik. Kik.. Kik.. Monyetnya Keji, alias Kamenkichir gatel! (Maksudte lo?) "Ada apa dengan Bingo?"
"Ini hanya menurut pengamatan Satrika. Karena mereka itu bwahakahakha.." (Sengaja dibilang bwahakahakha karena lost inspiration (?))
"Dan, di Ekarama, tepatnya setelah Adzan Shubuh, Mitsunyanyi membawa sajadah dan memakai sarung kotak-kotak ungu magenta, Geshitsogok memakai kopiah, Mintanasi memakai sarung stripe hijau macem-macem. Mereka sholat Shubuh kali ya? Sengaja pake baju gitu.. Alasannya? Coba tanya sama Mitsunyanyi melalui cerita ini!" Kata Tsubako.
Lalalalalalaa.. It's the happy song! (Maaf, makhluk birunya lewat tu..)
"Kenapa kita memakai baju ini?" Tanya Mintanasi dengan polosnya. "Plus, kenapa sarungmu warnanya feminin sekali?" Tambahnya sambil menunjuk sarung Mitsunyanyi.
"Itu biar Hidungkaki tau! Kita menyimpan segumpal dendam sejak Shubuh, karena dia mendapat permintaan ITS dari Si Machombrot Ieyadonk itu!" Kata Mitsunyanyi. "DAN JANGAN EJEK SARUNGKU! Aslinya ini warna biru, tapi Si Machombrot Ieyayayadonk itu melumurinya dengan purpleberry! Itupun terlalu rapi! Makanya seperti ini amburadulnyaa.."
"IEYADONK MEMANG NAKAL." Kata Mintanasi.
"Ieyadonk, Tolol, Sedunia... ITS..." Batin Mitsunyanyi.
Terlihat Hidungkaki membawa sajadah dan sarung (JUGA?) serta memakai kopiah. Dia berjalan keluar kastil dan dikagetkan sama MiMi Geshit.
"Duddudu... Duduu! Aku mau Sholat! Biar banyak pa-pa-WAAAAAAAKH!" Hidungkaki kaget tiga perempat mati melihat MiMi Geshit di hadapannya tiba-tiba.
"BINGO! APA YANG KAU LAKUKAN KEMARIN MALAM?" Tanya Mitsunyanyi dengan lantang.
"Memangnya kenapa, Mitsunyanyi-kun?! Aku tidak melakukan apa-apa!" Suwer Hidungkaki.
"Kalau kau tak melakukan apa-apa, berarti kau tidak bernapas. Kau tidak makan. Kau tidak mengerlipkan mata." Ketus Mintanasi.
"GA SEGITUNYA KELLESSSSS! SUMPAH AKU GA MELAKUKAN KEGIATAN MENCURIGAKAAAN! HUWEEEE!" Seru Hidungkaki.
"Cihiyus miape lo?" Ketus Geshitsogok.
"JUJUR! KAU BERKOMUNIKASI DENGAN IEYADONK COMBROT ITU KAN?!" Tanya Mitsunyanyi keras.
"Aku memang bertemu! Tapi bukan untuk menerima ITS nya, Mitsunyanyi-kuun!" Hidungkaki kemudian diangkat tinggi-tinggian. "BENEREN! DEMI CINCIN SATURNUS MELINGKAR DI PAGAR BUNDAAAAAR!"
"Omai na, Bingo... Orang sepertimu, alias pengkhianat berlebih! Apalagi ke Hideoishi-sama! KI SAMA WA YURUSANAAAAAII!" Mitsunyanyi menyiapkan pedangnya.
'DOO... REE.. MII... FAA...'
"KAU HANYA BOLEH BERKOMUNIKASI DENGAN HIDEOISHI-SAMAAA!" Seru Mitsunyanyi.
'SOOL... LAA... SII... DOOOOOO!'
"HIIIIKS! GOMEN NASAAAAI!" Hidungkaki melutut penuh rasa takut. Sementara itu, Mintanasi dan Geshitsogok OTeWe ke suatu tempat.
"Apa kau akan percaya dengan Bingo?" Tanya Geshitsogok.
"Hmm.. Soal itu, tidak penting. Bingo bukanlah sosok yang kita perlukan. Aku hanya ingin menemui generasinya Karbon Dioksida." Kata Mintanasi datar.
JRENG!
"Mintanasi-dono dan Hakim Mumet.. Terima kasihku kuucapkan, pada guruku yang tulus!" Kata orang yang dimaksud Mintanasi, alias Tenkarbon.
"Ngomong-ngomong, apa benar kami bisa memercayaimu?" Tanya Mintanasi.
"Kalian ini kenapa siih? Tentu saja sosok sepertiku harus dipercaya! Aku ingin bekerja sama dengan kalian! Bingo juga! Dia bukan pembohong kok.. 100 persen jujur. Lagipula aku punya bukti untuk aliansi itu." Kata Tenkarbon.
"Bukti? Bukti tagihan motor?"
CEKREEEEEEEEEK~ TREK!
"Wanita yang pandai memacak, (macak itu dandan kan? Bukan bahasa alaynya masak ini!) hanya untuk indah-indahan di depan Maedan Bashiie, yaitu Matung." Jelas Tenkarbon menunjuk sandera yang bernama Matung itu.
Sentenhisshou! (Mboh tulisan bener apa salah! Biasa, tahulah kalian sifat sayaa!) Matung menggunakan blush magenta tebal, mascara hitam tebal hampir berskala 1,8. (?) Topinya topi baret hijau dengan hiasan bunga matahari kertas, sepertinya buatan sendiri (?!). Eyeshadow berwarna abu-abu atas-bawah lumayan tebal. Terbukti, Matung adalah orang yang lihai Macak. -_-
"Apa maksudmu untuk merendahkan sekutu rambut Sikidal?" Tanya Geshitsogok.
"Mana mungkin aku merendahkanmu?! Kau takkan menjadi cacing tanah kan! Aku hanya membuat Ieyadonk menjadi pelaku sangkaan! Penangkap Maedan Matung! Dan Maedan akan masuk ke aliansi kitaa..." Jawab Tenkarbon. "Dia harus diperkosaaaaa!" Tenkarbon mengunci pintu sandera. Matung hanya menjerit-jerit histeris, iyalah minta bantuan! Masa' orang seneng di sandera? Itu sih bagi anak penjudi usia 18 tahun, meminum root beer 5 gelas, menari di diskotik (NAMAKUU! #PLAK) dan karena menarinya itu bablas ke jalan raya membuat 180 korban yang puter-puter 180 derajat ga karuan, dia disandera sama polisi! Lalu ketawa sendiri. Tapi kita beda! Kita manusia rek! (Kalo kucing baca ini? Ah! Ai don ker!)
"Kau percaya dengan generasi CO dua itu?" Tanya Mintanasi.
"Di dunia perang, tak ada hal yang bisa kau percaya. Kita cukup memanfaatkan Tenkarbon dan Bingo, dan kita mengambil enak kuenyaa! HAHAHAA!" Kata Geshitsogok. "Juga, nanti akan datang sebombol (?) pasukan, untuk beraliansi dengan kita!"
"Darimana kau tau?"
"Dari Mi Sedap Cup! Baru! Biar ga kudet, kudet, kudeeet..." (Ini lagi...)
"Ikku wayo, Hakim mumet. Lain kali bagi aku Mi Sedap Cupnya." Ajak Mitsunyanyi sekaligus merayu, dikit. Kemudian Mintanasi mengucap kalimat syahadat (?) dengan merdu sambil jalan pulang. Dilanjutkan ucapan 'Ya Nabii Saalam Alaika.. Shalawaatullah Alaika..' Para jamaah, alias Mitsunyanyi dan Geshitsogok mengikuti Mintanasi, jalannya.. Mereka betiga pulang dengan senandung. Horee! (MEREKA BUKAN ISLAM, TAPI WHATEVER..)
LaTaR tEmPaT : ObAkA (Alay lu Thor!)
"Itulah yang namanya Kasegar!"
"Doyu koto deska?"
"Iyalah! Kau hebat dan sudah siap mengikuti pasukan Takedok sementara!"
"Tapi ini bukan hakku. Hakku ada di dunia Parutan episode paling lawas. Ah, lupakan. Yang penting, aku ikut Takedok karena utusan Kenching-sama!"
JLEB, JLEB. Sangsuket dan Kasegar memasuki dojo Obaka dengan lemah lembut, yang penting tenang.
"Takedok no Shinobi! Aku sudah tau bombol kalian akan ke sini! Pasti kalian mau beraliansi.." Kata Geshitsogok tiba-tiba.
"Memang benar! Aliansi adalah yang kami butuhkan! Mitsunyanyi adalah pembalas dendam Ieyadonk, janai?" Kata Sangsuket.
"Tapi, aku masih ragu-ragu. Karena tuanmu itu lagi tak sadarkan diri." Kata Geshitsogok nyari alasan.
"Enak aja! Aku sudah lebih kuat! Lihaat!" Sangsuket menunjuk ototnya yang membesar sendiri menjadi seukuran otot Poppai.
"Kalau begitu mari kita tes otot Poppai mu!" Seru Geshitsogok. Kasegar dan Sangsuket heran. Tak lama setelahnya, Geshitsogok teriak :
"MITSUNYANYI! EMPAT MATA TOKOBAWANG MENYERANG DOJO KITA!"
"SIALAAAN!" Teriak Sangsuket.
'MIIIII!'
"Apa kau tak papa, Hakim Mumet?" Tanya Mitsunyanyi yang membuat sayatan kesedihannya.
"Ini loh.. Sang rumput dan temannya Segar! Hantam mereka!" Kata Geshitsogok.
"Wah! Keadaan gawat! Mari kita kabooor!" Sangsuket ke luar dojo. Kayaknya Si Kasegar keras kepala deh..
Mitsunyanyi menyiapkan sayatan kesedihannya sambil berkata cepat, "Ladies and Gentlemaan! Sambutlah Sikidal Mitsunyanyi yang hendak tampil dengan sayatan yang menggambarkan lagu kesedihanku saat ini! Tentang Hideoishi-samaaa! KITA MULAI DARI.. SARUU!" Mitsunyanyi menunjuk Sangsuket selayak superstar.
(GUBRAK GUE)
"Saru lagi, Saru lagi! Sebeel!" Desah Sangsuket dalam hati.
'FAAAAAAA!' Sayatan Mitsunyanyi detepis baling-baling Belanda Sangsuket.
"Bisakah kau menyelamatkanku?!" Tanya Sangsuket ke Kasegar yang masih di atas.
"Sepertinya kau tidak perlu selamatanku." Kata Kasegar enteng.
"Kalo gak, kubilangin Kenching-sama looh!" Goda Sangsuket dengan sarkastik.
Kasegar kaget, akhirnya nurut, tapi..
WOOOO...
"HIYAAAAAARRAAAAAWH!" Terlihat Flying Fishing Man (coret) Motorchiki memukul bagian dojo dekat Kasegar.
BLUK! SREEET... Untung Kasegar berhasil menghindar dengan cara turun ke bawah! Motorchiki ikut turun.
"KALIAN KUTU BULU IEYADOOONK?! IEEYADOONKIKOONGKIIIIII!" Seru Motorchiki sambil memarodikan prinsip Ieyadonk, kawan lama yang menjadi cacing combrot.
"Maaf, aku sepertinya tak bisa!" Kata Kasegar.
"Zammen daane!" Sangsuket menjauh dari daerah perang Kasegar. Biar nyerangnya enak kali ya?
'LAAAAA...' CLENK! WEEE WEEE... 'LAA!' (Sfx kalau diurutkan : Mitsunyanyi nyerang, Sangsuket menepis serangannya, Sangsuket melempar 2 baling-baling Belanda, Mitsunyanyi menepis serangannya)
"YOU BETTER RUN, RUN, RUN, RUN, RUN! RUN DEVIL DEVIL RUN RUN!" Mitsunyanyi menyanyikan sebagian lirik lagu di SNSMP (Adoo! Girlband Korea yang 9 member jadi 8 member tu masa getewe?) yang berjudul RDR (biasanya singkatannya gini sih! :D)
Scene berganti ke daerah perang Kasegar. Yang melawan fisherman (coret) Motorchiki. Kasegar berusaha menyerang, tapi Motorchiki selalu menyerang lebih dulu! Beruntungnya Kasegar menghindar dengan panah hitam metalnya. (Lu tolol amet Dissakiti mulu! Masa' kayak gitu ga tau namanya!) Gue tau namanya, tapi ntar bukan nista lagi ntu!
KESIMPULAN YANG BISA DIAMBIL : FISHERMAN AKAN MENANG MELAWAN NINJA! (SALAH! JELAS SALAH! \(-o-)/\_/\(_) - DAN DI SAMPING INI SIMBOL APA COBA?!)
"Aku agak benci pertarungan style ini!" Motorchiki kemudian memutar-mutar pancingan sambil teriak "OLEEE! OLE-OLE-OLEEEE! OLEEEEEE... OLEEEEEE!" Api tiba-tiba muncul di sekeliling kail, ia hendak menyerang Kasegar. (Tau ga itu lagu apa?)
Beberapa saat kemudian, Kasegar dan Sangsuket bedempet jadi sepunggung. (Kalimat gaje sekali..)
"Kau berhasil menyerang di sana?!" Tanya Sangsuket.
"OMAINA... URUSAI!" Bentak Kasegar dengan muka sewot.
Motorchiki dan Mitsunyanyi berada di pojok kiri dan pojok kanan secara urutnya.
"OLEEEE! OLE-OLE-OLEEEEEE!"
"RUN DEVIL DEVIL RUN RUN!"
Motorchiki dan Mitsunyanyi maju dengan cepat, hendak menyerang dengan power masing-masing. Namun apa yang terjadi?
Poof!
Kasegar dan Sangsuket menjadi kepulan asap. Jadi, Motorchiki dan Mitsunyanyi hampir membunuh satu sama lain.
"HEI! YANG ADA DI SANA! BIKIN SUASANA HEPIIII!" Seru Sangsuket dengan lirik lagunya Kat*k. (Itu kan, nama bentuk terus dibalik.. XD) (Dan lama-lama ini jadi konser akbar di Obaka, tanggal X, bulan Y, tahun ABCD! X_X)
Mitsunyanyi dan Motorchiki menoleh ke atas dojo! Terlihat Geshitsogok diarahkan dengan baling-baling Belanda dan panah hitam metal oleh para ninja.
"HEI! JANGAN LARI DASAR UMBEL!" Perintah Motorchiki.
"JANGAN HARAP KAU MEMBANGGAKAN IEYADONK SAAT INI!" Teriak Mitsunyanyi.
"Sayangnya, kami memang bukan budak bangaan Ieyadonk, justru lawannya." Kata Sangsuket.
"Apa? Miapah? Mi bawang?" Tanya Mitsunyanyi keheranan. Motorchiki mukanya ikut heran.
"Yap. Yang ini mah monyetnya Takedok!" Kata Geshitsogok.
"Kapan dunia tobat, Tuhanku?! Aku tak mau dipanggil monyet!" Tanya Sangsuket kesal.
"Kalo gitu.. Babon!" Kata Geshitsogok.
"SAMA AJA!"
"BEDA DONG! BABON SAMA MONYET DAH JELAS BEDA!"
"SAMA!"
"BEDA GA?!"
"KALO SAMA YA SAMA GEBLEK!"
"KAMU ITU YANG NGETET, GEBLEEK!"
"POKOKNYA BABON SAMA MONYET SAMA!"
"YA BEDA DONG!"
"STOOP! MALAH DEBAAT! AYO KEMBALI KE PEMBAHASAN, DASAR HAKIM MUMET!" Seru Mitsunyanyi dari jauh.
"Baik, baik.. Jadi, yang ini itu.. Orangutannya-"
"SAMA AJA ITUUUU! LU GA BISA BILANG SANGSUKET?!"
"Tapi rupamu kayak semacam Orangutan.. Memang mataku kabur?"
"MATAMU MEMANG KABUUR! HARUSNYA BELI KACAMATA WARNA DI ALASKA!" (Alaska? Ckck..)
"Menghinakuu..." Geshitsogok menyiapkan bola-bolanya. Tau ga? Bola Geshitsogok ini ada 8 dan beda-beda semua! Ini listnya :
Catatan : SEMUA VOLUMENYA SAMA, YAITU 360 CM KUBIK!
1. Bola bekel warna-warni.
2. Bola sepak (motif hitam-putih).
3. Bola basket.
4. Bola voli.
5. Bola kasti.
6. Bola golf.
7. Kelereng.
8. Bola dari plastisin (kayaknya bola yang ini ngawut deh.. Dasar Author..).
"STOOP! KAU MENCURI HATIKUU! DEBATNYA JANGAN MULAI LAGI DUH!" Bentak Mitsunyanyi.
"Habis Sangsuket motong mulu!" Kata Geshitsogok.
"Haah.. Sabar aja deh." Batin Sangsuket.
"Jadi, dia ini godzilanya Ta-"
CLIINK! Geshitsogok dikenai baling-baling Belanda. Ia terkapar jauh, jadi perlu banyak waktu biar kembali!
"Daripada dia ngejek, biar aku aja yang ngomong!" Kata Sangsuket.
"Gayamu Sangsuket! Memangnya lu berani pidato?" Tanya Kasegar.
"Bukan pidato kelless! Oke, mulai aja deh! Jadi, kami ini utusan pasukan Klan Takedok! Hendak meminta aliansi pada klanmu, Sikidal-danna!" Jelas Sangsuket.
Mitsunyanyi menatap heran, lalu bertanya, "Takedok... Dattok?" Ia mengarah ujung belakang pedang ke Sangsuket, caranya, ia melesat ke balkon dojo dulu! Terarah deh!
"Aku tak peduli! Kau telah menghancurkan konspirasi kemakmuran Hideoishi-sama! Yurusanaai!" Kata Mitsunyanyi.
"Hmph.. Sudahlah, aku akan memberi tenaga yang baik. Terima yaa! Terima yaa!" Rayu Sangsuket dengan kitty eyes.
1... Motorchiki menggeret-geret pancingannya.
2... Kasegar pun memutar-mutar panah hitam metalnya di jari.
3... Sangsuket makin besar kitty eyes nya.
4... KASTIL BOBROOOK!
DUAK! BROWAAK! DASSH! DOSH! BROOOK!
(Woi, cuman ralat! Mau aja ditipu! Kalau pun bobrok, Judge End ga akan lanjut animenya! Makanya... Mikir!)
Akhirnya Mitsunyanyi menurut!
"Baik, baik, kono Mitsunyanyi, menerima aliansi Takedok Kyoukaoo!" Serunya.
Ngeeeng.. Geshitsogok kembali! (Katanya perlu waktu lama! Apa boleh buat, ini fiksi! :))
"Baiklah, kami meresmikan aliansi antara klan Sikidal dengan klan Takedok! Mari berjabat tangan.. Dari Sikidal, Sikidal Mitsunyanyi! Dan dari Takedok, SangBabon SaruZilla OrangutAmang!" Katanya. (Sang+Babon Saru+godZilla Orangutan+siAmang)
DOOOSH! Sangsuket menghajar Geshitsogok dengan kemarahan berbagai puncak gunung Fuji! Motorchiki, Mitsunyanyi dan Kasegar hanya sweatdrop melihatnya. Dan berkata, "Poor HaMum!" (HaMum ooh HaMum.. Aku ikut kasihan!)
"Ippo... Santo, eh, maaf barusan sponsor lewat. Ippo... Para Osu bebarengan naik roller coaster menuju Obaka. Meski saat ini mereka masih di daerah Urea." Baca Tsubako.
"Makamunye-sama!" Padahal baru dipanggil namanya! Kejora disela Makamunye..
"Kalau kau mau bilang untuk pulang, maka pulanglah sendiri!"
"A-apa? Hoi! Aku punya hak untuk bicara! Seenaknya kau sela! Kau memang nakal, Makamunye-sama!" Protes Kejora.
"I dont care, ya know?" Makamunye mempercepat laju roller coaster. Roller Coastet itu melaju makin cepat! Sementara itu, di depan Urea..
"Lapar! Eh, Rapor! Eh, Lapor! Eh, bener sih lapor!" Seru pasukan Takedok dengan tundukkan hormat ke Yupimurah.
"Kenapa? Sekarang kan, bukan upacara!" Tanya Yupimurah.
"Sudahlah! Ini penting! Ada musuh tuu!"
"Apa?"
5 menit kemudian... Pasukan Makamunye sudah menunggu di depan Urea, seperti yang pasukan itu katakan. Tapi, Yupimurah masih belum muncul!
"Omigot selokan! Kanada napa sih? Padahal sekarang kemerdekaan!" Ketus Makamunye.
Kemudian, akhirnya Yupimurah muncul! Tapi..
DIA MEMBAWA TIGA EMBER BESI?! BUAT APA?!
"Makamunye-dono! Jadi ini yang dimaksud? Kau mempromosikan.." Tanya Yupimurah tak percaya.
"What do you mean? Aku hanya mau lewat! Memangnya ada yang mau kamu ambil dariku? Hmm.. Oh! Kau perlu air seniku? Kebetulannya! Aku kebelet! Numpang di situu!" Tanya Makamunye sambil nunjuk ember Yupimurah. (AIR SENI LAGI! NAPA AIR SENI MULU SEH?)
"Loh, bukan! Katanya pasukanku ada susuh! (Susu minuman maksudnya! Jangan ngeres pikirannya!) Kukira Makamunye-dono nyumbang susu!" Jelas Yupimurah.
"Susuh? Ya elah, susuku sih ketinggalan di sebelah kebun Kejora! Tadi malam dia kusuruh ngasih susu ke kudaku! Kamu sih, Kejora! Napa kalo udah ga ditaruh dalam roller coaster sih? Sudah kusuruh! Dan sekarang guess what? Kita ga bisa bagi Baby Yupi ini susu manis!" Kata Makamunye dengan nada macam-macam sambil nampar Kejora.
"Napa jadinya gini siih?! Kapan kita lewat?" Batin Kejora. Lalu, pasukan Yupimurah yang lapor tadi mendatangi Yupimurah, lagi.
"Kamu ngapain bawa ember sih?" Bisiknya ke obyek hidup terdekat.
"Katamu ada susuh! Kau bohong!" Bisik Yupimurah.
"BODO AMEEET! MAKSUDKU ADA MUSUUUUUH! TELINGA NAPA SIH?!" Pasukan itu nampar Yupimurah pelan.
"Itte! Ya maap!"
"Ya sudah! Siapkan formasi peraang!"
"Dasar Yupi. Your ears are roasted, huh?" Ketus Makamunye.
Beberapa menit kemudian... Setelah ember-ember dibuang ke dalam sumur terdekat, sekaligus Makamunye numpang currrr di dojo Yupimurah, datanglah Sangsuket dan Mitsunyanyi.
"Hei! Kalian ngapain disini? Kebetulan!" Buka Sangsuket.
Saat melihat Mitsunyanyi... Makamunye sangat terkejut! Ia menyiapkan neon-neonnya dengan cepat.
"Sikidal-dono! Terima kasih mau datang ke sini! Mari kita bicarakan-" Sambutan apik Yupimurah dihambat Makamunye.
"ISHIDAAAL... MITSUNYANYII!" Seru Makamunye dengan muka geram.
Bletak!
"Sikidal, bodoh!" Kata Mitsunyanyi yang barusan mukul kepala Makamunye.
"Apa? Whatever! Lama tak jumpa, Ishidal!"
Bletak!
"Berapa kali harus kubilang haa?" Mitsunyanyi geram dengan Makamunye.
"Nice hit! Baiklah, kembali saja ke topik! Terima kasih atas serangan dahsyatmu waktu itu! Dan sekarang saatnya balas dendaam!" Kata Makamunye relaxnya.
Mitsunyanyi natap sinis Makamunye. Ia bertanya dalam 1... 2...
"Ki sama wa... Dare?"
GLEK!
Makamunye shock berat. Ia menatap sadis Sikidal itu.
"Teemee... Apa kau lupa pertarungan kita di Ogakwaras?!" Tanya Makamunye.
"Ogakwaras? Oh.. Gak waras itu?" Mitsunyanyi menatap ke langit.
"Aku melawan banyak orang di sana. Dan orang di sana kayaknya gak waras semua. Mereka tidak mengetahui pemimpin wajib negara mentari terbit ini, yaitu Hideoishi sama..."
"What?" Makamunye menatap Mitsunyanyi penuh ketidakpercayaan. Rasanya ada yang janggal. Tapi, ia belum mau mengeluarkan amukannya sementara.
"Kalau kau salah satunya, selamat, kau gak waras juga! Maka... Minggir, dasar kampret." Lanjut Mitsunyanyi.
Makamunye terbelalak sangat tak percaya! Kejora hanya natap sinis. Yupimurah dan Sangsuket unknown doin. Tak lama kemudian...
"IISHIDAAAAAAAAAL!"
Bletak!
"BERAPA KALI HARUS KUBILANG ORGAK WARAAAS?! AKU SIKIDAAAAL! HMPH!" Teriak Mitsunyanyi yang sempet aja mukul kepala Osu hittou. Makamunye terdiam sebentar, lalu amukannya keluar lagi.
"NGGAK NGURUUUUUUUUS!" Makamunye mengarah keenam lampu neon ke Mitsunyanyi. Tiba-tiba! Apa coba?
Criiing! Percikan permen Yupi!
"Apa? MINGGIR KAU, KANADAAAA! AKU INGIN BELANDAAAAA!" (Ga nyambung -_-)
"TIDAK AKAN! Sikidal-dono akan menjadi pasukan kami! Aku, Kanada Ngidamin Yupimurah! Takkan diam begitu sajaa!" Teriak Yupimurah.
"Soka... Naraba, anata wa! Toroste yaruzoooo!" Seru Makamunye.
Dan sekarang! 69 Hari Menuju Gigigaraham!
CAMERA : OFF
Well, gomen for slow update.. Memang Dissa mulai males-malesan! Dan ini Ka-Mus-Nya! Katak Musang Nyalip-nyalipan! (?!) Cuma dikit paleng..
1. *ai (ingat kan napa disensor?) : Kai
2. Bawanangkajimat : Kawanakajima
3. Ekarama : Okayama (Atau ada nama lain Kastil Gagap : Kastil Gagak)
4. Bingo : Kingo
5. Kastil Urea : Kastil Ueda
"Dissa... Jangan lupa masukkan biodataku ke profil loe!" Perintah Aira sambil mengarah light saber.
"Oke, oke.. Ntar kumasukkan! Habis bebas dari sumbatan sampah! Alias Pe-er, travel, ujian, penyakit, dan.." Celoteh Dissa terputus.
SHRIING... Light Saber mendekati tubuh Dissa... Dissa hendak di slash tu..
"Oke, ntar kumasukkin! Peaceee!" Seru Dissa sambil nunjukkin hand-sign salam 2 jari.
JADI, SALAM 2 JARI YAAA! (PLAK) DAN MAKASIH BUAT REVIEW KALIAN DISANAA!
