Ya sudah, kali ini Dissa bener-bener ga kasih warning. Warning bo'ongan dah ilang. Jadi langsung action. Saya ga mau banyak bacot di sini. Tapi, sebelumnya, saya mengucapkan TK untuk silent readers alias stalker (?) dan reviewers. Saya juga berterima kasih atas Capcom karena menyediakan Sengoku Basara yang keren drastis charanya, terutama Motochika, you inspired me so mach. Yes. I LOV YOU FULL JIAAAAHAHAHAHAAAAAWH!

So, lets be-

Oh! Lupa! Aku juga bilang senk su buat FanFiction, tanpa FF, sejak dulu kalian ga bakal kena virus humor (agak krenyes) ala saya. Dan speedy serta iphone 4 tercinta. Tanpa iphone, saya ga bakal bisa ngetik cerita. Dan tanpa speedy, saya ga bakal bisa upload dan benerin cerita.

Kurasa itu, ayo kita ek-

Eh, lupa lagi... Mashups juga menjadi daily thanks saya! (Sapapeduli) Dan ada notif-notif penting buat kalian. JaNime Day 2 Utage akan terdiri HANYA atas 6 act. Pr nompok, males bejibun deh. Selain itu rasanya FF yang itu tidak begitu popular .,. Terus Day 3... Cek... Baru nulis judul actnya sih wkwkwk... (Plak) Dan Warped Koei no Sekainya... Sudah 1/2, gtw lanjut kapan ntu story. (Dobelplak)

Apaan? Kenapa kok hening dadakan? Gue ketikannyewt cantik ya?

(TRIPELLPLAAK)

Oke! Cukup ga ya... Hmm...

Cek, 1, 2, cek... Satu, satu... Wan swu...

Notif udah, senk su udah, kayaknya...

Hmm...

Yak! Sudah!

Mari kita mu-

OH!

IYA!

(#FOURPLEPLAKKOTHOLKETHELA!)

Ga, ga, aku becanda duh!

(#FIPLEPLAKKOTHOLTHELAMBORT!) (!)

3...

2...

1! EKSYEN TSUBAKO!

"Sekarang ini zaman Sengoku. Zaman di mana semua orang bertempur. Sengoku ini alurnya dipilih oleh keyakinan mereka masing-masing. Berdoa dipersilahkan,"

"WOOOI! BASKOM!"

CTARRRR!


"Yak, saya ulangi! Bersama saya, Tsubako Chibambang! Toki wa Se-Ngo-Kyuwh! Daimyou Tatakai nooo, nooong-"

PLAKK!

(Karena sfx barusan, Tsubako mengundurkan diri dan tidak akan menjadi narator LAGI. Kini naratornya Aira Samori. Harap maklum, TK, SD, SMP.) (Terima Kasih, Sudah Dulu, Saya Mau Pi**s.) (what?)

"Ohayo gozaimasu, watashi wa Aira Samori. Saya secara terpaksa menggantikan peran Tsubakol," buka Aira. "Langsung saja saya mulai. Sekarang ini era sengoku. Era di mana para petempur terpilih akan bertempur satu sama lain. Memang di setiap waktu, manusia adalah makhluk sosial, jadi kurasa-"

"Aira! Serius! Semua juga tau kalo manusia itu MakSos!"

Aira yang mendengarnya malah membaca mantranya, "Sinne orbitte mantrus!" (Baca : Sin Orbit-te mantrus) Dan orang yang teriak itu secara tiba-tiba diserang orbit-orbit yang PADAHAL TAK TERLIHAT OLEH MATANYA. Ajaib. "Justru itu yang membuat storymu bagus..." kata Aira sarkastik.

Aira berdehem dan bernarasi, "Baiklah, maaf, tadi itu ada Dissapi yang mau mumbul. Seperti kata saya sebelumnya, kita adalah Makhluk sosial. Jadi, kurasa kita memiliki rasa tanggung menanggung, akan jawab terjawab. Terkadang kita merasa kesenangan, kesedihan, kecemburuan, dan nyeri. Bahkan ada yang nyeri karena hal berikut,"

Secara tiba-tiba, muncullah muka seorang Master Negi yang dikerut-kerutkan.

"Aduh! Kenapa? Kenapa?" teriaknya. Alis dan keningnya gemetar-gemetar dan kerut-kerut gak karuan.

"Semangat Kojuro! Keluarkan seluruh kekuatanmu!" teriak Oshu Hittou dari luar ruangan. "Aku sudah melakukannya! Tapi tetap!" pekik Kojuro.

"Come on!" teriak Hittou lagi. Kojuro makin gemetar, lalu dia memejamkan matanya, kemudian nyeri max. "ADUUUUH! KENAAAPAAAAA?!"

"KOJURO! KOJURO! AYOO CEMUNGUTH KOOJUROOO!" Masamune makin teriak aje di sono. Dan beberapa detik kemudian, terdengarlah...

Teng...! (Awas baca e nya pada kue. Ini bukan bel kuliah 1990 an)

"Masamune-sama..,"

"? Nan da?"

"Akhirnya! Akhirnyaaa!"

"Hontou? Sudahkah? Kekuatanmu sudah cukup?"

"YEEES! CUKUP SEKALI! TERIMA KASIH TONG PANG MUNE! BERKAT BUJUKAN ANDA!"

Camera dizoom-out dari muka Kojuro, dan terlihat Kojuro yang duduk di atas benda putih kinclong, "YEEEE! AKHIRNYA MY -PIIP- KELUAAAR!"

Teenonet... Nonet... Jangan pada sweatdrop!

Ternyata tadi Kojuro sebenarnya kesusahan untuk mengeluarkan -piip- nya. Poor Juro-san. Poor untuk readers yang terkecoh. Poor untuk readers yang mau muntah, apalagi yang sambil makan pecel. Juga poor untuk saya yang ngetik sampe kena penyakit pusing berat (kapok! Dan akan kuhajar kau!)

"Nah, sudah shock akan kejadian tadi, kan? Oleh karena itu, makan banyak sayur. Ingatlah 4 sehat dan 5 sempurna, sehingga 6 seharna. Karena nyeri tersebut, keluarlah... Rasa dendam satu sama lain," baca Aira.

"Dan semuanya, akan ditakdirkan di Gigigaraham,"

Skip Opening. Go to the point. Lolz.


Di-Sundul balls-nya hingga masuk, terlihat Osu hittou, yang tengkurap, terkapar, hampir terbunuh. "Uukhh..."

"Aku rasa kamu butuh waktu untuk menenangkan dirimu," saran Ieyadonk. "Tenang saja, Ieyadoonk. Kami akan pergi sebentar lagi, kok,"

EPISODE 6 : DECLARATION

Sebagai Ryuunomigime, Kejora hanya bisa menjawab demikian. Ia langsung menatap Makamunye dengan keji. Ia mengambil napas, lalu membuangnya. Sementara itu, entah napa para pasukan udah ilang di layar, ntah karena udah ga tarung ato karena ga kuat nahan muntah ngeliat busana MakMuny (MasMun = MasaMune. Berarti MakMuny = MakaMunye) yang overdosis kecehnya. (Diharapkan bagi kalian untuk menyiapkan mental setelah membaca kalimat tadi. Saya ga asal ngetik loh)

Kejora mengambil napas lagi, lalu membuangnya. (...) Kejora kemudian mengambil napas dalam-dalam, berteriak,

"MANTENBARUUU!"

Dan anehnya, para pasukan muncul lagi dengan busana masker warna-warni. Mereka juga teriak, "Woow! Manten!"

Makamunye shock. Seiring shock, para pasukan membuang muntah di masker saking ga tahan dan kembali ke luar layar. Kejora maju ke hadapan Makamunye dengan tatap ironista. Segeralah ditarik udel (Mau apa lagi coba? Kalo boxernyewt yang digituin ntar dianggap cabul wkwk *woi) Makamunye, dan kepala dia dihead-butt.

"Akui saja kekalahan Makamunye-sama sekarang!" perintah Kejora. Ieyadonk ngangguk-ngangguk pelan melihatnya.

Ia pun bergumam, "Jadi ini, hubungan fans idol group dengan bokapnya? Super sekali,"

Tak lama setelah itu Ieyasu tersenyum sambil berlalu. Makamunye berdiri. Untung Makamunye ga ken*i**, ntar malah kayak semboyan 'guru ken*i** berdiri, siswa meniru dengan ken*i** salto'. (Bukan, jangan percaya)

"Kayaknya anda harus saya beri hukuman, Makamunye-sama!" batin yang menghadap ke Osu hittou. Kejora pun menghentakkan kaki, hingga Makamunye berdiri dengan sendat-sendat.

"Heh! Apaan lu Kejo-" seruan Makamunye terputus.

"Sini..." Kejora menyiapkan bogemnya. Langsung saja diarahkan, hitungan satu, dua...

BHUK!

"Ouch! Buat what itu punch?" jerit Makamunye. "Makmuny-sama! Apa baik kau melakukan balas dendam seperti ini? Ieyadonk itu tidak bersalah! Kenapa, karena namanya aja Ieyadonk!" kata Kejora dengan logika semrawutnya.

"Ieyadonk? Not bersalah? Ha-ha! Kau think se-baka what watashi ini?"

"Ayolah, Makmuny-sama! Coba tuan ingat hari itu!"

Makamunye terdiam. Tak lama setelahnya ia teriak, "Woi tuanmu ini bukan cewek Kejora! Gue never dapet day itu-ituan!"

BHUUUK! BHUUK!

Sekarang Makamunye kembali tertunduk. Ia bertanya dengan kesal, "WHAT?"

"Bukan itunya cewek Makmuny-sama! Maksudnya, hari PER-TAMA PE-RANG!" tekan Kejora. Makamunye kembali terdiam. Sekarang bukan terdiam akan hal yang aneh, terdiam beneren.

Dan mulailah Flashback-nyewt!

Terlihat pasukan-pasukan Osu yang sudah terbunuh. Panah-panah sudah menusuk dada mereka. Karena ini bukan zaman SaTuDi, mereka ga mungkin bisa bertahan. (If u know what I mean wkwk...)

Sementara itu, di base Osu, terlihat Makamunye yang duduk di atas kursi goyang kayu (astaga dia makin aneh aja), Kejora yang hanya bisa jadi penjaganya, dan beberapa pasukan yang hanya bisa bersabar akan kegilaan ini. Datanglah seorang pasukan lagi ke sana.

"Hittou! You know wat, Hittou? Secuil pasukan kita berhasil dikalahkan! Musuh sebentar lagi juga masuk ke pertahanan kita!" lapornya.

Makamunye mengguncang kursinya sekali, dan menjawab, "Oh damn! Oh damn!"

"Lalu harus bagaimana ini Hit-tou?" tanya pasukan itu.

Kalian tau apa reaksi Makamunye?

Dia cuman menjentikkan jarinya. Dan... Malah merintah, "JANGAN MUNDUR!"

"Ayolah Makamunye-sama! Sekarang sudah waktunya untuk-" peringatan Kejora terputus dengan guncangan kursi Makamunye yang mengenai pundaknya.

"Waktunya apa... Hah? Gue udah beribadah, udah makan pagi pake jagung, mandi juga udah, ketiak gue juga udah dicukur, jangan bacot lagi lah!" bentak Makamunye. Setiap kegiatan ia lambangkan dengan jarinya.

"Waktunya mundur lah! Hentikan pertempuran ini!" balas bentak mata kanannyewt. Makamunye menarik nafas malasnya. Ia malah balas bentak lagi (lama-lama jadi festival teriak) :

"AAAAI DON'T KEEEERR YO MAAMMAAAAAK! KITA WAJIB MENUNJUKKAN KEKUATAN OSUU!"

"Omigot selokan mampet, Makamunye-sama jangan keras kepala lah! INI NAK KEJORA HARUS MEKSA, TUAN!"

"BUT PRINSIP IS PRINSIP! Lebih baik juga kalo aku mati! Ha-ha-haa!"

Kejora menghentak-hentakkan kakinya. Meledak kepalanya. Diharapkan yang berada di dekat Kejora menyiapkan mangkok, supaya jika ada popcorn yang berhujanan kalian ga ketinggalan. (#PLAK)

"YOU JANGAN PLAY-PLAY DENGAN KOTAKERA KEJORA! DI MANA AKALMU?!"

Makamunye menunjuk kepalanya sendiri. "Di sini..."

"Bagus. Maksud saya..." Kejora tersenyum sejenak. Lalu, Kejora berteriak lagi, "KALAU MISTER MASIH HAVE AKAL, WE SEBAGAI OSU JUST MUNDUR!"

Kretak keretak bretak!

Kursi goyang Makamunye retak-retak akan teriakan tadi. "Oh tidak kursiku! Kejora...!" Makamunye menatap Kejora sadis.

"Habis Makamunye-sama gitu sih! Saya tak setuju kalau kita begini terus! Untuk apa groundwet, kalau Makamunye-sama ga kasian sama saya?!" (Kok nyasar ke Groundwet ya .,.)

Mereka pun terus mengomel, sampai beberapa detik kemudian, seorang pasukan bertanya :

"Terus kita mundur ato kagak nih? Cepeten, rem itu sekali teken aja mang,"

Kejora menjawab pelan, "Mundur aja dah,"

"Baiklah. MUN-"

Belum selesai itu pasukan merintah pake suara baritonnya, Makamunye teriak pake suara tenor :

"JANGAN MUNDUR! YOU SON OF B***H!"

Dan kalian bisa nebak suasananyewt kan? Mendadak diam dan membisu. Tak lama setelahnya, pasukan yang tadi melapor jatuh tak berdaya.

"Aaarkh..." lirihnya.

Lagi-lagi, panah menembus dada. Sudah, meninggal dia. Makamunye teriak lagi, "SON OF B***H AND S***!"

Pasukan-pasukan lain datang. Mereka menutupi Makamunye demi hak perlindungan. "LINDUNGI HITTOOOOU!" perintah salah satu pasukan.

"YA! LINDUNGI HITTOU!" jawab pasukan lain.

Kejora facepalm akan kejadian ini. Makamunye mengangguk bahagia. Aneh bener jadi tuan emang. Tapi yang ini belum parah lah, karena belum ada Jaykretek.

"Oh baka. Makmunye-sama sudah kehilangan sadar," batin Kejora. Kejora mendobrak para pasukan yang ada di jalan Makamunye. Tanpa beribu bacot lagi, langsung saja ia berteriak :

"MAN-TEN-BARU!"

Makamunye masih ga peduli. Tentu saja Kejora mendekatkan pandangannya dan nge-headbutt kepala Sang Hittou Gaje ini.

"A... A..." Makamunye jungkir ke belakang. Bersamaan dengan itu, kursi goyangnya makin lama makin retak, dan... Menjadi debu-debu kayu saja.

R. I. P. Sementara : Batin Masamune
R. I. P. Total : Kursi Goyang Kayu

(Apa-apaan RIP itu hah? -_-)

Skip to the night, after that absurd fight!

Terlihat Makamunye memeluk pohon kenari. Ga cuman meluk, bahkan Makamunye rela nabok jidatnya ke pohon itu.

"Hiks! Hiks! Huu-huu! Weew-weewk!" isak Makamunye seiring penabokan jidatnyewt.

Kejora yang daritadi mandangin itu tuan sudah tak tahan lagi. Akting Osu Hittou nemen banget dah. Bayangin orang jedukkin kepala ke pohon kenari sampai 10 jam tanpa henti, tanpa ambil nafas, maksud saya mungkin reaksi kalian sama kayak Kejora saat ini.

(Readers : "OH... YA?" *natap sadis Author)

Kejora pun menyiapkan kapak. Dengan kapak itu, ia bergegas untuk memotong pohon kenari yang dipeluk Makamunye.

R. I. P. Total : Pohon Kenari (WOI INI LAGI)

Makamunye secara reflek menghindar dari GeTuPoK SaDePatTang (GEjala TUmbang POhon Kenari SAma DEngan PATah TANGan) "Kenapa, Kejora? Aku lagi galau..." tanyanya kemudian.

Kejora menjelaskan alasannya, "Tak ada gunanya sudah, Makamunye-sama. Galau cuman gara-gara hal itu, sampe jedukin kepala ke pohon, itu memalukan..."

Makamunye menatap Kejora serius. Kejora pun demikian. Kejora memberi wasiat, "Dengarkan kakekmu ini, Mantenbaru. Saya tak pernah takut kematian. Tapi... Saya takkan menyerahkan nyawa semudah itu!"

Makamunye terkejut mendengarnya. Kejora menundukkan dirinya ke Makamunye-sama dan melanjutkan wasiat :

"Makamunye-sama... Bukanlah Makmuny-sama salah satu dari pemimpin negara-negara? Karena itulah, Makmuny-sama memiliki tanggung jawab,"

Mata Makamunye berkaca-kaca tiga. "Makmuny-sama, lihat dengan mata anda sekarang. Ini semua uneg-uneg anda, tanpa kecuali," kata Kejora lagi. Kali ini ia sambil menunjuk suatu panorama.

Makamunye langsung memandang panorama yang dimaksud. Tak perlu dibingungkan lagi, panorama tersebut adalah panorama tombak ukir yang tertancap di mana-mana. Melambangkan kematian pasukan-pasukan Osu tadi.

R. I. P. Total : Uneg-Uneg Dateng Makamunye, pada jam 11.11 di lapangan tempur tercintah (#PLAK)

End of Flashback...

Akhirnya, Makamunye mengerti, "Kau memang tidak memiliki rasa takut. Tapi, kau tak boleh membiarkan nyawamu terlepas dengan mudah, kan?" ucapnya.

Makamunye berdiri. Ia melanjutkan ucapannyewt, "Kata-kata itu keluar saat aku galau di pohon kenari... Wkwkwk..."

Makamunye tersenyum setelahnya. Ia memandang matahari terbenam dengan indah. Meskipun hanya memakai boxer, Makamunye tetap eksis dengan senyum tadi. Kejora akhirnya bisa bernafas lega, "Syukurlah..."


LaTaR tEmPaT : *ai's Dojo

Masih, Shinteng bobok dengan polosnyewt. Dengan kepalanyewt yang botak, ooh... Tambahin dot, jadi anak bayi yang keren! (dipentong Shinteng)

Masuklah Yupimurah ke ruang ini. Kalian pikir Calon Katak, I mean Calon Macan Gedhe ini ga kangen sama induknyewt? HAH? (woi) Yupimurah pun menunduk ke Shinteng. Sepertinya ia hendak berpamitan :

"Oyakatak-sama... Sebentar lagi Kanada Yupimurah mau ke kastil Obaka, semoga Oyakatak-sama dapat mendengar pamitku ini..."

Tak lama setelahnya, Yupimurah memandang kapak dan armor Shinteng. Ia pun teringat akan suatu hal, "Aku hanya pria yang sok lugu di hadapan anda... Masih tak ada yang berubah, meski sejak hari itu..."

Begin of Flashback!

Malam itu Yupimurah sedang latihan dengan kedua permen Yupi besarnyewt di lapangan belakang dojo. Ia pun berteriak membara :

"HAAAAAAAAAH! HEPPIIIIIIIIEH!"

Tanpa disadari, ada yang ngintip dari atas... Entah siapa, tapi Yupimurah masih saja latihan dengan serius.

"Haah! Inii! Inii! Dan ii- Woah!" ia berhenti mendadak karena terkejut, terkejutnya karena merasakan gelombang hantu fm. "Siapapun dirimu... Hati-hati dong! Kalo tadi kena mulut ntar Yupiku ga bisa dicharge! Uang nipis neh!" perintahnya.

Orang yang tadi dianggap gelombang hantu, menampakkan dirinya. Rupanya ia seseorang yang berambut choco mencar, dengan bingkai dan corak-corak hitam di mukanyewt, serta baju yang mirip tentara. Ia bertanya, "Kau bahkan berlatih malam-malam begini? Ckck!"

Yupimurah tambah terkejut melihatnya. Iyalah, karena dia adalah... "MONYET TURUNAN TENTARA-DONO!"

"..." yang dibilangi monyet itu hanya bisa melakukan 1 hal : sabar sambil goyang sikut. "Serah loe dah," katanya pelan.

Yupimurah yang tambah tambah terkejut langsung minta maaf, "Buju buset minta maep Sangsuket! Habis rambut Sangsuket mencar kayak monyet belom keramas!"

Mendengarnya, Sangsuket stress sejenak. Yupimurah kemudian bertanya, "Memangnya Sangsuket sudah menyelesaikan misi Oyakatak-sama?"

"Tentu saja mang! Serangan Belanda yang memanfaatkan angin menjadi kesukaan klan Sangsuket. Lagigipulla, ini misi terakhir dari beliau!" jawab Sangsuket enteng. Kelihatannyewt demikian, tapi batin masih tak terima dipanggil monyet.

"Sou..."

"Kau sepertinya kesulitan memimpin wilayah ini, danna. Mungkin danna memerlukan pasukan Ala Sangsuket! Hohoho!"

"Eh, benarkah?"

"Sudah jelas! Yang danna perlukan bukan pasukan biasa..."

Yupimurah kebingungan. Tiba-tiba saja...

Srekk, srekk, baling-baling Belanda Sangsuket sudah siap. Ia berkata sarkastika, "Jadi, biarkan aku menguji danna!"

Baling-baling Belanda Sangsuket mengarah ke Yupimurah, tentu saja Yupimurah harus menepis dengan Yupi-Yupi tersayangnyewt. "Apa-apaan ini? Sangsuket?!" teriaknya.

"Kan sudah kubilang... Aku akan menguji danna, seberapa pantas danna bisa menggantikan induk danna itu! Katak-katak-sama... Eh, tora," jelas Sangsuket.

Yupimurah mengerti. Ia balik nanya, "Jadi saya harus serius kan?"

"Iye! Tunggu apa lagi! Ayo kita mulai!" seru Sangsuket. Mereka pun menjaga jarak. Yupimurah maju, menepuk-nepuk perut Sangsuket dengan tombak Yupi-nyewt. "Ni-ni-ni-ni-niieh!"

Memang kena... Sayangnya Sangsuket ga jadi kalah karena kegelian Yupi, wong dia menghilang. Jadi yang tadi diserang cuman baling-baling Belanda besar. "What da- Blandarimi no Jutsu?" Yupimurah tak terima.

Sangsuket muncul di belakang Yupimurah. Ia berkata, "Jika kau bisa mengalahkanku, berarti kau layak menjadi pemimpin kami!" Langsung Sangsuket membuat bayangan-bayangan dirinya, mengelilingi Yupimurah.

"Saru Bunshin no Jutsu!" Yupimurah makin greget, "Sebenarnya apa yang kau inginkan, HAH? SIIIINI KAAAAAAU!" serunya. Ia menggelitiki beberapa Saru Bunshin Sangsuket dengan Yupi, supaya menyerah akan percikannyewt. Sayangnya...

Sangsuket yang asli muncul di belakang Yupimurah persis...

Dan dia...

SYUUH!

Mengarahkan baling-baling Belanda ke leher Yupimurah. "Kau sudah dikalahkan, danna. Untung saya monyet, kalau orang beneren kepala danna pasti ilang sudah!" katanya.

"Kus-so! Dan kenapa sekarang malah Sangsuket sendiri yang bilang dirinya monyet!" lirih Yupimurah. Sangsuket menjaga jarak dan membuat bunshin lagi, sambil mengingatkan, "Kalau saya sendiri boleh... Soalnya lagi mood! Dan kalau danna tak bisa menyerang kami... Kau takkan bisa menggantikan indukmu!"

"LAGI-LAGI SARU BUNSHIN NO JUTSU!" seru Yupimurah. Tak lama setelahnya, ia memejamkan matanyewt. Sepertinya Yupimurah mau menggunakan naluri. "Di antara seluruh Saru Bunshin ini, pasti hanya satu yang benar-benar berbulu monyet, dan terdapat 4 pisang di dalamnya," batin Yupimurah.

Dan akhirnya ketahuan... Sangsuket yang asli berada di belakang kiri. "Tertangkap kau!" seru Yupimurah pelan. Ia memiliki akal. Ia membakar permen Yupi dengan api-api di dekatnya. Lalu ia maju tak gentar. Sementara itu 4 bayangan-bayangan Sangsuket udah maju duluan.

Dengan rasa tak peduli, Yupimurah mengarah ke Sangsuket yang diketahui lewat naluri tadi, "RASAKAN INI! YUPI MARSHMALLOOOOW!" teriaknyewt.

Jurus baru Yupimurah! Horee! Padahal tadi dia bilang kalau Yupinyewt ntar ga bisa dicharge. Tapi ya sudah gitulah wkwk-

Sangsuket terkejut, menghindari tubuhnya dari tombak Yupi. Tapi, Yupimurah telah menancapkan Yupi ke kaki kanan Sangsuket. Itu jaraknya duekket. Sangsuket pun menyerah. Ia bernafas lega saking ga tau, "Untung saja..."

Fruh...

Yupimurah natap kaki Sangsuket dengan awkward. Langsung Sangsuket nyadar dan nyium-nyium kakinya. Kapok deh! "Panas! Panas! Bau enak lagi! Ntar dikerubungi semut! Ga mauuuuu!"

Sangsuket lari ke dalam dojo untuk mencuci kaki. Iyalah, biar terhindar dari semut-semut yang akan hinggap. Ckck, padahal kamu ini monyet, sama semut aja takut. (Dissa disuduk)

Setelah seorang monyet mencuci kaki di dojo katak...

"Oh! Aku berhasil?!" tanya Yupimurah kegirangan. Sangsuket menjawab sambil mengelus-ngelus kakinyewt, "Iya. Tapi danna harus lebih percaya dengan dirimu lagi,"

"Apa harus begitu, Sangsuket?" tanya Yupimurah lagi.

"Ekhem, maksud monyetmu yang ganteng ini... Caramu bertarung masih ceroboh,"

"Hmm... Tapi, demi Oyakatak-sama, suatu saat nanti aku pasti menjadi lebih jeli!"

"Baguslah kalau kau semangat kembali! Mulai hari ini..."

Drep! Drep! Drep! Rolling in The Drep! (salah)

Muncullah beberapa ninja hitam, "Kami adalah pasukan calon katak, eh, macan!" seru Sangsuket. (Perasaan dia keceplosan terus)

"WOW!" Yupimurah langsung senang banget.

End of Flashback!

"Dan kini... Apa yang kukatakan hari itu... Harus bisa menjadi kenyataan," kata Yupimurah. Sekarang ia menaiki kereta Yupinyewt, menuju Obaka.

"Danna, apa kau mau jika aku ikut pergi?"

Sangsuket yang bertanya pun menyusul di samping Yupimurah. Yupimurah menjawab, "Tidak usah. Aku, kereta Yupiku, dan Tuhan, akan pergi bersama-sama... Itu sudah cukup,"

Sangsuket diam di tempat, dan berkata, "Okelah kalau begitu. Serahkan padaku dalam penjagaan wilayah *ai!"

Yupimurah berlalu ke depan... "Seorang Cebong, eh, Katak, eh, Macan! Seorang Macan Muda pergi sendiri ke wilayah Obaka. Dia harus membuktikan bahwa dia pemimpin kami..." batin Sangsuket dari kejauhan. (Dan dia masih aja keceplosan .,.)

"JAA NA!"

Perlu diingat : Meskinya Shinteng dipanggil Oyakatak, bukan berarti Shinteng kataknya, Yupimurah cebongnyewt. Kalau Dissa pernah nulis gitu berarti gantilah jadi MACAN! (...)


latartempat : entahlahyangjelasdaerahyangbanyakpohon-pohondansaatinigadiscilikhendakpulang (Readers : "Yang jelas dikit napa?" Author : "Bah! Hak guah!")

Seperti yang dikatakan di latar tempat, saatinigadiscilikhendakpulang- (OKE UDAH)

Saat ini, gadis cilik yang dikenal sebagai puteri Iyo Kobong, Surunimo, hendak kembali ke Satrika's Baseball. Di tengah jalan dia, ada marmut lewat sebentar. GarGar marmut tadi dia malah keinget sama...

Ie...

Yadonk! (Yadonk, bukan Yadong, awas nganggap Yadong ini bukan Korea)

Ieyadonk! Yang tadi banyak lipasnyewt itu! Yang ketombean itu! Yang nangis darah itu! Yang tubuhnya berlumur larva itu! (#PLAK)

"Aku harus memberitahukan Ieyadonk ke Begonicinn-nee sama! Serangga sudah merasukinyewt, ketombe juga sudah hinggap di rambut die!" seru Surunimo.

Tak lama ia berjalan, ia dikagetkan oleh kemunculan Motorchiki dan Bambu. Surunimo teriak, "Nelayan telantaran! E-eh, bajak laut!"

Dengan senyum, Motorchiki menyapa Surunimo, "Holla gadis kecil! Senang bisa bertemu lagi!"

Surunimo menyiapkan tembakan panah, tapi Motorchiki langsung memberi tahu tempe akan tujuannya, "Keep kalem, kelles, bules. Aku ke sini cuman mau nanya,"

"Emang orang kayak elu nanya apa?"

Majulah Bambu ke arah Surunimo. Ia memulai ceritanyewt, "Pada suatu hari, seorang pemuda berjalan bebas mengelilingi dunia. Namanya adalah Roda Bambu. Lalu, ia bertemu dengan seseorang yang berdandan separoh mumi separoh merah. Bola yang mengelilinginyewt ada 7!"

"... Lalu...?" Surunimo agak bingung akan cerita tersebut. Langsung saja Bambu melanjutkan, "Dia menggembok diriku seperti ini! Ada rodanya di sini! Dan yang ngiket tanganku saat ini adalah kayu bambu! Betapa ngenesnya hidup ini berhari-hari tak bisa ganti baju!"

"Eh? Jadi apa kaitannya denganku?" tanya Surunimo.

"Di malam itu, aku bertemu seorang bajak laut. Dia bilang, kalau KAU... Adalah gadis yang bisa menolongku! Maka kami beraliansi dan datang kemari. Gurl, help me gurl!" cerita Bambu sekaligus memohon. Ia mendekati Surunimo dengan susah. Dan kembali memohon :

"Tolonglah! Carikan kunci penyelesaian dari kurungan bambu ini!"

Surunimo tersentak. Dan Motorchiki cuman ngangguk-ngangguk di belakang. Surunimo kemudian bertanya, "Apa setelah memberimu kunci, kau mau melepasku?"

Motorchiki dan Bambu ngangguk berjamaah. Surunimo tersenyum, dan mulai menyiapkan panah asmaranyewt, "Serahkan
ini padaku!" serunya.

"Haaaa...!" panah bersedia untuk dilepaskan, namun ia terbayang seorang pria. Pria yang dikelilingi oleh bulu-bulu gagek hitam. Jangan lupa molekul-molekul dia. Ia membawa dua silet besar di punggungnyewt.

"Mungkin hanya perasaanku..." gumam Putri Iyo Kobong ini. Panah pun tertembak ke langit. Saat itu muncullah bulu-bulu gagek yang berjatuhan. (Sebenarnya mau nambah molekul, tapi molekul hampir tak terlihat apa boleh buat .-.)

Surunimo memasuki gelombang cinta. Tepat di depannya, terlihat Kuuman Ketara, dengan senyum evil (if u know sifat kuman). Surunimo terpanah, pipinya yang lembut itu memerah seketika.

"Ah..." Surunimo sepertinya terlalu mencintai personel Kuuman, ya?

Back to Reality, Surunimo bingung sendiri, "Hah? A-apa?"

Motorchiki dan Bambu masih setia menunggu dengan senyum, udah gitu gigi yang di sela-selanya ada lumut pun dipaparkan. Ampun... Kalo Bambu masih wajarlah, tapi Motorchiki kan tangannya masih bebas jangan dong!

"Terbang bersama angin dengan bulu gageknyewt... Aku pun merasakan molekul yang mengelilinginya... Ini mirip cinta pandangan pertama!" kata Surunimo bahagia.

"Cinta?" tanya Motorchiki.

"Bulu gagek? Angin?! Molekul?! TERBANG?!" tanya Bambu ga jelas.

"Apa? Jangan-jangan..." lagi-lagi Surunimo terbayang akan Kuuman. Kuuman kali ini muncul di atas suatu dojo. Tentunya Surunimo kembali berbunga-bunga. Ia berkata girang : "Ini... Sudah takdir!"

Motorchiki bertanya kebingungan, "... Takdir?"

"SUDAH! SUDAH! STOP BECANDA! SEKARANG MANA ITU KUNCI? HAH?" gerutu Bambu, mengguncang badan Surunimo kencang.

"Ngg... Jadi, kau ingin tahu bagaimana kami bertemu pada awalnya? Ah... Aku malu nih... Tapi akan kuberitahu kau!" kata Surunimo kemudian. Bambu dan Motorchiki hanya bisa nurut.

5 menit 4 detik 3 per-detik kemudian, setelah 2 orang galau nunggui 1 putri yang menggambar...

"Nih! Orang itulah yang datang untuk menemuiku! Satu-satunya tanpa menu tambahan!" kata Surunimo, sambil menyerahkan sebuah gambar. Gambar itu adalah gambar Surunimo nge-blush, memeluk sikut Kuuman yang berwarna ungu (wajarkan nak, dia Kuman .-.). Kuuman dikelilingi oleh molekul-molekul yang digambarkan dengan titik-titik. Mulutnyewt juga mangap. Di bawah Kuuman dan Surunimo, ada kucing yang diberi topi ungu dan tombak kecil. (Sumpah, keterangan terakhir ngawut sekali)

Motorchiki dan Bambu kaget melihatnya, "Jangan-jangan... Orang ini..." seru Motorchiki.

"AH! SANG NINJA GAGEK BERKUMAN!" seru Bambu juga.

"Hmm... Mungkin perkataan Surunimo tadi benar!" kata Motorchiki.

"Tapi kok bisa Kuuman begini yang bawa?" tanya Bambu. Tak lama setelahnya ia membuang kertas gambar, dan berseru :

"KOK BISA SEEH?! KOK DIA?! DIAA?! GIMANA CARANYE HAMBA UNTUK BEBAAAAAAS?"

Surunimo cuman bisa sweatdrop mendengarnyewt. Tak lama setelahnya Bambu menoleh ke Motorchiki, menerka, "Kalau tak salah Kuuman itu bagiannya Bejo, kan?"

"He-eh," jawab Motorchiki dengan satu kata, empat huruf, singkat, padat, jelas, "Dan Bejo itu bagian aliansi Ieyadonk kan?!" terka Bambu lagi.

"Pasti! Kakek-kakek tua emang pikun seh!" jawab Motorchiki. Bambu pun kehabisan sabar.

Ia berseru sambil jalan ke arah lain, "Kalau begitu mari suruh HaMum untuk mengambil kuncinya! Meski aku benci, ABOBWA?! Apa BOleh BuWAt?! AYO PERGIIIII! KE OOBAKAAAA!"

Motorchiki tertinggal. Ia mengejar Bambu dengan pelan (err... Itu kayaknya bukan mengejar lagi deh .,.), berteriak, "TUNGGU! O-OOI! OOOOI!"

"CEPATLAH BAJAK LAUT! NTAR KUNCINYA DIJADIIN VIRUS!"

"TUNG-GUUUU! GUE PINCANG WOOI!"

"AKU TAMBAH PINCANG NAAK! AKU DISANDERA GINI TAMBAH PINCANG DONG NAAK!"

"AAARKH! TUNGGULAAH!"

Surunimo tak acuh akan adegan Bambu dan Motorchiki. Pipinya merona. Matanya menatap langit yang cerah. Mulutnya berkata pelan, "Dia sangat berarti bagiku..."

Motorchiki yang tadi mengejar pelan terhenti, menoleh ke arah Surunimo, dan bertanya :

"... 'Bagiku' apaan?"


Latar tempat berganti ke Sundul. Tepat di Dojonyewt. Di dalamnya, kita bisa melihat Kopicin, yang saat ini tangan-tangan hitamnyewt ditusuk oleh benda-benda tajam hitam. Juga di samping Kopicin, ada Tadatsagu dan Kuuman yang mengawasi gerak-geriknyewt. Mungkin pikiran Kopicin yang diawasin kayak gini :

"Apaan sih niat orang yang rambut modelnyewt kayak perempuan sama orang yang bermolekul di tubuhnya? Ngelamar gue? Maaf aje ga sudi..."

20 detik kemudian, datanglah superhero kita! BOBOIBOOOOY! BERSAMA YIING! YAYAA! GOPAAL! FEENG! ADU-DUU! PROBE! (#PLAK) (Lagian tulisannya pake A, bukan E .,.)

...

...

Okeh, kebenarannya adalah dojo ini kedatangan superhero kita yang Machombrot, yaitu HERCULES! WOW SINI NAAK! (...)

"WOI NARASI YANG BENER NAPA?!" bentak Tadatsagu yang telinganya peka akan narasi. (Ini kan studio, jangan heran)

Hah... Terlalu banyak iklan hari ini! (Itu gara-gara elu deh) Sebenarnya dojo ini kedatangan superhero kita yang Machombrot dan ber-hood kuning! Ialah... IEEYADOOOONK!

"NAH! IEEYADOOOONK!" seru Tadatsagu kesal.

Ieyadonk bertanya ke para pengawas, "Bagaimana kondisi Kopicin-dono?"

"Hah... You know, Ieyadonk? Kopicin-hime itu kayak iblis 9 turunan! Dari tadi ga mau makan! Padahal sudah ane siapin bubur darah juga ga mau dia! Juga dia ga mau bicara! Emang puppet harus digerakkin? Gue udah pegel Ieyadoonk! Lama-lama gue juga bisa jadi iblis kerasukan!" rengek Tadatsagu.

Ieyadonk mendekati lokasi penangkasan Kopicin. Sambil membawa lilin tentunya, ni tempat gelap kok. Saat Ieyadonk menoleh ke Kopicin, Kopicin bertanya dengan gugup :

"... Kau ini siapa...? Dirimu... Bercahaya..."

Ieyadonk menenangkan Kopicin, "Kopicin-dono, kumohon untuk diam! Tidak penting siapa namaku! Dan jika kau begini terus, harapan kami untuk menjagamu sia-sia saja!"

Kopicin malah kembali bertanya, "Tapi... Kau... Kenapa kau juga berlumuran darah? Seperti saudara GAGALku saja..."

Tentu saja sebagai pengawal Tadatsagu tidak terima, "BILANG APA KE IEYADONK? BERANI AMET YEE!" Kopicin merinding setelah mendengarnya.

Ieyadonk yang ingin menghindari adu mulut ini segera mengheningkan suasana dengan teriakan, "CUKUP!"


Dan... Latar tempat berganti ke... Satrika's Baseball. Kita bisa membayangkan Keji dan Begonicinn yang berdiri di depannyewt. Sambil memandang mentari di atas, Keji bertanya pelan :

"Hideoishi-ko... Kenapa... Kau dikalahkan oleh Ieyadonk? Aku tak percaya meski prinsipnyewt Ieyadonk..."

Tak lama kemudian, terdengar suara seorang gadis cilik (tapi bukan Af**a lo ya! *dihajar), "Hey! Jangan ngikutin gue teros!"

Juga, terdengar suara tua-tua serak. Kalian ngira ini kakek-kakek makan getah, tapi bukan loh! (...) "Bukannye kamu yang jalan di depan saya?!"

Langsung Keji dan Begonicinn mengalihkan pandangan ke kedua orang pembuat suara tersebut. Ternyata mereka adalah Surunimo dan Motorchiki. Entah apaan tujuan Motorchiki, melu ae wes... (Ikut aja dah...)

"Alasanmu selalu seperti itu mas kakung!" eyel Surunimo.

"Ah, Motorchiki, kan?" seru Keji, menunjuk Motorchiki yang berjalan ke arahnyewt. Tentu saja orang yang dipanggil merespon, "Eeh... Rupanya kamu, Maedan Crymboh!" (baca Crymboh : Kurraimboh)

Surunimo hanya bisa menatap sadis akan Motorchiki. Tak lama setelahnyewt, Surunimo memandang Begonicinn. Ia segera menuju ke arahnya, dan berseru, "Begonicinn-nee sammaaaaah! Dengarkan curhatku tentang dirinya! Ieyadoonkk-san! Betapa anehnya tingkah lakunya! Ia membawa aura yang menyedikan, tapi tujuannya masih blur!" Kalau kalian denger lagu Pierrah - Dengarkan Curhatku, pasti kalian familiar akan perkataan Surunimo.

"Ah... Begitukah?" tanya Begonicinn. Yang jawab malah Motorchiki lagi, "Tepat sekali tanpa hadangan! Satria Baja! Lebih baik kamu masuk pihakku deh... Aliansi Barat itu jempolan! Lagipula daerahmu pernah disewa itu Sikidal!" (Pake nawar segala lagi .,.)

Tanpa beribu bacot Begonicinn menjawab, "Sayang seribu dollar sayang, kami sudah putus kontrak,"

Tiba-tiba muncul seorang pasukan dari Begonicinn, dia nyanyi lagu BeBeBe yang berjudul Putus Nyambung!

"Putuss Nyam-bung putus nyambung putus nyambung... Sekarang putus! Esoknya menyesal!"

Motorchiki menggait pasukan itu dengan pancingannya, tinggal diputer-puter sama dia. Pusing, jatuh sendiri, itulah nasib Si Pasukan.

R. I- (Motochika : "Lu ga bakal pake konsep RIP lagi kan Thor Dissanubari Alien...")

"Baiklah. Kontes selesai, dan kini ijinkan aku balik nanya. Motorchiki, kenapa kamu bergabung dengan aliansi Sikidal? ... Setahuku kau memiliki banyak perbedaan dengan Totokpaha itu," kata Begonicinn tegas.

"Alasannya... Eh? Kau tau, orang-orang era ini pasti berubah. Contohnya IEYADONK! IEYA-IEYADONK NTU ANAK!" jelas Motorchiki dengan tiga perempat greget.

"Memang apa yang terjadi padamu?" tanya Keji yang dapet seperempat greget dari Motorchiki. Motorchiki memejamkan matanya. Ia mengerut-ngeruti mukanyewt yang penuh amarah. Ia pun berkata :

"Dia telah merebut... SEMUA BUJANGANKUUUU!"

(Pastikan kalian ga baca ini sambil ling-lung karena apa yang saya tulis di sini benar-benar tegas dan permanen)


"Mulai dari Okshigen... Bekunocair... BAHKAN YESUNGKU... Hiks..." lanjut Motorchiki di bagian dalam Satrika's Baseball.

Keji menghadap Motorchiki tak percaya, "Tak mungkin! Ieyadonk melakukannya?!" pekiknya.

Motorchiki bersumpah, "Aku akan membalas kematian para bujang! Takkan kumaafkan Ieyadonk! Kenapa? Ieyadonk?!" di samping Motorchiki bersumpah, Begonicinn nanya lagi,

"Darimana you tau, if Ieyadonk melakukan that hal?"

Motorchiki mengambil bendera Tokobawang dari kesaknya. Ia berseru, "Lihat, para fansku! Ini adalah bukti yang 100% akurat dan terpercaya! Dia sengaja paparkan bendera ini di atas korban bujangku! Bahkan... Ada tulisan 'NGANTANG KAKILAH TOKOBAWANG!'!"

Begonicinn ngangguk-ngangguk pelan. Namun... Ia merespon dengan : "Itu belum tentu akurat, Motorchiki,"

Langsunglah Gadis Matrek Setrikaan (?) ini menuju ke sebuah kotak. Dibukalah kotak tersebut, hasilnya, terdapat beratus bendera negara. Sambil ngotak-ngatik bendera, Begonicinn menjelaskan,

"Kami, Satrika-shuu, adalah pasukan bayaran! Kami juga memiliki bendera pasukan lain. Setelah kami satrikakan, sengaja kami gunakan benda-benda ini untuk menyerang, menipu, bahkan memakainyewt sebagai saputangan dan sebagai lap 'itu'!"

Begonicinn kemudian melempar bendera berlambang klan Chosoksate ke arah Motorchiki. Ia bertanya lagi, "Jadi itu yang membuatmu ingin balas dendam? Baka,"

Motorchiki geleng-geleng, "Kau kira itu bisa dipercaya?" balasnya kembali dengan tanya.

"Ah, atau kau tembak saja dia," usul Begonicinn kemudian. Motorchiki bingung sendiri. Ia bertanya (untuk yang kelagi-laginyewt), "Tembak beneren nih? Pake shotgun? Bazooka? Ato magnum?"

"... Maksud gue tembak dan lontarin perasaan cinta lu,"

"Apa? Gue ga punya cinta lagi! Dis hart is veri broken yu now dat?!"

"Halah, bohong. Kalau dilihat saat ini kau seperti pria yang mau transgender,"

Motorchiki dan Keji terkejut akan omongan Begonicinn. Pastinya, transgender kan sangat tidak senonoh. Motorchiki meraung. Pancingan ia siapkan. Tenaga dipenuhkan... Ia berteriak :

"BERANINYA KAU MANGGIL GUE TRANSGENDER! ITU TIDAK CUCOK!"

Creng! Brek!

Pancingan Motorchiki, yang mau menangkap rambut Begonicinn tadi, terhadang akan pisau keramat Keji. Besar dan tajam. Tak lama setelahnya, Keji melepas hadangan. Motorchiki juga menurunkan senjatanyewt.

"... Begonicinn, kurasa katamu tadi benar. Kita harus tembak Ie-YADONK!" kata Keji ke Begonicinn. Lalu, Keji menghadap ke Motorchiki lagi. Ia berkata, "Aku juga asal barat kok. Tapi, Begonicinn kan teman wanita kita. Transgender memang tak senonoh, tapi merampas rambut wanita lebih tak senonoh dari apa yang kau bayangkan!"

"Lebih tak senonoh gimana Crymboh?" tanya Motorchiki. Keji malah tertawa. Lalu ia serious face. Sambil berkata, "Lupakan. Lagipula... Aku sebagai Crymboh juga ada urusan dengan Ieyadonk. Lihat saja,"

Surunimo, yang sejak tadi cuma ngamatin pun memanggil Begonicinn, "Nee sama..."

"Hmm? Sepertinya kita akan pergi, Iyo Kobong no Hime," kata Begonicinn dengan sedikit senyum, "Soalnya ada 2 orang yang akan menembak hati Ieyadonk... Khukhu..."


Latar tempat kini adalah Sundul (... Lagi). Ieyadonk sedang berdiri di depan pintu masuk bersama Adakatsunya. Ieyadonk menatap langit yang tertutup banyak awan. Sambil berkata puitis :

"Awan bukan satu-satunya benda yang menyembunyikan sinar matahari. Tapi... Hati dan pikiran manusia juga..."

Adakatsunya cuman bisa ngamatin itu tuan. Kemudian Ieyadonk berbicara padanya, "Adakatsunya... Aku ingin menghapus para penghadang. Dan akan kubuat dunia yang lebih damai. Dengan Ikatan Tali Sepatu tentunya!"

Sementara Ieyadonk lagi mandang langit, di kastil Obaka, Mitsunyanyi masih saja duduk memandang monyet dan topeng zorro di hadapannyewt, "Hideoishi-sama..." ucapnya dengan falseto yang pas.

Di luar dojo, ada Kanada Yupimurah yang mau minta pencerahan tujuan. Tapi yang saya bingung mendadak kudanyewt ilang. Mungkin di tengah jalan itu kuda pulang kampung deh...

Yupimurah kemudian disambut seorang santa yang bernama Pikachu Mochipiring, "Woy Si Harimau Muda sudah keren nak!"

"... Oh! Pikachu-dono!" balas Yupimurah dengan senyum berkah tujuh atasan. (Kalau tujuh turunan udah dipake tadi) Mochipiring kemudian berkata, "Seperti kata Shinteng-donn, hal yang menyenangkan di dunia ini adalah melihat orang dekat kita bertumbuh dua jakun!" Mochipiring pun tertawa santa setelahnya. Woi, kakek, cuman mau ngingetin, natal udah lewat jauh... Kenapa masih ketawa santa ga lucu banget.

"Ah! Pikachu-dono punya ilmu ramal ya? Kok bisa tau kalau saya mau punya jakun satu lagi? Padahal saya sendiri tidak merasa..."

"Soal itu sih... Kan klan Pikachu memiliki jurus listrik. Kami menggunakan kabel transparan, menghubungkan tubuhmu dengan otakku! Jadilah saya tau hohoho..." (Jangan terlalu percaya kalau manusia punya 2 jakun. Inget kalau ini cuma FanFict .,. *Author dihajar)

Yupimurah sweatdrop akan penjelasan Mochipiring. Si Mochipiring berkata lagi, "Saya jamin mulai episode mendatang suara kamu jadi double gentle,"

Yupimurah makin bingung. Tapi apa boleh buat... Yupimurah berkata, "Saya tidak begitu mengerti, tapi... Hah, percaya aja deh,"

"Ngomong-ngomong, kau mau bertemu Sikidal Mitsunyanyi-dono ya?!" tanya Mochipiring.

"Tepat sekali! Aku mau minta pencerahan langsung mengenai tujuan perang beliau!" jawab Yupimurah, "Sebagai panglima peperangan...!"

Yupimurah pun memasuki dojo Obaka. Kini Yupi dan Mitsun duduk dan saling berhadapan. Muka Yupimurah tegas, muka Mitsunyanyi kayak zombie kekurangan pangan.

Sebagai seseorang yang ingin tahu, Yupimurah memulai topik pembicaraan, "Mitsunyanyi-dono, sebelum berperang, ada yang ingin kutanyakan... Sebenarnya, apa tujuan Mitsunyanyi-dono dalam peperangan ini?"

Perlahan, Mitsunyanyi menjawab, "... Tujuanku? Sebenarnya... Aku tidak memiliki tujuan..."

"Hah? Demi apa? Tapi apa kenapa mesti bawa nama Totoktumit-sama?" tanya Yupimurah dengan muka tak percaya, "Aku hanya ingin membalas dendam Hideoishi-sama!" kata Mitsunyanyi tegas. Lalu ia menjelaskan maksudnya :

"Hanya dengan tujuan PKI, Penggal Kepala Ieyadonk, itu karena ITS, Ieyadonk Tolol Sedunia! Soal yang lain, aku tak peduli! Bener-bener cari gara-gara itu Ieyadonk! Pasti akan kupenggal dan kalau boleh kubelah tubuhnya. Dimakan Hakim Mumet boleh juga..."

"Hontou desu ka?! Aku yakin tujuan Totoktumit Hideoishi-sama tak seperti itu! Tujuan Hideoishi sama pasti positif, kan?" protes Yupimurah.

Mitsunyanyi terdiam. Pedang ia angkat, lalu ia buka dari tidurnya. Iyalah, pedang udah enak di cangkang dia diseret ga enak banget! Mitsunyanyi meraung, "GROOOAR! JANGAN SALAH PAHAMI TUJUAN HIDEOISHI-SAMA! KAU BUKAN BUDAK HAJAT HIDEOISHI-SAMA KAN!"

MIIII! Creling..!

Mitsunyanyi menyerang tapi berhasil ditepis Yupimurah. Mereka akhirnya lawan-lawanan satu sama lain. Inilah sfx yang bisa diambil :

MIIIII! Creling! MIIII! Creling! DOO MII SOOL~! Creling! Mii... La! Faa mi ree do sii sol sool fa miii... Creling! Creling! Syuut! Syuut! (Yang 'Mii... La!' dst. Kalau kalian ngerti not lagu, ini sebenarnya menyimbolkan biola kecil Tuan Krep .,.)


Sementara permen Yupi dan calon Nyanyi masih bertarung di dalam dojo, Makam mau membahas suatu topik dengan Yadonk di-Sundul.

"Syukurlah kau sudah lengkap bajunyewt. Kukira kau selamanya gila," kata Ieyadonk lega. Makamunye mengangguk pelan, lalu menjawab,

"Itu kemarin emang gargar gue pengen ngamuk. Ga nyadar baju gue kesetrum..."

Ieyadonk tersenyum pelan, dengan batin yang tertawa terbahak-bahak. Makamunye kemudian memulai topik yang sesungguhnyewt :

"Okay, Ieyadonk. Jika boleh batin ini mengaku, aku sudah kalah melawanmu! Dan artinya aku harus beraliansi denganmu kan?" kata Makamunye.

Ieyadonk cuman natap itu Makam(u)nye. Lalu, ia bertanya, "Sebelum sepakat, mengapa kau sangat ingin melawanku? Ada yang mengganggu dari tampang saya?"

Makamunye berbatin sejenak... "Sebenarnya ini kesempatanku. Aku mau bilang kalau Ieyadonk harus ngurusin diri, tubuhnya itu loh, dan ngolah rambutnya sedikit. Sumpah bikin gue iri. Tapi ga boleh nyinggung..."

Makamunye kemudian menjawab tegas, "Tidak!"

Dan ia menunjuk mukanya yang sengaja dijelekkan, sambil melanjutkan jawabannyewt, "INI TAK LAIN ADALAH SALAHKU SENDIRI, IEYADONK! IEYADONK!"

Ieyadonk terkejut. Rasanya omongan Makamunye kayak cubitan rakun. Makamunye berseru :

"Jadi, Ieyadonk! Aku ingin kita bertarung demi penebusan kesalahanku!"

Ieyadonk memejamkan mata sejenak tanda berpikir akan jawaban. Tak lama, setelah Kejora mengambil foto IeyaMunye dari jauh (...), Ieyadonk berseru ria, "OKAY, BROWH! LET'S ACTIOON!"

Dan pertarungan yang sesungguhnya pun dimulai... Makamunye menyiapkan keenam neonnyewt. Versi 2. Kenapa demikian, itu karena yang dia bawa sekarang berwarna beige, salmon, coklat, putih, silver, dan gold. Gitu tulisannyewt juga ganti, 'Frieska', 'Ghaida', 'Kinal', 'Gaby', 'Jeje', dan 'Sendy'. Di depan, Ieyadonk mengarahkan fist kanan, dan membentuk kuda-kuda yang pas (kuda KARATE, bukan kuda BINATANG!). Mereka langsung saja maju dan menyerang satu sama lain.

"HAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!"

"HIAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAKKH!"

Treng! Thak!


Sool! Criiing! Begitulah bunyi sayatan kesedihan serta percikan gelitik yang dibuat Mitsunyanyi dan Yupimurah. Mereka menyerang terus-terusan, hingga 3 menit terkuras.

Mitsunyanyi masih jengkel. Ia pun berteriak, "DASAR GA NGERTI PERASAAN! TUJUAN HIDEOISHI-SAMA SUDAH BULAT DAN PATUT DIJADIKAN GUBERNUR CIMAHI!"

Yupimurah menggeleng, dan menolak, "JUSTRU AKU MENGERTI, SIKIDAL-DONO! Penderitaan beta sama seperti ente! Saat itu, beta harus melawan air... Kau tau untuk apa? Hah? Untuk.. Memiliki jiwa kepemimpinan Oyakatak-sama, satu-satunyewt!"

Mitsunyanyi makin geram. Tapi ia tetap harus menyerang... "LAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!" teriaknya bersama sayatan kesedihan.

"CHAAAAAAAAAAAAAAAAAA!" teriak Yupimurah pula.

Mereka kemudian digambarkan dengan suatu gambar. Sisi kiri, Yupimurah, dengan background gummy red. Sisi kanan, Mitsunyanyi, dengan background microphone purple.

Mitsunyanyi dan Yupimurah ngos-ngosan. Tak lama setelahnyewt, masuklah HaMum (Geshitsogok) dan Mochipiring. HaMum berkata, "Berhenti kalian, wahai penyanyi dan pemakan!"

Langsung pandangan 2 orang yang terpanggil menghadap ke pintu. HaMum dan Mochipiring menatap mereka dengan tegas, "Tau gak? Suara tarung kalian kayak asteroid dan komet berjatuhan! Ga tau malu kedengeren sampe 100 dojo lain! Apalagi Mitsunyanyi, suaranyewt fales beget buju buset!" seru Geshitsogok.

"Maaf deh... Habis ni anak ajak gelut!" sesal dan tuduh Mitsunyanyi. Yupimurah yang tertunjuk Mitsunyanyi, langsung protes, "Kok beta? Beta cuma nanya tujuan!"

"Hassyat syat! Jangan ribut lagi! Kalo mau saya pentung pake sapu lidi Algojo!" perintah Geshitsogok.

"..."

Mitsunyanyi dan Yupimurah terdiam. Mereka pun kembali ke state semula. Langsung Geshitsogok berkata, "Bagus... Takedok memang kuat kok,"

Kemudian, Mochipiring berseru, "Macan Berjakun Dua!"

Mitsunyanyi berlalu ke luar dojo. Saat itu pula Yupimurah berkata, "Diri ini dan Sikidal dono... Kami memiliki pendapat yang berbeda... Dan karna itulah..."


Makamunye dan Ieyadonk masih menyerang di-Sundul. Di sela-sela pertarungan, Makamunye dan Ieyadonk berhenti dan menghempaskan senyum, "You know? I tidak pernah feel pertarungan like this!" seru Makamunye.

"Great! Dan Dokuganryuu, kau memang orang yang menyenangkan!" seru Ieyadonk pula.

Langsung mereka maju lagi. Mereka sangat bersemangat jika dibilang. Saking bersemangat, Makamunye mengeluarkan jurus andalannyewt, yakni :

"CRAZY SLICE!"

Dengan ini, Makamunye membuat banyak sayatan dari cahaya neon, dan diarahkan ke Ieyadonk.

Wasshoi! Wasshoi! JayKreTek... Forty Eiiiight!

Ieyadonk tak dapat menghindar. Akhirnya ia mendapat banyak coreng. Saat mau bergerak, Ieyadonk dihadang oleh 3 lampu neon. Tentu saja Ieyadonk kaget akan neon tersebut. Makamunye tersenyum bangga, dan Ieyadonk menyusul dengan senyum kaget (woi).

"Ieyadonk, dengan ini kita selesai. Maaf sudah kasar, tapi... Aku tetap mengikuti perjanjian!" kata Makamunye, sambil memasukkan ketiga neon tadi. Ieyadonk tersenyum lebih lebar, dan berseru, "Itulah yang sejak tadi kutunggu!"

Pemandangan di-Sundul kini bermegah-megah. Kejora bangga akan improvement Sang Hittou, "Gini kan semua senang! Ga perlu nuding!" kata Kejora.

Dengan ini, kita mendapat 2 gerakan baru. Yang pertama...

"Kami, para *ai, klan Kanada! Memutuskan untuk bergabung dengan penyanyi ulung yang bernama Sikidal-dono!"

Dan yang kedua...

"Dari Osu, klan Dateng! Sudah ditegaskan! Bergabung dengan Machombrot Ieya-Ieyadonk!"

Aira mengakhiri cerita dengan narasi bikinannyewt sendiri : "Permen berharmonisasi, makam meyakinkan diri, itulah yang terjadi kali ini. Ingat, era ini semakin kacau, dan semua akan hadir di Gigigaraham!"

58 Days to Gigigaraham!


Yee! Finally, after 3 months and some weeks... Hiks :')!

Sudah sampai pertengahan episode, minna-san... Mungkin humor mulai krenyes, ya? Kalau iya, Dissa minta maaf. Tapi jika belum... Serah dah. (halah) Untuk parody Ending (Polaris), akan Dissa garap di Episode 7. Sekian dari Dissa, selamat bersenang-senang di seto!

Oh, tidak lupa kamus!

1. Crymboh : Kuraibo (dalam Indonesia artinya penjelajah)

2. Crazy Slice : Crazy Storm

Regards and Update from me, Dissa Chavalliana ;D