Disclaimer Chara : Naruto-nya- Masashi Kishimoto
Pairing : SasuSaku slight NaruIno
Rate : T
Genre : Action, Adventure, Romance
Warning : AU, OOC, gaje, alur maksa, berantakan, typo bertebaran, dan masih banyak kekurangan lainnya yang tidak bisa disebutkan satu-persatu.
" Konoha Underground "
( terinspirasi dari anime Tokyo Underground )
Author : Saita Hyuuga Sabaku
Don't like Don't Read
*** Happy Reading***
Chapter 2
"Jadi Itachi-nii akan berada di Suna selama dua bulan?" terdengar suara cempreng khas pria berambut kuning bernama Naruto. Dia dan temannya baru saja keluar dari Universitas Konoha.
"Hn," ucap pria berambut raven khas emo itu datar.
"Baiklah, kalau begitu aku akan berada di rumahmu selama dua bulan ke depan," ucapnya sambil menyeringai ke arah Sasuke sahabatnya. "Sekarang, ayo kita ke rumahmu," lanjutnya sambil merangkul sahabatnya itu.
"Apa kau tidak ingin mengambil barang-barangmu dulu, Dobe?" ucap Sasuke.
"Ah Teme, kau ini. Jangan seperti orang susah begitu. Aku akan menelepon paman Jiraiya nanti untuk membawakan barang-barangku," sahut Naruto sambil menyeringai kembali.
"Tch, kau ini pemalas sekali Dobe!" sahut Sasuke lagi. Mereka pun berjalan beriringan ke arah kediaman Uchiha. Tangan Naruto pun masih setia merangkul pundak sahabatnya itu. Sedang yang dirangkul, terlihat tak suka dengan perlakuan Naruto.
.
.
Akhirnya setelah berjalan selama 15 menit, mereka sampai di rumah Sasuke. Tepatnya di depan gerbang kediaman Uchiha. Lalu ketika Naruto ingin membukanya, tangannya dengan cepat disanggah oleh Sasuke, menahan Naruto untuk tidak membuka pintu itu.
"Kau ini apa-apaan sih Sasuke," dengus Naruto kesal sambil melipat tangannya ke dada dan memalingkan wajahnya serta memonyongkan bibirnya.
"Dasar Dobe, apa kau lupa, kalau Aniki pergi, rumah ini selalu dibuatkan perangkap anehnya?" ucapnya sambil mengangakat sebelah alisnya. "Kita lewat pintu belakang," lanjutnya. Sasuke pun berjalan meninggalkan Naruto menuju ke pintu belakang.
"Hahahahaha aku lupa," seru Naruto sambil menggaruk pipinya yang tidak gatal kemudian berjalan menyusul Sasuke.
.
.
Begitu sampai pintu belakang dan membukanya, Naruto dan Sasuke kaget bukan main.
"Teme ! A..ap...apa yang terjadi dengan rumahmu," serunya gelagapan sambil menunjuk-nunjuk halaman rumah yang terdapat lubang besar dan salah satu pintu yang rusak, sambil matanya yang terbelalak kaget. Sasuke pun justru lebih kaget, tapi dengan kepribadiannya yang stay cool itu, dia terlihat biasa saja dengan tampang stoicnya. Hanya tatapan tak suka saja yang terlihat pada wajah tampannya.
"Tch, sial, siapa yang telah berani merusak kenyamanan rumahku ini," serunya sambil berhambur memasuki rumahnya. Naruto pun langsung menyusul tanpa di aba-aba. Begitu sudah masuk ke dalam rumah dan menyusuri lorong menuju kamar, ia memperlambat langkahnya. Lalu ketika sampai di depan kamar Itachi dan mendapati kamar Itachi lampunya menyala, ia langsung membuka kamar pintu kamar itu dengan kasar.
'SREEEEKKK' terdengar pintu yang dibuka dengan kasar, dan spontan Ino yang sedang duduk di samping ranjang Sakura berdiri dan membuat kuda-kuda. Sakura pun ikut terbangun dan langsung memposisikan dirinya duduk.
"Siapa kau? Lancang sekali masuk ke dalam rumahku," ucapnya datar,dingin dan penuh penekanan, saat mendapati dua sosok yang tak dikenal berada di kamar Itachi. Terlihat sorot mata onxynya berkilat marah.
"Aku hanya ingin menumpang sebentar, kau tak perlu berlebihan seperti itu kan?" ucap Ino sinis dan tersenyum meremehkan. Bukannya meminta maaf Ino malah berkata seperti itu. Itu karena dia paling tidak suka dikagetkan seperti itu.
Sasuke yang merasa tak terima karena ucapan gadis itu, merasa murka dan berniat memukul gadis berambut blonde itu. Tapi gerakannya dengan mudah dibekukan oleh Ino. Ino pun balas menyerang Sasuke sehingga membuat Sasuke terlempar. Naruto yang baru saja datang langsung disambut oleh tubuh Sasuke yang terlempar.
"Aduh Teme, kau ini apa yang..." belum sempat Naruto menyelesaikan perkataannya, gadis berambut blonde itu mengarahkan pistol ke hadapan mereka berdua. Dan berhasil membuat Naruto terdiam ketakutan.
"Ino, sudah hentikan," ucap Sakura yang telah berada di samping Ino. Ino pun menurunkan pistolnya dan memasukkan kembali pistol itu ke dalam sarungnya, yang melilit di paha Ino.
" Ano, kami minta maaf karena telah lancang memasuki rumahmu Tuan, " ucapnya seraya membungkukkan badannya membuat sudut 90°.
"Tidak perlu seformal itu Sakura, mereka belum tentu orang baik," ucap Ino kemudian. "Lihat saja cara dia tadi membuka pintu. Kasar sekali. Apa seperti itu caranya membuka kamar? Apa kau tidak berpikir kalau orang yang di dalam kamar sedang ganti baju atau apa? Heh?" ucapnya bertubi-tubi melampiaskan kekesalannya. Dan kemudian memandang tajam kedua pemuda yang telah berdiri di hadapannya.
"Kau…" ucap Sasuke tertahan, sambil mengepal tangannya. Sebagai pemilik rumah dia merasa tidak terima dicecar seperti itu, terlebih oleh orang yang telah seenaknya memasuki rumahnya dan membuat kekacauan.
"Lagi pula ini rumahku? Terserah aku jika aku ingin membuka pintu dengan cara yang seperti apa. Lagipula siapa kalian beraninya memasuki rumahku, membuat rusak, dan berani sekali kalian memakai kamar Aniki-ku!" ucap Sasuke dengan nada tinggi. ((sejak kapan ya Sasuke sebawel ini -_-" ))
"HEH, kalau kau tidak membuka pintu dengan kasar seperti tadi, aku pasti akan bersikap manis dan meminta maaf atas apa yang telah aku lakukan pada rumah jelekmu ini tau," gerutu Ino dengan nada yang tak kalah tinggi dengan Sasuke. "Dan..."ucapannya terhenti karena Sakura menepuk pelan pundaknya.
"Ino, sudahlah," ucap Sakura kemudian. Dan hanya dengan dua patah kata itu, sudah berhasil membungkam mulut cerewet Ino dan meredam kemarahannya.
"Baiklah, maafkan aku karena telah lancang memasuki rumah ini dan membuat keadaan rumah seperti ini," ucapnya dengan nada sopan seraya membungkukkan badannya. Sikapnya langsung berubah 180°.
Sasuke menaikkan sebelah alisnya, melihat heran gadis berambut blonde itu yang langsung berubah 180° oleh ucapan gadis bernama Sakura itu. Sasuke belum mengucapkan sepatah katapun atas permintaan maaf kedua gadis itu. Maka Naruto mengambil inisiatif.
"Sudah, tidak apa-apa," ucapnya seraya mengibas-ngibaskan tangannya di depan wajahnya dan dengan tersenyum dengan seringaian khas rubahnya. Ino dan Sakura memposisikan kembali tubuhnya tegak. Naruto dan Sasuke kini dapat melihat jelas wajah gadis bernama Sakura itu.
Rambut sebahu berhelaian soft pink dengan pita yang terikat menghiasi rambutnya, dan mata emerald hijau penuh keteduhan itu, membuat kedua pemuda itu memandang takjub sosok di depannya yang bagaikan bidadari turun dari langit. Tapi Sasuke yang stoic itu, dengan cepat menyembunyikan kekagumannya dan kembali memasang wajah datar. Sedangkan Naruto, masih tak berkedip memandang Sakura dengan mulut yang menganga, membuat Ino kesal dan memukul kepala duren milik Naruto.
"Berhenti memandangi Sakura dengan pandangan menjijikkan seperti itu," ucap Ino kesal.
"Ittaii..." Naruto meringis kesakitan memegangi kepalanya yang tumbuh benjolan akibat perbuatan Ino.
"Aku harap kalian memberikan alasan yang masuk akal atas semua kejadian ini, karena kalau tidak, aku tidak akan segan-segan mengusir kalian," ucapnya datar dan dingin seraya berlalu meninggalkan mereka bertiga, menuju ruang tamu.
Naruto yang mengerti pun kembali mengambil inisiatif. " Mari nona-nona," ucap Naruto kemudian memberikan aba-aba agar kedua gadis itu mengikuti mereka.
Mereka berempat duduk berhadapan di ruang tamu itu. Ino menceritakan kejadian yang mereka alami, bagaimana mereka sampai di tempat ini dan sedikit merusak rumah ini. Sasuke dan Naruto sedikit tidak percaya dengan kekuatan Ino itu, tapi itu memang kenyataannya, karena Sasuke sendiri sudah merasakan kekuatan Ino. Mereka hanya tidak habis pikir, ternyata di bawah kota Konoha ini, ada juga kota bawah tanah seperti yang Ino ceritakan. Mereka tak akan heran dengan kereta bawah tanah, tapi, kota bawah tanah, benar-benar terdengar asing bagi mereka. Dan lagi orang bernama Orochimaru yang mengincar mereka, orang seperti apa dia. Kenapa menginginkan gadis bersurai pink yang terlihat lemah itu. Kemudian setiap kekuatan yang dimiliki Orochimaru dan anak-anak buahnya, benar-benar terasa janggal di akal sehat mereka. Di zaman modern seperti ini, apakah mereka harus percaya dengan kekuatan-kekuatan aneh yang Ino sebutkan? Tapi sekali lagi, bukankah Ino telah membuktikannya? Dengan lubang besar itu, kemudian dengan mudahnya mematahkan serangan Sasuke, dan yang lebih parah Sasuke kalah dari Ino yang seorang perempuan. Membuat mereka mau tidak mau, suka tidak suka harus percaya pada kedua gadis ini.
"Jadi, kapanpun mereka bisa saja menyerang tempat ini," ucap Sasuke kemudian.
"Ya, begitulah," ucap Ino sambil menggaruk pipinya yang tidak gatal dan tertawa terkekeh.
"Wah, ini menarik sekali. Kita akan beraksi menjadi pahlawan seperti adegan di film-film," ucap Naruto berbinar-binar.
"Dasar kau Dobe, apa kau tidak mengerti keadaannya? Bahkan mereka memiliki kekuatan aneh,"ucap Sasuke lagi.
"Heh Teme, bilang saja kau takut. Iya kan, mengaku saja," ucapnya enteng tanpa rasa berdosa. Sasuke yang tak terima dengan tuduhan naruto mendeathglare Naruto dan berhasil membuatnya merinding ketakutan. Menurutnya tak ada tatapan maut yang lebih menyeramkan daripada tatapan sahabatnya itu.
"Hehehe Teme, kau serius sekali, aku kan hanya bercanda," ucap Naruto kemudian. " Lagipula kau kan ahli pedang, dan aku juga bisa bela diri," ucapnya sambil menepuk dadanya.
"Kalian tenang saja, kita pasti akan melindungi kalian," lanjutnya lagi, seenaknya memutuskan.
"Benar kan Sasuke," ia melirik Sasuke sambil menyeringai menampakkan deretan giginya yang tersusun rapi. Yah, Sasuke sudah terlalu hafal dengan sifat sahabatnya yang satu ini. Dan akhirnya ia pun mengiyakan hanya dengan kalimat "Hn".
Akhirnya pembicaraan mereka selesai dan Sasuke mengijinkan kedua gadis itu untuk tinggal sementara. Ia pun menyuruh keduanya untuk beristirahat di kamar yang terletak dua blok dari kamar Itachi, yang sebelumnya mereka pakai tanpa ijin.
.
.
Di dalam kamar, Sasuke berusaha memejamkan matanya. Ia sudah merasa sangat lelah, tapi anehnya matanya kali ini tak mau berkompromi. Hal yang sangat tidak biasa terjadi pada si bungsu Uchiha. Pikirannya masih menerawang pada pembicaraan mereka tadi. Kenapa ia bisa terjebak dalam situasi seperti ini? Kenapa di saat tak ada kakaknya selalu saja ada hal aneh terjadi -kira begitulah entah mengapa ia merasa punya kewajiban melindungi gadis bernama Sakura itu. Dipejamkan matanya sejenak, tapi tak lama ia kembali membuka onxynya itu.
Sasuke POV on
Aku tidak tau apa yang terjadi padaku. Setiap kali aku berusaha memejamkan mata ku selalu saja wajah gadis bernama Sakura itu muncul dalam bayanganku. Hal yang tak pernah terjadi padaku, memikirkan seorang gadis sampai seperti ini. Helaian rambut softpinknya yang lembut. Mata emerald hijau yang memancarkan keteduhan setiap memandangnya. Kulitnya yang putih mulus bak porselen. Bibir merah ranumnya yang menggoda. Dan wangi cherry yang menguar dari tubuhnya. Semua itu kenapa sangat menganggu pikiranku. Apa ini yang disebut cinta pandangan pertama?Bahkan si bodoh Naruto, yang tak dapat menyembunyikan ketakjubannya itu, kini sudah pulas tertidur. Dia tak merasakan seperti yang aku rasakan. 'Deg…deg…deg…' tiba-tiba saja jantungku pun memacu lebih cepat dari biasanya saat membayangkan gadis pipi ku terasa panas. Andai ada cermin, pasti akan terlihat olehku, kalau wajahku sudah semerah jus tomat kesukaanku. Aku mengacak-ngacak rambutku berusaha menghilangkan bayangan gadis cantik itu.
'Ayolah, Sasuke, besok kau akan kesiangan kalau tidak bergegas tidur,' rutukku dalam hati.
Sasuke POV end
Akhirnya Sasuke pun berusaha memejamkan matanya, dan tak lama pun ia terlelap.
_TBC_
Sasuke : Hei, author, sepertinya fic ini sangat sedikit peminatnya ya #senyum meremehkan
Author : #pundung di pojokan
Sakura : Sasuke, kau tidak boleh seperti itu, biar bagaimanapun dia sudah berusaha #tepuk-tepuk pundak author, nenangin
Naruto : Iya Sasuke, kau kan tau dia masih newbie.
Sasuke : Iya, gomennasai Author, aku hanya bermaksud memberikan motivasi padamu, agar kau membuatnya lebih bersungguh-sungguh, sehingga banyak yang berminat.
Author : #bangkit dari pundung di pojokan
Oke, baiklah terima kasih bagi yang sudah berkenan membaca fic ini, jika berkenan tinggalkan review untuk memotivasi saya dalam berkarya.
Thanks special for FiaaATiasrizqi yang sudah berkenan meninggalkan review. Harap maklum jika fic ini tidak sesuai dengan yang kamu harapkan. Karena saya masih newbie.
With Love,
Saita
