Disclaimer : Naruto-nya-Masashi Kishimoto
Pairing : Gaara-Sakura
Rate : T
Genre : Friendship, Romance
Warning : AU, OOC, alur berantakan, typo bertebaran, gaje, maksa dll.
My Best Friend, My Love
By : Saita Hyuuga Sabaku
Don't Like, Don't Read
***Happy Reading***
Chapter 2
Jam pulang di KHS.
Seperti biasa Gaara telah menunggu Sakura di depan ruang kelasnya. Begitu Sakura keluar kelas, mereka langsung menuju taman. Mereka berjalan bersama menuju taman tempat mereka biasa beristirahat, karena Kiba mempunyai berita yang cukup menarik katanya.
Gaara POV on
Aku semakin tertarik padanya. Pada gadis musim semi di sampingku ini. Beberapa bulan mengenalnya, aku tau dia tidak setegar yang terlihat. Sikap tomboynya hanya untuk menutupi kelemahannya. Aku baru tau dia mengalami masa-masa yang sulit di sekolahnya dulu. Dia bilang, tak pernah menceritakan hal-hal seperti ini pada anggota yang lain. Tapi entah kenapa dia bisa terbuka padaku. Dia bilang sangat nyaman bersamaku dan percaya padaku. Percaya aku bisa memegang rahasianya.
'Kami-sama, betapa senangnya hatiku ini mendengar ucapan manis yang meluncur dari bibir mungilnya itu. Andai dia tau, aku sudah mengaguminya saat pertama melihatnya. Andai dia tau, aku ingin hubungan ini lebih dari sahabat,' batinku.
Tapi aku tak berniat untuk menyatakan perasaanku sekarang. Aku tak ingin dia menjadi canggung, dan aku takut dia tidak bisa menerima perasaanku. Aku cukup senang, bila dia nyaman dengan hubungan kami yang seperti ini.
Gaara POV off
.
.
.
Di taman tempat biasa berkumpul.
"Nah, sekarang cepat katakan, kenapa tiba-tiba kita harus berkumpul di jam pulang sekolah begini," Shikamaru mulai buka suara.
"Di stadium itu nanti malam akan ada konser besar-besaran. Banyak band terkenal yang akan tampil. Bagaimana..."
Belum sempat Kiba menyelesaikan kalimatnya, Naruto sudah memotongnya dengan penuh antusias..."Tentu saja kita berangkat."
"Yeah, tentu kita harus datang, kalian semua setuju?" Shikamaru yang biasanya malas-malasan menanggapi sesuatu mendadak menjadi sangat bersemangat. Dan teman-teman yang lain menanggapinya dengan anggukan.
Mereka semua lalu pulang setelah sepakat untuk berkumpul lagi di taman pukul 6 sore. Mereka pulang untuk berganti pakaian dan mengganti buku pelajaran untuk besok, dan tak lupa membawa seragam, untuk jaga-jaga kalau mereka pulang kemalaman dan terpaksa harus menginap.
Mereka datang 15 menit lebih cepat, karena harus menaruh tas-tas mereka di apartement Sasuke. Sakura datang dengan memakai celana jeans hitam, kaos biru tua berlengan pendek, dan dilapisi jaket berwarna senada dengan baju kaosnya serta memakai sepatu kets. Dia sudah ijin pada orang tuanya dengan alasan belajar kelompok hingga kemungkinan menginap bila terpaksa.
.
.
.
Di tempat konser.
Konser malam ini benar-benar meriah. Mereka menikmati konser dengan penuh semangat. Mereka melompat-lompat saat musik bergenre rock sedang dimainkan. Tempat itu begitu penuh oleh lautan manusia, sehingga mereka berdesakan dan terkadang saling menyenggol hingga kadang ada penonton yang tersulut emosi. Hal yang biasa terjadi dalam konser seperti ini. Anggota kelompok Naruto berlompat-lompat seraya merangkul satu sama lain dan terkadang berlompat-lompat sambil tangan mereka acungkan ke atas. Menikmati setiap dentuman musik yang semakin malam semakin menggema.
Malam semakin larut dan musik yang ditampilkan mendekati akhir acara adalah musik bergenre rock. Membuat mereka semakin menggila dan kembali berlompat-lompat. Semakin mendekati acara puncak akhir, para kru bersiap dengan selang-selang yang akan menyiram ratusan bahkan ribuan penonton seolah sedang gerimis. Anggota kelompok Naruto pun membuat lingkaran dan masih saling berangkulan dan Gaara menyuruh Sakura masuk ke tengah lingkaran yang mereka buat itu. Dengan alasan untuk menjaga Sakura dari desakan-desakan brutal para penonton yang kebanyakan pria.
Mereka pun mulai melompat kembali. Lompatan-lompatan kecil dan gerakan-gerakan tubuh mengikuti alunan musik yang bersenandung. Semakin malam, semakin mendekati puncak akhir acara, dengan gerimis buatan para kru yang mulai membasahi mereka. Membuat mereka merasa segar dan makin menggila menikmati alunan musik rock itu.
Akhirnya acara konser meriah itu telah selesai. Meski sangat larut, tapi mereka sangat senang hari ini. Hari yang tak akan pernah mereka lupakan. Kebersamaan indah yang sedikit lagi mungkin akan berakhir.
Benar saja, hari sudah sangat larut. Dan kendaraan pun sudah sangat jarang melintas. Seperti yang telah di sepakati bersama mereka akan menginap di apartement Sasuke. Dan sebagian lainnya akan menginap di apartement Shikamaru. Mereka berdua memang tidak tinggal dengan keluarganya dan memilih tinggal sendiri.
Sakura mengikat rambutnya, dan mengatupkan kupluk jaketnya agar menutupi kepalanya. Biar bagaimanapun juga dia satu-satunya gadis di sini. Walau persahabatan mereka sangat dekat, orang lain belum tentu memahaminya. Dia tak ingin di cap sebagai perempuan murahan hanya karena dia bersama banyak lelaki dalam satu atap.
Setelah berjalan beberapa menit akhirnya mereka tiba di apartement Sasuke yang hanya berjarak 5 blok dari sekolah. Ada Naruto, Neji, Gaara dan Sakura. Sedang yang lainnya menginap di tempat Shikamaru yang pintu apartementnya berhadapan dengan Sasuke.
Sasuke menggelar futon yang berukuran cukup lebar dan menyuruh mereka semua beristirahat. Sakura yang sudah sangat kelelahan langsung merebahkan dirinya di futon itu dan mengambil posisi di pojok. Sementara yang lainnya masih sibuk mengobrol. Lama-kelamaan suara mereka makin terdengar meredup dan Sakura pun terbuai dalam alam mimpi.
Gaara POV on
Kami masih sibuk berbincang-bincang. Kulirik sekilas gadis merah muda pujaanku. Ternyata dia sudah tertidur dengan pulas.
'Kami-sama, betapa manisnya ia saat tertidur,' batinku.
Sejenak jantungku bergemuruh kencang. Kupalingkan segera pandanganku darinya. Lebih lama lagi aku melihatnya, bisa-bisa mukaku akan semerah kepiting rebus. Dia memang manis dan cantik, hanya saja, melihatnya tidur seperti itu, rasanya sangat menggemaskan. Ingin ku belai lembut helaian merah muda itu. Ingin ku usap pipinya, merasakan halus wajahnya, bahkan rasanya ingin kukecup singkat bibir ranumnya itu, walau hanya hitungan detik. Sungguh ciptaan sempurna yang terus menghantui pikiranku selama ini.
Tak lama kemudian, kami putuskan mengakhiri obrolan ini. Kami sudah sangat lelah, terlebih besok kami harus bangun pagi untuk pergi ke sekolah. Kulihat Naruto mulai merayap ke futon, cepat-cepat kubaringkan tubuhku di samping Sakura, gadis pujaanku. Aku tau betapa ributnya Naruto ketika ia tidur. Aku tak ingin gadis pujaanku jadi terganggu olehnya.
Malam semakin larut, ku buka mataku perlahan. Kulihat mereka sudah terbuai di alam mimpi. Tapi aku tak juga bisa memejamkan mataku. Ku dudukkan badanku dari posisi berbaring, dan kurebahkan punggungku pada dinding. Kulihat lagi gadis merah mudaku, ralat, pujaanku. Semalaman ku jaga gadis pujaanku itu, sahabatku yang kucintai.
Gaara POV off
Matahari telah menampakkan wajahnya. Gaara yang tidak tidur semalaman itu berinisiatif membangunkan teman-temannya yang masih enggan membuka mata. Sakura mengucek matanya malas, rasanya masih tak rela dibangunkan dari alam mimpinya. Mereka berkemas dan tak lama kemudian berangkat sekolah bersama-sama.
.
.
.
Skip
Hari kelulusan.
Sasuke, Neji, Shikamaru dan Shino hari ini telah resmi dinyatakan lulus dari KHS. Mereka memutuskan melanjutkan kuliah di Akatsuki University. Universitas paling terkenal di Kirigakure, dan sudah pasti sangat jauh dari Konoha. Naruto, Kiba, Lee, Gaara dan Chouji telah berjanji akan menyusul mereka tahun depan. Mereka akan berjuang agar bisa berkumpul lagi di sana. Sakura? Dia masih harus menunggu 2 tahun lagi tentunya.
"Sakura, apa kau tak mau memberikan salam perpisahan padaku," ucap Sasuke jahil.
"..." Sakura mengerutkan kening tak mengerti apa yang dikatakan Sasuke, orang yang telah di anggap sebagai kakaknya dan diam-diam dia kagumi itu.
Sasuke membungkukkan sedikit badannya, dan mendekatkan wajahnya dengan Sakura. Lalu dia menunjuk pipinya dan berkata,"Cium perpisahan."
Sakura bingung. Separuh hatinya ingin mengabulkan permintaan Nii-san kesayangannya itu, tapi separuh hatinya terasa berat untuk melakukannya. Selama ini Sakura memang menyukai Sasuke. Sahabat-sahabatnya pun mengetahui akan hal itu.
'Ayolah Sakura, ini kesempatanmu, dia sudah memberikan lampu hijau padamu,' batin Sakura.
Lama ia terdiam, tak bereaksi, bingung tindakan apa yang harus dia lakukan. Sampai Sasuke menyentuh pucuk kepala Sakura dan mengacak-acak rambutnya layaknya bocah.
Sambil tersenyum dia berkata,"Ternyata dugaanku benar ya, kau tidak benar-benar menyukaiku. Kau hanya mengagumiku. Entah apa yang kau lihat dariku."
Sakura hanya bisa mematung.
Lalu Sasuke melanjutkan perkataannya,"Kalau begitu berikan Aniki mu ini pelukan perpisahan," seraya membentangkan tangannya.
Refleks Sakura pun langsung memeluk Sasuke. Dan saat itu Sakura sadar apa yang di katakan Sasuke benar, mungkin rasa sukanya hanyalah kekaguman semata. Karena dia tak merasakan debaran-debaran yang kata orang bisa kau rasakan saat kau jatuh cinta.
.
.
.
Malam harinya mereka merayakan pesta kelulusan teman-temannya itu di sebuah cafe mewah yang di reservasi khusus untuk mereka. Mereka menghabiskan waktu di sana hingga larut malam. Menikmati kebersamaan yang akan segera berakhir. Mereka mengabadikan moment-moment penting dalam jepretan foto dan rekaman video. Moment-moment yang sebentar lagi akan menjadi kenangan. Kenangan yang penting bagi mereka. Masa-masa dimana mereka menghabiskan waktu bersama, dan masa itu sebentar lagi akan habis masanya.
_TBC_
Gaara : Hei author, kenapa cerita yang kau buat untukku sangat sederhana seperti ini?
Author : Ga punya ide, ikutin aja udah, jangan bawel. Lagipula kan gw masih newbie T_T
Gaara : #menyiapkan serangan pasir.
Author : # kabuuur
Sakura : Ehm,ehm,,karena authornya kabur, kali ini aku yang akan menyampaikan salam penutup. Jika berkenan, jangan lupa tinggalkan review, kritik dan saran, supaya author kita ini semangat untuk melanjutkan fic-ficnya.
#Authornya balik.
Thanks Special for kyuaiioe yang telah berkenan membaca fic abal ini, dan meninggalkan review. Semoga ga kecewa ya sama chapter 2 yang masih gaje ini.
Oke, segini aja, terima kasih bagi yang sudah berkenan membaca fic abal ini, mereview, ataupun silent reader sekalian.
Jaaaa
With Love,
Saita
