Summary : Senna lari dari rumah karena tidak ingin dijodohkan dengan putra kurosaki. Karena itu, Rukia harus menggantikan Senna….R&R please…^^

Author: Juzie chan

Disclaimer : Om Kubo lah...Author cuma minjam tokoh om Kubo hingga batas waktu yang terhingga (hingga bleach tidak ada lg di dunia ini...huhuhu)

Pairing : IchiRuki, slight IchiSena, RukiRen, ByakuRuki (ini mudah-mudahan enggak...)

Warning! : banyak Typo, AU, OOC, EYD tidak sesuai, Gaje, Jayus, Abal, penuh kenistaan, membosankan, dan segala kekurangan-kekurangan yang lainnya.

Oh, ya...

Salam kenal semua ya...Juzie adalah author baru belajardan tidak berpengalaman di dunia fanfiction. mohon dimaklumin ya sodara-sodara jika story yang Juzie buat sangat sangat tidak mengundang selera tapi kalau ada yang R&R Juzie akan sangat berterima kasih...

Mohon bimbingannya...

*Tengkyu ya yang udah baca and review di Chapter sebelumnya...Author sama sekali ga nyangka kalau fic ini bakal ada yang baca...^^

/

#

CH 19

Dating with a Boy

/

Seorang gadis mungil berambut hitam legam dengan potongan seleher berdiri di depan gerbang Chappy Land. Dress berwarna ungu yang sangat senada dengan warna bola matanya dibalik kacamata yang ia kenakan. Tengkuknya yang putih tertutupi dengan syal berwarna pink. ia merapatkan kedua tepi cardigan berwarna kuningnya, udara di musim gugur jadi lebih dingin saja, mungkin tidak lama lagi musim dingin akan mengantikannya.

Siapakah gadis itu? siapa lagi kalau bukan Rukia Kuchiki. Ada apa gerangan ia berada di depan gerbang Chappy Land?

Rukia's POV

Suhu udara semakin dingin saja. Ah…di mana dia ya? Bukannya dia sendiri yang mengatakan jam empat, tapi kenapa dia belum muncul-muncul juga ya? Hhhhhh…sebenarnya aku tidak ingin datang ke sini karena badanku terasa sangat pegal-pegal akibat latihan kemarin. Tapi, untuk menjaga hubungan kami tetap baik dan si Urahara yang terus mendesakku terpaksa aku datang.

Flashback

Ini sudah malam dan hampir semua orang sudah pulang, kemana saja sih si Urahara itu? bukannya terus stand-by menjagaku, dia malah terus-terusan saja keluyuran, dia tidak tahu apa kalau sekarang sudah jam berapa? Udara semakin terasa dingin dan di sini semakin sepi saja, gawat kan kalau aku tinggal sendiri di sini scara aku ini masih anak perawan. Awas saja kalau Urahara muncul akan aku jitak dia!

"Kuchiki-san…" aku melihat dari kejauhan Tessai-san berlari ke arahku.

"Lho, kenapa malah Tessai-san yang datang? Mana Urahara-dono itu?" tanyaku agak marah sambil melipat tanganku.

"Tiba-tiba saja dia ada keperluan…"

"Huh…saat ini keperluannya itu cuma aku kan!"

Tessai-san mengenakanku jaket tebal dan syal.

"Ayo kita cepat pulang, Tessai-san!"

Baru saja kami hendak beranjak dari tempat itu, kehadiran Zangetsu yang tiba-tiba sudah berada tidak jauh di depan kami berdua membuat kami kaget. Sedang apa anak itu? kukira dia sudah pulang tadi…

"…besok aku tunggu di depan gerbang Chappy Land jam empat sore, jangan telat ya!" kemudian dia balik dan meninggalkan kami berdua.

Aku dan Tessai-san cengo menatap Zangetsu berlalu hingga tidak nampak lagi dari pandangan kami berdua.

"Tadi anak itu bilang apa?" tanyaku kebingunan.

"…tadi dia mengajakmu kencan, Kuchiki-san…"

APA?!

Aku tidak bisa menyembunyikan keterkejutanku mendengar ucapan Tessai-san. Aku diajak kencan oleh seorang anak yang lebih muda tujuh tahun dariku? Tolong siapa saja katakan bahwa ini tidak benar! Oh tidak...

End of Flashback

Aku celingak-celinguk untuk jaga-jaga jangan sampai pemilik Chappy Land berada di sini. Mudah-mudahan dia tidak sedang mengunjungi Chappy Land. Untung saja aku mengambil kacamata Tessai-san secara diam-diam untuk menyamarkan identitasku.

"Kuchiki-san…" Perlahan-lahan aku menoleh, Zangetsu-kun kini berdiri tidak jauh, di belakangku, mengenakan jaket kulit hitam, celana jeans, ia juga mengenakan topi hitam dan kacamata. "Apa kau lama menunggu?" tanyanya sambil berjalan menghampiriku.

Ya, lama tawu! Tapi, bagaimanapun aku harus bersikap baik padanya, demi kelancaran pekerjaanku. Akupun tersenyum manis di depannya. "Aku baru datang juga koq…" sahutku seramah mungkin.

"Kalau begitu ayo kita masuk…" Zangetsu-kun langsung saja menarik tanganku dan mengajakku memasuki gerbang.

"Eh eh…Zangetsu-kun," panggilku, Zangetsu-kun lalu menghentikan langkahnya dan menoleh ke arahku.

"Kenapa?"

"Kenapa kita masuk di Chappy Land? Bukannya di samping ada yang lebih besar…" tanyaku, bukan apa-apa tapi alangkah demi amannya kalau kami bermain di samping Chappy Land saja…apa lagi namanya, ah Baboon Land. Walaupun aku sebenarnya lebih menyukai Chappy daripada Baboon.

"Kau tidak tahu ya, Kuchiki-san?" Zangetsu-kun malah balik bertanya, "aku ini icon Chappy Land…tidak etis kalau aku malah berkunjung ke saingan Chappy Land!"

Mataku membelalak memandang Zangetsu. "Kau…icon Chappy?" tanyaku tidak percaya.

"Mereka belum mengumumkannya sih tapi aku sudah dikontrak oleh mereka," sahut Zangetsu, "masa kau tidak tahu Kuchiki-san? Kau sendiri juga dikontrak oleh mereka untuk bermain di pertunjukan yang akan diadakan di Chappy Land awal musim dingin nanti…"

Apa? Apa? Apa? Apa? Apa? Apa? Apa? Apa? Apa? APA?!

"Jangan dipikirkan! Lebih baik kita bersenang-senang saja…" Zangetsu-kun kembali menarikku. Benar-benar si Urahara itu, dia tidak mengatakan kalau pertunjukannya nanti di Chappy Land rupanya. Awas dia!

Ah…sesuatu yang membuat mataku terasa segar muncul di hadapan kami… Chappy! Aduh…lucu sekali mereka. Aku lalu mengambil ponselku cepat-cepat.

"Zangetsu-kun…bisakah kau memotretku bersama Chappy?" ujarku sambil menyerahkan ponselku ke Zangetsu.

Zangetsu mengerutkan alisnya ketika menatap ponselku. "Seperti anak kecil saja…" gumamnya sinis, "kita ke sana!" ia langsung-langsung menarikku untuk menjauhkanku dari Chappy… uhuhuhuhuhu…

Chappy Land mengalami banyak perubahan ternyata, semakin luas dan lebih banyak wahana permainannya. Aku dan Zangetsu-kun mencoba wahana permainan baru, hhhhhh…selama bermain dia tidak berbicara sepatah katapun padaku. Akupun terus berdiam diri, bete, keki… ini benar-benar tidak seru!

"Kuchiki-san…" Zangetsu memanggilku.

"Ya?"

"Apa kau suka ice cream?" tanyanya.

Aku menggeleng-gelengkan kepalaku. "suhu di sini semakin dingin…" sahutku, "bagaimana kalau kita coba yang itu…" aku menunjuk pada gerobak yang menjual yakitori, "sepertinya itu enak…"

Zangetsu-kun lalu berlari ke sana dan membeli dua porsi, ia juga berlari ke suatu tenda yang menjual berbagai macam topi, ia membeli topi bulu Chappy dengan model kuping yang jatuh. Sewaktu Zangetsu menghampiriku, ia mengenakanku topi Chappy itu.

"Biar telingamu tidak dingin," katanya dengan nada yang sok acuh tak acuh, walaupun demikian… aku tahu kalau ia kini sedang memberiku perhatian. Yah… lumayanlah untuk menambah koleksi asesoris Chappy-ku. Setelah itu dia mengajakku untuk duduk di kursi taman menikmati makanan kami.

"Ini enak ya…" kataku.

"…biasa saja," ucap Zangetsu dingin.

Aku tidak peduli apakah Zangetsu menyukainya atau tidak, aku melahap saja makananku. Latihan kemarin-kemarin membuatku terus merasa kelaparan.

Zangetsu memperhatikan wajahku. "Di sekitar bibirmu kotor, Kuchiki-san…"

"Hah?" aku lalu meraba-raba sekitar bibirku, mencoba membersihkan bumbu yang menempel di sana.

"Bukan di situ…" tanpa permisi Zangetsu membersihkannya dengan jarinya kemudia dia menjilat sisa bumbu sekitar bibirku yang menempel di jarinya. Aku agak shock melihat sikapnya barusan. Apa-apaan anak ini?! aku lalu menggeser tubuhku untuk menjauh dari anak itu karena risih. aku tidak pernah membayangkan seorang anak laki-laki yang masih remaja memperlakukanku seperti tadi.

"Eh…bukankah itu Tenza Zangetsu?" para pengunjung lain mulai mencurigai Zangetsu. Gawat…bisa-bisa kami dikeroyok massa.

"Iya ya…mirip sekali dengan Zangetsu-kun…"

"Jangan-jangan dia Tenza Zangetsu yang sedang menyamar…."

Zangetsu lalu menarik tanganku dan…..LARIIIIIIIII

"EH….dia benar-benar Zangetsu-kun!" teriak salah satu pengunjung wanita.

"HIYAAAAA.. Zangetsu-kun…"

Terjadilah aksi kejar-kejaran antara para fans Zangetsu dengan kami berdua. Tak kusangka lari Zangetsu-kun sangat kencang hingga aku yang ditarik-tariknya seperti cuma bisa melayang-layang.

"Zangetsu-kun…Zangetsu-kun…" teriak para fans.

Rasanya aku ingin sekali menangis berada di situasi dan kondiri seperti ini… Jika kami ditangkap oleh para fans itu, maka akulah orang pertama yang mereka cabik-cabik…sekali-kali aku menengok ke belakang…mereka semua tak bedanya seperti gerombolan banteng yang sedang berlarian…huhuhuhuhu.

Hosh…hosh…

Kini kami berdua berada di belakang gedung kantor pusat Chappy Land untuk bersembunyi dari fans-fans mengerikan itu. Aku mengintip sebentar, melihat sekeliling sambil mengatur nafas.

"Kurasa kita aman di sini…" kata Zangetsu.

Aku memandang Zangetsu, kuamati penampilannya. Ah…memang dia masih terlihat sebagai Tenza Zangetsu, pantas para fans-nya masih bisa mengenalinya. Aku lalu melepaskan syalku, menghampirinya dan mengenakannya di leher Zangetsu. Kurasa wajahnya lebih bisa disamarkan jika ditutupi sedikit dengan syal. Saat aku mengenakan Zangetsu syal…ternyata Zangetsu terus menatap mataku! Aku cepat-cepat menjauh saja darinya.

"Ku…kurasa kau lebih tidak bisa dikenali sekarang," ucapku agak gugup. Ish…aku tidak suka di situasi seperti ini, kumohon tidak ada yang mengatakan kalau adegan ini adegan yang romantis karena aku tidak pernah ingin berada di situasi yang romantis bersama seorang anak-anak.

Zangetsu terdiam.

"Jadi…kita pulang sekarang?" tanyaku canggung.

"Tidak," sahut Zangetsu, "aku ingin melihat bulan purnama di sini."

"Bulan purnama?"

"Ya…sebentar lagi akan ada bulan purnama."

Aku menatap langit, aku tidak sadar ternyata hari sudah senja. Zangetsu menarikku ke taman dan mengajakku duduk menunggu hadirnya bulan purnama. Dan ternyata…malam ini benar-benar malam bulan purnama. Benar-benar sangat cantik dan cahayanya terang benderang.

"Oh, ya!" seruku ketika mengingat sesuatu, "di sana…" aku menunjuk bulan purnama indah itu, "ada Chappy yang sedang membuat kue mochi…"

Zangetsu menatapku seakan-akan aku ini orang yang paling aneh di dunia. " Kau percaya cerita konyol itu?"

Pertanyaan Zangetsu barusan seperti sedang mengataiku bahwa aku ini bodoh seperti anak yang masih duduk di sekolah dasar. Tapi, itulah cerita yang aku dengar dari aku kecil bahwa jika terjadi bulan purnama maka ada seekor kelinci yang sedang menumbuk alu untuk membuat kue mochi.

Udara malam semakin dingin dan aku mulai merasa menggigil karena syalku dipakai oleh Zangetsu.

"Ayo kita pulang, Kuchiki-san!" ujarnya sambil menarikku keluar dari taman kantor pusat Chappy Land.

Kini kami berdua berada di tepi jalan. Aku membantu Zangetsu menghentikan taksi.

"Apa kau ingin menumpang taksi bersamaku, kita bisa membawamu ke rumahmu dulu baru aku pulang," Zangetsu menawarkan.

Aku menggeleng-geleng cepat. "Aku naik bus saja…"

Zangetsu mengembalikan syalku. "Kalau begitu…terima kasih karena kau sudah bersedia menemaniku hari ini," kata Zangetsu.

Aku hanya memberinya seuntai senyuman.

"Menurutku…kau gadis yang keren dan menarik…sampai jumpa…" ucapnya, Zangetsu menepuk pelan pipiku dua kali sebelum meninggalkanku dan itu membuatku merasa sangat tidak enak! Apa-apaan dia!

oOo

Urahara-dono, Tessai-san, Ururu dan Jinta, mereka berkumpul di suatu ruangan untuk menonton. Menonton apa? Menonton berita mengenai Tenza Zangetsu yang ditemukan sedang berkencan dengan gadis seusianya di Chappy Land. Ternyata wartawan sempat menangkap dan merekam kejadian tersebut. Di TV, terlihat Tenza Zangetsu sedang menarik seorang gadis mungil sambil berlarian menghindari para fans yang terlihat sangat beringas. Menurut berita, identitas gadis yang diduga sebagai kekasih dari bintang muda tenar itu belum diketahui. Menurut keterangan wartawan, gadis itu bukanlah kalangan artis. Sayang sekali, wajah gadis itu tidak terlihat jelas karena terhalang oleh topi Chappy dan syal yang ia kenakan.

"Itu…Kuchiki-san kan?" tanya Jinta terkaget-kaget. Tessai-san menyahutnya dengan menganggukkan kepalanya.

"Wah wah wah…Kuchiki-san kini ada di TV…" gumam Urahara.

Sreeeeeeeeeeett

"Eh, Kuchiki-san sudah pulang!" seru Ururu.

"Oh, Kuchiki-san, lihat..kau ada di-"

BUKK

Rukia melempar syalnya dengan keras tepat ke wajah Urahara.

"Ke…kenapa kau melempariku Kuchiki…?"

"Kau tidak pernah bilang kalau pertunjukannya akan diadakan di Chappy Land!" semprot Rukia, matanya melotot menatap Urahara.

"…memangnya kenapa, Kuchiki-san?" Urahara bertanya tidak mengerti, "kurasa tidak penting pertunjukkannya akan diadakan dimana..."

"Tentu saja penting!" sergah Rukia, "kau seharusnya menjelaskan secara detail mengenai pekerjaan itu, kan? tapi kau tidak memberitahuku siapa yang mengontrakku dan dimana pertunjukannya diadakan?!" mata Rukia terlihat berkilat-kilat.

"Memangnya kenapa Kuchiki-san? Sebenarnya apa masalahnya?" Urahara semakin tidak mengerti saja, "bukannya di kontrak ada tertulis kalau pertunjukkan itu untuk memajukan Chappy Land… judulnya saja Shirayuki and the Chappy…ya pasti lah pertunjukan itu diadakan di sana!" Terang Urahara.

"Benar…sebenarnya apa masalahnya kalau diadakan di Chappy Land?" Tessai membela Urahara.

Rukia diam, ia menggigit bibir bawahnya. Waktu itu Rukia memang langsung saja menandatangi kontrak itu tanpa membaca-baca penjelasan dan keterangannya lagi. Rukia juga memang tidak pernah menceritakan apapun mengenai kehidupan dan masa lalunya pada siapapun. Jadi, sebenarnya Urahara tidak bersalah sama sekali hanya saja ia tidak menjelaskan benar-benar secara lengkap mengenai seluk beluk pekerjaan yang akan Rukia jalani, yaitu ikut memerankan suatu pertunjukkan yang ternyata akan dilakukan di Chappy Land toh semuanya dapat dibaca dalam kontrak.

"Kenapa kau tidak menjawab, Kuchiki-san?" tanya Urahara.

Rukia diam sebentar lalu mendesah. "Ya sudah…lupakan saja…" sahut Rukia akhirnya lalu pergi menuju kamarnya.

"Ah…kenapa orang itu?" gumam Jinta, agak kesal dia melihat Rukia memarahi Urahara tadi.

"Kuchiki-san tidak seperti biasanya…" kata Ururu.

"Urahara-dono…sepertinya…Kuchiki-san itu punya rahasia…" bisik Tessai.

Urahara hanya terdiam sambil berkipas-kipas. Ia pun jadi jengkel dengan sikap Rukia yang tadi, tiba-tiba saja memarahinya tanpa alasan yang kuat.

oOo

Keesokan harinya.

Ichigo's POV

Aku melihat Chappy Land dari teleskop di kantorku, tumben sekali Chappy Land sudah ramai begini. Tidak biasanya…seramai itu, ada apa ini? apakah karena adanya beberapa wahana baru, tapi…kenapa tidak dari wahana baru itu ada?

Ceklek…

"Selamat pagi, Kurosaki.." sapa Ishida sambil berjalan memasuki ruanganku.

"Hei, Ishida… Lihat!" seruku, "Chappy Land jadi sangat ramai pagi-pagi ini…kenapa ya? Tidak biasanya…"

"…kau tidak tahu, Kurosaki?" pertanyaan Ishida terdengar aneh.

"Tidak tahu apa?" tanyaku polos.

"Astaga…padahal dari semalam beritanya sudah tersebar dimana-mana…" gumam Ishida.

"Berita apa memangnya?" aku semakin penasaran saja.

"Kemarin…icon kita tercinta kedapatan sedang berkencan dengan seorang gadis di Chappy Land."

"APA?!"

"Kau ini bagaimana, Kurosaki? Beritanya sudah ada di internet, TV, radio, koran dan majalah…masa kau tidak mendengarnya?!"

"Ck…aku tidak sempat membaca koran tadi pagi…" aku mencoba membela diri, padahal…aku memang jarang menonton maupun membaca berita, kalau sinetron sih sering.

Ishida lalu memegang ponselnya dan mulai memencet-mencetnya. "Lihat….di media sosial, berita itu jadi trending topic…ada yang senang karena ternyata Zangetsu punya kekasih tapi banyak juga yang kecewa karena merasa idola mereka telah direbut…ckckck…ada-ada saja mereka."

Aku mengamati kembali Chappy Land yang banjir akan pengunjung. Tiba-tiba aku mempunyai ide yang bagus untuk kejayaan Chappy Land.

"Aku punya ide yang bagus, Ishida!"

"Oh, ya?"

"Kita harus secepatnya melakukan jumpa pers untuk mengumumkan bahwa Tensa Zangetsu adalah icon Chappy Land!" katanya penuh semangat.

Ishida malah menatapku bingung. "Bukannya kita akan melakukannya sehari sebelum pertunjukkan Zangetsu-kun dilakukan?"

Aku mendecak. "Menurutku, saat-saat seperti inilah kita harus mengumumkannya, pasti Chappy Land kita semakin ramai! Lihat saja, belum kita umumkan saja Chappy Land sudah ramai begini!"

Ishida membetulkan posisi kacamatanya. "…benar juga sih!"

"Sekarang…ayo kita persiapkan!" seruku, "Ishida, cepat hubungi manager Zangetsu-kun!"

/

Dan malam ini juga kami menggelar jumpa pers. Aku, Ishida, dan Zangetsu-kun duduk bersama, dikelilingi oleh banyak wartawan. Mungkin semua stasiun TV di Karakura menyiarkan acara jumpa pers kami secara live. Hehehehe…kejayaan Chappy Land kini dimulai sekarang.

oOo

Rukia's POV

Setelah keluar dari kamar mandi, kulihat semua penghuni rumah ini sedang berkumpul di depan TV, mungkin mereka sedang menontong sinetron tukang bubur naik haji. Tapi… wajah mereka terlihat sangat serius…masa iya menonton sinetron sampai wajah mereka seserius itu…apa yang mereka nonton ya?

Karena penasaran aku ikut bergabung dengan mereka. Aku mengambil duduk di samping Ururu.

"Apa yang kalian nonton?" tanyaku.

"Pemilik Chappy Land dan Zangetsu-kun sedang mengadakan jumpa pers untuk mengumumkan bahwa Tenza Zangetsu menjadi icon Chappy Land…" sahut Tessai-san.

"Oh…" gumamku. Aku lalu menuangkan teh di cangkir tanah liat dan menyeruputnya sambil menonton jumpa pers itu. Sebenarnya aku sudah tahu sih kabar tentang Zangetsu yang menjadi icon Chappy Land karena kemarin Zangetsu sendiri yang bilang. Tapi, aku menyimak acara TV itu saja dengan santai. Ternyata Ichigo juga ada di sana…yah tentu saja karena dia adalah pemilik Chappy Land.

"Zangetsu-kun, mengapa anda memutuskan untuk menandatangi kontrak sebagai icon Chappy Land?"

"…Karena aku sangat menyukai Chappy Land sejak Chappy Land didirikan dan aku sangat kagum dengan pemiliknya yang sangat sopan…"(ini khususnya ditujukan kepada Ishida…wkwkwkwk)

"Apa yang membuat anda ingin bekerja sama dengan Zangetsu-kun?" wartawan itu bertanya kepada pria berkacamata berambut hitam.

Pria berkacamata berambut hitam itu membetulkan posisi kacamatanya. "Karena…menurut ka-"

"Karena icon Chappy Land haruslah seseorang yang memiliki potensi dan kualitas yang tinggi, tenar, berkepribadian baik dan bisa menjadi teladan dan itu semua ada pada Tenza Zangetsu!" Ichigo langsung saja mengambil alih tanpa permisi. "Aku dan partnerku ini sangat yakin bahwa kami bisa bekerja sama dengan Tenza Zangetsu!" katanya penuh semangat

"Bisakah anda menjelaskan hubungan anda dengan gadis yang berkencan bersama anda kemarin?" pertanyaan ini jelas-jelas ditujukan untuk Zangetsu.

"…saat ini…kami hanya berteman biasa saja?"

"Apakah maksud anda…kemungkinan hubungan kalian akan berkembang ke hubungan asmara?"

"Yah…kuharap demikian."

Jawaban barusan membuatku yang hendak meneguk teh malah menumpahkannya di wajahku sendiri. Urahara-dono dan Tessai-san juga terkejut hingga kue beras yang mereka makan tersangkut di tenggorokan mereka. Aku lalu sibuk mencari tissue untuk melap wajahku, Jinta sibuk menepuk-tepuk punggung Tessai-san dan Ururu menepuk-tepuk punggung Urahara-dono.

"Bisakah anda beritahu kepada kami siapa gadis itu?"

"Aku tidak bisa menjawab tanpa seizinnya…" jawab Zangetsu bijak.

"Bagaimana tanggapan anda tentang para fans anda yang kecewa mendengar berita kedekatan anda dengan gadis tersebut?"

"Untuk para fans-ku…aku memohon dukungan kalian semua mengenai apa saja yang kualami, jika aku menyukai seseorang tolong hargai perasaanku, aku ini cuma manusia biasa yang bisa jatuh cinta dengan seorang gadis…walaupun nantinya aku menjalin hubungan dengan seseorang…bagiku kalian semua tetap berharga di hatiku…"

"Jangan bilang kalau…Zangetsu betul-betul menyukai Kuchiki-san…" gumam Urahara-dono dan itu membuat perasaanku sangat tidak enak.

Oh Tuhan…jangan membuat Zangetsu-kun menyukaiku…karena sangat tidak mungkin aku menerima cintanya…anak yang jauh lebih muda dariku…huhuhuhu.

oOo

To be continue

/

#

Ini Juzie apdetnya ga nyaman banget coz di kiri kanan Juzie ada cowok yg sedang main game online trus liat-liatin kompi Juzie...-_-

Oh ya...sekedar info ada kesalahan pada chap sebelumnya ya...-_- itu yg jadi pelatih Ruki ama Zangetsu itu bukan Aikawa love tapi Rojuro Otoribashi "Rose" ya... and yang jadi asisten Renji itu yg Aikawa love...ketukar jadinya #plakk# Juzie nyadarnya waktu Juzie baca fic sendiri melalui hape, mau diedit tapi ga bisa login... -_- mana telat banget lagi nyadarnya...inilah efek terlalu cepat apdet...wkwkwkwkwk. udah diedit ya...#plakk# hehehehe...yg penting kan ga ngubah cerita...ahahahahaha #plakk# ahahahahaha #plakk# gomen gomen *Juzie sujud2*

15 Hendrik Widyawati Hu um...Juzie juga pengen tau reaksi Ichi hehehehe...

Kuruchakihyuma salam kenal Kuru-san... iya fic ini memang aneh sama anehnya ama authornya... #plakk# iya doain ya biar endingnya ga aneh bin ajaib banget... tengkyu banget uda mampir di fic Juzie... kritiknya membantu koq ;)

Snow yg terlintas dipikiran Tenza waktu itu adalah... "eh, ngapain tuh cewek minum minuman aku?!" batinnya... emmmm..mungkin saja Tenza yg jadi pangeran...Juzie baru mau mengkhayalkannya *0*. Iya ya...kira-kira bijimane kalo ichi liat tenza cium Ruki...yaaaahahaha. Ini udah di apdet ya^^

Rini desu Ga tau juga kenapa Juzie jadi bikin cerita kayak gitu... Juzie juga ga rela sih sebenarnya...#plakk# ini dan apdet ya n,n