I Love You.. Goodbye

.

.

Hai~~~~~~~~~~~~ Silver kembali lagi membawakan Chapter kedua dari FF ini, mohon di maafkan bila ada kekurangannya yaaa, dan sekali lagi bila ada kesamaan, itu semua TIDAK DI SENGAJA jadi mohon perhatian nya yaa semuaa...

Ohyaa, sebelum nya Silver mau mengucapkan terima kasih untuk mymihyeol94 dan juga hunah yang udah bersedia ninggalin comment, kalian membuat Silver terharu karena penghargaan kalian atas FF yang Silver tulis, jadi.. Chapter kedua ini Silver PERSEMBAHKAN KHUSUS UNTUK KALIAN, check it out yaaa, semoga ga mengecewakan...

.

.

.

Previous Chapter 1

Jongin menggeleng prihatin sembari menepuk bahu Sehun pelan "Sadarilah sebelum kau menyesal bung, tidak semua pasangan suami istri di dunia ini yang di titipkan anak oleh Tuhan, kau harusnya sadar itu. Oh ya, kurasa sore nanti Yura akan menjenguk Jessica, tadi dia berpesan pada ku, aku permisi Sehun" ujar Jongin kemudian melangkahkan kaki nya dengan tegas keluar ruangan Sehun.

Sehun meremat kaleng bir nya yang telah kosong dan melemparnya. Dia mengacak rambutnya kasar "Tidak, aku tak akan menyesal" ujar Sehun frustasi sambil mengusap wajah nya lelah

"Aku tak akan menyesal"

.

.

.

.

Chapter 2

.

.

Ting tong

Suara bel di pintu utama memecah kesunyian dirumah mewah itu, terlihat seorang wanita cantik dengan surai hitam bergelombang berdiri di depan pintu rumah sambil menggendong seorang bayi perempuan yang berusia dua bulan sedang tertidur dengan lelapnya.

Gadis itu terus memencet bel rumah dengan gelisah, sesekali mendesah pelan lalu mulai memencet bel tersebut lagi.

"Aigoo, hyeri- ah, apa Sicca aunty mu tak ada di rumah? Kenapa dia tak membuka kan pintu nya ya?" ujar ibu muda itu pada bayi yang sedang tertidur itu.

"Apa eomma pulang saja? Tapi eomma merindukan Sicca aunty.."

Ting tong

Bel pintu rumah itu lagi- lagi dibunyikan namun lagi- lagi tak ada jawaban

"Aigoo.. apa eomma benar- benar harus pulang?" menunggu sebentar dan tetap tak ada jawaban, akhirnya ibu muda itu memutuskan untuk pulang, saat jemari lentiknya bergerak untuk membuka pintu mobil, sebuah taxi berhenti tepat didepan kediaman mewah itu dan keluarlah seorang gadis cantik blasteran california- korea dengan surai blonde yang terlihat sangat anggun "Jessica eonni!" teriak ibu muda itu pada gadis yang baru saja keluar dari taxi.

Jessica menoleh dan terkejut seketika "Yura?! Omo! Apa kabar?! Aigoo.. kau sudah memiliki seorang putri? Aku iri.."

"Eonnie, aku merindukan mu..."

"Aku juga.. apa kau sudah lama disini? Ayo masuk kita berbincang di dalam"

Kedua ibu muda itu pun melangkahkan kaki nya masuk kedalam rumah mewah itu dan mendudukan diri mereka di sofa ruang tamu.

"Ah.. kau mau minum apa? Biar aku buatkan" tanya Jessica membuat Yura bingung.

"Kenapa eonnie yang buat? Kemana para pelayan?"

Jessica tersenyum anggun "Sehun memecat mereka semua tepat saat aku hamil"

Yura membelalakan matanya "Apa? Tapi kenapa?"

Jessica menggedikan bahunya pelan "Entahlah, jadi kau mau minum apa?"

"Aku meminum apapun yang kau hidangkan eon, hehe"

Jessica mengangguk "Baik, tunggu ya.."

.

Sepuluh menit kemudian

.

Jessica kembali dengan nampan besar ditangannya yang terdapat dua buah gelas sirup cocopandan, setoples cookies dan buah peach yang sudah dikupas dan di potong.

"Apa kabar mu Yura?" tanya Jessica membuka percakapan.

"Aku baik, kau bagaimana eon? Aku lihat kandungan mu semakin membesar eoh? Berapa usianya?"

Jessica tersenyum sembari mengelus perutnya "Aku baik, dan minggu depan kandungan ku sudah masuk bulan ke delapan Yura- ya.."

"Wah.. apa dia sehat? Dia laki- laki atau perempuan?"

Senyum Jessica semakin mengembang "Dia sehat, dan kata Taeyeon eonnie dia laki- laki.."

"Benarkah? Apa kau baru saja check up? Astaga! Sehun pasti senang sekali, kau tau eon? Jongin sangat menginginkan anak laki- laki untuk anak pertamanya, tapi seperti nya aku dan Jongin tak seberuntung kau dan Sehun, hahaha"

Jessica tertawa "Benarkah? Haha, aku tak keberatan kalau anak ku memanggil kau dan Jongin appa dan eomma"

"Whoaa, benarkah? Aku akan senang eon! Haha.."

"U'hum.. oya Yura, siapa nama putri cantik mu ini? Usia nya berapa?" tanya Jessica sambil memainkan jemari mungil bayi itu.

"Namanya Kim Hye Ri, usia nya dua bulan. Kau tau eon? Aku benar- benar bahagia saat dia lahir, bahkan Jongin menangis saat memberi nya nama" ujar Yura sambil mengelus pucuk kepala Hyeri sayang.

"Benarkah? Kau beruntung, haha. Aku harap anak ku cepat lahir.." murung Jessica.

"Bersabarlah dua bulan lagi eon.."

"Iya.. hahaha"

"Apakah Sehun akan melakukan apa yang Jongin lakukan?" batin Jessica miris.


Yura sudah pulang dua jam yang lalu, sekarang rumah mewah ini sangat sepi untuk Jessica yang memang sendirian di rumah itu jika Sehun belum pulang. Dia memijit kening nya yang terasa sangat pening, terlebih perut nya yang mual tapi dirinya tak merasa ingin muntah.

"Aku ingin strawberry cheese cake" lirih nya.

Entah kenapa dia sangat ingin strawberry cheese cake, apa ini sebagian dari fase mengidam nya? Padahal dia tak pernah mengalami hal yang seperti ini. Lagipula bukan kah hal seperti ini hadir disaat awal kandungan? Bukan diakhir kandungan?

Jessica melirik jam dinding di kamar nya jam 7 malam, berarti masih satu jam lagi Sehun pulang, masih ada waktu setengah jam untuk nya tidur dan kemudian bangun pukul 7.30 untuk membuat kan Sehun makan malam.

Ya.. Jessica rasa itu tak buruk untuk meredamkan rasa mengidam nya. Jessica pun mulai menutup mata nya pelan dan mulai terhanyut ke alam mimpi.


Sehun berjalan dengan sempoyongan kedalam rumah mewahnya, menguar bau alkohol dan juga rokok dari tubuhnya. Sehun melirik jam yang melingkar di pergelangan tangannya, jam 00.30, sudah pagi, Sehun mendesis pelan, dia merasakan pusing yang teramat sangat dan juga mual.

Sialan, sebenarnya dia minum berapa banyak tadi? Di tambah para jalang yang menggodanya itu juga memberinya minum. Dia hampir mati sekarang, jiwa nya benar- benar terasa hangover. Seharusnya tadi dia meniduri salah satu dari mereka dulu sebelum pulang, bodohnya dia.

Dengan langkah gontai, Sehun melangkahkan kaki nya menuju kamarnya dan mendapati istri cantik nya tengah tertidur pulas diatas kasur mereka. Sehun terdiam memperhatikan wajah teduh istrinya, pandangan nya melembut, sungguh dia amat mencintai gadis cantik ini tapi.. pandangan Sehun beralih kearah perut istrinya yang membuncit itu dan pandangannya berubah benci, kalau saja istrinya bersedia menggugurkan kandungannya pasti tak akan seperti ini jadinya.

Sehun melepas dasi dan kemeja nya kasar sebelum melangkah menaiki kasur dan merangkak keatas tubuh istrinya, padangan nya sarat akan nafsu sekarang. Pergerakan Sehun itu sarat saja membuat Jessica terbangun dari tidur nya, dia berjengit pelan mendapati Sehun berada di atas tubuhnya dengan pandangan yang menuntut dan juga nafas yang memberat.

"Apa yang kau lakukan Sehun?"

Sehun menjambak rambut Jessica kasar membuat Jessica meringis pelan "Kau tak berhak bertanya! Puas kan aku sekarang juga!" bentak nya membuat Jessica menggigit bibir bawahnya pelan, matanya terasa panas.

"Ta- tapi aku.. sedang ha- mil Hun- ah" lirih Jessica gugup.

Sehun menyeringai setan dan merendahkan tubuhnya, dia mengarahkan mulutnya ke telinga Jessica "Kau pikir aku perduli huh?!" desis nya tajam.

Tepat saat Sehun mencium nya kasar yang sarat sekali akan nafsu, Jessica tahu tidak ada cinta disana, setetes air mata pun jatuh dari pelupuk mata Jessica, dia pasrah, sekali lagi, Jessica memasrahkan segala nya untuk suami nya tercinta, walaupun dirinya harus menderita dan merasakan sakit.

"Aku mencintai mu Sehun- ah" bisik Jessica pelan yang sekali lagi dihiraukan oleh Sehun, dan Jessica, sekali lagi hanya bisa tersenyum, menahan sakit atas semua yang sudah Sehun lakukan padanya.

Jessica.. hanya terlalu mencintai Sehun.. suaminya tercinta.

.

.

.

.


To be continued..

.

.

.

Tadaaaa... okee ini Chapter dua nya sudah di publish, maaf kalau pendek dan mengecewakan :(, tolong tinggalkan komentar yaa.. sampai ketemu di Chapter 3! Itu pun kalau Silver masih berminat lanjutin sih.. hehehe *bow*